13 Maret 2026

admin

Dinamika Global Makin Kompleks, Wamen HAM Ajak Pelaku Usaha Patuhi Prinsip HAM

TANIINDONESIA.COM, Jakarta — Pengalaman terhambatnya perjalanan diplomasi akibat eskalasi konflik global menjadi refleksi penting bagi Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Mugiyanto, tentang bagaimana dinamika geopolitik dunia dapat berdampak langsung pada mobilitas internasional, stabilitas ekonomi, hingga perlindungan hak asasi manusia.

Hal tersebut disampaikan Mugiyanto saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepatuhan HAM bagi Verifikator dan Pelaku Usaha Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Hak Asasi Manusia pada 9–11 Maret 2026 di Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center, Jakarta.

Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat implementasi Human Rights Due Diligence (HRDD) dalam praktik bisnis serta penggunaan sistem Penilaian Risiko Bisnis dan HAM (PRISMA) sebagai instrumen identifikasi dan mitigasi risiko HAM dalam aktivitas usaha.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri HAM menekankan bahwa kepatuhan HAM kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola ekonomi global.

“Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, kepatuhan terhadap prinsip HAM bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga bagian dari stabilitas ekonomi dan kepercayaan dunia internasional terhadap aktivitas bisnis suatu negara,” ujar Mugiyanto.

Refleksi tersebut juga berangkat dari pengalaman langsung yang dialami Wakil Menteri HAM bersama Direktur Kepatuhan HAM Masyarakat, Komunitas, dan Pelaku Usaha Kementerian HAM, Siti Fajar Ningrum, yang sempat tertahan di Doha, Qatar, ketika perjalanan menuju Swiss untuk menghadiri agenda internasional tidak dapat dilanjutkan akibat penutupan jalur udara di sejumlah kawasan yang terdampak eskalasi konflik geopolitik.

Keduanya sempat berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Doha sambil menunggu perkembangan situasi penerbangan internasional sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.

Menurut Mugiyanto, pengalaman tersebut menjadi pengingat nyata bahwa konflik global tidak hanya berdampak pada kawasan perang, tetapi juga pada mobilitas internasional, agenda diplomasi, serta stabilitas ekonomi dunia.

“Situasi yang kami alami menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik dapat berdampak luas terhadap mobilitas internasional dan aktivitas diplomasi global. Ini menjadi pengingat bahwa stabilitas dunia sangat penting bagi perlindungan kemanusiaan dan keberlanjutan aktivitas internasional,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa konflik yang melibatkan kekuatan besar dunia berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas energi dan pangan global.

“Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi berdampak langsung pada distribusi energi dan pangan dunia, khususnya jika jalur strategis seperti Selat Hormuz terdampak. Jika itu terjadi, dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat di seluruh dunia,” tambah Mugiyanto.

Sementara itu, Direktur Kepatuhan HAM Kementerian HAM, Siti Fajar Ningrum, menegaskan bahwa dinamika global tersebut semakin menunjukkan pentingnya stabilitas internasional dalam mendukung perlindungan HAM.

“Ketika agenda internasional terkait HAM dapat terganggu akibat situasi geopolitik, kita semakin menyadari bahwa stabilitas global merupakan prasyarat penting bagi kerja sama internasional dan perlindungan hak asasi manusia,” ujar Siti Fajar.

Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh perwakilan 33 Kantor Wilayah Kementerian HAM, pelaku usaha dari berbagai sektor, serta pemangku kepentingan terkait, dengan total peserta sekitar 188 orang.

Melalui kegiatan ini, pemerintah mendorong dunia usaha untuk memahami bahwa penerapan prinsip HAM merupakan bagian dari praktik bisnis berkelanjutan yang semakin menjadi standar global.

Dalam diskusi panel kegiatan tersebut, Poppy Zeidra, Ketua Komite Tetap Kemitraan Strategis Hukum dan HAM KADIN Indonesia, menekankan bahwa kepatuhan HAM perlu dipandang sebagai bagian dari strategi keberlanjutan dunia usaha.

“Dalam konteks ekonomi global saat ini, kepatuhan HAM bukan hanya kewajiban normatif, tetapi juga menjadi bagian dari reputasi dan keberlanjutan perusahaan.

Implementasi Human Rights Due Diligence justru dapat memperkuat kepercayaan investor serta memperluas akses pasar global bagi pelaku usaha Indonesia.”

Sementara itu, Penta Peturun, praktisi di bidang ketenagakerjaan, menyoroti pentingnya integrasi prinsip HAM dalam hubungan industrial.

“Perlindungan pekerja, kesetaraan kesempatan kerja, serta dialog antara perusahaan dan pekerja merupakan elemen penting dalam membangun hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan.”

Di sisi lain, Patricia Rinwigati, Direktur Djokosoetono Research Center Fakultas Hukum Universitas Indonesia, menegaskan bahwa praktik bisnis yang menghormati HAM kini telah menjadi standar internasional.

Melalui kegiatan ini, Kementerian HAM berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ekosistem bisnis yang produktif sekaligus menghormati nilai-nilai kemanusiaan.(*)

Kopi Gayo Jadi Sorotan Kuliah Umum, Politeknik Enjiniring Pertanian Generasi Muda Didorong Terjun ke Pertanian

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menggelar kuliah umum bertema “Pengembangan Komoditas Kopi Gayo di Kabupaten Aceh Tengah: Peluang dan Tantangan bagi Generasi Muda di Sektor Pertanian” pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di kampus PEPI di Kabupaten Tangerang serta disiarkan secara daring melalui Zoom.

Kuliah umum tersebut menghadirkan narasumber utama Haili Yoga yang memaparkan potensi besar Kopi Gayo sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia yang telah dikenal hingga pasar internasional.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Andy Saryoko, dosen di PEPI. Dalam diskusi tersebut, peserta mendapatkan wawasan mengenai peluang generasi muda untuk terlibat aktif dalam pengembangan sektor pertanian modern, khususnya dalam pengelolaan dan pengembangan komoditas kopi.

Hal ini sejalan dengan arahan Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya regenerasi petani serta peningkatan nilai tambah komoditas pertanian. Ia mendorong generasi muda untuk terlibat aktif dalam pengembangan sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, serta penguatan hilirisasi produk.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Wida Arsanti dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian. Menurutnya, perguruan tinggi vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan pertanian ke depan.

Senada dengan itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menyampaikan bahwa mahasiswa pendidikan vokasi pertanian memiliki peran penting sebagai motor penggerak transformasi pertanian modern. Ia menilai mahasiswa perlu dibekali tidak hanya pengetahuan teknis, tetapi juga kemampuan kewirausahaan, inovasi teknologi, serta penguatan jejaring agribisnis.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan potensi komoditas unggulan daerah seperti Kopi Gayo sebagai peluang pengembangan usaha berbasis pertanian yang memiliki nilai tambah tinggi.

Baca Juga: Mentan Amran Rapat Hari Minggu Antisipasi Kekeringan dan Ketegangan Geopolitik

Direktur PEPI Harmanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa kuliah umum ini merupakan upaya kampus untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai pengembangan komoditas pertanian unggulan serta peluang besar yang dapat dikembangkan generasi muda di sektor pertanian.

Menurutnya, perguruan tinggi vokasi seperti PEPI memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan pertanian di masa depan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan inspirasi kepada mahasiswa untuk melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki prospek besar. Dengan dukungan teknologi dan inovasi, generasi muda dapat menjadi pelaku utama dalam pembangunan pertanian modern,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Haili Yoga menjelaskan bahwa Kopi Gayo dari wilayah Aceh Tengah memiliki kualitas yang sangat baik dan telah menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia. Ia juga menyoroti pentingnya inovasi, teknologi, serta keterlibatan generasi muda untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

“Kopi Gayo bukan hanya produk unggulan daerah, tetapi juga kebanggaan Indonesia di pasar global. Peran generasi muda sangat penting untuk membawa pertanian ke arah yang lebih modern dan berdaya saing,” kata Haili.

Selain membahas potensi komoditas, kuliah umum ini juga mengangkat berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, mulai dari regenerasi petani, penerapan teknologi pertanian modern, hingga penguatan daya saing produk di pasar global.

