21 Januari 2026

BRI BO Jakarta Gatot Subroto Gelar Friday Market di DJP, Berikan Promo Spesial KPR dan BRIguna

TANIINDONESIA.COM, Jakarta - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Gatot Subroto Gelar Friday Market di Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Pemimpin BRI Gatot Subroto, Pamadi Purno Widodo menjelaskan, ini merupakan agenda rutin setiap Jumat.

Disini BRI BO Gatot Subroto membuka booth pemasaran untuk Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dan juga BRIguna di lingkungan kantor DJP.

BRIguna merupakan fasilitas kredit tanpa agunan dari Bank BRI yang ditujukan untuk pekerja berpenghasilan tetap (ASN, TNI, POLRI, BUMN/D) dan pensiunan, dengan sumber pembayaran dari gaji atau pensiun bulanan untuk berbagai kebutuhan konsumtif (renovasi, pendidikan) atau produktif (modal usaha).

Ada beberapa jenisnya, seperti BRIguna Karya untuk pegawai aktif, BRIguna Purna untuk pensiunan, dan BRIguna Digital yang bisa diajukan lewat aplikasi BRImo.

"Jadi khusus Friday Market di DJP ada promo khusus KPR dan BRIguna," tegasnya.

Adapun kegiatan Friday Market BRI Gatot Subroto di lingkungan DJP ini dilaksanakan setiap Jumat mulai pukul 08:00 hingga 14:00. Khusus di open booth ini ada promo KPR berupa bunga spesial 8,13%.

"Ayo jangan sampai terlewat kesempatan baik ini," tutupnya.(*)

Tak Sekadar di Balik Loket, Teller Bank BRI KC Cimanggis Layani Pensiunan hingga ke Luar Gedung

TANIINDONESIA.COM, Cimanggis - Komitmen menghadirkan layanan perbankan yang inklusif kembali ditunjukkan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Di awal bulan, Teller turun langsung ke area luar gedung untuk memastikan hak pensiunan tetap terpenuhi tanpa hambatan aksesibilitas.

Seperti yang dilakukan dari BRI unit simpangan supervisi KC Cimanggis, teller Afra kharisma turun langsung ke area luar gedung untuk memastikan hak pensiunan tetap terpenuhi tanpa hambatan aksesibilitas, Senin (19/1/2026).

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya jemput bola pelayanan publik, terutama bagi kelompok lanjut usia, dengan layanan yang dilakukan tetap memperhatikan standar keamanan dan kenyamanan transaksi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BRI menghadirkan pelayanan berbasis empati dan kemanusiaan. Pensiunan, yang selama ini menjadi bagian penting dalam ekosistem perbankan nasional, tetap mendapatkan hak layanan yang aman dan nyaman meski dihadapkan pada keterbatasan fisik.

Pelayanan dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian serta keamanan transaksi. Teller memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur, sekaligus menjaga privasi dan kenyamanan nasabah.

Praktik layanan ini sekaligus memperkuat peran BRI sebagai bank yang dekat dengan rakyat. Tidak hanya fokus pada aspek bisnis, tetapi juga pada nilai sosial dan tanggung jawab terhadap nasabah, terutama para pensiunan yang telah berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Melalui layanan jemput bola ini, BRI KC Cimanggis menunjukkan bahwa pelayanan perbankan yang berkeadilan dan berkepekaan sosial tetap relevan dan dibutuhkan di tengah perubahan zaman. (*)

BRI Bekasi Siliwangi Salurkan Bantuan Dana Bapekis ke Musala Al Mutaqin

TANIINDONESIA.COM, Bekasi - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Bekasi Siliwangi terus memberikan yang terbaik kepada nasabah dan juga masyarakat.

Beragam produk dan program unggulan BRI juga selalu diberikan kepada nasabah dan masyarakat. Sebut saja ada layanan digital dalam satu genggaman yang memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan yaitu BRImo.

