22 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Kebersamaan DWP Politeknik Enjiniring Kementan Memeriahkan Semarak Ramadhan

TANIINDONESIA.COM, Jakarta – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Politeknik Enjiniring Kementerian Pertanian turut berpartisipasi dalam kegiatan Semarak Ramadhan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Auditorium F Kementan pada Selasa, (03/02/2026).

Partisipasi DWP Politeknik Enjiniring Kementan ini merupakan bentuk dukungan dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarunit kerja di lingkungan Kementerian Pertanian. Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan, diikuti oleh berbagai perwakilan satuan kerja dan lembaga pendidikan lingkup Kementan.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa momentum Ramadhan harus menjadi penguat nilai integritas, kebersamaan, dan semangat melayani. Ia menekankan pentingnya menjaga solidaritas antarpegawai serta meningkatkan kinerja dan dedikasi dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional.

Beliau juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Pertanian untuk menjadikan bulan suci sebagai sarana introspeksi diri dan memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Ramadhan adalah momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan etos kerja demi kemajuan pertanian Indonesia,” ujarnya.

Senada dengan arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti juga menyampaikan bahwa kegiatan Semarak Ramadhan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat karakter dan kebersamaan seluruh insan pertanian.

Ia menekankan pentingnya peran perempuan, khususnya anggota DWP, dalam mendukung tugas dan fungsi organisasi melalui penguatan nilai moral, etika, serta kepedulian sosial. Menurutnya, semangat Ramadhan harus tercermin dalam peningkatan kualitas diri, solidaritas, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia pertanian yang unggul dan berdaya saing.

Baca Juga: Buka Penerimaan Mahasiswa Baru, Politeknik Enjinering Pertanian Siap Cetak SDM Kompeten Berdaya Saing

“Momentum Ramadhan ini hendaknya menjadi penguat semangat untuk terus berkarya, menjaga kekompakan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan sektor pertanian,” ujarnya.
Direktur PEPI Harmanto juga mengapresiasi atas partisipasi aktif DWP PEPI dalam kegiatan Semarak Ramadhan. Ia menegaskan bahwa momentum Ramadhan hendaknya menjadi sarana memperkuat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkokoh sinergi antarpegawai di lingkungan kampus dan Kementerian Pertanian.

Melalui partisipasi ini, DWP PEPI berharap dapat terus berkontribusi dalam kegiatan positif yang membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kolaborasi di lingkungan Kementerian Pertanian.

Salah satu agenda yang paling menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah fashion show busana muslimah. Dari DWP PEPI, Ibu Andi dan Ibu Andriwan turut berpartisipasi sebagai perwakilan dalam ajang tersebut. Keduanya tampil anggun dan percaya diri dengan balutan busana bernuansa Ramadhan yang elegan serta tetap mencerminkan nilai kesederhanaan dan etika berbusana.

Berkat kekompakan dan penampilan yang memukau, perwakilan DWP PEPI berhasil meraih Juara Harapan II dalam lomba fashion show. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar PEPI sekaligus bukti semangat dan partisipasi aktif dalam setiap kegiatan Kementerian Pertanian.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, DWP Politeknik Enjiniring Kementan berharap dapat terus memperkuat solidaritas, meningkatkan semangat kebersamaan, serta berkontribusi aktif dalam setiap program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian.(*)

Sambut Lonjakan Kendaraan Libur Lebaran, DPUPKP Kebut Perbaikan Jalan di Sleman

TANIINDONESIA.COM, SLEMAN - Mengantisipasi lonjakan kendaran dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman lakukan perbaikan infrastruktur jalan secara masif.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman Fauzan Ma’aruf menyebut, sebelum Ramadan sudah dilakukan survei lokasi. Utamanya pada ruas-ruas jalan utama yang merupakan jalur mudik maupun jalur wisata.

Selanjutnya, telah dilakukan prioritas penanganan sesuai dengan tingkat kerusakan jalan. Saat ini sedang dilakukan pemeliharaan rutin atau proses penambalan jalan-jalan yang berlubang.

"Target kami pemeliharaan rutin ini bisa selesai h-7 sebelum Lebaran," ujar Fauzan Ma’aruf, Rabu (4/3/3026).

Fauzan mengungkapkan, untuk memenuhi target tersebut cukup terkendala karena cuaca yang kerap kali hujan. Kondisi ini menyebabkan pekerjaan jalan tidak bisa dilakukan maksimal.

Persoalan rusaknya jalan di Bumi Sembada sendiri dinilai karena angkutan jalan yang melebihi tonase, seperti untuk jalur tol. Kondisi ini mempercepat kerusakan karena jalan kabupaten tidak didesain untuk lalu lintas berat.

"Metode menambal sulam (patching) digunakan sebagai solusi cepat untuk menangani jalan berlubang," ungkapnya.

Pada 2026, DPUPKP Sleman melakukan perbaikan dan penambalan cepat (patching) di 400 km jalan kabupaten dengan anggaran Rp26,8 miliar, menargetkan jalan berlubang akibat musim hujan, termasuk kawasan terdampak tol di Tempel dan jalan-jalan alternatif, untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Ketua Tim Kerja Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPKP Sleman, Suparman, mengatakan pemeliharaan rutin dilakukan sepanjang tahun dan mencakup perbaikan bahu jalan serta saluran air yang menjadi bagian konstruksi jalan.

“Untuk lokasi mana saja, kami menargetkan jalan kabupaten berlubang akibat musim hujan. Lokasi bisa pindah-pindah, tidak menentu. Cuaca yang menurunkan hujan kan belum tentu menimbulkan lubang,” ucap Suparman.

Selain patching jalan kabupaten, Pemkab Sleman pada 2026 juga menyiapkan 11 paket peningkatan jalan serta tiga proyek pembongkaran dan pembangunan kembali jembatan guna memperkuat infrastruktur transportasi daerah.

Sebelas ruas jalan yang akan ditangani meliputi Krapyak–Wonosari, Ngawen–Kenteng, Sedogan–Sempu, Pugeran–Paingan, Donoasih–Ngemplak, Losari–Gayamharjo, Kenaran–Losari, Pundong–Klaci, Diro–Kwayuhan, Serut–Krikilan, serta Sanggrahan–Manukan.

Adapun tiga jembatan yang akan dibongkar dan dibangun kembali yakni Jembatan Tumut di Kalurahan Sumbersari, Kapanewon Moyudan (7 x 8 meter), Jembatan Nyamplung di Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik (6 x 8 meter), serta Jembatan Plosokerep di Kalurahan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan (3 x 8 meter), yang menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas infrastruktur jalan kabupaten Sleman secara bertahap sepanjang 2026.

Menghadapi curah hujan dengan intensitas tinggi, DPUPKP Sleman juga menyiapkan tim mobile. Tim ini bertugas melakukan penanganan sekaligus pendataan kerusakan jalan setiap hari.

“Rata-rata umur jalan di Sleman sudah lebih dari 10 tahun. Idealnya aspal itu 5–10 tahun sudah dilakukan peningkatan. Tapi karena anggaran terbatas, kita tetap berusaha mengoptimalkan yang ada, minimal tidak ada lagi jalan berlubang,” jelasnya.

Untuk ruas jalan nasional dan provinsi, pihaknya tetap berkoordinasi dengan instansi terkait, meski fokus utama tetap pada jalan kabupaten.

Terkait aduan masyarakat, Fauzan mempersilakan warga melapor melalui layanan Lapor Sleman atau datang langsung ke kantor DPUPKP.

“Kami imbau masyarakat Sleman monggo sering-sering lapor. Jalan kabupaten ini idealnya untuk kecepatan sekitar 40 km/jam, bukan untuk kecepatan tinggi, supaya bisa meminimalisir kecelakaan,” pungkasnya.

BRI BO Depok Salurkan Jumat Berkah Ramadan ke Masjid Baiturrahman

TANIINDONESIA.COM, DEPOK- Bulan suci Ramadan yang datang satu kali dalam setahun memang ditunggu-tunggu oleh umat Islam diseluruh dunia. Berbagai amalan kebaikan dilipatgandakan. Oleh karena itu BRI Branch Office (BO) Depok juga memaksimalkan semangat kepedulian sosial dan berbagi kepada sesama di Ramadan 2026.

