28 Mei 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Brigade Pangan Aceh Besar Gelar Gerakan Tanam Serempak untuk Perkuat Produksi Padi Nasional

TANIINDONESIA.COM, Aceh Besar — Dalam upaya menjaga stabilitas produksi padi nasional dan memperkuat ketahanan pangan, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) melaksanakan Gerakan Tanam Serempak di Desa Barueh, Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lahan optimalisasi lahan (oplah) ini melibatkan Brigade Pangan Sabee Seujahtera dengan pelaksanaan tanam serempak pada lahan seluas 2 hektare. Sebelumnya, brigade pangan tersebut telah melakukan penanaman seluas 30 hektare dari total target lahan 45 hektare.

Gerakan tanam di Aceh Besar menjadi salah satu titik pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak nasional yang digelar Kementerian Pertanian sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produksi padi nasional.

Secara nasional, Gerakan Tanam Serempak dipusatkan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa keberhasilan gerakan tanam sangat ditentukan oleh pengawalan di lapangan, terutama oleh penyuluh pertanian bersama petani.

“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat di lapangan. Penyuluh bersama petani menjadi kunci untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan memberikan hasil optimal,” ujarnya.

Menurut Idha, gerakan tanam serempak yang kembali dilaksanakan untuk keenam kalinya ini merupakan bagian dari upaya percepatan peningkatan indeks pertanaman di berbagai wilayah Indonesia.

Ia menjelaskan, target gerakan tanam kali ini mencapai sekitar 50 ribu hektare, meliputi lokasi optimalisasi lahan (oplah) 2024 seluas 21.093 hektare, oplah 2025 seluas 27.472 hektare, serta lahan cetak sawah rakyat (CSR) 2025 seluas 1.700 hektare.

“Alhamdulillah, lebih dari 50 ribu hektare lahan telah kembali tertanami,” katanya.

Idha menambahkan, gerakan ini menjadi akselerator bagi petani untuk terus melakukan percepatan tanam pascapanen sehingga produktivitas dan indeks pertanaman meningkat, dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun.

“Percepatan tanam perlu dilakukan dengan memanfaatkan sisa air pada penghujung musim hujan agar tanaman dapat tumbuh optimal sebelum memasuki periode kering,” tuturnya.

Baca Juga: Siap Go Nasional! Polbangtan Kementan Lindungi Inovasi Pertanian Lewat Kerja Sama dengan Kemenkum

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut percepatan tanam serentak sebagai langkah strategis untuk menjaga momentum produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman kekeringan.

Di Aceh Besar, Gerakan Tanam Serempak turut dihadiri Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang bersama Tenaga Ahli Menteri Bidang Mekanisasi Alat dan Mesin Pertanian, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Aceh, serta Wakil Bupati Aceh Besar.

Tenaga Ahli Menteri Bidang Mekanisasi Alat dan Mesin Pertanian, Astu Unadi, mengatakan gerakan ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga berpotensi menekan ketergantungan impor sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

“Tanam serentak bertujuan untuk mendorong ketahanan pangan. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai strategi, salah satunya optimalisasi lahan (oplah) melalui Brigade Pangan,” ujarnya.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung percepatan tanam sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

“Kami mendukung penuh kegiatan gerakan tanam ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan produktivitas pertanian guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan,” tuturnya.

Melalui sinergi pemerintah, petani, penyuluh pertanian, dan masyarakat, Gerakan Tanam Serempak diharapkan menjadi penggerak penting dalam memperkuat sektor pertanian dan mewujudkan swasembada pangan nasional.(*)

Wamentan Sudaryono: Ketersediaan Hewan Kurban Nasional Surplus, Pasokan Aman

TANIINDONESIA.COM, Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut ketersediaan hewan kurban nasional tahun ini berada dalam kondisi aman bahkan surplus. Berdasarkan laporan yang disampaikan, jumlah hewan kurban secara nasional mencapai sekitar 3,2 juta ekor, sementara kebutuhan diperkirakan berada pada kisaran 2,4 juta ekor, sehingga terdapat surplus sekitar 800 ribu ekor.

