15 Mei 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Brigade Pangan Bangka “Naik Kelas”, Politeknik Enjiniring Kementan Gembleng SDM Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM, Bangka – Upaya memperkuat Brigade Pangan sebagai ujung tombak pertanian modern terus dilakukan. Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas pengelolaan Brigade Pangan bagi penyuluh pendamping, Babinsa pendamping, manajer, kepala divisi alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga kepala divisi budidaya di Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah.

Kegiatan yang berlangsung 4–6 Mei 2026 di BP Kemuja Sejahtera, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat PEPI bertema “Peningkatan Kapasitas Brigade Pangan Mendukung Swasembada Pangan di Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah”.

Bimtek ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia Brigade Pangan agar mampu mendukung percepatan tanam, optimalisasi lahan, serta peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan.

Peserta mendapatkan pembekalan mengenai penerapan pertanian modern, penguatan kelembagaan Brigade Pangan, optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian, hingga penguatan kemampuan teknis dan manajerial usaha tani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi faktor utama keberhasilan Brigade Pangan dalam mendukung swasembada pangan nasional.

“Pengetahuan yang memadai, terutama dalam bidang pertanian modern, manajemen agribisnis, dan pemeliharaan alat pertanian, akan memastikan Brigade Pangan dapat beroperasi secara efektif dan efisien guna meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Amran.

Baca Juga: Kementan, TNI AL, dan Pemkab Nganjuk Kolaborasi Pacu Swasembada Kedelai Nasional

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa Brigade Pangan diharapkan menjadi motor penggerak utama percepatan swasembada pangan.

“Diperlukan strategi terintegrasi mulai dari pengelolaan lahan, optimalisasi produksi, hingga penguatan kapasitas SDM agar Brigade Pangan mampu berjalan mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Mohammad Amin menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan berkelanjutan agar pengelola Brigade Pangan mampu mengikuti perkembangan teknologi pertanian modern.

“Brigade Pangan harus didukung SDM yang kompeten, adaptif, dan mampu menerapkan teknologi pertanian secara tepat guna untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani,” katanya.

Direktur PEPI Harmanto mengatakan, kegiatan bimtek ini diharapkan menjadi wadah peningkatan kompetensi teknis dan manajerial bagi seluruh pengelola Brigade Pangan di Bangka dan Bangka Tengah.

Menurutnya, Brigade Pangan memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan tanam, optimalisasi pemanfaatan lahan, serta penguatan ketahanan pangan daerah. Karena itu, peningkatan kapasitas kelembagaan dan penguasaan teknologi menjadi kebutuhan utama agar Brigade Pangan mampu bekerja lebih profesional dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh peserta mampu meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial dalam mendukung keberhasilan budidaya pertanian, pengelolaan kelembagaan Brigade Pangan, serta percepatan tercapainya ketahanan pangan daerah dan nasional. Brigade Pangan harus mampu menjadi motor penggerak pertanian modern yang produktif, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.(*)

Kementan, TNI AL, dan Pemkab Nganjuk Kolaborasi Pacu Swasembada Kedelai Nasional

TANIINDONESIA.COM, Nganjuk — Kementerian Pertanian (Kementan), TNI Angkatan Laut (TNI AL), dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat swasembada kedelai nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor yang hingga kini masih mendominasi kebutuhan dalam negeri. Langkah tersebut diperkuat melalui dukungan benih unggul, alat mesin pertanian, jaminan pasar, hingga skema perlindungan harga petani.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui panen kedelai bersama Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Heudiati Soeharto, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Kabupaten Nganjuk, Kamis (15/5/2026). Panen tersebut menjadi simbol penguatan kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat swasembada kedelai nasional.

Mentan Amran menegaskan kedelai merupakan komoditas strategis nasional karena menjadi bahan baku utama tahu, tempe, hingga berbagai produk olahan yang dikonsumsi masyarakat setiap hari. Menurutnya, Indonesia harus segera keluar dari ketergantungan impor dan mulai membangun kemandirian produksi dalam negeri.