BRI Branch Office (BO) Depok menggelar kegiatan “Jumat Berkah” dengan membagikan makanan berupa 100 Snack box kepada masyarakat sekitar yang kurang mampu di lingkungan wilayah Kantor BRI BO Depok tepatnya ke Masjid Baiturrahman yang ada di Jalan Tole Iskandar, Depok. Tak hanya itu, BRI BO Depok juga menyerahkan santunan sebesar Rp3 juta ke Yayasan Jam'iyyatul Qurra Wa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial rutin yang dilaksanakan oleh BRI BO Depok sebagai bentuk kepedulian, sekaligus mempererat hubungan antara BRI BO Depok dengan masyarakat sekitar.

Dalam pelaksanaan kali ini, para Pekerja BRI BO Depok turut terlibat langsung dalam proses pembagian makanan untuk berbuka puasa kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian BRI terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

“Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di antara insan BRILiaN,” ucap Pimpinan BRI BO Depok, Aris Abdillah.

Aris menjelaskan, suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Warga penerima bantuan pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BRI BO Depok.

Melalui kegiatan semacam ini, BRI terus menunjukkan komitmennya untuk hadir memberikan makna bagi negeri, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui aksi nyata dalam membantu masyarakat dan memperkuat solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

"Semoga dengan adanya Program Jumat Berkah di Ramadan ini bisa bermanfaat bagi orang banyak," tandasnya.(*)

Buka Penerimaan Mahasiswa Baru, Politeknik Enjinering Pertanian Siap Cetak SDM Kompeten Berdaya Saing

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menggelar Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 secara virtual pada Kamis (26/02/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menarik minat anak petani serta siswa berprestasi agar dapat melanjutkan studi di bidang pertanian.

Dalam sosialisasi ini, peserta mendapatkan informasi lengkap mengenai program studi yang ditawarkan, tata cara pendaftaran, serta peluang dan manfaat menempuh pendidikan di PEPI. Dengan demikian, calon mahasiswa dapat memahami berbagai keuntungan yang diperoleh dari pendidikan pertanian yang berkualitas.

Menteri Pertanian,Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan untuk menjadikan sekolah pertanian bertaraf internasional, dengan harapan pertanian Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara tetangga bahkan di tingkat global. Menurutnya, penguatan kelembagaan pendidikan vokasi pertanian menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan perubahan iklim. Ia menegaskan bahwa modernisasi pertanian tidak dapat dilepaskan dari peran pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan lulusan kompeten, inovatif, dan siap terjun langsung ke lapangan.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa sumber daya manusia yang berkualitas merupakan kunci utama dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas petani dan penyuluh harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan vokasi.

Baca Juga: Alumni Politeknik Enjiniring Kementan Lulus Bakomsus Pertanian dan Aktif Kembangkan Pertanian Modern

Investasi di bidang pendidikan pertanian bukan hanya berdampak pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya perlu terus diperkuat guna menciptakan ekosistem pertanian yang berdaya saing dan berkelanjutan.Ujar Arsanti

Untuk memperluas jangkauan informasi, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota serta para guru sekolah dari berbagai daerah. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan tenaga pendidik tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).

Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu menyebarluaskan informasi kepada lebih banyak calon mahasiswa, khususnya mereka yang berasal dari keluarga petani dan penyuluh pertanian. Melalui peran aktif guru sekolah, informasi mengenai peluang melanjutkan pendidikan di bidang pertanian dapat disampaikan secara langsung kepada siswa, terutama yang memiliki latar belakang keluarga petani.

Harmanto, Direktur PEPI menyatakan bahwa tahun ini lebih banyak kuota mahasiswa berasal dari anak petani/penyuluh dan jalur prestasi. Sehingga dibutuhkan sosialisasi kepada semua Dinas Pertanian kabuapaten/kota agar ikut berpartisipasi dalam merekomendasikan anak petani dan penyuluh yang berada di wilayahnya untuk melanjutkan studi di PEPI

melalui sosialisasi ini, PEPI berkomitmen untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul di bidang pertanian guna mendukung ketahanan pangan nasional. Diharapkan semakin banyak generasi muda yang tertarik dan berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian di Indonesia.(*)

Alumni Politeknik Enjiniring Kementan Lulus Bakomsus Pertanian dan Aktif Kembangkan Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI). Sidik, salah satu lulusan PEPI, berhasil lulus seleksi Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) bidang pertanian, yaitu jalur rekrutmen yang menitikberatkan pada kompetensi profesional dan keahlian teknis dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki kapasitas, daya saing, serta kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini. Ilmu terapan, keterampilan teknis, dan pengalaman praktik yang diperoleh selama menempuh pendidikan di PEPI menjadi bekal kuat dalam menghadapi seleksi yang kompetitif.

Saat ini, Sidik bertugas di satuan kerja Binmas sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Batu Kuning. Dalam perannya tersebut, ia melaksanakan pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas, serta menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan problem solving yang humanis.

Tidak hanya menjalankan tugas pembinaan keamanan, Sidik juga aktif mengimplementasikan ilmu pertanian yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di kampus. Di wilayah Kelurahan Batu Kuning, ia turut memberikan penyuluhan pertanian serta membina para petani untuk mendorong penerapan pertanian modern berbasis teknologi dan efisiensi. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia.

Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menekankan pada peningkatan kesadaran petani terhadap pentingnya transformasi menuju sistem pertanian yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian Republik Indonesia, yang menekankan pentingnya percepatan modernisasi pertanian melalui peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, serta penguatan sumber daya manusia pertanian. Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian menyampaikan bahwa generasi muda pertanian dan lulusan pendidikan vokasi harus menjadi motor penggerak transformasi pertanian nasional guna mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan.

Baca Juga: Lewat MAF, Politeknik Enjiniring Kementan Gaungkan Strategi Adaptasi Iklim untuk Swasembada Pangan

Sejalan dengan hal tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) di bawah kepemimpinan Idha Widi Arsanti terus mendorong penguatan kompetensi penyuluh dan praktisi pertanian agar mampu mengawal penerapan inovasi di tingkat lapangan. Peran alumni seperti Sidik dinilai strategis dalam menjembatani kebijakan pemerintah dengan implementasi nyata di masyarakat.

Sebagai alumni PEPI, Sidik membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak berhenti pada tataran teori, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata melalui pendampingan masyarakat binaan. Ia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pertanian modern sebagai bagian dari upaya bersama membangun pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Direktur PEPI, Harmanto, menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang siap kerja, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab tantangan pembangunan nasional.

“Lulusan PEPI harus menjadi agen perubahan di sektor pertanian. Kami mendorong seluruh alumni untuk terus mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di kampus dalam bentuk aksi nyata di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan alumni yang berkontribusi di berbagai sektor, termasuk melalui jalur Bakomsus, menjadi motivasi bagi civitas akademika PEPI untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, serta mendukung percepatan transformasi pertanian menuju sistem yang modern, mandiri, dan berdaya saing.(*)

BRI BO Bekasi HI Adakan Jumat Berkah di Ramadan

TANIINDONESIA.COM, BEKASI - Bulan suci Ramadan yang datang satu kali dalam setahun memang ditunggu-tunggu oleh umat Islam diseluruh Dunia. Berbagai amalan kebaikan dilipatgandakan. Oleh karena itu BRI Branch Office (BO) Bekasi HI juga memaksimalkan semangat kepedulian sosial dan berbagi kepada sesama di Ramadan 2026.

BRI Branch Office (BO) Bekasi Harapan Indah (HI) menggelar kegiatan “Jumat Berkah” dengan membagikan makanan kepada masyarakat sekitar yang kurang mampu di lingkungan wilayah Kantor BRI Bekasi HI.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial rutin yang dilaksanakan oleh BRI BO Bekasi HI sebagai bentuk kepedulian, sekaligus mempererat hubungan antara BRI BO Bekasi HI dengan masyarakat sekitar.

Dalam pelaksanaan kali ini, para Pekerja BRI BO Bekasi HI turut terlibat langsung dalam proses pembagian makanan untuk berbuka puasa kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian BRI terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

“Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus menumbuhkan semangat berbagi di antara insan BRILiaN,” ucap Pimpinan BRI BO Bekasi HI, Yan Abdillah.

