20 Mei 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Harkitnas 2026, Kementan Tegaskan Pentingnya Menjaga Tunas Bangsa untuk Perkuat Kedaulatan Pangan

TANIINDONESIA.COM, Jakarta, -- Kementerian Pertanian (Kementan) memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan menggelar upacara yang mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

Peringatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat kebangkitan nasional sekaligus memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi menuju kedaulatan bangsa, termasuk di sektor pertanian.

Upacara peringatan Harkitnas di lingkungan Kementerian Pertanian dipimpin oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti yang bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik pertanian, Rabu (20/5/2026).

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar mengenang sejarah berdirinya Boedi Oetomo pada 1908, melainkan momentum untuk merefleksikan semangat persatuan, kemandirian, dan kebangkitan bangsa dalam menjawab tantangan zaman. Saat ini, tantangan kebangsaan telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.

Tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, menekankan pentingnya menjaga generasi penerus sebagai aset utama bangsa. Tema tersebut juga merepresentasikan semangat seluruh elemen bangsa dalam menjaga masa depan Indonesia melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.

Sejalan dengan hal tersebut, pembangunan sektor pertanian saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan SDM pertanian melalui pendidikan, pelatihan, penyuluhan, serta regenerasi petani muda sebagai penopang keberlanjutan pangan nasional.

Baca Juga: Ketahanan Pangan Terancam Perubahan Iklim, Millenial Agricultural Forum Ungkap Strategi Adaptasinya

Dalam sambutan itu juga disampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat fondasi kemandirian melalui berbagai program strategis nasional, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, pemerataan pendidikan, layanan kesehatan, hingga penguatan kedaulatan pangan sebagai bagian dari ekosistem kesejahteraan rakyat.

Selain itu, penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap sarana produksi, distribusi hasil panen, permodalan, hingga layanan ekonomi dasar sehingga desa tumbuh semakin mandiri.

Peringatan Harkitnas ke-118 juga menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali menyalakan semangat kebangkitan melalui penguatan solidaritas, peningkatan literasi, dan pembangunan yang berorientasi pada kemajuan bersama. Semangat tersebut dinilai selaras dengan upaya Kementerian Pertanian dalam mencetak SDM pertanian unggul guna mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional, insan pertanian diharapkan terus menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia sekaligus menyiapkan generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan masa depan.(*)

Tanggulangi Kebakaran, BRI Cabang Depok Bersama Damkar Kabupaten Bogor Gelar Sosialisasi

TANIINDONESIA.COM, DEPOK - Dalam rangka menanggulangi bencana kebakaran, BRI Cabang Depok gelar sosialisasi penanggulangan bersama Damkar Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan agar setiap pekerja di BRI Cabang Depok bisa melakukan penanganan jika terjadi kebakaran.

Adapun sosialisasi ini dilakukan di Kantor BRI Cabang Depok pada 29 April 2026. Dimana para peserta sosialisasi ini yaitu para pekerja BRI Cabang Depok dan supervisi.

Pemimpin BRI Cabang Depok, Aris Abdillah mengatakan, sosialisasi penanggulangan kebakaran ini dilakukan guna memberikan edukasi kepada semua pekerja agar bisa sigap dalam menangani ketika terjadi kebakaran di kantor.

"Tentunya dengan adanya sosialisasi ini diharapkan semua pekerja BRI Cabang Depok bisa sigap dalam menangani kebakaran dan tidak panik sehingga tidak terjadi kebakaran parah," terangnya.

Perwakilan Damkar Kabupaten Bogor, Kahfi menuturkan, sosialisasi penanggulangan kebakaran di kantor BRI Cabang Depok sangatlah penting.

Pasalnya banyak orang awam yang belum paham betul apa saja yang pertama dilakukan ketika terjadi kebakaran. Lalu penggunaan alat pemadam kebakaran juga tidak semuanya tahu, oleh karena itu disini pihaknya menjelaskan detail seluruh tahap agar pekerja memahami dengan maksimal.

"Setiap step penanggulangan kami jabarkan, bahkan antisipasi agar tidak terjadi kebakaran juga dijelaskan sehingga mampu meminimalisir terjadinya erjadinya kebakaran," tutup Kahfi.

BRI Cabang Depok Bersama Klinik Ismail Medika Adakan Cek Kesehatan Berkala

TANIINDONESIA.COM, DEPOK - Guna memastikan kesehatan para pekerjanya, BRI Cabang Depok menggelar pemeriksaan kesehatan berkala. Kali ini BRI Cabang Depok menggandeng Klinik Ismail Medika dalam melaksanakan cek kesehatan berkala.

Pemeriksaan kesehatan berkala ini dilaksanakan pada 18 Mei 2026 yang berlokasi di Kantor BRI Cabang Depok Jalan Margonda Raya tepatnya di Lantai 3.

Sebanyak 12 orang pekerja dasar yang ada di BRI Cabang Depok dicek kesehatannya. Bisa dikatakan ini seperti mini Medical Check Up (MCU).

Pemimpin BRI Cabang Depok, Aris Abdillah menjelaskan, pemeriksaan kesehatan seperti ini harus dilakukan guna memastikan kondisi para pekerja dalam keadaan baik. Tentunya dengan cek kesehatan berkala, jika ada kendala penyakit bisa tertangani lebih cepat dan tepat.

"Kami bersama Klinik Ismail Medika melaksanakan pemeriksaan kesehatan sehingga jika ada keluhan bisa ditangani dengen segera dan terobati secara tepat," ungkapnya.

Direktur Klinik Ismail Medika, Lia menambahkan, pihaknya semaksimal mungkin menggunakan metode yang cocok dalam memeriksakan kesehatan 12 orang pekerja dasar di BRI Cabang Depok. Umumnya kondisi kesehatan para pekerja BRI Cabang Depok dalam kondisi baik.

Hanya saja ada beberapa yang mengalami darah tinggi, MCHC serta HB yang dibawah rata-rata sehingga memerlukan pengobatan lebih lanjut.

"Indikasi penyakit yang dideteksi terjadi karena banyak faktor, bisa jadi keturunan atau gaya hidup, pola makan dan istirahat juga memengaruhi kesehatan," tutup Lia.

BRI Mabes TNI Cilangkap Bagikan Sembako ke Yayasan Fadhilah Ihsan Cipayung

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (KC) Mabes TNI Cilangkap kembali menyalurkan paket sembako. Program ini sebagai bukti nyata kepedulian BRI KC Mabes TNI Cilangkap terhadap lingkungan yang membutuhkan.

Penyaluran paket sembako ini dilaksanakan beberapa waktu lalu. Untuk lokasi pembagian paket sembako dilaksanakan di Yayasan Fadhilah Ihsan Cipayung. Sebanyak 25 paket sembako dibagikan pada Idul Fitri, 16 Maret 2026.

"Kegiatan penyaluran paket sembako kali ini kami berbagi dengan para penghuni Panti Asuhan Fadhilah Ihsan Cipayung, ujar Pimpinan BRI KC Mabes TNI Cilangkap, Pranathan Triatmojo.

Pranathan menambahkan, pembagian paket sembako seperti ini sudah rutin dilakukan oleh BRI KC Mabes TNI Cilangkap. Hanya saja lokasi dan bentuk atau isi paket menyesuaikan kebutuhan yang memang dibutuhkan penerima.

"Kami secara bergantian menyasar ke beberapa titik lokasi secara bergantian di wilayah lingkungan kerja BRI KC Mabes TNI Cilangkap dan bentuk bantuannya disesuaikan dengan apa yang memang dibutuhkan," tegasnya.

Selain program ini, BRI juga memiliki beragam program dan produk perbankan unggulan lainnya. Sebut saja ada program di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan bahkan ada produk tabungan yang memberikan kesempatan mendapatkan undian berhadiah. Produk dan program perbankan yang dimiliki BRI terus memudahkan para nasabah dan tentunya menguntungkan.

"Banyak sekali keuntungan menjadi nasabah BRI, jadi tunggu apalagi, segera buka rekening dan dapatkan beragam kemudahan hingga benefit lainnya," tutupnya.

Ketahanan Pangan Terancam Perubahan Iklim, Millenial Agricultural Forum Ungkap Strategi Adaptasinya

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) di bawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian menggelar Millennial Agriculture Forum (MAF) Volume 7 Edisi 20 secara daring, Sabtu (16/5/2026).

Mengangkat tema “Adaptasi Perubahan Iklim untuk Mendukung Ketahanan Pangan”, kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari mahasiswa, penyuluh pertanian hingga pelaku usaha tani. Selain memperoleh wawasan baru, peserta juga mendapatkan e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi partisipasi.

Forum menghadirkan narasumber Yayan Apriyana dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN serta Andri Taruna Praja, Penyuluh Pertanian Kabupaten Belitung. Keduanya membahas strategi adaptasi perubahan iklim, inovasi pertanian, serta peran penyuluh dalam menjaga produktivitas dan ketahanan pangan nasional.

Kegiatan dipandu moderator Nensi Cahaya Utami, sementara Akbar dan Amel bertindak sebagai pembawa acara yang turut memeriahkan jalannya forum.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa perubahan iklim menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian nasional sehingga diperlukan langkah adaptasi yang cepat, inovatif, dan berbasis teknologi untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan teknologi modern, digitalisasi pertanian, serta pengembangan inovasi ramah lingkungan.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan nyata yang harus direspons melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan inovasi teknologi, dan kolaborasi lintas sektor.

“Melalui penguatan SDM pertanian dan pemanfaatan inovasi teknologi, generasi muda diharapkan mampu menghadirkan solusi pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim demi mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menambahkan bahwa pembangunan pertanian masa depan membutuhkan SDM yang unggul, adaptif, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Baca Juga: Dunia Krisis Pangan, Indonesia Justru Surplus Berkat Kerja Mentan Amran dan Tim Pertanian

Menurutnya, perguruan tinggi vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktik, inovasi, dan jiwa kewirausahaan di sektor pertanian.

Direktur PEPI, Harmanto, menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung pengembangan SDM pertanian yang profesional, inovatif, dan siap menghadapi dampak perubahan iklim.

Ia menyebut Millennial Agriculture Forum menjadi ruang strategis bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mendorong lahirnya ide dan inovasi di sektor pertanian.

“Melalui forum ini, kami berharap generasi muda semakin termotivasi untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian yang adaptif, modern, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Harmanto.

Di tengah meningkatnya risiko cuaca ekstrem, pergeseran musim tanam, hingga ancaman penurunan produktivitas pertanian akibat perubahan iklim, adaptasi menjadi langkah penting yang harus dilakukan seluruh pelaku sektor pertanian. Penerapan teknologi pertanian modern, penggunaan varietas tahan cekaman iklim, pengelolaan air yang efisien, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

Pemerintah juga terus mendorong generasi muda, penyuluh, dan pelaku usaha tani untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dampak perubahan iklim melalui praktik pertanian adaptif dan pemanfaatan teknologi. Upaya tersebut dinilai penting guna meminimalkan risiko gagal panen, menjaga produktivitas, serta memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah perubahan iklim yang semakin dinamis.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, akademisi, penyuluh, dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan solusi pertanian adaptif berbasis teknologi dan inovasi guna menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia di masa depan.(*)

Dunia Krisis Pangan, Indonesia Justru Surplus Berkat Kerja Mentan Amran dan Tim Pertanian

TANIINDONESIA.COM, Tuban — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pangan merupakan fondasi utama ketahanan dan keberlangsungan sebuah negara. Di tengah dunia yang menghadapi krisis pangan dan energi, Indonesia justru menunjukkan capaian positif dengan meningkatnya produksi pangan nasional dan menguatnya swasembada.

“Tidak mungkin suatu negara bertahan tanpa produksi pangan yang lancar, aman, dan berkesinambungan. Bukan sekali panen bagus, besok tidak bagus,” kata Presiden Prabowo saat menghadiri Panen Raya Jagung Serentak dan Groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang terlibat dalam penguatan sektor pangan nasional, khususnya tim pertanian yang dipimpin Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono.

“Saya terima kasih tim pertanian, tim pangan saya sangat baik, sangat kuat dipimpin Menteri Pertanian, Wakil Menteri Pertanian, Kepala Badan, Bulog, Agrinas, semuanya, dan didukung Panglima TNI serta Kapolri dan jajarannya,” ucapnya.

Presiden Prabowo bahkan secara khusus memuji percepatan capaian swasembada pangan nasional yang dinilainya melampaui target pemerintah. “Di sini saya kira adalah karena leadership kepemimpinan. Kalau bagus, kita akui bagus. Kalau baik kita akui baik. Dan dalam organisasi, kalau organisasi baik berarti pemimpinnya baik. Menteri Pertanian saya kasih target 4 tahun (swasembada pangan), ternyata satu tahun bisa,” ujar Presiden disambut tepuk tangan peserta.

Menurut Presiden Prabowo, keberhasilan sektor pangan menjadi sangat strategis di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Ia menyebut banyak negara kini menghadapi tekanan akibat krisis energi, gangguan rantai pasok, hingga ancaman pangan dunia. Oleh karena itu, Indonesia harus memperkuat kedaulatan pangan melalui peningkatan produksi, inovasi, dan hilirisasi pertanian.

Selain itu, Presiden Prabowo menilai keberhasilan menjaga pangan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, BUMN, penyuluh, hingga petani dan kelompok tani di lapangan.

“Masalah swasembada pangan ini tidak mungkin kita capai tanpa dukungan semua pihak. Dari para gubernur, para bupati, camat, kepala desa, para gapoktan, dari Perum BUMN yang mendukung, Pupuk Indonesia, yang menghasilkan benih, juga semua BUMN yang mendukung, dan akhirnya TNI dan Polri di tingkat lapangan,” ungkapnya.

Baca Juga: Brigade Pangan Bangka “Naik Kelas”, Politeknik Enjiniring Kementan Gembleng SDM Pertanian Modern

Presiden Prabowo juga menceritakan kedekatan emosionalnya dengan petani sejak masih aktif di militer. Menurutnya, pengalaman di lapangan membuat dirinya memahami bahwa pangan adalah penentu utama keberhasilan sebuah negara.

“Para petani dan nelayan adalah produsen makan untuk seluruh bangsa dan negara. Karena itu siapa pun yang ingin negara ini kuat harus fokus pada pangan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, di bawah kepemimpinan Mentan Amran, sektor pertanian nasional dalam setahun terakhir mencatat lonjakan produksi di sejumlah komoditas strategis. Produksi beras nasional meningkat signifikan sebesar 34,69 juta ton di tahun 2025, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) menembus level tertinggi hingga 5,3 juta ton, sementara produksi jagung terus diperkuat untuk mendukung ketahanan pangan dan pakan nasional. Kondisi tersebut membuat Indonesia berada pada posisi yang lebih kuat di tengah banyak negara yang masih menghadapi tekanan pangan global.

Pemerintah juga terus mempercepat berbagai langkah strategis mulai dari optimalisasi lahan, percepatan tanam, modernisasi pertanian, distribusi pupuk, penguatan benih unggul, hingga hilirisasi komoditas pangan. Upaya tersebut diperkuat dengan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan TNI-Polri, pemerintah daerah, BUMN pangan, penyuluh, dan petani di seluruh Indonesia.

Di tengah ketidakpastian global, Indonesia kini tidak hanya mampu menjaga ketersediaan pangan dalam negeri, tetapi juga mulai menunjukkan diri sebagai kekuatan pangan baru dunia. Presiden Prabowo menegaskan, keberhasilan tersebut harus terus dijaga dengan kerja keras, inovasi, dan keberpihakan penuh kepada petani sebagai garda terdepan ketahanan nasional.(*)

Brigade Pangan Bangka “Naik Kelas”, Politeknik Enjiniring Kementan Gembleng SDM Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM, Bangka – Upaya memperkuat Brigade Pangan sebagai ujung tombak pertanian modern terus dilakukan. Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas pengelolaan Brigade Pangan bagi penyuluh pendamping, Babinsa pendamping, manajer, kepala divisi alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga kepala divisi budidaya di Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah.

Kegiatan yang berlangsung 4–6 Mei 2026 di BP Kemuja Sejahtera, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat PEPI bertema “Peningkatan Kapasitas Brigade Pangan Mendukung Swasembada Pangan di Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah”.

Bimtek ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia Brigade Pangan agar mampu mendukung percepatan tanam, optimalisasi lahan, serta peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan.

Peserta mendapatkan pembekalan mengenai penerapan pertanian modern, penguatan kelembagaan Brigade Pangan, optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian, hingga penguatan kemampuan teknis dan manajerial usaha tani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi faktor utama keberhasilan Brigade Pangan dalam mendukung swasembada pangan nasional.

“Pengetahuan yang memadai, terutama dalam bidang pertanian modern, manajemen agribisnis, dan pemeliharaan alat pertanian, akan memastikan Brigade Pangan dapat beroperasi secara efektif dan efisien guna meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Amran.

Baca Juga: Kementan, TNI AL, dan Pemkab Nganjuk Kolaborasi Pacu Swasembada Kedelai Nasional

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa Brigade Pangan diharapkan menjadi motor penggerak utama percepatan swasembada pangan.

“Diperlukan strategi terintegrasi mulai dari pengelolaan lahan, optimalisasi produksi, hingga penguatan kapasitas SDM agar Brigade Pangan mampu berjalan mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Mohammad Amin menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan berkelanjutan agar pengelola Brigade Pangan mampu mengikuti perkembangan teknologi pertanian modern.

“Brigade Pangan harus didukung SDM yang kompeten, adaptif, dan mampu menerapkan teknologi pertanian secara tepat guna untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani,” katanya.

Direktur PEPI Harmanto mengatakan, kegiatan bimtek ini diharapkan menjadi wadah peningkatan kompetensi teknis dan manajerial bagi seluruh pengelola Brigade Pangan di Bangka dan Bangka Tengah.

Menurutnya, Brigade Pangan memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan tanam, optimalisasi pemanfaatan lahan, serta penguatan ketahanan pangan daerah. Karena itu, peningkatan kapasitas kelembagaan dan penguasaan teknologi menjadi kebutuhan utama agar Brigade Pangan mampu bekerja lebih profesional dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh peserta mampu meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial dalam mendukung keberhasilan budidaya pertanian, pengelolaan kelembagaan Brigade Pangan, serta percepatan tercapainya ketahanan pangan daerah dan nasional. Brigade Pangan harus mampu menjadi motor penggerak pertanian modern yang produktif, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.(*)

Kementan, TNI AL, dan Pemkab Nganjuk Kolaborasi Pacu Swasembada Kedelai Nasional

TANIINDONESIA.COM, Nganjuk — Kementerian Pertanian (Kementan), TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat swasembada kedelai nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor yang hingga kini masih mendominasi kebutuhan dalam negeri. Langkah tersebut diperkuat melalui dukungan benih unggul, alat mesin pertanian, jaminan pasar, hingga skema perlindungan harga petani.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui panen kedelai bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Heudiati Soeharto, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Kabupaten Nganjuk, Kamis (15/5/2026). Panen tersebut menjadi simbol penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat swasembada kedelai nasional.

Mentan Amran menegaskan kedelai merupakan komoditas strategis nasional karena menjadi bahan baku utama tahu, tempe, hingga berbagai produk olahan yang dikonsumsi masyarakat setiap hari. Menurutnya, Indonesia harus segera keluar dari ketergantungan impor dan mulai membangun kemandirian produksi dalam negeri.

“Beras sudah swasembada, cabai swasembada, jagung, daging ayam kita ekspor, telur kita ekspor. Kalau kedelai selesai, disinilah kedaulatan pangan Republik tercapai,” kata Mentan Amran

Menurut Mentan Amran, kebutuhan kedelai nasional saat ini masih sangat bergantung pada pasokan luar negeri.

“Kalau kedelai, itu belum. Jauh. Ini kita impor 2,4 juta. Dari kebutuhan 2,6 sampai 2,7 juta nah ini yang paling jauh,” ujarnya.

Data Kementerian Pertanian menyebutkan kebutuhan kedelai nasional tahun 2026 diproyeksikan mencapai 2,7 juta ton. Namun sekitar 95 persen atau 2,6 juta ton masih dipenuhi dari impor. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang besar untuk meningkatkan produksi dalam negeri.

Rata-rata produksi kedelai nasional dalam lima tahun terakhir mencapai sekitar 227 ribu ton per tahun dengan luas tanam 136 ribu hektare dan produktivitas rata-rata 1,6 ton per hektare. Hingga April 2026, produksi nasional mencapai 4.982 ton dari luas tanam 7.018 hektare.

“Selama ini kita terlalu bergantung pada impor. Padahal lahan kita luas, petani kita mampu, dan teknologinya tersedia. Karena itu kita ingin kebangkitan kedelai nasional dimulai dari daerah-daerah produktif seperti Nganjuk,” kata Mentan Amran.

Mentan Amran menilai Jawa Timur menjadi salah satu wilayah paling potensial dalam mendukung peningkatan produksi kedelai nasional. Dalam dua tahun terakhir, produksi kedelai Jawa Timur rata-rata mencapai 54 ribu ton dengan luas tanam sekitar 28.100 hektare dan produktivitas 1,7 ton per hektare.

Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu sentra penting dengan produksi rata-rata 8 ribu ton dari luas tanam 3.249 hektare dan produktivitas mencapai 2,2 ton per hektare. Produksi tersebut telah memenuhi sekitar 72 persen kebutuhan kedelai daerah setempat.

Kerja sama pengembangan kedelai antara Kementan, TNI AL, dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk telah dimulai sejak awal tahun melalui penanaman seluas 2.000 hektare di Kecamatan Rejoso, Wilangan, dan Bagor. Sementara Panglima TNI menyebut total pengembangan kawasan mencapai 2.300 hektare dengan estimasi hasil panen sekitar 3.400 ton.

Untuk mendukung program tersebut, Kementan menyalurkan bantuan benih bersertifikat varietas Grobogan sebanyak 50 kilogram per hektare atau total 100 ton serta bantuan 20 unit traktor roda dua dan bajak singkal guna mempercepat pengolahan lahan.

Selain itu, dukungan pasar diperkuat melalui kerja sama dengan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo). Melalui nota kesepahaman yang ditandatangani pada 5 Maret 2026, Gakoptindo memberikan jaminan pembelian hasil panen petani.

Mentan Amran mengakui salah satu tantangan utama pengembangan kedelai adalah harga di tingkat petani yang masih rendah, yakni berkisar Rp8.000–Rp9.000 per kilogram. Kondisi tersebut membuat minat petani menanam kedelai belum optimal.

Baca Juga: Mentan Amran Pastikan Stok Beras Nasional Aman, Gudang Bulog Penuh, Stok 5,3 Juta Ton

“Tidak boleh kedelai dibeli di bawah Rp10.000 per kilo. Insyaallah, kami akan keluarkan keputusan dalam waktu singkat,” tegas Amran.

Karena itu, pemerintah mendorong penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) kedelai di kisaran Rp13.500 per kilogram agar petani mendapatkan keuntungan yang layak seperti halnya komoditas gabah dan jagung.

“Petani harus untung. Kalau harga bagus dan pasar terjamin, petani pasti semangat menanam kedelai. Negara harus hadir memastikan itu,” ujar Mentan Amran.

Selain jaminan harga, pemerintah juga memastikan hasil produksi benih yang dikembangkan bersama jajaran TNI akan dibeli dan dibagikan kembali kepada petani.

“Yang Bapak produksi, aku beli, baru dibagikan ke petani kembali,” kata Mentan Amran.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan benih kedelai untuk kebutuhan tanam seluas 2.000 hektare yang nantinya akan dibagikan gratis kepada petani di Nganjuk.

“Nanti, Pak, ini kedelai kita, Pak Aster, kami bayar nilainya 2.000 hektare, terus 2.000 itu diberikan kembali gratis pada petani Nganjuk,” ujar Mentan Amran.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengatakan produktivitas kedelai di Nganjuk melampaui rata-rata nasional.

“Biasanya di nasional produksi per hektare itu 1,7 sampai 2 ton per hektare. Ini di sini bisa di atas 2 ton per hektare. Jadi bagus sekali,” katanya.

Titiek menegaskan percepatan swasembada kedelai penting dilakukan karena Indonesia merupakan konsumen besar tahu dan tempe tetapi masih bergantung pada impor.

“Indonesia bangsa yang makan tahu tempe setiap hari, tapi kedelainya harus impor. Kebutuhannya 2,6 juta ton per tahun tapi produksinya cuma 270 ribu ton,” ujarnya.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan program pengembangan kedelai di Nganjuk harus menjadi model gerakan nyata yang dapat direplikasi secara nasional.

“Kegiatan penanaman kedelai di Nganjuk ini menggunakan varietas Grobogan, merupakan varietas unggul lokal asal Jawa Tengah yang memiliki produktivitas tinggi,” kata Agus.

“Saya berharap kegiatan penanaman kedelai ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tetapi menjadi model gerakan nyata yang dapat direplikasikan di berbagai wilayah di Indonesia,” ujarnya.

Ketua Poktan Rukun Tani Desa Mudikan, Suwito, mengaku bantuan benih dan dukungan pemerintah membuat petani kembali semangat menanam kedelai.

“Harga kedelai sekarang antara 9 sampai 10 ribu. Termasuk harga yang stabil, harga yang lumayan bagi petani. Karena kemarin kan di bawah 9 ribu. Tapi untuk saat ini karena ada program pemerintah seperti ini, harga kedelai bisa terangkat lagi,” ujarnya.

Melalui kolaborasi Kementan, TNI AL, DPR RI, pemerintah daerah, dan petani, pemerintah optimistis pengembangan kedelai nasional dapat dipercepat untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat kedaulatan pangan Indonesia.(*)

Mentan Amran Pastikan Stok Beras Nasional Aman, Gudang Bulog Penuh, Stok 5,3 Juta Ton

TANIINDONESIA.COM, Surabaya, -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan melimpah. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat menghadiri kegiatan Dialog Swasembada Pangan di Gudang Bulog Romokalisari, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026).

Di hadapan awak media, jajaran Bulog, akademisi, dan para pelaku pangan, Mentan Amran menekankan bahwa berbagai kebijakan penyederhanaan regulasi yang dilakukan pemerintah telah memberikan dampak nyata bagi petani Indonesia, khususnya dalam distribusi pupuk subsidi.

“Kebijakan pupuk, dari Menteri Pertanian ke produsen pupuk Indonesia, langsung ke petani. Itu hanya tiga langkah, dulu 145 regulasi yang mengatur. Nah ini satu saja, itu membahagiakan petani seluruh Indonesia,” kata Mentan Amran.

Menurut Mentan, keberpihakan pemerintah kepada petani memang tidak selalu menyenangkan semua pihak. Namun ia menegaskan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah sepenuhnya untuk kepentingan rakyat dan ketahanan pangan nasional.

“Yang tidak bahagia aku ngerti, kan pasti ada yang tidak senang. Saat Republik ini merdeka, ada yang berpihak pada Belanda, benar nggak? Mafia itu,” ujarnya.

Mentan Amran juga menyoroti berbagai keraguan terhadap data stok pangan nasional. Ia memastikan bahwa kondisi gudang Bulog yang penuh menjadi bukti nyata keberhasilan peningkatan produksi dan serapan gabah petani.

Baca Juga: Pulihkan Dampak Banjir Sultra, Mentan Amran Salurkan Bantuan Rp10 Miliar

“Kalau ada yang mengatakan ini diragukan stok yang ada sekarang, ini sewa gudang nih sekarang nih. Ini gudang yang kita lihat ini disewa, kenapa? Sudah full,” katanya.

Mentan menjelaskan kapasitas gudang Bulog lebih dari 3 juta ton, sementara stok nasional telah mencapai sekitar 5 juta ton sehingga pemerintah harus menyewa tambahan gudang hingga 2 juta ton.

