18 Juli 2026

Motivasi 2.000 Pelajar Muhammadiyah, Mentan Amran: “Struggle Now, Enjoy Your Life Enjoy Now, Struggle for Life”

0
IMG-20260718-WA0027

TANIINDONESIA.COM, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memotivasi 2.000 pelajar Muhammadiyah untuk berani bermimpi besar, bekerja keras, dan membangun karakter pantang menyerah sebagai bekal meraih kesuksesan di masa depan. Menurutnya, generasi muda harus berani keluar dari zona nyaman karena keberhasilan hanya dapat diraih melalui perjuangan, konsistensi, dan kerja keras sejak dini.

Pesan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menghadiri Resepsi Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Rapat Kerja Nasional IPM bertema “Resonansi Algoritma Pelajar Berdampak” di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sabtu (18/7). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 2.000 kader IPM dari berbagai daerah di Indonesia.

Di hadapan ribuan pelajar Muhammadiyah, Mentan Amran menyampaikan pesan agar generasi muda tidak terlena dengan kenyamanan saat ini. Ia menegaskan bahwa ada konsekuensi dari setiap pilihan hidup, apakah seseorang memilih berjuang sejak muda atau menanggung kesulitan di kemudian hari.

“Ada dua pilihan. Satu, struggle now, bekerja keras sekarang, nanti menikmati setelah 15 tahun kemudian. Atau enjoy now, bersenang-senang sekarang, tetapi struggle for life nanti,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran menegaskan bahwa pelajar Muhammadiyah merupakan bagian dari generasi penerus yang memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, ia mengajak seluruh kader IPM untuk memiliki mimpi besar yang dibarengi dengan tindakan nyata.

“Anak-anakku, Anda adalah harapan bangsa yang akan mengubah peradaban Republik Indonesia menjadi lebih baik. Bermimpilah besar, bertindaklah besar, kemudian persisten. Jangan pernah menyerah,” katanya.

Menurut Mentan Amran, mimpi tidak akan membawa perubahan apabila tidak disertai dengan kerja keras dan keberanian mengambil langkah. Ia mengingatkan bahwa kesuksesan bukan hasil instan, melainkan buah dari proses panjang yang dibangun melalui disiplin dan ketekunan.

“Mudah membuat mimpi, mudah membuat gagasan. Yang paling sulit adalah bermimpi dan bertindak. Kalau sudah bertindak, harus persisten, tidak boleh menyerah,” ujarnya.

Mentan Amran menekankan bahwa keberhasilan tidak datang dari kenyamanan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kerja keras dan kemauan untuk terus bergerak. Menurutnya, generasi muda harus membangun mental produktif agar mampu menjadi pihak yang memberi manfaat, bukan bergantung pada bantuan.

“Rezeki memang di tangan Tuhan, tapi kalau kamu tidur terus, Tuhan pun angkat tangan. Allah mencintai orang yang bekerja keras,” katanya.

Baca Juga: Mentan Amran Respon Aspirasi Mahasiswa: Bantu Mahasiswa Penjual Mochi dan Langsung Tindak Laporan Pupuk

Ia mendorong kader IPM untuk mulai menciptakan peluang sejak dini, termasuk dengan memanfaatkan sektor pertanian sebagai ruang pengabdian sekaligus peluang ekonomi. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya yang besar, namun membutuhkan generasi yang mau bergerak dan mengelolanya.

“Jangan biarkan ada lahan tidur di sekeliling Anda. Kalau ada lahan, bangunkan. Disewa, dimiliki, atau tanah sendiri, jangan biarkan lahan tidur,” tegasnya.

Mentan Amran juga mendorong generasi muda untuk memanfaatkan ruang yang tersedia sebagai bagian dari gerakan produktif masyarakat. Menurutnya, pertanian tidak selalu harus dilakukan dalam skala luas, tetapi dapat dimulai dari lingkungan rumah.

“Kalau mau, ada program Kawasan Rumah Pangan Lestari. Cabai tanam lima pot saja, satu keluarga bisa selesai. Kalau makan cabai, bijinya jangan dibuang, tanam saja. Begitu suburnya negara kita,” ujarnya.

Dalam dialog bersama peserta, Mentan Amran juga memberikan perhatian kepada seorang pelajar yatim piatu yang ingin bekerja sambil melanjutkan kuliah. Mendengar kisah tersebut, Mentan Amran meminta jajarannya membantu membuka peluang magang dan pekerjaan agar pelajar tersebut tetap dapat melanjutkan pendidikan.

“Sekolah yang baik, kerja keras, jangan pernah menyerah. Insya Allah pintu rezeki akan terbuka,” pesan Mentan Amran.

Mentan Amran juga menyampaikan capaian sektor pertanian nasional, termasuk percepatan swasembada pangan yang berhasil dicapai lebih cepat dari target awal. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras petani, dukungan pemerintah, serta kolaborasi seluruh elemen bangsa.

“Kami ditarget Bapak Presiden swasembada empat tahun. Alhamdulillah, karena doa dan kerja keras seluruh anak bangsa, satu tahun sudah swasembada dan tidak impor beras,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Mentan Amran mengajak kader IPM untuk terus belajar, bekerja keras, menjaga integritas, dan menjadi generasi yang mampu membawa perubahan bagi umat dan bangsa.

“Kalian adalah harapan bangsa. Lanjutkan perjuangan, bantu rakyat Indonesia, bantu umat. Masa depan Indonesia ada di tangan kalian,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *