15 April 2026

Bulan: Maret 2026

BRI BO Pancoran Salurkan Bingkisan Ramadan 1447 Hijriah

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - BRI Branch Office (BO) Pancoran terus memberikan kepedulian di Ramadan 1447 Hijriah. Salah satu bentuknya dengan memberikan bingkisan ramadan. Jelang lebaran, BRI Pancoran menyalurkan bingkisan untuk masyarakat sekitar yang membutuhkan.

Kali ini penyaluran bingkisan ramadan 1447 Hijirah dilakukan oleh Manager Operasional BRI BO Pancoran, Desiyanto Wicaksono. Adapun bingkisan ramadan diberikan ke panti asuhan, duafa serta masyarakat yang membutuhkan di lingkungan sekitar kantor BRI BO Pancoran.

Pimpinan BRI BO Pancoran, Ainul Wardi menjelaskan, pihaknya menyalurkan paket sembako di Ramadan untuk persiapan lebaran. Biasanya masyarakat membutuhkan sembako. Oleh karena itu BRI BO Pancoran menyalurkan paket sembako kepada yang membutuhkan.

"Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat sesuai kebutuhan," ujarnya Ainul.

Ainul menambahkan, tak hanya di Ramadan saja, BRI BO Pancoran juga selalu berupaya menyalurkan berbagai bantuan sesuai dengan kebutuhan di lingkungan. Ada untuk kesehatan, pendidikan, sosial, keagamaan dan lainnya.

"Kami mencoba memberikan yang terbaik untuk lingkungan sekitar sesuai dengan apa yang dibutuhkan," tegasnya.

Seperti kita ketahui, BRI memiliki aneka produk dan program unggulan yang jelas menguntungkan nasabahnya. Beragam kemudahan serta benefit terbaik selalu diberikan. Pelayanan prima juga tak pernah luput diberikan oleh BRI kepada seluruh nasabah dan masyarakat.

"Ayo jadi nasabah BRI, bisa ikut program berhadiah hingga bisa menikmati beragam promo menarik," tutupnya.(*)

Di Hadapan Saudagar Bugis Makassar, Mentan Amran Tegaskan Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Negara Kuat

TANIINDONESIA.COM, Makassar, -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan hilirisasi sebagai kunci utama untuk memperkuat ekonomi nasional, kemandirian energi, serta ketahanan pangan di tengah dinamika global. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026 di Hotel Claro Makassar, Kamis (26/3/2026).

Di hadapan para pengusaha dan saudagar Bugis Makassar dari berbagai daerah dan negara itu, Mentan Amran menekankan bahwa Indonesia tidak boleh lagi hanya mengekspor bahan mentah, tetapi harus masuk pada tahap hilirisasi agar nilai tambah dinikmati di dalam negeri.

Menurutnya, sejumlah komoditas unggulan seperti kelapa, kelapa sawit (CPO), dan gambir memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui hilirisasi. Produk turunan seperti minyak olahan, santan, coconut water, hingga produk turunan industri lainnya dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi secara signifikan dibandingkan produk mentah.

“Kelapa kita kuasai dunia, nomor satu dunia. Masalahnya adalah kelapa dikirim bulat-bulat. Kalau ini diolah menjadi virgin coconut oil, coconut milk, coconut water, nilainya bisa puluhan sampai ratusan kali lipat. Air kelapa saja sekarang dijual mahal di luar negeri hanya karena packaging, padahal bahan bakunya dari Indonesia.” kata Mentan.

Selain kelapa, Indonesia juga menguasai sekitar 80 persen pasar gambir dunia, namun masih diekspor dalam bentuk setengah jadi sehingga nilai tambah dinikmati negara lain.

“Gambir itu 80% kita suplai dunia. Tapi yang dikirim setengah jadi. Kalau kita hilirisasi, nilainya ribuan triliun. Nilai tambah tertinggi itu ada di hilir, bukan di hulu.” ungkap Mentan Amran.

