21 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Dorong Percepatan Tanam, Kementan Kawal LTT Bantul

TANIINDONESIA.COM//BANTUL - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mengupayakan luas tambah tanam (LTT) sebagai langkah strategis memastikan peningkatan produksi padi. Hal ini agar target swasembada pangan bisa segera tercapai.

Seperti disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, pemerintah berkomitmen untuk mencapai swasembada pangan dengan menargetkan peningkatan signifikan pada produksi padi nasional tahun 2025.

"Alhamdulillah, capaian bulan Maret meningkat dari 900-an ribu hektare menjadi lebih dari 1,2 juta hektare dibandingkan tahun sebelumnya. Ini capaian bagus, tetapi tidak boleh lengah," tegasnya.

Mentan menargetkan LTT minimal bisa mencapai 1,6 juta hektare sehingga pentingnya peran semua pihak dalam menjaga ritme tanam.

Untuk itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Ali Jamil turun langsung mengawal LTT di Desa Timbulharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (15/4/2025).

“Kita baru saja tanam padi varietas Inpari 32. Dengan luas lahan 8,4 ubinan (2,5 x 2,5 meter).” ucap Ali setelah melakukan gerakan tanam bersama pihak terkait.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/04/21/dorong-capaian-swasembada-pangan-kementan-sosialisasikan-inpres-3-2025/

Ia mengapresiasi produktivitas padi setempat yang hampir mencapai 8 ton/ ha. Pasalnya, produktivitas nasional baru mencapai 5,25 ton/ha Gabah Kering Giling (GKP).

“Kita berupaya untuk kejar tanam, kejar Luas Tambah Tanam (LTT). Karena target April ini adalah 1,6 juta ton secara nasional. Untuk DIY kita targetkan 14 sampai dengan 19 ribu ton,” tuturnya.

Ia menilai lahan sudah optimal untuk ditanami. Dengan melihat ketersediaan air yang melimpah, dan bibit yang siap tanam.

“Jadi pesannya, mari kita kawal semua pertanaman kita supaya arahan Pak Presiden untuk swasembada pangan dapat dicapai secepat-cepatnya di negara kita, Indonesia,” pungkas Ali.

Selaras, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan perlunya kolaborasi berbagai pihak untuk mencapai swasembada pangan.

“Untuk mewujudkan swasembada pangan ini tidak bisa sendirian, kita harus terus bergandengan tangan dengan semua pihak,” ujar Idha.

Hadir mendampingi Sekretaris Jenderal, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), R. Hermawan mengatakan siap mengawal LTT di wilayah Kabupaten Bantul, DIY. Hal ini agar target produksi padi dapat tercapai.(***)

Tingkatkan Kapasitas SDM, Politeknik Enjiniring Kementan Kolaborasi Alsintan dengan Korea

TANIINDONESIA.COM//TANGERANG - Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesi (PEPI) lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) menerima hibah Traktor Roda 4 sebanyak 15 Unit dari Korea-Indonesia Industry and Technology Cooperation Center (KITECH).

Penyerahan traktor roda 4 tersebut dihadiri oleh Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, Ambassador of the Republic of Korea to Indonesia, Mr. Park Soo Deok, President of KITECH, Mr. Lee Sang-Mok, Economic Section Chief of Korea Embassy, Mr. Yang Seokhwan, dan seluruh jajaran Kementan di Auditorium PEPI, Senin (21/04/2025).

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti menyatakan bahwa penyerahan hibah traktor dari pemerintah Korea kepada pemerintah Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dari sumber daya manusia kita terutama terkait dengan alat dan mesin pertanian.

“Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian berharap kepada sumber daya manusia dapat lebih maksimal dalam mekanisasi pertanian. Ini adalah satu langkah kita dalam kerjasama luar negeri dalam peningkatan kapasitas”, ujar Kabadan Santi.

Saat ini Indonesia tengah memasuki fase transformasi signifikan di sektor pertanian. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, regenerasi petani, dan transisi menuju energi berkelanjutan, Indonesia tetap berkomitmen penuh untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, di mana negara kita bercita-cita menjadi salah satu negara ekonomi terdepan di dunia, yang didukung oleh sektor pertanian yang modern, mandiri, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.