Menurut Wamentan Sudaryono, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasokan ternak nasional dalam kondisi baik sekaligus menjadi gambaran daya tahan masyarakat di tengah berbagai tantangan global.

“Ini artinya alhamdulillah Allah telah memberikan rahmat-Nya, telah memberikan rezekinya kepada bangsa kita, negara kita. Hari ini di saat kesulitan perang di mana-mana kita dalam keadaan yang baik, itu perlu tentu kita syukuri bersama,” ujar Wamentan Sudaryono pada Kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Nurul Iman, Kantor Pusat, Kementerian Pertanian, Rabu (27/5/2026)

Data nasional menunjukkan tren peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kurban. Berdasarkan data iSIKHNAS, jumlah pemotongan hewan kurban secara nasional pada 2025 lalu tercatat mencapai 2.268.764 ekor atau meningkat 11,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebanyak 2.033.995 ekor.

Optimisme tersebut juga tercermin dari pelaksanaan kurban di lingkungan Kementerian Pertanian yang mencatat rekor tertinggi sepanjang penyelenggaraan. Tahun 2026 ini, sebanyak 49 ekor hewan kurban, terdiri atas 41 ekor sapi dan 8 ekor kambing, terkumpul di Masjid Nurul Iman Kantor Pusat Kementerian Pertanian.

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada 2024 tercatat sebanyak 2 ekor sapi dan 15 kambing, meningkat menjadi 9 ekor sapi dan 10 kambing pada 2025, lalu melonjak menjadi 41 ekor sapi dan 8 kambing pada tahun 2026 ini.

“Insyaallah negara kita baik, pertumbuhannya baik dan kita bisa lihat partisipasi dari jumlah kurban di masjid ini saja,” ujar Wamentan Sudaryono yang juga merupakan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu.

Hewan kurban berasal dari berbagai pihak, mulai dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wamentan Sudaryono, pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian, mitra kerja, BUMN, hingga HKTI yang menyalurkan 15 ekor sapi kurban. Untuk memastikan penyembelihan berjalan sesuai syariat dan standar kesehatan, panitia melibatkan 41 Juru Sembelih Halal (Juleha) binaan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH).

“Tolong juga seluruh penyembelihan hewan ini dilaksanakan dengan higienis, dengan baik, bersih, sehingga tidak menimbulkan satu hal yang tidak kita inginkan,” kata Wamentan Sudaryono.

Baca Juga: Gerakan ASRI Perkuat Lingkungan Kerja dan Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian Agung Suganda turut melaporkan bahwa ketersediaan hewan kurban nasional dalam kondisi aman dan terkendali. Berdasarkan proyeksi Ditjen PKH, total ketersediaan hewan kurban mencapai sekitar 3,2 juta ekor, terdiri dari 860 ribu ekor sapi, 34 ribu ekor kerbau, 1,4 juta ekor kambing, dan 935 ribu ekor domba.

“Kami melaporkan bahwa ketersediaan hewan kurban secara nasional cukup aman dan terkendali. Total proyeksi ketersediaan sebanyak 3,2 juta ekor, sementara proyeksi kebutuhan nasional kita untuk pengadaan hewan kurban ini sebanyak 2,4 juta ekor sehingga masih ada surplus sekitar 800 ribu ekor,” ujar Agung Suganda.

Agung juga menyampaikan bahwa tahun ini pemerintah menyalurkan lebih dari 1.000 ekor sapi bantuan kemasyarakatan Presiden yang didistribusikan ke provinsi, kabupaten/kota, Ibu Kota Nusantara (IKN), serta berbagai lembaga masyarakat.

