5 Februari 2026

Serah Terima Pembangunan GOR, BRI KC Cibubur dengan Yayasan Ar-Rohman Insan Kamil di Jonggol

TANIINDONESIA.COM, JONGGOL - BRI KC Cibubur melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli menyerahkan fasilitas Gedung Olahraga (GOR) kepada Yayasan Ar-Rohman Insan Kamil di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).

Serah terima tersebut dihadiri oleh Pemimpin Cabang BRI KC Cibubur, Dolly Senja Permadi beserta Supervisor BRI KC Cibubur, Lukman Hakim dan perwakilan Yayasan Ar-Rohmah Insan Kamil, ustadz Wildan dan Muhamad Aris.

Pembangunan GOR ini merupakan bagian dari komitmen BRI KC Cibubur dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan dan sosial.

"Fasilitas GOR tidak hanya ditujukan untuk aktivitas fisik, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan yang mendorong disiplin, sportivitas, dan nilai-nilai kebersamaan. BRI Peduli hadir untuk memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan. GOR ini diharapkan menjadi ruang produktif yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh yayasan dan masyarakat sekitar,” ujar Dolly Senja Permadi dalam sambutannya.

Di tempat yang sama, Pengurus Yayasan Ar-Rohman Insan Kamil menyampaikan apresiasi atas dukungan BRI KC Cibubur.

Keberadaan GOR dinilai menjadi sarana penting dalam menunjang aktivitas santri, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pendidikan akademik, keagamaan, dan kesehatan jasmani

Dengan diserahkannya fasilitas ini, BRI Peduli menegaskan peran sektor perbankan tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan sosial dan pendidikan di daerah. (*)

Siapkan Lulusan Vokasi Unggul, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Perencanaan Pembelajaran

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menyelenggarakan Kegiatan Perencanaan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada hari pertama, Senin, 3 Februari 2026, bertempat di Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Perkebunan (BRMP Perkebunan).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi pertanian dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab tantangan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Pelaksanaan kegiatan ini juga senada dengan arahan Idha Widi Arsanti, yang menegaskan perlunya perencanaan pembelajaran yang terintegrasi, aplikatif, dan berbasis pada kebutuhan nyata sektor pertanian. Perencanaan pembelajaran diharapkan mampu menjawab tantangan pertanian modern melalui penguatan kompetensi teknis, pemanfaatan teknologi pertanian, serta pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan lapangan.

Direktur PEPI, Harmanto mengatakan pada semester ganjil sebelumnya, PEPI telah melakukan standardisasi capaian pembelajaran lulusan dan capaian pembelajaran mata kuliah dengan instrumen yang lebih operasional sebagai upaya peningkatan kualitas lulusan. Saat ini, dokumen akreditasi dua program studi juga telah disiapkan untuk pengajuan pada bulan Mei, dengan target memperoleh peringkat unggul.

Baca juga: Teknologi Cerdas untuk Pertanian Berkelanjutan: Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Pameran Inovasi

Kegiatan perencanaan pembelajaran semester genap ini merupakan bagian dari agenda akademik PEPI dalam rangka mempersiapkan dan menyusun perencanaan pembelajaran secara komprehensif, sistematis, dan selaras dengan capaian pembelajaran lulusan. Perencanaan tersebut mencakup penyusunan perangkat pembelajaran, metode pengajaran, serta strategi evaluasi yang akan diterapkan pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Wakil Direktur I, Andi Saryoko dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan vokasi pertanian. Menurutnya, perencanaan pembelajaran yang matang merupakan fondasi utama dalam memastikan proses pembelajaran berjalan secara efektif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan teknologi pertanian.

Lebih lanjut, Evaluasi keberhasilan pembelajaran mencakup indikator pada tingkat institusi dan program studi. Pada tingkat institusi, indikator meliputi jumlah lulusan, tingkat serapan kerja minimal delapan puluh persen dalam waktu enam bulan, serta kontribusi lulusan. Sementara pada tingkat program studi, evaluasi difokuskan pada relevansi kompetensi dan kontribusi lulusan di sektor kerja.