Kolaborasi antara Indonesia dan Korea melalui proyek ini merupakan contoh kuat diplomasi pertanian yang produktif dan saling menguntungkan. Kami berharap kerja sama ini akan terus berkembang tidak hanya melalui sumbangan teknologi tetapi juga melalui berbagai program mendatang yang akan menguntungkan kedua negara dan rakyat kita.

Nantinya, alumni PEPI akan menerapkan kompetensi mekanisasi pertanian kepada petani yang ada. 15 Traktor lahan kering dikembangkan oleh KITECH, TYM dan PT. Barata Indonesia. Traktor yang dikembangkan tersebut menjadi langkah dalam mempromosikan pertanian berkelanjutan kedepannya.

“Diharapkan KITECH sebagai Lembaga penelitian yang memimpin teknologi manufatur, dan juga perwakilan Lembaga dapat terus berkejasama dengan Indonesia”, ujar Santi.

Park Soo Deok, duta besar Kedutaan Besar Korea Selatan dalam sambutannya menyatakan bahwa, "Saya dengan senang hati menyerahkan 15 unit Traktor biodiesel kepada PEPI, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia, serta mendukung transisi energi yang tengah dijalankan oleh pemerintah Indonesia".

Indonesia memiliki lingkungan alam yang luar biasa dan potensi pertanian yang sangat dinamis. Industri pertanian merupakan sector strategis yang terhubung langsung dengan kehidupan masyarakat.

Berkenaan dengan hal tersebut, modernisasi alat dan mesin pertanian akan berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan produktifitas serta pembangunan masyarakat pertanian yang berkelanjutan.

Diakhir sambutannya beliau akan memperkuat hubungan persahabatan dengan Indonesia secara konsisten. Kemajuan masyarakat pertanian serta berkembangnya teknologi pertanian.

Hal senada juga disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengungkapkan berbagai poin penting kerja sama bilateral di bidang pertanian yang telah disepakati dalam kunjungan kenegaraan.

"Kami menjajaki dan menyepakati sejumlah kerja sama konkret yang akan memperkuat sektor pertanian kedua negara. Fokus kami adalah membangun kemitraan jangka panjang di bidang riset pertanian, pertukaran informasi, teknologi dan program pelatihan, peningkatan kapasitas SDM, hingga penguatan investasi, akses pasar," jelas Mentan Amran. (*)

Dorong Capaian Swasembada Pangan, Kementan Sosialisasikan Inpres 3/2025

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025, Presiden RI, Prabowo Subiyanto ingin melakukan transformasi dari pertanian tradisional menuju pertanian modern. Transformasi ini melibatkan peran aktif penyuluh pertanian, guna mencapai swasembada pangan berkelanjutan.

Menyambut Inpres ini, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan sosialisasi di berbagai lokasi. Salah satunya diselenggarakan di Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) pada Selasa (15/4/2025).

Hadir Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Kepala Dinas Pertanian terkait di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, Klaten, Kabupaten dan Kota Magelang.

Sosialisasi membahas mengenai pengalihan penyuluh pertanian yang berkedudukan di pemerintah daerah ke Kementerian Pertanian.

Pasalnya, sesuai Inpres No. 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian ini, menyebut Menteri Pertanian untuk mengalihkan penyuluh pertanian Aparatur Sipil Negara pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota kepada Kementerian Pertanian dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak berlakunya Inpres.

Dikatakan oleh Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman bahwa penyuluh memiliki peran penting dalam keberhasilan program swasembada pangan.

Melalui kebijakan ini, Mentan Amran optimis dapat mempercepat swasembada pangan sekaligus membuka peluang ekspor beras di masa depan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/04/19/capai-swasembada-pangan-mahasiswa-polbangtan-kementan-jalani-mbkm/

"Pemerintah terus mengawal pengembangan sektor pertanian dengan melibatkan penyuluh sebagai ujung tombak keberhasilan program ini," kata Amran.

Dalam sosialisasi ini, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian, Ali Jamil mengatakan perlunya menyelaraskan kewenangan pemerintah daerah dan Kementan untuk mencapai Asta Cita Presiden.

