17 April 2026

Bulan: Juli 2025

BRI Bekasi Siliwangi Serahkan Hadiah Undian Simpedes Semester II 2024

TANIINDONESIA.COM//BEKASI - BRI Kantor Cabang (KC) Bekasi Siliwangi telah melakukan pengundian program Undian Berhadiah Simpedes Semester II 2024 pada 12 Juli 2025.

Kemudian BRI KC Bekasi Siliwangi menyerahkan hadiah undian Simpedes Semester II 2024 pada 23 Juli. Penyerahan hadiah program Undian Simpedes dilaksanakan di Kantor Cabang Bekasi Siliwangi.

Adapun hadiah yang disediakan oleh BRI KC Bekasi Siliwangi yaitu 1 Unit Motor Suzuki Adress, 1 Unit Motor Suzuki Next II, 4 Unit TV Samsung 50 inch dan 6 Unit TV samsung 43 Inch.

"Selamat kepada para nasabah yang memenangkan hadiah di program Undian Berhadiah Simpedes kali ini," ujar Pimpinan BRI KC Bekasi Siliwangi, Muhammad Maltha Agustira.

Ia menuturkan, program Undian Berhadiah Simpedes ini merupakan program rutin BRI. Program ini menjadi salah satu bentuk apresiasi BRI kepada seluruh nasabahnya. Program Undian Berhadiah Simpedes diadakan 2 kali dalam setahun. Sehingga kesempatan nasabah untuk memenangkan hadiah sangat terbuka besar.

"Ayo jadi nasabah tabungan Simpedes BRI, bisa berkesempatan mendapatkan hadiah yang tentunya sayang jika di lewatkan," tegasnya.

Untuk dapat mengikuti program Undian Berhadiah Simpedes sangat mudah. Nasabah hanya cukup melakukan transaksi penambahan saldo tabungan. Dimana setiap kelipatan Rp100 ribu akan mendapatkan 1 kupon undian.

"Terus tingkatkan saldo tabungan Simpedes, kesempatan mendapat hadiah sudah didepan mata," tutupnya.(*)

BRI KC Bekasi Siliwangi Gelar Undian Simpedes Semester II 2024

TANIINDONESIA.COM//BEKASI - Bank Rakyat Indonesia (BRI) memiliki banyak program unggulan. Salah satunya yaitu program Undian Berhadiah Simpedes.

Kali ini di salah satu cabangnya yaitu BRI Kantor Cabang (KC) Bekasi Siliwangi, mengadakan undian Simpedes Semester II/2024.

Pimpinan BRI KC Bekasi Siliwangi, Muhammad Maltha Agustira mengatakan, pihaknya melakukan pengundian hadiah program Simpedes Semester II/2024 pada 12 Juli 2025.

Adapun pengundian dilakukan bersama BRI Bekasi Siliwangi, BRI Bekasi dan BRI Bekasi Harapan Indah.

Untuk hadiahnya 2 mobil, 9 motor dan 31 TV. Khusus di BRI KC Bekasi Siliwangi menyediakan hadiah yaitu 1 Unit Motor Suzuki Adress, 1 Unit Motor Suzuki Next II, 4 Unit TV Samsung 50 inch, 6 Unit TV samsung 43 Inch.

"Program undian berhadiah Simpedes ini diadakan 2 kali dalam setahun, sudah menjadi agenda rutin," tegasnya.

Untuk bisa mengikuti program undian berhadiah Simpedes ini, nasabah cukup meningkatkan saldo tabungan dan rutin melakukan transaksi perbankan.

"BRI memiliki banyak sekali program dan produk perbankan yang tentunya akan menguntungkan nasabah," tutupnya.(*)

Dorong Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Gelar Pelatihan Brigade Pangan

TANIINDONESIA.COM//KAPUAS - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan pelatihan "Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP)" di Balai Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah, 17-19 Juli 2025. Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Kementan untuk mencapai target swasembada pangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementan fokus pada peningkatan produksi pangan. Dan pembentukan Brigade Pangan adalah salah satu strategi utama.

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan peran vital Brigade Pangan dalam meningkatkan produksi pangan.

"Salah satu tugas krusial mereka adalah mengoptimalkan lahan tidur dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi dan penguatan kelembagaan petani," tuturnya.

Baca juga:

Siap Jadi Wirausaha Muda, Mahasiswi Universitas Ma’soem Lakukan Riset Mini Olah Hasil Pertanian di UPT Pelatihan Kementan

Terpisah, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menilai Brigade Pangan yang sudah terbentuk perlu terus meningkatkan kompetensi melalui berbagai pelatihan.

“Brigade Pangan harus dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan,” kata Ajat.

Pelatihan selama tiga hari ini diikuti oleh 30 peserta dari Angkatan 17, yang berasal dari dua Brigade Pangan, yaitu Brigade Pangan Empati Kom III dan Empati Kom IV.

Pelatihan kali ini fokus pada agribisnis. Peserta diajak mengedepankan kelembagaan dimulai dengan menyusun proposal usaha tani berorientasi bisnis, analisa kelayakan usaha tani, dan menghitung penyusutan alsintan.

Para pesertapun mendapatkan materi baik secara klasikal maupun praktik.

Setelah penutupan pelatihan, Sabtu (19/7/2025), peserta pelatihan mengungkapkan apresiasinya.
Pelatihan dinilai sangat bermanfaat karena selain mengenai budi daya padi, Brigade Pangan juga dibekali tentang agribisnis padi.(***)

Siap Jadi Wirausaha Muda, Mahasiswi Universitas Ma’soem Lakukan Riset Mini Olah Hasil Pertanian di UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Empat mahasiswi Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Ma’soem Kabupaten Sumedang, melaksanakan praktik kerja lapangan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian, periode 2 – 31 Juli 2025.

Para mahasiswi ini melakukan riset mini dan pengolahan hasil pertanian laboratorium.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani sangat penting. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan praktik kerja lapangan.

Sementara empat mahasiswi Universitas Ma’soem Kabupaten Sumedang, melaksanakan praktik kerja di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang.

Baca juga:

Dukung Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Siapkan Tenaga Kompeten BP

Mereka melakukan mini riset berkaitan dengan 4 produk olahan yaitu stik wortel, manisan terong, sorbet buah naga dan sorbet cabai.

Selama melakukan mini riset, didampingi oleh widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian dan petugas laboratorium.

Mahasiswi membuat olahan pangan dengan memberikan 3 perlakuan berbeda untuk setiap jenis olahan dan dibandingkan dengan P0 kontrol yang biasa dibuat oleh laboratorium.

Pada sorbet buah naga diberikan bahan tambahan pangan CMC untuk memperlambat daya leleh produk sorbet dan tanpa menggunakan cake emulsifier SP.

Pada produk cistik, ada perlakuan menggunakan dan tanpa menggunakan backing soda dan soda kue.

Setelah produk jadi, dilakukan uji organoleptik untuk mengetahui preferensi (kesukaan) konsumen dengan menilai karakteristik produk seperti warna, aroma, rasa, tekstur, dan penampakan.

Uji organoleptik dilakukan dengan mengundang 10 pegawai lingkup BBPP Lembang datang ke laboratorium. Masing-masing melakukan penilaian dari 5 aspek tersebut terhadap 4 sampel setiap produk olahan.

Uji organoleptik penting untuk mengetahui penerimaan konsumen terhadap suatu produk dan dapat digunakan untuk pengembangan produk, pengawasan mutu, dan perbandingan dengan produk pesaing.

Saat ditemui, Kamis (17/7/2025), Nabila Maulida, salah seorang mahasiswi, mengaku lebih memahami dunia kerja.

“Mengikuti kegiatan PKL di BBPP Lembang menjadikan kami lebih memahami tentang dunia kerja, bagaimana kerja sama tim dan yang terpenting bagaimana mengolah pangan lokal menjadi olahan pangan yang memiliki nilai jual tinggi,” ungkapnya.(***)

Dukung Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Siapkan Tenaga Kompeten BP

TANIINDONESIA.COM//KALIMANTAN TENGAH - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP) Tahap 3. Kegiatan ini digelar selama bulan Juni dan Juli 2025 dengan total sebanyak 117 angkatan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementan akan fokus meningkatkan produksi pangan utama, dalam hal ini beras, untuk mencapai swasembada pangan.

Salah satu yang digalakkan Kementan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan Brigade Pangan adalah garda terdepan dalam meningkatkan produksi pangan.

Baca juga:

Tingkatkan Produksi Beras Nasional, UPT Pelatihan Kementan Latih Brigade Pangan Budidaya Padi Rawa

Dijelaskannya, Brigade Pangan bertugas untuk mengoptimalkan lahan tidur, dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pendekatan teknologi dan kelembagaan petani.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Ajat Jatnika berharap Brigade Pangan yang sudah terbentuk dapat meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan-pelatihan agar dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP) Tahap 3 sebanyak 117 angkatan, diikuti peserta dari beberapa kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Kabupaten Barito Selatan, Gunung Mas, Kapuas, Katingan, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Seruyan.
Salah satu lokasinya di Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas.