Tak ketinggalan produk perbankan unggulan lainnya milik BRI yang memang sangat membantu para pelaku usaha, Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Oleh karena itu, dari sekian banyak program unggulan, BRI juga memiliki program untuk lingkungan sekitar yang membutuhkan. Sebagai bentuk kepedulian, BRI BO Bekasi Siliwangi menyalurkan bantuan berupa sumbangan ke lingkungan yang membutuhkan.

Adapun bantuan diberikan ke Musala Al Mutaqin yang berada di Jalan Kampung Pondok Benda Gardu, Jatiasih.

Pimpinan BRI Bekasi Siliwangi, Iqbal Perdana menjelaskan, bantuan ini merupakan bagian dari program Badan Pembina Kerohanian Islam (Bapekis) BRI yang mana di kumpulkan dari para pekerja BRI BO Bekasi Siliwangi.

"Jadi ini merupakan sumbangan dari pekerja BRI BO Bekasi Siliwangi yang dikumpulkan setiap Jumat," terangnya.

Untuk kali ini sumbangan yang diberikan ke Musala Al Mutaqin berupa cat untuk bangunan musala tersebut.

Tentunya diharapkan bantuan yang diberikan bisa bermanfaat dan meringankan kebutuhan pembangunan musala.

"Semoga apa yang diberikan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin dan terimakasih untuk para pekerja BRI Bekasi Siliwangi," tegasnya.

BRI BO Bekasi Siliwangi memang memiliki beberapa program kepedulian dan ini merupakan salah satunya.

"Kami mempunyai beberapa program tak hanya sosial keagamaan, ada juga pendidikan, kesehatan dan lainnya," tutupnya.(*)

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Politeknik Enjiniring Kementan Perkuat SDM Berinovasi

TANIINDONESIA.COM//Tangerang — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) terus memperkuat reformasi birokrasi dengan membangun komitmen seluruh pegawai agar mampu beradaptasi dengan perubahan melalui penerapan Core Value ASN BerAKHLAK. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Core Value ASN BerAKHLAK dan Employer Branding ASN “Bangga Melayani Bangsa” yang dipimpin langsung oleh Direktur PEPI, Harmanto, serta diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan PEPI.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium PEPI, Senin (19/01/2026) menjadi momentum penting dalam penguatan budaya kerja yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK diinternalisasikan sebagai acuan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi seluruh pegawai.

Implementasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya penguatan integritas, profesionalisme, serta budaya kerja yang berorientasi pada hasil dan pelayanan. Menteri Pertanian meminta seluruh ASN Kementerian Pertanian untuk bekerja cepat, adaptif, dan kolaboratif dalam mendukung pembangunan pertanian nasional serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sejalan dengan penekanan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang mengingatkan pentingnya penguatan budaya kerja ASN yang berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan. Ia menegaskan bahwa implementasi Core Value ASN BerAKHLAK harus tercermin dalam kinerja nyata, disiplin kerja, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pelatihan pertanian.

Baca juga: Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Kukuhkan BEM dan BPM Periode 2026/2027

“Kunci keberhasilan pengembangan SDM pertanian terletak pada komitmen ASN dalam bekerja profesional, kolaboratif, dan responsif terhadap perubahan. Nilai-nilai BerAKHLAK harus menjadi budaya kerja sehari-hari, bukan sekadar slogan,” tegas Arsanti.

Direktur PEPI, Harmanto dalam arahaannya mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penguatan internalisasi nilai-nilai dasar BerAKHLAK sebagai acuan penerapan budaya kerja di lingkup PEPI. Pada kesempatan tersebut, pimpinan PEPI menegaskan agar seluruh pegawai mengimplementasikan Core Value ASN BerAKHLAK secara utuh, sesuai dengan contoh perilaku yang relevan dengan tugas dan fungsi masing-masing.

