25 Februari 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

BRI BO Bekasi HI Adakan Jumat Berkah di Ramadan

TANIINDONESIA.COM, BEKASI - Bulan suci Ramadan yang datang satu kali dalam setahun memang ditunggu-tunggu oleh umat Islam diseluruh Dunia. Berbagai amalan kebaikan dilipatgandakan. Oleh karena itu BRI Branch Office (BO) Bekasi HI juga memaksimalkan semangat kepedulian sosial dan berbagi kepada sesama di Ramadan 2026.

BRI Branch Office (BO) Bekasi Harapan Indah (HI) menggelar kegiatan “Jumat Berkah” dengan membagikan makanan kepada masyarakat sekitar yang kurang mampu di lingkungan wilayah Kantor BRI Bekasi HI.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial rutin yang dilaksanakan oleh BRI BO Bekasi HI sebagai bentuk kepedulian, sekaligus mempererat hubungan antara BRI BO Bekasi HI dengan masyarakat sekitar.

Dalam pelaksanaan kali ini, para Pekerja BRI BO Bekasi HI turut terlibat langsung dalam proses pembagian makanan untuk berbuka puasa kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian BRI terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

“Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di antara insan BRILiaN,” ucap Pimpinan BRI BO Bekasi HI, Yan Abdillah.

Yan menjelaskan, suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Warga penerima bantuan pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BRI BO Bekasi HI.

Melalui kegiatan semacam ini, BRI terus menunjukkan komitmennya untuk hadir memberikan makna bagi Negeri, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui aksi nyata dalam membantu masyarakat dan memperkuat solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

"Semoga dengan adanya Program Jumat Berkah di Ramadan ini bisa bermanfaat bagi orang banyak," tandasnya.(*)

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran , Polbangtan Kementan Gelar Penyiapan Pembelajaran TA 2025/2026

TANIINDONESIA.COM, Magelang – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) menggelar Rapat Persiapan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, 9 - 11 Februari 2026, di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan, dosen, pranata laboratorium pendidikan (PLP), serta tenaga kependidikan Polbangtan Yoma. Rapat bertujuan untuk memastikan kesiapan perangkat pembelajaran sekaligus memperkuat koordinasi lintas unit dalam mendukung proses pembelajaran vokasi yang berkualitas dan berdampak.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah masa depan pertanian tanah air. Oleh sebab itu, ia mengajak para generasi muda untuk turut menekuni sektor pertanian.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

"Di tangan anak-anak muda yang penuh inovasi lah masa depan pertanian kita berada. Apalagi saat ini petani-petani yang ada sudah tua, oleh karena itu kita harus siapkan regenerasi," ujarnya.

Sementara Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi antarjurusan dan unit kerja dalam menyusun perencanaan pembelajaran yang terintegrasi, adaptif, serta selaras dengan kebijakan pendidikan vokasi Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan Vokasi, Polbangtan Kementan Lakukan Reakreditasi

“Persiapan pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan RPS dan jadwal praktikum, tetapi juga bagaimana pembelajaran mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan mendukung implementasi Teaching Factory serta MBKM,” ujarnya.

Kegiatan diisi dengan koordinasi kerja dan sarana prasarana, evaluasi kegiatan UPPM tahun 2025, serta pemaparan materi Transformasi Pembelajaran MBKM Menuju Kampus Berdampak oleh Prof. Moh. Khairudin, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.

Pemaparan kegiatan Teaching Factory, penjaminan mutu perguruan tinggi vokasi, serta strategi optimalisasi bagian akademik dalam mendukung proses pembelajaran di Jurusan Pertanian Polbangtan Yoma.

Selanjutnya, peserta dibagi dalam kerja kelompok untuk menyiapkan perangkat pembelajaran, termasuk RPS, SAP, serta perencanaan kebutuhan praktikum.

Melalui rapat persiapan ini, Polbangtan Yoma berharap proses pembelajaran Semester Genap TA 2025/2026 dapat berjalan lebih terstruktur, efektif, dan mampu menghasilkan lulusan vokasi pertanian yang kompeten serta siap menghadapi tantangan sektor pertanian modern.(*)

Tingkatkan Mutu Pendidikan Vokasi, Polbangtan Kementan Lakukan Reakreditasi

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta – Magelang sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan Sosialisasi Penyusunan Dokumen Re-Akreditasi Perguruan Tinggi, Jumat (13/2/2026).

Tahapan ini dilakukan untuk memastikan dokumen persyaratan akreditasi dapat dipenuhi oleh Polbangtan Yoma. Dokumen inilah yang nantinya akan diunggah dalam aplikasi SAPTO 2.0 Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

Sedangkan akreditasi sendiri memiliki fungsi esensial dalam menjamin dan meningkatkan mutu Polbangtan Yoma secara berkelanjutan. Selaras dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan kebijakan nasional.

Hal ini sesuai komitmen Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk meningkatkan pendidikan berkualitas dengan fokus pada keahlian praktis, karakter, dan teknologi.

Ia mendorong pendirian sekolah unggulan, peningkatan kompetensi mahasiswa melalui magang luar negeri, dan integrasi teknologi di pendidikan pertanian, terutama untuk mencetak generasi muda yang mandiri di sektor pertanian.

Baca Juga: Bukti Sukses Bisnis Pertanian, Petani Sukoharjo Berhasil Raup Untung

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa sektor pendidikan memiliki peran besar dalam meningkatkan kapasitas generasi muda pertanian.

“SDM memegang peranan penting dalam sektor pertanian karena menjadi faktor utama dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan di Indonesia,” katanya.

Senada, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan menekankan pentingnya penjaminan mutu dalam suatu lembaga.

"Salah satu indikator mutu lembaga dapat dilihat melalui akreditasi institusi tersebut. Maka benar – benar harus dikawal dalam proses penyiapan dan unggah dokumen melalui sistem aplikasi akreditasi SAPTO 2.0 sehingga dapat dicapai mutu yang sesuai standar yang berlaku." katanya.

Untuk itu, Ia berkomitmen memenuhi standar untuk memastikan kualitas terbaik Polbangtan Yoma.

Lebih lanjut, Kepala Unit Penjaminan Mutu Polbangtan Yoma, Bambang Sudarmanto, mengajak seluruh tim reakreditasi untuk menyiapkan dokumen – dokumen sesuai Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025.(*)

Lewat MAF, Politeknik Enjiniring Kementan Gaungkan Strategi Adaptasi Iklim untuk Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong keberlanjutan swasembada pangan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian, khususnya generasi muda.

Komitmen ini diwujudkan melalui Millennial Agriculture Forum (MAF) Vol. 7 Edisi 8 bertema “Adaptasi Perubahan Iklim untuk Swasembada Pangan”, Sabtu (21/02/2026).

Forum ini menjadi ruang diskusi strategis dalam menjawab tantangan sektor pertanian di tengah dinamika perubahan iklim yang semakin kompleks.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi pertanian melalui penyusunan strategi program kerja yang mendukung swasembada pangan nasional.

“Membangun pertanian dibutuhkan SDM yang berkualitas, andal, serta memiliki kemampuan manajerial, kewirausahaan, dan organisasi bisnis. Semua insan pertanian, termasuk penyuluh dan mahasiswa pertanian, memiliki peran penting untuk mewujudkannya,” ujar Menteri Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti yang menegaskan pentingnya perencanaan kerja yang adaptif terhadap tantangan pertanian modern, termasuk dampak perubahan iklim, serta selaras dengan program swasembada pangan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin yang hadir dalam forum tersebut memaparkan perspektif kebijakan pemerintah dalam mendukung swasembada pangan melalui program-program strategis Kementerian Pertanian.

Ia menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak terlepas dari kebijakan yang terarah, penguatan kapasitas SDM pertanian, serta transformasi sistem produksi melalui inovasi teknologi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

“Transformasi pertanian harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi petani, modernisasi alat dan mesin pertanian, hingga digitalisasi sistem pertanian. Keberlanjutan swasembada pangan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan generasi muda,” ungkapnya.

Baca Juga:  Buktikan Kualitas SDM, Lulusan Politeknik Enjiniring Kementan Berkiprah sebagai PNS di IKN

Forum yang berlangsung dinamis ini diikuti mahasiswa serta sivitas akademika Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia secara luring maupun daring.

Direktur PEPI, Harmanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa adaptasi perubahan iklim menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas produksi dan ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan akibat perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, ancaman banjir dan kekeringan, hingga munculnya organisme pengganggu tanaman yang semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut menuntut transformasi sistem pertanian yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada ketahanan dan keberlanjutan sistem pangan secara menyeluruh.

“Perubahan iklim bukan lagi isu masa depan, tetapi tantangan nyata yang harus dihadapi dengan inovasi, riset terapan, serta penguatan kapasitas petani milenial. Pertanian harus mampu beradaptasi melalui teknologi ramah lingkungan, efisiensi penggunaan sumber daya, serta sistem budidaya yang resilien,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM pertanian yang adaptif dan solutif. Melalui pendidikan berbasis praktik, penguatan kewirausahaan, serta pemanfaatan teknologi modern seperti smart farming, Internet of Things (IoT), dan digitalisasi pertanian, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah dinamika iklim global.

Harmanto juga menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dunia usaha, dan petani dalam merumuskan langkah-langkah adaptasi yang terukur. Menurutnya, sinergi tersebut akan mempercepat adopsi inovasi di tingkat lapangan sekaligus meningkatkan daya saing produk pertanian nasional.

“Mahasiswa pertanian hari ini harus berpikir visioner. Mereka bukan hanya calon petani atau teknisi pertanian, tetapi calon entrepreneur dan problem solver yang mampu merancang sistem produksi yang efisien, berkelanjutan, serta tangguh terhadap perubahan iklim,” tegasnya.

Ia berharap melalui MAF ini lahir gagasan, komitmen, dan jejaring kolaborasi yang memperkuat peran generasi muda dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim global.

Dalam MAF Vol. 7 Edisi 8 ini, para narasumber juga mengupas strategi konkret adaptasi perubahan iklim, mulai dari penerapan smart farming, manajemen risiko usaha tani, diversifikasi komoditas, hingga pemanfaatan data dan digitalisasi dalam pengambilan keputusan usaha pertanian.

Melalui kegiatan ini, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia menegaskan komitmennya mencetak generasi petani milenial yang inovatif, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mampu menjadi motor penggerak keberlanjutan swasembada pangan di Indonesia.(*)

Sudutkan Saksi Ahli, Hakim Sidang Korupsi Hibah Pariwisata Sleman Disorot

TANIINDONESIA.COM, YOGYAKARTA - Sidang lanjutan perkara tindak pidana korupsi hibah pariwisata Tahun 2020 atas nama terdakwa Drs Sri Purnomo M.Si mantan bupati sleman memasuki tahap pemeriksaan Ahli dari penuntut umum. Pada persidangan tersebut penuntut umum Kejaksaan Negeri Sleman menghadirkan dua orang ahli, yakni ahli digital forensik Deny Sulisdyantoro, S.T.,MT dan ahli administrasi keuangan negara Dr. Riawan Tjandra, S.H., M.Hum, Adv.CCMs dari Univeritas Atma Jaya Yogyakarta.

Kesempatan pertama dari ahli digital forensik memberikan keterangan terkait hasil digital forensik dari barang bukti yang disita penyidik berupa handphone.

Ahli menjelaskan prosedur dan hasil digital forensik percakapan whatsapp dari handphone yang disita. Menurutnya, hasil akuisisi handphone tersebut sudah dilakukan sesuai standar prosedur dan keilmuan digital forensik.

"Apabila dilakukan pengeditan isi percakapan akan ketahuan" tegas ahli Deny.

Hasil dari digital forensik kemudian telah Ahli berikan kepada penyidik.
Hasil digital forensik dari handphone milik saksi Nyoman Rai Safitri dibuka diketahui berisi percakapan dengan beberapa pihak yang juga menjadi saksi dalam perkara ini. Termasuk Whatsapp yang berisi percakapan saksi Nyoman Rai Safitri dengan saksi Raudi Akmal anak dari terdakwa Sri Purnomo yang saat itu menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sleman.

Begitu pula saat penuntut umum menghadirkan saksi Nyoman Rai Safitri dari keterangannya diketahui bahwa ada pengkondisian proposal kelompok masyarakat yang telah dikoordinir oleh saksi Raudi Akmal melalui orang-orang suruhannya.

Penuntut Umum Indra Saragih mengungkapkan, isi percakanan Whatsapp tersebut dibuka oleh penuntut umum di depan persidangan dan diketahui Saksi Raudi Akmal meminta saksi Nyoman Rai Safitri untuk bertemu dengan terdakwa Sri Purnomo di rumah dinas bupati.

Selain itu, saksi Raudi Akmal juga aktif berkomunikasi dengan saksi Nyoman Rai Safitri bahw proposal akan diantar oleh saksi Anas ke Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, dan saksi Raudi Akmal juga mengirim file data proposal yang sudah dikondisikan kepada saksi Nyoman Rai Safitri dan diberi kode "RA" hingga sampai mengontrol kapan waktu pencairan dana hibah.

"Dari hasil digital forensik tersebut dan dihubungkan dengan keterangan saksi lainnya kami telah menemukan bukti dan fakta sebagaimana dakwaan kami" ujar Indra Saragih.

Pada sesi kedua Ahli yang dihadirkan penuntut umum adalah Dr. Riawan Tjandra, S.H., M.Hum, Adv.CCMs. Dari keterangan Ahli saat ditunjukkan dokumen surat diketahui bahwa dana hibah yang direrima Pemda Sleman didahului dengan Perjanjian Hibah Daerah yang di dalamnya terdapat ketentuan bahwa pelaksanaan hibah harus sesuai Petunjuk Teknis.

Bahwa di dalam petunjuk teknis telah dibatasi limitatif penggunaan dana hibah yang diterima Pemda Sleman.

Walaupun penasihat hukum terdakwa Sri Purnomo mencoba mengarahkan Ahli dengan mengatakan bahwa ada ketidakjelasan norma sehingga perlu penafsiran. Tetapi Ahli tegas menjelaskan bahwa produk hukum turunannya yang dibuat dan ditandatangani harus dibuat dengan itikad baik dan didasarkan pada asas-asas umum pemerintahan yang baik apabila tidak maka hal tersebut tidak dapat dibenarkan.

Indra Saragih juga menegaskan pada pertanyaan kepada Ahli terkait diskresi yang ditanyakan hakim dan penasihat hukum terdakwa Sri Purnomo. Ketika menjawab pertanyaan Penuntut Umum, ahli tegas mengatakan bahwa diskresi tidak boleh dilatarbelakangi kepentingan sepihak, apabila demikian maka dapat dipidana.

Hakim Gabriel yang sedari awal ingin mendapatkan jawaban tersebut dari Ahli akhirnya mendapat jawaban tersebut, walau sempat mencoba mengulang tetapi Ahli Dr Riawan Tjandra tetap pada keteranganya dan menolak dikatakan membuat abu-abu.

Peserta sidang sempat melihat kejanggalan dalam sidang ketika Hakim bertanya dengan menyudutkan pribadi Ahli dan pihak lainnya. Menanggapi itu penuntut umum menyampaikan pihaknya fokus pada pembuktian.

Masyarakat pemerhati korupsi menyayangkan hal tersebut, dan menyarankan bila ada yang tidak puas, ada sarana saluran terkait kode etik hakim. Sidang kemudian ditunda Senin 23 Februari 2026.

Pemerhati hukum dan korupsi, 𝚃𝚎𝚍𝚍𝚢 𝙷𝚎𝚗𝚍𝚛𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚂𝙷.𝙼𝙷.𝙲.𝙼𝚎𝚍 menilai, perilaku hakim yang menyudutkan, menekan, atau mengintimidasi saksi ahli di persidangan merupakan pelanggaran serius terhadap Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH).

"Hakim seharusnya bersikap objektif, arif, dan bijaksana dalam mencari kebenaran materiil, bukan memaksakan saksi ahli untuk mengikuti alur pikir atau keinginan hakim," ujar Teddy.

Dijelaskannya, Hakim yang menyudutkan saksi saat berupaya menjawab pertanyaan agar sesuai dengan keinginan hakim dinilai bersikap tidak arif dan tidak profesional. Hal ini bertentangan dengan prinsip berperilaku arif dan bijaksana yang diatur bersama oleh Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial (KY).

"Saksi ahli memberikan keterangan berdasarkan kompetensi akademik dan keahliannya untuk kepentingan pemeriksaan perkara, sehingga berhak mendapatkan perlakuan hormat dan perlindungan di persidangan," tuturnya.

Dia menambahkan, meskipun hakim tidak terikat pada keterangan ahli dan berhak mengesampingkan keterangan ahli jika bertentangan dengan keyakinannya, hakim tetap harus profesional.

"Hakim boleh mengajukan pertanyaan mendalam, namun tidak boleh melampaui batas dengan menyudutkan atau menekan ahli agar keterangannya berubah," pungkasnya.(*)

Buktikan Kualitas SDM, Lulusan Politeknik Enjiniring Kementan Berkiprah sebagai PNS di IKN

TANIINDONESIA.COM, Nusantara – Kiprah alumni Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional. Salah satunya ditunjukkan oleh Walid, alumni angkatan pertama yang kini resmi mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kementerian Pertanian dan aktif mengembangkan teknologi pertanian di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pertanian mampu mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing hingga menembus formasi Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebagai lulusan pertama PEPI, Walid menjadi bagian dari generasi pionir yang membuktikan bahwa keahlian teknis pertanian modern sangat dibutuhkan dalam mendukung program strategis nasional.

Upaya tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menekankan percepatan modernisasi pertanian melalui mekanisasi, digitalisasi, dan penguatan SDM pertanian unggul. Menteri Pertanian secara konsisten mendorong generasi muda pertanian untuk menjadi motor penggerak transformasi menuju pertanian maju, mandiri, dan modern.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti juga mengarahkan agar lulusan pendidikan vokasi pertanian mampu menjadi job creator sekaligus agent of change. Penguatan kompetensi teknis, manajerial, serta literasi digital menjadi kunci dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian ke depan.

Harmanto selaku direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia menegaskan bahwa capaian alumni yang berhasil menembus PNS di lingkungan Kementerian Pertanian merupakan bukti nyata kualitas pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan industri dan pembangunan nasional. Ia menyampaikan bahwa PEPI terus berkomitmen memperkuat kurikulum berbasis praktik, peningkatan kompetensi dosen, serta kolaborasi dengan berbagai unit kerja strategis agar lulusan memiliki daya saing tinggi dan siap berkontribusi sejak hari pertama bertugas.

Baca juga: Teknologi SmartAgri – Politeknik Enjiniring Kementan, Bukti Lulusan Vokasi Mampu Hadirkan Solusi Pertanian Modern

Menurutnya, keberhasilan alumni di kawasan Ibu Kota Nusantara menunjukkan bahwa lulusan PEPI tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian modern. Direktur juga mendorong seluruh mahasiswa dan alumni untuk terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga integritas, serta menjadi representasi SDM pertanian unggul yang mampu mendukung transformasi pertanian Indonesia menuju sistem yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Di lingkungan perkantoran, Walid menggagas pemanfaatan lahan terbatas melalui sistem pertanian urban dan hidroponik guna mendukung penyediaan sayuran segar bagi pegawai. Selain itu, penerapan sistem irigasi otomatis sederhana serta pengelolaan media tanam berbasis teknologi menjadi bagian dari inovasi yang dikembangkan.

Pada wilayah kerja yang lebih luas, Walid turut mendorong penerapan teknologi smart farming, seperti pemantauan tanaman berbasis data serta efisiensi penggunaan pupuk dan air. Langkah ini selaras dengan konsep pembangunan IKN sebagai kota pintar dan berkelanjutan.

Menurut Walid, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di PEPI sangat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini. “Apa yang kami pelajari bukan hanya teori, tetapi langsung bisa diterapkan di lapangan. Ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Civitas akademika PEPI menyambut baik capaian tersebut sebagai indikator keberhasilan pendidikan vokasi Kementerian Pertanian dalam menyiapkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Keterlibatan alumni di IKN menjadi wujud nyata kontribusi Politeknik Enjiniring Kementan dalam mendukung transformasi pertanian Indonesia yang modern, efisien, dan berkelanjutan.(*)

Dari Desa Tinjul ke Panggung Nasional: Amren Jaini Siap Kawal Hak Desa Se-Indonesia Lewat APDESI

TANIINDONESIA.COM, Jakarta - Amren Jaini resmi dilantik dalam Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (DPP APDESI) periode 2026–2031.

Acara tersebut digelar di Auditorium Utama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Jakarta, Senin, (16/2/2026).

Pria asal Desa Tinjul, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau ini resmi mengemban amanah sebagai Bendahara Umum DPP APDESI. Baginya, jabatan tersebut bukan sekadar posisi struktural, melainkan tanggung jawab besar untuk memperjuangkan kepentingan desa di level nasional.

“Ini tentu suatu kepercayaan atau beban amanah yang sangat berat diberikan kepada saya oleh Ketua Umum DPP APDESI. Saya harus menjalankannya dengan penuh tanggung jawab,” kata Amren.

Ia menegaskan, fokus perjuangannya adalah memastikan desa mendapatkan perhatian serius dalam kebijakan pembangunan. Menurutnya, desa merupakan sumber utama kekayaan alam Indonesia yang selama ini belum sepenuhnya memberikan dampak maksimal bagi masyarakat perdesaan.

“Desa perlu menjadi perhatian penuh. Seluruh sumber daya alam yang ada di Indonesia pada dasarnya bersumber dari desa. Karena itu, penataan perlu kami lakukan dan perjuangkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat perdesaan,” tegasnya.

Amren menyadari, perjuangan tersebut tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu, DPP APDESI akan membangun sinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga strategis yang memiliki program dan anggaran untuk desa.

Ia menyebut koordinasi akan diperkuat dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Kementerian Koperasi, serta Kementerian UMKM.

Langkah ini, kata Amren, juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan.

“Perjuangan ini tidak cukup hanya dilakukan oleh kami sendiri atau oleh APDESI semata. Kami akan menggandeng seluruh kementerian yang memiliki program dan anggaran untuk kepentingan desa, agar program-program di desa benar-benar terwujud,” ujarnya.

Ia berharap kemitraan lintas sektor tersebut dapat memastikan program desa berjalan efektif dan berdampak nyata. Menurutnya, desa harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan, bukan lagi sekadar objek kebijakan.

“Kami ingin menghadirkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat perdesaan. Jika desa kuat, maka Indonesia juga akan kuat,” tutup Amren optimistis.

Dari Desa Tinjul di wilayah kepulauan, Amren Jaini kini membawa suara desa ke tingkat nasional. Sebuah langkah yang diharapkan mampu mengubah wajah pembangunan desa menjadi lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.(*)

BRI KC Mabes TNI Cilangkap Berbagi Jumat Berkah ke Rumah Asuh Yatim dan Duafa Fadhilah Insan

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (KC) Mabes TNI Cilangkap menggelar program Jumat Berkah. Program ini merupakan salah satu agenda rutin yang diadakan oleh BRI KC Mabes TNI Cilangkap. Kali ini program Jumat Berkah diadakan di Rumah Asuh Yatim dan Duafa Fadhilah Ihsan pada Jumat, 6 Februari 2026.

Pimpinan BRI KC Mabes TNI Cilangkap, Pranathan Triatmojo menjelaskan, untuk Program Jumat Berkah kali ini dilaksanakan di sekitar lingkungan kerja BRI Mabes TNI Cilangkap di Pondok Ranggon berupa 38 paket sembako. Pembagian ditujukan kepada para Yatim dan Duafa.

“Alhamdulilah kami selalu mengagendakan Program Jumat Berkah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Pranathan menambahkan, adapun bingkisan yang diberikan disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan. Sehingga dengan adanya bantuan dari Program Jumat Berkah ini bisa membantu meringankan kebutuhan warga sekitar.

“Kami membagikan 38 paket sembako kepada para Yatim dan Duafa yang membutuhkan," tegasnya.

Selain Program Jumat Berkah, BRI juga mempunyai beragam produk dan program unggulan. Mulai dari program untuk pendidikan, kesehatan, keagamaan, juga ada program undian berhadiah hingga produk perbankan online melalui BRImo yang memudahkan nasabah dalam bertransaksi dalam satu genggaman.

"Nasabah bisa bertransaksi perbankan mulai dari produk tabungan, pinjaman, pembayaran, asuransi, investasi hingga lifestyle tersedia diaplikasi BRI," tutupnya.(*)

Teknologi SmartAgri – Politeknik Enjiniring Kementan, Bukti Lulusan Vokasi Mampu Hadirkan Solusi Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Seorang lulusan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) berhasil mengharumkan nama almamaternya setelah sukses mengembangkan teknologi pertanian inovatif yang kini diterapkan di kampus tempat ia menempuh Pendidikan. (14/02/2026)

Lulusan tersebut, Hakim (25), merupakan alumni Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian PEPI. Berbekal pengalaman riset dan praktik lapangan selama masa studi, ia mengembangkan sistem irigasi pintar berbasis sensor dan Internet of Things (IoT) yang mampu mengoptimalkan penggunaan air serta meningkatkan produktivitas lahan percobaan kampus.

Teknologi yang diberi nama “SmartAgri-PEPI” ini dirancang untuk memantau kelembapan tanah, suhu udara, dan kebutuhan nutrisi tanaman secara real-time. Data yang terkumpul diolah melalui aplikasi berbasis web sehingga dosen dan mahasiswa dapat memantau kondisi tanaman secara langsung melalui perangkat gawai.

Inovasi tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya transformasi pertanian berbasis teknologi dan digitalisasi. Ia mengarahkan agar seluruh satuan pendidikan vokasi pertanian menjadi pusat inovasi yang mampu melahirkan solusi nyata untuk meningkatkan efisiensi produksi, menghemat sumber daya air, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa satuan pendidikan di bawah Kementerian Pertanian harus menjadi center of excellence dalam pengembangan SDM pertanian yang adaptif terhadap kemajuan teknologi. Ia mendorong agar setiap inovasi mahasiswa dan alumni tidak berhenti pada tahap prototipe, melainkan dikembangkan hingga siap diterapkan di tingkat petani.