“Arahan Presiden Prabowo, pencapaian swasembada pangan dilakukan dalam waktu secepat-cepatnya. Untuk mencapai itu, harus dikelola dalam 1 komando yakni Menteri Pertanian. Satu garis komando, dari hulu ke hilir,” papar Ali.

Ali berharap dengan 1 komando ini, penyuluh pertanian bisa berperan aktif dalam proses pengawalan, pendampingan, diseminasi, dan transformasi modernisasi pertanian.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, meyakini penyuluh pertanian menjadi pengungkit keberhasilan swasembada pangan.

“Penyuluh pertanian merupakan ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Perannya sangat signifikan dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sebagai tuan rumah, Direktur Polbangtan YOMA, R. Hermawan menyambut baik Inpres ini dan siap memfasilitasi prosesnya. Utamanya dalam mendampingi dan berkolaborasi dengan penyuluh pertanian di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).(***)

Inovatif, UPT Pelatihan Kementan Dampingi Petani Kabupaten Bandung Barat lewat Konsultasi Agribisnis Keliling

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (17/4/2025), di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cipeundeuy Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini diikuti 21 petani dari 12 desa didampingi penyuluh pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya pangan bagi manusia.

"Jika tidak ada pangan maka tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar sehingga sangat penting kita jaga pangan," katanya.

Mentan Amran juga mengingatkan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan,” ucapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” katanya.

Layanan konsultasi agribisnis merupakan salah satu Standar Pelayanan Publik BBPP Lembang. Sejak pertengahan tahun 2024, BBPP Lembang membangun dan mengembangkan inovasi pelayanan publik Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK).

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/04/15/upt-pelatihan-kementan-ajarkan-gen-z-hilirisasi-pertanian-dan-agribisnis-tanaman-hias/

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan KAK karena berkomitmen kuat meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui Konsultasi Agribisnis Keliling. Ini upaya kami dalam pengembangan inkubator agribisnis sebagai pendukung penyelenggaraan pelatihan,” tutur Ajat.

Konsultasi dilaksanakan secara hybrid, baik secara online (daring) berbasis website dan whatsapp center dan secara offline (luring) datang langsung ke kantor dan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK) datang ke lokasi petani yang membutuhkan konsultasi tentang pertanian.

Awal tahun 2025, BBPP Lembang bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat untuk layanan KAK, mengunjungi BPP di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan KAK menghadirkan konsultan yaitu widyaiswara dan petugas lapangan yang kompeten memecahkan permasalahan yang dihadapi petani sesuai yang dibutuhkan.

Pada kunjungan ke-3, widyaiswara memberikan materi singkat tentang pertanian organik yaitu pembuatan pupuk organik cair dan pestisida nabati.

Penjelasan ini banyak mengundang berbagai pertanyaan petani tentang budidaya tanaman yang dilakukannya, baik tanaman padi, buah dan sayur serta permasalahan hama dan penyakit. Solusi disampaikan oleh para konsultan dengan rinci dan jelas.

Cep Yanto, Koordinator Penyuluh BPP Cipeundeuy, menilai Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK) sangat membantu peran BPP sebagai pusat konsultasi agribisnis.

“Petani terlihat antusiasnya tinggi mengikuti kegiatan ini serta respon dan aktifnya mereka dalam berkonsultasi dengan narasumber,” tutup Cep Yanto.(***)

Capai Swasembada Pangan, Mahasiswa Polbangtan Kementan Jalani MBKM

TANIINDONESIA.COM//WONOSOBO - Sebanyak 21 mahasiswa semester 6 Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) melaksanakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Penyerahan ke-21 mahasiswa tersebut dilakukan di BPP Wonosobo, Rabu (16/4/2025), yang diikuti juga oleh 6 PPL, Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kab Wonosobo Ka. UPTD Penyuluhan Kab Wonosobo, serta Polbangtan YoMa yang diwakili oleh Wakil Direktur I.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam pembangunan sektor pertanian.

