18 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Gelar Sharing Session, Kementan Buka Strategi Publikasi Bereputasi dan Riset Strategis

TANIONDONESIA.COM, Yogyakarta — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) menggelar sharing session bertajuk “Strategi Publikasi Bereputasi dan Riset Strategis Kementerian Pertanian” Jumat (17/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh dosen serta pejabat fungsional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan memperkuat arah riset institusi.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi yang mampu mendukung pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjawab tantangan sektor pertanian.

R. Hermawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan kampus.

“Kami berharap melalui sharing session ini, para dosen semakin termotivasi untuk menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, turut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dosen dalam publikasi ilmiah menjadi bagian penting dalam memperkuat peran pendidikan vokasi pertanian.

“SDM pertanian yang unggul harus didukung oleh riset yang kuat dan publikasi bereputasi, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya sinergi antara riset dan kebijakan.

 

Baca Juga: Pompanisasi Sukses Tingkatkan Produktivitas Padi di Magelang

“Riset yang dihasilkan oleh institusi pendidikan harus mampu menjawab kebutuhan lapangan dan mendukung program strategis Kementerian Pertanian, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, narasumber utama Dr. Ir. Widodo memaparkan strategi publikasi di Jurnal AGRARIS yang telah terindeks Scopus. Ia menjelaskan pentingnya memahami ruang lingkup jurnal, menjaga kualitas metodologi penelitian, serta konsistensi dalam penulisan artikel ilmiah sesuai standar internasional.

Narasumber lainnya, Prof. Ir. Muhammad Arsyad, membahas critical points dalam publikasi bereputasi. Menurutnya, kualitas substansi penelitian, kebaruan (novelty), serta ketepatan dalam memilih jurnal menjadi faktor kunci untuk menembus jurnal internasional bereputasi.

Sementara itu, Abd. Haris Bahrun menyampaikan arah riset strategis nasional di lingkungan Kementerian Pertanian. Ia menegaskan bahwa penelitian di perguruan tinggi vokasi harus selaras dengan program strategis Kementan, terutama dalam mendukung ketahanan pangan, modernisasi pertanian, dan peningkatan kesejahteraan petani.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi aktif antara narasumber dan peserta. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih dalam terkait strategi publikasi dan arah riset yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian saat ini.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dosen dan pejabat fungsional Polbangtan Yoma semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah bereputasi, serta menghasilkan riset yang berdampak nyata bagi pembangunan pertanian nasional.(*)

Pompanisasi Sukses Tingkatkan Produktivitas Padi di Magelang

TANIONDONESIA.COM, Magelang – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Magelang atas keberhasilannya meningkatkan produktivitas padi melalui program pompanisasi.

“Luar biasa Bupati Magelang. Pompanisasi sudah berjalan, yang sebelumnya hanya panen sekali kini bisa menjadi tiga kali dalam setahun. Ini karena pompa air sudah terpasang,” ujar Mentan Amran saat kunjungan kerja di Desa Banyuurip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Kamis (16/4/2026).

Ia menyoroti inisiatif pemerintah daerah dalam memanfaatkan sumber air sungai yang berada di bawah lahan sawah. Melalui pompanisasi, lahan pertanian kini dapat terairi sepanjang tahun tanpa bergantung pada hujan.

“Kalau tidak ada pompa, air hujan akan langsung mengalir ke sungai dan kembali ke laut. Seharusnya air itu kita manfaatkan untuk produksi pangan,” tegasnya.

Mentan Amran berharap program pompanisasi dapat diperluas ke berbagai daerah di Indonesia yang mengalami kekeringan, sehingga frekuensi tanam bisa meningkat dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

“Kami telah menganggarkan Rp4–5 triliun untuk pompanisasi. Jika bisa menjangkau 1 juta hektare, maka potensi tambahan produksi mencapai 6 juta ton gabah,” jelasnya.

Ia optimistis strategi ini mampu meningkatkan produksi pertanian secara signifikan, sejalan dengan program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan rawa.