“Kapasitas gudang lebih dari 3 juta ton, sekarang 5,3 juta ton, sudah sewa 2 juta ton. Kalau ini data tidak benar, Kepala gudang itu dipenjara tuh, langsung masuk,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mentan Amran mengungkapkan bahwa kondisi pangan Indonesia kini justru menarik perhatian negara lain. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menggandeng secara langsung perwakilan dari negara tetangga Malaysia yang menegaskan adanya permintaan beras dari Malaysia kepada Indonesia.

“Nah, ini ada saudara kita dari Malaysia. Ini minta beras 500 ribu ton.” ujar Mentan Amran.

Menurutnya, beberapa tahun lalu Indonesia masih melakukan impor sejumlah komoditas pangan. Namun kini kondisi mulai berbalik seiring peningkatan produksi nasional.

“Kebetulan tadi mau ketemu, saya bilang (ke dia) ke Surabaya. Ini orangnya dulu impor beras dari Indonesia. Sekarang saudara kita minta 500 ribu ton,” katanya.

Mentan Amran mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras pemerintah dalam memperbaiki tata kelola pangan nasional, mempercepat distribusi pupuk, memperkuat irigasi, serta meningkatkan serapan hasil panen petani.

Mentan juga menyoroti kondisi harga pangan dunia yang saat ini mengalami penurunan di banyak negara. Namun di tengah situasi tersebut, pemerintah Indonesia tetap berupaya menjaga kesejahteraan petani dengan memastikan harga gabah tetap menguntungkan.

“Dan menariknya, harga pangan dunia turun. Ada 33 negara yang konsumsi beras, itu harganya turun,” ujarnya.

Kegiatan dialog di Gudang Bulog Romokalisari tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat komitmen keberlanjutan swasembada pangan nasional sekaligus memastikan stok pangan nasional tetap aman di tengah dinamika global.(*)

Siap Go Nasional! Polbangtan Kementan Lindungi Inovasi Pertanian Lewat Kerja Sama dengan Kemenkum

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) menjalin kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Kemenkum DIY) dalam bidang perlindungan kekayaan intelektual. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) berlangsung di Hotel Grand Rohan Yogyakarta, Selasa (12/5/2026).

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan hasil riset dan inovasi sivitas akademika Polbangtan YOMA, sekaligus mendorong peningkatan pengelolaan kekayaan intelektual di lingkungan perguruan tinggi vokasi pertanian.

Penandatanganan PKS dilakukan bersama sejumlah perguruan tinggi di DIY dan difasilitasi oleh Kanwil Kemenkum DIY sebagai upaya memperkuat sinergi pelayanan kekayaan intelektual di lingkungan pendidikan tinggi.

Direktur Polbangtan YOMA, R Hermawan mengatakan, kerja sama ini menjadi momentum penting dalam membangun budaya inovasi dan perlindungan karya intelektual di kampus vokasi pertanian.

Menurutnya, saat ini Polbangtan YOMA tengah mengajukan 18 paten dan paten sederhana yang masih dalam proses.

“Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen Polbangtan YOMA dalam mendorong hilirisasi inovasi sekaligus melindungi hasil karya sivitas akademika. Saat ini terdapat 18 paten dan paten sederhana yang sedang berproses dan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan pertanian,” ujarnya.

Baca Juga: Jogja Benih 2026 Satukan Akademisi dan Praktisi, Perkuat Sistem Perbenihan Nasional

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa inovasi dan perlindungan kekayaan intelektual menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi pertanian modern dan peningkatan daya saing sumber daya manusia pertanian.

“Kampus vokasi pertanian harus menjadi pusat lahirnya inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi petani. Perlindungan hak kekayaan intelektual menjadi langkah penting agar inovasi anak bangsa memiliki nilai tambah dan keberlanjutan,” ujar Menteri Pertanian.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan, penguatan ekosistem riset dan inovasi di lingkungan pendidikan vokasi Kementerian Pertanian terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor.

“Polbangtan sebagai institusi pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan teknologi tepat guna yang terlindungi secara hukum sehingga dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat dan dunia usaha,” katanya.

Melalui kerja sama ini, Polbangtan YOMA diharapkan semakin aktif mengembangkan riset terapan, inovasi teknologi pertanian, serta perlindungan kekayaan intelektual guna mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia.(*)