Mentan Amran juga menyinggung potensi besar hilirisasi kelapa sawit (CPO) yang menurutnya dapat mengubah peta ekonomi dunia karena Indonesia menguasai lebih dari 60 persen produksi CPO dunia.

“Kalau CPO kita olah semua menjadi margarin, kosmetik, dan produk turunan lainnya, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia. Kita kuasai lebih dari 60% pasar dunia. Artinya Indonesia sangat menentukan.” sebut Mentan Amran.

Mentan Amran menegaskan bahwa hilirisasi tidak hanya akan memperkuat ekonomi nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional.

Baca Juga: Kopi Gayo Jadi Sorotan Kuliah Umum, Politeknik Enjiniring Pertanian Generasi Muda Didorong Terjun ke Pertanian

Ia juga menyampaikan bahwa perjuangan menuju swasembada dan hilirisasi tidak selalu mudah karena ada pihak-pihak yang tidak senang ketika Indonesia berhenti impor dan mulai mandiri. Namun demikian, ia memastikan bahwa pemerintah akan terus melanjutkan program hilirisasi, swasembada pangan, dan kemandirian energi sesuai arahan Presiden.

“Tidak semua orang senang kalau kita swasembada. Tapi kita akan lanjutkan perjuangan ini. Kita akan jadikan Indonesia besar melalui pangan, energi, dan hilirisasi. Di situlah masa depan ekonomi Indonesia.” ujar Mentan.

Keberhasilan Indonesia dalam memperkuat sektor pangan bahkan telah memberikan dampak terhadap harga pangan dunia karena Indonesia berhasil mengurangi impor beras secara signifikan.

“Dulu harga pangan dunia itu $660 per ton, turun menjadi $340, terakhir datanya $368, 44%. Artinya apa? Indonesia berkontribusi pada dunia itu menurunkan harga pangan, karena Indonesia tidak impor beras, sebanyak 7 juta ton kita impor berturut-turut, kurang lebih 100 triliun, dan ini menjadi 0, sehingga harga beras dunia turun 44%. Dan itu adalah kerja keras kita semua. Bukan saya, kami adalah bagian kecil dari republik ini.” Imbuh Mentan.

Keberhasilan Indonesia di sektor pangan tersebut juga mendapatkan pengakuan internasional melalui penghargaan ketahanan pangan dunia.

“Kemudian, alhamdulillah dapat penghargaan dari penghargaan tertinggi dunia, FAO. Itu dua kali berturut-turut, 2024-2025, dari penghargaan tertinggi dalam bidang ketahanan pangan dan penghargaan kontribusi terbaik dalam memperkuat sistem pangan global,” ujarnya

Seiring dengan pengakuan tersebut, minat negara lain untuk menjalin kerja sama di sektor pangan juga terus meningkat.

“Negara-negara lain berdatangan belajar. Jepang datang. Tidak pernah kunjungan ke Indonesia selama republik ini berdiri. Jepang, Kanada, Chile, Belarus, ini tidak pernah datang ke Indonesia, karena dia teknologinya hebat. Begitu datang, mereka datang belajar karena ada bukti yang kita tunjukkan.” sebut Mentan Amran

Mentan Amran menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan hal yang sangat strategis karena krisis pangan dapat berdampak pada krisis politik dan sosial.

“Kalau krisis ekonomi, Indonesia mampu bertahan. Kalau krisis kesehatan, COVID-19, Indonesia mampu bertahan. Tapi begitu krisis pangan akan melompat krisis politik dan konflik sosial bisa terjadi. Negara bisa runtuh kalau krisis pangan. Makanya Presiden kita sangat visioner, dari awal sudah bicara swasembada pangan dan swasembada energi.” papar Mentan Amran.(*)

Gaspol, Pasca Idul Fitri Penyuluh Pertanian Jawa Tengah Tingkatkan Kinerja

TANIINDONESIA.COM, Magelang – Selepas hari raya Idul Fitri, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) lakukan Pembinaan Penyuluh Pertanian Lapangan, Senin (23/3/2026).

