20 Juli 2024

Persiapkan Musim Tanam Padi, Kementan Maksimalkan Pompanisasi di Wilayah Yogyakarta

0

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA – Bersama Pemerintah Kabupaten Kabupaten Gunungkidul, Bantul, dan serta Komando Distrik Militer (KODIM) setempat, Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang turut mendukung upaya perluasan areal tanam padi dengan sistem pompanisasi, sekaligus menyambut musim tanam 2024.

Rencana perluasan areal tanam padi dengan sistem pompanisasi di kedua wilayah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh Wakil Direktur II Polbangtan Yogyakarta, Kepala Dinas Pertanian Provinsi DI Yogyakarta, Kepala Dinas Pertanian masing-masing Kabupaten, Komandan Distrik Militer, serta Tim Satuan Tugas (satgas) Antisipasi Darurat Pangan Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, musim tanam harus dipersiapkan dengan maksimal agar produktivitas yang dihasilkan juga tinggi.

Mentan juga berharap persiapan maksimal bisa membantu mewujudkan target swasembada beras seperti yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, mengajak semua pihak untuk menjaga lahan pertanian.

“Kita butuh pangan, masyarakat butuh pangan. Oleh karena itu, kita harus sama-sama memastikan lahan-lahan pertanian yang sudah ada tidak berkurang, tidak beralih fungsi,” katanya.

Dedi juga berpesan agar dalam kondisi apapun pangan tidak boleh bersoal, pangan tidak boleh bermasalah.

Baca juga: Tingkatkan Kompetensi, Mahasiswa Polbangtan Kementan Sambangi Hortus Medicus Karanganyar

Wakil Direktur II Polbangtan Yogyakarta Magelang, Akimi, mengatakan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan komitmennya dalam mengatasi dampak fenomena El Nino dengan memasifkan program pompanisasi sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian demi ketahanan pangan Indonesia.

“Tak terkecuali dengan Provinsi Jawa tengah dan D.I. Yogyakarta yang merupakan salah satu lumbung pangan nasional, kita harus gerak cepat turun ke lapangan melakukan koordinasi dan inventarisasi bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten dan Kodim serta penyuluh lapangan,” ujar Akimi.

Target pertama yang harus dilakukan oleh Tim, imbuh Akimi, adalah Penetapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk optimalisasi pompanisasi.

“Hasil identifikasi jumlah potensi lahan untuk perluasan areal tanam dengan pompanisasi, identifikasi jumlah pompa yang ada, menghitung kebutuhan pompa dan kekurangan jumlah pompa seluruhnya diinvetaris kemudian disusun CPCL dan segera disampaikan ke DITJEN PSP Kementerian Pertanian, melalui Polbangtan Yoma/BSIP Yogyakarta agar segera ditindaklanjuti,” himbau Akimi.

Akimi juga berharap meskipun dalam waktu singkat, namun data yang dikumpulkan harus benar-benar akurat dan tepat sasaran, mengingat dua wilayah tersebut termasuk wilayah penyangga pangan di Provinsi D.I Yogyakarta.

“Silahkan dimasukkan informasi panjang selang yg dibutuhkan, titik koordinat pompa untuk membuat poligon distribusi pompa. Libatkan Penyuluh, yang paham betul dan menguasai medan sehingga data yang terkumpul betul-betul akurat karena ini sangat krusial untuk mengantisipasi kerawanan pangan. Betul-betul dipastikan tepat sasaran,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *