13 Februari 2026

Bulan: Juni 2025

Penyuluh Pertanian Garda Terdepan Transformasi Pertanian Indonesia

TANIINDONESIA.COM//Jakarta – Puncak peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-53 Tahun 2025 menjadi momentum penting pengakuan terhadap peran strategis Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam menopang transformasi sektor pertanian dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi dedikasi para penyuluh dan Babinsa yang terus mendampingi petani di lapangan. Ia menegaskan, HKP tahun ini menjadi momentum penguatan peran penyuluh sebagai pengawas langsung program pertanian dari proses tanam, distribusi pupuk dan alsintan, hingga adopsi benih unggul dan teknologi pertanian modern.

“PPL dan Babinsa adalah mata dan telinga Pak Presiden untuk mengawasi pertanian. Semua penyimpangan di lapangan harap segera dilaporkan. Kalau ada harga pupuk di atas HET, laporkan, pasti kita tindak!” tegas Mentan Amran dalam peringatan HKP ke-53 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (30/6/2025).

Mentan Amran menambahkan, kios atau distributor yang menjual pupuk di atas HET akan langsung dikunci dan tidak lagi diperkenankan menyalurkan pupuk bersubsidi. Untuk itu, penyuluh dan Babinsa diminta aktif melaporkan pelanggaran secara rutin sebagai bagian dari pengawasan terpadu.

Hal ini ditegaskan juga oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang menyatakan bahwa penguatan peran penyuluh merupakan bagian dari langkah serius pemerintah dalam mereformasi sistem penyuluhan, sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025 termasuk pengalihan status ASN penyuluh dari pemerintah daerah ke pusat.

“Selama masa transisi ini, seluruh proses sedang kita siapkan. Mulai tahun 2026, seluruh penyuluh resmi menjadi pegawai pusat. Dengan status ini, penyuluh dapat diberdayakan lebih optimal untuk mendampingi petani dan mempercepat swasembada pangan,” ujarnya.

Baca juga:

Tingkatkan Kapasitas Petani Kabupaten Bandung Barat, UPT Pelatihan Kementan Berikan Konsultasi Gratis

Dari total 38.000 penyuluh yang ada saat ini, sebanyak 34.000 telah diseleksi dan akan ditarik ke pusat. Penarikan ini bersifat mandatori, yang berarti otomatis menjadi kewenangan pemerintah pusat. Meski status berubah, para penyuluh tetap bekerja di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di daerah masing-masing.

“Percepatan swasembada pangan juga harus diiringi peningkatan produktivitas petani. Penyuluh berperan penting dalam mendampingi petani meningkatkan indeks pertanaman, penggunaan varietas unggul, dan penerapan teknologi pertanian modern,” tambahnya.

Idha Widi juga menjelaskan bahwa saat ini Brigade Pangan telah menjadi motor transformasi pertanian di berbagai wilayah. Sejak awal 2025, brigade telah menerima bantuan alsintan dan pelatihan intensif. Banyak di antaranya kini telah mampu mengelola lahan dan mengoperasikan alat mesin pertanian secara mandiri.

“Brigade Pangan adalah titik balik transformasi pertanian dari tradisional menjadi modern. Mereka dibekali teknologi, benih unggul, dan pelatihan pengelolaan usaha tani. Tapi bantuan dari pemerintah hanya diberikan sekali, selanjutnya Brigade Pangan harus mandiri dan mampu menyusun rencana usaha sendiri,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi kepada PPL yang berprestasi, Mentan Amran menyerahkan secara simbolis 10 unit sepeda motor kepada penyuluh terbaik. Penghargaan diberikan berdasarkan indikator kinerja seperti pendampingan Luas Tambah Tanam (LTT), pengawalan harga gabah dan jagung, serta keterlibatan dalam program Brigade Pangan.

