Panen Perdana Metode Ankansas, Polbangtan Kementan Catat Produktivitas
TANIINDONESIA.COM, Bantul – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) melaksanakan panen perdana padi menggunakan metode Ankansas di Teaching Factory (Tefa) Perbenihan Kebun Banyakan, Kecamatan Piyungan, Bantul, Selasa (21/4/2026).
Panen ini merupakan bagian dari penerapan inovasi budidaya padi metode Ankansas pada lahan seluas 1.000 meter persegi dengan varietas unggul Inpari 32. Hasilnya menunjukkan produktivitas yang cukup tinggi, mencapai 6,4 ton per hektare.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menekankan pentingnya inovasi budidaya dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional.
“Peningkatan produksi pangan harus didukung oleh teknologi yang tepat serta SDM pertanian yang unggul. Langkah Polbangtan Yoma ini merupakan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa penguatan pendidikan vokasi berbasis praktik menjadi kunci dalam meningkatkan produksi pangan nasional.
“Kami mendorong seluruh unit pendidikan untuk terus mengembangkan inovasi dan memperkuat Teaching Factory guna menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja,” tegasnya.
Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menjelaskan bahwa metode Ankansas menjadi salah satu pendekatan inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi.
Baca Juga: Penguatan Pembelajaran Terintegrasi, Polbangtan Kementan Gelar Kunjungan Akademik
“Panen perdana ini membuktikan bahwa penerapan teknologi dan metode budidaya yang tepat mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa,” ujarnya.
Kepala Pusat Pendidikan BPPSDMP Kementerian Pertanian, Muhammad Amin, turut mengapresiasi implementasi Teaching Factory yang dilakukan Polbangtan Yoma. Menurutnya, model pembelajaran ini efektif dalam mengintegrasikan teori dan praktik secara langsung di lapangan.
“Kegiatan ini penting dalam mencetak SDM pertanian yang adaptif terhadap inovasi dan siap menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan,” ungkapnya.
Panen perdana ini diharapkan menjadi contoh bagi pengembangan budidaya padi di berbagai daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dan penerapan teknologi pertanian di lapangan.(*)

Panen Perdana Metode Ankansas, Polbangtan Kementan Catat Produktivitas
Kunjungi BRMP Padi, Mahasiswa Politeknik Enjiniring Kementan Perdalam Teknologi dan Mekanisasi Pertanian
Penguatan Pembelajaran Terintegrasi, Polbangtan Kementan Gelar Kunjungan Akademik
Gelar Bimtek Traktor Roda Empat, Kementan Cetak Petani Adaptif Teknologi Modern
Perkuat Mutu Pendidikan Vokasi, Prodi Agribisnis Hortikultura Polbangtan Kementan Jalani Asesmen BAN-PT