Melalui kegiatan ini PEPI berupaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan sektor pertanian, sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan praktis dan kesiapan kerja yang tinggi. Diharapkan, hasil dari kegiatan Perencanaan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam pelaksanaan kegiatan akademik ke depan, serta mendukung terwujudnya lulusan vokasi pertanian yang kompeten, profesional, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.(*)

Dukung Pertanian Berkelanjutan, CropLife Indonesia Perkenalkan SPMF

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA – CropLife Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda pertanian berkelanjutan nasional melalui pemaparan Sustainable Pesticide Management Framework (SPMF) yang digelar di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026. Kerangka ini diperkenalkan sebagai acuan nasional dalam pengelolaan pestisida berkelanjutan guna memperkuat sistem pertanian Indonesia yang modern dan berdaya tahan.

Head of Crop Protection Research & Development Asia Tenggara & Pakistan Bayer Crop Science sekaligus Chairman CropLife Indonesia, Kukuh Ambar Waluyo menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis dari pemerintah pusat. Hadir dalam forum ini perwakilan Kementerian Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta sejumlah unit kerja yang berkaitan dengan riset, perizinan, dan kebijakan pertanian. Sejumlah perwakilan lintas kementerian dan lembaga yang berperan dalam penguatan sektor pangan nasional juga turut ambil bagian.

"SPMF dinilai sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong pertanian berkelanjutan untuk menjaga ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat daya tahan sektor pertanian terhadap dampak perubahan iklim," kata Kukuh saat peluncuran Kerangka Nasional Pengelolaan Pestisida Berkelanjutan yang digagas bersama Croplife Indonesia di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

Ia menyampaikan, kehadiran SPMF melengkapi berbagai program strategis pemerintah, mulai dari penyaluran pupuk bersubsidi, bantuan alat dan mesin pertanian, hingga pembangunan dan perbaikan infrastruktur irigasi sebagai bagian dari transformasi menuju pertanian modern.

"Indonesia, sebagai negara dengan potensi pertanian besar, dihadapkan pada tantangan multidimensi, seperti perubahan iklim, dinamika geopolitik global, alih fungsi lahan, keterbatasan sumber daya manusia, serta tuntutan adopsi teknologi pertanian terkini. Dalam kondisi tersebut, penggunaan sarana produksi pertanian, termasuk produk perlindungan tanaman, dituntut untuk dikelola secara aman, bertanggung jawab, dan berbasis ilmu pengetahuan," tuturnya.

Melalui SPMF, CropLife Indonesia yang merupakan asosiasi nirlaba berafiliasi dengan CropLife International dan CropLife Asia, menawarkan kerangka kerja kolaboratif yang sistematis. Kerangka ini dirancang untuk membantu pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan dalam membangun tata kelola produk perlindungan tanaman yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan tanpa mengurangi produktivitas pertanian.

"SPMF berlandaskan nilai SPIRIT yang diusung CropLife Indonesia, meliputi keberlanjutan, kemitraan, integritas, tanggung jawab, inovasi, dan teknologi. Nilai-nilai tersebut menekankan pentingnya praktik ramah lingkungan, kolaborasi lintas sektor, etika, serta pemanfaatan teknologi maju dalam pertanian," terangnya.

Kukuh menjelaskan, kerangka SPMF disusun berdasarkan tiga pilar utama. Pilar pertama menekankan adopsi teknologi perlindungan tanaman berbasis risiko dengan pendekatan mitigasi yang mengacu pada standar internasional.

"Pilar kedua menitikberatkan pada penguatan inovasi dan digitalisasi pertanian, termasuk pengembangan SOP penggunaan drone pertanian, integrasi sistem pendaftaran varietas tanaman secara digital lintas kementerian, serta dorongan pengembangan pestisida hayati. Pilar ketiga berfokus pada praktik bertanggung jawab melalui pelatihan berkelanjutan bagi petani dan pemangku kepentingan, mencakup aspek keamanan penggunaan produk, pengelolaan resistensi, hingga pencegahan peredaran produk palsu," tuturnya.

Selain itu, SPMF juga diarahkan untuk mendukung harmonisasi standar Batas Maksimum Residu (BMR) sebagai indikator penting dalam menjamin keamanan dan mutu pangan, sekaligus meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global.

Secara global, SPMF telah diterapkan di sejumlah negara seperti Kenya, Maroko, Mesir, Cile, Guatemala, Thailand, dan Vietnam. Di Indonesia, implementasi kerangka ini direncanakan berlangsung selama lima tahun dengan estimasi anggaran sekitar USD 1,5 juta. Program tersebut akan melibatkan kolaborasi di tingkat nasional dan daerah, termasuk penguatan regulasi drone pertanian, standardisasi BMR, pengembangan dashboard biosekuriti, hingga inisiatif pembentukan National Poison Control Center.

"Melalui penerapan SPMF, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat membangun komitmen bersama dalam penggunaan produk perlindungan tanaman yang aman, efisien, dan bertanggung jawab, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan daya saing ekspor, serta mendukung visi Indonesia Emas 2045," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian, Leli Nuryati, menilai pemanfaatan teknologi drone dalam pertanian berpotensi besar memperkuat ketahanan pangan nasional serta menghadapi tantangan perubahan iklim. Menurutnya, penggunaan drone untuk penyemprotan pestisida dapat menjadi solusi dalam menghadapi kondisi cuaca yang semakin tidak menentu.

Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian Leli Nuryati mengatakan, langkah harmonisasi dengan praktik industri menjadi kunci agar penggunaan pestisida dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Jadi ini adalah program yang tepat untuk mendukung swasembada kita yang memperhatikan keamanan lingkungan secara berkelanjutan,” kata dia.(*)

Atasi Banjir, Politeknik Enjiniring Kementan tampilkan Inovasi Pompa Aksial

TANIINDONESIA.COM, Tangerang - Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menjalin kerja sama dengan Bumi Serpong Damai (BSD) dalam kegiatan normalisasi drainase sebagai upaya mendukung pengendalian banjir dan pengelolaan lingkungan kawasan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (29-30 Januari 2026) ini menempatkan peran mahasiswa PEPI sebagai sorotan utama melalui pengenalan berbagai inovasi antisipasi banjir yang berkelanjutan.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya peran aktif institusi pendidikan dan mahasiswa dalam menghadirkan solusi nyata atas persoalan di lapangan melalui inovasi yang aplikatif, cepat, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menjadi garda terdepan dengan mengenalkan berbagai inovasi antisipasi banjir. Mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan pemotongan dan penataan pohon yang menghambat aliran air pada saluran drainase, sekaligus melakukan pengamatan dan evaluasi kondisi tata air kawasan.

Selain itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti kembali menegaskan bahwa mahasiswa vokasi pertanian harus didorong untuk terlibat langsung di lapangan, mengasah kompetensi melalui praktik nyata, serta menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan dan permasalahan riil di masyarakat.

Mahasiswa tidak hanya terlibat dalam kegiatan teknis di lapangan, seperti pemotongan dan penataan pohon yang menghambat aliran air pada saluran drainase, tetapi juga memperkenalkan inovasi berbasis keilmuan yang telah mereka kembangkan di lingkungan kampus. Inovasi tersebut difokuskan pada peningkatan fungsi drainase, efisiensi aliran air, serta upaya pencegahan genangan di kawasan rawan banjir.

Baca juga: Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan jaring SDM unggul

Direktur PEPI, Harmanto juga mengatakan bahwa beberapa inovasi yang diperkenalkan mahasiswa antara lain konsep normalisasi drainase ramah lingkungan, penerapan sistem pengendalian aliran air sederhana, serta pendekatan integrasi tata air dengan pengelolaan lahan dan vegetasi. Inovasi ini dirancang agar mudah diterapkan, adaptif terhadap kondisi lapangan, dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bentuk pembelajaran langsung yang menghubungkan teori dan praktik. Melalui kolaborasi dengan BSD, mahasiswa PEPI mendapatkan kesempatan untuk menguji gagasan dan inovasi mereka secara nyata, sekaligus memberikan solusi konkret terhadap permasalahan lingkungan yang dihadapi Kawasan, tambah Harmanto.

Harmanto juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendorong mahasiswa agar aktif berinovasi dan berkontribusi bagi masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga hadir membawa solusi. Inovasi yang diperkenalkan menjadi bukti peran PEPI dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif dan solutif terhadap tantangan lingkungan.

Melalui kerja sama ini, PEPI berharap inovasi mahasiswa dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara lebih luas, sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam mendukung mitigasi banjir dan pembangunan berkelanjutan.(*)

Mahasiswa Desak Rektor Unsoed Dicopot, Kampus Dinilai Gagal Tangani Dugaan Kekerasan Seksual

TANIINDONESIA.COM, Purwokerto – Kritik tajam terhadap kepemimpinan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mencuat di media sosial. Seorang mahasiswa bernama Aryanto melalui cuitan di Twitter meminta Rektor Unsoed Akhmad Sodiq dicopot, karena dinilai gagal menangani persoalan serius di kampus, terutama dugaan pembiaran kasus kekerasan seksual yang melibatkan dosen terhadap mahasiswi.

Dalam cuitannya, Aryanto menilai kampus tidak memberi hukuman tegas kepada dosen yang diduga melakukan kekerasan seksual. Ia menyebut kondisi ini menjadi hal paling merugikan bagi mahasiswa karena menciptakan ketakutan dan rasa tidak aman di lingkungan pendidikan.

“Saya mau cerita dari hal yang paling merugikan kita yaitu tidak adanya hukuman bagi dosen yang melakukan kejahatan seksual pada mahasiswi,” tulis Aryanto.

Aryanto menyebut kasus kekerasan seksual di kampus tidak boleh dibiarkan berlarut-larut hingga menimbulkan korban yang lebih berat. Ia menyinggung kasus di Universitas Negeri Manado (Unima), yang disebutnya membuat korban bernama Evia Maria Mangolo bunuh diri setelah mengalami kekerasan seksual.

“Apakah kasus pelecehan seksual yang terjadi di kampus saya, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) juga harus ada korban yang bundir?” tulisnya.

Rektor Dinilai Tidak Tegas, Demonstrasi Disebut Tak Berdampak

Dalam cuitan tersebut, Aryanto menyoroti dugaan kasus pelecehan seksual yang disebut dilakukan oleh dosen bernama Adhi Iman Sulaiman, profesor di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Ia memaparkan kronologi dugaan kejadian yang terjadi saat penelitian ke luar kota dan melibatkan mahasiswi berinisial “Bunga”.

Aryanto menuliskan, setelah kasus dilaporkan, persoalan tersebut sempat menjadi perhatian publik karena mahasiswa memviralkannya. Gelombang demonstrasi oleh BEM dan mahasiswa disebut berlangsung pada Juli, Agustus hingga September, sementara dugaan kejadian disebut terjadi pada April.

Namun Aryanto menyatakan tekanan demonstrasi tersebut tidak berdampak terhadap penuntasan kasus.

“Tekanan demonstrasi yang digagas BEM dan mahasiswa tidak berdampak apa pun. Menyedihkan sekali!!” tulis Aryanto.

Dugaan Kampus Melindungi Dosen Bermasalah

Aryanto juga mempertanyakan alasan kampus mempertahankan dosen yang disebut bermasalah. Ia menilai sanksi administratif seperti skorsing mengajar selama dua semester tidak cukup dan membuka peluang dosen kembali mengajar setelah sanksi berakhir.

“Apakah mahasiswa lain kelak akan terima jika diajar dosen bermasalah? Pastinya tidak, lalu mengapa dibiarkan tetap mengajar?” tulisnya.

Ia bahkan menyebut dugaan kekerasan seksual di Unsoed tidak hanya satu kasus. Dalam cuitannya, Aryanto menyebut nama dosen Fakultas Ekonomi Muhammad Syah Fibrika Ramadhan yang dituding sebagai predator terhadap mahasiswa bimbingannya, namun menurutnya kasus tersebut ditutupi pihak kampus.

“Kami semakin bertanya-tanya, mengapa kampus lebih memilih mempertahankan dosen bejat ketimbang membela hak mahasiswa yang berani lapor,” tulis Aryanto.

Krisis Kepemimpinan Menjelang Pemilihan Rektor

Aryanto menilai krisis kepemimpinan di Unsoed semakin terlihat karena masa jabatan Rektor Akhmad Sodiq disebut akan segera berakhir dan kampus akan memasuki pemilihan rektor. Namun ia menilai pergantian kepemimpinan tidak akan membawa perubahan karena kandidat yang muncul disebut masih berada dalam lingkaran kekuasaan petahana.