“Beras sudah swasembada, cabai swasembada, jagung, daging ayam kita ekspor, telur kita ekspor. Kalau kedelai selesai, disinilah kedaulatan pangan Republik tercapai,” kata Mentan Amran

Menurut Mentan Amran, kebutuhan kedelai nasional saat ini masih sangat bergantung pada pasokan luar negeri.

“Kalau kedelai, itu belum. Jauh. Ini kita impor 2,4 juta. Dari kebutuhan 2,6 sampai 2,7 juta nah ini yang paling jauh,” ujarnya.

Data Kementerian Pertanian menyebutkan kebutuhan kedelai nasional tahun 2026 diproyeksikan mencapai 2,7 juta ton. Namun sekitar 95 persen atau 2,6 juta ton masih dipenuhi dari impor. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang besar untuk meningkatkan produksi dalam negeri.

Rata-rata produksi kedelai nasional dalam lima tahun terakhir mencapai sekitar 227 ribu ton per tahun dengan luas tanam 136 ribu hektare dan produktivitas rata-rata 1,6 ton per hektare. Hingga April 2026, produksi nasional mencapai 4.982 ton dari luas tanam 7.018 hektare.

“Selama ini kita terlalu bergantung pada impor. Padahal lahan kita luas, petani kita mampu, dan teknologinya tersedia. Karena itu kita ingin kebangkitan kedelai nasional dimulai dari daerah-daerah produktif seperti Nganjuk,” kata Mentan Amran.

Mentan Amran menilai Jawa Timur menjadi salah satu wilayah paling potensial dalam mendukung peningkatan produksi kedelai nasional. Dalam dua tahun terakhir, produksi kedelai Jawa Timur rata-rata mencapai 54 ribu ton dengan luas tanam sekitar 28.100 hektare dan produktivitas 1,7 ton per hektare.

Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu sentra penting dengan produksi rata-rata 8 ribu ton dari luas tanam 3.249 hektare dan produktivitas mencapai 2,2 ton per hektare. Produksi tersebut telah memenuhi sekitar 72 persen kebutuhan kedelai daerah setempat.

Kerja sama pengembangan kedelai antara Kementan, TNI AL, dan Pemerintah Kabupaten Nganjuk telah dimulai sejak awal tahun melalui penanaman seluas 2.000 hektare di Kecamatan Rejoso, Wilangan, dan Bagor. Sementara Panglima TNI menyebut total pengembangan kawasan mencapai 2.300 hektare dengan estimasi hasil panen sekitar 3.400 ton.

Untuk mendukung program tersebut, Kementan menyalurkan bantuan benih bersertifikat varietas Grobogan sebanyak 50 kilogram per hektare atau total 100 ton serta bantuan 20 unit traktor roda dua dan bajak singkal guna mempercepat pengolahan lahan.

Selain itu, dukungan pasar diperkuat melalui kerja sama dengan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo). Melalui nota kesepahaman yang ditandatangani pada 5 Maret 2026, Gakoptindo memberikan jaminan pembelian hasil panen petani.

Mentan Amran mengakui salah satu tantangan utama pengembangan kedelai adalah harga di tingkat petani yang masih rendah, yakni berkisar Rp8.000–Rp9.000 per kilogram. Kondisi tersebut membuat minat petani menanam kedelai belum optimal.

Baca Juga: Mentan Amran Pastikan Stok Beras Nasional Aman, Gudang Bulog Penuh, Stok 5,3 Juta Ton

“Tidak boleh kedelai dibeli di bawah Rp10.000 per kilo. Insyaallah, kami akan keluarkan keputusan dalam waktu singkat,” tegas Amran.

Karena itu, pemerintah mendorong penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) kedelai di kisaran Rp13.500 per kilogram agar petani mendapatkan keuntungan yang layak seperti halnya komoditas gabah dan jagung.

“Petani harus untung. Kalau harga bagus dan pasar terjamin, petani pasti semangat menanam kedelai. Negara harus hadir memastikan itu,” ujar Mentan Amran.

Selain jaminan harga, pemerintah juga memastikan hasil produksi benih yang dikembangkan bersama jajaran TNI akan dibeli dan dibagikan kembali kepada petani.

“Yang Bapak produksi, aku beli, baru dibagikan ke petani kembali,” kata Mentan Amran.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan benih kedelai untuk kebutuhan tanam seluas 2.000 hektare yang nantinya akan dibagikan gratis kepada petani di Nganjuk.

“Nanti, Pak, ini kedelai kita, Pak Aster, kami bayar nilainya 2.000 hektare, terus 2.000 itu diberikan kembali gratis pada petani Nganjuk,” ujar Mentan Amran.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mengatakan produktivitas kedelai di Nganjuk melampaui rata-rata nasional.

“Biasanya di nasional produksi per hektare itu 1,7 sampai 2 ton per hektare. Ini di sini bisa di atas 2 ton per hektare. Jadi bagus sekali,” katanya.

Titiek menegaskan percepatan swasembada kedelai penting dilakukan karena Indonesia merupakan konsumen besar tahu dan tempe tetapi masih bergantung pada impor.

“Indonesia bangsa yang makan tahu tempe setiap hari, tapi kedelainya harus impor. Kebutuhannya 2,6 juta ton per tahun tapi produksinya cuma 270 ribu ton,” ujarnya.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengatakan program pengembangan kedelai di Nganjuk harus menjadi model gerakan nyata yang dapat direplikasi secara nasional.

“Kegiatan penanaman kedelai di Nganjuk ini menggunakan varietas Grobogan, merupakan varietas unggul lokal asal Jawa Tengah yang memiliki produktivitas tinggi,” kata Agus.

“Saya berharap kegiatan penanaman kedelai ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tetapi menjadi model gerakan nyata yang dapat direplikasikan di berbagai wilayah di Indonesia,” ujarnya.

Ketua Poktan Rukun Tani Desa Mudikan, Suwito, mengaku bantuan benih dan dukungan pemerintah membuat petani kembali semangat menanam kedelai.

“Harga kedelai sekarang antara 9 sampai 10 ribu. Termasuk harga yang stabil, harga yang lumayan bagi petani. Karena kemarin kan di bawah 9 ribu. Tapi untuk saat ini karena ada program pemerintah seperti ini, harga kedelai bisa terangkat lagi,” ujarnya.

Melalui kolaborasi Kementan, TNI AL, DPR RI, pemerintah daerah, dan petani, pemerintah optimistis pengembangan kedelai nasional dapat dipercepat untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat kedaulatan pangan Indonesia.(*)

Mentan Amran Pastikan Stok Beras Nasional Aman, Gudang Bulog Penuh, Stok 5,3 Juta Ton

TANIINDONESIA.COM, Surabaya, -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan melimpah. Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat menghadiri kegiatan Dialog Swasembada Pangan di Gudang Bulog Romokalisari, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026).

Di hadapan awak media, jajaran Bulog, akademisi, dan para pelaku pangan, Mentan Amran menekankan bahwa berbagai kebijakan penyederhanaan regulasi yang dilakukan pemerintah telah memberikan dampak nyata bagi petani Indonesia, khususnya dalam distribusi pupuk subsidi.

“Kebijakan pupuk, dari Menteri Pertanian ke produsen pupuk Indonesia, langsung ke petani. Itu hanya tiga langkah, dulu 145 regulasi yang mengatur. Nah ini satu saja, itu membahagiakan petani seluruh Indonesia,” kata Mentan Amran.

Menurut Mentan, keberpihakan pemerintah kepada petani memang tidak selalu menyenangkan semua pihak. Namun ia menegaskan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah sepenuhnya untuk kepentingan rakyat dan ketahanan pangan nasional.

“Yang tidak bahagia aku ngerti, kan pasti ada yang tidak senang. Saat Republik ini merdeka, ada yang berpihak pada Belanda, benar nggak? Mafia itu,” ujarnya.