Yan menjelaskan, suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Warga penerima bantuan pun menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BRI BO Bekasi HI.

Melalui kegiatan semacam ini, BRI terus menunjukkan komitmennya untuk hadir memberikan makna bagi Negeri, tidak hanya melalui layanan perbankan, tetapi juga melalui aksi nyata dalam membantu masyarakat dan memperkuat solidaritas sosial di lingkungan sekitar.

"Semoga dengan adanya Program Jumat Berkah di Ramadan ini bisa bermanfaat bagi orang banyak," tandasnya.(*)

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran , Polbangtan Kementan Gelar Penyiapan Pembelajaran TA 2025/2026

TANIINDONESIA.COM, Magelang – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) menggelar Rapat Persiapan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, 9 - 11 Februari 2026, di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan, dosen, pranata laboratorium pendidikan (PLP), serta tenaga kependidikan Polbangtan Yoma. Rapat bertujuan untuk memastikan kesiapan perangkat pembelajaran sekaligus memperkuat koordinasi lintas unit dalam mendukung proses pembelajaran vokasi yang berkualitas dan berdampak.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah masa depan pertanian tanah air. Oleh sebab itu, ia mengajak para generasi muda untuk turut menekuni sektor pertanian.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti.

"Di tangan anak-anak muda yang penuh inovasi lah masa depan pertanian kita berada. Apalagi saat ini petani-petani yang ada sudah tua, oleh karena itu kita harus siapkan regenerasi," ujarnya.

Sementara Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi antarjurusan dan unit kerja dalam menyusun perencanaan pembelajaran yang terintegrasi, adaptif, serta selaras dengan kebijakan pendidikan vokasi Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan Vokasi, Polbangtan Kementan Lakukan Reakreditasi

“Persiapan pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan RPS dan jadwal praktikum, tetapi juga bagaimana pembelajaran mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan mendukung implementasi Teaching Factory serta MBKM,” ujarnya.

Kegiatan diisi dengan koordinasi kerja dan sarana prasarana, evaluasi kegiatan UPPM tahun 2025, serta pemaparan materi Transformasi Pembelajaran MBKM Menuju Kampus Berdampak oleh Prof. Moh. Khairudin, Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta.

Pemaparan kegiatan Teaching Factory, penjaminan mutu perguruan tinggi vokasi, serta strategi optimalisasi bagian akademik dalam mendukung proses pembelajaran di Jurusan Pertanian Polbangtan Yoma.

Selanjutnya, peserta dibagi dalam kerja kelompok untuk menyiapkan perangkat pembelajaran, termasuk RPS, SAP, serta perencanaan kebutuhan praktikum.

Melalui rapat persiapan ini, Polbangtan Yoma berharap proses pembelajaran Semester Genap TA 2025/2026 dapat berjalan lebih terstruktur, efektif, dan mampu menghasilkan lulusan vokasi pertanian yang kompeten serta siap menghadapi tantangan sektor pertanian modern.(*)

Tingkatkan Mutu Pendidikan Vokasi, Polbangtan Kementan Lakukan Reakreditasi

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta – Magelang sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan Sosialisasi Penyusunan Dokumen Re-Akreditasi Perguruan Tinggi, Jumat (13/2/2026).

Tahapan ini dilakukan untuk memastikan dokumen persyaratan akreditasi dapat dipenuhi oleh Polbangtan Yoma. Dokumen inilah yang nantinya akan diunggah dalam aplikasi SAPTO 2.0 Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

Sedangkan akreditasi sendiri memiliki fungsi esensial dalam menjamin dan meningkatkan mutu Polbangtan Yoma secara berkelanjutan. Selaras dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan kebijakan nasional.

Hal ini sesuai komitmen Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk meningkatkan pendidikan berkualitas dengan fokus pada keahlian praktis, karakter, dan teknologi.

Ia mendorong pendirian sekolah unggulan, peningkatan kompetensi mahasiswa melalui magang luar negeri, dan integrasi teknologi di pendidikan pertanian, terutama untuk mencetak generasi muda yang mandiri di sektor pertanian.

Baca Juga: Bukti Sukses Bisnis Pertanian, Petani Sukoharjo Berhasil Raup Untung

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa sektor pendidikan memiliki peran besar dalam meningkatkan kapasitas generasi muda pertanian.

“SDM memegang peranan penting dalam sektor pertanian karena menjadi faktor utama dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan di Indonesia,” katanya.

Senada, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan menekankan pentingnya penjaminan mutu dalam suatu lembaga.

"Salah satu indikator mutu lembaga dapat dilihat melalui akreditasi institusi tersebut. Maka benar – benar harus dikawal dalam proses penyiapan dan unggah dokumen melalui sistem aplikasi akreditasi SAPTO 2.0 sehingga dapat dicapai mutu yang sesuai standar yang berlaku." katanya.

Untuk itu, Ia berkomitmen memenuhi standar untuk memastikan kualitas terbaik Polbangtan Yoma.

Lebih lanjut, Kepala Unit Penjaminan Mutu Polbangtan Yoma, Bambang Sudarmanto, mengajak seluruh tim reakreditasi untuk menyiapkan dokumen – dokumen sesuai Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025.(*)

Lewat MAF, Politeknik Enjiniring Kementan Gaungkan Strategi Adaptasi Iklim untuk Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong keberlanjutan swasembada pangan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian, khususnya generasi muda.

Komitmen ini diwujudkan melalui Millennial Agriculture Forum (MAF) Vol. 7 Edisi 8 bertema “Adaptasi Perubahan Iklim untuk Swasembada Pangan”, Sabtu (21/02/2026).

Forum ini menjadi ruang diskusi strategis dalam menjawab tantangan sektor pertanian di tengah dinamika perubahan iklim yang semakin kompleks.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi pertanian melalui penyusunan strategi program kerja yang mendukung swasembada pangan nasional.

“Membangun pertanian dibutuhkan SDM yang berkualitas, andal, serta memiliki kemampuan manajerial, kewirausahaan, dan organisasi bisnis. Semua insan pertanian, termasuk penyuluh dan mahasiswa pertanian, memiliki peran penting untuk mewujudkannya,” ujar Menteri Amran.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti yang menegaskan pentingnya perencanaan kerja yang adaptif terhadap tantangan pertanian modern, termasuk dampak perubahan iklim, serta selaras dengan program swasembada pangan.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin yang hadir dalam forum tersebut memaparkan perspektif kebijakan pemerintah dalam mendukung swasembada pangan melalui program-program strategis Kementerian Pertanian.

Ia menekankan bahwa keberhasilan swasembada pangan tidak terlepas dari kebijakan yang terarah, penguatan kapasitas SDM pertanian, serta transformasi sistem produksi melalui inovasi teknologi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

“Transformasi pertanian harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi petani, modernisasi alat dan mesin pertanian, hingga digitalisasi sistem pertanian. Keberlanjutan swasembada pangan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan generasi muda,” ungkapnya.

Baca Juga:  Buktikan Kualitas SDM, Lulusan Politeknik Enjiniring Kementan Berkiprah sebagai PNS di IKN

Forum yang berlangsung dinamis ini diikuti mahasiswa serta sivitas akademika Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia secara luring maupun daring.

Direktur PEPI, Harmanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa adaptasi perubahan iklim menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas produksi dan ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan akibat perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, ancaman banjir dan kekeringan, hingga munculnya organisme pengganggu tanaman yang semakin sulit diprediksi. Kondisi tersebut menuntut transformasi sistem pertanian yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada ketahanan dan keberlanjutan sistem pangan secara menyeluruh.

“Perubahan iklim bukan lagi isu masa depan, tetapi tantangan nyata yang harus dihadapi dengan inovasi, riset terapan, serta penguatan kapasitas petani milenial. Pertanian harus mampu beradaptasi melalui teknologi ramah lingkungan, efisiensi penggunaan sumber daya, serta sistem budidaya yang resilien,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan SDM pertanian yang adaptif dan solutif. Melalui pendidikan berbasis praktik, penguatan kewirausahaan, serta pemanfaatan teknologi modern seperti smart farming, Internet of Things (IoT), dan digitalisasi pertanian, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah dinamika iklim global.