“Totalnya itu ada 1.000 lebih sapi kurban bantuan kemasyarakatan dari Bapak Presiden dan alhamdulillah setiap tahun ini naik terus. Tahun kemarin 981, sekarang 1.000 lebih karena ini bentuk kepedulian dari Presiden kepada kita semua, khususnya para peternak,” kata Agung.

Selain itu, pelaksanaan dam haji di dalam negeri juga mengalami peningkatan. Jika tahun lalu sekitar 10 ribu ekor kambing disembelih melalui skema dam haji, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 32.690 ekor.

Menurut Agung, peningkatan tersebut berpotensi memberikan dampak positif bagi peternak nasional.

“Kalau 200 ribu jemaah haji saja ditambah dengan kebutuhan kurban tadi, maka setiap tahun paling tidak lebih dari 2 juta ekor harus disiapkan dan ini menambah keberkahan bagi teman-teman peternak kita,” ujarnya.(*)

Gerakan ASRI Perkuat Lingkungan Kerja dan Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

TANIINDONESIA.COM, SERPONG – Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggelar pencanangan Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dipusatkan di Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia, Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan mendukung optimalisasi pemanfaatan lahan di seluruh unit pelaksana teknis (UPT) lingkup BPPSDMP.

Gerakan ASRI dilaksanakan secara serentak dan diikuti oleh seluruh UPT BPPSDMP melalui Zoom Meeting. Setiap unit kerja melaksanakan kegiatan ASRI di lingkungan masing-masing dan melaporkan pelaksanaannya secara langsung kepada Kepala BPPSDMP.

Gerakan ASRI merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, dalam menciptakan lingkungan nasional yang bersih, sehat, dan indah melalui penanganan sampah terpadu, penataan ruang, serta penguatan budaya kebersihan di lingkungan perkantoran, fasilitas publik, dan permukiman.

Keberhasilan swasembada pangan nasional disebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia pertanian yang unggul, disiplin, produktif, serta didukung lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan, sebagaimana yang selama ini ditekankan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pencanangan Gerakan ASRI lingkup BPPSDMP yang ditandai dengan penekanan tombol sirene dan dilanjutkan dengan monitoring pelaksanaan kegiatan pertanaman AAS dan ASRI di UPT BPPSDMP, serta NGOBRAS (Ngobrol Santai) bersama penyuluh pertanian dengan tema Gerakan ASRI untuk Kehidupan Berkualitas dalam mendukung kinerja penyuluh pertanian guna mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

Kegiatan dilanjutkan dengan tanam perdana sayuran di lahan kampus PEPI sebagai bentuk optimalisasi pemanfaatan lahan produktif di lingkungan pendidikan vokasi pertanian.

Baca Juga: Gelar Bimtek Alsintan, Politeknik Enjinering Kementan Cetak Petani dan Brigade Pangan Adaptif Teknologi Modern

Dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis bersama Badan Gizi Nasional, BPPSDMP juga melaksanakan groundbreaking Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan melibatkan UPT pendidikan lingkup BPPSDMP.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Badan PPSDMP Zuroqi Mubarok, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Tedy Dirhamsyah, serta Direktur Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia Harmanto bersama jajaran pusat dan UPT lingkup BPPSDMP.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti mengatakan, Gerakan ASRI menjadi langkah bersama dalam membangun budaya kerja yang sehat dan produktif di lingkungan BPPSDMP.

“Gerakan ASRI bukan hanya soal kebersihan lingkungan kerja, tetapi juga membangun karakter dan budaya kerja ASN pertanian agar lebih disiplin, sehat, produktif, serta mampu menjadi contoh di tengah masyarakat,” ujar Idha.

Menurutnya, lingkungan kerja yang aman, sehat, resik, dan indah akan mendukung peningkatan kualitas pelayanan, pendidikan vokasi, serta kinerja penyuluhan pertanian dalam mendukung target swasembada pangan berkelanjutan.

“Kami ingin seluruh UPT BPPSDMP memiliki semangat yang sama dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, produktif, dan mampu mendukung pengembangan SDM pertanian yang unggul,” tutupnya.(*)

Gelar Bimtek Alsintan, Politeknik Enjinering Kementan Cetak Petani dan Brigade Pangan Adaptif Teknologi Modern

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) bagi petani dan Brigade Pangan (BP) dari BRMP Lampung. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, pada 18–22 Mei 2026, sebagai bagian dari pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat.

Bimtek tersebut menjadi upaya nyata dalam mendukung peningkatan kompetensi petani dan Brigade Pangan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian modern. Peserta dibekali pengetahuan serta keterampilan teknis terkait pengoperasian, perawatan, hingga optimalisasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa modernisasi pertanian merupakan langkah strategis dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Menurutnya, penguatan kapasitas SDM pertanian menjadi kunci penting dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih maju, mandiri, dan modern.

“Kementerian Pertanian terus mendorong pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, serta mempercepat transformasi sektor pertanian Indonesia,” ujar Mentan Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguatan kompetensi SDM pertanian melalui pelatihan, pendampingan, dan penguasaan teknologi modern.

Menurutnya, petani, penyuluh, dan Brigade Pangan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Karena itu, penguasaan alat dan mesin pertanian menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan produktivitas sekaligus percepatan swasembada pangan nasional.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menyampaikan bahwa perguruan tinggi vokasi pertanian memiliki posisi strategis dalam mencetak SDM pertanian unggul, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Baca Juga: Harkitnas 2026, Kementan Tegaskan Pentingnya Menjaga Tunas Bangsa untuk Perkuat Kedaulatan Pangan

Ia menilai kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti Bimtek Alsintan merupakan bentuk nyata kontribusi pendidikan vokasi dalam mendukung transformasi pertanian Indonesia. Sinergi antara perguruan tinggi, petani, dan Brigade Pangan diharapkan terus diperkuat untuk mendukung percepatan swasembada pangan.

Direktur PEPI, Harmanto, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung pengembangan SDM pertanian yang unggul dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.

“Melalui bimbingan teknis ini, kami berharap petani dan Brigade Pangan mampu meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi pertanian modern sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan,” ujar Harmanto.

Dalam pelaksanaannya, dosen dan instruktur PEPI memberikan materi secara teori dan praktik lapangan. Peserta memperoleh pembelajaran mengenai pengenalan alat dan mesin pertanian modern, teknik pengoperasian alsintan, perawatan berkala, hingga aspek keselamatan kerja dalam penggunaan mesin pertanian.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Selain memperoleh pemahaman teknis, para petani dan Brigade Pangan juga berkesempatan melakukan praktik langsung penggunaan alat dan mesin pertanian di lapangan.

Melalui kegiatan ini, PEPI Kementan menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pendidikan vokasi, inovasi teknologi, dan penguatan kapasitas SDM pertanian menuju pertanian modern yang maju dan berkelanjutan.(*)

BRI Cabang Bekasi Harapan Indah Gelar Sosialisasi Pencegahan hingga Penanggulangan Kebakaran

TANIINDONESIA.COM, BEKASI - Dalam rangka mencegah dan menanggulangi bencana kebakaran, BRI Cabang Bekasi Harapan Indah gelar sosialisasi penanggulangan bersama Damkar. Kegiatan ini dilaksanakan agar setiap pekerja di BRI Cabang Bekasi Harapan Indah bisa melakukan penanganan jika terjadi kebakaran.

Adapun sosialisasi ini dilakukan di Kantor BRI Cabang Bekasi Harapan Indah pada 8 Mei 2026. Dimana para peserta sosialisasi ini yaitu seluruh para pekerja BRI Cabang Harapan Indah.

Pemimpin BRI Cabang Bekasi Harapan Indah, Yan Abdillah mengatakan, sosialisasi penanggulangan kebakaran ini dilakukan guna memberikan edukasi kepada semua pekerja agar bisa sigap dalam menangani ketika terjadi kebakaran di kantor.

