6 Mei 2026

Bangkit dari Banjir! Brigade Pangan Aceh Timur Kembali Tanam 150 Hektare Padi

0
IMG-20260505-WA0005

TANIINDONESIA.COM, Aceh Timur – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus mendorong percepatan pemulihan sektor pertanian di daerah terdampak bencana melalui gerakan tanam padi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan tanam padi yang dilaksanakan Brigade Pangan Semangat Muda pada Jumat (1/5/2026) di Desa Tanjung Tualang, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, pada lahan yang sebelumnya terdampak banjir.

Kegiatan ini difokuskan untuk mengembalikan produktivitas lahan pertanian yang sempat terganggu, sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras. Dengan penerapan pola tanam serentak, diharapkan produktivitas dapat kembali optimal.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan tanam di wilayah terdampak bencana menjadi langkah penting untuk menjaga produksi pangan nasional sekaligus memastikan petani tetap dapat berproduksi.

“Jangan biarkan lahan tidur setelah bencana. Kita harus bergerak cepat melakukan percepatan tanam agar produksi tetap terjaga dan kesejahteraan petani tidak terganggu,” tegas Mentan Amran.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa gerakan ini menjadi langkah strategis dalam membangkitkan kembali aktivitas pertanian pascabencana.

Baca Juga: Percepat Pemulihan Pascabencana, Aceh Gelar Tanam Padi Serempak

“Melalui gerakan tanam ini, kami berharap Brigade Pangan Semangat Muda dapat segera bangkit dan mengoptimalkan kembali lahan pertanian seluas kurang lebih 150 hektare yang terdampak banjir,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, R. Hermawan, selaku penanggung jawab Brigade Pangan Provinsi Aceh, menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam mendukung peningkatan produksi padi daerah.

Ia menyebut Kabupaten Aceh Timur sebagai salah satu sentra produksi padi utama di Provinsi Aceh dengan capaian produktivitas rata-rata 6,5 ton per hektare.

“Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong peningkatan produksi sekaligus memperkuat kontribusi Aceh terhadap pencapaian swasembada pangan nasional,” jelasnya.

Melalui percepatan tanam di lahan terdampak bencana, diharapkan sektor pertanian di Aceh Timur dapat segera pulih dan kembali menjadi penopang utama ketahanan pangan daerah maupun nasional.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *