8 Juni 2026

Brigade Pangan

Brigade Pangan Aceh Besar Gelar Gerakan Tanam Serempak untuk Perkuat Produksi Padi Nasional

TANIINDONESIA.COM, Aceh Besar — Dalam upaya menjaga stabilitas produksi padi nasional dan memperkuat ketahanan pangan, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) melaksanakan Gerakan Tanam Serempak di Desa Barueh, Kecamatan Kota Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lahan optimalisasi lahan (oplah) ini melibatkan Brigade Pangan Sabee Seujahtera dengan pelaksanaan tanam serempak pada lahan seluas 2 hektare. Sebelumnya, brigade pangan tersebut telah melakukan penanaman seluas 30 hektare dari total target lahan 45 hektare.

Gerakan tanam di Aceh Besar menjadi salah satu titik pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak nasional yang digelar Kementerian Pertanian sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produksi padi nasional.

Secara nasional, Gerakan Tanam Serempak dipusatkan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa keberhasilan gerakan tanam sangat ditentukan oleh pengawalan di lapangan, terutama oleh penyuluh pertanian bersama petani.

“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat di lapangan. Penyuluh bersama petani menjadi kunci untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan memberikan hasil optimal,” ujarnya.

Menurut Idha, gerakan tanam serempak yang kembali dilaksanakan untuk keenam kalinya ini merupakan bagian dari upaya percepatan peningkatan indeks pertanaman di berbagai wilayah Indonesia.

Ia menjelaskan, target gerakan tanam kali ini mencapai sekitar 50 ribu hektare, meliputi lokasi optimalisasi lahan (oplah) 2024 seluas 21.093 hektare, oplah 2025 seluas 27.472 hektare, serta lahan cetak sawah rakyat (CSR) 2025 seluas 1.700 hektare.

“Alhamdulillah, lebih dari 50 ribu hektare lahan telah kembali tertanami,” katanya.

Idha menambahkan, gerakan ini menjadi akselerator bagi petani untuk terus melakukan percepatan tanam pascapanen sehingga produktivitas dan indeks pertanaman meningkat, dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun.

“Percepatan tanam perlu dilakukan dengan memanfaatkan sisa air pada penghujung musim hujan agar tanaman dapat tumbuh optimal sebelum memasuki periode kering,” tuturnya.

Baca Juga: Siap Go Nasional! Polbangtan Kementan Lindungi Inovasi Pertanian Lewat Kerja Sama dengan Kemenkum

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut percepatan tanam serentak sebagai langkah strategis untuk menjaga momentum produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan ancaman kekeringan.

Di Aceh Besar, Gerakan Tanam Serempak turut dihadiri Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang bersama Tenaga Ahli Menteri Bidang Mekanisasi Alat dan Mesin Pertanian, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Aceh, serta Wakil Bupati Aceh Besar.

Tenaga Ahli Menteri Bidang Mekanisasi Alat dan Mesin Pertanian, Astu Unadi, mengatakan gerakan ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga berpotensi menekan ketergantungan impor sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

“Tanam serentak bertujuan untuk mendorong ketahanan pangan. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai strategi, salah satunya optimalisasi lahan (oplah) melalui Brigade Pangan,” ujarnya.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung percepatan tanam sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

“Kami mendukung penuh kegiatan gerakan tanam ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan produktivitas pertanian guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan,” tuturnya.

Melalui sinergi pemerintah, petani, penyuluh pertanian, dan masyarakat, Gerakan Tanam Serempak diharapkan menjadi penggerak penting dalam memperkuat sektor pertanian dan mewujudkan swasembada pangan nasional.(*)

Gelar Bimtek Alsintan, Politeknik Enjinering Kementan Cetak Petani dan Brigade Pangan Adaptif Teknologi Modern

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kementerian Pertanian terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) bagi petani dan Brigade Pangan (BP) dari BRMP Lampung. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, pada 18–22 Mei 2026, sebagai bagian dari pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat.

Bimtek tersebut menjadi upaya nyata dalam mendukung peningkatan kompetensi petani dan Brigade Pangan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian modern. Peserta dibekali pengetahuan serta keterampilan teknis terkait pengoperasian, perawatan, hingga optimalisasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa modernisasi pertanian merupakan langkah strategis dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Menurutnya, penguatan kapasitas SDM pertanian menjadi kunci penting dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih maju, mandiri, dan modern.

“Kementerian Pertanian terus mendorong pemanfaatan teknologi dan mekanisasi pertanian untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, serta mempercepat transformasi sektor pertanian Indonesia,” ujar Mentan Amran.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguatan kompetensi SDM pertanian melalui pelatihan, pendampingan, dan penguasaan teknologi modern.

Menurutnya, petani, penyuluh, dan Brigade Pangan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan. Karena itu, penguasaan alat dan mesin pertanian menjadi faktor penting dalam mendukung peningkatan produktivitas sekaligus percepatan swasembada pangan nasional.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menyampaikan bahwa perguruan tinggi vokasi pertanian memiliki posisi strategis dalam mencetak SDM pertanian unggul, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Baca Juga: Harkitnas 2026, Kementan Tegaskan Pentingnya Menjaga Tunas Bangsa untuk Perkuat Kedaulatan Pangan

Ia menilai kegiatan pengabdian kepada masyarakat seperti Bimtek Alsintan merupakan bentuk nyata kontribusi pendidikan vokasi dalam mendukung transformasi pertanian Indonesia. Sinergi antara perguruan tinggi, petani, dan Brigade Pangan diharapkan terus diperkuat untuk mendukung percepatan swasembada pangan.

Direktur PEPI, Harmanto, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung pengembangan SDM pertanian yang unggul dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.

“Melalui bimbingan teknis ini, kami berharap petani dan Brigade Pangan mampu meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi pertanian modern sehingga berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian dan penguatan ketahanan pangan,” ujar Harmanto.

Dalam pelaksanaannya, dosen dan instruktur PEPI memberikan materi secara teori dan praktik lapangan. Peserta memperoleh pembelajaran mengenai pengenalan alat dan mesin pertanian modern, teknik pengoperasian alsintan, perawatan berkala, hingga aspek keselamatan kerja dalam penggunaan mesin pertanian.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Selain memperoleh pemahaman teknis, para petani dan Brigade Pangan juga berkesempatan melakukan praktik langsung penggunaan alat dan mesin pertanian di lapangan.

Melalui kegiatan ini, PEPI Kementan menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pendidikan vokasi, inovasi teknologi, dan penguatan kapasitas SDM pertanian menuju pertanian modern yang maju dan berkelanjutan.(*)

Brigade Pangan Bangka “Naik Kelas”, Politeknik Enjiniring Kementan Gembleng SDM Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM, Bangka – Upaya memperkuat Brigade Pangan sebagai ujung tombak pertanian modern terus dilakukan. Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas pengelolaan Brigade Pangan bagi penyuluh pendamping, Babinsa pendamping, manajer, kepala divisi alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga kepala divisi budidaya di Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah.

Kegiatan yang berlangsung 4–6 Mei 2026 di BP Kemuja Sejahtera, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat PEPI bertema “Peningkatan Kapasitas Brigade Pangan Mendukung Swasembada Pangan di Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah”.

Bimtek ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia Brigade Pangan agar mampu mendukung percepatan tanam, optimalisasi lahan, serta peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan.

Peserta mendapatkan pembekalan mengenai penerapan pertanian modern, penguatan kelembagaan Brigade Pangan, optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian, hingga penguatan kemampuan teknis dan manajerial usaha tani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi faktor utama keberhasilan Brigade Pangan dalam mendukung swasembada pangan nasional.

“Pengetahuan yang memadai, terutama dalam bidang pertanian modern, manajemen agribisnis, dan pemeliharaan alat pertanian, akan memastikan Brigade Pangan dapat beroperasi secara efektif dan efisien guna meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Amran.

Baca Juga: Kementan, TNI AL, dan Pemkab Nganjuk Kolaborasi Pacu Swasembada Kedelai Nasional

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa Brigade Pangan diharapkan menjadi motor penggerak utama percepatan swasembada pangan.

“Diperlukan strategi terintegrasi mulai dari pengelolaan lahan, optimalisasi produksi, hingga penguatan kapasitas SDM agar Brigade Pangan mampu berjalan mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Mohammad Amin menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan berkelanjutan agar pengelola Brigade Pangan mampu mengikuti perkembangan teknologi pertanian modern.

“Brigade Pangan harus didukung SDM yang kompeten, adaptif, dan mampu menerapkan teknologi pertanian secara tepat guna untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani,” katanya.

