21 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

BRI Kramat Jati Bantu Karyawan Terdampak Banjir

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) selalu berupaya memaksimalkan pelayanan kepada seluruh nasabah. Tak hanya untuk nasabah, kepada masyarakat sekitar juga BRI selalu memberikan yang terbaik. Begitu juga terhadap pada karyawan yang bekerja didalamnya.

Beberapa waktu lalu ada sejumlah karyawan BRI Cabang Kramat Jati yang terkena dampak banjir. Oleh karena itu BRI Cabang Kramat Jati memberikan bantuan. Bantuan yang diberikan berupa alat kebersihan, selimut dan sembako. Pemberian bantuan dilakukan pada 5 Maret 2025.

Pimpinan Cabang BRI Kramat Jati, Indra Bayu Wira Permana menjelaskan, pihaknya secara bersama-sama merasakan apa yang dirasakan oleh para karyawan yang terkena dampak banjir. Oleh karena itu, sebagai bentuk perhatian, BRI Cabang Kramat Jati memberikan sedikit bantuan guna meringankan beban para karyawan sesuai kebutuhan.

"Kami tentunya akan mendukung kondisi karyawan supaya lebih mumpuni dalam menjalani kegiatan sehari-hari terlebih yang terkena dampak banjir ini," ungkapnya.

Ia menambahkan, banjir memang menjadi salah satu bencana yang tidak bisa di prediksi. Banyak masyarakat termasuk karyawan BRI Cabang Kramat Jati yang terkena banjir. Kehilangan barang berharga, kerusakan tempat tinggal dan kendaraan. Terlebih yang utama untuk kebutuhan pokok sehari-hari di kondisi pasca banjir.

"Seluruh manajemen BRI Cabang Kramat Jati tentunya berdoa supaya banjir ini tidak terulang lagi dan para korban juga bisa melanjutkan hari kedepan lebih baik," tegasnya.

BRI juga memberikan kemudahan nasabah dalam bertransaksi. Jika terkurung banjir, tidak bisa mendatangi kantor cabang BRI bisa menggunakan aplikasi online BRImo. Sehingga semua kebutuhan perbankan bisa dilaksanakan secara normal.

"Bagi yang membutuhkan transaksi perbankan bisa dilakukan secara online jika dalam kondisi darurat tidak bisa datang ke bank," tutupnya.(*)

BRI BO Jakarta Brilian Berikan Layanan Terbaik

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Pelayanan terbaik Bank Rakyat Indonesia (BRI) dilakukan di seluruh cabang se-Indonesia. Salah satunya, BRI Branch Office (BO) Jakarta Menara Brilian juga memberikan pelayanan terbaik terhadap nasabah dari semua kalangan. Hal ini sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Pimpinan Cabang BRI BO Jakarta Menara Brilian, Yoga Aditya Pratama mengatakan, layanan prima BRI menjadi bukti nyata kepedulian BRI kepada nasabahnya. Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah BRI, baik itu yang datang langsung ke kantor cabang, maupun layanan secara online. Karyawan BRI berusaha untuk memberikan yang terbaik agar nasabah tetap setia dan nyaman menggunakan layanan BRI.

"Jadi kami pastikan seluruh karyawan BRI BO Menara Brilian melayani semua nasabah dengan baik," ungkapnya.

Yoga menambahkan, keramahan, kesopanan, kecekatan karyawan bank BRI merupakan salah satu aspek penting dari Layanan Prima BRI. Karyawan BRI diberikan pelatihan untuk memberikan pelayanan yang sopan dan ramah kepada para nasabah sehingga nasabah merasa dilayani dan dihargai dengan baik.

"Kami selalu melakukan briefing setiap pagi sebelum beraktivitas melayani nasabah," terangnya.

Tak hanya unggulkan pelayanan offline, BRI terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas layanannya. Dalam memenuhi kebutuhan nasabahnya secara online, BRI terus mengembangkan berbagai layanan dan produk yang baru. Agar nasabahnya dapat melakukan transaksi yang cepat dan mudah dimana saja dan kapan saja,  BRI memiliki aplikasi perbankan BRImo. Aplikasi BRImo ini menjadi alat bagi nasabah untuk bertransaksi secara digital, dimana tidak mengeluarkan dan mencetak kartu ATM lagi bagi nasabah baru, tetapi dengan menggunakan aplikasi BRImo.

"Melalui BRImo, nasabah bisa menikmati kemudahan karena fitur-fitur didalamnya," tutupnya.(*)

UPT Kementan Perkenalkan Tahapan Pertanian ke Siswa Papua

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan tahapan dalam pertanian ke sejumlah siswa Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Jayawijaya, Papua. Para siswa mempelajari tahap-tahap dalam pertanian dari menanam hingga menjadi produk jadi.

Kunjungan para siswa asal Papua ini dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok terakhir datang Kamis (15/05/2025). Mereka diajak melakukan praktik menanam jagung kemudian membuat olahan jagung dalam bentuk es krim.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia.

Ia mengajak anak muda untuk terlibat dalam sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, di berbagai kesempatan menyatakan komitmennya BBPP Lembang dalam regenerasi petani.

“Salah satu upaya mencapai swasembada pangan, maka Kementan melalui BBPP Lembang sebagai UPT pelatihan berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian sebagai penggerak utama," ujar Ajat.

"Selain itu, perlu menyiapkan generasi muda sebagai penerus penggerak pembangunan pertanian melalui regenerasi petani muda, salah satunya melalui kegiatan kunjungan atau agroeduwisata,” tambahnya.

Baca juga:

Kembangkan Iptek Pertanian, Mahasiswa Unesa PKL di UPT Kementan

Dalam kunjungannya, rombongan Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Jayawijaya diajak ke lahan terbuka di Inkubator Agribisnis.

Widyaiswara mengenalkan budidaya tanaman jagung manis mulai dari pengolahan lahan, penanaman dan pemeliharaan.

Mereka lalu diajak ke Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian. Petugas laboratorium mengenalkan konsep pengolahan hasil pertanian sayuran, yaitu es krim jagung.

Tahapan yang diterangkan kepada para pengunjung dimulai dari menyiapkan bahan, mengolah bahan, hingga pengemasan.

Para siswa kemudian secara bergiliran mengikuti praktik yang telah disediakan oleh widyaiswara dan juga petugas laboratorium.

Selain itu sesi tanya jawab berjalan aktif. Memenuhi rasa ingin tahu mereka, para murid SD Yapen Jayawijaya melayangkan berbagai pertanyaan sampai puas.

Menutup, widyaiswara BBPP Lembang Saptoningsih menekankan konsep hilirisasi pertanian.

“Dari bahan yang ada kita bisa mengolahnya kemudian menjualnya dan mendapatkan nilai ekonomi yang lebih baik,” terangnya.(***)

Kembangkan Iptek Pertanian, Mahasiswa Unesa PKL di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dua mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelesaikan praktik kerja lapangan (PKL) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian.

Kedua mahasiswa tersebut adalah Nadira Nazelina dan Rihan Ali Abdillah yang mengembangkan Iptek pertanian. Mereka pun harus menjabarkan hasil temuan mereka selama melaksanakan PKL

Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan teknologi dalam pertanian adalah hal yang penting.

"Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman," tutur Amran.

Menambahkan, menurut Mentan Amran teknologi yang ada harus menyederhanakan pertanian dan membuat petani menjadi lebih untung.

"Pertanian itu semua harus dibuat sederhana, simpel, murah dan terjangkau,” tambahnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan komitmen BPPSDMP dalam penggunaan teknologi.

“Kami terus mendorong UPT pelatihan di bawah BPPSDMP untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan praktik kerja lapangan.

Baca juga:

Milenial Papua Antusias Praktikkan Agribisnis Tanaman Jagung

Sementara Nadira Nazelina dan Rihan Ali Abdillah melaksanakan PKL di inkubator agribisnis BBPP Lembang.

Nadira menyoroti Perbanyakan Pseudomonas Fluorescens, suatu bakteri yang dapat menguntungkan bagi petani.

Dalam laporan praktiknya Nadira menjabarkan peran bakteri tersebut sebagai Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR).

PGPR dapat menguntungkan bagi petani karena dapat meningkatkan penyerapan nutrisi pada tanaman, meningkatkan ketahanan tumbuhan, serta menunjang pertumbuhan tanaman.

Sedangkan Rihan menyoroti perbanyakan trichoderma spp., sejenis bakteri yang dapat membantu tanaman, pada berbagai tanaman yang ada di BBPP Lembang.

Menurutnya trichoderma terbilang menarik sebagai agen pengendali hayati yang dapat menjaga kesehatan tanaman.

trichoderma ini juga dapat dikembangbiakkan di berbagai tanaman dan Rihan telah mencobanya sendiri di tanaman kopi.

Selesai melaksanakan seminar hasil, keduanya memberikan kesan selama praktik kerja di BBPP Lembang.

“Di BBPP Lembang kami dibimbing dengan baik oleh widyaiswara dan pembimbing lapangan, sehingga lebih memahami tentang budidaya tanaman dan hal-hal yang dapat menyokongnya” ucap keduanya kompak.(***)

Milenial Papua Antusias Praktikkan Agribisnis Tanaman Jagung

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 25 siswa kelas V Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Jayawijaya, Papua, yang datang berkunjung, Rabu (14/5/2025). Pada kunjungan yang ketiga ini, para siswa diajak mempelajari agribisnis tanaman jagung.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia.

Ia mengajak anak muda untuk terlibat dalam sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua. Oleh sebab itu, ia menegaskan jika regenerasi petani sangat dibutuhkan.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, diberbagai kesempatan mengatakan komitmennya meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu upaya mencapai swasembada pangan, maka Kementan melalui BBPP Lembang sebagai UPT pelatihan berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian sebagai penggerak utama," ujar Ajat.

"Selain itu, perlu menyiapkan generasi muda sebagai penerus penggerak pembangunan pertanian melalui regenerasi petani muda, salah satunya melalui kegiatan kunjungan atau agroeduwisata,” jelasnya lagi.

Baca juga:

Masifkan Regenerasi, Kementan Fasilitasi Praktik Kerja Mahasiswa Bengkulu

Dalam kunjungannya, rombongan Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Jayawijaya diajak ke lahan terbuka di Inkubator Agribisnis.

Widyaiswara mengenalkan budidaya tanaman jagung manis mulai dari pengolahan lahan, penanaman dan pemeliharaan.

Anak-anak juga antusias menanam benih jagung ke dalam lubang-lubang tanam yang telah disiapkan petugas dan memberikan pupuk dasar agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Selanjutnya, di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian, petugas laboratorium mengenalkan konsep pengolahan hasil pertanian sayuran, yaitu es krim jagung.

Pertama-tama, dikenalkan bahan pembuatannya yaitu jagung manis, susu cair, kental manis, telur, air, dan bahan pengembang SP. Lalu, dikenalkan peralatan yang digunakan untuk membuat dan langkah pembuatannya.

Secara bergantian, gen Z dari ujung timur Indonesia ini membuat es krim jagung, mulai dari mencampurkan semua bahan, menghaluskan menggunakan blender, memasak, memixer adonan beku sebelum dikemas ke dalam kemasan cantik yang bila dijual seharga Rp 5.000,00.

Menerapkan pertanian di sektor hilirisasi diyakini dapat menghasilkan keuntungan berlipat karena bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dan memperpanjang masa simpan produk pertanian. (yoko/che)

Masifkan Regenerasi, Kementan Fasilitasi Praktik Kerja Mahasiswa Bengkulu

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Tiga mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, melaksanakan praktik kerja lapangan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian (Kementan), 13 Februari sampai 15 Mei 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani sangat penting. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Baca juga:

Dukung Swasembada Pangan dan Tingkatkan Kompetensi Generasi Muda, UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Agribisnis Padi

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan praktik kerja lapangan.

Tiga mahasiswa semester 6 Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, melaksanakan praktik kerja di beberapa zona praktik di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, yaitu di zona screen house melon dan tomat beef sistem irigasi tetes dan zona screen house aeroponik untuk pembibitan kentang G0.

Setelah 3,5 bulan melakukan praktik kerja, untuk mempertanggungjawabkan hasil kegiatan maka dilaksanakan seminar hasil, Kamis (15/5/2025).

Kegiatan dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang sebagai pembimbing dan pembahas, serta mahasiswa lain yang juga sedang praktik kerja di BBPP Lembang.

Secara bergantian, mereka memaparkan hasil pengamatan. Tema ketiganya adalah: Penerapan Teknik Irigasi Tetes dalam Budidaya Tomat Beef, Budidaya Tanaman Melon dengan Sistem Irigasi Tetes, dan Teknik Aklimatisasi Benih Kentang Varietas Granola dalam Sistem NFT.

Selesai melaksanakan seminar hasil, ketiganya kompak memberikan kesan selama praktik kerja di BBPP Lembang.

“Di BBPP Lembang kami jadi lebih memahami tentang budidaya tanaman menggunakan teknologi hidroponik. Di sini kami dibimbing dengan baik oleh widyaiswara dan pembimbing lapangan,” ucap ketiganya kompak. (yoko/che)

Akselerasi Pembentukan Koperasi Merah Putih, Kementan Gandeng Penyuluh Pertanian

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong terbentuknya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Mengundang 800 kepala desa dan penyuluh pertanian DIY, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengakselerasi penerapan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.

Inpres ini terkait Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih ini sebagai upaya konkret untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendukung pemerataan ekonomi desa melalui penguatan kelembagaan ekonomi petani.

Seperi disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman bahwa dengan Koperasi Desa Merah Putih, rantai distribusi pangan dapat disederhanakan dari yang sebelumnya delapan lini menjadi tiga lini. Dengan demikian, harga bahan pokok dapat lebih terjangkau dan stabil.

“Ini solusi permanen dari Bapak Presiden yang dulunya rantai pasoknya delapan menjadi tiga, delapan menjadi tiga lini, dari petani, koperasi, langsung ke konsumen,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa Merah Putih dapat memberikan manfaat, salah satunya mengatasi permasalahan praktik tengkulak (middleman) yang mengambil keuntungan dari distribusi bahan pokok tersebut.

Dalam kesempatan ini, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti juga mengingatkan kembali peran penyuluh yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian dalam rangka Percepatan Swasembada Pangan.

Baca juga:

Tingkatkan Kesejahteraan Petani Kabupaten Kudus, Kementan Dorong Pembentukan Koperasi Merah Putih

Ia menekankan perlunya peningkatan efektivitas penyuluhan pertanian dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Untuk itu, Ia menggerakkan penyuluh untuk turut serta membangun Koperasi Desa Merah Putih.

“Koperasi Merah Putih akan menjadi sarana strategis untuk menyerap hasil pertanian, mendistribusikan pupuk bersubsidi, menyediakan bahan pangan pokok, serta menjalankan berbagai unit usaha produktif lainnya seperti Rice Milling Unit (RMU), jasa alsintan- alat mesin pertanian, dan logistik desa,” ujarnya.

Dalam arahannya, Idha menekankan pentingnya mengintegrasikan koperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi desa.

Para kepala desa menyambut baik program ini dan menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan koperasi di wilayahnya masing-masing. Sementara itu, para penyuluh pertanian siap mendampingi dan mengawal proses transformasi kelembagaan desa ini menuju korporatisasi petani yang mandiri dan berdaya saing.

Giat ditutup dengan komitmen bersama untuk mempercepat pembentukan Koperasi Merah Putih dan penyusunan roadmap pendampingan yang melibatkan dinas dan penyuluh di semua tingkat wilayah.

Komitmen ini disaksikan oleh Direktur Perbenihan Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan Provinsi DIY, serta Kepala Dinas Pertanian provinsi, kota, dan kabupaten se-DIY. (TW/os)

BRI KCP Graha Pulo Gelar CFMoto Adventure Indonesia 2025

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memberikan yang terbaik kepada para nasabah serta masyarakat. Melalui BRI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Graha Pulo, menggelar acara Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) CFMoto Adventure Indonesia "Meet - Fun - Ride" Solo 2025.

Pimpinan BRI KCP Graha Pulo, Joeanda menjelaskan, acara ini berlangsung selama 2 hari yaitu 10-11 Mei 2025. Sebanyak 50 orang peserta meramaikan CFMoto Adventure Indonesia Solo 2025. Banyak kegiatan seru didalam acara ini. Mulai dari pemberian buku tabungan bagi para peserta yang sudah mendaftar online, hingga doorprize.

"Disini kami mengajak peserta untuk fun ride, ada pembukaan rekening tabungan, riding bersama, gala dinner hingga pembagian doorprize," ungkapnya.

Ia menuturkan, di hari pertama yaitu 10 Mei 2025 peserta melakukan check in di Hotel Haris Solo yang kemudian dilakukan pemberian buku tabungan kepada para peserta yang sudah mendaftar online. Dilanjut dengan fun ride keesokan harinya (11/5/2025). Disini peserta fun ride mengawali perjalanan dari Hotel Haris Solo menuju Pantai Baron.

"Jadi sifatnya fun ride, jadi berkendara bersama-sama seluruh peserta sekaligus nasabah BRI KCP Graha Pulo," tegasnya.

Setelah melakukan fun ride, peserta makan malam di Wedhank Bu Siti yang mana dipaparkan mengenai produk BRI dan tujuan menjadi salah satu sponsorship acara tersebut. Dalam makan malam ini juga diberikan 10 doorprize menarik kepada para peserta yang berhasil menjawab pertanyaan seputar BRI.

