UPT Pelatihan Kementan Gandeng Dinkes Jawa Barat Pulihkan Pasien dengan Agribisnis

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bersama Rumah Sakit Jiwa Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, memperkenalkan agribisnis pertanian kepada pasien agar cepat pulih pasca perawatan.
Penjajakan kerja sama dilakukan dengan melihat langsung kegiatan agribisnis di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, Rabu (30/7/2025).
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan jika dikaitkan dengan pemulihan kejiwaan maka penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
“Saya harap pertanian dapat memberikan kontribusi positif dalam pemulihan kejiwaan dan pembangunan bangsa,” katanya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.
“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” kata Santi.
Wakil Direktur Medis, Keperawatan, dan Penunjang, Noki Irawan Saputra, menyampaikan kegiatan ini dalam rangka pengembangan program terapi holistik bagi pasien dengan gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.
Dalam kunjungan di BBPP Lembang, rombongan sebanyak 15 orang yang berasal dari tim manajemen rumah sakit, diterima secara resmi oleh tim manajamen BBPP Lembang didampingi widyaiswara ahli utama.
Rombongan lalu diajak menuju Inkubator Agribisnis. Di screen tanaman hias, widyaiswara menjelaskan budidaya dan prospek tanaman hias terutama anggrek sebagai bisnis pertanian yang menguntungkan dengan proses budidaya yang tidak sulit.
Baca juga:
Kajiwidya Widyaiswara Kementan : Penerapan Smart Farming untuk Pengembangan Profesionalisme
Selanjutnya, di zona kawasan rumah pangan lestari, budidaya seledri dengan hidroponik sistem deep flow technique menarik minat tim rumah sakit untuk membuat instalasi hidroponik di lingkungan.
Sistem itu akan menjadi bagian dari kegiatan terapi hortikultura untuk rehabilitasi medik pasien Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGJ) dan Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK).
Begitupun saat mengunjungi screen house hidroponik yang mengenalkan budidaya kentang sistem aeroponik, tomat beef dengan sistem irigasi tetes dan screen house anggur.
Cara ini semakin menarik minat mereka untuk mengembangkan pertanian dan meningkatkan kompetensi pasien pasca perawatan untuk terjun ke sector pertanian.
Di laboratorium kultur jaringan, rombongan menerima penjelasan tentang proses sub kultur tanaman berbagai tanaman termasuk anggrek.
Terakhir, di laboratorium pengolahan hasil pertanian, aneka olahan pangan baik eskrim, sorbet, sistik wortel, eggroll kentang, abon cabai, manisan terong, memberi kesan bahwa pertanian di sektor off-farm dapat menjadi solusi terapi bagi pasien rumah sakit jiwa pasca perawatan.
Winda Ratna Wulan, Kepala Bidang Perawatan, mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk membantu recovery pasien.
“Kami ke sini dalam rangka recovery pasien untuk kegiatan pertanian dan tata boga (pengolahan hasil pertanian),” ujarnya.
Demikian juga yang disampaikan oleh Adah Sa’adah, Koordinator Rehabilitasi Psikologi.
Dijelaskannya, tujuan mereka datang ke BBPP Lembang adalah membuat dan mengembangkan program pemulihan bagi pasien ODGJ dan ODMK yang ada di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.(***)
