17 Februari 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

BRI BO Tambun Bagikan 5.000 Paket Sembako Program TJSL

TANIINDONESIA.COM, Bekasi - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Tambun melakukan gait sosial dengan membagikan 5.000 paket sembako kepada warga Kabupaten Bekasi. Ini menjadi komitmen dalam membantu masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL).

Kegiatan ini melibatkan jajaran pekerja BRI BO Tambun, termasuk Pemimpin Cabang, Supervisor Penunjang Operasional (SPO), Petugas Penunjang Operasional (PPO), serta Tim Mikro BRI. Pembagian dilakukan di wilayah Kabupaten Bekasi dengan sasaran masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Pemimpin Cabang BRI BO Tambun, Levo Dharata Pratama menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial BRI terhadap kondisi ekonomi masyarakat di sekitar wilayah kerja mereka.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Bekasi dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Program TJSL ini, BRI BO Tambun berupaya memperkuat perannya sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.

BRI BO Tambun berkomitmen untuk terus melanjutkan program TJSL serupa kedepannya sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi.

"BRI BO Tambun akan selalu memenuhi kebutuhan nasabah serta masyarakat sekitar yang membutuhkan," tutupnya.(*)

BRI Lebak Bulus Kenalkan Dunia Perbankan Sejak Dini

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Lebak Bulus gencar memperkenalkan dunia perbankan dengan segala keunggulannya.

Salah satu bentuk nyata berupa edukasi transaksi perbankan ke siswa sekolah dasar (SD).

Kali ini BRI Lebak Bulus menerima kunjungan siswa SD Al Azkar Islamic School Jakarta. Seluruh siswa diedukasi soal produk perbankan yang ada di BRI.

"Kami memperkenalkan dunia perbankan kepada siswa SD karena salah satunya untuk mengedukasi menabung sejak kecil," ujar Pimpinan Cabang BRI Lebak Bulus, Edy Siswanto.

Edy menjelaskan, adapun edukasi yang diberikan oleh BRI Lebak Bulus kepada siswa SD Al Azkar Islamic School Jakarta yaitu mengenai transaksi perbankan mulai di teller sampai ke customer service (cs).

"Disini anak-anak diperlihatkan transaksi apa saja yang bisa dilakukan di teller dan juga cs," tegasnya.

Tak hanya itu, BRI Lebak Bulus juga memperkenalkan mesin e-channel BRI yang digunakan dalam transaksi perbankan.

Disini yang disebut dengan mesin e-channel BRI yaitu perangkat perbankan elektronik seperti EDC, ATM, dan CRM yang digunakan untuk transaksi tunai maupun non-tunai.

"Semoga dengan adanya aktivitas seperti ini diharapkan anak-anak sejak dini sudah paham manfaat dari transaksi di bank, salah satunya yaitu menabung," tutupnya.(*)

Sidang Hibah Pariwisata, Harda Pernah Tolak Perintah Sri Purnomo Cairkan Dana Sebelum Pencoblosan

TANIINDONESIA.COM, YOGYAKARTA - Pengadilan Negeri Yogyakarta kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata dengan terdakwa mantan Bupati Sleman, Sri Purnomo, Jumat (23/1/2026). Kali ini saksi yang dihadirkan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman Harda Kiswaya yang sekarang menjabat sebagai Bupati Sleman.

Sidang perkara ini dipimpin oleh ketua majelis Melinda Aritonang. Kemudian hakim anggota Gabriel Siallagan, dan Elias Hamonangan.

Dalam persidangan, hakim anggota Gabriel Siallagan mengajukan pertanyaan kepada Harda terkait penyusunan regulasi berupa Peraturan Bupati (Perbup) terkait ketentuan hibah pariwisata Kabupaten Sleman. Hakim menyoroti muatan dalam Pasal 6 Ayat 3 Peraturan Bupati (Perbup) Sleman Nomor 49 Tahun 2020 yang diduga menjadi pintu masuk proposal titipan bagi kelompok masyarakat (pokmas) tertentu untuk menerima dana hibah pariwisata.

Harda menegaskan, terkait Perbup kewenangan sepenuhnya ada di tangan kepala daerah atau Bupati. Fungsi Sekretariat Daerah hanya sebatas adminitrasi.

"Untuk perbub wewenang sepenuhnya berada di tangan bupati selaku kepala daerah. Selama ini Setda hanya menjalankan proses administrasinya," ujar Harda.

Hakim meminta kepada Harda untuk menceritakan kronologi penyusunan Perbup Sleman Nomor 49 Tahun 2020 yang memunculkan substantif bahwa pokmas bisa menerima dana hibah pariwisata.

Pasalnya, berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor KM/704/PL.07.02/M-K/2020 tanggal 9 Oktober 2020, sudah tercantum bahwa 30 persen dana hibah pariwisata dapat dipergunakan untuk penangganan sektor pariwisata termasuk implementasi PHSE serta revitalisasi sarana kebersihan, keindahan, dan keamanan.

Namun, substansi dalam Pasal 6 Ayat 3 Perbup Sleman justru memunculkan ketentuan yang tidak tercantum dalam petunjuk teknis kementerian.

"Biasanya, bagian hukum yang merumuskan formulasi regulasi untuk dilaporkan ke pimpinan. Terkait apa saja isinya Perbup, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan bupati selaku kepala daerah," ungkapnya.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mempertanyakan terkait Surat Edaran (SE) Sekretariat Daerah kepada para lurah membahas adanya dana hibah pariwisata padahal Perbup belum diterbitkan.

Sekali lagi Harda menyampaikan dirinya hanya menjalankan fungsinya sebagai sekda sebagai bentuk sosialisasi sebelum program dijalankan. Atas beredarnya SE tersebut perintah Bupati.

Harda menjelaskan SE tersebut disodorkan bawahannya. Ia pun berdalih telah mengingatkan agar pelaksanaan sesuai prosedur.

“Mengingatkan harus sesuai dengan prosedur perundang-undangan yang berlaku. Saya pun menanyakan apakah surat edaran ini arahan Pak Bupati? Dia menjawab iya,” ungkapnya.

"Sehingga saya sebagai bawahannya melaksanakan perintah pimpinan," sambungnya.

Kemudian hakim menanyakan kepada saksi benar tidaknya pernah ada perintah khusus dari terdakwa terkait dana hibah pariwisata ini peruntukannya terkait Pilkada.

"Terkait perintah peruntukannya terkait Pilkada tidak ada. Namun perintahnya agar dana harus dicairkan sebelum pencoblosan. Dan saya menolaknya dengan jawaban 'ampun pak, nanti gaduh'," tutur Harda.

Hakim pun mempertanyakan kembali kenapa bila pencairan dana sebelum pencoblosan bakal menimbulkan kegaduhan?

Harda Kiswaya mengungkapkan karena saat itu Kustini Sri Purnomo yang merupakan istri Bupati sedang mecalonkan diri sebagai calon bupati.

"Karena Ibu Kustini saat itu 'njago' (menyalonkan diri sebagai calon bupati) yang mulia. Ibu Kustini adalah istri beliau. Saya takut dipermasalahkan," ucap Harda.

Kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata Sleman sendiri bermula dari kebijakan penyaluran bantuan pada 2020, yang kemudian diselidiki Kejaksaan Negeri Sleman sejak 2023. Perkara ini kini telah memasuki tahap pembuktian setelah majelis hakim menolak eksepsi terdakwa.

Sri Purnomo didakwa menyalahgunakan kewenangan dalam pengelolaan dana hibah pariwisata yang berpotensi merugikan keuangan negara atau daerah.(*)

BRI BO Bekasi HI Berbagi Makanan Jumat Berkah

TANIINDONESIA.COM, BEKASI - Sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama, BRI Branch Office (BO) Bekasi Harapan Indah (HI) menggelar kegiatan “Jumat Berkah” dengan membagikan makanan kepada masyarakat sekitar yang kurang mampu di lingkungan wilayah Kantor BRI Bekasi HI.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial rutin yang dilaksanakan oleh BRI BO Bekasi HI sebagai bentuk kepedulian, sekaligus mempererat hubungan antara BRI BO Bekasi HI dengan masyarakat sekitar.

Dalam pelaksanaannya, para Pekerja BRI BO Bekasi HI turut terlibat langsung dalam proses pembagian makanan kepada warga kurang mampu, pedagang kecil, serta pekerja informal hingga lansia di sekitar kantor. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian BRI terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

“Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di antara insan BRILiaN,” ujar Pimpinan BRI BO Bekasi HI, Yan Abdillah.

Yan menambahkan, suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Warga penerima bantuan pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BRI BO Bekasi HI.

Melalui kegiatan semacam ini, BRI terus menunjukkan komitmennya untuk hadir memberikan makna bagi negeri, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui aksi nyata dalam membantu masyarakat dan memperkuat solidaritas sosial di lingkungan sekitar. Terlebih saat ini juga banyak masyarakat terdampak banjir, oleh karena itu BRI BO Bekasi HI akan berupaya hadir di masyarakat untuk meringankan beban.

"Semoga dengan adanya Program Jumat Berkah ini bisa bermanfaat bagi orang banyak," tutupnya.(*)

BRI KC Mabes TNI Cilangkap Gencarkan Penggunaan EDC ke Merchant

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - BRI KC Mabes TNI Cilangkap terus gencarkan penggunaan mesin EDC ke merchant.

Adapun kegiatan ini bertujuan untuk pengenalan serta penetrasi penggunaan mesin EDC BRI oleh Merchant kepada customer /nasabah.

Sekaligus juga kunjungan untuk bagaimana memaksimalkan penggunaan Mesin EDC tersebut.

Pimpinan BRI KC Mabes TNI Cilangkap, Pranathan Triatmojo mengatakan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan merchant bisa semakin memahami tentang penggunaan mesin EDC BRI. Dan para pengguna atau nasabah bisa menikmati kemudahan serta keuntungan dari beragam promo dari BRI.

"Dengan adanya penggunaan mesin EDC BRI ini tentunya bisa memudahkan dan menguntungkan nasabah yaitu merchant ataupun konsumen," tegasnya.

Seperti kita ketahui, BRI banyak memiliki produk dan program unggulan. Tak hanya penggunaan mesin EDC BRI, ada juga aplikasi BRImo yang tentunya sangat memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan dalam satu genggaman.

"Nasabah atau konsumen BRI bisa menikmati beragam program dan produk unggulan kami," tutupnya.(*)

BRI Kanca Menara BRILiaN dan RS Mitra Keluarga Gelar Layanan Kesehatan bagi Insan BRILiaN

TANIINDONESIA.COM, Jakarta – Sebagai wujud kepedulian terhadap kesejahteraan dan kesehatan para karyawannya, BRI Kantor Cabang (Kanca) Menara BRILiaN menjalin sinergi strategis dengan RS Mitra Keluarga dalam mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan edukasi medis di lingkungan kantor. Kegiatan yang berlangsung hangat ini diikuti antusias oleh para Insan BRILiaN.

Dalam agenda tersebut, para karyawan mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan rutin, seperti pengecekan tekanan darah dan kadar gula darah, guna memastikan kondisi fisik tetap prima dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Pimpinan Kanca BRI Menara BRILiaN, Marco Arief Pramudita menjelaskan, disini dilakukan pemeriksaan Kesehatan Berkala, Memberikan fasilitas pengecekan medis dasar di area kerja untuk deteksi dini risiko penyakit.

Marco menambahkan, kolaborasi ini memperkuat hubungan antara sektor perbankan dan kesehatan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat (healthy workplace).

"Dengan kondisi kesehatan yang terpantau, diharapkan Insan BRILiaN dapat bekerja lebih optimal dan penuh semangat," tegasnya.

Melalui kerja sama ini, BRI Kanca Menara BRILiaN membuktikan bahwa aspek Human Capital bukan sekadar tentang performa kerja, melainkan juga tentang menjamin kualitas hidup dan kesehatan setiap individu di dalamnya.(*)

BRI Bogor Dewi Sartika Kembali Salurkan TJSL di Beberapa Titik

TANIINDONESIA.COM, BOGOR - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bogor Dewi Sartika kembali menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) ke beberapa titik wilayah.

Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian berupa corporate social responsibility (CSR) BRI Cabang Bogor Dewi Sartika kepada lingkungan sekitar yang membutuhkan.

Pimpinan Cabang BRI Bogor Dewi Sartika, Fahmi Hidayat menjelaskan, bantuan TJSL kali ini berupa seperangkat peralatan sound sistem portable di lingkungan yang membutuhkan.

Untuk penyalurannya dilakukan tersebar, ada di Yayasan Mitrosul Iman. Kemudian ada di Yayasan Raahman Annury. Lalu ada juga di Yayasan Al Fathoniyah SMK Inovatif.

"BRI Bogor Dewi Sartika selalu berupaya semaksimal mungkin berpartisipasi dalam membantu lingkungan sekitar yang membutuhkan," tegasnya.

Ketua Yayasan Mitrosul Iman, Deden Arif Dinul Hakiki menambahkan, pihaknya sangat berterimakasih atas bantuan dari BRI BO Bogor Dewi Sartika. Pasalnya ini memang dibutuhkan untuk kegiatan di lingkungan Yayasan Mitrosul Iman.(*)

BRI BO Warung Buncit – Poltekpin Tanda Tangani Kerjasama

TANIINDONESIA.COM, Jakarta - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Warung Buncit menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltekpin).

Adapun kerjasama yang dilakukan berupa pembayaran payrol pegawai di lingkungan Poltekpin.

Penandatanganan PKS payrol gaji dilaksanakan di Kampus Poltekpin, Tangerang pada 7 Januari 2026.

Proses penandatanganan PKS payrol ini dilakukan oleh BO Head BRI Warung Buncit, Ahmad Sudiyana Suwandi dan Direktur Poltekpin, Odi Jarodi.

BO Head BRI Warung Buncit, Ahmad Sudiyana Suwandi menjelaskan, penandatangan PKS payrol ini merupakan bentuk nyata kerjasama berupa pemberian layanan perbankan dari BRI Warung Buncit ke pegawai di lingkungan Kampus Poltekpin.

"Tentunya kami akan memberikan pelayanan perbankan terbaik untuk seluruh pegawai disini sebagai nasabah," ungkapnya.

Direktur Poltekpin, Odi Jarodi menambahkan, dengan adanya kerjasama payrol dengan BRI Warung Buncit diharapkan bisa melayani kebutuhan perbankan dari seluruh pegawai Kampus Poltekpin.

"Besar harapan kami ke depan akan semakin mudah dalam melakukan transaksi perbankan dan juga dapat menikmati program unggulan BRI," tutup Odi.(*)

BRI KC Depok Salurkan TJSL Berupa Ambulance Untuk Yayasan Insan Peduli Sejahterah

TANIINDONESIA.COM, Depok - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (KC) Depok menyalurkan bantuan program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) berupa Ambulance ke Yayasan Insan Peduli Sejahterah yang berlokasi di Kelurahan/Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok.

Bantuan TJSL BRI berupa Ambulance ini diserahkan di halaman KC BRI Depok yang berada di Jalan Margonda Raya no.33, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok (5/1/2026).

Pemimpin BRI KC Depok, Aris Abdillah menjelaskan, bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) BRI yang mana memang diperuntukkan bagi lingkungan yang membutuhkan.

Aris menambahkan, penyerahan bantuan program TJSL BRI diberikan kepada Ketua Yayasan Insan Peduli Sejahterah, Rosanah.

"Semoga apa yang diberikan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin," terangnya.

Pemberian bantuan TJSL BRI ini menyesuaikan dengan kebutuhan dari masyarakat sekitar.

Tak hanya berupa ambulance, program TJSL BRI juga memiliki beberapa bentuk lain dari berbagai bidang seperti sosial, keagamaan, pendidikan dan lainnya.

