17 April 2026

Bulan: Agustus 2024

Wujudkan Swasembada, Kementan Gencarkan Program PAT Provinsi Aceh

TANIINDONESIA.COM//ACEH – Dalam safari kerja yang dilakukan di Provinsi Aceh, Senin-Kamis (19-22/8/2024), Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), turut meninjau pertanian Aceh untuk mengantisipasi krisis pangan. Di antaranya memonitoring program Perluasan Areal Tanam (PAT) program pompanisasi.

Menurut Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, PAT merupakan aksi nyata untuk mengantisipasi darurat pangan. Dijelaskannya, komitmen akan kegiatan tersebut adalah pencapaian realisasi sesuai target dari masing-masing wilayah di tiap provinsi.

Meski demikian, Mentan menegaskan jika dibutuhkan peran penyuluh untuk mendukung hal tersebut. Ia menambahkan, penyuluh adalah garda terdepan dalam pembangunan pertanian, memiliki fungsi vital dalam mensukseskan program utama kementan.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Ida Widhi Arsanti, mengatakan salah satu fokus PAT adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan yang diyakini akan semakin meningkat.

Senada dengan Mentan, Santi pun menilai peran penting dipegang penyuluh, khususnya dalam pengawalan program PAT. Dijelaskannya, penyuluh harus melakukan pendampingan untuk memastikan bahwa teknik dan metode yang digunakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Sehingga hasil yang dicapai dapat maksimal.

"Para penyuluh pertanian diharapkan dapat memberikan bimbingan dan dukungan teknis yang diperlukan bagi petani di setiap kabupaten," tegas Santi.

Baca juga: 

Menginspirasi Dunia, Indonesia Hadirkan Genta Organik dan Inovasi Biotron di Konferensi Biochar 2024 Malaysia

Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, mengatakan air merupakan kebutuhan utama para petani. Dengan adanya pompa air diharapkan membantu petani meningkatkan produktivitas hasil pertanian.

"Adanya pompa air ini diharapkan bisa membantu petani, terutama petani sawah tadah hujan mendapat pasokan air. Sehingga hasil panen bisa meningkat dari satu kali setahun menjadi dua kali," kata dia.

Ia juga mengatakan, pemberian bantuan dalam rangka percepatan penanaman. Pasalnya saat ini Indonesia sedang memasuki kemarau panjang akibat Elnino.

"Semoga dengan adanya mesin ini bisa mempermudah petani dari sebelumnya setahun sekali bertanam bisa menjadi dua atau tiga kali lebih dari setahun," harapnya.

Siti mengatakan program ini juga baru digulirkan tahun ini oleh Kementan. Tujuannya agar sawah-sawah yang membutuhkan pasokan air di tengah kemarau bisa terairi.

"Program ini berlaku baru tahun ini. Dan berlaku untuk semua daerah di Indonesia sebagai upaya mempermudah petani mendapat pasokan air, semoga dengan adanya pompa air ini dapat meningkatkan hasil panen yang memuaskan," tuturnya.

Dalam safari kerjanya di Aceh, Siti Munifah melakukan Tinjauan Lapangan Irigasi Perpompaan (IRPOM) di Aceh Tamiang. Ia mengunjungi Kelompok Tani Gajah Batee Kureng - Desa Krueng Sikajang, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang

Pembangunan Irpom selesai Bulan Mei 2024, sumber berasal air dari bendungan PUPR yang di alirkan bak tampung untuk di aliri ke 45 Ha sawah dengan jarak pipa sepanjang 300 M.

Bersama TV Tani, Siti Munifah, juga meninjau Lapangan Kab Aceh Besar. Kegiatan pemanfaatan bantuan pompa ABT diliput secara langsung oleh TV Tani dengan lokasi di Desa Blang Preh, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Aceh Besar oleh Siti Munifah hadir bersama Tenaga Ahli Menteri, Kepala BPSIP Aceh dan Kodam IM, serta Kadis Pertanian dan Pangan Kota Sabang, Kadis Pertanian Kab. Aceh Besar, Kadis PPKP Kota Banda Aceh dan Kadis Pertanian dan Pangan Kab. Pidie.

Disebutkan jika Kota Banda Aceh dan Sabang di SK Mentan No. 972 terbaru masuk kedalam kontribusi sebagai darurat pangan untuk kepentingan nasional.

Distan Aceh Besar juga siap membagikan pompa pada hari Sabtu tgl 24 Agustus 2024 sejumlah 45 Unit Pompa kepada Kelompok Tani.

Sementara Padi Gogo yang awalnya 25.498 Ha sebagian besar sudah dipindahkan ke PAT Pompanisasi untuk mengejar ketertinggalan Realisasi PAT Aceh.(*)

Lulus Yudisium, Mahasiswa Polbangtan Kementan Siap Dukung Pertanian Indonesia

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) Jurusan Pertanian mengumumkan kelulusan 95 mahasiswa dari empat program studi, Rabu (21/8/2024), di Gedung Seminar.

Yudisium yang berlangsung hari ini meluluskan mahasiswa dari program studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) RPL, Teknologi Benih (TB), Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) Reguler, dan Agribisnis Hortikultura.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan para lulusan Polbangtan ini harus siap menerapkan ilmu mereka dapat selama masa kuliah di masyarakat. Mentan Amran berharap para mahasiswa juga memberikan inovasi baru sehingga pertanian Indonesia dapat semakin maju.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

Baca juga: 

Dosen Polbangtan Kementan Sabet Penghargaan Dosen Berprestasi

Dijelaskannya, para lulusan Polbangtan kini dihadapkan pada dunia pertanian sesungguhnya. Menurutnya, mereka bukan hanya dituntut adaptif terhadap kondisi sesungguhnya di lapangan, tetapi yang tidak kalah penting adalah inovatif.

Ia berharap para lulusan ini bisa memaksimalkan seluruh potensi yang ada untuk mengembangkan pertanian di daerah masing-masing sehingga ketahanan pangan dapat terus terjaga.

Endah Puspitojati, Ketua Jurusan Pertanian, mengatakan bahwa masing-masing program studi mencatatkan prestasi yang membanggakan dengan tingkat kelulusan yang tinggi.

“Hingga Yudisium ke 3 ini tingkat kelulusan masing-masing program studi cukup tinggi, Prodi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB) RPL dan Reguler menunjukkan tingkat kelulusan yang sangat baik, masing-masing sebesar 87,3% dan 93,3%, Prodi Teknologi Benih (TB) mencatatkan persentase kelulusan mencapai 96,96%, dan prodi Agribisnis Hortikultura meraih hasil sempurna dengan seluruh mahasiswanya berhasil lulus 100%,” rinci Endah.

Sementara Endra Prasetyanta, Ketua Kelompok Substansi Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni (AAKA), dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para lulusan.

“Kami berharap para lulusan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama kuliah untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian di Indonesia. Menjadi petani milenial yang inovatif, tangguh, dan berdaya saing adalah tantangan yang harus dihadapi," ujarnya.

Para lulusan ini diharapkan mampu menjadi agen perubahan di sektor pertanian, membawa inovasi dan solusi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing pertanian Indonesia.(*)

Kementan Tingkatkan Produksi Pangan dengan Pertanian Terintegrasi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Pertanian terintegrasi (integrated farming) merupakan usaha tani yang memanfaatkan usaha-usaha terkait seperti peternakan untuk memberikan hasil yang maksimal.

Untuk menderaskan pengetahuan mengenai pertanian terintegrasi, Kementerian Pertanian menggaet Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Ternak Jaya dalam Bertani On Cloud (BOC) Volume 271 yang diadakan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kamis (15/8). Tajuk yang diangkat adalah Peningkatan Produksi Padi Melalui Integrated Farming.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya peningkatan SDM pertanian dalam meningkatkan produksi pertanian.

“Saya optimis bahwa dua sampai tiga tahun ke depan Indonesia akan kembali mencapai swasembada pangan, terutama dalam produksi padi dan jagung, jika didukung SDM yang berkualitas,” ujar Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, menyebut pentingnya inovasi pertanian dalam meningkatkan produktivias.

“Dengan didukung dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi, Saya yakin target utama Kementan dalam meningkatkan produksi sekaligus mengantisipasi darurat pangan, akan tercapai,” kata Santi.