Melalui kegiatan ini, PEPI berharap mahasiswa dan generasi muda semakin termotivasi untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian nasional. Kuliah umum ini juga menjadi wadah bagi peserta untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta menumbuhkan semangat inovasi dalam memajukan pertanian Indonesia.

Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, PEPI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya generasi muda yang siap berperan aktif dalam membangun pertanian Indonesia yang inovatif, modern, dan berkelanjutan.(*)

Siapkan Kurikulum OBE, Polbangtan Kementan Cetak SDM Pertanian Unggul

TANIINDONESIA.COM, Sleman – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma) sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian (Kementan), terus berupaya mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Salah satunya melalui pengembangan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang menekankan capaian pembelajaran aplikatif dan relevan dengan dunia kerja.

Sebelumnya, Polbangtan Yoma menggunakan kurikulum berbasis Kewirausahaan untuk mencetak lulusan yang inovatif, mandiri, dan mampu menciptakan lapangan kerja. Dengan OBE, kurikulum disempurnakan agar proses pembelajaran berfokus pada kompetensi dan capaian nyata yang harus dimiliki lulusan, bukan sekadar materi pembelajaran.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya strategi ini dalam mencetak petani modern yang adaptif, inovatif, dan mampu mendorong industrialisasi pertanian.

“Langkah ini sangat strategis untuk mencetak petani modern yang adaptif, inovatif, dan mampu mendorong industrialisasi pertanian guna meningkatkan produktivitas serta ketahanan pangan nasional,” ujar Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa sektor pertanian harus bertransformasi menghadapi tantangan global. Menurutnya, kunci keberhasilan ada pada inovasi teknologi, penguatan kelembagaan petani, dan pengembangan SDM unggul, selaras dengan program pemerintah seperti swasembada pangan, hilirisasi, dan program makan bergizi.

Baca Juga: Mentan Amran Rapat Hari Minggu Antisipasi Kekeringan dan Ketegangan Geopolitik

Untuk mewujudkan hal tersebut, Polbangtan Yoma menggelar Workshop Penyusunan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada 9–11 Maret 2026 di University Club (UC) UGM, Sleman, Yogyakarta. Workshop ini menghadirkan narasumber dari akademisi dan praktisi pendidikan, termasuk Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dwi Sulisworo, yang memaparkan pentingnya penyelarasan antara capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), metode pembelajaran, dan evaluasi berbasis hasil.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menegaskan bahwa pengembangan kurikulum OBE penting untuk menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap bekerja di sektor pertanian.

“Melalui kurikulum OBE, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada materi, tetapi juga pada capaian pembelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan. Kurikulum ini akan diterapkan pada Tahun Akademik 2026/2027 agar lulusan Polbangtan Yoma memiliki kompetensi unggul, profesional, dan siap berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian,” jelas Hermawan.

Workshop ini diharapkan memperkuat sistem pendidikan vokasi pertanian yang berorientasi pada hasil, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan industri pertanian, sekaligus mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan dan peningkatan ketahanan pangan nasional.(*)

BRI BO Bekasi Siliwangi Salurkan Bingkisan Ramadan

TANIINDONESIA.COM, Bekasi - BRI Branch Office Bekasi Siliwangi kembali menggelar kegiatan sosial untuk masyarakat sekitar. Kali ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan, BRI BO Bekasi Siliwangi menyalurkan bingkisan ramadan.

Pimpinan BRI BO Bekasi Siliwangi, Iqbal Perdana menjelaskan, penyaluran bingkisan ramadan 2026 diberikan kepada para petugas kebersihan dan satpam di area sekitar kantor BRI BO Bekasi Siliwangi.

Sebanyak 105 paket ramadan disalurkan kepada yang membutuhkan. Dimana 50 paket diantaranya diberikan ke petugas kebersihan dan satpam di Kemang Pratama. Sedangkan 55 paket ramadan lainnya di berikan ke tukang parkir dan Duafa sekitar.

"Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat bagi yang menerimanya," ungkapnya.

Tak hanya saat ramadan, BRI BO Bekasi Siliwangi juga mempunyai beragam program lainnya dibidang pendidikan, keagamaan, sosial, kesehatan dan lainnya.