"Masa depan pertanian ada di tangan anak-anak muda. Mereka akan turut menentukan arah pembangunan pertanian. Oleh sebab itu, kita berharap para generasi muda bisa memperkaya diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang pertanian," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani menjadi hal yang harus dipersiapkan jauh-jauh hari.

"Petani-petani kita yang ada saat ini sudah tua-tua. Oleh karena itu regenerasi petani menjadi sangat penting. Kita harus persiapkan generasi muda saat ini untuk menjadi petani handal," ujarnya.

Sementara Direktur Polbangtan YoMa yang diwakili oleh Wakil Direktur I, Endah Puspitojati, menjelaskan lebih rinci mengenai kegiatan penyerahan mahasiswa yang melaksanakan MBKM di Wonosobo.

"Mahasiswa yang melaksanakan MBKM kali ini adalah semester 6 terdapat 21 mahasiswa yang akan ditugaskan dan melaksanakan di kabupaten Wonosobo yang terbagi dalam 5 kecamatan berdasarkan hasil diskusi yaitu kecamatan yaitu Watumalang, Wadaslintang, Kaliwiro, Mojotengah, dan kretek," tuturnya.

Ia menambahkan, para mahasiswa semester 6 ini sebelumnya telah melaksanakan PKL dan MBKM 1, serta telah melaksanakan pendampingan PAT dari program kementrian pertanian.
"Sehingga telah berpengalaman di lapangan, yang akan memudahkan untuk penugasan di lapangan. Semester 6 MBKM ini bertujuan untuk memperdalam ilmu di bidang pertanian, mahasiswa siap mensukseskan swasembada pangan melalui program MBKM," urainya.

Menurut Endah, pencapaian dari MBKM ini adalah melakukan analisis potensi wilayah berbasis PRA, melaksanakan penyuluhan, dan merancang program berdasarkan konsep pertanian berkelanjutan, selain belajar dapat transfer atau berbagi ilmu yang akan membantu petani di lapangan
"Harapan kita mahasiswa mudah beradaptasi, memberikan inovasi dan menjadi contoh mahasiswa yang dedikasi,” ujarnya.

Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2025/04/19/tingkatkan-hasil-panen-penyuluh-kulon-progo-terapkan-metode-alternatif-pruning/

Sedangkan Kepala UPTD BAPELUH Wonosobo, Khairul SP, mengatakan MBKM membantu untuk mengembangkan pengetahuan para petani.

"Pesan kami, lakukan kegiatan ini dengan ikhlas jangan terpaksa jalanin di desa dan petani di kecamatan masing-masing. Dan yang paling penting adalah niatan dari teman-teman mahasiswa yang berniat untuk belajar, agar memudahkan dikemudian hari. Belajar di lapangan raih sebanyak-banyaknya ilmu yang ada di lapangan," katanya.

Dijelaskannya, di Wonosobo dengan geografis yang ada terdapat perbedaan di antara kecamatan. Oleh karena itu, ditanami menyesuaikan geografis tersebut.

Sedangkan jumlah padi di Wonosobo sekitar 11.000 ha dan terdapat lahan kering dengan ketinggian 700 mdpl dan lahan sawah.

"Harapan kami semoga mahasiswa yang ditugaskan di Wonosobo ini dapat berbagi ilmu kepada masyarakat atau petani yang diperoleh dari kampus dan dapat meraih ilmu dari lapangan," katanya.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kab Wonosobo, Dwiyana Satyani Budyayu, berharap kegiatan ini bisa menggerakkan petani untuk menghidupkan serta mengelola green house.

"Mahasiswa kita minta menjadi mentor Kabupaten Wonosobo dalam kegiatan belajar di kebun tani Wonosobo yang akan mengarahkan petani, TK, SD, dan SMK yang berkunjung di kebun tani. Sehingga dari mahasiswa ini mereka dapat belajar menjadi influncer atau mentor," ujarnya.

Ia juga berharap mahasiswa dapat mengembangkan potensi kecamatan yang ditempatkan oleh mahasiswa masing-masing.