Dalam BOC, P4S Ternak Jaya dilibatkan karena kelompok ini menerapkan pertanian terintegrasi yang menonjolkan pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair dari urin sapi. Hal tersebut dimungkinkan karena P4S tersebut melakukan pertanian berdampingan dengan peternakan.

Baca juga: 

Menjawab Tantangan Era Global, Kementan Tingkatkan Kapasitas ASN dan Non ASN

Menurut Rojai, Kepala P4S Ternak Jaya, beberapa keuntungan yang didapat dari melakukan integrated farming adalah menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen.

P4S Ternak Jaya yang hadir secara langsung memberikan materi kepada petani dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia secara daring. Harapannya, para petani dan penyuluh tertarik dan mendalami lebih lanjut mengenai integrated farming untuk diaplikasikan di lahan masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut P4S Ternak Jaya menunjukkan inovasi pembuatan probiotik dari rumen sapi. Rojai yang hadir sebagai pengampu materi menunjukkan bahan-bahan yang digunakan dalam membuat probiotik.

Alat yang dipakai cukup sederhana. Wadah besar berupa gentong berukuran kecil dan kayu pengaduk menjadi alat utama. Bahannya sendiri adalah rumen sapi, air kelapa, air cucian beras, nanas, dan pepaya.

Nanas dan pepaya digunakan untuk menguatkan khasiat probiotik dengan memanfaatkan enzim bromelain dan enzim papain yang dikandung masing-masing buah.

Cara pembuatan terbilang sederhana. Sepertiga gentong kecil diisi oleh rumen sapi, sepertiganya lagi diisi oleh air kelapa dan sepertiga terakhir air cucian beras dengan rasio yang sama. Selanjutnya campuran tersebut dimasukkan nanas dan pepaya yang sudah disiapkan sebelumnya.

Setelah semua bahan dicampur, tong kemudian ditutup selama dua minggu agar tidak terkontaminasi. Selanjutnya probiotik akan disiapkan dengan dihadapkan pada udara terbuka agar siap dipakai.

Pemakaian sendiri dapat disemprotkan langsung ke media tanam padi atau dicampur dengan pupuk organik padat maupun cair dengan rasio 200ml probiotik untuk 20 liter air. Dapat juga dicampurkan dengan pupuk organik cair atau padat dengan rasio yang sama.

Probiotik dibuat memanfaatkan bakteri yang ada pada pencernaan sapi. Bahan-bahan yang sebelumnya disebutkan mampu menjadi “bahan bakar” bagi bakteri untuk menjadi probiotik.

Probiotik kemudian dapat digunakan untuk menggemburkan tanah serta menambah efektivitas pupuk organik cair dan pupuk organik padat.

Dengan meningkatnya efektivitas tersebut, Rojai berharap probiotik yang dibuat di P4Snya dapat menekan biaya produksi pada petani sehingga bisa mendapatkan untung lebih banyak.

“Tujuannya adalah agar pengeluaran petani berkurang dan penghasilannya bertambah,” tandas Rojai.(*)

Sinergi Kementan dan PUPR Tingkatkan Produktivitas Pertanian Hortikultura Subang

TANIINDONESIA.COM//SUBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, berkolaborasi bersama Kementerian PUPR, melalui OCG-Associates, menggelar pelatihan dengan tema Peningkatan Produktivitas Pertanian melalui Budidaya Hortikultura.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan untuk terus meningkatkan produksi maka harus memberikan ruang bagi petani untuk memperoleh keuntungan dalam mengusahakan lahannya.

"Mimpi kita bersama ke depan adalah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Untuk mewujudkan swasembada pangan tersebut, maka perlu dilakukan upaya peningkatan produksi pangan dan ini bisa dicapai dengan singkat kalau dilakukan kolaborasi berbagai pihak," tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, mengatakan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang andal, mandiri, profesional, dan berdaya saing penting untuk peningkatan produktivitas.

Pasca Pelatihan, di lokasi masing-masing purnawidya ditetapkan lahan laboratorium percontohan dan laboratorium uji lokasi sebagai tindak lanjut kegiatan budidaya hortikultura bagi purnawidya.

Di lahan laboratorium percontohan dan laboratorium uji lokasi, purnawidya melakukan Praktik Mandiri (PM).