Hadir di Aula Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) Kampus Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, 110 penyuluh dari Kabupaten/ Kota Magelang, Temanggung, Semarang dan perwakilan dinas pertanian setempat.

Giat ini dinilai penting untuk memacu produktivitas pertanian di wilayah Kedu Raya melalui peningkatan kinerja penyuluh pertanian lapangan.

Seperti disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, penyuluh menjadi garda depan pertanian. Ia menekankan peran strategis Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), bukan hanya sebagai pendamping petani, tetapi juga sebagai teladan nyata keberhasilan pertanian.

“Pertanian maju dimulai dari mindset penyuluh. Jangan tanya apa yang negara berikan, tapi apa yang bisa kita berikan untuk negara. PPL bisa jadi Menteri, Gubernur, bahkan Bupati, asal mau bekerja keras dan konsisten,” sebutnya.

Ia berharap kinerja PPL semakin meningkat, sehingga pendampingan kepada petani dapat berjalan lebih efektif. Penguatan mindset penyuluh diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas, daya saing pertanian, serta percepatan pembangunan pertanian berkelanjutan.

Baca Juga: Brigade Pangan Dorong Generasi Muda Pertanian dan Modernisasi Lahan di Grobogan

Sejurus, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti mendorong penyuluh untuk merapatkan barisan dalam mendampingi petani di lapangan.

“Saat ini, penyuluh sudah menjadi bagian dari Kementan. Sehingga harus berkinerja lebih optimal untuk meraih swasembada pangan.” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Ia mendorong penyuluh untuk melakukan percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) pasca hari Raya Idul Fitri.

“Penyuluh yang paling tahu kondisi petani di wilayahnya masing-masing. Butuh strategi untuk mengoptimalkan pertanaman : produktifitas tinggi dengan menggunakan varietas unggul baru, pertanaman tidak hanya di lahan yang sudah menjadi sawah tetapi bisa menggunakan lahan lainnya untuk diusulkan menjadi LPS (lahan pertanian strategis)” paparnya.

Idha menyebut penyuluh harus mampu menjadi penghubung untuk membantu mendetailkan keperluan petani seperti pupuk, saprotan maupun alsintan, melalui CPCL (Calon Petani Calon Lokasi).

“Untuk itu, penyuluh harus bekerja dengan loyal, akuntabel, serta mengikuti prosedur/ SOP yang berlaku” tekannya.

Sebagai tuan rumah, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan menyambut baik kehadiran penyuluh pertanian Kedu Raya.

“Selamat datang di Polbangtan Yoma, kantor kedua penyuluh pertanian lapangan Jawa Tengah. Mari bekerja bersama untuk mendukung swasembada pangan nasional.” sambutnya.

Ia berharap dengan giat ini bisa meningkatkan koordinasi dan komitmen bersama untuk meningkatkan produktivitas pertanian di Jawa Tengah.(*)

Brigade Pangan Dorong Generasi Muda Pertanian dan Modernisasi Lahan di Grobogan

TANIINDONESIA.COM, Grobogan – Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mendorong generasi muda terjun ke sektor pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan, sekaligus memperkuat swasembada pangan nasional. Di Jawa Tengah, 58 Brigade Pangan telah dibentuk di 12 kabupaten, termasuk lima di Kabupaten Grobogan yang tersebar di Kecamatan Godong, Toroh, Tawangharjo, Kradenan, dan Gubug.

Dengan pemanfaatan alat mesin pertanian modern, diharapkan anak muda tertarik mengelola lahan secara produktif dan memperoleh keuntungan dari usaha pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong pemuda untuk memanfaatkan dukungan pemerintah berupa bibit dan pupuk gratis, serta akses pembiayaan.