Selain itu, Kementan juga meluncurkan dua inisiatif strategis yang didampingi langsung oleh penyuluh, yaitu penetapan 1.000 gapoktan sebagai titik serah pupuk bersubsidi, serta penguatan Brigade Pangan dan Koperasi Pertanian Modern sebagai penyalur BBM Alsintan.

Mengusung tema “Transformasi Penyuluhan Pertanian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Mendukung Swasembada Pangan Nasional”, peringatan HKP ke-53 ini dihadiri oleh lebih dari 3.000 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pejabat pemerintah, penyuluh pertanian, gapoktan, Brigade Pangan, TNI/Polri, akademisi, mahasiswa, dan mitra pelaku usaha pertanian dari seluruh Indonesia.(***)

Kuatkan Komitmen Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Gandeng Stakeholder pada Gelar Dies Natalis

TANIINDONESIA.COM//MAGELANG - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) mengajak stakeholder yang hadir dalam Dies Natalis VII Polbangtan YOMA untuk mendukung program swasembada pangan nasional.

Gelaran hari jadi Polbangtan YOMA ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Kepala Dinas Pertanian, pimpinan Perguruan Tinggi , Kepala SMK/SMA, serta pimpinan daerah/ instansi terkait di wilayah Kabupaten/Kota Magelang, pada Sabtu (28/6/2025).

Polbangtan YOMA menganggap penting akan hadirnya stakeholder dalam mendukung program ketahanan pangan negeri. Dengan kolaborasi multi sektor, diharapkan dapat mempercepat capaian Asta Cita Presiden RI.

Untuk itu, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman optimis ketahanan pangan nasional khususnya dalam upaya mewujudkan swasembada beras tanpa impor dapat dicapai di tahun ini.

“Target dari Bapak Presiden, awal rencana kita swasembada empat tahun, kemudian tiga tahun. Mudah-mudahan tahun ini tidak ada impor,” ucapnya.

Mentan Amran mengatakan stok beras nasional saat ini telah mencapai lebih dari 4 juta ton.

“Tertinggi selama 57 tahun dan pernah kita capai 3 juta ton, yaitu tahun 1984,” jelasnya.

Untuk mencapai hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa pihaknya perlu terus bergandengan tangan dengan semua pihak.

“Untuk mewujudkan swasembada pangan ini tidak bisa sendirian, kita perlu berkolaborasi”, tegasnya.

Dilatari hal tersebut, Direktur Polbangtan YOMA, R. Hermawan menyebut perlunya menjalin sinergi dengan berbagai pihak.

Baca juga:

Cetak Penyuluh Pertanian Andal, Polbangtan Kementan Berkomitmen Terjunkan Mahasiswa

“Mewujudkan swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045 bukanlah tugas yang mudah, perlu perencanaan yang matang, kolaborasi berbagai pihak, serta komitmen untuk mengatasi tantangan yang ada,” katanya.

Menurutnya, ini membutuhkan komitmen dan kerja keras dari semua pihak terkait, baik pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat luas.

Dengan kerjasama, Ia menyebut berbagai program Kementan bisa dilaksanakan dengan baik di lapangan. Antara lain LTT (Luas Tambah tanam), CSR (Cetak Sawah Baru), optimalisasi lahan, pertanian modern, Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dan lain sebagainya.

“Kami pun telah mengirimkan mahasiswa untuk terjun ke lapangan. Melalui program PKL, Magang, MBKM,” jelasnya.

Ia mengatakan Polbangtan YOMA telah mengirimkan mahasiswa ke lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) lahan rawa di Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Jawa Tengah. Selain itu alumni Polbangtan YOMA juga ikut berkiprah dalam kegiatan pendampingan Brigade Pangan di Kalimantan Tengah dan Pertanian Modern di Provinsi Jawa Tengah.

Ia pun mengundang Kepala SMA/SMK di wilayah Kabupaten/Kota Magelang untuk mengenalkan Polbangtan YOMA. Sekaligus mendorong regenerasi pertanian, dimulai dari bangku sekolah.