"Dengan harapan dapat memberdayakan masyarakat dan petani dengan mengembangkan potensi yang ada di kecamatan masing-masing mahasiswa yang ditugaskan," katanya.(***)

Tingkatkan Hasil Panen, Penyuluh Kulon Progo Terapkan Metode Alternatif Pruning

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA -Pruning atau pemangkasan pada tanaman padi terbukti meningkatkan produktivitas tanaman padi di Bantar Kulon, Banguncipto, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Di lahan yang dikelola oleh BPP Sentolo ini, penyuluh dan sejumlah pihak terkait melakukan panen dari hasil ujicoba pruning pada Rabu (16/4/2025).

Penyuluh bergembira dengan hasil yang diperoleh. Dengan perlakuan pruning, terlihat peningkatan produktivitas Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 1,12 ton/ha dibandingkan dengan budidaya padi tanpa pruning.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya inovasi sebagai solusi penting dalam memastikan ketahanan pangan Indonesia.

"Inovasi ini sangat penting dalam menghadapi tantangan global, terutama dalam menjaga ketahanan pangan di tengah perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan beras nasional," kata Mentan .

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) sangat berbangga bahwa ternyata banyak inovasi yang terus dikembangkan.

“Kementan mendorong intensifikasi dan ekstensifikasi. Intensifikasi melalui peningkatan produktivitas, penggunaan benih unggul, teknologi lainnya dan inovasi,” papar Idha.

Penerapan pruning ini menjadi salah satu inovasi untuk mensiasati lahan sempit di wilayah DI. Yogyakarta.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/04/18/kementan-perkuat-ketahanan-pangan-nasional-lewat-brigade-pangan/

Menurut Hendro Santoso, Koordinator BPP Sentolo, pruning cocok untuk dikembangkan di wilayahnya.

“Di lahan praktik ini, kami menanam 2 varietas padi, yakni Ciherang dan Mapan P05. Dengan perlakuan pruning, varietas Mapan P05 bisa menghasilkan 14,08 ton/ha. Sedangkan tanpa pruning, hanya menghasilkan 12,16 ton/ha,” papar Hendro.

Sedangkan pada varietas Ciherang, Hendro mengatakan dengan perlakuan pruning bisa menghasilkan 7,04 ton/ha. Tanpa pruning, hanya menghasilkan 6,08 ton/ha.

“Kami menyimpulkan pruning tanaman padi bisa meningkatkan produktivitas, namun masih ada potensi mendongkrak lebih dengan pertimbangan varietas dan kecukupan nutrisi tanaman,” ucap Hendro.

Hal ini mendapat dukungan dari Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Drajat Purbadi.

“Bupati menegaskan Kulon Progo akan menjadi lumbung pangan. Untuk itu, kita harus punya banyak kreatifitas,” kata Drajat.

Ia menyebut Kulon Progo tahun ini hanya bisa cetak sawah 10 ha, karena sulitnya penambahan luas lahan.

“Kita harus meningkatkan produktivitas, melalui pertanian presisi. Dengan pemberian pupuk secara tepat bisa menjadi percontohan di tingkat nasional,” ujarnya.

Direktur Polilteknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA). R. Hermawan yang hadir pada kesempatan ini menyambut baik inovasi pruning yang diinisiasi oleh Hendro, salah satu alumninya.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan berkolaborasi dengan BPP Sentolo. Untuk terus meningkatkan produktivitas padi. Utamanya untuk mencapai swasembada pangan nasional, pungkasnya. (os)

Kementan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Brigade Pangan

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan akan fokus dalam upaya meningkatkan produksi pangan utama dalam hal ini beras, sebagai bagian dalam upaya mengejar target swasembada pangan. Salah satu yang digalakkan untuk mencapai target swasembada pangan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menyampaikan sambutan pembukaan pelatihan bagi Brigade Pangan di Jakarta, Kamis (17/4/2025).

Amran mengatakan melalui Brigade Pangan, Kementan berupaya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan dengan meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi modern dan melibatkan generasi muda.

“Brigade Pangan mengelola lahan pertanian secara terstruktur, dengan skala pengelolaan mencapai sekitar 200 hektar per brigade. Program ini juga mencakup pengelolaan lahan rawa yang optimal dan pencetakan sawah rakyat, serta mengintegrasikan pendekatan berbasis komunitas dengan teknologi canggih,” kata Mentan Andi Amran Sulaiman.