Selama 3 hari pelatihan, 30 orang peserta dari 2 BP yang tergabung di Angkatan 8, memperoleh materi secara klasikal dan praktik. Peserta juga mempraktikkan langsung pembuatan biosaka serta pengendalian hama penyakit.

Salah seorang peserta, Agus Anwar, Ketua Brigade Pangan Kupang 2, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan pelatihan, Rabu (2/7/2025).

“Terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini baik dari BBPP Lembang maupun dari Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas dan BPP Kecamatan Bataguh,” ujarnya.(***)

Tingkatkan Produksi Beras Nasional, UPT Pelatihan Kementan Latih Brigade Pangan Budidaya Padi Rawa

TANIINDONESIA.COM//PULANG PISAU - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP), di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, 10 – 12 Juli 2025.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, Kementan fokus meningkatkan produksi untuk merealisasi target swasembada pangan

Dijelaskannya, salah satu upaya yang dilakukan Kementan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan Brigade Pangan adalah garda terdepan dalam meningkatkan produksi pangan.

"Dan salah satu tugas Brigade Pangan adalah mengoptimalkan lahan tidur, dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pendekatan teknologi dan kelembagaan petani," jelasnya.

Baca juga:

Widyaiswara Kementan Tawarkan Solusi Praktis Agribisnis saat Konsultasi Agribisnis

Terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Ajat Jatnika, mengimbau Brigade Pangan yang sudah terbentuk penting untuk meningkatkan kompetensi melalui pelatihan-pelatihan.

"Sebab, Brigade Pangan harus dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan," jelasnya.

Dalam pelatihan yang berlangsung 3 hari, terdapat 30 peserta yang tergabung di Angkatan 4. Para peserta berasal dari 2 brigade pangan yaitu Brigade Pangan Bunga Dahlia dan Harapan Kita Bersama. Mereka memperoleh materi secara klasikal dan praktik.

Saat ditemui selepas penutupan pelatihan, Rabu (12/7/2025), salah seorang peserta menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan pelatihan ini.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami, karena menambah wawasan tentang budidaya padi lahan rawa terutama lahan rawa pasang surut.

Terima kasih kami sampaikan kepada pendamping brigade pangan dan semua panitia yang telah menyelenggarakan pelatihan ini,” tuturnya.(***)

IWTL Goes to Semarang: Perempuan Punya Peran, Ekonomi Bangkit dari Industri Kosmetik dan Logistik

TANIINDONESIA.COM//Semarang — Indonesia Women in Transport and Logistic (IWTL), sebuah inisiatif nasional untuk pemberdayaan perempuan di sektor transportasi, logistik, dan industri kesehatan-kosmetik, sukses menggelar agenda bertajuk “IWTL Goes to Semarang” pada 14 Juli 2025.

Acara ini merupakan bentuk nyata komitmen IWTL untuk mendorong kepemimpinan dan partisipasi perempuan dalam rantai industri strategis nasional. Kegiatan meliputi kunjungan ke Kimia Farma Plant Semarang, unit Trading & Distribution, dan terminal kargo udara—membuka akses langsung bagi perempuan pada industri hulu hingga hilir.

“IWTL bukan sekadar gerakan komunitas, melainkan platform kolaborasi strategis lintas sektor. Kami hadir untuk membuka jalan bagi perempuan Indonesia agar menjadi pemimpin masa depan di sektor-sektor kunci pembangunan ekonomi,” tegas Susana R. Sari, Ketua Umum IWTL.

Diinisiasi oleh Mamik Laksono, Wakil Ketua Umum Bidang Entrepreneurship IWTL, agenda ini menjadi ruang belajar, ekspose industri, serta peluang kolaborasi nyata bagi perempuan muda profesional, pengusaha, dan pelaku UMKM.

“Dengan melihat langsung proses produksi, distribusi hingga logistik dari Kimia Farma, kami ingin membangkitkan semangat kepemimpinan perempuan di sektor ini. Karena sejatinya, perempuan adalah fondasi sekaligus inovator di sektor industri,” ujar Mamik.