Siklus pelatihan dilaksanakan dengan melakukan pendampingan PM bagi purnawidya untuk melaksanakan tahapan demi tahapan budidaya hortikultura, pengolahan hasil produk pertanian dan pemasaran.

Terdapat 7 titik lokasi lahan Praktik Mandiri yang saat ini sedang dan terus dikelola oleh purnawidya sebagai wujud penerapan hasil pelatihan. Beberapa lahan Praktik Mandiri telah memberikan hasil panen yang diharapkan.

Kamis (15/8/2024), dilakukan panen raya komoditas sayuran di salah satu Lahan Percontohan Praktik Mandiri Kelompok Tani Muncang Rahayu Desa Rancabango Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang.

Baca juga: 

Pastikan Keberhasilan Program PAT, Kementan Lakukan Monitoring Evaluasi

Panen dihadiri Kepala BBPP Lembang, Pimpinan LRPPUPR, Kepala UPTD Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Patokbeusi, Kapolsek, Kepala Desa, Babinsa dan Gabungan Kelompok Tani serta Kelompok Tani di sekitar Desa Rancabango.

Aneka komoditas hortikultura, seperti cabai, mentimun, kacang panjang dan bunga kol dibudidayakan oleh Poktan Muncang Rahayu di atas lahan seluas 2.500m2. Pada kegiatan panen keempat komoditas mentimun ini, diperoleh hasil panen 517 kg yang siap dipasarkan ke berbagai segmentasi pasar dan beberapa offtaker di Kabupaten Subang.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan, pertanian adalah sektor yang meliputi hajat hidup orang banyak. Jatuh bangunnya bangsa ditentukan oleh sektor pertanian.

“Alhamdulillah hari ini kita semua menyaksikan hasil pelatihan. Ini sebagai bukti bahwa SDM penting dan menentukan peningkatan produksi pertanian. Apa yang sudah kita rancang bersama-sama, kolaborasi dengan Kementerian PUPR baik itu SDM dan teknologi budidaya pertanian, bisa kita lihat bersama-sama hari ini,” kata Ajat.

Lebih lanjut Ajat menyampaikan, dari kolaborasi yang telah dilakukan, menjadi bukti bahwa sektor pertanian dapat mencukupi kebutuhan keluarga, disamping bisa dikonsumsi oleh keluarga, juga bisa dijual sehingga dapat menjadi sumber penghasilan keluarga.

Dalam sambutannya, ketua Poktan Muncang Rahayu, Ibrohim, mengatakan pembelajaran teknologi budidaya tanaman hortikultura selama pelatihan di BBPP Lembang memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan budidaya ala petani yang selama ini dilakukan.

"Pengalaman budidaya dengan sentuhan teknologi ini akan kami lanjutkan dan tularkan kepada Poktan dan Gapoktan lain,” jelas Ibrohim.(*)

Pastikan Keberhasilan Program PAT, Kementan Lakukan Monitoring Evaluasi

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, meninjau lokasi pompanisasi dan olah tanah di Desa Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat (16/8/2024), yang merupakan wilayah tanggung jawab BBPP Lembang pada program pompanisasi.

Kegiatan dihadiri oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, penyuluh pertanian, dan kelompok tani Abadi Sejahtera. Di lokasi ini terdapat 50 hektar sawah yang harus terairi.

Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Daerah (provinsi, kabupaten/kota) serta TNI gencar menjalankan program pompanisasi sebagai upaya akselerasi pertanaman menghadapi kekeringan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber air.

Khusus untuk irigasi perpompaan, kegiatan ini dilakukan secara swakelola dengan pola padat karya dan melibatkan partisipasi penuh anggota kelompok tani penerima bantuan dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatan serta pemeliharaan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya program pompanisasi.

Baca juga: 

Monitoring Irigasi Perpompaan, Kementan Pastikan Keberhasilan Program PAT

“Pompanisasi menjadi solusi cepat untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan jumlah produksi padi di tengah ancaman El Nino,” sebut Menteri Amran.

Menteri Amran menegaskan, solusi cepat meningkatkan produksi beras nasional dengan pompanisasi sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman semula tanam hanya 1 kali bisa 2-3 kali.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, mengatakan Program PAT dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia yang akan semakin meningkat di masa depan.