Selain itu, Brigade Pangan diberikan dukungan berupa alat dan mesin pertanian, pelatihan, serta akses ke benih unggul, pupuk, dan pestisida. “Program ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan nasional tetapi juga menciptakan ekosistem agribisnis modern yang memberdayakan generasi muda,” katanya.

Salah satu kunci sukses peningkatan produksi pangan menurut Amran adalah pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan). Dengan pemanfaatan alsintan, dapat membantu mempercepat proses pengolahan tanah, penanaman, hingga panen.

“Dalam situasi di mana tenaga kerja pertanian semakin berkurang, alsintan menjadi solusi untuk memastikan proses pertanian tetap berjalan lancar. Dengan penggunaan alsintan pengelolaan lahan lebih terstruktur, termasuk optimalisasi lahan rawa dan pencetakan sawah rakyat,” tutur Menteri Amran.

“Alsintan bukan hanya alat,
tetapi juga simbol modernisasi pertanian yang mendukung keberlanjutan dan ketahanan pangan nasional. Dengan bantuan alsintan, Brigade Pangan dapat mencapai target swasembada pangan melalui percepatan olah tanah, tanam, dan panen secara serempak,” papar Amran.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/04/15/dorong-percepatan-swasembada-pangan-kementan-terjunkan-mahasiswa-mbkm-di-4-provinsi/

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan pihaknya menargetkan pembentukan 4.224 Brigade Pangan. Saat ini, jumlah Brigade Pangan yang telah terbentuk sebanyak 1.900 yang tersebar di 16 Provinsi, yaitu 1.779 pada tahun 2024 dan 121 pada tahun 2025.

“Saat ini, Brigade Pangan yang sudah beroperasi mencapai 1.154 BP dengan cakupan luas lahan mencapai 230.800 Hektar yang tersebar di 12 Provinsi,” ungkap Santi.

Dengan jumlah Brigade Pangan dan luas lahan wilayah kerja Brigade Pangan tersebut, Brigade Pangan telah mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian sebanyak 2.347 unit berupa Traktor Roda 4 sebanyak 647 unit, TR2 sebanyak 1.391 unit, dan Crawler sebanyak 309 unit.

Santi menjelaskan dalam rangka meningkatkan kompetensi petani pengelola Brigade Pangan dalam mengoptimalkan kinerja alat dan mesin pertanian, maka Kementan melalui BPPSDMP melaksanakan rangkaian kegiatan peningkatan kapabilitas SDM Pertanian yaitu Pelatihan bagi Brigade Pangan.

Sementara Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Inneke Kusumawaty juga menjelaskan secara teknis bahwa Pelatihan dilaksanakan dengan beberapa sesi dimana setiap pelatihan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari secara offline.

“Pelatihan yang dibuka serentak di 12 provinsi lokasi Oplah ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengelola Brigade Pangan dalam mengoperasikan TR2 dan TR4 untuk mengoptimalkan olah tanah di wilayah kerja BP dan menyusun laporan usaha tani serta penyisihan pendapatan untuk biaya penyusutan Alsintan,” terang Inneke.

Ditambahkan Inneke, untuk Bulan April Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 10 s/d 30 April 2025 di 12 Provinsi wilayah Oplah. Dengan target peserta pelatihan sebanyak 16.382 orang.

“Diharapkan dengan diberikannya pelatihan ini bisa mendorong pertanaman dan panen padi khususnya di 12 provinsi lokasi Oplah ini, guna mendorong terwujudnya swasembada pangan dalam waktu dekat
ini”, tegas Inneke.(***)

UPT Pelatihan Kementan Ajarkan Gen Z Hilirisasi Pertanian dan Agribisnis Tanaman Hias

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 59 Gen Z siswa-siswi kelas VIII SMP Budi Cendekia Islamic School, Depok, Selasa (15/4/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. 20 tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, Kementan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Sugestiana, menyampaikan pihaknya mengajak murid-murid belajar pertanian di BBPP Lembang dalam rangka Research and Leadership Development Program Sekolah.