Mentan Amran juga menyoroti berbagai keraguan terhadap data stok pangan nasional. Ia memastikan bahwa kondisi gudang Bulog yang penuh menjadi bukti nyata keberhasilan peningkatan produksi dan serapan gabah petani.

Baca Juga: Pulihkan Dampak Banjir Sultra, Mentan Amran Salurkan Bantuan Rp10 Miliar

“Kalau ada yang mengatakan ini diragukan stok yang ada sekarang, ini sewa gudang nih sekarang nih. Ini gudang yang kita lihat ini disewa, kenapa? Sudah full,” katanya.

Mentan menjelaskan kapasitas gudang Bulog lebih dari 3 juta ton, sementara stok nasional telah mencapai sekitar 5 juta ton sehingga pemerintah harus menyewa tambahan gudang hingga 2 juta ton.

“Kapasitas gudang lebih dari 3 juta ton, sekarang 5,3 juta ton, sudah sewa 2 juta ton. Kalau ini data tidak benar, Kepala gudang itu dipenjara tuh, langsung masuk,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mentan Amran mengungkapkan bahwa kondisi pangan Indonesia kini justru menarik perhatian negara lain. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menggandeng secara langsung perwakilan dari negara tetangga Malaysia yang menegaskan adanya permintaan beras dari Malaysia kepada Indonesia.

“Nah, ini ada saudara kita dari Malaysia. Ini minta beras 500 ribu ton.” ujar Mentan Amran.

Menurutnya, beberapa tahun lalu Indonesia masih melakukan impor sejumlah komoditas pangan. Namun kini kondisi mulai berbalik seiring peningkatan produksi nasional.

“Kebetulan tadi mau ketemu, saya bilang (ke dia) ke Surabaya. Ini orangnya dulu impor beras dari Indonesia. Sekarang saudara kita minta 500 ribu ton,” katanya.

Mentan Amran mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras pemerintah dalam memperbaiki tata kelola pangan nasional, mempercepat distribusi pupuk, memperkuat irigasi, serta meningkatkan serapan hasil panen petani.

Mentan juga menyoroti kondisi harga pangan dunia yang saat ini mengalami penurunan di banyak negara. Namun di tengah situasi tersebut, pemerintah Indonesia tetap berupaya menjaga kesejahteraan petani dengan memastikan harga gabah tetap menguntungkan.

“Dan menariknya, harga pangan dunia turun. Ada 33 negara yang konsumsi beras, itu harganya turun,” ujarnya.

Kegiatan dialog di Gudang Bulog Romokalisari tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat komitmen keberlanjutan swasembada pangan nasional sekaligus memastikan stok pangan nasional tetap aman di tengah dinamika global.(*)

Siap Go Nasional! Polbangtan Kementan Lindungi Inovasi Pertanian Lewat Kerja Sama dengan Kemenkum

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) menjalin kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Kemenkum DIY) dalam bidang perlindungan kekayaan intelektual. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) berlangsung di Hotel Grand Rohan Yogyakarta, Selasa (12/5/2026).

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan hasil riset dan inovasi sivitas akademika Polbangtan YOMA, sekaligus mendorong peningkatan pengelolaan kekayaan intelektual di lingkungan perguruan tinggi vokasi pertanian.

Penandatanganan PKS dilakukan bersama sejumlah perguruan tinggi di DIY dan difasilitasi oleh Kanwil Kemenkum DIY sebagai upaya memperkuat sinergi pelayanan kekayaan intelektual di lingkungan pendidikan tinggi.

Direktur Polbangtan YOMA, R Hermawan mengatakan, kerja sama ini menjadi momentum penting dalam membangun budaya inovasi dan perlindungan karya intelektual di kampus vokasi pertanian.

Menurutnya, saat ini Polbangtan YOMA tengah mengajukan 18 paten dan paten sederhana yang masih dalam proses.

“Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen Polbangtan YOMA dalam mendorong hilirisasi inovasi sekaligus melindungi hasil karya sivitas akademika. Saat ini terdapat 18 paten dan paten sederhana yang sedang berproses dan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan pertanian,” ujarnya.

Baca Juga: Jogja Benih 2026 Satukan Akademisi dan Praktisi, Perkuat Sistem Perbenihan Nasional

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa inovasi dan perlindungan kekayaan intelektual menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi pertanian modern dan peningkatan daya saing sumber daya manusia pertanian.

“Kampus vokasi pertanian harus menjadi pusat lahirnya inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi petani. Perlindungan hak kekayaan intelektual menjadi langkah penting agar inovasi anak bangsa memiliki nilai tambah dan keberlanjutan,” ujar Menteri Pertanian.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan, penguatan ekosistem riset dan inovasi di lingkungan pendidikan vokasi Kementerian Pertanian terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor.

“Polbangtan sebagai institusi pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan teknologi tepat guna yang terlindungi secara hukum sehingga dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat dan dunia usaha,” katanya.

Melalui kerja sama ini, Polbangtan YOMA diharapkan semakin aktif mengembangkan riset terapan, inovasi teknologi pertanian, serta perlindungan kekayaan intelektual guna mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia.(*)

Pulihkan Dampak Banjir Sultra, Mentan Amran Salurkan Bantuan Rp10 Miliar

TANIINDONESIA.COM, Kendari – Menteri Pertanian (Mentan) yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan senilai kurang lebih Rp10 miliar untuk mempercepat pemulihan warga dan sektor pertanian terdampak banjir di Sulawesi Tenggara (Sultra). Bantuan tersebut mencakup benih padi gratis untuk 2.000 hektare lahan, alat dan mesin pertanian, fasilitas pengering gabah (dryer), bantuan pangan, minyak goreng, hingga bantuan tunai bagi masyarakat terdampak banjir.

Mentan Amran turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Kota Kendari bersama jajaran pemerintah daerah. Ia mengunjungi dua titik utama, yakni kawasan persawahan Amohalo di Kelurahan Baruga yang terendam banjir serta kawasan permukiman bantaran Kali Wanggu yang masih dipenuhi lumpur dan genangan air.

“Kami tahu laporan sejak subuh. Subuh kami telepon Ibu Wali Kota, kemudian Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur bersama kami datang langsung ke lokasi. Masalah-masalah lapangan sudah kita putuskan semua, mulai pertaniannya, kemudian irigasi kami koordinasi dengan Menteri PU,” ujar Mentan Amran di Kota Kendari, Selasa (12/05/26).

Lahan pertanian yang terdampak banjir di Sultra sebanyak , 337 hektare lahan berada di kawasan Amohalo, dimana sekitar 151 hektare terendam akibat jebolnya tanggul irigasi.
Mengatasi jebolnya tanggul irigasi tersebut Pemerintah melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) menargetkan perbaikan saluran irigasi dapat selesai dalam satu minggu agar petani segera kembali berproduksi.

Baca Juga: Politeknik Enjinering Kementan Percepat Tanam Serempak, Bangka Selatan Siap Panen Raya

Sebagai bentuk percepatan pemulihan, pemerintah pusat menyalurkan berbagai bantuan, antara lain benih padi gratis untuk lahan seluas 2.000 hektare di tiga kabupaten/kota terdampak, bantuan alat dan mesin pertanian berupa 20 unit hand traktor dan 5 unit combine harvester, serta bantuan dryer dari Perum Bulog untuk menyelamatkan hasil panen petani.

Selain bantuan sektor pertanian, pemerintah juga menyalurkan bantuan sosial berupa 30 ton bahan pangan pokok dan 1.500 liter minyak goreng untuk masyarakat terdampak banjir. Pemerintah juga turut memberikan bantuan tunai sebesar Rp500 juta bagi warga terdampak langsung di kawasan Wanggu dan sekitarnya.