“Produksi bisa naik tajam hingga 13 persen melalui peningkatan luas tambah tanam,” tambahnya.

Menurutnya, konsep luas tambah tanam berarti lahan yang sama dimanfaatkan lebih intensif.

Baca Juga: Polbangtan Kementan dan UGM Sepakati Kolaborasi Strategis 3 Tahun, Fokus SDM dan Inovasi Pertanian

“Jika luas tanam bertambah 2 juta hektare dan setiap hektare menghasilkan 6 ton, maka akan ada tambahan 12 juta ton gabah atau sekitar 6 juta ton beras,” paparnya.

Program ini juga mendapat dukungan dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa keberhasilan pompanisasi tidak lepas dari peran aktif penyuluh pertanian dalam mendampingi petani di lapangan.

“Penyuluh menjadi kunci dalam memastikan program pompanisasi berjalan optimal. Mereka tidak hanya membantu dalam aspek teknis penggunaan pompa, tetapi juga mendorong petani untuk meningkatkan indeks pertanaman dan mengelola air secara efisien,” ujarnya.

Ia menambahkan, BPPSDMP akan terus memperkuat kapasitas penyuluh agar mampu menjawab tantangan di lapangan, khususnya di wilayah tadah hujan dan daerah yang rentan terhadap perubahan iklim.

“Dengan pendampingan yang intensif dan berkelanjutan, kami optimistis program pompanisasi dapat meningkatkan produktivitas secara signifikan dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sidodadi, Sarju, mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut.

“Sebelumnya kami hanya mengandalkan tadah hujan dan airnya tidak mencukupi. Sekarang, sekitar 18–20 hektare dari total 24 hektare lahan sudah bisa terairi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pompanisasi turut meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) padi di wilayahnya.

“Dulu hanya bisa tanam sekali, sekarang sudah bisa sampai tiga kali dalam setahun,” katanya.(*)

Polbangtan Kementan dan UGM Sepakati Kolaborasi Strategis 3 Tahun, Fokus SDM dan Inovasi Pertanian

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta – Kolaborasi antara dunia akademik dan vokasi kembali diperkuat. Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) bersama Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada resmi menandatangani Nota Kesepahaman Bersama di Yogyakarta, Jumat (17/4/2026).

Penandatanganan ini dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM, Jaka Widada, serta jajaran pimpinan Polbangtan Yoma, mulai dari Direktur hingga Wakil Direktur dan tim kerja sama.

Kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong kolaborasi yang lebih terarah dan aplikatif. Tidak sekadar formalitas, kedua institusi berkomitmen menindaklanjuti nota kesepahaman melalui program-program teknis yang konkret, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Jaka Widada dari UGM menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak inovasi pertanian.

“Kolaborasi ini tidak boleh berhenti pada seremoni. Harus ada implementasi nyata yang memberikan manfaat langsung, terutama bagi sektor pertanian dan masyarakat luas,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pendidikan akademik dan vokasi dalam menciptakan ekosistem yang saling melengkapi.

“Fakultas Pertanian UGM siap berkontribusi dalam penguatan SDM, riset terapan, serta pengembangan teknologi pertanian yang adaptif terhadap tantangan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menyebut kerja sama ini sebagai momentum penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pertanian.

Menurutnya, kolaborasi yang lebih spesifik akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga siap menghadapi kebutuhan dunia kerja dan berkontribusi nyata dalam pembangunan pertanian nasional.

Baca Juga: Jaring Talenta Unggul, Polbangtan Kementan Gelar Seleksi PMB Jalur Prestasi 2026

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat ekosistem pertanian berbasis ilmu pengetahuan dan keterampilan.

“Sinergi antara pendidikan vokasi dan akademik menjadi kunci dalam mencetak SDM pertanian yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan global. Kami mendorong kolaborasi seperti ini untuk terus diperluas dan diimplementasikan secara nyata di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian.

“Kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan model pembelajaran yang lebih aplikatif dan berbasis kebutuhan industri pertanian. Dengan demikian, lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menjadi pelaku utama pembangunan pertanian,” ungkapnya.

Ruang lingkup kerja sama mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta bidang lain yang disepakati bersama.

Setiap program lanjutan nantinya akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama turunan yang lebih teknis, sehingga arah implementasi menjadi semakin jelas dan terukur.

Nota Kesepahaman ini berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

Melalui penguatan kerja sama yang lebih spesifik ini, kedua institusi berharap dapat menghadirkan kolaborasi yang berkelanjutan, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor pertanian Indonesia.(*)

Jaring Talenta Unggul, Polbangtan Kementan Gelar Seleksi PMB Jalur Prestasi 2026

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) menggelar Tes Wawancara Jalur Prestasi dalam rangka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom.

Sebanyak 94 peserta yang telah lolos tahap administrasi mengikuti proses wawancara yang melibatkan panitia dan tim pewawancara. Tahapan ini bertujuan untuk mengklarifikasi capaian prestasi sekaligus menggali minat dan motivasi calon mahasiswa dalam memilih pendidikan di bidang pertanian dan peternakan.

Ketua Substansi Kelompok Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Demi Widi Kurniawati, selaku Ketua Panitia, menjelaskan bahwa jalur prestasi diharapkan mampu menjaring calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki prestasi nonakademik yang dapat mendukung kemajuan institusi.

“Melalui jalur ini, diharapkan terpilih mahasiswa dengan prestasi nonakademik di bidang olahraga, seni, keilmuan, organisasi, serta bakat dan minat lainnya. Prestasi dengan capaian lebih tinggi, seperti tingkat internasional, tentu menjadi nilai tambah,” ujarnya.

Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan dan Alumni, Abdul Hamid, menambahkan bahwa wawancara menjadi tahapan krusial dalam proses seleksi.

“Dari 94 peserta, akan disaring menjadi 33 orang atau sekitar 10 persen dari total kuota PMB 2026. Penilaian tidak hanya berdasarkan hasil wawancara, tetapi juga mempertimbangkan nilai rapor dan akreditasi sekolah asal,” jelasnya.

Direktur Polbangtan Yogyakarta–Magelang, R. Hermawan, menegaskan bahwa seleksi jalur prestasi merupakan strategi untuk mencetak generasi muda pertanian yang unggul dan berdaya saing.

Baca Juga: Seleksi Ketat Jalur Undangan, Polbangtan Kementan Wawancarai 268 Calon Mahasiswa

“Polbangtan Yoma berkomitmen menghadirkan SDM pertanian yang cerdas secara akademik, berkarakter, terampil, serta memiliki prestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa seleksi yang ketat dan objektif menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas lulusan pendidikan vokasi pertanian.

“Melalui proses seleksi yang terukur, diharapkan lahir lulusan yang siap terjun ke dunia kerja dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing,” tuturnya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, turut mengapresiasi pelaksanaan seleksi jalur prestasi tersebut sebagai langkah strategis dalam menjaring talenta terbaik bangsa.

“Kementerian Pertanian terus mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif, kreatif, dan berprestasi guna memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Peserta yang dinyatakan lulus tahap wawancara akan melanjutkan ke tahapan berikutnya, yakni tes kesehatan yang dijadwalkan berlangsung pada 20–23 April 2026 di RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Melalui rangkaian seleksi ini, Polbangtan Yoma menegaskan komitmennya dalam menjaring calon mahasiswa terbaik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kelebihan di bidang nonakademik sebagai bekal mendukung pembangunan sektor pertanian di masa depan.(*)

Drone Ambil Alih Penyemprotan! Mahasiswa Politeknik Enjinering Kementan Ikut Terjun di Lahan CSR

TANIINDONESIA.COM, Kapuas – Mahasiswa Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) mengikuti praktik penyemprotan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) menggunakan drone pertanian di Desa Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa dalam pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menyaksikan, tetapi juga terlibat langsung dalam proses penyemprotan lahan berbasis drone. Teknologi ini dinilai lebih efisien dan presisi dibandingkan metode konvensional, terutama dalam aplikasi pestisida dan pupuk cair.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya percepatan modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi. Menurutnya, transformasi dari sistem tradisional menuju pertanian berbasis teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan produktivitas nasional.

“Penggunaan teknologi seperti drone mampu menekan biaya operasional, mempercepat pekerjaan, serta meningkatkan efisiensi dan keselamatan kerja petani,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widi Arsanti, menambahkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mendukung pertanian modern dan berkelanjutan.

Baca Juga: Seleksi Hybrid Politeknik Enjinering dimulai, Kementan Fokus Cetak SDM Pertanian Berdaya Saing Global

“Pemanfaatan teknologi harus diiringi dengan peningkatan kompetensi petani dan generasi muda, termasuk mahasiswa vokasi,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, yang menegaskan bahwa pendidikan vokasi perlu selaras dengan perkembangan teknologi di sektor pertanian. Ia menyebut praktik penggunaan drone sebagai implementasi pembelajaran berbasis teaching factory.

Direktur PEPI, Harmanto, mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lapangan merupakan bagian penting dalam membentuk kompetensi teknis dan kesiapan kerja lulusan.

“Penggunaan drone pertanian diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi pengelolaan lahan,” ujarnya.

Program CSR ini juga bertujuan mendorong transfer teknologi kepada masyarakat dan generasi muda pertanian. Mahasiswa yang terlibat mengaku antusias karena memperoleh pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Kapuas serta memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan praktik lapangan.(*)

Seleksi Ketat Jalur Undangan, Polbangtan Kementan Wawancarai 268 Calon Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM, Magelang — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang melaksanakan tahapan wawancara bagi 268 calon mahasiswa baru jalur undangan yang berasal dari SMK pertanian dan anak petani berprestasi.

Wawancara dilakukan secara daring dari dua lokasi, yakni kampus Kusumanegara Yogyakarta dan kampus Tegalrejo Magelang, pada 7–9 April 2026.

Dari total sekitar 600 pendaftar, sebanyak 282 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi. Selanjutnya, 280 peserta mengikuti psikotes secara daring, dan 272 orang memilih jadwal wawancara. Dari jumlah tersebut, 268 peserta tercatat mengikuti proses wawancara.

Tahapan wawancara ini menjadi bagian penting dalam seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk memastikan calon mahasiswa memiliki minat, komitmen, dan potensi di sektor pertanian.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong regenerasi petani.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut regenerasi petani sebagai kebutuhan mendesak bagi masa depan pertanian Indonesia.

“Polbangtan dan PEPI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi ke lapangan,” ujarnya.

Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Jalur Undangan PMB Polbangtan YOMA Digelar di RSPAU Hardjolukito

Sementara itu, Wakil Direktur III Polbangtan Yoma, Abu Zaenal Zakariya, menegaskan bahwa proses wawancara digunakan untuk menggali lebih dalam potensi peserta, mulai dari minat, bakat, hingga komitmen mereka terhadap sektor pertanian.

“Wawancara ini penting untuk memastikan calon mahasiswa memiliki kesungguhan dalam mengembangkan pertanian serta mendukung program swasembada pangan,” katanya.

Ia menambahkan, pendidikan di Polbangtan Yoma tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, integritas, dan kejujuran.

Polbangtan Yoma menargetkan lulusan yang mampu menjadi petani modern dan inovatif, serta berkontribusi dalam peningkatan produksi di berbagai subsektor, seperti tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan.

