6 Mei 2026

Kementan Optimalkan Produktivitas Brigade Pangan Aceh Timur dengan Alsintan.

0
IMG-20260505-WA0007

TANIINDONESIA.COM, Aceh Timur – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengakselerasi luas tambah tanam guna meningkatkan produksi padi nasional. Penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) diyakini mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan.

Terutama pada lahan yang terdampak banjir beberapa waktu lalu. Sebagai bentuk komitmen, Kementan menyalurkan bantuan alsintan kepada 10 Brigade Pangan Kabupaten Aceh Timur yang dibentuk pada 2025. Bantuan tersebut meliputi traktor roda 2, traktor roda 4, rotavator, rice transplanter, dan drone.

Bantuan diserahkan pada Kamis (30/4/2026) di BPP Peureulak Barat, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah terus mendorong mekanisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas padi.

Menurutnya, mekanisasi mampu meningkatkan efisiensi tenaga kerja, menekan biaya produksi, meningkatkan indeks pertanaman, serta mengoptimalkan hasil panen.

“Upaya ini sebagai bentuk perbaikan di sektor pertanian dan sudah mendapat dukungan penuh dari presiden,” kata Mentan Amran.

Selaras dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mendorong pemanfaatan alsintan dalam budidaya padi yang dikelola Brigade Pangan.

“Brigade Pangan diharapkan menjadi motor penggerak modernisasi pertanian di wilayahnya. Mereka tidak hanya mampu mengoperasikan alsintan, tetapi juga mengelola pemanfaatannya secara profesional, terencana, dan berkelanjutan,” jelas Santi.

Baca Juga: Bangkit dari Banjir! Brigade Pangan Aceh Timur Kembali Tanam 150 Hektare Padi

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al. Farlaky berharap bantuan alsintan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Brigade Pangan.

“Kami berharap bantuan alsintan ini mampu mendongkrak produksi padi di Kabupaten Aceh Timur. Dari yang selama ini berada di posisi kedua, bisa menjadi nomor satu di Provinsi Aceh,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan tersebut juga diharapkan menjadi penyemangat bagi anggota Brigade Pangan yang beberapa bulan lalu terdampak banjir di lahan pertanian mereka.

“Ini menjadi bukti bahwa pemerintah pusat tidak abai terhadap bencana yang terjadi di Provinsi Aceh,” tuturnya.

Al-Farlaky juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian sebagai petani milenial. Menurutnya, pertanian memiliki prospek menjanjikan jika dikelola secara serius dan profesional.

“Jangan melihat petani sebagai profesi yang tidak bergengsi. Jika dimanfaatkan dengan benar, pertanian bisa menghasilkan pendapatan yang besar,” katanya.

Mewakili Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), LO Brigade Pangan Kabupaten Aceh Timur, Ferdian Ahmad optimistis Brigade Pangan mampu beradaptasi dengan teknologi pertanian modern.

“Kami percaya anggota Brigade Pangan yang didominasi petani milenial mampu merawat dan menggunakan alsintan berteknologi tinggi dengan baik,” sebutnya.

Menurutnya, hal tersebut dapat meningkatkan pendapatan anggota Brigade Pangan, baik dari budidaya padi maupun jasa sewa alsintan.

Sementara itu, Manajer Brigade Pangan Julok Jaya, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur, Munawar menyambut baik bantuan tersebut.

“Kami akan menggunakan alsintan ini untuk pengolahan lahan, tanam, hingga penyemprotan pestisida di lahan Brigade Pangan kami. Targetnya bisa tanam sekitar 35–150 hektare,” terangnya.

Melalui bantuan alsintan ini, Kementan berharap mekanisasi pertanian di daerah semakin meningkat sehingga mampu mendongkrak produksi pangan nasional.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *