16 Februari 2026

NEWS

BRI KC Mabes TNI Cilangkap Berbagi Jumat Berkah ke Rumah Asuh Yatim dan Duafa Fadhilah Insan

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (KC) Mabes TNI Cilangkap menggelar program Jumat Berkah. Program ini merupakan salah satu agenda rutin yang diadakan oleh BRI KC Mabes TNI Cilangkap. Kali ini program Jumat Berkah diadakan di Rumah Asuh Yatim dan Duafa Fadhilah Ihsan pada Jumat, 6 Februari 2026.

Pimpinan BRI KC Mabes TNI Cilangkap, Pranathan Triatmojo menjelaskan, untuk Program Jumat Berkah kali ini dilaksanakan di sekitar lingkungan kerja BRI Mabes TNI Cilangkap di Pondok Ranggon berupa 38 paket sembako. Pembagian ditujukan kepada para Yatim dan Duafa.

“Alhamdulilah kami selalu mengagendakan Program Jumat Berkah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Pranathan menambahkan, adapun bingkisan yang diberikan disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan. Sehingga dengan adanya bantuan dari Program Jumat Berkah ini bisa membantu meringankan kebutuhan warga sekitar.

“Kami membagikan 38 paket sembako kepada para Yatim dan Duafa yang membutuhkan," tegasnya.

Selain Program Jumat Berkah, BRI juga mempunyai beragam produk dan program unggulan. Mulai dari program untuk pendidikan, kesehatan, keagamaan, juga ada program undian berhadiah hingga produk perbankan online melalui BRImo yang memudahkan nasabah dalam bertransaksi dalam satu genggaman.

"Nasabah bisa bertransaksi perbankan mulai dari produk tabungan, pinjaman, pembayaran, asuransi, investasi hingga lifestyle tersedia diaplikasi BRI," tutupnya.(*)

Teknologi SmartAgri – Politeknik Enjiniring Kementan, Bukti Lulusan Vokasi Mampu Hadirkan Solusi Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Seorang lulusan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) berhasil mengharumkan nama almamaternya setelah sukses mengembangkan teknologi pertanian inovatif yang kini diterapkan di kampus tempat ia menempuh Pendidikan. (14/02/2026)

Lulusan tersebut, Hakim (25), merupakan alumni Program Studi Teknologi Mekanisasi Pertanian PEPI. Berbekal pengalaman riset dan praktik lapangan selama masa studi, ia mengembangkan sistem irigasi pintar berbasis sensor dan Internet of Things (IoT) yang mampu mengoptimalkan penggunaan air serta meningkatkan produktivitas lahan percobaan kampus.

Teknologi yang diberi nama “SmartAgri-PEPI” ini dirancang untuk memantau kelembapan tanah, suhu udara, dan kebutuhan nutrisi tanaman secara real-time. Data yang terkumpul diolah melalui aplikasi berbasis web sehingga dosen dan mahasiswa dapat memantau kondisi tanaman secara langsung melalui perangkat gawai.

Inovasi tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya transformasi pertanian berbasis teknologi dan digitalisasi. Ia mengarahkan agar seluruh satuan pendidikan vokasi pertanian menjadi pusat inovasi yang mampu melahirkan solusi nyata untuk meningkatkan efisiensi produksi, menghemat sumber daya air, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa satuan pendidikan di bawah Kementerian Pertanian harus menjadi center of excellence dalam pengembangan SDM pertanian yang adaptif terhadap kemajuan teknologi. Ia mendorong agar setiap inovasi mahasiswa dan alumni tidak berhenti pada tahap prototipe, melainkan dikembangkan hingga siap diterapkan di tingkat petani.

Baca juga: Optimalisasi Rawa, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Kuliah Umum dukung program swasembada Pangan

Kampus vokasi pertanian harus menjadi laboratorium hidup (living laboratory) bagi pengembangan smart farming. Inovasi seperti sistem irigasi pintar ini perlu diintegrasikan dengan kurikulum, teaching factory, serta kegiatan penyuluhan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh petani,” ujar Arsanti.