“Dengan menjalankan langkah-langkah secara terencana dan berkesinambungan, Indonesia dapat mencapai tujuan Swasembada Pangan lebih cepat sebelum Indonesia Emas 2045 mendatang,” sebut Hermawan optimis.

Hadir mewakili Bupati Magelang, Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto mengapresiasi gelaran Dies Natalis Ketujuh Polbangtan YOMA. Yang dimeriahkan oleh dengan Sendra Tari “Dewi Sri’ dan diakhiri dengan Grebeg Sayur yang dibagikan kepada warga di lapangan Polbangtan YOMA.

“Kami berharap Polbangtan YOMA dapat terus berinovasi dalam membangun sektor pertanian di Indonesia. Tentu ini akan mempengaruhi kualitas dan produktivitas pertanian,” katanya.

Tidak berhenti di sini saja, menurut Adi teknologi pertanian dan digitalisasi pertanian bisa dikembangkan. Sehingga memberikan keunggulan di sektor pertanian. (os)

Tingkatkan Kapasitas Petani Kabupaten Bandung Barat, UPT Pelatihan Kementan Berikan Konsultasi Gratis

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, kembali menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (26/06/2025).

Kali ini, konsultasi diadakan di Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, dan dihadiri sekitar 30 petani.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya pangan bagi manusia.

"Jika tidak ada pangan maka tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar sehingga sangat penting kita jaga pangan," katanya.

Mentan Amran juga mengingatkan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan,” ucapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM bidang pertanian,” katanya.

Layanan konsultasi agribisnis merupakan salah satu Standar Pelayanan Publik BBPP Lembang. Sejak pertengahan tahun 2024, BBPP Lembang membangun dan mengembangkan inovasi pelayanan publik KAK.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan KAK karena berkomitmen kuat meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui Konsultasi Agribisnis Keliling. Ini upaya kami dalam pengembangan inkubator agribisnis sebagai pendukung penyelenggaraan pelatihan,” tutur Ajat.

Baca juga:

Regenerasi Petani, Kementan Tunjukkan Potensi Agribisnis Pada Gen Z

Konsultasi dilaksanakan secara hybrid, baik secara online (daring) berbasis website dan whatsapp center dan secara offline (luring) datang langsung ke kantor dan KAK datang ke lokasi petani yang membutuhkan konsultasi tentang pertanian.

Kunjungan ke BP3K Cikalong Wetan merupakan kunjungan ke-8 dalam rangkaian KAK. BBPP Lembang bekerja sama dengan penyuluh setempat untuk mengundang para petani.

Kali ini konsultasi berjalan dalam bentuk diskusi. Dewi Padmisari, Sani Hanifah, dan Elvina Hadiani menjadi widyaiswara fasilitator. Konsultasi dimulai dengan materi ajar mengenai kinerja dalam pertanian.

“Yang membedakan petani Indonesia dengan petani dari negeri lain sebenarnya adalah efisiensi,” terang Dewi.

Ia kemudian menambahkan bahwa petani Indonesia seringkali terdistraksi ketika bekerja. “Namun dengan usaha, hal ini dapat dilalui,” tambahnya.

Ia mencontohkan bahwa petani di negeri Jepang menggunakan usaha yang lebih terfokus dalam bertani.

Mereka juga ditunjang oleh prasarana yang lebih baik dan benih berkualitas. Diantara ketiga elemen tersebut dapat memberikan hasil yang lebih baik jika disesuaikan satu sama lain.

Praktik juga diberikan sebagai materi konsultasi. Para petani kemudian diberikan cara sederhana untuk mengukur unsur hara dalam tanah.

Sani Hanifah kemudian membimbing mereka cara mengukur unsur hara dengan cara mengayak tanah dan menimbangnya. Selain itu tanah yang diukur juga disulut dengan spirtus dan api.

Selanjutnya konsultasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi tanya jawab berjalan aktif dengan pertanyaan demi pertanyaan dijawab.