“Kalau ada lahan dari orang tua, sepupu, atau keluarga, silakan dimanfaatkan. Bibitnya gratis, pupuknya gratis. Anak muda harus memanfaatkan kesempatan ini,” ujar Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan peran Brigade Pangan dalam mempercepat swasembada pangan melalui modernisasi pertanian dan peningkatan kompetensi petani milenial.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), R. Hermawan, menyatakan bahwa Brigade Pangan merupakan sarana regenerasi petani sekaligus wadah pengelolaan agribisnis yang terorganisasi.

Baca Juga: Siapkan Kurikulum OBE, Polbangtan Kementan Cetak SDM Pertanian Unggul

“Brigade Pangan harus berjalan dan beroperasi, bukan sekadar dibentuk,” tegas Hermawan saat pertemuan Brigade Pangan di BPP Toroh, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Kamis (12/3/2026).

Hermawan menambahkan pentingnya kelembagaan yang kuat, dengan manajer, sekretaris, bendahara, dan unit-unit usaha. Tidak hanya menjalankan alsintan, Brigade Pangan juga harus fokus pada budidaya padi untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP).

Selain itu, konsolidasi lahan menjadi strategi penting. Brigade Pangan dapat bekerja sama dengan pemilik lahan melalui mekanisme yang disepakati bersama. Dalam kesempatan ini, Brigade Pangan Toroh menandatangani MoU dengan Gabungan Kelompok Tani Sumber Makmur 1 dan Kelompok Tani Sidodadi untuk bersama-sama meningkatkan produktivitas padi di Kecamatan Toroh.

Dengan langkah ini, Kementan berharap Brigade Pangan menjadi model pertanian modern berbasis generasi muda yang mampu mengoptimalkan lahan, meningkatkan produktivitas, dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Pemkab Sleman Minta Warga Turut Jaga Fungsi Pengelolaan PSU Perumahan

TANIINDONESIA.COM, Pengelolaan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) perumahan di Kabupaten Sleman masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan anggaran hingga perilaku masyarakat yang belum memanfaatkan fasilitas sesuai peruntukannya.

Kepala Bidang Perumahan DPUPKP Kabupaten Sleman, Suwarsono, menjelaskan bahwa pengelolaan PSU perumahan oleh pemerintah daerah telah memiliki dasar hukum yang jelas.

“Pengelolaan PSU perumahan itu sesuai dengan peraturan perundang-undangan, antara lain Permendagri Nomor 9 Tahun 2009, kemudian Perda Kabupaten Sleman Nomor 14 Tahun 2015, serta Perbup Sleman Nomor 28.8 Tahun 2022 tentang penyerahan PSU,” ujar Suwarsono.

Ia menjelaskan, setelah PSU perumahan diserahkan oleh pengembang kepada pemerintah daerah, maka tanggung jawab pengelolaan sepenuhnya berada di tangan Pemkab Sleman.

“Ketika PSU perumahan itu sudah diserahkan kepada pemerintah daerah, maka Pemda memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengelolaan, termasuk pemeliharaan fasilitas tersebut,” katanya.

Namun demikian, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam pemeliharaan seluruh PSU yang telah diserahkan kepada pemerintah daerah.

Karena itu, Pemkab Sleman menerapkan skala prioritas dalam penanganan kerusakan fasilitas.

“Kami melakukan prioritasisasi, memprioritaskan pemeliharaan PSU yang memang sudah rusak agar fungsi fasilitas tersebut bisa kembali normal,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama dalam pengelolaan PSU guna mengurangi beban anggaran daerah.

Menurut Suwarsono, mekanisme kerja sama tersebut juga telah diamanatkan dalam regulasi yang mengatur pengelolaan PSU.

“Ke depan kami juga akan melakukan mekanisme kerja sama pengelolaan PSU. Dengan pola kerja sama ini diharapkan bisa mengurangi beban APBD dalam pemeliharaan PSU perumahan,” ujarnya.

Di sisi lain, Suwarsono menambahkan bahwa persoalan di lapangan tidak hanya terkait anggaran, tetapi juga perilaku sebagian masyarakat yang belum memanfaatkan fasilitas PSU sesuai fungsinya.