“Kami kirim beras, minyak goreng, dan bantuan lainnya. Alat mesin pertanian, benih bibit untuk 2 ribu hektare. Mungkin kurang lebih Rp10 miliar bantuannya. Bantuan dryer juga kami siapkan,” jelas Mentan Amran.

Mentan Amran juga menyampaikan bahwa ia memiliki kedekatan emosionalnya dengan masyarakat Sulawesi Tenggara. Ia mengaku memahami kondisi warga karena pernah merasakan situasi bencana dan memiliki ikatan dengan daerah tersebut.

“Karena saya pernah merasakan bencana. Ada Rp500 juta seadanya, karena ini adalah kampung halaman saya. Kami tahu daerah ini, kami sering naik motor di sini,” tuturnya.

Lebih lanjut pemerintah memastikan penanganan pascabanjir dilakukan secara terpadu agar aktivitas masyarakat dan produksi pertanian di Sulawesi Tenggara dapat segera pulih kembali.(*)

BRI BO Warung Buncit – Poltek Imipas Tanda Tangani PKS

TANIINDONESIA.COM, Jakarta - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Warung Buncit menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltek Imipas).

Adapun kerjasama yang dilakukan berupa pembayaran payrol pegawai di lingkungan Poltek Imipas.

Penandatanganan PKS payrol gaji dilaksanakan di Kampus Taruna Poltek Imipas, Tangerang, pada 30 April 2026.

Proses penandatanganan PKS payrol ini dilakukan oleh BO Head BRI Warung Buncit, Ahmad Sudiyana Suwandi dan Direktur Poltek Imipas, Sigit Budiyanto.

BO Head BRI Warung Buncit, Ahmad Sudiyana Suwandi menjelaskan, penandatangan PKS payrol ini merupakan bentuk nyata kerjasama berupa pemberian layanan perbankan dari BRI Warung Buncit ke pegawai di lingkungan Kampus Poltek Imipas.

"Tentunya kami akan memberikan pelayanan perbankan terbaik untuk seluruh pegawai disini sebagai nasabah," ungkapnya.

Direktur Poltek Imipas, Sigit Budiyanto menambahkan, dengan adanya kerjasama payrol dengan BRI Warung Buncit diharapkan bisa melayani kebutuhan perbankan dari seluruh pegawai Kampus Poltek Imipas.

"Besar harapan kami ke depan akan semakin mudah dalam melakukan transaksi perbankan dan juga dapat menikmati program unggulan BRI," tutup Sigit.(*)

BRI Cabang Bogor Dewi Sartika Salurkan TJSL di Beberapa Titik

TANIINDONESIA.COM, BOGOR - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bogor Dewi Sartika menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) ke beberapa titik wilayah.

Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian berupa corporate social responsibility (CSR) BRI Cabang Bogor Dewi Sartika kepada lingkungan sekitar yang membutuhkan.

Pimpinan Cabang BRI Bogor Dewi Sartika, Kurniawan Setyantoro menjelaskan, bantuan TJSL kali ini berupa kebutuhan sarana masyarakat di lingkungan yang membutuhkan.

Untuk penyalurannya dilakukan tersebar, ada di Yayasan Annaura Zivana Arizkia. Kemudian ada di Kampung Sindangsari RW007 Desa Bojong Rangkas Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Lalu ada juga di RW06 Kampung Wangun Jaya, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Juga di Kampung Tanjakan Kaler, Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Lalu di RW 004 Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Dan juga di Yayasan Pemuda Jambu Peduli, Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

"BRI Bogor Dewi Sartika selalu berupaya semaksimal mungkin berpartisipasi dalam membantu lingkungan sekitar yang membutuhkan," tegasnya.

Adapun bantuan yang diberikan berupa kursi, tenda, sound system, alat pemotong rumput, penggembur tanah, pompa air dan semen.

Ketua RW06 Kampung Wangun Jaya, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Engkos Jarkosih menambahkan, pihaknya sangat berterimakasih atas bantuan dari BRI BO Bogor Dewi Sartika. Pasalnya ini memang dibutuhkan untuk kegiatan di lingkungan kami.(*)

Politeknik Enjinering Kementan Percepat Tanam Serempak, Bangka Selatan Siap Panen Raya

TANIINDONESIA.COM, Bangka Selatan – Upaya percepatan swasembada pangan nasional terus diperkuat. Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian melaksanakan koordinasi persiapan tanam serempak di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (11/5/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan kesiapan tanam di berbagai wilayah, mulai dari kesiapan lahan, sarana produksi, pendampingan teknis, hingga penguatan sinergi antar stakeholder pertanian guna meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, terus mendorong seluruh jajaran pertanian untuk mempercepat tanam serempak, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor sebagai upaya nyata mewujudkan swasembada pangan nasional.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa keberhasilan percepatan tanam sangat ditentukan oleh kuatnya koordinasi, pendampingan lapangan, dan keterlibatan aktif seluruh stakeholder pertanian.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin. Ia menilai penguatan sinergi antar lembaga dan kesiapan sumber daya manusia pertanian menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan produktivitas dan keberhasilan program swasembada pangan.

Direktur PEPI, Harmanto, mengatakan bahwa koordinasi persiapan tanam serempak merupakan bagian dari upaya memastikan proses budidaya berjalan lebih optimal, terencana, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Brigade Pangan Bangka “Naik Kelas”, Politeknik Enjinering Kementan Gembleng SDM Pertanian Modern

“Melalui koordinasi ini, kami ingin memastikan seluruh unsur bergerak bersama mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan nasional. PEPI siap mendukung melalui pendampingan, penerapan teknologi pertanian, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian di lapangan,” ujar Harmanto.

Sementara itu, Wakil Direktur III PEPI, Enrico Syaefullah, menekankan pentingnya kesiapan teknis dan pendampingan intensif agar pelaksanaan tanam serempak berjalan sesuai target.

“Kegiatan ini bukan sekadar koordinasi, tetapi juga bentuk penguatan kolaborasi dan semangat bersama dalam mendukung percepatan tanam. Dengan pengelolaan yang baik dan pendampingan optimal, produktivitas pertanian diharapkan meningkat dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” jelas Enrico.

Dalam koordinasi tersebut turut dibahas strategi pengelolaan lahan, penyusunan jadwal tanam, kesiapan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pola pendampingan petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bangka Selatan.

Melalui langkah ini, PEPI Kementan berharap pelaksanaan tanam serempak di Bangka Selatan dapat berjalan maksimal dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.(*)

Jogja Benih 2026 Satukan Akademisi dan Praktisi, Perkuat Sistem Perbenihan Nasional

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YO-MA) bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Forum Perbenihan Jogja Benih 2026 pada Kamis (7/5/2026) di Ruang Seminar Polbangtan YO-MA, Yogyakarta.

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi pemerintah, akademisi, pelaku usaha benih, peneliti, dan praktisi pertanian dalam memperkuat sistem perbenihan nasional menuju pertanian modern dan berdaya saing.

Forum dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Direktorat Perbenihan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, perguruan tinggi, lembaga riset, perusahaan benih, hingga komunitas perbenihan di DIY dan sekitarnya.

Direktur Polbangtan YO-MA, R. Hermawan, mengatakan pengembangan sumber daya manusia pertanian, khususnya di bidang perbenihan, harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri pertanian modern.

“Perbenihan menjadi sektor strategis dalam mendukung swasembada pangan nasional. Karena itu, Polbangtan YO-MA terus berupaya mencetak SDM pertanian yang profesional, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki jiwa agripreneur,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho, menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga untuk menjaga kualitas dan distribusi benih kepada petani. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan benih unggul guna mendukung swasembada pangan nasional.