Pada kunjungan langsung ke lokasi irigasi perpompaan di Desa Jelekong Kabupaten Bandung, Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika meminta agar usulan irigasi perpompaan di lokasi ini segera direalisasikan.

“Kami melihat langsung kondisi di sini bahwa kondisi lahan sawahnya terjadi kekeringan sehingga perlu adanya pompanisasi untuk mengairi sawah. Ini harus cepat untuk mencegah gagal panen,” kata Ajat.

Ajat berharap agar usulan pompanisasi segera disetujui sehingga irigasi perpompaan dapat segera terealisasi mengairi sawah di musim kemarau ini.(*)

Monitoring Irigasi Perpompaan, Kementan Pastikan Keberhasilan Program PAT

TANIINDONESIA.COM//CIANJUR - Kementerian Pertanian terus memastikan keberhasilan pelaksanaan kegiatan Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui optimalisasi lahan rawa, pompanisasi, dan penanaman padi gogo di berbagai wilayah di Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut, dilakukan rapat koordinasi monitoring dan evaluasi, 18 – 19 Agustus 2024 di Kabupaten Cianjur, salah satu wilayah tanggung jawab Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan solusi cepat peningkatan produksi petanian yang ditawarkan saat ini adalah Perluasan Areal Tanam (PAT). Mentan Amran meyakini apabila program ini dijalankan maka Indonesia dapat mewujudkan swasembada dan juga lumbung pangan dunia.

“Saat ini ada banyak negara yang mengalami penurunan produksi dan ada banyak penduduk dunia yang menderita kelaparan. Karena itu harus kita mitigasi dengan solusi cepat,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, menegaskan, PAT adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan ke depannya yang akan semakin meningkat.

Monitoring dan evaluasi di lokasi PAT Kabupaten Cianjur dihadiri Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika dan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur, Nurdiyati beserta jajarannya.

Rapat membahas tentang perkembangan pemanfaatan pompanisasi, irigasi perpompaan, dan Luas Tambah Tanam (LTT) di wilayah Kabupaten Cianjur.

Baca juga: 

Smart Farming, Kunci Pertanian Berkelanjutan

Selanjutnya, dilaksanakan monitoring lokasi irigasi perpompaan di beberapa lokasi. Pertama, di Kelompok Tani Tumaritis, Kelompok Tani Subur dan Kelompok Tani. Tani Mukti, Desa Cikidang Bayabang, Kecamatan Mande. Kedua, dilaksanakan di Kelompok Tani Sarinande, Desa Cihaur, dan di Kelompok Tani Hegarmanah Desa Cibaregbeg Kecamatan Cibeber.

Dari hasil monitoring bahwa irigasi perpompaan sudah selesai pembangunannya dan sudah dapat digunakan mengairi lahan sawah. Sumber air tersedia dari sungai.

Kepala Balai, Ajat Jatnika, Selasa (19/8/2024), menyampaikan bahwa irigasi perpompaan yang sudah terpasang agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dilakukan perawatan berkala. Bisa juga memanfaatkan pompa yang sudah ada. Ajat juga mengingatkan untuk tertib administrasi atas semua berkas-berkas yang ada.(*)

Dosen Polbangtan Kementan Sabet Penghargaan Dosen Berprestasi

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA – Dua dosen dari Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), Endah Puspitojati dan Budi Purwo Widiarso, berhasil meraih penghargaan bergengsi sebagai Dosen Berprestasi di tingkat nasional dan Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengingatkan pentingnya peran pendidikan dalam sektor pertanian. Dijelaskannya, kualitas SDM sangat menentukan kesuksesan pertanian. Terutama untuk menjaga ketahanan pangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, mengatakan jika Polbangtan adalah tempat untuk mencetak SDM-SDM handal sektor pertanian.

Menurutnya, pertanian memiliki banyak sektor yang sangat menjanjikan jika digarap dengan baik. Dan tugas Polbangtan adalah menyiapkan SDM-SDM yang benar-benar siap saat terjun ke masyarakat ataupun masuk ke dunia industri.

Salah seorang dosen Polbangtan Yoma yang meraih penghargaan, Endah Puspitojati, dikenal dengan dedikasinya dalam inovasi pertanian berkelanjutan. Ia menerima penghargaan Dosen Berprestasi Lingkup Nasional.

