21 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

BRI Cabang Jakarta Pondok Indah Berbagi Jumat Berkah

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memberikan yang terbaik bagi nasabah juga masyarakat sekitar. BRI memiliki beragam produk dan program unggulan. Salah satunya yaitu program Jumat Berkah yang sudah menjadi agenda rutin.

BRI Cabang Jakarta Pondok Indah turut serta mengadakan program Jumat Berkah. Kali ini program Jumat Berkah dilaksanakan di lingkungan masjid Ar Rahmah Komplek Kodam Tanah Kusir, Jakarta Selatan (20/06/2025).

"Kami juga rutin mengadakan program Jumat Berkah, hanya saja bentuk dan lokasinya menyesuaikan," ujar Pimpinan Cabang BRI Jakarta Pondok Indah, Michael Sebastian.

Michael menambahkan, program Jumat Berkah sendiri merupakan salah satu bentuk kepedulian BRI Cabang Jakarta Pondok Indah terhadap lingkungan sekitar yang membutuhkan. Program Jumat Berkah kali ini, BRI Cabang Jakarta Pondok Indah memberikan makanan dan minuman.

"Semoga apa yang diberikan bisa bermanfaat kepada yang menerimanya," ungkapnya.

Seperti diketahui, BRI menerima banyak penghargaan atas kinerja didunia perbankan. Baik pelayanan hingga beragam produk unggulan serta program yang inovatif. Pelayanan BRI jelas mengutamakan nasabah, bagi yang tidak sempat ke kantor cabang, bisa juga memanfaatkan aplikasi online melalui BRImo. Program menarik lainnya juga menguntungkan nasabah, salah satunya melalui Undian Hadiah Simpedes.

"Ayo jadi nasabah BRI, banyak kemudahan serta keuntungan yang bisa didapatkan," tutupnya.(***)

Cetak Penyuluh Pertanian Andal, Polbangtan Kementan Berkomitmen Terjunkan Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM//GUNUNG KIDUL - Kementerian Pertanian (Kementan) menerjunkan 29 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) di Kapanewon Pathuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan giat ini, diharapkan bisa menambah pengalaman mahasiswa di lapangan. Ini sejalan dengan upaya Kementan untuk menyiapkan calon penyuluh yang terampil dalam memotret potensi dan responsif terhadap permasalahan di lapangan.

Sebab, penyuluh yang responsif mampu mengidentifikasi masalah dan memberikan solusi yang relevan, terutama dalam menghadapi isu-isu yang berkembang di masyarakat.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, penyuluh pertanian memiliki peran krusial dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti terus berupaya menyiapkan SDM pertanian yang kompeten, salah satunya melalui pendidikan vokasi.

Diterima di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pathuk, Senin (23/6/2025), mahasiswa ditugaskan untuk mengidentifikasi potensi di Kapanewon Patuk.

Baca juga:

Akselerasi Pembentukan Koperasi Merah Putih, Kementan Gandeng Penyuluh Pertanian

"Nanti mahasiswa akan dibagi beberapa kelurahan dan didampingi oleh penyuluh-penyuluh di wilayah kerja," ujar Mei Rini, Koordinator BPP Pathuk.

Selama tiga hari, mahasiswa dari Program Studi Penyuluhan Pertanian berkelanjutan ini akan melakukan praktik di Kelurahan Putat, Bunder, Pengkok, Semoyo dan Beji.

Pada gelombang selanjutnya, 29 mahasiswa lainnya akan praktik di kelurahan Salam, Nglanggeran, Ngelegi, Ngororo, dan Terbah.

Mewakili Direktur Polbangtan YOMA, Siti Nurlela – Ketua Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Polbangtan YOMA mengatakan mahasiswa akan menggali potensi permasalahan dan solusi yang ada di Kapanewon Pathuk menggunakan Participatory Rural Appraisal (PRA).

Ia mengatakan Participatory Rural Appraisal (PRA), atau Penilaian Pedesaan Partisipatif, merupakan pendekatan pembangunan yang melibatkan masyarakat desa. Yang secara aktif terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program atau proyek pembangunan.