"Setelah fun ride, ada makan malam bersama, pemaparan produk BRI dan tentunya pembagian doorprize," tutupnya.(***)

BRI KC Mabes TNI Salurkan CSR ke Yayasan Tunas Muda Care

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Sebagai bentuk kepedulian sosial, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (KC) Mabes TNI Cilangkap menyalurkan bantuan sosial program Corporate Social Responsibility (CSR).

Pimpinan Cabang BRI Mabes TNI Cilangkap, Muhammad Alfie Syahrin menjelaskan, BRI KC Mabes TNI Cilangkap melakukan kegiatan CSR melalui Yayasan Tunasmuda Care dengan membagikan Paket Sembako sebanyak 3.785 kepada yang membutuhkan.

Kegiatan ini dilaksanakan di Maret 2025 selama bulan puasa Ramadan menjelang Lebaran Idul Fitri.

"Semoga kebutuhan bahan pokok masyarakat yang membutuhkan bisa terpenuhi dengan baik," ungkapnya.

Tentunya kepedulian BRI KC Mabes TNI Cilangkap ini merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan sekitar yang membutuhkan.

Baca juga:

BRI – Kimia Farma Depok Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Tak hanya melayani perbankan dengan baik melalui produk dan program terbaiknya, BRI juga memiliki aksi kepedulian sosial, baik di bidang kesehatan, pendidikan, keagamaan dan masih banyak yang lainnya.

"Kami selalu berupaya semaksimal mungkin memberikan yang terbaik di pelayanan serta kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan," tegasnya.

BRI memiliki beragam produk unggulan dengan berbagai promo menarik. Pelayanan secara offline maupun online melalui aplikasi BRImo akan mempermudah nasabah dalam melakukan aktivitas perbankan.(***)

Dukung Swasembada Pangan dan Tingkatkan Kompetensi Generasi Muda, UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Agribisnis Padi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertaian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Pelatihan Agribisnis Padi bagi Generasi Muda, 24 – 30 April 2025. Kegiatan diikuti 10 peserta yang terdiri dari siswa dan mahasiswa yang sedang praktik kerja di BBPP Lembang.

Pelatihan juga menjadi komitmen widyaiswara sebagai guru bangsa, menularkan kompetensi yang dimiliki terkait agribisnis padi kepada generasi milenial dalam upaya regenerasi petani.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan kompetensi SDM, khususnya generasi muda, harus terus digenjot karena perannya penting untuk membangun pertanian Indonesia.

“Peran generasi muda sangat penting. Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia,“ tutur Amran.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.

Baca juga:

Dukung dan Siapkan Generasi Muda Pertanian, UPT Pelatihan Kementan Fasilitasi Praktik Kerja Siswa

Selama pelatihan, peserta diberikan materi secara klasikal dan praktik, mulai dari persiapan lahan, persiapan benih dan persemaian, penanaman padi, pemeliharaan padi, pembuatan pupuk organik, pengendalian hama dan penyakit terpadu.

Peserta juga mendapat materi pembuatan pestisida nabati, panen dan pascapanen padi, analisa usahatani padi, dan manajemen sekolah lapang. Praktik langsung dilakukan di beberapa materi.

Pada materi persiapan benih dan persemaian, widyaiswara mengajak peserta seleksi benih padi dengan cara memasukkan benih padi ke dalam air yang sudah ditambahkan garam.

Benih yang baik adalah benih yang tenggelam ke dasar wadah, dan yang tidak berkualitas baik yang mengambang di permukaan air.

Di materi lainnya pembuatan pupuk organik, peserta didampingi widyaiswara praktik membuat pupuk kompos dengan mencampurkan pupuk kohe dengan limbah sayuran, arang sekam dan decomposer EM4.

Sementara itu, pada materi pascapanen padi, widyaiswara mengajak generasi muda ini mengukur dan menghitung kadar air gabah menggunakan oven.

Mereka melakukan penimbangan sebelum dan sesudah dioven yang bertujuan mengetahui kadar air di dalam gabah. Standar kadar air dalam gabah sebesar 14% dan untuk benih 2%.

Akhir pelatihan, Rabu (30/4/2025), perwakilan peserta, Rihan Ali Abdilllah, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, menilai pelatihan ini sangat bermanfaat.

“Banyak pelajaran baru yang kami dapatkan. Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa di sektor pertanian banyak peluang yang bisa dimanfaatkan dan jika terus dikembangkan ternyata sangat menjanjikan,” tutup Rihan.(***)