“Dengan bekal pengetahuan dan karakter yang kuat, lulusan diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menciptakan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.(*)

Pemeriksaan Kesehatan Jalur Undangan PMB Polbangtan YOMA Digelar di RSPAU Hardjolukito

TANIINDONESIA.COM, Bantul– Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan bagi calon mahasiswa Jalur Undangan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) telah dilaksanakan pada tanggal 13–15 April 2026 di RSPAU Hardjolukito. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan calon mahasiswa yang diterima memiliki kondisi kesehatan jasmani dan rohani yang baik sebagai syarat utama dalam mengikuti pendidikan vokasi di bidang pertanian.

Sebanyak 144 peserta dijadwalkan mengikuti pemeriksaan kesehatan, namun yang hadir tercatat sebanyak 129 orang, sementara 15 peserta tidak hadir. Secara umum, ketidakhadiran peserta disebabkan karena bersamaan dengan pelaksanaan ujian akhir sekolah di masing-masing daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur RSPAU Hardjolukito Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S, Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan, Wakil Direktur III, Kepala Kelompok Substansi Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (Kelsi AAKA), panitia PMB Polbangtan, serta orang tua calon mahasiswa yang turut mengantar peserta.

Dalam keterangannya, Direktur RSPAU Hardjolukito Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S menyampaikan komitmennya dalam mendukung proses seleksi kesehatan calon mahasiswa. “Kami memastikan seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan dilaksanakan secara profesional dan sesuai standar medis, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar yang akurat dalam menentukan kelayakan peserta,” ujarnya.

Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan juga menegaskan pentingnya tahapan ini dalam proses seleksi mahasiswa baru. “Pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan calon mahasiswa siap mengikuti pendidikan vokasi yang menuntut kesiapan fisik dan mental. Selain itu, peserta tes kesehatan berikutnya dari jalur umum seluruhnya akan melaksanakan pemeriksaan di RSPAU Hardjolukito,” ungkapnya.

Baca Juga: Tanam Serempak Digelar, Kementan Percepat Optimalisasi Lahan CSR

Adapun jenis pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi beberapa aspek utama, yaitu:

**1. Fisik Diagnostik**, meliputi pemeriksaan tinggi dan berat badan, tensi atau nadi, gigi dan mulut, THT, bedah, kulit, penyakit dalam, mata (termasuk buta warna), paru atau thorax, serta neurologi atau saraf.

**2. Laboratorium**, meliputi pemeriksaan darah rutin, urine rutin, narkoba (5–7 parameter), fungsi hati (SGOT/SGPT), fungsi ginjal (ureum dan kreatinin), HBsAg, gula darah sewaktu (GDS), EKG atau rekam jantung, serta pemeriksaan kehamilan bagi peserta perempuan.

**3. Rohani/Jasmani**, meliputi tes kejiwaan menggunakan MMPI-2 Dewasa yang dilanjutkan dengan wawancara kejiwaan, serta tes kebugaran.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh oleh tim medis profesional guna memastikan setiap calon mahasiswa memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan. Hal ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi, mengingat tuntutan fisik dan mental dalam pendidikan serta praktik di bidang pertanian yang cukup tinggi.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya menyiapkan SDM pertanian yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat dan tangguh. “Pembangunan pertanian membutuhkan generasi muda yang kuat secara fisik dan mental. Oleh karena itu, proses seleksi seperti pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas SDM pertanian ke depan,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa kualitas lulusan Polbangtan sangat ditentukan sejak proses seleksi awal. “Kami berkomitmen mencetak SDM pertanian yang profesional, berdaya saing, dan siap terjun langsung ke lapangan. Kesehatan menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan pendidikan vokasi pertanian,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Polbangtan Yoma dapat memperoleh calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat dan siap menjalani proses pendidikan serta berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian ke depan.(*)

BRI BO Gatot Subroto Salurkan Jumat Berkah ke Panti Asuhan Yatim & Dhuafa Mizan Amanah

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama, BRI Branch Office (BO) Gatot Subroto menggelar kegiatan “Jumat Berkah” dengan membagikan makanan kepada masyarakat sekitar wilayah Kantor BRI BO Gatot Subroto.