"Polbangtan YOMA akan berkolaborasi dengan BPP Pathuk sebagai pusat pembelajaran. Menjadi lokasi untuk melakukan project base learning,” jelas Lela.

Dengan giat ini, Ia berharap mahasiswa bisa menyusun perencanaan penyuluhan berdasarkan hasil identifikasi potensi wilayah berbasis PRA," ujar Siti Nurlela.(***)

BRI Pancoran Edukasi Transaksi Menggunakan QRIS

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Bank BRI banyak sekali memiliki jenis layanan perbankan yang bisa dilakukan secara offline maupun online. Salah satunya yaitu aplikasi unggulan BRI bernama BRImo, yang dapat digunakan di smartphone para nasabah.

Disini nasabah bisa melakukan beragam transaksi perbankan, diantaranya transfer dan pembayaran tagihan-tagihan rutin bulanan, serta transaksi pembayaran melalui QRIS. BRI Cabang Pancoran terus mengedukasi nasabah tentang keunggulan aplikasi BRImo salah satunya adalah penggunaan QRIS BRI.

Pimpinan Cabang Pancoran, Ainul Wardi menjelaskan, dalam kesempatan ini senantiasa mengingatkan kepada nasabah untuk selalu menjaga kesehatan finansial dengan menabung di BRI dan bertransaksi aktif menggunakan aplikasi BRImo guna kemudahan kebutuhan transaksi nasabah sehari-hari

"Transaksi perbankan lebih mudah dengan adanya aplikasi BRImo terlebih proses pembayaran bisa menggunakan QRIS," ungkapnya.

Transaksi menggunakan QRIS BRI bisa digunakan melalui aplikasi BRImo yang mana didalamnya terdapat banyak pilihan menu untuk layanan perbankan maupun yang lainnya. Penggunaan QRIS BRI juga sangat mudah dan tidak ada biaya tambahan. Justru terkadang bagi nasabah yang menggunakan QRIS BRI bisa mendapatkan beragan promo yang tersedia.

"Cara praktis untuk pembayaran tanpa ada biaya tambahan, justru ada promo tertentu," terangnya.

Bagi pelaku UMKM atau usaha apapun juga akan dimudahkan dengan menyediakan QRIS BRI di tempat usahanya. Konsumen akan lebih praktis dalam membayar serta transaksi keuangan lebih transparan.

"Ayo terus tingkatkan transaksi perbankan baik melalui layanan offline maupun online," tutupnya.(***)

Regenerasi Petani, Kementan Tunjukkan Potensi Agribisnis Pada Gen Z

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Regenerasi petani menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian dalam mencapai swasembada pangan. Untuk menarik generasi muda ke lahan pertanian, Kementan memperkenalkan prinsip pertanian modern dan pelatihan sumber daya manusia pertanian.

Pertanian modern diperkenalkan Kementan, melalui BBPP Lembang, kepada mahasiswa Politeknik Negeri Lampung yang melakukan kunjungan, Jumat (20/06/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menggagaskan bahwa generasi muda nantinya akan menjadi harapan bagi pertanian Indonesia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Senada dengan pernyataan Mentan Amran, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga berharap pada generasi muda.

Santi berpendapat bahwa kebutuhan pangan akan terus ada dan generasi petani saat ini sudah memasuki umur senja.

“Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kunjungan ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang diikuti 46 mahasiswa Politeknik Negeri Lampung dan dua orang dosen pembimbing. Mereka mendalami agribisnis.

Para mahasiswa jurusan Pengembangan Produk Agroindustri berkunjung untuk melihat praktik pertanian di BBPP Lembang.

“Tujuan kunjungan kami kali ini adalah untuk mempelajari lebih dalam praktik pertanian di UPT Kementan,” tutur Fahrulsyah, dosen pembimbing.

Kunjungan disambut oleh Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika.

“Pertan UPT Pelatihan adalah pada pengembangan SDM pertanian sehingga mampu menciptakan tenaga kerja yang dapat berkontribusi pada industri pertanian,” paparnya.

Baca juga:

Bertani On Cloud: Padi Sehat dan Pertanian Organik Tingkatkan Produktivitas Pertanian

“Pertanian juga menjadi sektor yang sedang dilirik karena keberhasilan Kementerian Pertanian mencatatkan rekor cadangan beras terbesar dengan jumlah 4,1 ton. Sehingga membuka kesempatan,” lanjut Ajat.

Ia juga menerangkan bahwa sektor pertanian pangan seperti padi saja dapat diolah menjadi berbagai macam mulai dari gabah, jerami, hingga limbahnya yang dapat dimanfaatkan kembali.

Kunjungan kali ini menunjukkan beragam fasiltias BBPP Lembang. Diantaranya adalah tanaman hias yang menarik decak kagum para mahasiswa.

Dilanjutkan ke Rumah Pangan Lestari yang menjadi lahan praktik di BBPP Lembang. Terakhir, tujuan utama para muda-mudi Lampung ini adalah Lab Pengolahan Hasil Pertanian.

Lab Pengolahan Hasil Pertanian menyiapkan bahan-bahan praktik untuk membuat es krim jagung. “Praktik ini kami rasa cocok dengan jurusan kami,” terang Fahrulsyah.

Murid-murid mendapatkan paparan mengenai keuntungan mengolah produk pertanian semisal menjadi es krim jagung.

Terang Saptoningsih, Widyaiswara BBPP Lembang, bahwa pengolahan dapat memperpanjang masa simpan sebuah produk pertanian dan meningkatkan nilai ekonominya.

5 perwakilan para mahasiswa kemudian dipilih untuk mempraktikkan sendiri.

Sementara itu diskusi berjalan aktif dengan pertanyaan-pertanyaan seputar produksi es krim. Para mahasiswa sendiri kemudian mencicipi varietas olahan es krim dari BBPP Lembang.

“Rasanya unik dan cukup berbeda, seperti es krim kangung yang kami coba mengandung serat yang tinggi sehingga baik bagi pencernaan,” tukas Fahrulsyah.

“Dari kunjungan ini kami rasa BBPP Lembang dapat menjadi tempat yang baik untuk pelatihan di bidang pertanian,” tutupnya.(***)

Bertani On Cloud: Padi Sehat dan Pertanian Organik Tingkatkan Produktivitas Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong produksi beras agar dapat mencapai swasembada pangan sesuai komando Presiden Prabowo Subianto. Tidak hanya itu, Kementan juga berupaya menyediakan beras berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pangan, salah satunya melalui pertanian organik.

Semangat tersebut ditunjukkan dalam Bertani On Cloud (BOC) Volume 309, Kamis (19/6/2025), yang mengangkat tema “Padi Sehat, Produksi Meningkat, Menuju Swasembada Pangan”.

Menurut Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, pertanian organik dapat meningkatkan pendapatan petani karena memiliki nilai jual lebih.

"Padi organik memiliki nilai ekonomi lebih bagi petani menjadi tujuan utama mensejahterakan para petani," jelasnya.

BOC sendiri adalah program yang diadakan oleh Unit Pelaksana Teknis Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Tujuannya adalah menyediakan informasi yang bermanfaat bagi petani di seluruh Indonesia.

Kali ini Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang dijadikan tuan rumahnya.

Saat membuka BOC, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menekankan bahwa pertanian organik sangat penting.

“Baik bagi para petani dan para konsumen produk pertanian, pertanian organik ini sangat penting karena memiliki nilai tambah bagi keduanya,” terang Santi.

Pada BOC kali ini, hadir Dedi Mulyadi, petani muda dari Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang.

Dedi dikenal warga sekitar mengembangkan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Agrospora.

Baca juga:

Dukung Swasembada Pangan, Peran Perangkat Desa Dioptimalkan

“Saya tumbuh dari keluarga petani juga sehingga pertanian sudah saya jalani sejak awal,” terangnya memperkenalkan diri.

P4S Agrospora bergerak di bidang pertanian organik dan juga peternakan.

Dedi menyebutkan bahwa P4S Agrospora menjadi tempat belajar dan berlatih bagi pelajar, pemagang, dan pencari kerja. P4S ini bahkan telah menerima kunjungan uji tiru dari seluruh Indonesia.

Dedi juga memaparkan cara membuat pupuk organik sebagaimana yang dilakukan di P4S-nya. Bahan-bahan yang digunakan Dedi pun merupakan bahan yang sederhana.