Harmanto juga menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, dunia usaha, dan petani dalam merumuskan langkah-langkah adaptasi yang terukur. Menurutnya, sinergi tersebut akan mempercepat adopsi inovasi di tingkat lapangan sekaligus meningkatkan daya saing produk pertanian nasional.

“Mahasiswa pertanian hari ini harus berpikir visioner. Mereka bukan hanya calon petani atau teknisi pertanian, tetapi calon entrepreneur dan problem solver yang mampu merancang sistem produksi yang efisien, berkelanjutan, serta tangguh terhadap perubahan iklim,” tegasnya.

Ia berharap melalui MAF ini lahir gagasan, komitmen, dan jejaring kolaborasi yang memperkuat peran generasi muda dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim global.

Dalam MAF Vol. 7 Edisi 8 ini, para narasumber juga mengupas strategi konkret adaptasi perubahan iklim, mulai dari penerapan smart farming, manajemen risiko usaha tani, diversifikasi komoditas, hingga pemanfaatan data dan digitalisasi dalam pengambilan keputusan usaha pertanian.

Melalui kegiatan ini, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia menegaskan komitmennya mencetak generasi petani milenial yang inovatif, adaptif terhadap perubahan iklim, serta mampu menjadi motor penggerak keberlanjutan swasembada pangan di Indonesia.(*)

Sudutkan Saksi Ahli, Hakim Sidang Korupsi Hibah Pariwisata Sleman Disorot

TANIINDONESIA.COM, YOGYAKARTA - Sidang lanjutan perkara tindak pidana korupsi hibah pariwisata Tahun 2020 atas nama terdakwa Drs Sri Purnomo M.Si mantan bupati sleman memasuki tahap pemeriksaan Ahli dari penuntut umum. Pada persidangan tersebut penuntut umum Kejaksaan Negeri Sleman menghadirkan dua orang ahli, yakni ahli digital forensik Deny Sulisdyantoro, S.T.,MT dan ahli administrasi keuangan negara Dr. Riawan Tjandra, S.H., M.Hum, Adv.CCMs dari Univeritas Atma Jaya Yogyakarta.

Kesempatan pertama dari ahli digital forensik memberikan keterangan terkait hasil digital forensik dari barang bukti yang disita penyidik berupa handphone.

Ahli menjelaskan prosedur dan hasil digital forensik percakapan whatsapp dari handphone yang disita. Menurutnya, hasil akuisisi handphone tersebut sudah dilakukan sesuai standar prosedur dan keilmuan digital forensik.

"Apabila dilakukan pengeditan isi percakapan akan ketahuan" tegas ahli Deny.

Hasil dari digital forensik kemudian telah Ahli berikan kepada penyidik.
Hasil digital forensik dari handphone milik saksi Nyoman Rai Safitri dibuka diketahui berisi percakapan dengan beberapa pihak yang juga menjadi saksi dalam perkara ini. Termasuk Whatsapp yang berisi percakapan saksi Nyoman Rai Safitri dengan saksi Raudi Akmal anak dari terdakwa Sri Purnomo yang saat itu menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sleman.

Begitu pula saat penuntut umum menghadirkan saksi Nyoman Rai Safitri dari keterangannya diketahui bahwa ada pengkondisian proposal kelompok masyarakat yang telah dikoordinir oleh saksi Raudi Akmal melalui orang-orang suruhannya.

Penuntut Umum Indra Saragih mengungkapkan, isi percakanan Whatsapp tersebut dibuka oleh penuntut umum di depan persidangan dan diketahui Saksi Raudi Akmal meminta saksi Nyoman Rai Safitri untuk bertemu dengan terdakwa Sri Purnomo di rumah dinas bupati.

Selain itu, saksi Raudi Akmal juga aktif berkomunikasi dengan saksi Nyoman Rai Safitri bahw proposal akan diantar oleh saksi Anas ke Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, dan saksi Raudi Akmal juga mengirim file data proposal yang sudah dikondisikan kepada saksi Nyoman Rai Safitri dan diberi kode "RA" hingga sampai mengontrol kapan waktu pencairan dana hibah.