“Kami juga menyediakan konsultasi online melalui website BBPP Lembang,” tutup para widyaiswara pada sesi konsultasi gratis kali itu.(***)

KADIN Indonesia Gandeng Sarawak Malaysia, Percepat Investasi dan UMKM di Jawa Barat

TANIINDONESIA.COM//Bandung — Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN Indonesia) terus mempertegas perannya sebagai jembatan strategis diplomasi ekonomi. Kali ini, Kadin Indonesia Bidang Sarana, Prasarana, dan Usaha di bawah koordinasi WKU Hukum & HAM, berinisiatif dan mengintegrasikan Business Delegation Meeting bersama delegasi Sarawak, Malaysia, di Rumah Kebangsaan KADIN Jawa Barat, Bandung, Kamis (26/6).

Acara yang dihadiri langsung oleh Caretaker KADIN Jawa Barat Agus Suryamal, WKU Koordinator Bidang Hukum & HAM Azis Syamsudin, WKU Sarana, Prasarana & Usaha Ali Said, dan Ketua Komite Tetap Kemitraan Strategis Sarana, Prasarana & Usaha Poppy Zeidra, ini menjadi langkah konkret mempercepat peluang investasi dan mendorong pemberdayaan UMKM di Jawa Barat, sekaligus menguatkan posisi Indonesia dalam sinergi ekonomi ASEAN.

Sinergi ekonomi lintas negara ini adalah peluang besar bagi Jawa Barat yang memiliki potensi sumber daya dan SDM luar biasa. ujar Agus Suryamal.

Sementara itu, Ali Said yang menggawangi program ini menggarisbawahi pentingnya infrastruktur dan konektivitas sebagai pilar pembangunan ekonomi. "Kami dorong bukan hanya infrastruktur fisik, tapi konektivitas antar pelaku usaha, termasuk pemberdayaan perempuan dan UMKM dalam skala ASEAN," jelasnya.

Senada, Azis Syamsudin menegaskan bahwa kepastian hukum adalah kunci utama mendorong kepercayaan dunia usaha. "KADIN Indonesia hadir bukan hanya menjembatani bisnis, tapi memastikan semua berjalan dalam ekosistem yang transparan dan kondusif. Kepastian hukum adalah pondasi untuk investasi berkelanjutan,sesuai dengan Visi ketua Umum KADIN" tegasnya.

Kolaborasi dengan Sarawak akan menjadi katalisator untuk mendorong UMKM naik kelas dan mempercepat masuknya investasi,
Poppy Zeidra, inisiator program ini, menambahkan bahwa pertemuan ini adalah bagian dari visi besar diplomasi bisnis modern.
"Kita tidak bisa hanya menunggu, kita harus jemput bola. Integrasi kemitraan strategis ini adalah bagian dari positioning Indonesia sebagai magnet investasi, khususnya di era kepemimpinan Presiden RI untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, terangnya.

Kolaborasi Strategis KADIN Indonesia Bidang Sarana, Prasarana, & Usaha Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia
Business Delegation Meeting Bandung Jadi Langkah Konkret Sinergi Ekonomi Lintas Negara.

Dalam pertemuan ini, berbagai peluang kerja sama konkret dieksplorasi, mulai dari penguatan UMKM, pemberdayaan perempuan, pelatihan kepemimpinan, hingga rencana link and Match business dan investasi Indonesia - Sarawak Malaysia.(***)

BRI KC Radio Dalam Serahkan Hadiah PHS Periode 2 di 2024

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - BRI Kantor Cabang (KC) Radio Dalam kembali mengadakan pengundian Panen Hadiah Simpedes atau PHS. Kali ini merupakan pengundian PHS periode 2 di 2024 dengan menyerahkan hadiah utama. Acara dilaksanakan di Dewandaru Pendopo Jalan Haji Nawi Raya No 16 Gandaria Selatan, Jakarta Selatan (14/6/2025).