"Tentunya dengan adanya sosialisasi ini diharapkan semua pekerja BRI Cabang Bekasi Harapan Indah bisa sigap dalam menangani kebakaran dan tidak panik sehingga tidak terjadi kebakaran parah," terangnya.

Perwakilan Damkar Bekasi Harapan Indah, Umam menuturkan, sosialisasi penanggulangan kebakaran di kantor BRI Cabang Bekasi Harapan Indah sangatlah penting.

Pasalnya banyak orang awam yang belum paham betul apa saja yang pertama dilakukan ketika terjadi kebakaran. Lalu penggunaan alat pemadam kebakaran juga tidak semuanya tahu, oleh karena itu disini pihaknya menjelaskan detail seluruh tahap agar pekerja memahami dengan maksimal.

"Setiap step penanggulangan kami jabarkan, bahkan antisipasi agar tidak terjadi kebakaran juga dijelaskan sehingga mampu meminimalisir terjadinya erjadinya kebakaran," tutup Umam.(*)

BRI KCP Cibitung Relokasi ke Kawasan Industri MM2100 untuk Optimalkan Layanan dan Pengembangan Bisnis

TANIINDONESIA.COM, Cibitung – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Kantor Cabang Pembantu (KCP) Cibitung resmi merelokasi kantor operasionalnya ke Kawasan Industri MM2100 Cibitung sebagai bagian dari langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan serta mengoptimalkan potensi bisnis di kawasan industri.

Sebelumnya, BRI KCP Cibitung berlokasi di Jalan Teuku Umar No.44A, Kelurahan Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. Kini, seluruh layanan operasional telah dipindahkan ke lokasi baru di kawasan industri MM2100 yang dinilai lebih representatif dan strategis.

Branch Office Head (BOH) BRI Tambun, Galilea Prima Kristianto mengatakan, relokasi kantor dilakukan untuk semakin mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat dan pelaku usaha, khususnya di kawasan industri yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi.

“Relokasi ini merupakan bagian dari upaya BRI untuk memaksimalkan pelayanan kepada nasabah sekaligus mendukung pengembangan potensi bisnis yang terus tumbuh di wilayah Cibitung dan sekitarnya,” ujarnya.

Menurutnya, perpindahan lokasi juga menjadi langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional dengan menghadirkan kantor layanan yang lebih modern, nyaman, dan mudah diakses oleh nasabah.

BRI memastikan proses relokasi tidak mengganggu aktivitas transaksi maupun kenyamanan nasabah. Seluruh layanan perbankan tetap berjalan normal dan dapat diakses melalui kantor baru maupun berbagai kanal digital BRI seperti BRImo, Internet Banking, dan jaringan ATM BRI.

Nasabah yang sebelumnya melakukan transaksi di kantor lama kini dapat memperoleh layanan secara penuh di kantor baru BRI KCP Cibitung yang berlokasi di Kawasan Industri MM2100 Cibitung https://share.google/CRSuXQAoZLK8Pvmkg.

BRI juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan layanan keuangan dan menghadirkan kemudahan akses perbankan bagi masyarakat maupun pelaku usaha di berbagai wilayah potensial.

Untuk informasi lebih lanjut, nasabah dapat mengakses layanan informasi di BRIMO.(*)

Harkitnas 2026, Kementan Tegaskan Pentingnya Menjaga Tunas Bangsa untuk Perkuat Kedaulatan Pangan

TANIINDONESIA.COM, Jakarta, -- Kementerian Pertanian (Kementan) memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan menggelar upacara yang mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

Peringatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat kebangkitan nasional sekaligus memperkuat komitmen pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi menuju kedaulatan bangsa, termasuk di sektor pertanian.

Upacara peringatan Harkitnas di lingkungan Kementerian Pertanian dipimpin oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti yang bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik pertanian, Rabu (20/5/2026).

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar mengenang sejarah berdirinya Boedi Oetomo pada 1908, melainkan momentum untuk merefleksikan semangat persatuan, kemandirian, dan kebangkitan bangsa dalam menjawab tantangan zaman. Saat ini, tantangan kebangsaan telah bergeser dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.

Tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, menekankan pentingnya menjaga generasi penerus sebagai aset utama bangsa. Tema tersebut juga merepresentasikan semangat seluruh elemen bangsa dalam menjaga masa depan Indonesia melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.

Sejalan dengan hal tersebut, pembangunan sektor pertanian saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga penguatan SDM pertanian melalui pendidikan, pelatihan, penyuluhan, serta regenerasi petani muda sebagai penopang keberlanjutan pangan nasional.

Baca Juga: Ketahanan Pangan Terancam Perubahan Iklim, Millenial Agricultural Forum Ungkap Strategi Adaptasinya

Dalam sambutan itu juga disampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat fondasi kemandirian melalui berbagai program strategis nasional, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, pemerataan pendidikan, layanan kesehatan, hingga penguatan kedaulatan pangan sebagai bagian dari ekosistem kesejahteraan rakyat.

Selain itu, penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap sarana produksi, distribusi hasil panen, permodalan, hingga layanan ekonomi dasar sehingga desa tumbuh semakin mandiri.

Peringatan Harkitnas ke-118 juga menjadi ajakan bagi seluruh elemen masyarakat untuk kembali menyalakan semangat kebangkitan melalui penguatan solidaritas, peningkatan literasi, dan pembangunan yang berorientasi pada kemajuan bersama. Semangat tersebut dinilai selaras dengan upaya Kementerian Pertanian dalam mencetak SDM pertanian unggul guna mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional, insan pertanian diharapkan terus menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia sekaligus menyiapkan generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan masa depan.(*)

Tanggulangi Kebakaran, BRI Cabang Depok Bersama Damkar Kabupaten Bogor Gelar Sosialisasi

TANIINDONESIA.COM, DEPOK - Dalam rangka menanggulangi bencana kebakaran, BRI Cabang Depok gelar sosialisasi penanggulangan bersama Damkar Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan agar setiap pekerja di BRI Cabang Depok bisa melakukan penanganan jika terjadi kebakaran.

Adapun sosialisasi ini dilakukan di Kantor BRI Cabang Depok pada 29 April 2026. Dimana para peserta sosialisasi ini yaitu para pekerja BRI Cabang Depok dan supervisi.

Pemimpin BRI Cabang Depok, Aris Abdillah mengatakan, sosialisasi penanggulangan kebakaran ini dilakukan guna memberikan edukasi kepada semua pekerja agar bisa sigap dalam menangani ketika terjadi kebakaran di kantor.

"Tentunya dengan adanya sosialisasi ini diharapkan semua pekerja BRI Cabang Depok bisa sigap dalam menangani kebakaran dan tidak panik sehingga tidak terjadi kebakaran parah," terangnya.

Perwakilan Damkar Kabupaten Bogor, Kahfi menuturkan, sosialisasi penanggulangan kebakaran di kantor BRI Cabang Depok sangatlah penting.

Pasalnya banyak orang awam yang belum paham betul apa saja yang pertama dilakukan ketika terjadi kebakaran. Lalu penggunaan alat pemadam kebakaran juga tidak semuanya tahu, oleh karena itu disini pihaknya menjelaskan detail seluruh tahap agar pekerja memahami dengan maksimal.

"Setiap step penanggulangan kami jabarkan, bahkan antisipasi agar tidak terjadi kebakaran juga dijelaskan sehingga mampu meminimalisir terjadinya erjadinya kebakaran," tutup Kahfi.