Aryanto menyebut tiga nama kandidat calon rektor, yakni Ali Rohman, Adi Indrayanto, dan Khavid Faozi, yang menurutnya merupakan bagian dari cara rektor mempertahankan kekuasaan.

Soroti Nama Besar Unsoed dan Desak Kemendikti Bertindak

Dalam cuitannya, Aryanto menegaskan Unsoed adalah kampus negeri yang membawa nama besar Panglima Besar Jenderal Soedirman. Ia menilai kampus tidak boleh dibiarkan rusak oleh perilaku yang disebutnya busuk.

“Unsoed kampus tempat saya kuliah ini punya nama hebat Panglima Besar Soedirman. Jangan sampai dihinakan segelintir penjahat berprofesi dosen,” tulis Aryanto.

Ia juga menuntut Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto bersikap tegas dan membuat mekanisme jelas agar dosen predator tidak hanya mendapat sanksi administratif.(*)

Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan jaring SDM unggul

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) secara resmi akan membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 mulai 2 Februari 2026. PMB ini menjadi kesempatan emas bagi generasi muda yang ingin berkontribusi langsung dalam pembangunan sektor pertanian modern dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian nasional harus ditopang oleh generasi muda yang menguasai teknologi, berjiwa inovatif, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa. Pendidikan vokasi pertanian menjadi kunci dalam mencetak tenaga terampil yang siap terjun langsung ke lapangan.

Senada dengan arahan Kepala badan penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian, Idha Widi Arsanti menekankan bahwa pembangunan pertanian nasional tidak hanya bertumpu pada sarana dan prasarana, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pendidikan vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang terampil, berkarakter, dan mampu menguasai teknologi pertanian modern.

Idha Widi Arsanti juga menekankan bahwa penguatan SDM pertanian harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada penguasaan keterampilan teknis, pemanfaatan teknologi pertanian modern, serta pembentukan karakter dan etos kerja. Lulusan pendidikan vokasi pertanian diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berwirausaha dan menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah.

Baca juga: Dukung Swasembada Pangan Nasional, Politeknik Enjiniring Kementan Perkuat SDM Berinovasi

Harmanto, Direktur PEPI dalam arahannya selalu mengatakan bahwa PEPI menyelenggarakan pendidikan berbasis praktik dengan porsi pembelajaran lapangan yang dominan. Mahasiswa dibekali keterampilan teknis enjiniring pertanian, pengoperasian alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pemahaman teknologi tepat guna yang mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

PEPI berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul, terampil, dan siap kerja di bidang enjiniring pertanian. Kurikulum yang diterapkan mengedepankan praktik lapangan, pemanfaatan teknologi, serta penguatan karakter dan kedisiplinan, Ujar Harmanto.

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2026 membuka peluang bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk bergabung dan berkontribusi dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian, seperti ketahanan pangan, swasembada pangan, mekanisasi pertanian, dan hilirisasi sektor pertanian.

Seluruh tahapan seleksi PMB dilaksanakan secara transparan dan akuntabel guna menjaring calon mahasiswa yang memiliki potensi, kompetensi, serta komitmen tinggi terhadap pembangunan pertanian nasional. Calon pendaftar diimbau untuk mempersiapkan diri sejak dini dan mengikuti seluruh proses pendaftaran sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Informasi lengkap mengenai persyaratan, jalur pendaftaran, jadwal seleksi, dan tata cara pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru PEPI Tahun Akademik 2026/2027 dapat diakses melalui website dan media sosial resmi Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia. Tambahnya.(*)

BRI BO Tambun Bagikan 5.000 Paket Sembako Program TJSL

TANIINDONESIA.COM, Bekasi - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Tambun melakukan gait sosial dengan membagikan 5.000 paket sembako kepada warga Kabupaten Bekasi. Ini menjadi komitmen dalam membantu masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL).

Kegiatan ini melibatkan jajaran pekerja BRI BO Tambun, termasuk Pemimpin Cabang, Supervisor Penunjang Operasional (SPO), Petugas Penunjang Operasional (PPO), serta Tim Mikro BRI. Pembagian dilakukan di wilayah Kabupaten Bekasi dengan sasaran masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Pemimpin Cabang BRI BO Tambun, Levo Dharata Pratama menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial BRI terhadap kondisi ekonomi masyarakat di sekitar wilayah kerja mereka.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bekasi dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Program TJSL ini, BRI BO Tambun berupaya memperkuat perannya sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.