“Nilai-nilai dasar BerAKHLAK merupakan pondasi utama dalam membentuk ASN yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan. Semakin kuat budaya kerja yang dibangun, maka akan semakin tinggi disiplin dan kinerja pegawai, sehingga mampu mendukung pencapaian target institusi serta memberikan pelayanan prima,” tegas Harmanto.

Sebagai penutup, disampaikan bahwa perubahan menuju birokrasi yang dinamis tidak dapat dicapai dengan cara-cara lama. Diperlukan perubahan fundamental pada pola pikir dan sikap mental ASN, dari yang bersifat hierarkis menuju ASN yang lebih adaptif, lincah, dan inovatif. Oleh karena itu, penandatanganan komitmen bersama penerapan Core Value ASN BerAKHLAK dan Employer Branding ASN “Bangga Melayani Bangsa” ini diharapkan menjadi momentum penting dalam reformasi birokrasi, khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia aparatur di Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia(*)

Raih Juara Nasional Desa Digital, Desa Duda Timur Singkirkan 5.000 Desa dari Seluruh Indonesia

TANIINDONESIA.COM, Bali - Desa Duda Timur kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Desa yang dipimpin I Gede Pawana ini berhasil meraih juara pertama dalam lomba Desa Digital, setelah bersaing ketat dengan lebih dari 5.000 desa dari berbagai daerah di Indonesia.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Desa Duda Timur, I Gede Pawana, yang hadir mewakili seluruh warga desa dalam seremoni penyerahan penghargaan. Ia menyebut capaian ini sebagai hasil dari perjuangan panjang yang dimulai sejak 2017, ketika Desa Duda Timur mulai membangun fondasi transformasi digital.

“Ini bukan proses singkat. Kami membangun desa digital sejak 2017 dan hari ini mendapat pengakuan di tingkat nasional. Proses penilaiannya sangat panjang, hampir enam bulan, mulai dari administrasi hingga praktik terbaik di lapangan,” ujar Pawana.

Dalam ajang tersebut, Desa Duda Timur berhasil lolos hingga tahap RI setelah melalui serangkaian penilaian ketat oleh tim lintas kementerian dan lembaga. Tim penilai berasal dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Desa, serta berbagai elemen independen lainnya yang menilai inovasi, keberlanjutan, dan dampak nyata bagi masyarakat.

Salah satu inovasi unggulan Desa Duda Timur adalah pemanfaatan aplikasi digital layanan masyarakat, termasuk fitur pencarian pendonor darah berdasarkan golongan darah secara real time. Inovasi ini dinilai memberikan manfaat langsung dan krusial bagi kebutuhan warga desa.

Tak hanya itu, Desa Duda Timur juga menjadi sorotan karena disebut sebagai salah satu desa peserta lomba yang telah memiliki sistem M-Banking sendiri.

Melalui sistem tersebut, transaksi keuangan desa dapat dilakukan secara digital dan terhubung dengan layanan perbankan di seluruh Indonesia.

“Tujuan kami jelas, bagaimana digitalisasi benar-benar mempermudah layanan masyarakat desa, bukan sekadar simbol,” tegas Pawana.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen yang terlibat, mulai dari masyarakat desa, BPD, BPM, perangkat desa, hingga tim IT desa yang menjadi tulang punggung pengembangan sistem digital.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Camat, Bupati, dan Gubernur yang selama ini menjadi mentor dan pendukung pengembangan aplikasi smart village di Desa Duda Timur.

Ke depan, Pawana berharap ajang penilaian desa seperti ini terus digelar agar mendorong desa-desa di Indonesia berlomba-lomba berbenah dan berinovasi.

“Kalau kota bercahaya karena lampu-lampunya, maka Indonesia akan indah karena desa-desa yang maju, tertata, dan berdaya. Desa yang dibimbing dengan baik akan membawa keindahan luar biasa bagi Indonesia,” pungkasnya.

Tidak lupa, Pawana juga berterima kasih kepada PT Saebo Technology yang sudah membantu dan selalu menjaga aplikasi tersebut berjalan lancar, sudah hampir sembilan tahun ini.(*)

Relokasi Kantor Kas BRI HK Tower Diresmikan

TANIINDONESIA.COM, Jakarta - Relokasi Kantor Kas (KK) BRI Indrakarya yang berada di The Hive, Apartment Jalan DI. Panjaitan No.Kav 3-4 7, RT.7/RW.11, Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara ke Hutama Karya (HK) tower Jalan MT Haryono Kav 8 Lantai
2, Cawang Jatinegara, Jakarta Timur dilakukan pada 22 Desember 2025.

Sebelumnya nama BRI KK Indrakarya kini namanya menjadi BRI KK HK Tower. Peresmian relokasi ini dilaksanakan pada 29 Desember 2025.

"Pindah lokasi dilakukan pada 22 Desember 2025 dan diresmikan 29 Desember 2025," ujar Kepala BRI KK HK Tower, Bambang Edi Prayitno.

Pimpinan KC BRI Pancoran, Ainul Wardi menambahkan, pindah lokasi kantor ini merupakan bagian dari langkah strategis BRI dalam meningkatkan efisiensi pelayanan dan memusatkan operasional di kantor yang lebih representatif dan memudahkan nasabah.

Bagi nasabah yang biasa bertransaksi di tempat lama kami informasikan bahwa seluruh layanan kini dapat diakses melalui Gedung Hutama Karya Jalan MT Haryono Kav 8 Lantai 2, Cawang Jatinegara, Jakarta Timur.

Menurut Ainul, BRI tetap berkomitmen memberikan layanan terbaik dan terus memperluas jangkauan layanan serta memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, terutama di wilayah-wilayah yang belum terjangkau layanan perbankan secara maksimal.

"Untuk informasi lebih lanjut mengenai perpindahan ini, nasabah dapat menghubungi SABRINA di 08121214017 atau bri.co.id," terangnya.

Seluruh aktivitas perbankan yang biasa dilakukan akan tetap sama, hanya saja berubah lokasi kantor saja. Layanan ya pun tidak ada yang berbeda, justru semakin lebih baik lagi.

“Pindahan ini tidak akan mengganggu layanan dan kenyamanan nasabah, mengingat seluruh layanan perbankan tetap dapat diakses dengan lancar melalui kantor cabang terdekat serta berbagai kanal digital BRI seperti BRImo, Internet Banking, dan ATM,” tutupnya.(*)

Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Kukuhkan BEM dan BPM Periode 2026/2027

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) resmi menggelar kegiatan Pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) yang dihadiri oleh sekitar 60 mahasiswa terpilih. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu pukul 19.30 WIB dan berpusat di Gedung Auditorium PEPI (14/01/2026).

Pelantikan diawali dengan pembacaan ikrar pengurus serta penandatanganan berita acara sebagai simbol komitmen bersama untuk menjalankan amanah organisasi secara profesional, bertanggung jawab, serta berkontribusi positif bagi kemajuan institusi dan pembangunan pertanian Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam beberapa kesempatan selalu menyampaikan agar mahasiswa yang ada setiap tahun memiliki agenda intelektual pertanian yang baik, juga memahami tentang industri pertanian 4.0 dengan meningkatkan kualitas kekuatan yang ada untuk memenuhi tantangan era sesuai kebutuhan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti dalam berbagai kesempatan juga menegaskan output dan tujuan dari program pendidikan ini adalah menciptakan job seeker dan job creator, yaitu membentuk wirausahawan muda pertanian dan SDM yang siap bekerja di dunia usaha serta industri pertanian.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Politeknik Enjiniring Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) secara resmi melantik pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) periode kepengurusan terbaru. Kegiatan pelantikan berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi mahasiswa sebagai wadah pengembangan kepemimpinan, intelektualitas, serta karakter mahasiswa vokasi pertanian.

Baca juga: Awal Tahun 2026, Politeknik Enjiniring Kementan Rancang Kurikulum OBE

Direktur PEPI, Harmanto mengatakan bahwa Pelantikan pengurus BEM dan BPM ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan mahasiswa yang visioner, berintegritas, dan responsif terhadap dinamika pembangunan pertanian nasional. Organisasi mahasiswa didorong untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, tetapi juga menjadi mitra strategis institusi dalam mendukung program pendidikan, penelitian terapan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Sejalan dengan Wakil Direktur III PEPI, Enrico Syaefullah dalam sambutannya menekankan pentingnya peran BEM dan BPM sebagai agen perubahan di lingkungan kampus. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi teladan, penggerak inovasi, serta jembatan komunikasi antara civitas akademika dan manajemen kampus dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang partisipatif dan berorientasi pada mutu.

Lebih lanjut, melalui semangat baru kepengurusan ini, BEM dan BPM diharapkan dapat menyusun program kerja yang selaras dengan visi PEPI, khususnya dalam mendukung penguatan kompetensi mahasiswa di bidang enjiniring pertanian, kewirausahaan, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi pertanian modern.

Direktur bersama jajaran dosen lainnya pun mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang telah terpilih sebagai pengurus BEM dan BPM tahun 2026/2027. Dirinya berharap dengan terpilihnya kepengurusan BEM dan BPM rekan – rekan mahasiswa dapat memajukan serta mengharumkan nama baik PEPI untuk kedepannya.(*)

Awal Tahun 2026, Politeknik Enjiniring Kementan Rancang Kurikulum OBE

TANIINDONESIA.COM, BOGOR – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) sebagai langkah strategis meningkatkan mutu pendidikan vokasi dan menghasilkan lulusan siap kerja serta berdaya saing global di sektor pertanian.

Kegiatan berlangsung di Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Bogor, selama tiga hari, Kamis–Sabtu (8–10 Januari 2026). Workshop ini bertujuan memperkuat pemahaman dan implementasi kurikulum berbasis capaian pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri pertanian.

Penguatan kurikulum vokasi ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya pendidikan pertanian dalam menghasilkan SDM unggul, adaptif terhadap teknologi, serta mampu menjawab tantangan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Pendidikan vokasi pertanian diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan berijazah, tetapi tenaga profesional yang produktif, inovatif, dan mampu memberikan solusi nyata di lapangan.
Menteri Pertanian juga mendorong perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian untuk memperkuat link and match dengan dunia usaha dan dunia industri, meningkatkan porsi praktik dan inovasi, serta melahirkan lulusan yang siap mengawal program strategis pertanian nasional. Penerapan kurikulum OBE dinilai selaras karena berfokus pada hasil pembelajaran dan kompetensi lulusan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya transformasi pendidikan vokasi agar semakin adaptif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan riil sektor pertanian.
Santi juga mendorong satuan pendidikan vokasi pertanian untuk menyusun kurikulum yang link and match dengan dunia usaha dan industri, memperkuat pembelajaran berbasis praktik, serta menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki sikap kerja, karakter, dan daya saing tinggi.

Baca juga: Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Amran atas Dedikasi Wujudkan Swasembada Pangan

Direktur PEPI, Harmanto, Kamis (8/1/2025) menegaskan bahwa PEPI secara konsisten menempatkan praktik sebagai porsi utama pembelajaran dibandingkan teori.

“Kami merancang pembelajaran agar mahasiswa mampu menghasilkan produk yang aplikatif dan siap digunakan di dunia kerja. Kurikulum OBE kami terapkan untuk memastikan setiap mata kuliah benar-benar berorientasi pada capaian kompetensi lulusan,” tegas Harmanto.

Ia juga menyampaikan target institusi untuk mendorong seluruh program studi meraih akreditasi unggul. Saat ini, akreditasi perguruan tinggi PEPI telah berperingkat Baik Sekali, sementara beberapa program studi masih berada pada peringkat Baik. Melalui workshop ini, penyusunan dokumen kurikulum OBE ditargetkan rampung secara optimal guna mendukung pencapaian perguruan tinggi unggul.

Wakil Direktur I PEPI, Andy Saryoko, dalam pemaparannya menyampaikan, penerapan kurikulum OBE merupakan amanat Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2025 yang mewajibkan perguruan tinggi menerapkan pembelajaran berbasis capaian lulusan. OBE menitikberatkan pada hasil pembelajaran yang dapat ditunjukkan lulusan, bukan sekadar penguasaan materi.

Melalui workshop ini, PEPI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kurikulum dan relevansi lulusan dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional serta memperkuat daya saing di tingkat nasional dan internasional.(*)

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Amran atas Dedikasi Wujudkan Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, KARAWANG – Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas dedikasi, kepemimpinan, dan kontribusi nyatanya dalam mengawal kebijakan swasembada pangan nasional.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo dalam rangkaian kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Penganugerahan Bintang Jasa Utama menjadi simbol pengakuan negara atas kerja nyata sektor pertanian dalam menjawab tantangan krisis pangan global dan memastikan ketersediaan pangan nasional. Sebagai tanda kehormatan tertinggi, penghargaan ini mencerminkan peran strategis Kementerian Pertanian yang tidak hanya merumuskan kebijakan, tetapi juga memastikan implementasi nyata di lapangan.

Di bawah kepemimpinan Mentan Amran, sektor pertanian menunjukkan kinerja yang konsisten dan berkelanjutan. Peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan nasional, serta perbaikan kesejahteraan petani menjadi fondasi utama keberhasilan swasembada pangan yang diumumkan pemerintah.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar capaian statistik, melainkan hasil dari kerja keras, keberanian mengambil keputusan, dan konsistensi pelaksanaan kebijakan di lapangan. Presiden menekankan pentingnya peran Kementerian Pertanian sebagai operator kebijakan yang langsung bersentuhan dengan petani dan realitas pertanian nasional.

“Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi negara atas kerja keras dan pengabdian dalam menjaga pangan bangsa. Swasembada pangan bukan sekadar angka, tetapi aktivitas nyata di sawah, di ladang, dan di tengah petani,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga menyampaikan apresiasi khusus terhadap dedikasi Mentan Amran yang dinilainya bekerja tanpa kenal lelah demi kepentingan rakyat dan bangsa.

Baca juga: https://taniindonesia.com/2026/12/07/presiden-prabowo-panen-raya-padi-di-karawang-tegaskan-arah-pertanian-modern-indonesia/

“Beliau ini menteri yang tidur 3 sampai 4 jam. Saya prihatin sekaligus bangga, masih mau berjuang. Tapi sayang, kenapa masih dicari-cari kesalahannya. Semakin baik menuju puncak, semakin kencang anginnya. Dan mereka yang kuat, merekalah yang bisa naik ke atas,” ungkap Presiden Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menekankan bahwa kepemimpinan sejati diukur dari keberpihakan kepada rakyat, keadilan, dan keberanian membela kelompok yang lemah.

“Kalau gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia meninggalkan nama. Pertanyaannya, apakah selama memimpin ia membela rakyat, membela keadilan, membela orang yang lemah dan miskin, serta selalu menegakkan keadilan,” tegas Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga menggarisbawahi makna strategis swasembada pangan bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa, terutama sebagai pelajaran penting dari krisis global yang pernah terjadi.

“Hari ini kita mencatat kemenangan yang sangat penting. Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyatnya. Itu tidak mungkin. Waktu COVID adalah peringatan, jangan mau bangsa ini bergantung kepada bangsa lain, apalagi untuk urusan makan,” ujarnya.

Menurut Presiden, anugerah sumber daya alam yang dimiliki Indonesia harus dikelola secara optimal melalui sektor pertanian agar bangsa ini berdiri di atas kaki sendiri, tidak hanya dalam pangan, tetapi juga energi.

“Yang Maha Kuasa telah memberi kita anugerah luar biasa. Dari pertanian, kita bisa tidak tergantung bangsa lain, bukan hanya soal makan, tetapi juga soal energi,” lanjut Presiden.