“Prinsipnya adalah kita menjalankan pertanian organik dengan bahan yang ada sehingga dapat menekan pengeluaran sekecil mungkin dan meningkatkan penghasilan,” terangnya

Bahan yang digunakan diantaranya adalah rumput liar, pupuk kandang sapi, bonggol pisang, molasses, air cucian beras, air, dekomposer, dan dedak.

Dari bahan-bahan tersebut, Dedi menyatakan dapat meningkatkan produksi dan mendapat omset bersih 20 juta per bulan.

“Bahan-bahan yang kami gunakan juga sederhana dan dapat ditemukan di mana saja sesuai dengan prinsip tadi itu bahwa pertanian organik harus dapat menekan pengeluaran petani,” terangnya.

Selain sebagai petani, Dedi juga aktif menjadi penyuluh pertanian, Pada tahun 2023 ia mendapat penghargaan Penyuluh Pertanian Non ASN dan Pengendali Organisme Tumbuhan Non-ASN Inovatif di Kategori Bidang Pangan.

Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika menitipkan harapnya.

“Kami harap dengan adanya sosok petani muda di bidang pertanian organik dapat memotivasi kita semua untuk mencapai cita-cita swasembada pangan,” kata Ajat.(***)

Dukung Swasembada Pangan, Peran Perangkat Desa Dioptimalkan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan hilirisasi komoditas pangan strategis jagung dan agribisnis kopi kepada 150 Kepala Desa, Sekretaris Desa dan pengelola keuangan Kabupaten Bekasi, Selasa (17/6/2025).

Kunjungan dilakukan untuk optimalisasi peran dan tanggung jawab Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi dalam mewujudkan tata Kelola pemerintahan desa yang efektif. Perangkat desa ini juga diharapkan berkontribusi serta mendukung program nasional di bidang ketahanan pangan yaitu swasembada pangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian sangat penting untuk masyarakat.

"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah," tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” kata Santi.

Sementara itu Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, dalam setiap kesempatan menyampaikan kesiapannya melayani para stakeholder yang ingin mempelajari pertanian.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tutur Ajat.

Terbagi tiga kelompok, secara bergantian rombongan mengunjungi Inkubator Agribisnis.

Baca juga:

Tingkatkan Wawasan dan Kompetensi Mahasiswa, UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Teknologi Pertanian

Kelompok pertama bergerak mengelilingi lahan praktik seluas 2,5 hektar, mulai dari screen house tanaman hias, zona rumah pangan lestari, zona sayuran lapang, dan screen house hidroponik.

Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, widyaiswara menjelaskan program Kementerian Pertanian.

Dijelaskannya tentang program Kementerian Pertanian mencapai swasembada pangan secepatnya-cepatnya. Ini dalam rangka memenuhi kebutuhan pangan bagi 280 juta lebih penduduk Indonesia.

Ada pula empat sub sistem dalam agribisnis, salah satunya pengolahan hasil pertanian.

Menurutnya, pengolahan hasil pertanian bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk. Biasanya dilakukan bagi sayuran yang tidak masuk grade pasar modern dan pasar tradisional.

Didampingi petugas laboratorium, peserta kunjungan praktik membuat cemilan sehat, manis, dan menyegarkan yaitu es krim jagung.

Pertama-tama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan demo membuat olahan tersebut hingga dikemas ke dalam kemasan cup kecil yang cantik.

Kelompok terakhir bergerak menuju ruang pascapanen kopi untuk mengenal alur pascapanen kopi dan melihat aktivitas yang ada mulai dari pencucian biji kopi, pulping, roasting hingga mencicipi secangkir kopi varietas arabica khas Lembang.(***)

Tingkatkan Wawasan dan Kompetensi Mahasiswa, UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Teknologi Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan teknologi pertanian kepada mahasiswa Semester 4 dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Rabu (18/6/2025).

Mahasiswa PNJ berkunjung ke BBPP Lembang untuk mendukung pengembangan wawasan dan kompetensi. Para mahasiswa juga diberikan pemahaman tentang proses produksi, manajemen pertanian dan penerapan teknologi pada sektor pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia. Ia mengajak anak muda untuk terlibat dalam sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan kesiapan sarana dan prasarana serta SDM pengelola untuk berpartisipasi aktif meningkatkan kompetensi SDM pertanian, termasuk regenerasi petani sebagai salah satu program Kementerian Pertanian.