BRI BO Tambun berkomitmen untuk terus melanjutkan program TJSL serupa kedepannya sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi.

"BRI BO Tambun akan selalu memenuhi kebutuhan nasabah serta masyarakat sekitar yang membutuhkan," tutupnya.(*)

BRI Lebak Bulus Kenalkan Dunia Perbankan Sejak Dini

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Lebak Bulus gencar memperkenalkan dunia perbankan dengan segala keunggulannya.

Salah satu bentuk nyata berupa edukasi transaksi perbankan ke siswa sekolah dasar (SD).

Kali ini BRI Lebak Bulus menerima kunjungan siswa SD Al Azkar Islamic School Jakarta. Seluruh siswa diedukasi soal produk perbankan yang ada di BRI.

"Kami memperkenalkan dunia perbankan kepada siswa SD karena salah satunya untuk mengedukasi menabung sejak kecil," ujar Pimpinan Cabang BRI Lebak Bulus, Edy Siswanto.

Edy menjelaskan, adapun edukasi yang diberikan oleh BRI Lebak Bulus kepada siswa SD Al Azkar Islamic School Jakarta yaitu mengenai transaksi perbankan mulai di teller sampai ke customer service (cs).

"Disini anak-anak diperlihatkan transaksi apa saja yang bisa dilakukan di teller dan juga cs," tegasnya.

Tak hanya itu, BRI Lebak Bulus juga memperkenalkan mesin e-channel BRI yang digunakan dalam transaksi perbankan.

Disini yang disebut dengan mesin e-channel BRI yaitu perangkat perbankan elektronik seperti EDC, ATM, dan CRM yang digunakan untuk transaksi tunai maupun non-tunai.

"Semoga dengan adanya aktivitas seperti ini diharapkan anak-anak sejak dini sudah paham manfaat dari transaksi di bank, salah satunya yaitu menabung," tutupnya.(*)

Sidang Hibah Pariwisata, Harda Pernah Tolak Perintah Sri Purnomo Cairkan Dana Sebelum Pencoblosan

TANIINDONESIA.COM, YOGYAKARTA - Pengadilan Negeri Yogyakarta kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata dengan terdakwa mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo, Jumat (23/1/2026). Kali ini saksi yang dihadirkan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman Harda Kiswaya yang sekarang menjabat sebagai Bupati Sleman.

Sidang perkara ini dipimpin oleh ketua majelis Melinda Aritonang. Kemudian hakim anggota Gabriel Siallagan, dan Elias Hamonangan.

Dalam persidangan, hakim anggota Gabriel Siallagan mengajukan pertanyaan kepada Harda terkait penyusunan regulasi berupa Peraturan Bupati (Perbup) terkait ketentuan hibah pariwisata Kabupaten Sleman. Hakim menyoroti muatan dalam Pasal 6 Ayat 3 Peraturan Bupati (Perbup) Sleman Nomor 49 Tahun 2020 yang diduga menjadi pintu masuk proposal titipan bagi kelompok masyarakat (pokmas) tertentu untuk menerima dana hibah pariwisata.

Harda menegaskan, terkait Perbup kewenangan sepenuhnya ada di tangan kepala daerah atau Bupati. Fungsi Sekretariat Daerah hanya sebatas adminitrasi.

"Untuk perbub wewenang sepenuhnya berada di tangan bupati selaku kepala daerah. Selama ini Setda hanya menjalankan proses administrasinya," ujar Harda.

Hakim meminta kepada Harda untuk menceritakan kronologi penyusunan Perbup Sleman Nomor 49 Tahun 2020 yang memunculkan substantif bahwa pokmas bisa menerima dana hibah pariwisata.

Pasalnya, berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor KM/704/PL.07.02/M-K/2020 tanggal 9 Oktober 2020, sudah tercantum bahwa 30 persen dana hibah pariwisata dapat dipergunakan untuk penangganan sektor pariwisata termasuk implementasi PHSE serta revitalisasi sarana kebersihan, keindahan, dan keamanan.