Acara ini juga disiapkan sebagai strategi komunikasi untuk menarik perhatian pemimpin nasional seperti Presiden RI, Menteri Perhubungan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta para pemangku kebijakan dan pelaku industri besar.

“Sebagai bagian dari ekosistem strategis perempuan Indonesia, IWTL ingin menjadi mitra aktif pemerintah dan BUMN. Misi kami jelas: menciptakan ekosistem industri berbasis perempuan yang inklusif, berdampak, dan siap bersaing di level global,” ungkap Poppy Zeidra, Wakil Ketua Koordinator Strategic & Partnership IWTL.

IWTL menegaskan peran strategisnya dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan, memperkuat jejaring bisnis, dan menghadirkan ruang-ruang inovasi baru untuk generasi perempuan pemimpin industri masa depan.(***)

Meriahkan Dies Natalis, Polbangtan Kementan Tumbuhkan Semangat Bertani Lewat Aksi Sosial

TANIINDONESIA.COM//SLEMAN - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan YoMa) mengisi perayaan Dies Natalis Ketujuh dengan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Ghifari, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (5/7/2025).

Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud kepedulian dan rasa syukur Polbangtan YoMa. Kunjungan pun dilakukan dengan tanam bibit bersama anak-anak panti.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian adalah milik seluruh masyarakat.

"Tidak ada manusia yang tidak membutuhkan pangan. Semua membutuhkan pangan. Oleh sebab itu, semua pun harus peduli dengan pertanian," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, pertanian harus bisa merangkul semua pihak.

Bakti sosial Polbangtan YoMa di Panti Asuhan Ghifari, Sleman, diawali dengan sambutan dari pengurus panti, Marwanta.

“Hal yang yang sudah biasa dilakukan anak-anak muda dalam beramal adalah berbagi ke anak-anak panti seperti yang sekarang dilakukan mahasiswa Polbangtan YoMa," katanya.

Baca juga:

Perkuat Sinergi dan Dukung Program Branding Perkotaan, Polbangtan Kementan Gelar Audiensi dengan Walikota Yogyakarta

Hanya saja, Marwanta mengakui kunjungan yang dilakukan para mahasiswa Polbangtan kali ini berbeda dengan yang lain.

"Bedanya, mahasiswa Polbangtan YoMa juga berbagi ilmu dengan penanaman bibit terong. Bibit terong ditanam bersama anak-anak panti sebagai simbol harapan dan tumbuhnya kebaikan," imbuhnya.

Suasana semakin ceria saat sesi game edukatif berlangsung, mempererat keakraban antara panitia dan adik-adik panti yang terdiri dari jenjang SD, SMP, hingga SMK.

Kegiatan ditutup dengan pembagian bingkisan dan penyerahan donasi, paket sayur dan sembako sebagai bentuk dukungan nyata untuk kebutuhan mereka.

Polbangtan YoMa diwakili oleh pendamping kegiatan Bakti Panti, Annisa Khoiriyah, menyampaikan harapannya.

"Kami berharap melalui kegiatan ini, adik-adik Panti Asuhan Ghifari dapat terus tumbuh dengan semangat, memiliki rasa percaya diri yang kuat, serta terus mengejar impian mereka. Semoga setiap kebaikan yang ditanam hari ini menjadi bekal bagi masa depan yang lebih cerah," imbuhnya.(***)

Pengusaha Serang Laporkan Dugaan Jual Beli Saham PT BKA Secara Ilegal Rp700 Juta

TANIINDONESIA.COM//SERANG – Seorang pengusaha asal Serang, Mairob Yudarman, resmi melaporkan dua orang terduga pelaku jual beli saham secara ilegal ke Polda Banten. Dua orang yang dilaporkan dalam kasus ini adalah Agung Majid dan Iif Fuliha atas dugaan pemalsuan tanda tangan dalam akta otentik jual beli saham PT. Bahtera Kharisma Abadi (BKA) yang dibuat di hadapan notaris.

Laporan tersebut tercatat dalam STPL Nomor: STPL/192/V/SPKT III.DITRESKRIMUM/2025/POLDA BANTEN, dengan dasar Laporan Polisi Nomor: LP/B/192/V/2025/Ditreskrimum.

Mairob menyampaikan, dirinya menjadi korban tindak pidana pemalsuan tanda tangan pada dokumen akta jual beli saham, yang diketahuinya pada bulan November 2024, dibuat di Kantor Notaris ARJAMALIS ROSWAR, S.H di Cimanuk, Serang Kota, Banten.