Baca juga:

Tempo Langgar Kode Etik Jurnalistik, Fitnah Mentan Amran Poles-poles Beras Busuk

“Kami menerima stakeholder bidang pertanian baik itu petani, penyuluh pertanian, petugas, siswa, mahasiswa, calon purnabakti, dan lainnya untuk belajar pertanian di sini, salah satunya melalui kegiatan eduwisata seperti ini,” tuturnya.

Rombongan mahasiswa berjumlah 25 orang program studi D3 Elektronika Industri Semester 4 ini bergerak menuju Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Di screen house tanaman hias, widyaiswara menjelaskan perbanyakan tanaman hias kaktus dan sukulen. Penjelasan tentang peluang meraup keuntungan banyak melalui budidaya tanaman hias dijelaskan secara rinci.

Bergerak ke zona Rumah Pangan Lestari, mengenal budidaya bawang merah dan aneka tanaman didalam polybag.

Selanjutnya di zona sreen house hidroponik, mahasiswa semester 4 ini tampak tertarik melihat instalasi hidroponik sistem DFT dan greenhouse otomatis yang dapat diatur suhu dan kelembapannya.

Kunjungan berakhir di ruang pasca panen kopi. Petugas memberi penjelasan pasca panen kopi dan melihat aktivitas yang ada mulai dari pencucian, pulping, dan roasting kopi varietas arabica yang dibudidayakan di BBPP Lembang.(***)

BRI Pasar Minggu Berbagi Jumat Berkah

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memberikan yang terbaik bagi nasabah juga masyarakat sekitar. BRI memiliki beragam produk dan program unggulan. Salah satunya yaitu program Jumat Berkah yang sudah menjadi agenda rutin.

BRI Cabang Pasar Minggu turut serta mengadakan program Jumat Berkah. Kali ini program Jumat Berkah dilaksanakan di Panti Asuhan Yatim dan Duafa Mizan Amanah Salihara di Jalan Salihara No.15 RW3 RT14, Jati Padang, Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan (16/05/2025).

"Kami juga rutin mengadakan program Jumat Berkah, hanya saja bentuk dan lokasinya menyesuaikan," ujar Pimpinan Cabang BRI Pasar Minggu, Mochammad Syarif Budiman.

Syarif menambahkan, program Jumat Berkah sendiri merupakan salah satu bentuk kepedulian BRI Cabang Pasar Minggu terhadap lingkungan sekitar yang membutuhkan. Program Jumat Berkah kali ini, BRI Cabang Pasar Minggu memberikan paket sembako.

"Semoga apa yang diberikan bisa bermanfaat kepada yang menerimanya," ungkapnya.

Seperti diketahui, BRI menerima banyak penghargaan atas kinerja didunia perbankan. Baik pelayanan hingga beragam produk unggulan serta program yang inovatif. Pelayanan BRI jelas mengutamakan nasabah, bagi yang tidak sempat ke kantor cabang, bisa juga memanfaatkan aplikasi online melalui BRImo. Program menarik lainnya juga menguntungkan nasabah, salah satunya melalui Undian Hadiah Simpedes.

"Ayo jadi nasabah BRI, banyak kemudahan serta keuntungan yang bisa didapatkan," tutupnya.(***)

Tempo Langgar Kode Etik Jurnalistik, Fitnah Mentan Amran Poles-poles Beras Busuk

TANIINDONESIA.COM//Jakarta — Dewan Pers secara resmi memutuskan bahwa media daring Tempo.co telah melanggar Kode Etik Jurnalistik dalam unggahan poster dan motion graphic berjudul “Poles poles Beras Busuk” yang dipublikasikan melalui media sosial resmi Tempo pada 16 Mei 2025.

Dalam dokumen Pernyataan Penilaian dan Rekomendasi (PPR) Nomor 3/PPR-DP/VI/2025, Dewan Pers menilai konten visual tersebut tidak akurat, berlebihan, serta mencampurkan opini yang menghakimi sehingga menimbulkan persepsi menyesatkan di tengah masyarakat.