BRI Cabang Depok Bersama Klinik Ismail Medika Adakan Cek Kesehatan Berkala

TANIINDONESIA.COM, DEPOK - Guna memastikan kesehatan para pekerjanya, BRI Cabang Depok menggelar pemeriksaan kesehatan berkala. Kali ini BRI Cabang Depok menggandeng Klinik Ismail Medika dalam melaksanakan cek kesehatan berkala.

Pemeriksaan kesehatan berkala ini dilaksanakan pada 18 Mei 2026 yang berlokasi di Kantor BRI Cabang Depok Jalan Margonda Raya tepatnya di Lantai 3.

Sebanyak 12 orang pekerja dasar yang ada di BRI Cabang Depok dicek kesehatannya. Bisa dikatakan ini seperti mini Medical Check Up (MCU).

Pemimpin BRI Cabang Depok, Aris Abdillah menjelaskan, pemeriksaan kesehatan seperti ini harus dilakukan guna memastikan kondisi para pekerja dalam keadaan baik. Tentunya dengan cek kesehatan berkala, jika ada kendala penyakit bisa tertangani lebih cepat dan tepat.

"Kami bersama Klinik Ismail Medika melaksanakan pemeriksaan kesehatan sehingga jika ada keluhan bisa ditangani dengen segera dan terobati secara tepat," ungkapnya.

Direktur Klinik Ismail Medika, Lia menambahkan, pihaknya semaksimal mungkin menggunakan metode yang cocok dalam memeriksakan kesehatan 12 orang pekerja dasar di BRI Cabang Depok. Umumnya kondisi kesehatan para pekerja BRI Cabang Depok dalam kondisi baik.

Hanya saja ada beberapa yang mengalami darah tinggi, MCHC serta HB yang dibawah rata-rata sehingga memerlukan pengobatan lebih lanjut.

"Indikasi penyakit yang dideteksi terjadi karena banyak faktor, bisa jadi keturunan atau gaya hidup, pola makan dan istirahat juga memengaruhi kesehatan," tutup Lia.

BRI Mabes TNI Cilangkap Bagikan Sembako ke Yayasan Fadhilah Ihsan Cipayung

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (KC) Mabes TNI Cilangkap kembali menyalurkan paket sembako. Program ini sebagai bukti nyata kepedulian BRI KC Mabes TNI Cilangkap terhadap lingkungan yang membutuhkan.

Penyaluran paket sembako ini dilaksanakan beberapa waktu lalu. Untuk lokasi pembagian paket sembako dilaksanakan di Yayasan Fadhilah Ihsan Cipayung. Sebanyak 25 paket sembako dibagikan pada Idul Fitri, 16 Maret 2026.

"Kegiatan penyaluran paket sembako kali ini kami berbagi dengan para penghuni Panti Asuhan Fadhilah Ihsan Cipayung, ujar Pimpinan BRI KC Mabes TNI Cilangkap, Pranathan Triatmojo.

Pranathan menambahkan, pembagian paket sembako seperti ini sudah rutin dilakukan oleh BRI KC Mabes TNI Cilangkap. Hanya saja lokasi dan bentuk atau isi paket menyesuaikan kebutuhan yang memang dibutuhkan penerima.

"Kami secara bergantian menyasar ke beberapa titik lokasi secara bergantian di wilayah lingkungan kerja BRI KC Mabes TNI Cilangkap dan bentuk bantuannya disesuaikan dengan apa yang memang dibutuhkan," tegasnya.

Selain program ini, BRI juga memiliki beragam program dan produk perbankan unggulan lainnya. Sebut saja ada program di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan bahkan ada produk tabungan yang memberikan kesempatan mendapatkan undian berhadiah. Produk dan program perbankan yang dimiliki BRI terus memudahkan para nasabah dan tentunya menguntungkan.

"Banyak sekali keuntungan menjadi nasabah BRI, jadi tunggu apalagi, segera buka rekening dan dapatkan beragam kemudahan hingga benefit lainnya," tutupnya.