"Kami siap berkontribusi ke masyarakat, ini merupakan salah satu bentuk apresiasi BRI terhadap lingkungan," tegasnya.

Ketua Yayasan Indah Peduli Sejahterah, Rosanah memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BRI KC Depok atas bantuan Ambulance ini. Tentunya apa yang diberikan akan dimanfaatkan sebaik mungkin di lingkungan Yayasan Insan Peduli Sejahterah.

"Bantuan yang diberikan ini sangat bermanfaat, sekali lagi terimakasih BRI KC Depok," tutup Rosanah.(*)

Bukti Sukses Bisnis Pertanian, Petani Sukoharjo Berhasil Raup Untung

TANIINDONESIA.COM, SUKOHARJO. Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan apresiasi kepada Koperasi Konsumen Krida Muda Agro Sukoharjo atas keberhasilannya menjalankan bisnis jasa alat mesin pertanian (alsintan).

Dari usaha sewa alsintan, koperasi yang berdiri di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah ini berhasil mendapatkan keuntungan 15 juta sepanjang tahun 2025.

Koperasi yang terbilang masih muda ini membuktikan bahwa jasa alsintan bisa memberikan keuntungan yang jelas. Sebab, petani saat ini membutuhkan alsintan untuk mengurangi biaya produksi.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut teknologi tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga meningkatkan indeks pertanaman serta hasil panen nasional. Sehingga, mampu menguatkan ketahanan pangan Indonesia di masa depan.

"Kita gunakan semua teknologi. Dan ke depan kami yakin biaya produksi turun," tegasnya.

Ia mengatakan efisiensi yang dihasilkan sangat signifikan, di mana dahulu satu hektare sawah memerlukan 25 pekerja, kini 25 hektare bisa ditanam hanya dalam satu hari dengan bantuan drone pertanian.

Ditambahkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, selain soal alsintan, pertanian modern juga menggunakan varietas unggul yang dikelola manajemen kelompok tani agar dapat bekerja secara bersama-sama.

Baca juga: Jelang Nataru, Mentan Amran Pastikan Jaga Distribusi dan Stok Pangan

“Mereka punya struktur, mereka punya pembagian tugas, dan semua yang bertugas di dalam kelompok harus optimal melakukan fungsinya masing-masing, baik di sektor produksi, alsintan, pengelolaannya, kemudian pemasaran dan juga administrasi dan keuangan,” katanya.

Hadir pada Rapat Anggota Tahunan Rabu (21/1/2026), Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), R. Hermawan menyebut koperasi memiliki posisi strategis dalam mengakselerasi program prioritas Kementerian Pertanian.

“Koperasi pertanian yang dikelola secara profesional dan berbasis teknologi akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.” ucapnya.

Ia mengapresiasi Koperasi Konsumen Krida Muda Agro Sukoharjo yang bergerak cepat dan berpenghasilan 122 juta rupiah dalam 1 tahun pendiriannya.

“Saya melihat, baru ini koperasi pertanian modern yang sudah menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan. Dan telah berkolaborasi dengan berbagai stakeholder , bahkan dari kabupaten lain. Hebat sekali!” katanya.

Ia menegaskan Polbangtan Yoma selalu siap mendampingi dan bersinergi dengan koperasi sebagai bagian dari penguatan SDM dan kelembagaan pertanian.

Karjono, Ketua Koperasi Konsumen Krida Muda Agro Sukoharjo mengatakan keberhasilan ini adalah bentuk komitmen seluruh pengurus dan anggota dalam memperkuat peran koperasi sebagai lembaga ekonomi petani yang modern, profesional, dan berkelanjutan.

“Koperasi harus menjadi tulang punggung modernisasi pertanian. Melalui peningkatan pelayanan alsintan, penguatan kapasitas pengurus dan operator, serta pengembangan unit usaha dan jejaring pemasaran, kami ingin koperasi hadir secara nyata dalam meningkatkan Indeks Tanam dan kesejahteraan petani,” papar Karjono.(*)