Baca juga: Optimalisasi Rawa, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Kuliah Umum dukung program swasembada Pangan

Kampus vokasi pertanian harus menjadi laboratorium hidup (living laboratory) bagi pengembangan smart farming. Inovasi seperti sistem irigasi pintar ini perlu diintegrasikan dengan kurikulum, teaching factory, serta kegiatan penyuluhan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh petani,” ujar Arsanti.

Direktur PEPI, Harmanto, turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai inovasi Hakim menjadi bukti bahwa lulusan pendidikan vokasi mampu menghadirkan solusi konkret bagi sektor pertanian nasional.“Kami bangga karena inovasi ini lahir dari proses pembelajaran di kampus dan kini kembali memberi manfaat bagi civitas akademika,” Ujar Harmanto.

Hakim menjelaskan, pengembangan teknologi ini berangkat dari keprihatinannya terhadap pemborosan air dan kurang optimalnya sistem pengairan di lahan praktik. “Saya ingin menciptakan sistem yang sederhana, terjangkau, tetapi berdampak nyata bagi produktivitas pertanian, khususnya di lingkungan pendidikan vokasi,” ujarnya saat ditemui di area Teaching Farm Kampus PEPI.

Sejak diterapkan enam bulan terakhir, sistem SmartAgri-PEPI dilaporkan mampu menekan penggunaan air hingga 30 persen serta meningkatkan pertumbuhan tanaman hortikultura di lahan praktik mahasiswa. Selain menjadi sarana efisiensi produksi, teknologi ini juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif untuk memahami integrasi mekanisasi dan digitalisasi pertanian.

Ke depan, Hakim berencana mengembangkan versi lanjutan dari sistem tersebut agar dapat diterapkan pada lahan petani skala kecil dan menengah di berbagai daerah. Ia berharap inovasinya dapat menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian Indonesia sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak inovator muda dari bangku politeknik, sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.(*)

BRI Menara BRILiaN Ajak Peduli Lingkungan Melalui Mesin Daur Ulang RVM

TANIINDONESIA.COM, Jakarta - Salah satu cabang BRI yaitu Menara BRILiaN memiliki mesin daur ulang botol plastik. Hal ini merupakan salah satu upaya BRI Menara BRILiaN dalam mengurangi sampah plastik.

Mesin daur ulang BRI, yang dikenal sebagai Reverse Vending Machine (RVM) melalui program BRI Peduli - Yok Kita Gas merupakan mesin pintar untuk menukarkan botol plastik bekas menjadi saldo e-wallet (Plastikpay).

'Inisiatif ini menukar botol plastik dengan poin bernilai ekonomis, mendorong daur ulang, dan mengurangi jejak karbon di Jakarta," ujar Pimpinan Kanca BRI Menara BRILiaN, Marco Arief Pramudita.

Marco menjelaskan, cara kerja mengenai mesin daur ulang RVM BRI sangat mudah, pengguna memasukkan botol plastik bekas ke mesin RVM. Mesin akan memprosesnya dan memberikan poin yang dapat dikonversi menjadi saldo e-wallet.

Sejak 2024, setidaknya 8 unit RVM telah tersebar di Jakarta, termasuk kantor BRI, AEON JGC, Margo City Depok, serta kampus seperti Binus dan Universitas Bakrie dan hingga kini terus bertambah.

"Salah satu mesinnya ada dikantor kami," ungkapnya.

Dalam beberapa event khusus, satu botol plastik dihargai tinggi (misal: Rp1.300) yang langsung dikonversi menjadi saldo e-wallet. Program ini berhasil mengumpulkan ribuan kilogram sampah plastik, mengurangi jejak karbon, dan menyelamatkan lahan dari timbunan sampah.

"BRI bekerja sama dengan Plasticpay untuk memastikan botol plastik terdaur ulang dengan baik. Program ini merupakan komitmen BRI terhadap sustainable development goals (SDGs) dan pelestarian lingkungan," tutupnya.(*)