Ia berharap kegiatan kunjungan ke BBPP Lembang dapat memberi manfaat dan bisa diaplikasikan oleh siswa.

Kunjungan kali ini, BBPP Lembang mengajarkan hilirisasi komoditas pertanian dan agribisnis tanaman hias. Keduanya dapat menjadi peluang usaha menjanjikan di sektor pertanian.

Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, petugas laboratorium menjelaskan tujuan pengolahan hasil pertanian.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/30/sinergi-dua-upt-kementan-wujudkan-regenerasi-pertanian/

Lalu, generasi z ini diajak praktik langsung membuat cemilan yang rasanya manis pedas asam dan menyegarkan yaitu sorbet cabai.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat sorbet hingga menjadi sorbet cabai yang siap dikonsumsi.

Dua siswa, Audrey dan Zakky, antusias mempraktikkan langkah demi langkah pembuatan sorbet, mulai dari pencampuran semua bahan, pemasakan, pemixeran hingga pelabelan.

“Asyik belajar membuat sorbet ini, mudah juga ternyata,” ucap Audrey.

Sementara Zakky mengatakan olahan sorbet cabai ini belum pernah ia temui di tempat lain.

Produk olahan lainnya seperti es krim jagung, es krim labu, sorbet pakcoy, sorbet buah naga, dan sorbet mangga, juga diserbu oleh pengunjung untuk dicicipi.

“Enak-enak semuanya, jangan lupa cobain sorbet dan es krim ini di BBPP Lembang yaa!" ucap mereka kompak.

Di screen tanaman hias, siswa mempraktikkan perbanyakan tanaman hias kaktus dan sukulen.

Widyaiswara didampingi petugas menjelaskan penyiapan media tanam terdiri dari pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang ayam.

Siswa-siswi mempraktikkan perbanyakan tanaman sukulen melalui stek pucuk dan stek daun.

Selain itu, mereka juga praktik perbanyakan kaktus dengan cara grafting, menyambungkan understam dan anakan kaktus.(***)

Dorong Percepatan Swasembada Pangan, Kementan Terjunkan Mahasiswa MBKM di 4 Provinsi

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menerjunkan 309 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) ke Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bangka Beltung.

Kementan optimis, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini akan berkontribusi pada percepatan target swasembada pangan. Sekaligus memberikan kesempatan mahasiswa untuk mengasah keterampilan langsung di lapangan.

Mereka adalah 158 mahasiswa jurusan pertanian yang dilepas pada Senin (14/4/2025). Menyusul 136 mahasiswa jurusan peternakan yang sudah dilepas pekan lalu.

Di kesempatan sebelumnya, 15 mahasiswa juga telah lebih dulu diberangkatkan ke Bangka Belitung sebagai Pendamping Brigade Pangan.

Disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, bahwa masa depan pertanian ada di tangan generasi muda.

“Hadirnya Kurikulum Merdeka dalam pendidikan vokasi, akan menjadikan petani milenial yang mampu memberikan inovasi dalam pertanian, karena bagaimana pun, masa depan pertanian ada di generasi milenial,” ungkap Mentan Amran.

Selaras, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut MBKM menjadi jalan untuk mengenalkan sektor pertanian kepada generasi muda.

“Hal ini sejalan dengan upaya untuk menarik minat dan membangun kapasitas SDM pertanian yang lebih muda dan terampil, sehingga pertanian modern dapat diimplementasikan”, jelasnya.

Baca juga :

https://taniindonesia.com/2025/04/13/manfaatkan-alsintan-petani-kulon-progo-panen-raya/

Saat melepas mahasiswa MBKM, Wakil Direktur 1 Polbangtan YOMA, Endah Puspitojati, menyampaikan dukungannya terhadap percepatan swasembada pangan.

“Kami sudah menyesuaikan kurikulum MBKM dengan target swasembada pangan. Terutama pada deskripsi beberapa mata kuliah, lebih ditekankan pada komoditas padi,” papar Endah.

Ia menambahkan, mahasiswa juga telah dibekali dengan keterampilan budidaya dan pasca panen. Salah satunya dengan mengunjungi Gapoktan yang sudah maju, untuk mempelajari penggilingan padi hingga hilirisasi.