Pemimpin Cabang BRI Radio Dalam, Argananta Yuwana menjelaskan, PHS BRI merupakan agenda rutin tiap enam bulan. Kali ini nasabah Cabang Radio Dalam, Febriana T Perangin berhasil memenangkan hadiah utama berupa satu unit kendaraan roda empat.

"Ini salah satu program rutin dari BRI untuk memberikan apresiasi kepada seluruh nasabah yang dilaksanakan 2 kali dalam setahun, khususnya produk Tabungan Simpedes," katanya.

Ia menerangkan, syarat mengikuti Panen Hadiah Simpedes cukup mudah, yakni tiap nasabah yang memiliki saldo Rp100 ribu mendapatkan 1 nomor kupon undian dan berlaku kelipatannya.

"Jadi, semakin banyak saldo di tabungan Simpedes BRI, maka kesempatan meraih hadiah akan makin besar," terangnya.

Lebih, lanjut ia mengungkapkan, pengundian PHS BRI ini dilakukan tiap kantor cabang, sehingga nasabah BRI baik di cabang maupun unit memiliki peluang besar untuk membawa pulang hadiah.

"Panen Hadiah Simpedes dipastikan dilakukan terbuka dan didampingi saksi, mulai dari notaris, dinas sosial hingga kepolisian," bebernya.

Pada periode ini pengundian PHS BRI KC Radio Dalam juga dihadiri oleh Pemimpin cabang BRI Fatmawati, Pemimpin Cabang Panglima Polim, Pemimpin Cabang Pondok Indah dan Pemimpin Cabang Kebayoran Baru.

"Kami ucapkan selamat kepada para pemenang. Bagi yang belum beruntung, tingkatkan lagi saldonya agar peluang membawa hadiah makin besar pada periode berikutnya," tutupnya.(***)

BRI Cabang Jakarta Pondok Indah Berbagi Jumat Berkah

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memberikan yang terbaik bagi nasabah juga masyarakat sekitar. BRI memiliki beragam produk dan program unggulan. Salah satunya yaitu program Jumat Berkah yang sudah menjadi agenda rutin.

BRI Cabang Jakarta Pondok Indah turut serta mengadakan program Jumat Berkah. Kali ini program Jumat Berkah dilaksanakan di lingkungan masjid Ar Rahmah Komplek Kodam Tanah Kusir, Jakarta Selatan (20/06/2025).

"Kami juga rutin mengadakan program Jumat Berkah, hanya saja bentuk dan lokasinya menyesuaikan," ujar Pimpinan Cabang BRI Jakarta Pondok Indah, Michael Sebastian.

Michael menambahkan, program Jumat Berkah sendiri merupakan salah satu bentuk kepedulian BRI Cabang Jakarta Pondok Indah terhadap lingkungan sekitar yang membutuhkan. Program Jumat Berkah kali ini, BRI Cabang Jakarta Pondok Indah memberikan makanan dan minuman.

"Semoga apa yang diberikan bisa bermanfaat kepada yang menerimanya," ungkapnya.

Seperti diketahui, BRI menerima banyak penghargaan atas kinerja didunia perbankan. Baik pelayanan hingga beragam produk unggulan serta program yang inovatif. Pelayanan BRI jelas mengutamakan nasabah, bagi yang tidak sempat ke kantor cabang, bisa juga memanfaatkan aplikasi online melalui BRImo. Program menarik lainnya juga menguntungkan nasabah, salah satunya melalui Undian Hadiah Simpedes.

"Ayo jadi nasabah BRI, banyak kemudahan serta keuntungan yang bisa didapatkan," tutupnya.(***)

Cetak Penyuluh Pertanian Andal, Polbangtan Kementan Berkomitmen Terjunkan Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM//GUNUNG KIDUL - Kementerian Pertanian (Kementan) menerjunkan 29 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) di Kapanewon Pathuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dengan giat ini, diharapkan bisa menambah pengalaman mahasiswa di lapangan. Ini sejalan dengan upaya Kementan untuk menyiapkan calon penyuluh yang terampil dalam memotret potensi dan responsif terhadap permasalahan di lapangan.