Baca Juga: Kementan Optimalkan Produktivitas Brigade Pangan Aceh Timur dengan Alsintan

Forum juga menghadirkan sejumlah pembicara yang membahas transformasi kebijakan perbenihan nasional di era digitalisasi, pemanfaatan teknologi digital dalam agribisnis benih, hingga strategi branding dan pengembangan pasar benih lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan penguatan sektor perbenihan harus diiringi peningkatan kapasitas SDM pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Polbangtan sebagai institusi pendidikan vokasi Kementerian Pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda pertanian yang inovatif dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian modern, termasuk di sektor perbenihan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian menegaskan benih unggul merupakan kunci utama peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan nasional. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, peneliti, dan dunia usaha dinilai penting untuk memperkuat kemandirian benih nasional.

“Kementerian Pertanian terus mendorong transformasi pertanian modern berbasis inovasi dan teknologi. Penguatan sistem perbenihan nasional harus menjadi prioritas untuk mendukung swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” tegasnya.

Dalam sesi diskusi interaktif, peserta menyampaikan berbagai masukan terkait penguatan industri benih nasional, inovasi teknologi, hingga strategi pengembangan pasar benih lokal.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara dunia pendidikan, pemerintah, peneliti, dan pelaku usaha dalam menciptakan ekosistem perbenihan yang maju, mandiri, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan Indonesia.(*)

Brigade Pangan Bangka “Naik Kelas”, Politeknik Enjinering Kementan Gembleng SDM Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM, Bangka – Upaya memperkuat Brigade Pangan sebagai ujung tombak pertanian modern terus dilakukan. Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas pengelolaan Brigade Pangan bagi penyuluh pendamping, Babinsa pendamping, manajer, kepala divisi alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga kepala divisi budidaya di Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah.

Kegiatan yang berlangsung 4–6 Mei 2026 di BP Kemuja Sejahtera, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat PEPI bertema “Peningkatan Kapasitas Brigade Pangan Mendukung Swasembada Pangan di Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah”.

Bimtek ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia Brigade Pangan agar mampu mendukung percepatan tanam, optimalisasi lahan, serta peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan.

Peserta mendapatkan pembekalan mengenai penerapan pertanian modern, penguatan kelembagaan Brigade Pangan, optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian, hingga penguatan kemampuan teknis dan manajerial usaha tani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi faktor utama keberhasilan Brigade Pangan dalam mendukung swasembada pangan nasional.

“Pengetahuan yang memadai, terutama dalam bidang pertanian modern, manajemen agribisnis, dan pemeliharaan alat pertanian, akan memastikan Brigade Pangan dapat beroperasi secara efektif dan efisien guna meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa Brigade Pangan diharapkan menjadi motor penggerak utama percepatan swasembada pangan.

Baca Juga: Mentan Amran Rangkul dan Siapkan Mahasiswa Jadi Penerus Arah Pertanian Nasional

“Diperlukan strategi terintegrasi mulai dari pengelolaan lahan, optimalisasi produksi, hingga penguatan kapasitas SDM agar Brigade Pangan mampu berjalan mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Mohammad Amin menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan berkelanjutan agar pengelola Brigade Pangan mampu mengikuti perkembangan teknologi pertanian modern.

“Brigade Pangan harus didukung SDM yang kompeten, adaptif, dan mampu menerapkan teknologi pertanian secara tepat guna untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani,” katanya.

Direktur PEPI Harmanto mengatakan, kegiatan bimtek ini diharapkan menjadi wadah peningkatan kompetensi teknis dan manajerial bagi seluruh pengelola Brigade Pangan di Bangka dan Bangka Tengah.

Menurutnya, Brigade Pangan memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan tanam, optimalisasi pemanfaatan lahan, serta penguatan ketahanan pangan daerah. Karena itu, peningkatan kapasitas kelembagaan dan penguasaan teknologi menjadi kebutuhan utama agar Brigade Pangan mampu bekerja lebih profesional dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh peserta mampu meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial dalam mendukung keberhasilan budidaya pertanian, pengelolaan kelembagaan Brigade Pangan, serta percepatan tercapainya ketahanan pangan daerah dan nasional. Brigade Pangan harus mampu menjadi motor penggerak pertanian modern yang produktif, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.(*)