16 Maret 2026

Bulan: Juli 2025

UPT Pelatihan Kementan Gandeng Dinkes Jawa Barat Pulihkan Pasien dengan Agribisnis

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bersama Rumah Sakit Jiwa Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, memperkenalkan agribisnis pertanian kepada pasien agar cepat pulih pasca perawatan.

Penjajakan kerja sama dilakukan dengan melihat langsung kegiatan agribisnis di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, Rabu (30/7/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan jika dikaitkan dengan pemulihan kejiwaan maka penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

“Saya harap pertanian dapat memberikan kontribusi positif dalam pemulihan kejiwaan dan pembangunan bangsa,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” kata Santi.

Wakil Direktur Medis, Keperawatan, dan Penunjang, Noki Irawan Saputra, menyampaikan kegiatan ini dalam rangka pengembangan program terapi holistik bagi pasien dengan gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.

Dalam kunjungan di BBPP Lembang, rombongan sebanyak 15 orang yang berasal dari tim manajemen rumah sakit, diterima secara resmi oleh tim manajamen BBPP Lembang didampingi widyaiswara ahli utama.

Rombongan lalu diajak menuju Inkubator Agribisnis. Di screen tanaman hias, widyaiswara menjelaskan budidaya dan prospek tanaman hias terutama anggrek sebagai bisnis pertanian yang menguntungkan dengan proses budidaya yang tidak sulit.

Baca juga:

Kajiwidya Widyaiswara Kementan : Penerapan Smart Farming untuk Pengembangan Profesionalisme

Selanjutnya, di zona kawasan rumah pangan lestari, budidaya seledri dengan hidroponik sistem deep flow technique menarik minat tim rumah sakit untuk membuat instalasi hidroponik di lingkungan.

Sistem itu akan menjadi bagian dari kegiatan terapi hortikultura untuk rehabilitasi medik pasien Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGJ) dan Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK).

Begitupun saat mengunjungi screen house hidroponik yang mengenalkan budidaya kentang sistem aeroponik, tomat beef dengan sistem irigasi tetes dan screen house anggur.

Cara ini semakin menarik minat mereka untuk mengembangkan pertanian dan meningkatkan kompetensi pasien pasca perawatan untuk terjun ke sector pertanian.

Di laboratorium kultur jaringan, rombongan menerima penjelasan tentang proses sub kultur tanaman berbagai tanaman termasuk anggrek.

Terakhir, di laboratorium pengolahan hasil pertanian, aneka olahan pangan baik eskrim, sorbet, sistik wortel, eggroll kentang, abon cabai, manisan terong, memberi kesan bahwa pertanian di sektor off-farm dapat menjadi solusi terapi bagi pasien rumah sakit jiwa pasca perawatan.

Winda Ratna Wulan, Kepala Bidang Perawatan, mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk membantu recovery pasien.

“Kami ke sini dalam rangka recovery pasien untuk kegiatan pertanian dan tata boga (pengolahan hasil pertanian)," ujarnya.

Demikian juga yang disampaikan oleh Adah Sa’adah, Koordinator Rehabilitasi Psikologi.

Dijelaskannya, tujuan mereka datang ke BBPP Lembang adalah membuat dan mengembangkan program pemulihan bagi pasien ODGJ dan ODMK yang ada di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.(***)

BRI KC Bekasi HI Maksimalkan Pelayanan ke Nasabah

TANIINDONESIA.COM//BEKASI - Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memaksimalkan pelayanan kepada semua nasabah. Salah satunya yang dilakukan oleh BRI Kantor Cabang (KC) Bekasi Harapan Indah (HI).

BRI KC Bekasi HI memberikan pelayanan terbaik kepada semua nasabah, dimana setiap transaksi yang dilakukan dilayani sepenuh hati.

Pimpinan BRI KC Bekasi HI, Yan Abdillah mengatakan, pihaknya akan selalu melayani nasabah dengan baik, mulai dari datang hingga selesai.

Contohnya saja ada nasabah prioritas yang datang, yaitu seorang bapak bernama Muhammad yang membukakan rekening untuknya anaknya bernama Raisa Fahira.

"Kami layani dengan sepenuh hati, sehingga nasabah puas," ungkapnya.

Muhammad mengapresiasi pelayanan petugas BRI KC Bekasi HI. Ia mengatakan, disini pelayanannya oke, ramah, bersahabat, kantor bersih, nyaman dan proses cepat.

Sementara itu Raisa Fahira yang akrab disapa Rara mengaku puas. Rara senang dengan pelayanannya yang ramah, cepat, prosedurnya jelas serta ruang tunggu yang bersih dan nyaman.(***)

BRI KC Depok Berbagi Jumat Berkah di Rutan

TANIINDONESIA.COM//DEPOK - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (KC) Depok menggelar kegiatan Jumat Berkah.

Kali ini Program Jumat Berkah diadakan di Rutan Kelas 1 Depok yang berada di Cilodong.

Kegiatan Jumat Berkah dilaksanakan pada 18 Juli 2025 dimana sekaligus Pimpinan BRI KC Depok, Aris Abdillah mengisi Khotbah Jumat kepada para jamaah.

"Kami berbagi Jumat Berkah di Rutan Kelas 1 Depok di Cilodong sekaligus saya memberi mengisi Khotbah Jumat," ujar Aris.

Aris mengatakan, program Jumat Berkah ini merupakan agenda rutin di setiap KC BRI. Untuk di Depok, kali ini juga membagikan 200 nasi box di Rutan Kelas 1 Depok.

"Selain mengisi Khotbah Jumat, kami juga berbagi makanan," tegasnya.

BRI KC Depok terus melaksanakan berbagai kegiatan positif, dimana Jumat Berkah menjadi salah satunya. Ada banyak program lainnya yang juga dilakukan.

Bahkan untuk produk perbankan, BRI unggul dengan pelayanan offline maupun online.(*)

BRI BO Karawang – RS Hastien Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Service Excellent

TANIINDONESIA.COM//KARAWANG - Rumah Sakit (RS) Hastien menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Service Excellent bekerjasama dengan BRI Branch Office (BO) Karawang.

Kegiatan ini sebagai bentuk peningkatan kapasitas pekerja medis dalam memberikan layanan yang profesional dan prima, terutama dibidang kesehatan dan medis mengingat tingginya tingkat kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini berlangsung pada 24 Juli 2025 di aula RS Hastien dan dihadiri oleh tim dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai prinsip-prinsip pelayanan prima (service excellent) yang sangat relevan dengan tugas dan fungsi tenaga medis dan pelayanan rumah sakit.

Branch of Head BRI Karawang yang diwakili oleh Manager Operasional dan Layanan, M Rifky Perdana menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin antara RS Hastien dan BRI. Serta pentingnya kegiatan ini dalam mendorong transformasi pelayanan publik di lingkungan rumah sakit.

Ia menekankan bahwa peningkatan kompetensi dan wawasan petugas menjadi modal penting dalam memberikan pelayanan yang humanis bagi masyarakat.

"Dengan semangat kolaborasi, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara RS Hastien dan sektor perbankan dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik," tegasnya.

Selain meningkatkan pemahaman mengenai produk perbankan, pelatihan service excellent juga memberikan bekal praktis bagi petugas dalam menghadapi tantangan pelayanan di RS Hastien dengan lebih sigap, empatik, dan profesional.

"Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan roleplay dalam rangka implementasi service exellence," tutupnya.(***)

Penguatan Petani Milenial Dukung Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Kerjasama Pelatihan Digital Marketing di Kulon Progo

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Sebanyak 50 petani milenial ambil bagian dalam Pelatihan Pemasaran Digital dan Temu Usaha Petani Milenial Kabupaten Kulon Progo yang dilaksanakan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis hingga Jumat (24-25 Juli 2025)

Kegiatan yang dilaksanakan di UPT Penyuluhan Pertanian dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo ini, menghadirkan berbagai narasumber yang memberikan bekal strategis untuk mendukung pengembangan usaha pertanian kaum muda.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengajak para generasi muda untuk terjun menekuni dunia pertanian.

"Masa depan pertanian ada di anak-anak muda. Makanya generasi muda juga harus peduli dan sama-sama memajukan pertanian," ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan jika pertanian kini sudah tersentuh teknologi.

"Dan teknologi ini dekat dengan anak-anak muda. Makanya mereka kita harapkan bisa menghadirkan inovasi yang dapat meningkatkan hasil pertanian," jelasnya

Kegiatan ini sendiri bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani milenial Kulon Progo dalam memasukkan pemasaran secara digital.

Selain itu, untuk mengembangkan jejaring usaha dan kemitraan denga target pasar dan mengembangkan jejaring usaha dan kemitraan dengan target pasar

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Drajat Purbadi, menjelaskan pentingnya kegiatan ini.

“Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo menggarisbawahi pentingnya digital marketing dalam transformasi petani milenial, mulai dari branding, promosi berbasis storytelling, hingga penetrasi pasar lokal dan global," ujarnya.

Salah satu materi yang disampaikan dalam pelatihan disampaikan perwakilan Nazma Office, Wiji Nurastuti, yang menyampaikan panduan praktis membangun bisnis melalui Instagram dan TikTok Shop, serta pentingnya manajemen konten dan desain visual yang konsisten.

Materi dilanjutkan dari Dinas Koperasi dan UKM DIY, Fitria Agustin Sri Arwandi membekali peserta dengan pemahaman ekspor UMKM, strategi pemasaran digital global, dan pemanfaatan ruang inkubasi PLUT.

Manajer Pembelian Manna Kampus Yogyakarta, Muhammad Wahyu Kurniawan, juga menyampaikan materi mengenai membuka peluang kemitraan pemasaran retail modern, dengan menekankan pentingnya standarisasi produk, legalitas, dan kemasan yang menarik.

Baca juga:

Meriahkan Dies Natalis, Polbangtan Kementan Tumbuhkan Semangat Bertani Lewat Aksi Sosial

Selain itu kegiatan juga diisi oleh dari pertanian sayur organic Merbabu, Shofyan Adi Cahyono dari Sayur Organik Merbabu.

Shofyan menegaskan pentingnya ekosistem kolaboratif dan pendekatan komunitas dalam memasarkan produk organik, termasuk strategi B2B dan B2C serta pemanfaatan media digital.

Melengkapi seluruh materi tersebut, Ketua Lembaga Distribusi Pangan Gapoktan Sidomulyo, R. Bangun sebagai pelaku langsung sektor pertanian menampilkan praktik kemitraan industri pertanian yang kuat, strategi distribusi skala luas hingga 325 ton/bulan (DIY dan luar DIY), pemasaran digital melalui marketplace, serta pemenuhan standar keamanan pangan dan legalitas produk.

Gapoktan Sidomulyo juga menekankan pentingnya konsistensi mutu, perhitungan harga berbasis biaya dan margin realistis, serta dukungan kelembagaan dan SDM dalam menghadapi tantangan produksi dan pasar.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menegaskan komitmennya untuk mendorong lahirnya petani milenial yang mampu menghasilkan produk-produk pertanian berkualitas tinggi, berstandar mutu, dan memiliki jaminan kontinyuitas produksi.

Beliau mencontohkan keberhasilan brand Kopi Menoreh yang telah dirilis sebagai produk unggulan Kabupaten Kulon Progo.

"Ini menunjukkan bahwa ketika kualitas dan keberlanjutan produksi dijaga, maka pasar akan terbuka luas. Untuk itu, jejaring petani milenial yang terbentuk melalui pelatihan ini akan terus kita pantau secara langsung sebagai bentuk perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah daerah," katanya.

Harapannya, kegiatan pelatihan seperti ini dapat terus berlanjut dalam batch-batch berikutnya agar semakin banyak petani milenial yang siap bersaing di pasar nasional maupun global dengan produk yang tidak hanya bernilai jual, tetapi juga bernilai tambah.

Pada akhir kegiatan, Direktur Polbangtan YoMa, R. Hermawan, menyampaikan bahwa kerja sama di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, antara Polbangtan YoMa dan Kabupaten Kulon Progo sejatinya telah terjalin selama lebih dari satu dekade.

"Namun, hingga saat ini belum pernah diformalkan dalam bentuk dokumen resmi. Oleh karena itu, pada kesempatan yang sangat baik ini sekaligus dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), serta perjanjian kerja sama antara Wakil Direktur I Polbangtan YoMa dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo," jelasnya

Direktur berharap, kerja sama ini tidak hanya menjadi dasar hukum yang memperkuat kolaborasi yang telah berjalan, tetapi juga mampu membawa manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak.

Lebih lanjut, melalui kegiatan Pelatihan Pemasaran Digital dan Temu Usaha Petani Milenial ini, Direktur berharap para petani milenial di Kabupaten Kulon Progo dapat meningkatkan nilai tambah (value) produk yang dihasilkan, sehingga mampu bersaing dan diterima dengan baik di pasar lokal maupun global.(***)

Kajiwidya Widyaiswara Kementan : Penerapan Smart Farming untuk Pengembangan Profesionalisme

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebagai pengembangan profesionalisme sesuai amanat PermenpanRB Nomor 42 Tahun 2021, widyaiswara BBPP Lembang akan melaksanakan kajiwidya berkaitan dengan penerapan smart farming.

Untuk mendukung hal itu, Kamis (24/7/2025), dilaksanakan seminar proposal kajiwidya, di Aula Catur Gatra BBPP Lembang.

Seminar dibuka Kepala Bagian Umum dan dihadiri tim manajemen BBPP Lembang, seluruh pejabat fungsional widyaiswara, peserta PKL, pejabat fungsional lainnya.
Sedangkan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Politeknik Negeri Jakarta, dan Universitas Winayamukti.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman sangat mendukung penerapan smart farming di Indonesia. Ia melihat smart farming sebagai kunci untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan daya saing sektor pertanian.

Mentan Amran juga melihat smart farming sebagai solusi komprehensif untuk mengatasi berbagai tantangan disektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mewujudkan pertanian Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mendorong penerapan smart farming sebagai solusi untuk pertanian modern yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Pengolahan Hasil Pangan Lokal ke KWT Kota Batu

Dalam seminar, diketahui jika judul yang diangkat widyaiswara untuk kajiwidya adalah: 1) Persepsi Petani terhadap Inovasi Teknologi Perangkap Hama (smart trap), 2) Inventarisasi dan Identifikasi Serangga Menggunakan Smart Trap pada Tanaman Cabai Merah, dan 3) Penggunaan Alat Perangkap Hama (smart trap) sebagai Upaya Efisiensi Biaya Produksi pada Budidaya Cabai Merah.

Masing-masing perwakilan widyaiswara setiap kelompok mempresentasikan proposalnya, dilanjutkan diskusi, dan setiap narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Winayamukti, dan Politeknik Negeri Jakarta mereviu isi proposal baik secara teknis maupun administratif.

Kajiwidya yang dilaksanakan oleh widyaiswara bertujuan sebagai dasar pengembangan kurikulum pelatihan agribisnis hortikultura yang relevan dan aplikatif, sebagai sumber data ilmiah untuk memperkuat pelatihan berbasis bukti (evidence-based training), dan sebagai bahan ajar pada proses pelatihan atau referensi dalam kegiatan pelatihan yang berbasis pengalaman di lapangan.

Selain itu, hasil kajiwidya nantinya diharapkan menjadi dasar untuk merancang dan mengembangkan program pelatihan, pendampingan dan diseminasi teknologi pertanian yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik petani.

Salah seorang narasumber, Gontom Citoro Kifli, peneliti dari BRIN mengatakan saya sangat mengapresisasi dengan telah terlaksananya seminar proposal kajiwidya ini. Kajiwidya merupakan kegiatan kajian atau penelitian ilmiah yang mendasari suatu inovasi teknologi yang akan disebarluaskan kepada penggunanya. Kajiwidya menjadi pendukung dalam mengembangkan keilmuan dan kompetensi profesi widyaiswara dan institusi didalamnya, ujarnya.