"Saya tidak pernah menandatangani akta tersebut. Tapi secara hukum, nama saya tercantum dalam dokumen jual beli saham senilai Rp 700 juta, tanpa sepengetahuan saya. Ini bukan hanya kerugian materi, tapi juga pelanggaran serius terhadap keabsahan hukum dan etika bisnis," jelas Mairob, Sabtu (13/7/2025).

Keduanya diduga melakukan atau terlibat dalam pemalsuan tanda tangan serta penyalahgunaan akta autentik, yang dapat dijerat dengan Pasal 264 dan/atau Pasal 266 KUHP. Hingga kini, proses hukum masih berlangsung di bawah penanganan Ditreskrimum Polda Banten.

Menurut informasi terakhir dari pelapor, kasus sedang dalam tahap kenaikan dari penyelidikan (lidik) ke penyidikan (sidik), karena terdapat indikasi kuat perbuatan pidana.

"Informasinya saat ini kasus ini akan naik ke penyidikan. Selain tindak pidana, saya akan lakukan gugatan perdata juga," ujarnya.

Mairob menambahkan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan gugatan perdata untuk pembatalan akta jual beli saham dan tuntutan ganti rugi sebesar Rp700 juta, sejalan dengan proses hukum pidana yang berjalan.

“Saya harap langkah ini bisa jadi pelajaran bahwa pemalsuan dokumen tidak boleh ditolerir, terutama dalam lingkup hukum dan bisnis. Saya juga mengajak media ikut mengawasi kasus ini sebagai bentuk kontrol sosial dan edukasi hukum,” tegasnya.(***)

Widyaiswara Kementan Tawarkan Solusi Praktis Agribisnis saat Konsultasi Agribisnis

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (10/7/2025), di kawasan waduk Saguling, di Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kegiatan dihadiri 35 orang anggota kelompok tani dari 10 desa di wilayah Kecamatan Cihampelas yang mayoritas menekuni usahatani komoditas padi.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian adalah sektor yang penting. Karena, pertanian menyediakan pangan bagi manusia.

"Jika tidak ada pangan maka tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar sehingga sangat penting kita jaga pangan," kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan Konsultasi Agribisnis sebagai salah satu standar pelayanan di Balai Besar Pelatihan.

Ajat menjelaskan, BBPP Lembang berkomitmen kuat meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui Konsultasi Agribisnis. Ini upaya kami dalam pengembangan inkubator agribisnis sebagai pendukung penyelenggaraan pelatihan,” tutur Ajat.

Baca juga:

Wujudkan Swasembada Pangan, Kompetensi Penyuluh Ditingkatkan

Kegiatan KAK kali ini dihadiri widyaiswara BBPP Lembang spesialisasi budidaya pertanian, sosial ekonomi pertanian, dan penyuluhan pertanian. Selain itu, hadir petugas dari Inkubator Agribisnis dan pengelola perpustakaan BBPP Lembang.

Kepala Bidang Prasarana dan Penyuluhan Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) KBB, Suherman, mengatakan kegiatan ini diharapkan memberikan solusi atas masalah petani.

“Kami ajak para petani di sini untuk bisa bertanya dan berdiskusi langsung apabila ada permasalahan yang dihadapi di lapangan, untuk diberikan solusi terbaik oleh para konsultan yang hadir," katanya.

Pada kunjungan kali ini, berbagai permasalahan diungkapkan terkait kegiatan budidaya pertanian tentang pengairan, pengendalian hama dan penyakit terutama hama tikus, penentuan varietas benih padi unggul dan pemasaran.

Widyaiswara memberi solusi berkaitan dengan varietas tanaman, solusi pengairan, pemeliharaan tanaman yang baik, alternatif pengendalian hama dan penyakit.

Widyaiswara juga menyampaikan 4 solusi mengatasi fluktuasi harga di sektor pertanian, yaitu menjalin kemitraan, pencatatan pola tanam, menerapkan tumpang sari, dan pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah.

Asep Rustandi, Ketua Kelompok Tani Mukti Jaya I Desa Tanjungjaya, mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat.

“Adanya kegiatan konsultasi agribisnis keliling ini sangat bermanfaat bagi kami, menambah pengetahuan tentang agribisnis pertanian,” ujarnya.

Asep pun menaruh harapan agar kegiatan ini rutin dilaksanakan.

“Semoga kegiatan serupa terus dilaksanakan agar dapat meningkatkan kompetensi petani dan berujung peningkatan kesejahteraannya,” katanya.(***)