"Dari hasil digital forensik tersebut dan dihubungkan dengan keterangan saksi lainnya kami telah menemukan bukti dan fakta sebagaimana dakwaan kami" ujar Indra Saragih.

Pada sesi kedua Ahli yang dihadirkan penuntut umum adalah Dr. Riawan Tjandra, S.H., M.Hum, Adv.CCMs. Dari keterangan Ahli saat ditunjukkan dokumen surat diketahui bahwa dana hibah yang direrima Pemda Sleman didahului dengan Perjanjian Hibah Daerah yang di dalamnya terdapat ketentuan bahwa pelaksanaan hibah harus sesuai Petunjuk Teknis.

Bahwa di dalam petunjuk teknis telah dibatasi limitatif penggunaan dana hibah yang diterima Pemda Sleman.

Walaupun penasihat hukum terdakwa Sri Purnomo mencoba mengarahkan Ahli dengan mengatakan bahwa ada ketidakjelasan norma sehingga perlu penafsiran. Tetapi Ahli tegas menjelaskan bahwa produk hukum turunannya yang dibuat dan ditandatangani harus dibuat dengan itikad baik dan didasarkan pada asas-asas umum pemerintahan yang baik apabila tidak maka hal tersebut tidak dapat dibenarkan.

Indra Saragih juga menegaskan pada pertanyaan kepada Ahli terkait diskresi yang ditanyakan hakim dan penasihat hukum terdakwa Sri Purnomo. Ketika menjawab pertanyaan Penuntut Umum, ahli tegas mengatakan bahwa diskresi tidak boleh dilatarbelakangi kepentingan sepihak, apabila demikian maka dapat dipidana.

Hakim Gabriel yang sedari awal ingin mendapatkan jawaban tersebut dari Ahli akhirnya mendapat jawaban tersebut, walau sempat mencoba mengulang tetapi Ahli Dr Riawan Tjandra tetap pada keteranganya dan menolak dikatakan membuat abu-abu.

Peserta sidang sempat melihat kejanggalan dalam sidang ketika Hakim bertanya dengan menyudutkan pribadi Ahli dan pihak lainnya. Menanggapi itu penuntut umum menyampaikan pihaknya fokus pada pembuktian.

Masyarakat pemerhati korupsi menyayangkan hal tersebut, dan menyarankan bila ada yang tidak puas, ada sarana saluran terkait kode etik hakim. Sidang kemudian ditunda Senin 23 Februari 2026.

Pemerhati hukum dan korupsi, 𝚃𝚎𝚍𝚍𝚢 𝙷𝚎𝚗𝚍𝚛𝚊𝚠𝚊𝚗 𝚂𝙷.𝙼𝙷.𝙲.𝙼𝚎𝚍 menilai, perilaku hakim yang menyudutkan, menekan, atau mengintimidasi saksi ahli di persidangan merupakan pelanggaran serius terhadap Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH).

"Hakim seharusnya bersikap objektif, arif, dan bijaksana dalam mencari kebenaran materiil, bukan memaksakan saksi ahli untuk mengikuti alur pikir atau keinginan hakim," ujar Teddy.

Dijelaskannya, Hakim yang menyudutkan saksi saat berupaya menjawab pertanyaan agar sesuai dengan keinginan hakim dinilai bersikap tidak arif dan tidak profesional. Hal ini bertentangan dengan prinsip berperilaku arif dan bijaksana yang diatur bersama oleh Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial (KY).

"Saksi ahli memberikan keterangan berdasarkan kompetensi akademik dan keahliannya untuk kepentingan pemeriksaan perkara, sehingga berhak mendapatkan perlakuan hormat dan perlindungan di persidangan," tuturnya.

Dia menambahkan, meskipun hakim tidak terikat pada keterangan ahli dan berhak mengesampingkan keterangan ahli jika bertentangan dengan keyakinannya, hakim tetap harus profesional.

"Hakim boleh mengajukan pertanyaan mendalam, namun tidak boleh melampaui batas dengan menyudutkan atau menekan ahli agar keterangannya berubah," pungkasnya.(*)