Lebih lanjut Gontom menyampaikan bahwa kajiwidya menjadi pendukung dalam mengembangkan bahan ajar modul pelatihan, dan metode pembelajaran, yang akan sangat bermanfaat bagi sebuah institusi pelatihan.(***)

UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Pengolahan Hasil Pangan Lokal ke KWT Kota Batu

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan hilirisasi komoditas pangan strategis kepada 30 orang anggota kelompok wanita tani (KWT) di Kota Batu, Jawa Timur, yang berkunjung ke BBPP Lembang, Kamis (24/7/2025).

Kegiatan ini merupakan pelaksanaan program diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat dan integrated farming kepada 35 orang penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan pertanian sangat penting untuk masyarakat.

"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah," tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” ujar Kabadan Santi.

Rombongan asal Kota Batu diterima Kepala Bagian Umum BBPP Lembang. Selanjutnya, terbagi dua kelompok, rombongan menerima materi dari widyaiswara dan mengunjungi Inkubator Agribisnis.

Kelompok pertama bergerak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian. Widyaiswara menjelaskan materi tentang olahan pangan lokal dan packing produk yang dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Baca juga:

Konsultasi Agribisnis Keliling Hadirkan Inovasi “Smart Trap” untuk Petani Lembang

Kegiatan dilanjutkan peserta praktik membuat dua jenis olahan bahan lokal yaitu eggroll kentang dan sistik wortel. Widyaiswara didampingi petugas mengenalkan alat dan bahan pembuatan kedua olahan tersebut dan peserta praktik membuatnya.

Kelompok lainnya, menerima materi tentang integrated farming dan setelahnya beranjak menuju rumah kompos dan instalasi biogas.

Di sana, diperkenalkan aneka produk olahan limbah ternak seperti pupuk kompos, pupuk organik cair, bioslury, ecoenzym dan kom-mix (kompos mix agensia hayati) yang diproduksi oleh BBPP Lembang.

Peserta juga diperlihatkan pembuatan kom-mix hayati. Terlebih dahulu pembuatan kompos dan ditaburkan trichoderma yang berfungsi mencegah penyakit misalnya penyakit akar gada pada tanaman sayuran.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Heru Yulianto, mengaku terkesan dengan kunjungan ini.

”Kami sangat terkesan dengan kunjungan ke BBPP Lembang karena di sini sangat mendukung untuk pengembangan SDM pertanian. Kami berkomitmen untuk menerapkan dan mengadopsi apa yang dipelajari di sini karena secara topografi Kota Batu dan Lembang komoditas unggulannya sama yaitu hortikultura,” ujarnya.

Heru menyampaikan juga bahwa kegiatan ini untuk mendukung visi dan misi Kota Batu yaitu mengembangkan pangan lokal sehingga dapat menjadi ikon Kota Batu.

“Hasil olahan pangan seperti es krim dan sorbet sangat bagus dan akan kami adopsi di Kota Batu karena membuatnya mudah, sehat dan bernilai gizi tinggi,” imbuhnya.

Salah seorang peserta, Dewi Susanti, dari KWT Manissa Kota Batu, mengatakan kunjungan ini sangat menginspirasi.

“Di BBPP Lembang kami membuat olahan pangan yang sangat menginsipirasi bagi KWT yang ada di Kota Batu,” ujarnya.

Dirinya menceritakan bahwa sudah terbiasa membuat olahan keripik dari aneka sayuran dan buah, namun olahan pangan eggroll belum pernah dilakukan sehingga tertarik untuk mempraktikannya kembali agar bisa memperkaya jenis produk yang dihasilkan oleh KWT yang dikelolanya.(***)

Konsultasi Agribisnis Keliling Hadirkan Inovasi “Smart Trap” untuk Petani Lembang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPPl Lembang bekerja sama dengan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat, menampilkan sejumlah inovasi dalam kegiatan Konsultasi Agribisnis Keliling di Kecamatan Lembang, Kamis (24/7/2025).