Direktur PEPI Harmanto mengatakan, kegiatan bimtek ini diharapkan menjadi wadah peningkatan kompetensi teknis dan manajerial bagi seluruh pengelola Brigade Pangan di Bangka dan Bangka Tengah.

Menurutnya, Brigade Pangan memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan tanam, optimalisasi pemanfaatan lahan, serta penguatan ketahanan pangan daerah. Karena itu, peningkatan kapasitas kelembagaan dan penguasaan teknologi menjadi kebutuhan utama agar Brigade Pangan mampu bekerja lebih profesional dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh peserta mampu meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial dalam mendukung keberhasilan budidaya pertanian, pengelolaan kelembagaan Brigade Pangan, serta percepatan tercapainya ketahanan pangan daerah dan nasional. Brigade Pangan harus mampu menjadi motor penggerak pertanian modern yang produktif, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.(*)

Brigade Pangan Bangka “Naik Kelas”, Politeknik Enjinering Kementan Gembleng SDM Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM, Bangka – Upaya memperkuat Brigade Pangan sebagai ujung tombak pertanian modern terus dilakukan. Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kapasitas pengelolaan Brigade Pangan bagi penyuluh pendamping, Babinsa pendamping, manajer, kepala divisi alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga kepala divisi budidaya di Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah.

Kegiatan yang berlangsung 4–6 Mei 2026 di BP Kemuja Sejahtera, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat PEPI bertema “Peningkatan Kapasitas Brigade Pangan Mendukung Swasembada Pangan di Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah”.

Bimtek ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia Brigade Pangan agar mampu mendukung percepatan tanam, optimalisasi lahan, serta peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan.

Peserta mendapatkan pembekalan mengenai penerapan pertanian modern, penguatan kelembagaan Brigade Pangan, optimalisasi penggunaan alat dan mesin pertanian, hingga penguatan kemampuan teknis dan manajerial usaha tani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan SDM menjadi faktor utama keberhasilan Brigade Pangan dalam mendukung swasembada pangan nasional.

“Pengetahuan yang memadai, terutama dalam bidang pertanian modern, manajemen agribisnis, dan pemeliharaan alat pertanian, akan memastikan Brigade Pangan dapat beroperasi secara efektif dan efisien guna meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa Brigade Pangan diharapkan menjadi motor penggerak utama percepatan swasembada pangan.

Baca Juga: Mentan Amran Rangkul dan Siapkan Mahasiswa Jadi Penerus Arah Pertanian Nasional

“Diperlukan strategi terintegrasi mulai dari pengelolaan lahan, optimalisasi produksi, hingga penguatan kapasitas SDM agar Brigade Pangan mampu berjalan mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Mohammad Amin menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan berkelanjutan agar pengelola Brigade Pangan mampu mengikuti perkembangan teknologi pertanian modern.

“Brigade Pangan harus didukung SDM yang kompeten, adaptif, dan mampu menerapkan teknologi pertanian secara tepat guna untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani,” katanya.

Direktur PEPI Harmanto mengatakan, kegiatan bimtek ini diharapkan menjadi wadah peningkatan kompetensi teknis dan manajerial bagi seluruh pengelola Brigade Pangan di Bangka dan Bangka Tengah.

Menurutnya, Brigade Pangan memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan tanam, optimalisasi pemanfaatan lahan, serta penguatan ketahanan pangan daerah. Karena itu, peningkatan kapasitas kelembagaan dan penguasaan teknologi menjadi kebutuhan utama agar Brigade Pangan mampu bekerja lebih profesional dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh peserta mampu meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial dalam mendukung keberhasilan budidaya pertanian, pengelolaan kelembagaan Brigade Pangan, serta percepatan tercapainya ketahanan pangan daerah dan nasional. Brigade Pangan harus mampu menjadi motor penggerak pertanian modern yang produktif, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujarnya.(*)

Bangkit dari Banjir! Brigade Pangan Aceh Timur Kembali Tanam 150 Hektare Padi

TANIINDONESIA.COM, Aceh Timur – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus mendorong percepatan pemulihan sektor pertanian di daerah terdampak bencana melalui gerakan tanam padi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan tanam padi yang dilaksanakan Brigade Pangan Semangat Muda pada Jumat (1/5/2026) di Desa Tanjung Tualang, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, pada lahan yang sebelumnya terdampak banjir.