Upaya ini dilakukan untuk memudahkan mahasiswa dalam mendampingi petani selama 4 bulan di lapangan.

“Untuk mendukung lokasi Brigade Pangan Jawa Tengah, kami terjunkan mahasiswa program studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan di Kabupaten Sukoharjo, Wonosobo, dan Boyolali.” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Peternakan Polbangtan YOMA, Sumaryanto, mengatakan bahwa MBKM menjadi tahapan penting bagi mahasiswa untuk berlatih di dunia kerja sesungguhnya.

“Dalam melakukan MBKM kalian akan belajar di dunia kerja yang sesungguhnya, ini menjadi penting untuk meningkatkan kompetensi diri kalian masing-masing”, imbuhnya.(***)

Manfaatkan Alsintan, Petani Kulon Progo Panen Raya

TANIINDONESIA.COM//KULON PROGO - Kelompok Tani (Poktan) Tani Makmur Kulonprogo memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan) dalam budidaya padinya. Bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) ini terbukti bisa meningkatkan produktivitas padi di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Petani di Dukuh Karangasem, Kedungsari, Pakanewonan Pengasih Kulon Progo berhasil menikmati panen raya. Dengan lahan poktan seluas 21 ha, produktivitas petani bisa mencapai 6,88 ton/ha.

Sementara itu, di lokasi Panen Raya Nasional di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut keberhasilan ini adalah hasil dari kebijakan yang tepat dan keberpihakan Presiden terhadap sektor pertanian.

“Ini betul-betul revolusi sektor pertanian. Kemudian program pompanisasi telah meningkatkan produksi padi di Pulau Jawa sebesar 2,8 juta ton di saat krisis El Nino. Alhamdulillah produksi kita meningkat. Menurut data dari BPS, terjadi peningkatan produksi sebesar 52 persen pada Januari, Februari, dan Maret,” lanjutnya.

Untuk itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga negara, baik pusat maupun daerah, untuk mencapai target swasembada pangan.

"Untuk mewujudkan swasembada pangan ini tidak bisa sendirian, kita harus terus bergandengan tangan dengan semua pihak," kata Idha.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) R. Hermawan yang hadir di lokasi panen raya Kulon Progo mengatakan ini sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Hermawan menyebut alsintan menjadi salah satu kunci keberhasilan swasembada pangan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/14/dorong-swasembada-pangan-kementan-laksanakan-bimtek-penyuluhan-keamanan-pangan/

Disampaikan oleh Sarino, Ketua Poktan Kedungsari alsintan sudah menjadi kebutuhan dasar petani.

“Saat ini rata – rata usia petani mencapai 50 tahun ke atas, sehingga program percepatan tanam memerlukan bantuan alsintan yang sesuai” ucapnya.

Senada, Rizal Agung Wahyudi, petani milenial sekaligus pengurus UPJA Ngestiraharjo, mengatakan alsintan berperan penting dalam mempermudah budidaya, panen, dan pasca panen di lapangan.

“Kami sudah mendapat bantuan alsintan traktor dan combine serta drier. Usaha jasa pengolahan tanah, panen juga sudah berjalan.” jelasnya.

Ia menyebut bantuan drier sangat bermanfaat bagi petani yang bergerak dalam penggilingan padi. Dengan semakin tingginya produksi padi harian, ia menyebut perlunya drier yang lebih besar.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan optimis produktivitas padi Kulon Progo akan terus meningkat.

“Kami menyiapkan Kulon Progo untuk menjadi lumbung pangan. Kami akan melatih taruna tani, dengan 50 orang petani tiap angkatan, di lokasi tanam” jelasnya.

Menurutnya, upaya ini bisa merubah mindset petani muda dari petani kumuh menjadi petani bisa kaya.

Hadir di lokasi, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengapresiasi gerakan ini. Ia mendorong petani untuk memanfaatkan lahan dengan budidaya varietas padi unggul.

“Dengan luasan lahan yang sempit akan lebih menguntungkan jika tanam padi premium.” papar Sri Sultan usai melakukan panen raya di lokasi pada Senin (7/4/2025).(***)