Kali ini BRI BO Gatot Subroto menyalurkan 100 nasi boks program Jumat Berkah ke Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Mizan Amanah Pejompongan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial rutin yang dilaksanakan oleh BRI BO Gatot Subroto sebagai bentuk kepedulian, sekaligus mempererat hubungan antara BRI BO Gatot Subroto dengan masyarakat sekitar.

Dalam pelaksanaannya, para Pekerja BRI BO Gatot Subroto turut terlibat langsung dalam proses pembagian makanan kepada penghuni panti. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian BRI terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

“Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di antara insan BRILian,” ujar Branch Office Head (BOH) BRI BO Gatot Subroto, Pamadi Purno Widodo

Pamadi menambahkan, suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Penghuni Panti Asuhan penerima bantuan pun menyampaikan apresiasi positif atas perhatian yang diberikan oleh BRI BO Gatot Subroto.

Melalui kegiatan semacam ini, BRI terus menunjukkan komitmennya untuk hadir memberikan makna bagi negeri, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui aksi nyata dalam membantu masyarakat dan memperkuat solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

"Semoga dengan adanya Program Jumat Berkah ini bisa memberikan manfaat bagi penerima," tutupnya.(*)

Tanam Serempak Digelar, Kementan Percepat Optimalisasi Lahan CSR

TANIINDONESIA.COM, Kalimantan Selatan – Kementerian Pertanian telah melaksanakan Gerakan Tanam Serempak di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dipusatkan di Desa Panyipatan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang mewakili Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, didampingi Sekretaris Badan, Zuroqi Mubarok, serta Wakil Bupati Tanah Laut, H. Muhammad Zazuli, dan dilaksanakan serentak di 17 provinsi sebagai bagian dari percepatan tanam nasional.

Gerakan ini merupakan langkah konkret Kementerian Pertanian dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan cetak sawah rakyat guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung tercapainya swasembada padi berkelanjutan. Selain itu, percepatan tanam juga menjadi strategi antisipasi terhadap dampak iklim, termasuk potensi El Nino, yang dapat memengaruhi produksi pangan.

Pada pelaksanaan hari ini, realisasi tanam mencapai sekitar 10.873.87 hektare dari target 10.000 hektare yang telah ditetapkan dan tersebar di berbagai wilayah pengembangan CSR.

Secara keseluruhan, program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025 dilaksanakan di 20 provinsi sebagai bagian dari upaya perluasan lahan produktif guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung swasembada padi berkelanjutan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pelaksanaan tanam serempak ini menjadi langkah konkret dalam menjaga momentum produksi nasional di tengah tantangan iklim.

“Kita pastikan tanam berjalan serentak di berbagai wilayah. Ini langkah nyata untuk menjaga produksi tetap stabil dan memastikan kebutuhan pangan nasional aman,” tegasnya.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), pemerintah daerah, hingga penyuluh pertanian dan petani di seluruh lokasi pelaksanaan.

Baca Juga: Seleksi Kesehatan Calon Mahasiswa 2026, Polbangtan Kementan Gandeng RSPAU Hardjolukito

Turut hadir gubernur, bupati/wali kota, serta jajaran dinas pertanian setempat sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan tanam di wilayahnya.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pengawalan di lapangan menjadi faktor kunci dalam memastikan keberhasilan tanam serempak.

“Target kita bukan hanya membuka lahan, tetapi memastikan lahan tersebut benar-benar tertanami. Dari total sekitar 54 ribu hektare lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang sudah terolah bersama pemerintah daerah, seluruhnya harus segera ditanami agar dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produksi pangan nasional. Percepatan tanam harus terus dijaga dan tidak berhenti di hari ini, dengan capaian minimal 1.000 hektare per hari agar kita tidak kehilangan momentum, sehingga dalam waktu dekat seluruh lahan CSR dapat tertanam. Kunci di lapangan adalah pengawalan penyuluh dan kesiapan petani untuk langsung menanam tanpa menunggu kondisi sempurna, sementara kendala teknis diselesaikan secara paralel,” ujarnya.

Gerakan tanam serempak ini juga menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian dan regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda, khususnya Brigade Pangan, dalam proses tanam.

Berikut sebaran realisasi tanam di lokasi CSR pada pelaksanaan hari ini:
* Kalimantan Tengah: 4.105.63 ha
* Sumatera Selatan: 2.062.72 ha
* Kalimantan Selatan: 2.197.60 ha
* Papua Selatan: 816 ha
* Bengkulu: 10 ha
* Sulawesi Selatan: 112.5 ha
* Sulawesi Tenggara: 343,25 ha
* Sulawesi Tengah: 457.33 ha
* Kalimantan Barat: 379.59 ha
* Riau: 51 ha
* Jambi: 52.50 ha
* Kalimantan Timur: 97 ha
* Kalimantan Utara : 35.00
* Papua: 5 ha
* Nusa Tenggara Timur: 72 ha
* Sulawesi Barat: 13 ha
* Gorontalo: 63.75 ha

Melalui pelaksanaan tanam serempak ini, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya dalam mempercepat pemanfaatan lahan produktif baru, meningkatkan produksi nasional, serta menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.(*)

Seleksi Hybrid Politeknik Enjinering dimulai, Kementan Fokus Cetak SDM Pertanian Berdaya Saing Global

TANIINDONESIA.COM, Tanggerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) melaksanakan tes wawancara bagi calon mahasiswa baru gelombang pertama jalur undangan pada Selasa–Rabu, 8–9 April 2026. Sebanyak 109 peserta mengikuti tahapan ini setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, didominasi anak petani dan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) binaan. Hal ini mencerminkan komitmen Kementerian Pertanian dalam mendorong regenerasi petani melalui jalur pendidikan vokasi.

Tes wawancara menjadi tahap krusial dalam proses seleksi. Selain menilai aspek akademik, panitia juga menggali motivasi, komitmen, kompetensi, serta kesiapan fisik dan mental peserta untuk menempuh pendidikan di bidang pertanian. Seleksi dilakukan secara hybrid, yakni melalui tatap muka langsung dan daring menggunakan Zoom, dengan tetap menjunjung tinggi prinsip transparansi dan objektivitas.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan PEPI memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul dan berdaya saing global.

“Polbangtan dan PEPI adalah masa depan pertanian Indonesia. Dari sinilah akan lahir generasi petani modern yang mampu bersaing dengan negara lain,” tegas Amran.

Baca Juga: Politeknik Enjiniring Kementan Perkuat Kompetensi Mahasiswa melalui Pelatihan Drone Pertanian

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widhi Arsanti, menekankan pentingnya pendidikan vokasi sebagai solusi dalam menjawab kebutuhan SDM pertanian yang kompeten.

“Pendidikan vokasi tidak hanya membekali kemampuan intelektual, tetapi juga membentuk karakter. Karakter yang kuat akan melahirkan individu yang tangguh dan adaptif terhadap tantangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menambahkan bahwa proses seleksi juga menitikberatkan pada aspek integritas, kedisiplinan, dan semangat juang peserta.

“Seleksi ini tidak hanya mengukur kecerdasan, tetapi juga karakter, komitmen, serta kesiapan fisik calon mahasiswa,” jelasnya.

Direktur PEPI, Harmanto, menyampaikan bahwa tahapan wawancara dan tes fisik merupakan bagian penting untuk memastikan peserta memiliki minat dan dedikasi tinggi di sektor pertanian.

“Melalui seleksi yang ketat, kami ingin menjaring kandidat terbaik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kesiapan menghadapi tantangan pertanian modern,” katanya.

Melalui rangkaian seleksi ini, PEPI menegaskan komitmennya dalam mencetak SDM pertanian unggul yang mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian nasional. Dukungan penuh Kementerian Pertanian diharapkan dapat melahirkan inovator muda yang siap membawa pertanian Indonesia menuju kemajuan dan kemandirian.(*)