Kegiatan ini difokuskan untuk mengembalikan produktivitas lahan pertanian yang sempat terganggu, sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras. Dengan penerapan pola tanam serentak, diharapkan produktivitas dapat kembali optimal.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa percepatan tanam di wilayah terdampak bencana menjadi langkah penting untuk menjaga produksi pangan nasional sekaligus memastikan petani tetap dapat berproduksi.

“Jangan biarkan lahan tidur setelah bencana. Kita harus bergerak cepat melakukan percepatan tanam agar produksi tetap terjaga dan kesejahteraan petani tidak terganggu,” tegas Mentan Amran.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa gerakan ini menjadi langkah strategis dalam membangkitkan kembali aktivitas pertanian pascabencana.

Baca Juga: Percepat Pemulihan Pascabencana, Aceh Gelar Tanam Padi Serempak

“Melalui gerakan tanam ini, kami berharap Brigade Pangan Semangat Muda dapat segera bangkit dan mengoptimalkan kembali lahan pertanian seluas kurang lebih 150 hektare yang terdampak banjir,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, R. Hermawan, selaku penanggung jawab Brigade Pangan Provinsi Aceh, menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam mendukung peningkatan produksi padi daerah.

Ia menyebut Kabupaten Aceh Timur sebagai salah satu sentra produksi padi utama di Provinsi Aceh dengan capaian produktivitas rata-rata 6,5 ton per hektare.

“Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong peningkatan produksi sekaligus memperkuat kontribusi Aceh terhadap pencapaian swasembada pangan nasional,” jelasnya.

Melalui percepatan tanam di lahan terdampak bencana, diharapkan sektor pertanian di Aceh Timur dapat segera pulih dan kembali menjadi penopang utama ketahanan pangan daerah maupun nasional.(*)

Perkuat Produksi Nasional, Brigade Pangan Cilacap Lakukan Tanam Serempak

TANIINDONESIA.COM, Cilacap – Dalam upaya menjaga dan meningkatkan produksi pangan nasional, Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan gerakan tanam serentak seluas 50 ribu hektar di 25 provinsi pada Kamis (30/4/2026).

Salah satu titik kegiatan berada di Desa Ujunggagak, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Di lokasi ini, Brigade Pangan Muda Berkarya Cilacap mengelola total 190 hektare lahan optimalisasi (oplah), dengan 5 hektare berhasil ditanami pada hari pelaksanaan.

Gerakan ini mencakup lahan optimalisasi, cetak sawah rakyat (CSR), serta lahan terdampak bencana, dengan titik utama nasional dipusatkan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Kegiatan tanam serempak menjadi langkah strategis Kementan dalam mengantisipasi musim kemarau sekaligus mempercepat pemulihan lahan terdampak bencana.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa gerakan ini mencakup 20.000 hektare oplah tahun 2024, 23.000 hektare oplah tahun 2025, 5.000 hektare CSR tahun 2025, serta 2.026 hektare lahan rehabilitasi bencana.

“Percepatan tanam harus terus dikawal secara optimal di lapangan. Peran penyuluh bersama petani menjadi kunci agar lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan menghasilkan secara maksimal,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) dalam mendukung percepatan tanam.

“Penggunaan alsintan seperti rice transplanter dan drone pertanian mampu meningkatkan efisiensi serta membantu mengatasi keterbatasan tenaga kerja,” tambahnya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang mengikuti kegiatan secara daring, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

Baca Juga: Panen Perdana Metode Ankansas, Polbangtan Kementan Catat Produktivitas

“Terima kasih kepada gubernur, bupati, petani, penyuluh, hingga jajaran aparat. Ini adalah komitmen bersama dalam memperkuat swasembada pangan,” ucapnya.

Ia menegaskan, pengembangan areal tanam melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan akan terus diperluas sebagai strategi peningkatan produksi nasional.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementan, Suwandi, menyebut percepatan tanam sebagai langkah utama menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau 2026.

“Mitigasi telah disiapkan, mulai dari pemantauan iklim, pemetaan wilayah rawan kekeringan, percepatan tanam, pompanisasi, hingga penguatan infrastruktur air,” jelasnya.

Di lokasi terpisah, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), R. Hermawan, selaku penanggung jawab swasembada pangan wilayah Jawa Tengah, optimistis target tanam dapat tercapai.