Ini merupakan salah satu buktinya nyata kepedulian BRI BO Bekasi Siliwangi terhadap masyarakat. Dan juga menjadi salah satu upaya dalam memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat sekitar kantor BRI BO Bekasi Siliwangi.

"BRI BO Bekasi Siliwangi tak hanya memiliki produk perbankan unggulan, upaya pelayanan ke masyarakat pun kami perhatikan," tutupnya.(*)

BRI BO Tambun Bagikan Paket Sembako Untuk Korban Banjir Cabangbungin

TANIINDONESIA.COM, Bekasi - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Tambun selalu berupaya menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL).

Melalui program TJSL ini, BRI BO Tambun membagikan paket sembako kepada warga korban banjir di daerah Cabangbungin.

Kegiatan pembagian paket sembako ini dilaksanakan langsung oleh tim BRI BO Tambun dan juga di hadiri oleh Wakil Badan Pengaturan BUMN, Aminudin Ma'ruf ke tempat tinggal warga terkena banjir yang ada di daerah Cabangbungin.

Pembagian dilakukan di wilayah terdampak banjir dengan sasaran masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Pemimpin Cabang BRI BO Tambun, Galilea Prima Khristianto menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial BRI terhadap kondisi ekonomi masyarakat di sekitar wilayah kerja mereka. Terutama yang memang membutuhkan pasca bencana alam banjir.

“Kami berharap paket sembako yang diberikan bisa memenuhi kebutuhan warga yang terdampak banjir,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Program TJSL ini, BRI BO Tambun berupaya memperkuat perannya sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.

BRI BO Tambun berkomitmen untuk terus melanjutkan program TJSL serupa kedepannya sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah kerja BRI BO Tambun.

"BRI BO Tambun akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan," tutupnya.(*)

Pesan Persatuan Mentan Amran pada 3.000 Warga KKSS Saat Bukber di Kediamannya

TANIINDONESIA.COM, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan pesan persatuan, kejujuran, dan kerja keras kepada tiga ribu warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) saat menghadiri acara buka puasa bersama di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026).

Mentan Amran mengatakan, kebersamaan dalam momentum Ramadan menjadi pengingat bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara. Karena itu, setiap orang harus menjaga integritas antara ucapan dan perbuatan serta memperbanyak amal kebaikan kepada sesama.

“Jujur, dan adil dalam bertindak. Karena kita diteropong oleh Allah. Ini hanya panggung sandiwara. 70–80 tahun kita pergi. Yang mengantar kita adalah amal kebaikan kita pada manusia. Nah Bapak Ibu, kita semua sama,” ujar Mentan Amran.

Ia menegaskan bahwa dirinya selalu berusaha memperlakukan semua orang secara setara tanpa memandang jabatan maupun kekayaan. Menurutnya, setiap manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan.

“Saya tidak mau membedakan karena dia punya jabatan dan harta. Siapapun. Kami pulang kampung, ketemu tukang beca, petani kecil, sama dengan saya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga menegaskan komitmennya untuk selalu berpihak kepada rakyat kecil, termasuk dalam menjalankan amanah di sektor pertanian. Ia mencontohkan pengalamannya ketika menemukan petani yang masih bekerja dengan peralatan sederhana dan memastikan bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat.

“Hati-hati. Suara rakyat, suara Tuhan. Kami pernah kunjungan. Ditemukan ibu-ibu mencangkul, pakai kayu. Kami panggil pemerintah dan bupati, mana peralatan yang dikirim. Saya bilang, kalau tidak dikeluarkan, kami hentikan bantuan satu provinsi dan kepala dinasnya dicopot hari itu juga,” ungkapnya.

Menurut Mentan Amran, keberpihakan kepada rakyat kecil adalah tanggung jawab moral yang tidak bisa ditawar. Ia menegaskan bahwa siapapun yang menzalimi rakyat harus berhadapan dengan hukum.

“Yang katanya saya menzolimi. Bukan aku zolimi. Aku yang kirim ke penjara. Karena dia menzolimi rakyat kecil. Jadi kami tidak ada kompromi. Saya selalu ingat bahwa kita akan dimintai pertanggungjawaban. Jika bantuan pemerintah tidak sampai kepada rakyat, itu tanggung jawab kita di dunia dan akhirat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga berpesan kepada seluruh keluarga besar KKSS untuk menjaga keluarga, mendidik anak dengan baik, dan memastikan rezeki yang diberikan kepada keluarga berasal dari sumber yang halal.

Baca Juga: Politeknik Enjiniring Kementan Turut Mengawal Program Ketahanan Pangan dalam Diskusi Strategis Nasional

“Jaga keluarga, jaga anak dengan baik. Beri makanan halal. Hati-hati anak-anak kalau tidak kita jaga dengan baik,” pesannya.

Sebagai organisasi yang menaungi masyarakat Sulawesi Selatan di berbagai daerah, Mentan Amran menilai KKSS memiliki kekuatan besar jika seluruh anggotanya menjaga persatuan dan saling menguatkan.

“Kalau KKSS ini menyatu, jumlahnya sekitar 16 juta orang di seluruh Indonesia. Kalau masing-masing bisa mempengaruhi sepuluh orang saja, itu sudah 160 juta orang. Itu bisa memberi pengaruh besar bagi bangsa ini dan bahkan merubah kebijakan Republik Indonesia,” ucapnya.

Ia kemudian membagikan perjalanan hidupnya yang berasal dari keluarga sederhana di desa. Nilai utama yang diwariskan oleh orang tuanya, kata Mentan Amran, adalah kejujuran dan larangan mengambil hak orang lain.

“Kami dari desa yang paling miskin. Hanya pesan orang tua, jangan pernah makan haknya orang lain. Itu saja warisan yang diberikan,” ujarnya.

Mentan Amran juga mengingatkan pentingnya perubahan pola pikir dan kerja keras untuk mengubah nasib. Ia mengutip pesan dalam Al-Qur’an bahwa perubahan hanya bisa terjadi jika seseorang berusaha mengubah dirinya sendiri.

“Berubah cara berpikirnya, berubah tindakanmu, persisten. Kamu akan berubah kehidupanmu. Dalam Al-Qur’an juga demikian, Surah Ar-Ra’d ayat 11, tidak akan berubah nasib suatu kaum kalau bukan dia sendiri yang berubah,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahaya kesombongan. Menurutnya, merasa paling hebat atau paling kaya justru menjadi awal kehancuran seseorang.

“Kalau ada orang selalu menganggap dirinya hebat, itulah awal dari kehancuran. Kalau ada orang menganggap dirinya kaya, itu juga awal kehancuran. Biarlah Allah yang angkat derajatmu,” ujarnya.

Dalam pesannya kepada warga KKSS, Amran mengajak semua pihak untuk menjaga persatuan, memperkuat kolaborasi, dan saling mendukung satu sama lain.

“Kita ini semua bersaudara. Kita tidak usah mencari perbedaan. Kita lihat sisi positifnya. Orang sukses tidak bisa berdiri sendiri. Kalau tetangga saja tidak rukun, jangan mimpi membuat perubahan,” tuturnya.

Mentan Amran mengajak seluruh hadirin untuk terus bekerja keras dan memberikan yang terbaik dalam pekerjaan apapun yang dijalani.

“Apapun pekerjaan kita, lakukan yang terbaik. Mau jual cendol, juallah cendol terbaik. Mau jual baju, jual yang terbaik. Jangan pernah ada niat menipu. Karena menipu hamba Allah sama dengan menipu Tuhan, dan itu tidak akan berkah,” pungkasnya.(*)

Mentan Amran Rapat Hari Minggu Antisipasi Kekeringan dan Ketegangan Geopolitik

TANIINDONESIA.COM, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar rapat pada hari Minggu untuk memastikan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan serta dinamika ketegangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi sektor pangan. Dalam rapat tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah terus memantau kondisi produksi dan stok pangan nasional secara intensif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, kondisi pangan nasional khususnya beras berada dalam keadaan aman. Produksi beras nasional tercatat berkisar antara 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan, lebih tinggi dari rata-rata konsumsi nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan. Total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton, yang terdiri dari stok Perum Bulog sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton.

“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Produksi kita tetap terjaga, bahkan dalam beberapa bulan bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,” ujar Mentan Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta.

Baca Juga: Wamentan Apresiasi Kinerja Penyuluh Sukseskan Swasembada Pangan

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan. Salah satunya melalui program pompanisasi yang telah menjangkau 1,2 juta hektare lahan pada tahun sebelumnya dan akan ditambah 1 juta hektare lagi pada tahun ini. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan irigasi perpompaan (irpom) untuk 1 juta hektare lahan guna memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi saat musim kering.

“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare, dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga. Kita juga tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi geopolitik global maupun potensi El Niño. Produksi kita kuat, stok kita aman,” tegasnya.

Menurut Mentan Amran, stok beras pemerintah juga terus meningkat dan diperkirakan dalam dua bulan ke depan dapat mencapai 5 juta ton seiring masuknya hasil panen raya di berbagai daerah. Selain itu, komoditas pangan lain seperti ayam dan telur juga berada dalam kondisi surplus, sementara ketersediaan pupuk dipastikan aman dengan harga yang bahkan turun sekitar 20 persen.

“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam. Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” pungkas Mentan Amran.(*)

Syngenta Indonesia Luncurkan Buku Pintar Budidaya Sayuran untuk Mendukung Petani Hortikultura

TANIINDONESIA.COM, Jakarta - Mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, Syngenta Indonesia meluncurkan tiga buku pintar budidaya untuk komoditas hortikultura utama yaitu bawang merah, cabai, dan tomat yang diselenggarakan di Kabupaten Soreang, Jawa Barat. Peluncuran (2 Maret) ini dihadiri oleh lebih dari 100 petani dan berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian yang menyambut kehadiran buku pintar tersebut dengan antusias.

Inisiatif ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga stabilitas pasokan pangan nasional, khususnya untuk komoditas hortikultura yang sering mengalami fluktuasi harga. Ketiga buku pintar budidaya tersebut berjudul "Bawang Merah Unggul, Panen Optimal, Hasil Maksimal", "Cabai Sehat Berseri, Panen Melimpah, Untung Berlimpah", dan "Tomat Kilau Alami, Tanaman Sehat, Hasil Berlipat".

Buku ini dipersembahkan secara gratis untuk para petani sayuran dan semua pihak yang tertarik untuk mempelajari budidaya sayuran dengan baik. Bahasa yang dipergunakan adalah bahasa sehari hari dan dilengkapi dengan foto-foto berwarna untuk membuat tampilan lebih menarik dan mempermudah proses belajar dari para pembaca sekalian.

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Rahmat Hidayat, S.S.T., M.P., M.H., dalam sambutannya menyatakan, "Tidak ada kata tamat untuk belajar, termasuk dalam hal budidaya tanaman. Kami sangat mengapresiasi upaya Syngenta membuat buku pintar yang dapat membantu petani untuk membudidayakan komoditas hortikultura dengan baik. Pemerintah dan Syngenta memiliki satu tujuan yang sama yaitu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dengan cara meningkatkan produktivitas."

Peluncuran buku ini merupakan wujud nyata komitmen Syngenta Indonesia dalam mendukung pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan dengan berbagi ilmu praktis budidaya sekaligus memberikan solusi praktis dan inovatif bagi petani untuk menghadapi berbagai tantangan dalam budidaya tanaman hortikultura. Dengan meningkatnya produktivitas dan kualitas hasil panen, diharapkan dapat menjamin ketersediaan pangan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan petani. Peluncuran buku ini juga akan dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, di sentra-sentra tanaman sayuran dalam beberapa bulan ke depan, demikian menurut Suhendro, Marketing Head Syngenta Indonesia.

Narendra Widyanto, Business Planning & Commercial Excellence Manager Syngenta Indonesia menjelaskan, " Sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional, buku pintar ini disusun berdasarkan masukan dari petani dan ilmu teknis yang diterapkan oleh Syngenta. Kontennya tidak hanya mencakup teknologi Syngenta, tetapi juga informasi tentang hama dan penyakit beserta solusinya, inovasi pertanian berkelanjutan, hingga aspek keselamatan bertani." Lebih lanjut ia menambahkan bahwa buku ini akan tersedia dalam format cetak dan versi digital melalui aplikasi Cropwise Syngenta.

Agar petani memahami lebih lanjut mengenai buku budidaya tanaman ini, Syngenta juga melakukan talkshow dengan tema "Sinergi 3 Pilar - Pemerintah, Syngenta, dan Pelaku Usaha Tani - dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Hasil Panen Nusantara". Narasumber yang dihadirkan antara lain Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Rahmat Hidayat, S.S.T., M.P., M.H., Ketua Asosiasi BioAgroinput Indonesia dan Ketua Bidang Pupuk Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Indonesia Gunawan Sutio SP, M.Si., Ketua High Spender (HSP) Priangan - Bandung Dede Koswara, Product Manager - Portfolio Head Syngenta Indonesia Tey Huy Xiang, dan Technical Market Development Syngenta Indonesia Ali Zarkasi.

Peluncuran buku pintar budidaya ini menegaskan komitmen jangka panjang Syngenta Indonesia dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional. Melalui edukasi dan panduan praktis yang komprehensif ini, Syngenta berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, mengoptimalkan produktivitas pertanian, serta mendorong terwujudnya pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan di Indonesia. Dengan berkolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, Syngenta akan terus menghadirkan inovasi dan solusi yang mendukung kesejahteraan petani serta ketahanan pangan nasional.(*)

Politeknik Enjiniring Kementan Turut Mengawal Program Ketahanan Pangan dalam Diskusi Strategis Nasional

TANIINDONESIA.COM, Bangka Selatan — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) ikut hadir dalam Seminar Nasional Ketahanan Pangan yang diselenggarakan di Ballroom Gale-Gale Restaurant, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis (5/3/2026). Seminar yang mengangkat tema “Mengawal Mandat Pangan: Harmonisasi Langkah Legislatif dan Petani dalam Program Ketahanan Pangan Era Presiden Prabowo” tersebut menjadi wadah diskusi strategis dalam memperkuat kolaborasi pembangunan sektor pertanian.

Kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 500 orang dari berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian, serta para penyuluh pertanian, petani, dan perwakilan lembaga pendidikan pertanian dari berbagai wilayah di Bangka Belitung, termasuk Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI).

Kehadiran PEPI dalam kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia pertanian serta mendorong penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian di lapangan. Melalui keterlibatan tersebut, PEPI turut berkontribusi dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, penyuluh, dan petani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, seluruh elemen pembangunan pertanian didorong untuk bekerja lebih cepat, terukur, dan kolaboratif dalam mewujudkan ketahanan serta kedaulatan pangan nasional. Menteri Pertanian menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan harus didukung oleh penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang turut hadir dalam kegiatan ini menekankan bahwa penyuluh pertanian merupakan garda terdepan dalam mendukung program swasembada pangan berkelanjutan. Menurutnya, penyuluh memiliki peran strategis dalam melakukan pendampingan teknologi kepada petani, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta memperkuat kelembagaan petani di daerah.

Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Jadi Motor Percepatan LTT di Bangka Belitung

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia pertanian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, lembaga pendidikan vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap terjun langsung dalam pembangunan sektor pertanian.

Direktur PEPI, Harmanto, mengatakan bahwa program Brigade Pangan memberikan dampak positif dalam menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Di Bangka Belitung, banyak anak muda yang sebelumnya bekerja di sektor pertambangan kini mulai tertarik menjalankan usaha di bidang pertanian karena dinilai memiliki potensi keuntungan yang menjanjikan.

Menurutnya, penyuluh pertanian diharapkan dapat mengawal Brigade Pangan agar berhasil dalam menjalankan usaha tani, termasuk membantu memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan. Fokus pendampingan diarahkan pada peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas sehingga memberikan dampak yang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan petani, khususnya generasi muda.