Sebab, penyuluh yang responsif mampu mengidentifikasi masalah dan memberikan solusi yang relevan, terutama dalam menghadapi isu-isu yang berkembang di masyarakat.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, penyuluh pertanian memiliki peran krusial dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti terus berupaya menyiapkan SDM pertanian yang kompeten, salah satunya melalui pendidikan vokasi.

Diterima di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pathuk, Senin (23/6/2025), mahasiswa ditugaskan untuk mengidentifikasi potensi di Kapanewon Patuk.

Baca juga:

Akselerasi Pembentukan Koperasi Merah Putih, Kementan Gandeng Penyuluh Pertanian

"Nanti mahasiswa akan dibagi beberapa kelurahan dan didampingi oleh penyuluh-penyuluh di wilayah kerja," ujar Mei Rini, Koordinator BPP Pathuk.

Selama tiga hari, mahasiswa dari Program Studi Penyuluhan Pertanian berkelanjutan ini akan melakukan praktik di Kelurahan Putat, Bunder, Pengkok, Semoyo dan Beji.

Pada gelombang selanjutnya, 29 mahasiswa lainnya akan praktik di kelurahan Salam, Nglanggeran, Ngelegi, Ngororo, dan Terbah.

Mewakili Direktur Polbangtan YOMA, Siti Nurlela – Ketua Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Polbangtan YOMA mengatakan mahasiswa akan menggali potensi permasalahan dan solusi yang ada di Kapanewon Pathuk menggunakan Participatory Rural Appraisal (PRA).

Ia mengatakan Participatory Rural Appraisal (PRA), atau Penilaian Pedesaan Partisipatif, merupakan pendekatan pembangunan yang melibatkan masyarakat desa. Yang secara aktif terlibat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program atau proyek pembangunan.

"Polbangtan YOMA akan berkolaborasi dengan BPP Pathuk sebagai pusat pembelajaran. Menjadi lokasi untuk melakukan project base learning,” jelas Lela.

Dengan giat ini, Ia berharap mahasiswa bisa menyusun perencanaan penyuluhan berdasarkan hasil identifikasi potensi wilayah berbasis PRA," ujar Siti Nurlela.(***)

BRI Pancoran Edukasi Transaksi Menggunakan QRIS

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Bank BRI banyak sekali memiliki jenis layanan perbankan yang bisa dilakukan secara offline maupun online. Salah satunya yaitu aplikasi unggulan BRI bernama BRImo, yang dapat digunakan di smartphone para nasabah.

Disini nasabah bisa melakukan beragam transaksi perbankan, diantaranya transfer dan pembayaran tagihan-tagihan rutin bulanan, serta transaksi pembayaran melalui QRIS. BRI Cabang Pancoran terus mengedukasi nasabah tentang keunggulan aplikasi BRImo salah satunya adalah penggunaan QRIS BRI.

Pimpinan Cabang Pancoran, Ainul Wardi menjelaskan, dalam kesempatan ini senantiasa mengingatkan kepada nasabah untuk selalu menjaga kesehatan finansial dengan menabung di BRI dan bertransaksi aktif menggunakan aplikasi BRImo guna kemudahan kebutuhan transaksi nasabah sehari-hari

"Transaksi perbankan lebih mudah dengan adanya aplikasi BRImo terlebih proses pembayaran bisa menggunakan QRIS," ungkapnya.

Transaksi menggunakan QRIS BRI bisa digunakan melalui aplikasi BRImo yang mana didalamnya terdapat banyak pilihan menu untuk layanan perbankan maupun yang lainnya. Penggunaan QRIS BRI juga sangat mudah dan tidak ada biaya tambahan. Justru terkadang bagi nasabah yang menggunakan QRIS BRI bisa mendapatkan beragan promo yang tersedia.

"Cara praktis untuk pembayaran tanpa ada biaya tambahan, justru ada promo tertentu," terangnya.

Bagi pelaku UMKM atau usaha apapun juga akan dimudahkan dengan menyediakan QRIS BRI di tempat usahanya. Konsumen akan lebih praktis dalam membayar serta transaksi keuangan lebih transparan.

"Ayo terus tingkatkan transaksi perbankan baik melalui layanan offline maupun online," tutupnya.(***)

Regenerasi Petani, Kementan Tunjukkan Potensi Agribisnis Pada Gen Z

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Regenerasi petani menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian dalam mencapai swasembada pangan. Untuk menarik generasi muda ke lahan pertanian, Kementan memperkenalkan prinsip pertanian modern dan pelatihan sumber daya manusia pertanian.

Pertanian modern diperkenalkan Kementan, melalui BBPP Lembang, kepada mahasiswa Politeknik Negeri Lampung yang melakukan kunjungan, Jumat (20/06/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menggagaskan bahwa generasi muda nantinya akan menjadi harapan bagi pertanian Indonesia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Senada dengan pernyataan Mentan Amran, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga berharap pada generasi muda.

Santi berpendapat bahwa kebutuhan pangan akan terus ada dan generasi petani saat ini sudah memasuki umur senja.

“Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kunjungan ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang diikuti 46 mahasiswa Politeknik Negeri Lampung dan dua orang dosen pembimbing. Mereka mendalami agribisnis.

Para mahasiswa jurusan Pengembangan Produk Agroindustri berkunjung untuk melihat praktik pertanian di BBPP Lembang.

“Tujuan kunjungan kami kali ini adalah untuk mempelajari lebih dalam praktik pertanian di UPT Kementan,” tutur Fahrulsyah, dosen pembimbing.

Kunjungan disambut oleh Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika.

“Pertan UPT Pelatihan adalah pada pengembangan SDM pertanian sehingga mampu menciptakan tenaga kerja yang dapat berkontribusi pada industri pertanian,” paparnya.

Baca juga:

Bertani On Cloud: Padi Sehat dan Pertanian Organik Tingkatkan Produktivitas Pertanian

“Pertanian juga menjadi sektor yang sedang dilirik karena keberhasilan Kementerian Pertanian mencatatkan rekor cadangan beras terbesar dengan jumlah 4,1 ton. Sehingga membuka kesempatan,” lanjut Ajat.

Ia juga menerangkan bahwa sektor pertanian pangan seperti padi saja dapat diolah menjadi berbagai macam mulai dari gabah, jerami, hingga limbahnya yang dapat dimanfaatkan kembali.

Kunjungan kali ini menunjukkan beragam fasiltias BBPP Lembang. Diantaranya adalah tanaman hias yang menarik decak kagum para mahasiswa.

Dilanjutkan ke Rumah Pangan Lestari yang menjadi lahan praktik di BBPP Lembang. Terakhir, tujuan utama para muda-mudi Lampung ini adalah Lab Pengolahan Hasil Pertanian.

Lab Pengolahan Hasil Pertanian menyiapkan bahan-bahan praktik untuk membuat es krim jagung. “Praktik ini kami rasa cocok dengan jurusan kami,” terang Fahrulsyah.

Murid-murid mendapatkan paparan mengenai keuntungan mengolah produk pertanian semisal menjadi es krim jagung.

Terang Saptoningsih, Widyaiswara BBPP Lembang, bahwa pengolahan dapat memperpanjang masa simpan sebuah produk pertanian dan meningkatkan nilai ekonominya.

5 perwakilan para mahasiswa kemudian dipilih untuk mempraktikkan sendiri.

Sementara itu diskusi berjalan aktif dengan pertanyaan-pertanyaan seputar produksi es krim. Para mahasiswa sendiri kemudian mencicipi varietas olahan es krim dari BBPP Lembang.