Penghargaan diserahkan dalam momen Sidang Terbuka MPR RI, yang menjadi ajang berkumpulnya para pemimpin bangsa dan figur-figur teladan dari berbagai sektor.

Pengakuan ini tidak hanya mencerminkan keunggulan Endah dalam mengajar dan penelitian, tetapi juga kontribusinya dalam memajukan sektor pertanian yang berkelanjutan di Indonesia.

Baca juga: 

Tingkatkan Kompetensi, Mahasiswa Polbangtan Kementan Ikut Sertifikasi

“Saya merasa sangat bangga dan terhormat mendapat kesempatan ini. Terimakasih untuk Kementerian Pertanian yang telah memberikan saya peluang untuk mengikuti kegiatan istimewa ini. Bertemu dengan insan-insan teladan dari berbagai profesi dan latar belakang di seluruh Indonesia sungguh menginspirasi," tuturnya.

"Mereka adalah teladan yang bekerja keras dengan talenta masing-masing, membawa Indonesia jauh lebih maju dan hebat,” ungkap Endah dengan penuh rasa syukur dan bangga.

Sementara Budi Purwo Widiarso, telah lama berkontribusi dalam pengembangan teknologi pertanian dan pemberdayaan petani. Ia juga meraih penghargaan sebagai Dosen Berprestasi Lingkup Kementerian Pertanian. Penghargaan ini diserahkan dalam upacara peringatan HUT RI ke-79 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian.

Budi, yang selama ini dikenal sebagai sosok inovatif dalam pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di sektor pertanian, berhasil membuktikan bahwa kerja keras dan dedikasi yang konsisten selalu membuahkan hasil.

Direktur Polbangtan Yoma, Bambang Sudarmanto, mengatakan penghargaan yang diterima oleh Endah dan Budi menjadi bukti nyata bahwa pendidikan pertanian di Indonesia terus mengalami perkembangan positif.

 

"Prestasi mereka tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Polbangtan Yoma, tetapi juga menjadi inspirasi bagi dosen-dosen lain di seluruh Indonesia untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi negeri," kata Bambang.

Melalui pengakuan ini, Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan apresiasinya terhadap para pendidik yang telah bekerja tanpa lelah untuk menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi sektor pertanian Indonesia.

Semoga prestasi ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh tenaga pendidik dan generasi muda untuk terus berkarya dan berprestasi, demi mewujudkan pertanian Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing global.(*)

Tingkatkan Kompetensi, Mahasiswa Polbangtan Kementan Ikut Sertifikasi

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA – Untuk meningkatkan kompetensi para mahasiswa, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) menggelar Sertifikasi Kompetensi (Serkom) di Gedung Serbaguna Polbangtan Yoma, Senin (19/08/2024).

Kegiatan yang dibuka Direktur Utama Polbangtan Yoma, Bambang Sudarmanto, diikuti oleh mahasiswa Program Studi Teknologi Benih (TB) dan Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan (PPB).

Baca juga: 

Upayakan Akselerasi dan Percepatan Target, Polbangtan Kementan Lakukan Evaluasi Kegiatan PAT

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan peningkatan kompetensi harus dilakukan setiap insan pertanian. Sebab ilmu pertanian terus berkembang dan SDM pertanian harus adaptif terhadap kondisi tersebut.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, SDM memegang peran yang sangat penting dalam perkembangan pertanian.

Idha menambahkan, SDM adalah faktor utama dalam peningkatan produktivitas, hal yang sangat dibutuhkan untuk menjaga ketahanan pangan.

Sementara ketua Tempat Uji Kompetensi (TUK), Nurrohmah Lutfhi A’yuni, menjelaskan bahwa pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi (Serkom) ini berlangsung selama 3 hari.

“Sebanyak 35 mahasiswa Program Studi PPB yang sudah berstatus alumni dan 32 mahasiswa TB tingkat tiga akan menjalani serangkaian assessment terkait sertifikasi kompetensi Pertanian Organik dan Pelaksana Produksi Benih oleh assesor yang berasal dari praktisi dan akademisi,” jelasnya.