Penyuluh juga diharapkan terus bersemangat dalam mendampingi berbagai program utama Kementerian Pertanian dan mampu membuktikan bahwa kebijakan penarikan penyuluh ke Kementerian Pertanian memberikan dampak nyata bagi pembangunan sektor pertanian. Hal tersebut mencakup upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, penguatan hilirisasi produk pertanian, serta pengembangan berbagai program strategis lainnya, ujar Harmanto.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa terbitnya Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2026 memberikan mandat kepada pemerintah daerah dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Pemerintah pusat bertugas menyusun Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK), sedangkan pemerintah daerah bertanggung jawab menjaga keberadaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) serta tidak mengalihfungsikan BPP.

Sebagai bentuk motivasi, penyuluh yang mampu mencapai target kinerja akan diberikan penghargaan (reward). Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja penyuluh dalam mendampingi petani dan mengawal berbagai program pembangunan pertanian di lapangan.

Peran penyuluh dinilai sangat vital dalam mengawal berbagai program pembangunan pertanian, mulai dari pengawalan Luas Tambah Tanam (LTT), penyaluran dan pemanfaatan bantuan pemerintah, pendampingan petani, pengembangan hilirisasi, hingga pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi. Khusus untuk pupuk subsidi, proses verifikasi dan validasi penebusan harus melibatkan tim yang terdiri dari dinas terkait bersama penyuluh pertanian agar penyaluran tepat sasaran.

Seminar ini menjadi wadah diskusi strategis antara pemerintah, legislatif, penyuluh, lembaga pendidikan, serta pemangku kepentingan sektor pertanian lainnya dalam memperkuat sinergi guna mendukung program ketahanan pangan nasional. Kehadiran PEPI bersama BRMP Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong modernisasi pertanian serta kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani di wilayah Bangka Belitung. (*)

Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Jadi Motor Percepatan LTT di Bangka Belitung

TANIINDONESIA.COM, Bangka Selatan – Dalam rangka percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi guna mendukung program swasembada pangan berkelanjutan, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) turut berpartisipasi dalam kegiatan Gerakan Tanam Bersama yang dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (4/3/2026) mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai di sawah Poktan Setia Kawan I, Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan realisasi target tanam padi di wilayah tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, penyuluh pertanian, dan para petani.

Partisipasi PEPI dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program strategis Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi padi nasional. Melalui kegiatan ini, civitas akademika juga berkesempatan melihat langsung praktik budidaya di lapangan serta mendukung penerapan teknologi pertanian modern kepada petani.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, seluruh jajaran pertanian terus didorong untuk mempercepat realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) di berbagai daerah. Mentan menekankan pentingnya optimalisasi lahan, peningkatan indeks pertanaman, serta pemanfaatan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Selain itu, Mentan juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, lembaga pendidikan, dan petani guna mempercepat pencapaian target swasembada pangan nasional.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti yang turut mengikuti kegiatan tanam serentak tersebut menyampaikan bahwa peran lembaga pendidikan vokasi pertanian sangat penting dalam mendukung pembangunan pertanian. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi vokasi seperti Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian.

Baca Juga: Kebersamaan DWP Politeknik Enjiniring Kementan Memeriahkan Semarak Ramadhan

Senada dengan itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Mohammad Amin menegaskan agar seluruh satuan pendidikan vokasi pertanian tetap aktif mendukung program pembangunan pertanian nasional, termasuk melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan lapangan seperti gerakan tanam bersama. Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi mahasiswa dan civitas akademika, khususnya dalam penerapan teknologi pertanian, mekanisasi, dan inovasi sektor pertanian, agar lahir generasi muda yang siap mendukung terwujudnya ketahanan dan swasembada pangan di Indonesia.

Gerakan tanam bersama ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan luas tanam padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan diharapkan dapat tercapai secara optimal.

Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, Harmanto menegaskan komitmen PEPI untuk terus mendukung program percepatan LTT dan penguatan ketahanan pangan nasional. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam kegiatan seperti gerakan tanam bersama menjadi bagian penting dari proses pembelajaran berbasis praktik di lapangan.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman langsung dalam budidaya tanaman pangan, tetapi juga memahami tantangan dan kebutuhan petani di lapangan, sehingga ke depan dapat menghadirkan inovasi teknologi yang lebih tepat guna bagi sektor pertanian.

Gerakan tanam bersama ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan luas tanam padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan diharapkan dapat tercapai secara optimal.(*)