Konsultasi gratis ini diberikan BBPP Lembang sebagai solusi langsung di lapangan untuk para petani.
Metodenya berupa pemutaran tayangan atau bahan ajar yang dilanjutkan sesi tanya jawab. Konsultasi juga tersedia secara daring melalui situs BBPP Lembang.

Tujuannya, agar petani dapat menyelesaikan masalah pertanian dan meningkatkan kompetensinya.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya kolaborasi dalam mencapai swasembada pangan.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Ini bisa tercapai jika kita bergandengan tangan,” tegasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa peningkatan kualitas SDM menjadi kunci kemajuan pertanian.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP terus mendorong peningkatan SDM dibidang pertanian,” ujarnya.

Konsultasi di Lembang kali ini terasa istimewa karena selain menghadirkan Widyaiswara BBPP Lembang, turut melibatkan akademisi dari PNJ yang memperkenalkan inovasi smart trap.

Baca juga:

Kementan dan BSI Bekali Calon Purnabakti dengan Potensi Agribisnis

Alat jebakan pintar ini dirancang oleh dosen PNJ, Toha Zen. Menggunakan energi terbarukan dan teknologi Internet of Things, alat ini dapat dikendalikan lewat ponsel.

Smart trap dipasang di atas tiang besi dengan komponen seperti panel surya, lampu, dan penangkap serangga. Cahaya lampu memancing hama untuk terjebak di dalam alat.

“Toh, daerah Lembang memiliki intensitas cahaya matahari yang cukup baik, ini bisa dikembangkan untuk instalasi lainnya,” jelas Toha.

Alat ini juga bisa diatur sesuai jenis hama yang ingin dijebak dan waktu operasinya.
Petani lokal akan mengujicobakan alat ini dengan pendampingan dari widyaiswara BBPP Lembang, penyuluh pertanian, pengendali organisme pengganggu tumbuhan, dan akademisi PNJ.

Yudi Permana, petani dari Kelompok Giri Tani Putri Cikole, menyampaikan apresiasinya.
“Kami berterima kasih atas kesempatannya. Konsultasi ini sangat membantu dan menjadi pengalaman berharga,” katanya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan bahwa pertanian kini makin modern.

“Tak perlu takut kotor ke sawah, teknologi bisa mempermudah mulai dari menanam hingga membasmi hama,” pungkasnya.(***)

Kementan dan BSI Bekali Calon Purnabakti dengan Potensi Agribisnis

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, membekali 170 calon purnabakti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung sebagai persiapan menyongsong masa pensiun.

Pembekalan yang merupakan kerja sama antara BBPP Lembang, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan UPI Bandung, diberikan saat para calon pensiunan berkunjung ke BBPP Lembang, Rabu (23/7/2025).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman berpendapat kerja sama akan memuluskan jalan bagi Indonesia untuk mewujudkan swasembada pangan.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan,” tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” katanya.

Selama kunjungan, para calon purnabakti UPI meninjau beberapa instalasi yang tersedia di BBPP Lembang.

Mereka mengawali kunjungan dengan sambutan di Aula Catur Gatra BBPP Lembang, dan dilanjutkan perjalanan ke screen house tanaman hias.

Di lokasi ini, para calon purnabakti disuguhkan pemandangan berbagai komoditas seperti kaktus, sukulen, dan anggrek.

Para peserta menyoroti potensi ekonomi yang dimiliki anggrek sebagai tanaman hias, dan tak lupa mengabadikan momen dengan berfoto bersama tanaman-tanaman tersebut.

Baca juga:

Dorong Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Brigade Pangan

Selanjutnya, mereka melintasi lahan terbuka Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang ada di BBPP Lembang.

Berbagai jenis tanaman luar ruangan, khususnya hortikultura, tampak tumbuh subur di dataran tinggi ini, termasuk brokoli, daun bawang, selada, dan jagung.

KRPL BBPP Lembang juga telah mengadopsi prinsip pertanian modern dengan memanfaatkan Internet of Things.

Rombongan calon purnabakti lalu meninjau instalasi hidroponik BBPP Lembang, termasuk instalasi Deep Flow Technique (DFT) dan drip irrigation.

Mereka melihat cara pengoperasian DFT yang praktis dan mampu menghasilkan volume panen yang signifikan, minat mereka semakin meningkat. Mereka juga mengamati green house otomatis yang ditanami komoditas tomat.

Puncak acara kunjungan adalah praktik pembuatan es krim jagung. Dipandu oleh Widyaiswara Ahli Utama, Saptoningsih, para peserta diberikan kesempatan untuk berkreasi di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian.

Selama sesi praktik, mereka dibekali bahan-bahan yang dibutuhkan serta panduan langkah demi langkah dalam membuat es krim dari komoditas jagung.

Setelah praktik, mereka juga berkesempatan mencicipi ragam rasa es krim hasil kreasi Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian yang telah disediakan sebelumnya.

Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi yang berlangsung aktif. Para peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar jenis komoditas lain yang dapat diolah menjadi es krim atau produk olahan lainnya.

Menutup kegiatan, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, kembali menegaskan peran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan dalam mendukung program strategis Kementan.

"Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan," pungkas Ajat.(***)

“Financial Wellbeing with BRI”: BRI Hadirkan Edukasi Keuangan untuk Karyawan Citilink

TANIINDONESIA.COM//Tangerang - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan finansial masyarakat, khususnya karyawan, melalui kolaborasi strategis bersama maskapai penerbangan Citilink.

Kolaborasi ini dikemas dalam kegiatan bertajuk "Financial Wellbeing with BRI Special for Employ Citilink", yang berlangsung pada Jumat (25/7).

Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari sinergi yang telah terjalin sebelumnya antara BRI dan Citilink, sekaligus menjadi ajang penguatan kerja sama dalam hal penyediaan layanan dan edukasi finansial bagi para karyawan.

Beragam informasi mengenai produk dan layanan perbankan, seperti tabungan, pinjaman, dan solusi keuangan lainnya, disampaikan langsung kepada para peserta.

Pemimpin Cabang BRI Bandara Soetta, Bpk Yudha Kencana Saputra, menyampaikan harapannya agar sinergi yang dibangun dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

“Kami berharap kerja sama ini semakin baik dan fokus pada peningkatan pelayanan terhadap produk-produk perbankan, baik dari sisi pinjaman, simpanan, maupun produk lainnya yang dibutuhkan karyawan Citilink,” ujarnya dalam sambutan.

Yudha juga menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan di kalangan karyawan. Ia menyebut, kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari estafet edukasi finansial yang dirancang secara berkesinambungan dan interaktif.

Peserta pun diberi ruang untuk berdiskusi langsung dengan tim BRI mengenai kebutuhan finansial mereka.

Apresiasi juga datang dari Bpk Adnan Husna yusuf selaku Head of Human Capital Management Division Citilink yang menyambut baik inisiatif BRI dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ia berharap kerja sama ini terus ditingkatkan, khususnya dalam memberikan kemudahan akses layanan perbankan bagi para karyawan.

“Dengan adanya sinergi ini, kami berharap BRI dapat terus memberikan pelayanan yang prima dan relevan dengan kebutuhan karyawan kami, sehingga mereka merasa lebih aman dan nyaman secara finansial,” ujar Adnan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bpk Kholis Syafroni selaku Regional Consumer Business Head (RCBH) Jakarta Regional Office 8, yang turut memberikan dukungan penuh terhadap kolaborasi strategis ini.

Melalui inisiatif ini, BRI dan Citilink menunjukkan komitmen kuat dalam membangun ekosistem kerja yang tidak hanya produktif secara operasional, tetapi juga sejahtera secara finansial.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh sinergi ideal antara sektor perbankan dan industri penerbangan dalam membentuk masa depan keuangan yang lebih baik bagi para pekerja.***