Atas putusan ini, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch. Arief Cahyono, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Dewan Pers yang dinilainya berpihak pada prinsip keadilan dan profesionalisme pers.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dewan Pers atas rekomendasinya yang sangat memperhatikan rasa keadilan dan profesionalisme pers ini. Selain dapat menjaga marwah pers, PPR ini juga merupakan angin segar bagi para pejuang pertanian yang bekerja maksimal di tengah isu pangan global dan mencukupi pangan 280 juta rakyat Indonesia,” ujar Arief di Jakarta, Selasa (17/6).

Arief mengatakan pemberitaan dan konten media sosial Tempo sangat melukai perasaan para pejuang pangan, khusus Mentan Amran yang difitnah dengan ilustrasi dan judul yang menyudutkan seolah melakukan pembohongan publik dengan memoles beras busuk. Arief juga mengingatkan ini bukan kali pertama Tempo membuat berita negatif tidak akurat terhadap Mentan Amran Sulaiman dan program pertanian yang dilakukan.

“Pada tahun 2019 lalu, melalui PPR Dewan Pers nomor 45/PPR-DP/X/2019, Tempo diputuskan telah melanggar pasal 3 Kode Etik Jurnalistik karena telah tidak akurat dalam penulisan artikel “Gula-gula Dua Saudara”, ujarnya.

Pada kurun waktu tertentu Kementan mengamati pemberitaan Tempo terhadap Kementan, pemberitaan negatifnya bisa mencapai 79 persen.

Arif menilai tindakan Tempo bukan sekadar pelanggaran etik, tetapi merupakan upaya pencemaran nama baik Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

“Sangat disayangkan, media sekelas Tempo justru melakukan pembusukan karakter terhadap sosok Mentan Amran yang selama ini dikenal bersih dan berani melawan mafia pangan"

Arif mengingatkan, saat ini mafia pangan akan melakukan semua cara untuk memperlemah perjuangan Indonesia dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Termasuk mendiskredirkan upaya-upaya yang dilakukan pemerintah melalui Kementan. Namun Kementerian Pertanian tak akan mundur dan akan terus bekerja keras mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto mewujudkan kedaulatan pangan.

Menurut Arief, Kementan menghargai dan membutuhkan kontrol dari pers sepanjang dilakukan secara profesional sesuai kaidah dan Kode Etik Jurnalistik. Pemberitaan yang tidak profesional dapat merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah, khususnya di sektor pertanian yang saat ini sedang bekerja keras memastikan ketersediaan pangan nasional.

Sejak menjabat kembali sebagai Mentan pada Oktober 2023 lalu, Amran Sulaiman terus bergerak cepat melakukan bersih-bersih jajaran Kementan yang terlibat dalam korupsi. Mentan Amran terkenal sebagai pejabat yang paling keras melawan praktik mafia pangan yang sebelumnya menggerogoti sistem distribusi dan keuangan negara di sektor pertanian.

Sebagai bagian dari pembenahan birokrasi, Mentan Amran berhasil mengungkap skandal mafia pupuk yang merugikan petani hingga Rp3,2 triliun. Skandal ini melibatkan oknum Kementan yang bekerja sama dengan 5 perusahaan pembuat pupuk palsu dan 22 perusahaan yang memproduksi pupuk di bawah standar. Sebanyak 11 pegawai dinonaktifkan, dan beberapa di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain itu, baru-baru ini Mentan Amran memecat dua pejabat di lingkungan Kementan karena terbukti melakukan pungutan liar dan menyalahgunakan wewenang. Kedua oknum itu meminta bayaran hingga Rp27 miliar dari pihak eksternal sebagai syarat mendapatkan proyek.

Mentan Amran juga telah secara konsisten memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan Kementan sejak menjabat sebagai Mentan pada 2014 silam.

Selama masa kepemimpinannya tersebut, Mentan telah melakukan mutasi-demosi pegawai sebanyak 1.479 pegawai, diberikan sanksi 844 pegawai dan bahkan ada yang dipecat karena melakukan penyelewengan atau korupsi.