Direktur PEPI, Harmanto, turut menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai inovasi Hakim menjadi bukti bahwa lulusan pendidikan vokasi mampu menghadirkan solusi konkret bagi sektor pertanian nasional.“Kami bangga karena inovasi ini lahir dari proses pembelajaran di kampus dan kini kembali memberi manfaat bagi civitas akademika,” Ujar Harmanto.

Hakim menjelaskan, pengembangan teknologi ini berangkat dari keprihatinannya terhadap pemborosan air dan kurang optimalnya sistem pengairan di lahan praktik. “Saya ingin menciptakan sistem yang sederhana, terjangkau, tetapi berdampak nyata bagi produktivitas pertanian, khususnya di lingkungan pendidikan vokasi,” ujarnya saat ditemui di area Teaching Farm Kampus PEPI.

Sejak diterapkan enam bulan terakhir, sistem SmartAgri-PEPI dilaporkan mampu menekan penggunaan air hingga 30 persen serta meningkatkan pertumbuhan tanaman hortikultura di lahan praktik mahasiswa. Selain menjadi sarana efisiensi produksi, teknologi ini juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran interaktif untuk memahami integrasi mekanisasi dan digitalisasi pertanian.

Ke depan, Hakim berencana mengembangkan versi lanjutan dari sistem tersebut agar dapat diterapkan pada lahan petani skala kecil dan menengah di berbagai daerah. Ia berharap inovasinya dapat menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian Indonesia sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak inovator muda dari bangku politeknik, sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.(*)

BRI Menara BRILiaN Ajak Peduli Lingkungan Melalui Mesin Daur Ulang RVM

TANIINDONESIA.COM, Jakarta - Salah satu cabang BRI yaitu Menara BRILiaN memiliki mesin daur ulang botol plastik. Hal ini merupakan salah satu upaya BRI Menara BRILiaN dalam mengurangi sampah plastik.

Mesin daur ulang BRI, yang dikenal sebagai Reverse Vending Machine (RVM) melalui program BRI Peduli - Yok Kita Gas merupakan mesin pintar untuk menukarkan botol plastik bekas menjadi saldo e-wallet (Plastikpay).

'Inisiatif ini menukar botol plastik dengan poin bernilai ekonomis, mendorong daur ulang, dan mengurangi jejak karbon di Jakarta," ujar Pimpinan Kanca BRI Menara BRILiaN, Marco Arief Pramudita.

Marco menjelaskan, cara kerja mengenai mesin daur ulang RVM BRI sangat mudah, pengguna memasukkan botol plastik bekas ke mesin RVM. Mesin akan memprosesnya dan memberikan poin yang dapat dikonversi menjadi saldo e-wallet.

Sejak 2024, setidaknya 8 unit RVM telah tersebar di Jakarta, termasuk kantor BRI, AEON JGC, Margo City Depok, serta kampus seperti Binus dan Universitas Bakrie dan hingga kini terus bertambah.

"Salah satu mesinnya ada dikantor kami," ungkapnya.

Dalam beberapa event khusus, satu botol plastik dihargai tinggi (misal: Rp1.300) yang langsung dikonversi menjadi saldo e-wallet. Program ini berhasil mengumpulkan ribuan kilogram sampah plastik, mengurangi jejak karbon, dan menyelamatkan lahan dari timbunan sampah.

"BRI bekerja sama dengan Plasticpay untuk memastikan botol plastik terdaur ulang dengan baik. Program ini merupakan komitmen BRI terhadap sustainable development goals (SDGs) dan pelestarian lingkungan," tutupnya.(*)

Optimalisasi Rawa, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Kuliah Umum dukung program swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, Tangerang— Generasi muda merupakan penerus pembangunan pertanian. Karena itu, Kementerian Pertanian mengajak generasi muda untuk melakukan transformasi pertanian dari yang dulu tradisional menjadi modern. Kementerian Pertanian terus mendorong kesiapan generasi muda mewujudkan swasembada pangan. Salah satunya dilakukan politeknik enjiniring pertanian indonesia dengan menggelar Kuliah Umum dengan tema optimalisasi rawa dan alsintan bertempat di auditorium pada kamis (12/02/2026)

Kuliah umum tersebut diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta civitas akademika PEPI yang antusias menyimak pemaparan materi dari narasumber yang ahli di bidang pengelolaan lahan rawa dan alat mesin pertanian (alsintan).