“Kami optimis seluruh 190 hektare akan tertanam sepenuhnya dalam waktu dekat,” tegasnya.

Ia menambahkan, di Kabupaten Cilacap telah terbentuk 22 Brigade Pangan yang masing-masing mengelola minimal 150 hektare lahan optimalisasi.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Kementan optimistis gerakan tanam serempak ini mampu meningkatkan produksi, menjaga ketersediaan pangan, serta memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.(*)

Brigade Pangan Dorong Generasi Muda Pertanian dan Modernisasi Lahan di Grobogan

TANIINDONESIA.COM, Grobogan – Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mendorong generasi muda terjun ke sektor pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan, sekaligus memperkuat swasembada pangan nasional. Di Jawa Tengah, 58 Brigade Pangan telah dibentuk di 12 kabupaten, termasuk lima di Kabupaten Grobogan yang tersebar di Kecamatan Godong, Toroh, Tawangharjo, Kradenan, dan Gubug.

Dengan pemanfaatan alat mesin pertanian modern, diharapkan anak muda tertarik mengelola lahan secara produktif dan memperoleh keuntungan dari usaha pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong pemuda untuk memanfaatkan dukungan pemerintah berupa bibit dan pupuk gratis, serta akses pembiayaan.

“Kalau ada lahan dari orang tua, sepupu, atau keluarga, silakan dimanfaatkan. Bibitnya gratis, pupuknya gratis. Anak muda harus memanfaatkan kesempatan ini,” ujar Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan peran Brigade Pangan dalam mempercepat swasembada pangan melalui modernisasi pertanian dan peningkatan kompetensi petani milenial.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), R. Hermawan, menyatakan bahwa Brigade Pangan merupakan sarana regenerasi petani sekaligus wadah pengelolaan agribisnis yang terorganisasi.

Baca Juga: Siapkan Kurikulum OBE, Polbangtan Kementan Cetak SDM Pertanian Unggul

“Brigade Pangan harus berjalan dan beroperasi, bukan sekadar dibentuk,” tegas Hermawan saat pertemuan Brigade Pangan di BPP Toroh, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Kamis (12/3/2026).

Hermawan menambahkan pentingnya kelembagaan yang kuat, dengan manajer, sekretaris, bendahara, dan unit-unit usaha. Tidak hanya menjalankan alsintan, Brigade Pangan juga harus fokus pada budidaya padi untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP).

Selain itu, konsolidasi lahan menjadi strategi penting. Brigade Pangan dapat bekerja sama dengan pemilik lahan melalui mekanisme yang disepakati bersama. Dalam kesempatan ini, Brigade Pangan Toroh menandatangani MoU dengan Gabungan Kelompok Tani Sumber Makmur 1 dan Kelompok Tani Sidodadi untuk bersama-sama meningkatkan produktivitas padi di Kecamatan Toroh.

Dengan langkah ini, Kementan berharap Brigade Pangan menjadi model pertanian modern berbasis generasi muda yang mampu mengoptimalkan lahan, meningkatkan produktivitas, dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Brigade Pangan Kabupaten Ciamis Siap Sukseskan Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, CIAMIS – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Pelatihan Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan di Kabupaten Ciamis, 25 – 27 November 2025 di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pamarican dan BPP Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis.

Kegiatan yang dilakukan untuk mengoptimalkan peran Brigade Pangan (BP) dalam mengelola pertanian modern berbasis tanaman padi di lokasi optimalisasi lahan dan cetak sawah, diikuti 30 orang anggota BP Tirto Sari Raharja dan BP Lakbok Berkarya.

Program Brigade Pangan sendiri adalah bagian dari strategi akselerasi swasembada pangan nasional, sekaligus upaya konkret dalam meregenerasi petani di tengah tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan global.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menyebut Brigade Pangan akan terus diperkuat sebagai garda terdepan modernisasi pertanian.

“Program ini dirancang untuk mendorong pertanian berbasis bisnis dan teknologi yang dikelola oleh generasi muda,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan hal serupa.

“Brigade Pangan adalah gerakan bersama antara penyuluh, petani, dan pemerintah untuk membangun kemandirian dan ketahanan pangan daerah," katanya.

Program ini juga menjadi wadah penting untuk mendorong regenerasi petani melalui pemberdayaan generasi muda, yang diharapkan menjadi inovator dan pelopor di sektor pertanian.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyebut Brigade Pangan sebagai inovasi di bidang kelembagaan petani untuk mencapai swasembada pangan.

“Diperlukan aktivitas yang kreatif dan luar biasa dalam pengelolaan Brigade Pangan agar tercapai peningkatan produksi sehingga swasembada pangan tercapai dan terus bertahan,” tutur Ajat.

Baca juga: 

Mentan Amran: Indonesia Kebut Swasembada, Halau Upaya Impor Ilegal

Ia menambahkan, tujuan pembentukan Brigade Pangan agar generasi milenial peduli dengan pertanian.

Selama 3 hari pelatihan, 15 orang peserta dari Brigade Pangan Lakbok Berkarya menerima materi inti tentang budidaya padi mulai dari persiapan lahan, persiapan benih dan penanaman, pemeliharaan padi, dan panen dan pascapanen.

Dalam kegiatan itu, fasilitator di BPP Kecamatan Pamarican memberikan materi tentang pencatatan keuangan usahatani, pengelolaan organisme pengganggu tanaman, dan pemupukan kepada 15 orang peserta dari Brigade Pangan Tirto Sari Raharja.

Salah seorang peserta dari Brigade Pangan Tirto Sari Raharja, Ahmad Alan, mengaku ini pengalaman pertama bisa mengikuti pelatihan tentang pertanian.

“Kami sangat bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini karena ilmu tentang pembukuan keuangan ini sangat bermanfaat, karena sebelumnya kami tidak melakukannya sehingga tidak mengetahui apakah untung atau rugi aktivitas usahatani yang kami lakukan selama ini. Di sini diajarkan pembukuan keuangan yang benar dan lengkap dari awal sampai akhir,” ucap Ahmad.

Peserta lainnya, Sinta Amalia dari Brigade Pangan yang sama, menyampaikan terima kasihnya kepada BBPP Lembang bisa mengikuti pelatihan.

“Dengan ilmu yang diberikan oleh narasumber dan fasilitator, bisa mengenal lebih luas tentang pertanian dan pengelolaannya yang baik dan berkelanjutan untuk kesejahteraan petani,” katanya.

Sinta mengajak petani untuk bekerja lebih terstruktur dan tertata. Dirinya juga berharap petani bisa menjaga ekosistem dengan menerapkan pertanian organik, mengurangi penggunaan bahan kimia untuk pemupukan dan pengendalian hama serta menerapkan prinsip pupuk berimbang. (yoko/chetty)

Pastikan Tenaga Kerja Kompeten, Kementan Latih Brigade Pangan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Pelatihan Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan di Kabupaten Indramayu, 17–19 November 2025, di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Terisi.

Kegiatan yang dilakukan untuk mengoptimalkan peran Brigade Pangan (BP) dalam mengelola pertanian modern berbasis tanaman padi di lokasi optimalisasi lahan dan cetak sawah, diikuti 45 orang anggota BP Maju Sejahtera, BP Cempaka Mulya, dan BP Petani Muda.

Program Brigade Pangan sendiri adalah bagian dari strategi akselerasi swasembada pangan nasional, sekaligus upaya konkret dalam regenerasi petani muda.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menyebut bahwa Brigade Pangan akan terus diperkuat sebagai garda terdepan modernisasi pertanian.

“Program ini dirancang untuk mendorong pertanian berbasis bisnis dan teknologi yang dikelola oleh generasi muda,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan hal serupa.

“Brigade Pangan adalah gerakan bersama antara penyuluh, petani, dan pemerintah untuk membangun kemandirian dan ketahanan pangan daerah," katanya.

Program ini juga menjadi wadah penting untuk mendorong regenerasi petani melalui pemberdayaan generasi muda, yang diharapkan menjadi inovator dan pelopor di sektor pertanian.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan jika keberadaan Brigade Pangan sudah dirancang oleh Kementerian Pertanian. Brigade Pangan yang awalnya dibentuk dikembangkan di beberapa provinsi di luar pulau Jawa, saat ini diadopsi di pulau Jawa, salah satunya Kabupaten Pangandaran.

Baca juga:

Ajak Pelajar Senangi Pertanian Sejak Dini, UPT Kementan jadi Ruang Bagi Sekolah Vokasi

“Tujuan pembentukan Brigade Pangan agar generasi milenial peduli dengan pertanian. Ciri khas BP bahawa anggotanya menguasai moderninsasi pertanian baik benih unggul dan pemanfaatan alsintan seperti traktor, combine harvester, cultivator, dan drone sehingga bisa tercapai efisiensi,” jelas Ajat, saat pembukaan pelatihan.

Ajat berharap setiap anggota BP yang beranggotakan 15 dan dipimpin manajer, nantinya betul-betul memahami keberadaan BP dan tugas dan fungsi masing-masing sehingga BP dapat berjalan dengan baik serta meningkat produksi dan produktivitasnya.

“Harapannya BP bisa menjadi kelembagaan ekonomi petani yang lebih baik dari kelembagaan lainnya karena digerakkan oleh generasi muda,” jelas Ajat.

Pelatihan literasi keuangan ditujukan agar Brigade Pangan mampu menilai keuntungan kegiatan usahatani terhadap kegiatan produksi tanaman, mengidentifikasi kegiatan yang memungkinkan untuk ditekan, menyiapkan perencanaan untuk tahun berikutnya, dan membandingkan realisasi dengan rencana untuk menarik kesimpulan di perencanaan selanjutnya.

Selama 3 hari, peserta menerima materi inti tentang literasi keuangan, yaitu pencatatan usahatani, analisa kelayakan usahatani, dan membuat proposal usahatani berorientasi bisnis.

Secara berkelompok, peserta juga mempraktikkan membuat dan mempresentasikan tentang pencatatan usahatani dan proposal kegiatan.

Selain itu para anggota BP juga mendapatkan praktik dalam mengoperasikan dan menggunakan alat mesin pertanian mulai dari traktor baik roda dua maupun roda empat, combine harvester, dan drone pemupukan.

Manajer BP Teddy Indrias, dari BP Petani Muda, berharap para Brigade Pangan yang kini tengah beroperasi dapat menjadi percontohan bagi lembaga petani lain.(***)

UPT Pelatihan Kementan Kuatkan Peran Brigade Pangan Kalimantan Tengah melalui Pelatihan

KAPUAS — Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP). Kegiatan Tahap 5 ini digelar selama bulan September 2025, dilaksanakan sebanyak 55 angkatan.

Salah satu kegiatan dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Bataguh, Kecamatan Kapuas, dan diikutinsebanyak 30 orang peserta dari Brigade Pangan (BP) Tani Sejahtera dan BP Pulau Kupang. Waktu pelaksanaan 1 – 3 September 2025.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, untuk mencapai swasembada pangan, Kementan memastikan akan fokus dalam upaya meningkatkan produksi pangan utama, dalam hal ini beras.

Dijelaskannya, salah satu yang digalakkan Kementan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan Brigade Pangan adalah garda terdepan dalam meningkatkan produksi pangan.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Praktikkan Agribisnis Kopi ke Petani Kabupaten Bandung Barat

Selain itu, tugas Brigade Pangan adalah mengoptimalkan lahan tidur, dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pendekatan teknologi dan kelembagaan petani.

Terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan Brigade Pangan yang sudah terbentuk penting untuk ditingkatkan kompetensinya melalui pelatihan-pelatihan agar dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP) tahap 5 sebanyak 55 angkatan, diikuti peserta dari beberapa kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Kabupaten Gunung Mas, Kapuas, Kotawaringin Timur, dan Pulang Pisau. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari untuk masing-masing angkatan.

Di BPP Bataguh Kecamatan Kapuas yaitu angkatan 34, pada materi kelompok dasar, peserta memperoleh materi tentang Peran Brigade Pangan Mendukung Pencapaian Swasembada Pangan.

Pada materi kelompok inti, peserta memperoleh materi Proposal Usahatani Berorientasi Bisnis, Analisa Kelayakan Usahatani, dan Rencana Tanam. Sedangkan di materi kelompok penunjang, yaitu Rencana Tindak Lanjut.

Peserta mempraktikkan membuat analisa usahatani padi, perbedaan analisa usahatani padi varietas unggul dan varietas lokal.

Saat penutupan pelatihan, Rabu (3/9/2025), salah seorang peserta, M. Sabran, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh panitia pelatihan baik BBPP Lembang dan Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas.

“Ilmunya sangat bermanfaat untuk kegiatan kami di brigade pangan,” ujar Sabran singkat.(***)