Namun, substansi dalam Pasal 6 Ayat 3 Perbup Sleman justru memunculkan ketentuan yang tidak tercantum dalam petunjuk teknis kementerian.

"Biasanya, bagian hukum yang merumuskan formulasi regulasi untuk dilaporkan ke pimpinan. Terkait apa saja isinya Perbup, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan bupati selaku kepala daerah," ungkapnya.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mempertanyakan terkait Surat Edaran (SE) Sekretariat Daerah kepada para lurah membahas adanya dana hibah pariwisata padahal Perbup belum diterbitkan.

Sekali lagi Harda menyampaikan dirinya hanya menjalankan fungsinya sebagai sekda sebagai bentuk sosialisasi sebelum program dijalankan. Atas beredarnya SE tersebut perintah Bupati.

Harda menjelaskan SE tersebut disodorkan bawahannya. Ia pun berdalih telah mengingatkan agar pelaksanaan sesuai prosedur.

“Mengingatkan harus sesuai dengan prosedur perundang-undangan yang berlaku. Saya pun menanyakan apakah surat edaran ini arahan Pak Bupati? Dia menjawab iya,” ungkapnya.

"Sehingga saya sebagai bawahannya melaksanakan perintah pimpinan," sambungnya.

Kemudian hakim menanyakan kepada saksi benar tidaknya pernah ada perintah khusus dari terdakwa terkait dana hibah pariwisata ini peruntukannya terkait Pilkada.

"Terkait perintah peruntukannya terkait Pilkada tidak ada. Namun perintahnya agar dana harus dicairkan sebelum pencoblosan. Dan saya menolaknya dengan jawaban 'ampun pak, nanti gaduh'," tutur Harda.

Hakim pun mempertanyakan kembali kenapa bila pencairan dana sebelum pencoblosan bakal menimbulkan kegaduhan?

Harda Kiswaya mengungkapkan karena saat itu Kustini Sri Purnomo yang merupakan istri Bupati sedang mecalonkan diri sebagai calon bupati.

"Karena Ibu Kustini saat itu 'njago' (menyalonkan diri sebagai calon bupati) yang mulia. Ibu Kustini adalah istri beliau. Saya takut dipermasalahkan," ucap Harda.

Kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata Sleman sendiri bermula dari kebijakan penyaluran bantuan pada 2020, yang kemudian diselidiki Kejaksaan Negeri Sleman sejak 2023. Perkara ini kini telah memasuki tahap pembuktian setelah majelis hakim menolak eksepsi terdakwa.

Sri Purnomo didakwa menyalahgunakan kewenangan dalam pengelolaan dana hibah pariwisata yang berpotensi merugikan keuangan negara atau daerah.(*)

BRI BO Bekasi HI Berbagi Makanan Jumat Berkah

TANIINDONESIA.COM, BEKASI - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama, BRI Branch Office (BO) Bekasi Harapan Indah (HI) menggelar kegiatan “Jumat Berkah” dengan membagikan makanan kepada masyarakat sekitar yang kurang mampu di lingkungan wilayah Kantor BRI Bekasi HI.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial rutin yang dilaksanakan oleh BRI BO Bekasi HI sebagai bentuk kepedulian, sekaligus mempererat hubungan antara BRI BO Bekasi HI dengan masyarakat sekitar.

Dalam pelaksanaannya, para Pekerja BRI BO Bekasi HI turut terlibat langsung dalam proses pembagian makanan kepada warga kurang mampu, pedagang kecil, serta pekerja informal hingga lansia di sekitar kantor. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian BRI terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

“Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di antara insan BRILiaN,” ujar Pimpinan BRI BO Bekasi HI, Yan Abdillah.

Yan menambahkan, suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Warga penerima bantuan pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BRI BO Bekasi HI.

Melalui kegiatan semacam ini, BRI terus menunjukkan komitmennya untuk hadir memberikan makna bagi negeri, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui aksi nyata dalam membantu masyarakat dan memperkuat solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Terlebih saat ini juga banyak masyarakat terdampak banjir, oleh karena itu BRI BO Bekasi HI akan berupaya hadir di masyarakat untuk meringankan beban.

"Semoga dengan adanya Program Jumat Berkah ini bisa bermanfaat bagi orang banyak," tutupnya.(*)