Bahkan, pernah dalam satu hari, Mentan Amran mencopot beberapa pejabat lingkup Kementan, mulai dari dirjen hingga direktur, yang dilakukan sebelum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mereka sebagai tersangka kasus korupsi.

“Mentan Amran menyebutkan bahwa tidak ada ruang bagi siapa pun melanggar peraturan untuk memperoleh keuntungan pribadi dengan cara merugikan petani, masyarakat, dan negara. Sikap Mentan Amran sangat tegas menentang semua praktik korupsi, Mentan Amran sangat siap melawan semua mafia pangan,” tegas Arief.

Dewan Pers sendiri dalam keputusannya mewajibkan Tempo untuk mengubah judul visual menjadi lebih sesuai, menambahkan penjelasan serta permintaan maaf, dan memoderasi komentar bernada negatif terhadap pihak yang dirugikan. Tempo juga diwajibkan melaporkan bukti tindak lanjut dalam waktu 3 x 24 jam.

“Putusan Dewan Pers sangat jelas: Tempo telah melanggar kode etik jurnalistik. Ini bukan sekadar koreksi, ini bentuk pengakuan bahwa fitnah telah terjadi. Sekarang publik bisa menilai siapa yang sungguh-sungguh membela pangan Indonesia dan siapa yang hanya ingin membuat gaduh dengan opini tendensius,” tutup Arief.(***)

Perkuat Komitmen Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Evaluasi LTT Provinsi Jawa Barat

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Kementerian Pertanian terus berusaha mencapai swasembada pangan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Hal tersebut dilakukan melalui berbagai strategi. Salah satunya adalah melalui Luas Tambah Tanam (LTT) yang dilakukan di berbagai provinsi.

Luas Tambah Tanam turut dibahas dalam Rapat Evaluasi Capaian Target Tanam Bulan Mei 2025 dan Penyusunan Kesanggupan Tanam Padi, Jagung, dan Kedelai Bulan Juni 2025, di Aula Catur Gatra BBPP Lembang, Jum’at (13/6/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan bahwa LTT yang tengah dilakukan adalah salah satu langkah strategi dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Pemantauan terhadap LTT harus dilakukan secara harian untuk menjamin tercapainya swasembada,” terang Mentan Amran.

Dijelaskannya, jumlah hasil produksi sangat ditentukan oleh luas panen yang keberhasilannya ditentukan oleh proses pembibitan dan pembenihan, ketersediaan pupuk, dan sarana irigasi yang dapat diakses oleh petani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widhi Arsanti, mengimbau penggunaan lahan sebaiknya dioptimalkan termasuk di daerah yang memiliki potensi pertanian tinggi.

Sementara dalam rapat, hadir perwakilan dari 27 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat serta perwakilan dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat.

Saat membuka acara, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan untuk mewujudkan swasembada pangan tahun 2025 diperlukan berbagai langkah strategis salah satunya adalah peningkatan LTT padi.

Baca juga:

Tingkatkan Kapasitas Diri, Petani Cabai Kabupaten Mandailing Natal Sambangi UPT Pelatihan Kementan

Ia menambahkan, Jawa Barat dituntut untuk memainkan peran penting dalam meningkatkan luas tambah tanam LTT guna mencapai swasembada pangan.

"Jabar, sebagai salah satu lumbung padi nasional, memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas dan kontribusinya dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional," terang Ajat.

Selain LTT, BP di provinsi Jawa Barat pun disoroti dalam rapat kali ini.

“Kami sedang menyiapkan brigade-brigade pangan di Jawa Barat yang saat ini masih dalam tahap perencanaan,” kata Ajat.

Per April 2025, Jawa Barat telah merealisasikan 864.377 ha lahan LTT sejak Desember 2024. Capaian tersebut dengan catatan kurang memuaskan di April 2025.

Namun catatan tersebut berhasil diperbaiki pada penghujung bulan April dan begitu pula pada bulan Mei.

Di awal bulan Juni, tercatat Jawa Barat belum mencapai target yang ditetapkan Kementan terutama untuk komoditas padi.

Salah satu faktor yang berpengaruh adalah cuaca musim hujan yang diharapkan akan selesai pada pertengahan Mei.(***)