17 Mei 2026

Hari: 14 Juni 2025

Perkuat Komitmen Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Evaluasi LTT Provinsi Jawa Barat

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Kementerian Pertanian terus berusaha mencapai swasembada pangan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Hal tersebut dilakukan melalui berbagai strategi. Salah satunya adalah melalui Luas Tambah Tanam (LTT) yang dilakukan di berbagai provinsi.

Luas Tambah Tanam turut dibahas dalam Rapat Evaluasi Capaian Target Tanam Bulan Mei 2025 dan Penyusunan Kesanggupan Tanam Padi, Jagung, dan Kedelai Bulan Juni 2025, di Aula Catur Gatra BBPP Lembang, Jum’at (13/6/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan bahwa LTT yang tengah dilakukan adalah salah satu langkah strategi dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Pemantauan terhadap LTT harus dilakukan secara harian untuk menjamin tercapainya swasembada,” terang Mentan Amran.

Dijelaskannya, jumlah hasil produksi sangat ditentukan oleh luas panen yang keberhasilannya ditentukan oleh proses pembibitan dan pembenihan, ketersediaan pupuk, dan sarana irigasi yang dapat diakses oleh petani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widhi Arsanti, mengimbau penggunaan lahan sebaiknya dioptimalkan termasuk di daerah yang memiliki potensi pertanian tinggi.

Sementara dalam rapat, hadir perwakilan dari 27 Kabupaten dan Kota di Jawa Barat serta perwakilan dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat.

Saat membuka acara, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan untuk mewujudkan swasembada pangan tahun 2025 diperlukan berbagai langkah strategis salah satunya adalah peningkatan LTT padi.

Baca juga:

Tingkatkan Kapasitas Diri, Petani Cabai Kabupaten Mandailing Natal Sambangi UPT Pelatihan Kementan

Ia menambahkan, Jawa Barat dituntut untuk memainkan peran penting dalam meningkatkan luas tambah tanam LTT guna mencapai swasembada pangan.

"Jabar, sebagai salah satu lumbung padi nasional, memiliki potensi besar untuk meningkatkan produktivitas dan kontribusinya dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional," terang Ajat.

Selain LTT, BP di provinsi Jawa Barat pun disoroti dalam rapat kali ini.

“Kami sedang menyiapkan brigade-brigade pangan di Jawa Barat yang saat ini masih dalam tahap perencanaan,” kata Ajat.

Per April 2025, Jawa Barat telah merealisasikan 864.377 ha lahan LTT sejak Desember 2024. Capaian tersebut dengan catatan kurang memuaskan di April 2025.

Namun catatan tersebut berhasil diperbaiki pada penghujung bulan April dan begitu pula pada bulan Mei.

Di awal bulan Juni, tercatat Jawa Barat belum mencapai target yang ditetapkan Kementan terutama untuk komoditas padi.

Salah satu faktor yang berpengaruh adalah cuaca musim hujan yang diharapkan akan selesai pada pertengahan Mei.(***)

Tingkatkan Kapasitas Diri, Petani Cabai Kabupaten Mandailing Natal Sambangi UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia pertanian. Hal ini menarik minat petani cabai dari Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Bahkan, dua petani asal Mandailing Natal, Hery Purwanto dan Arpan Matondang, mengunjungi BBPP Lembang, Rabu (11/6/2025), untuk meningkatkan kapasitas.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan jika pertanian menjadi aspek paling strategis dalam pembangunan perekonomian negara.

Amran menambahkan, Kementerian Pertanian telah menetapkan arah kebijakan pembangunan pertanian dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, baik sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM), serta memanfaatkan teknologi mutakhir, mekanisasi dan korporasi dari hulu hingga hilir.

Hal ini mencakup komoditas-komoditas strategis seperti cabai. BBPP Lembang sebagai Unit Pelaksana Teknis pelatihan membuka kesempatan bagi petani untuk mempelajarinya secara mendalam dengan metode permagangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga mengajak seluruh insan pertanian untuk meningkatkan produksi pertanian baik dari tanaman pangan maupun tanaman komoditas strategis lainnya seperti cabai..

“Mari kita bergerak bersama meningkatkan produksi dan produktivitas pangan,” ajaknya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, dalam setiap kesempatan menyatakan komitmen seluruh jajarannya mendukung program Kementerian Pertanian, mencetak SDM pertanian yang inklusif, profesional, dan modern.

Baca juga:

Pelatihan Alsintan Kuatkan Peran Aktif Brigade Pangan Guna Wujudkan Swasembada Pangan

Sementara dua petani Mandailing Natal, Hery Purwanto dan Arpan Matondang, memilih mengunjungi BBPP Lembang untuk mempelajari budidaya cabai dari widyaiswara yang sudah mahir dalam hal tersebut.

“Kebetulan kami mendapat lahan kosong di tempat asal kami dan berencana untuk menanam cabai,” terang Hery.

Mereka lantas mempelajari mulai dari pengolahan lahan, pemilihan bibit, dan penanaman dari Cece Mulyana sebagai widyaiswara yang memiliki spesialisasi dalam budidaya tanaman cabai.

Cece didampingi oleh Jajang kemudian menerangkan dan mengajarkan teknik dan trik yang dapat dilakukan petani dalam budidaya cabai.

Metode pengajaran yang dilakukan terdiri dari teori dan praktik. Cece menerangkan tahap per tahap hingga detail dalam mengolah lahan, memilih bibit yang baik, membuat mulsa, dan karakteristik tanaman cabai yang baik dan akan bernilai tinggi.

Keduanya juga diajarkan cara untuk mencari pasar baik itu pasar tradisional maupun pasar modern.

“Dalam tiga hari ini banyak sekali ilmu yang dipelajari dari Pak Cece untuk mematangkan pengetahuan kami mengenai budidaya cabai,” tutup Arpan.(***)