Direktur Polbangtan Yoma, Bambang Sudarmanto, saat membuka kegiatan Sertifikasi Kompetensi (Serkom) berharap agar mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi mereka.

“Tujuan Program Sertifikasi Kompetensi untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkompeten, untuk mewujudkan hal tersebut maka mahasiswa harus mendapat sertifikat serkom terlebih dahulu” jelas Bambang.

Selain mahasiswa, hadir juga pembimbing kegiatan, Sutoyo, yang merupakan koordinasi pembimbing asesor serta pembimbing asesor lainnya.

“Kami berharap seluruh mahasiswa yang mengikuti Sertifikasi Kompetensi dapat bersungguh sungguh dalam mengikuti semua tahapan, sehingga dapat direkomendasikan kompeten oleh asesor” harap Sutoyo.

Setelah dilaksanakannya Pembukaan Sertifikasi Kompetensi selesai, mahasiswa diharapakan untuk melengkapi berkas APL 1 dan APL 2, untuk diperiksa oleh pembimbing asesor agar dapat mengikuti Sertifikasi Kompetensi.(*)

Smart Farming, Kunci Pertanian Berkelanjutan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Teknologi smart farming menjadi andalan Kementerian Pertanian (Kementan) di era digital saat ini. Teknologi ini turut diperkenalkan kepada 50 mahasiswa dan dosen Politeknik Negeri Lampung, yang berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Rabu (14/08/2024).

Pertanian modern berbasis teknologi dan smart farming menjadi peluang untuk mendorong budidaya pertanian menjadi efisien, terukur, dan terintegrasi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan menggabungkan teknologi smart farming dalam pertanian adalah langkah maju menuju pertanian yang lebih efisien dan berdaya saing.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

“Pertanian harus didukung kalangan milenial. Pemerintah berupaya melakukan regenerasi petani yang dapat berdampak bagi sosial ekonomi masyarakat,” kata Santi.

Di berbagai kesempatan, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan membuka kerja sama dengan stakeholder diantaranya kegiatan kunjungan bagi generasi muda sebagai upaya mengenalkan teknologi pertanian yang dikembangkan di BBPP Lembang.

Dalam kunjungan itu, para mahasiswa Polinela diajak mengelilingi lahan praktik Inkubator Agribisnis, melihat koleksi tanaman sayuran yang dibudidayakan secara konvensional maupun teknologi hidroponik dan pemanfaatan smart farming pada budidaya tanaman di BBPP Lembang.

Di zona rumah pangan lestari, mahasiswa memperoleh penjelasan budidaya sayuran di dalam polybag dan di lahan terbuka.

Baca juga: 

Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Laksanakan Monev Perluasan Areal Tanam di Kalimantan Selatan

Petugas lapang juga mengenalkan inovasi pemanfaatan kolam ikan dan budidaya padi terapung yang dikenal sebagai minapadi. Padi varietas inpara sedang diujicoba pertumbuhannya di sini. Di zona ini petugas juga menjelaskan budidaya pakcoy dalam polybag yang diberi perlakuan bahan organik trichoderma.

Petugas juga menjelaskan penerapan smart farming pada aktivitas penyiraman tanaman cabai rawit yang ditumpangsarikan dengan selada dan bisa dikendalikan dari smartphone.

Hal ini menarik perhatian para mahasiswa karena generasi muda akrab dengan teknologi sehingga diskusi mengalir tentang cara penerapan smart farming untuk budidaya pertanian.

Di zona lainnya yaitu screen aeroponik perbanyakan benih kentang G0, mahasiswa menerima informasi kegiatan pemeliharaan tanaman kentang yang sedang dilakukan pada umur tanaman 3 minggu. Tanaman sedang proses penurunan batang agar pertumbuhan lebih maksimal hingga usia panen 3 bulan.

Sementara itu, di sudut lainnya, sayuran pakcoy yang sedang dipanen dan dikemas untuk dipasarkan, juga menarik mahasiswa program studi agribisnis pangan untuk diskusi tentang pemasaran dan proses budidayanya. Petugas menjelaskan kegiatan budidaya pakcoy sistem DFT (deep flow technique) dan pola tanam yang dilakukan sehingga kuantitas, kualitas, dan kontinuitas sayuran terjaga untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Salah seorang mahasiswa, Ari Afrizal, menyatakan kekagumannya.

“Di BBPP Lembang sudah menerapkan pertanian modern seperti penyiraman otomatis dan deteksi cuaca untuk pengendalian hama. Ini menginsipirasi kami untuk diterapkan di Lampung,” katanya.

“Semoga masyarakat pertanian bisa mencontoh apa yang sudah dilakukan BBPP Lembang untuk menciptakan pertanian berkelanjutan,” katanya lagi.(*)

Menginspirasi Dunia, Indonesia Hadirkan Genta Organik dan Inovasi Biotron di Konferensi Biochar 2024 Malaysia

TANIINDONESIA.COM//MALAYSIA - Inovasi pertanian Indonesia mampu menarik perhatian dunia dalam Konferensi Biochar International 2024, 12-13 Agustus 2024, di Universitas Putra Malaysia. Pada kegiatan yang diselenggarakan Asosiasi Biochar Internasional Malaysia, Indonesia yang diwakili Kementerian Pertanian memperkenalkan Gerakan Tani Organik (Genta Organik) dan Inovasi Biotron.

Menurut Perwakilan Indonesia, Dedi Nursyamsi, Penyuluh Utama Badan Pengembangan dan Penyuluhan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Indonesia berhasil memukau praktisi dan akademisi dari 13 lebih negara yang hadir, di antaranya Jepang, Amerika, Australia, Thailand, Korea Selatan, India, Nigeria, Filipina, Vietnam, New Zealand, China, Malaysia.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, inovasi harus terus dilakukan agar ketahanan pangan dapat terjaga.

Ia menambahkan, tantangan pertanian tidak mudah. Oleh sebab itu langkah antisipasi harus dilakukan dan dibutuhkan juga inovasi untuk memastikan pertanian tidak terganggu.

Baca juga: 

Upayakan Akselerasi dan Percepatan Target, Polbangtan Kementan Lakukan Evaluasi Kegiatan PAT

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan jika inovasi dan pemanfaatan teknologi perlu dilakukan untuk mendukung program utama Kementerian Pertanian dalam mengantisipasi darurat pangan.

“Dengan didukung dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi, Saya yakin target utama Kementan dalam meningkatkan produksi sekaligus mengantisipasi darurat pangan, akan tercapai,” sebut Santi

Sementara, Dedi Nursyamsi menjelaskan jika Genta Organik dengan aplikasi biotron mampu memberikan tiga keuntungan signifikan.

“Meningkatkan hasil produksi hingga 21-36%, mengurangi penggunaan pupuk sebanyak 20-60%, dan potensi keuntungan dari perdagangan karbon yang mencapai 565 juta US Dollar atau setara dengan Rp 8 triliun,” jelasnya.

Prof. Dedi juga menjelaskan dengan metodologi terukur bahwa Biotron mampu memberikan lima parameter utama kesuburan tanah, yaitu meningkatkan oksigen, air, dan mikroba yang dibutuhkan tanah, serta membebaskan tanah dari patogen dan racun.

"Genta Organik dengan mengaplikasikan Biotron tidak hanya sejalan dengan bahasa dunia saat ini, yaitu keberlanjutan lingkungan hidup. Namun juga mendukung sasaran Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam meningkatkan produksi tanaman Padi Indonesia," tambah Prof. Dedi.

Tidak mengherankan jika inovasi Biotron mendapatkan penghargaan sebagai Inovasi Pelayanan Publik Terpuji pada tahun 2023 oleh Kementerian PANRB.

Keberhasilan BPPSDMP Kementerian Pertanian dalam Gerakan Petani Organik atau Genta Organik yang mendorong para petani untuk menerapkan pertanian ramah lingkungan dengan penggunaan pupuk berimbang dan Biotron telah diakui oleh praktisi dan akademisi dunia di Konferensi Internasional Biochar 2024.

Innovator Biotron, Budiono, Widyaiswara Ahli Madya dari Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, UPT di bawah BPPSDMP Kementerian Pertanian, menjelaskan bahwa Biotron merupakan Biochar yang dimodifikasi yaitu biochar yang diaktivasikan dengan pupuk organik cair dan agensi hayati.(*)