Kajiwidya Widyaiswara Kementan : Penerapan Smart Farming untuk Pengembangan Profesionalisme
TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebagai pengembangan profesionalisme sesuai amanat PermenpanRB Nomor 42 Tahun 2021, widyaiswara BBPP Lembang akan melaksanakan kajiwidya berkaitan dengan penerapan smart farming.
Untuk mendukung hal itu, Kamis (24/7/2025), dilaksanakan seminar proposal kajiwidya, di Aula Catur Gatra BBPP Lembang.
Seminar dibuka Kepala Bagian Umum dan dihadiri tim manajemen BBPP Lembang, seluruh pejabat fungsional widyaiswara, peserta PKL, pejabat fungsional lainnya.
Sedangkan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Politeknik Negeri Jakarta, dan Universitas Winayamukti.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman sangat mendukung penerapan smart farming di Indonesia. Ia melihat smart farming sebagai kunci untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan daya saing sektor pertanian.
Mentan Amran juga melihat smart farming sebagai solusi komprehensif untuk mengatasi berbagai tantangan disektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mewujudkan pertanian Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mendorong penerapan smart farming sebagai solusi untuk pertanian modern yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Baca juga:
UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Pengolahan Hasil Pangan Lokal ke KWT Kota Batu
Dalam seminar, diketahui jika judul yang diangkat widyaiswara untuk kajiwidya adalah: 1) Persepsi Petani terhadap Inovasi Teknologi Perangkap Hama (smart trap), 2) Inventarisasi dan Identifikasi Serangga Menggunakan Smart Trap pada Tanaman Cabai Merah, dan 3) Penggunaan Alat Perangkap Hama (smart trap) sebagai Upaya Efisiensi Biaya Produksi pada Budidaya Cabai Merah.
Masing-masing perwakilan widyaiswara setiap kelompok mempresentasikan proposalnya, dilanjutkan diskusi, dan setiap narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Winayamukti, dan Politeknik Negeri Jakarta mereviu isi proposal baik secara teknis maupun administratif.
Kajiwidya yang dilaksanakan oleh widyaiswara bertujuan sebagai dasar pengembangan kurikulum pelatihan agribisnis hortikultura yang relevan dan aplikatif, sebagai sumber data ilmiah untuk memperkuat pelatihan berbasis bukti (evidence-based training), dan sebagai bahan ajar pada proses pelatihan atau referensi dalam kegiatan pelatihan yang berbasis pengalaman di lapangan.
Selain itu, hasil kajiwidya nantinya diharapkan menjadi dasar untuk merancang dan mengembangkan program pelatihan, pendampingan dan diseminasi teknologi pertanian yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik petani.
Salah seorang narasumber, Gontom Citoro Kifli, peneliti dari BRIN mengatakan saya sangat mengapresisasi dengan telah terlaksananya seminar proposal kajiwidya ini. Kajiwidya merupakan kegiatan kajian atau penelitian ilmiah yang mendasari suatu inovasi teknologi yang akan disebarluaskan kepada penggunanya. Kajiwidya menjadi pendukung dalam mengembangkan keilmuan dan kompetensi profesi widyaiswara dan institusi didalamnya, ujarnya.
Lebih lanjut Gontom menyampaikan bahwa kajiwidya menjadi pendukung dalam mengembangkan bahan ajar modul pelatihan, dan metode pembelajaran, yang akan sangat bermanfaat bagi sebuah institusi pelatihan.(***)