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan terkait pengembangan lahan rawa dan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) dan menegaskan bahwa lahan rawa memiliki potensi besar dalam meningkatkan produksi pangan nasional bila dikembangkan secara konsisten dan terencana.

Selain itu, Amran mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam mendorong inovasi pertanian yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa penggunaan mekanisasi pertanian tidak hanya mempercepat proses produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti dalam arahannya menekankan bahwa keberhasilan optimalisasi lahan rawa dan pemanfaatan alsintan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia pertanian. Ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi vokasi seperti Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda pertanian yang adaptif, inovatif, dan mampu mengoperasikan serta mengembangkan teknologi mekanisasi pertanian.

Baca juga: Siapkan Lulusan Vokasi Unggul, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Perencanaan Pembelajaran

Lebih lanjut, ia mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di sektor pertanian dengan mengedepankan pendekatan berbasis teknologi, kewirausahaan, dan keberlanjutan lingkungan. Penguatan kompetensi teknis, manajerial, serta kemampuan pendampingan kepada petani menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi pertanian menuju sistem yang modern dan berdaya saing.
Direktur PEPI, Harmanto juga menyampaikan bahwa lahan rawa memiliki potensi strategis untuk meningkatkan produksi pangan apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan. Pengelolaan tata air yang baik, perbaikan kualitas tanah, serta penerapan teknologi budidaya yang sesuai dengan karakteristik lahan rawa menjadi kunci keberhasilan optimalisasi lahan tersebut.

Menurut Harmanto, pemanfaatan lahan rawa dengan dukungan teknologi, perbaikan tata air, serta mekanisasi pertanian agar produktivitas dapat meningkat secara signifikan. Ia juga menekankan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintahan untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui optimalisasi sumber daya domestik dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pertanian.

Trip Alihamsyah sebagai narasumber dalam materinya menyampaikan pemanfaatan alsintan modern dinilai sangat penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Penggunaan alat mesin pertanian mampu mempercepat proses olah tanah, penanaman, hingga panen, serta menekan biaya produksi dan meminimalkan kehilangan hasil. Integrasi antara pengelolaan lahan rawa dan mekanisasi pertanian diharapkan dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.

Harsono sebagai Narasumber kedua mengawali kegiatan kuliah umum ini juga diwarnai dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali lebih dalam terkait implementasi teknologi di lapangan serta peluang pengembangan lahan rawa sebagai sentra produksi pangan baru.

Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia berharap dapat mendorong lahirnya inovasi dan sumber daya manusia yang kompeten di bidang enjiniring pertanian, guna mewujudkan sistem produksi pangan yang tangguh dan berkelanjutan.(*)

Serah Terima Pembangunan GOR, BRI KC Cibubur dengan Yayasan Ar-Rohman Insan Kamil di Jonggol

TANIINDONESIA.COM, JONGGOL - BRI KC Cibubur melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli menyerahkan fasilitas Gedung Olahraga (GOR) kepada Yayasan Ar-Rohman Insan Kamil di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).

Serah terima tersebut dihadiri oleh Pemimpin Cabang BRI KC Cibubur, Dolly Senja Permadi beserta Supervisor BRI KC Cibubur, Lukman Hakim dan perwakilan Yayasan Ar-Rohmah Insan Kamil, ustadz Wildan dan Muhamad Aris.

Pembangunan GOR ini merupakan bagian dari komitmen BRI KC Cibubur dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan dan sosial.

"Fasilitas GOR tidak hanya ditujukan untuk aktivitas fisik, tetapi juga sebagai ruang kebersamaan yang mendorong disiplin, sportivitas, dan nilai-nilai kebersamaan. BRI Peduli hadir untuk memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan. GOR ini diharapkan menjadi ruang produktif yang dapat dimanfaatkan secara optimal oleh yayasan dan masyarakat sekitar,” ujar Dolly Senja Permadi dalam sambutannya.

Di tempat yang sama, Pengurus Yayasan Ar-Rohman Insan Kamil menyampaikan apresiasi atas dukungan BRI KC Cibubur.

Keberadaan GOR dinilai menjadi sarana penting dalam menunjang aktivitas santri, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pendidikan akademik, keagamaan, dan kesehatan jasmani

Dengan diserahkannya fasilitas ini, BRI Peduli menegaskan peran sektor perbankan tidak hanya sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan sosial dan pendidikan di daerah. (*)

Siapkan Lulusan Vokasi Unggul, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Perencanaan Pembelajaran

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menyelenggarakan Kegiatan Perencanaan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada hari pertama, Senin, 3 Februari 2026, bertempat di Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Perkebunan (BRMP Perkebunan).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi pertanian dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab tantangan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Pelaksanaan kegiatan ini juga senada dengan arahan Idha Widi Arsanti, yang menegaskan perlunya perencanaan pembelajaran yang terintegrasi, aplikatif, dan berbasis pada kebutuhan nyata sektor pertanian. Perencanaan pembelajaran diharapkan mampu menjawab tantangan pertanian modern melalui penguatan kompetensi teknis, pemanfaatan teknologi pertanian, serta pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan lapangan.

Direktur PEPI, Harmanto mengatakan pada semester ganjil sebelumnya, PEPI telah melakukan standardisasi capaian pembelajaran lulusan dan capaian pembelajaran mata kuliah dengan instrumen yang lebih operasional sebagai upaya peningkatan kualitas lulusan. Saat ini, dokumen akreditasi dua program studi juga telah disiapkan untuk pengajuan pada bulan Mei, dengan target memperoleh peringkat unggul.

Baca juga: Teknologi Cerdas untuk Pertanian Berkelanjutan: Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Pameran Inovasi

Kegiatan perencanaan pembelajaran semester genap ini merupakan bagian dari agenda akademik PEPI dalam rangka mempersiapkan dan menyusun perencanaan pembelajaran secara komprehensif, sistematis, dan selaras dengan capaian pembelajaran lulusan. Perencanaan tersebut mencakup penyusunan perangkat pembelajaran, metode pengajaran, serta strategi evaluasi yang akan diterapkan pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Wakil Direktur I, Andi Saryoko dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan vokasi pertanian. Menurutnya, perencanaan pembelajaran yang matang merupakan fondasi utama dalam memastikan proses pembelajaran berjalan secara efektif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan teknologi pertanian.

Lebih lanjut, Evaluasi keberhasilan pembelajaran mencakup indikator pada tingkat institusi dan program studi. Pada tingkat institusi, indikator meliputi jumlah lulusan, tingkat serapan kerja minimal delapan puluh persen dalam waktu enam bulan, serta kontribusi lulusan. Sementara pada tingkat program studi, evaluasi difokuskan pada relevansi kompetensi dan kontribusi lulusan di sektor kerja.

Melalui kegiatan ini PEPI berupaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan sektor pertanian, sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan praktis dan kesiapan kerja yang tinggi. Diharapkan, hasil dari kegiatan Perencanaan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam pelaksanaan kegiatan akademik ke depan, serta mendukung terwujudnya lulusan vokasi pertanian yang kompeten, profesional, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.(*)

Dukung Pertanian Berkelanjutan, CropLife Indonesia Perkenalkan SPMF

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA – CropLife Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda pertanian berkelanjutan nasional melalui pemaparan Sustainable Pesticide Management Framework (SPMF) yang digelar di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026. Kerangka ini diperkenalkan sebagai acuan nasional dalam pengelolaan pestisida berkelanjutan guna memperkuat sistem pertanian Indonesia yang modern dan berdaya tahan.

Head of Crop Protection Research & Development Asia Tenggara & Pakistan Bayer Crop Science sekaligus Chairman CropLife Indonesia, Kukuh Ambar Waluyo menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis dari pemerintah pusat. Hadir dalam forum ini perwakilan Kementerian Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta sejumlah unit kerja yang berkaitan dengan riset, perizinan, dan kebijakan pertanian. Sejumlah perwakilan lintas kementerian dan lembaga yang berperan dalam penguatan sektor pangan nasional juga turut ambil bagian.

"SPMF dinilai sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong pertanian berkelanjutan untuk menjaga ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat daya tahan sektor pertanian terhadap dampak perubahan iklim," kata Kukuh saat peluncuran Kerangka Nasional Pengelolaan Pestisida Berkelanjutan yang digagas bersama Croplife Indonesia di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

Ia menyampaikan, kehadiran SPMF melengkapi berbagai program strategis pemerintah, mulai dari penyaluran pupuk bersubsidi, bantuan alat dan mesin pertanian, hingga pembangunan dan perbaikan infrastruktur irigasi sebagai bagian dari transformasi menuju pertanian modern.

"Indonesia, sebagai negara dengan potensi pertanian besar, dihadapkan pada tantangan multidimensi, seperti perubahan iklim, dinamika geopolitik global, alih fungsi lahan, keterbatasan sumber daya manusia, serta tuntutan adopsi teknologi pertanian terkini. Dalam kondisi tersebut, penggunaan sarana produksi pertanian, termasuk produk perlindungan tanaman, dituntut untuk dikelola secara aman, bertanggung jawab, dan berbasis ilmu pengetahuan," tuturnya.

Melalui SPMF, CropLife Indonesia yang merupakan asosiasi nirlaba berafiliasi dengan CropLife International dan CropLife Asia, menawarkan kerangka kerja kolaboratif yang sistematis. Kerangka ini dirancang untuk membantu pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan dalam membangun tata kelola produk perlindungan tanaman yang berkelanjutan, dengan tetap menjaga kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan tanpa mengurangi produktivitas pertanian.

"SPMF berlandaskan nilai SPIRIT yang diusung CropLife Indonesia, meliputi keberlanjutan, kemitraan, integritas, tanggung jawab, inovasi, dan teknologi. Nilai-nilai tersebut menekankan pentingnya praktik ramah lingkungan, kolaborasi lintas sektor, etika, serta pemanfaatan teknologi maju dalam pertanian," terangnya.

Kukuh menjelaskan, kerangka SPMF disusun berdasarkan tiga pilar utama. Pilar pertama menekankan adopsi teknologi perlindungan tanaman berbasis risiko dengan pendekatan mitigasi yang mengacu pada standar internasional.

"Pilar kedua menitikberatkan pada penguatan inovasi dan digitalisasi pertanian, termasuk pengembangan SOP penggunaan drone pertanian, integrasi sistem pendaftaran varietas tanaman secara digital lintas kementerian, serta dorongan pengembangan pestisida hayati. Pilar ketiga berfokus pada praktik bertanggung jawab melalui pelatihan berkelanjutan bagi petani dan pemangku kepentingan, mencakup aspek keamanan penggunaan produk, pengelolaan resistensi, hingga pencegahan peredaran produk palsu," tuturnya.

Selain itu, SPMF juga diarahkan untuk mendukung harmonisasi standar Batas Maksimum Residu (BMR) sebagai indikator penting dalam menjamin keamanan dan mutu pangan, sekaligus meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global.

Secara global, SPMF telah diterapkan di sejumlah negara seperti Kenya, Maroko, Mesir, Cile, Guatemala, Thailand, dan Vietnam. Di Indonesia, implementasi kerangka ini direncanakan berlangsung selama lima tahun dengan estimasi anggaran sekitar USD 1,5 juta. Program tersebut akan melibatkan kolaborasi di tingkat nasional dan daerah, termasuk penguatan regulasi drone pertanian, standardisasi BMR, pengembangan dashboard biosekuriti, hingga inisiatif pembentukan National Poison Control Center.

"Melalui penerapan SPMF, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat membangun komitmen bersama dalam penggunaan produk perlindungan tanaman yang aman, efisien, dan bertanggung jawab, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan daya saing ekspor, serta mendukung visi Indonesia Emas 2045," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian, Leli Nuryati, menilai pemanfaatan teknologi drone dalam pertanian berpotensi besar memperkuat ketahanan pangan nasional serta menghadapi tantangan perubahan iklim. Menurutnya, penggunaan drone untuk penyemprotan pestisida dapat menjadi solusi dalam menghadapi kondisi cuaca yang semakin tidak menentu.

Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian Leli Nuryati mengatakan, langkah harmonisasi dengan praktik industri menjadi kunci agar penggunaan pestisida dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Jadi ini adalah program yang tepat untuk mendukung swasembada kita yang memperhatikan keamanan lingkungan secara berkelanjutan,” kata dia.(*)

Atasi Banjir, Politeknik Enjiniring Kementan tampilkan Inovasi Pompa Aksial

TANIINDONESIA.COM, Tangerang - Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menjalin kerja sama dengan Bumi Serpong Damai (BSD) dalam kegiatan normalisasi drainase sebagai upaya mendukung pengendalian banjir dan pengelolaan lingkungan kawasan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (29-30 Januari 2026) ini menempatkan peran mahasiswa PEPI sebagai sorotan utama melalui pengenalan berbagai inovasi antisipasi banjir yang berkelanjutan.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya peran aktif institusi pendidikan dan mahasiswa dalam menghadirkan solusi nyata atas persoalan di lapangan melalui inovasi yang aplikatif, cepat, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menjadi garda terdepan dengan mengenalkan berbagai inovasi antisipasi banjir. Mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan pemotongan dan penataan pohon yang menghambat aliran air pada saluran drainase, sekaligus melakukan pengamatan dan evaluasi kondisi tata air kawasan.

Selain itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti kembali menegaskan bahwa mahasiswa vokasi pertanian harus didorong untuk terlibat langsung di lapangan, mengasah kompetensi melalui praktik nyata, serta menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan dan permasalahan riil di masyarakat.

Mahasiswa tidak hanya terlibat dalam kegiatan teknis di lapangan, seperti pemotongan dan penataan pohon yang menghambat aliran air pada saluran drainase, tetapi juga memperkenalkan inovasi berbasis keilmuan yang telah mereka kembangkan di lingkungan kampus. Inovasi tersebut difokuskan pada peningkatan fungsi drainase, efisiensi aliran air, serta upaya pencegahan genangan di kawasan rawan banjir.

Baca juga: Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan jaring SDM unggul

Direktur PEPI, Harmanto juga mengatakan bahwa beberapa inovasi yang diperkenalkan mahasiswa antara lain konsep normalisasi drainase ramah lingkungan, penerapan sistem pengendalian aliran air sederhana, serta pendekatan integrasi tata air dengan pengelolaan lahan dan vegetasi. Inovasi ini dirancang agar mudah diterapkan, adaptif terhadap kondisi lapangan, dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bentuk pembelajaran langsung yang menghubungkan teori dan praktik. Melalui kolaborasi dengan BSD, mahasiswa PEPI mendapatkan kesempatan untuk menguji gagasan dan inovasi mereka secara nyata, sekaligus memberikan solusi konkret terhadap permasalahan lingkungan yang dihadapi Kawasan, tambah Harmanto.

Harmanto juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendorong mahasiswa agar aktif berinovasi dan berkontribusi bagi masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga hadir membawa solusi. Inovasi yang diperkenalkan menjadi bukti peran PEPI dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif dan solutif terhadap tantangan lingkungan.

Melalui kerja sama ini, PEPI berharap inovasi mahasiswa dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara lebih luas, sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam mendukung mitigasi banjir dan pembangunan berkelanjutan.(*)

Mahasiswa Desak Rektor Unsoed Dicopot, Kampus Dinilai Gagal Tangani Dugaan Kekerasan Seksual

TANIINDONESIA.COM, Purwokerto – Kritik tajam terhadap kepemimpinan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mencuat di media sosial. Seorang mahasiswa bernama Aryanto melalui cuitan di Twitter meminta Rektor Unsoed Akhmad Sodiq dicopot, karena dinilai gagal menangani persoalan serius di kampus, terutama dugaan pembiaran kasus kekerasan seksual yang melibatkan dosen terhadap mahasiswi.

Dalam cuitannya, Aryanto menilai kampus tidak memberi hukuman tegas kepada dosen yang diduga melakukan kekerasan seksual. Ia menyebut kondisi ini menjadi hal paling merugikan bagi mahasiswa karena menciptakan ketakutan dan rasa tidak aman di lingkungan pendidikan.

“Saya mau cerita dari hal yang paling merugikan kita yaitu tidak adanya hukuman bagi dosen yang melakukan kejahatan seksual pada mahasiswi,” tulis Aryanto.

Aryanto menyebut kasus kekerasan seksual di kampus tidak boleh dibiarkan berlarut-larut hingga menimbulkan korban yang lebih berat. Ia menyinggung kasus di Universitas Negeri Manado (Unima), yang disebutnya membuat korban bernama Evia Maria Mangolo bunuh diri setelah mengalami kekerasan seksual.

“Apakah kasus pelecehan seksual yang terjadi di kampus saya, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) juga harus ada korban yang bundir?” tulisnya.

Rektor Dinilai Tidak Tegas, Demonstrasi Disebut Tak Berdampak

Dalam cuitan tersebut, Aryanto menyoroti dugaan kasus pelecehan seksual yang disebut dilakukan oleh dosen bernama Adhi Iman Sulaiman, profesor di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Ia memaparkan kronologi dugaan kejadian yang terjadi saat penelitian ke luar kota dan melibatkan mahasiswi berinisial “Bunga”.

Aryanto menuliskan, setelah kasus dilaporkan, persoalan tersebut sempat menjadi perhatian publik karena mahasiswa memviralkannya. Gelombang demonstrasi oleh BEM dan mahasiswa disebut berlangsung pada Juli, Agustus hingga September, sementara dugaan kejadian disebut terjadi pada April.

Namun Aryanto menyatakan tekanan demonstrasi tersebut tidak berdampak terhadap penuntasan kasus.

“Tekanan demonstrasi yang digagas BEM dan mahasiswa tidak berdampak apa pun. Menyedihkan sekali!!” tulis Aryanto.

Dugaan Kampus Melindungi Dosen Bermasalah

Aryanto juga mempertanyakan alasan kampus mempertahankan dosen yang disebut bermasalah. Ia menilai sanksi administratif seperti skorsing mengajar selama dua semester tidak cukup dan membuka peluang dosen kembali mengajar setelah sanksi berakhir.

“Apakah mahasiswa lain kelak akan terima jika diajar dosen bermasalah? Pastinya tidak, lalu mengapa dibiarkan tetap mengajar?” tulisnya.

Ia bahkan menyebut dugaan kekerasan seksual di Unsoed tidak hanya satu kasus. Dalam cuitannya, Aryanto menyebut nama dosen Fakultas Ekonomi Muhammad Syah Fibrika Ramadhan yang dituding sebagai predator terhadap mahasiswa bimbingannya, namun menurutnya kasus tersebut ditutupi pihak kampus.

“Kami semakin bertanya-tanya, mengapa kampus lebih memilih mempertahankan dosen bejat ketimbang membela hak mahasiswa yang berani lapor,” tulis Aryanto.

Krisis Kepemimpinan Menjelang Pemilihan Rektor

Aryanto menilai krisis kepemimpinan di Unsoed semakin terlihat karena masa jabatan Rektor Akhmad Sodiq disebut akan segera berakhir dan kampus akan memasuki pemilihan rektor. Namun ia menilai pergantian kepemimpinan tidak akan membawa perubahan karena kandidat yang muncul disebut masih berada dalam lingkaran kekuasaan petahana.

Aryanto menyebut tiga nama kandidat calon rektor, yakni Ali Rohman, Adi Indrayanto, dan Khavid Faozi, yang menurutnya merupakan bagian dari cara rektor mempertahankan kekuasaan.

Soroti Nama Besar Unsoed dan Desak Kemendikti Bertindak

Dalam cuitannya, Aryanto menegaskan Unsoed adalah kampus negeri yang membawa nama besar Panglima Besar Jenderal Soedirman. Ia menilai kampus tidak boleh dibiarkan rusak oleh perilaku yang disebutnya busuk.

“Unsoed kampus tempat saya kuliah ini punya nama hebat Panglima Besar Soedirman. Jangan sampai dihinakan segelintir penjahat berprofesi dosen,” tulis Aryanto.

Ia juga menuntut Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto bersikap tegas dan membuat mekanisme jelas agar dosen predator tidak hanya mendapat sanksi administratif.(*)

Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan jaring SDM unggul

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) secara resmi akan membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 mulai 2 Februari 2026. PMB ini menjadi kesempatan emas bagi generasi muda yang ingin berkontribusi langsung dalam pembangunan sektor pertanian modern dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian nasional harus ditopang oleh generasi muda yang menguasai teknologi, berjiwa inovatif, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa. Pendidikan vokasi pertanian menjadi kunci dalam mencetak tenaga terampil yang siap terjun langsung ke lapangan.

Senada dengan arahan Kepala badan penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian, Idha Widi Arsanti menekankan bahwa pembangunan pertanian nasional tidak hanya bertumpu pada sarana dan prasarana, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pendidikan vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang terampil, berkarakter, dan mampu menguasai teknologi pertanian modern.

Idha Widi Arsanti juga menekankan bahwa penguatan SDM pertanian harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada penguasaan keterampilan teknis, pemanfaatan teknologi pertanian modern, serta pembentukan karakter dan etos kerja. Lulusan pendidikan vokasi pertanian diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berwirausaha dan menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah.

Baca juga: Dukung Swasembada Pangan Nasional, Politeknik Enjiniring Kementan Perkuat SDM Berinovasi

Harmanto, Direktur PEPI dalam arahannya selalu mengatakan bahwa PEPI menyelenggarakan pendidikan berbasis praktik dengan porsi pembelajaran lapangan yang dominan. Mahasiswa dibekali keterampilan teknis enjiniring pertanian, pengoperasian alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pemahaman teknologi tepat guna yang mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

PEPI berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul, terampil, dan siap kerja di bidang enjiniring pertanian. Kurikulum yang diterapkan mengedepankan praktik lapangan, pemanfaatan teknologi, serta penguatan karakter dan kedisiplinan, Ujar Harmanto.

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2026 membuka peluang bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk bergabung dan berkontribusi dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian, seperti ketahanan pangan, swasembada pangan, mekanisasi pertanian, dan hilirisasi sektor pertanian.

Seluruh tahapan seleksi PMB dilaksanakan secara transparan dan akuntabel guna menjaring calon mahasiswa yang memiliki potensi, kompetensi, serta komitmen tinggi terhadap pembangunan pertanian nasional. Calon pendaftar diimbau untuk mempersiapkan diri sejak dini dan mengikuti seluruh proses pendaftaran sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Informasi lengkap mengenai persyaratan, jalur pendaftaran, jadwal seleksi, dan tata cara pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru PEPI Tahun Akademik 2026/2027 dapat diakses melalui website dan media sosial resmi Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia. Tambahnya.(*)