Presiden menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam perjuangan mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Terima kasih, saudara-saudara. Saudara bekerja keras, saudara kompak. Dalam satu tahun kita berdiri di atas kaki sendiri dan tidak tergantung bangsa lain. Saudara-saudara berhasil, saudara memberi kepada negara bukti yang nyata dan mencatat tonggak penting dalam sejarah bangsa,” kata Presiden.

Sementara itu, Mentan Amran menegaskan bahwa penghargaan Bintang Jasa Utama tersebut bukanlah pencapaian pribadi, melainkan hasil kerja kolektif seluruh insan pertanian Indonesia.

“Bintang Jasa Utama ini saya persembahkan untuk petani Indonesia. Tanpa kerja keras petani dan penyuluh di lapangan, swasembada pangan tidak akan pernah terwujud,” tegas Mentan Amran.

Penganugerahan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian ini menegaskan kehadiran negara dalam mengapresiasi kerja nyata sektor pertanian, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah untuk menjaga pangan Indonesia tetap berdaulat, mandiri, dan berkelanjutan.(*)

Presiden Prabowo Panen Raya Padi di Karawang, Tegaskan Arah Pertanian Modern Indonesia

TANIINDONESIA.COM, Karawang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turun langsung ke sawah Karawang untuk memimpin panen raya padi, sekaligus menegaskan swasembada pangan dan arah pembangunan pertanian nasional yang bertumpu pada modernisasi, mekanisasi, dan pemanfaatan teknologi.

Panen raya padi di Karawang ini dirangkaikan dengan Pengumuman Swasembada Pangan, yang menandai capaian strategis sektor pertanian nasional sebagai hasil kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani di seluruh Indonesia.

“Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya, saya diundang panen raya dan pengumuman resmi bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,” kata Presiden Prabowo saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan panen di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, yang merupakan bagian dari sentra produksi nasional. Panen dilakukan menggunakan teknologi combine harvester yang memungkinkan proses panen dilakukan lebih cepat, menekan kehilangan hasil, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.

Selain itu, teknologi yang telah disebarluaskan dan diadopsi oleh petani juga terlihat dari varietas unggul padi Inpari 32. Benih padi yang dikembangkan Kementerian Pertanian ini memiliki potensi hasil 8,42 ton per hektare, sebuah teknologi pengungkit produksi padi nasional. Presiden Prabowo mendorong agar ke depan varietas unggul padi terus dikembangkan untuk menghasilkan produktivitas hingga 15 ton per hektare.

Baca juga: Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga Pupuk 20% Pertama Kali dalam Sejarah

Tidak hanya panen, Presiden Prabowo juga menyaksikan demo alat dan mesin pertanian (alsintan), di antaranya drone, dan pompa air, serta hilirisasi pertanian. Berbagai teknologi tersebut merupakan faktor pendorong peningkatan produksi untuk swasembada pangan berkelanjutan.

“Saya melihat produk hilirisasi pertanian luar biasa. Nanti dengan swasembada pangan di mana-mana, saya dijanjikan Pak Menteri Amran dan Wakil Menteri Pertanian didukung TNI/Polri, jagung pun dalam waktu dekat akan swasembada, pakab akan murah untuk seluruh peternak dan petani. Kita akan turunkan harga pakan. Sudah kita turunkan harga pupuk kalau bisa turunkan lagi harganya,” tegasnya.

Mentan Amran menyampaikan bahwa modernisasi pertanian menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Penguatan mekanisasi, penyediaan sarana produksi, serta pendampingan petani terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

“Kita harus mendorong pertanian kita berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknolog, produktivitas meningkat, indeks pertanaman naik, biaya produksi turun, dan kesejahteraan petani berdampak,” ucapnya.

Mentan Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun pertanian Indonesia yang modern, efisien, dan berdaya saing, sebagai fondasi kuat menjaga kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.(*)