“Rasanya unik dan cukup berbeda, seperti es krim kangung yang kami coba mengandung serat yang tinggi sehingga baik bagi pencernaan,” tukas Fahrulsyah.

“Dari kunjungan ini kami rasa BBPP Lembang dapat menjadi tempat yang baik untuk pelatihan di bidang pertanian,” tutupnya.(***)

Bertani On Cloud: Padi Sehat dan Pertanian Organik Tingkatkan Produktivitas Pertanian

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong produksi beras agar dapat mencapai swasembada pangan sesuai komando Presiden Prabowo Subianto. Tidak hanya itu, Kementan juga berupaya menyediakan beras berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pangan, salah satunya melalui pertanian organik.

Semangat tersebut ditunjukkan dalam Bertani On Cloud (BOC) Volume 309, Kamis (19/6/2025), yang mengangkat tema “Padi Sehat, Produksi Meningkat, Menuju Swasembada Pangan”.

Menurut Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, pertanian organik dapat meningkatkan pendapatan petani karena memiliki nilai jual lebih.

"Padi organik memiliki nilai ekonomi lebih bagi petani menjadi tujuan utama mensejahterakan para petani," jelasnya.

BOC sendiri adalah program yang diadakan oleh Unit Pelaksana Teknis Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Tujuannya adalah menyediakan informasi yang bermanfaat bagi petani di seluruh Indonesia.

Kali ini Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang dijadikan tuan rumahnya.

Saat membuka BOC, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti menekankan bahwa pertanian organik sangat penting.

“Baik bagi para petani dan para konsumen produk pertanian, pertanian organik ini sangat penting karena memiliki nilai tambah bagi keduanya,” terang Santi.

Pada BOC kali ini, hadir Dedi Mulyadi, petani muda dari Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Subang.

Dedi dikenal warga sekitar mengembangkan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Agrospora.

Baca juga:

Dukung Swasembada Pangan, Peran Perangkat Desa Dioptimalkan

“Saya tumbuh dari keluarga petani juga sehingga pertanian sudah saya jalani sejak awal,” terangnya memperkenalkan diri.

P4S Agrospora bergerak di bidang pertanian organik dan juga peternakan.

Dedi menyebutkan bahwa P4S Agrospora menjadi tempat belajar dan berlatih bagi pelajar, pemagang, dan pencari kerja. P4S ini bahkan telah menerima kunjungan uji tiru dari seluruh Indonesia.

Dedi juga memaparkan cara membuat pupuk organik sebagaimana yang dilakukan di P4S-nya. Bahan-bahan yang digunakan Dedi pun merupakan bahan yang sederhana.

“Prinsipnya adalah kita menjalankan pertanian organik dengan bahan yang ada sehingga dapat menekan pengeluaran sekecil mungkin dan meningkatkan penghasilan,” terangnya

Bahan yang digunakan diantaranya adalah rumput liar, pupuk kandang sapi, bonggol pisang, molasses, air cucian beras, air, dekomposer, dan dedak.

Dari bahan-bahan tersebut, Dedi menyatakan dapat meningkatkan produksi dan mendapat omset bersih 20 juta per bulan.

“Bahan-bahan yang kami gunakan juga sederhana dan dapat ditemukan di mana saja sesuai dengan prinsip tadi itu bahwa pertanian organik harus dapat menekan pengeluaran petani,” terangnya.

Selain sebagai petani, Dedi juga aktif menjadi penyuluh pertanian, Pada tahun 2023 ia mendapat penghargaan Penyuluh Pertanian Non ASN dan Pengendali Organisme Tumbuhan Non-ASN Inovatif di Kategori Bidang Pangan.

Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika menitipkan harapnya.

“Kami harap dengan adanya sosok petani muda di bidang pertanian organik dapat memotivasi kita semua untuk mencapai cita-cita swasembada pangan,” kata Ajat.(***)