Beberapa contoh yang kerap ditemukan di antaranya saluran air hujan yang digunakan untuk pembuangan limbah rumah tangga, hingga saluran drainase yang ditutup untuk kepentingan parkir kendaraan.

“Kendala lainnya memang lebih kepada perilaku masyarakat, seperti saluran air hujan yang digunakan untuk pembuangan limbah, atau bahkan ditutup untuk parkir kendaraan. Hal-hal seperti ini tentu mengganggu fungsi PSU itu sendiri,” katanya.

Karena itu, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat ikut menjaga fasilitas yang telah tersedia agar fungsi infrastruktur perumahan dapat berjalan optimal.

DPUPKP Sleman Intensifkan Pemeliharaan Jaringan Drainase untuk Kelancaran Aliran Air

TANIINDONESIA.COM, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman melalui Bidang Cipta Karya terus melakukan pemeliharaan rutin pada jaringan drainase di berbagai wilayah. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus mencegah terjadinya genangan, terutama saat musim hujan.

Kepala Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman, Haryadi, mengatakan pemeliharaan drainase merupakan pekerjaan rutin yang dilaksanakan setiap hari oleh tim pemeliharaan di lapangan.

“Pemeliharaan drainase rutin dilakukan oleh DPUPKP Sleman melalui Bidang Cipta Karya. Kegiatannya berupa pengangkatan sedimen, pembersihan sampah, serta pemangkasan semak yang tumbuh di jaringan drainase kabupaten,” ujar Haryadi.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas harian tim pemeliharaan drainase untuk memastikan saluran air tetap berfungsi secara optimal. Penumpukan sedimen, sampah, maupun vegetasi liar di saluran air dapat menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan genangan.

Menurut Haryadi, dengan pembersihan dan pemeliharaan secara berkala, kapasitas saluran drainase dapat tetap terjaga sehingga mampu menampung dan mengalirkan air dengan baik.

Sejumlah kajian di bidang pengelolaan infrastruktur perkotaan menyebutkan bahwa pemeliharaan drainase secara rutin sangat penting untuk mencegah pendangkalan saluran serta mengurangi risiko banjir akibat tersumbatnya aliran air oleh sampah dan sedimentasi.

Karena itu, DPUPKP Sleman terus mengoptimalkan kerja tim pemeliharaan drainase agar jaringan saluran di wilayah kabupaten tetap bersih dan berfungsi dengan baik. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan ke dalam saluran air.

Upaya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat tersebut diharapkan dapat menjaga sistem drainase tetap optimal serta menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di wilayah Kabupaten Sleman.

Dinamika Global Makin Kompleks, Wamen HAM Ajak Pelaku Usaha Patuhi Prinsip HAM

TANIINDONESIA.COM, Jakarta — Pengalaman terhambatnya perjalanan diplomasi akibat eskalasi konflik global menjadi refleksi penting bagi Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Mugiyanto, tentang bagaimana dinamika geopolitik dunia dapat berdampak langsung pada mobilitas internasional, stabilitas ekonomi, hingga perlindungan hak asasi manusia.

Hal tersebut disampaikan Mugiyanto saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepatuhan HAM bagi Verifikator dan Pelaku Usaha Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Hak Asasi Manusia pada 9–11 Maret 2026 di Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center, Jakarta.

Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat implementasi Human Rights Due Diligence (HRDD) dalam praktik bisnis serta penggunaan sistem Penilaian Risiko Bisnis dan HAM (PRISMA) sebagai instrumen identifikasi dan mitigasi risiko HAM dalam aktivitas usaha.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri HAM menekankan bahwa kepatuhan HAM kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola ekonomi global.

“Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, kepatuhan terhadap prinsip HAM bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga bagian dari stabilitas ekonomi dan kepercayaan dunia internasional terhadap aktivitas bisnis suatu negara,” ujar Mugiyanto.

Refleksi tersebut juga berangkat dari pengalaman langsung yang dialami Wakil Menteri HAM bersama Direktur Kepatuhan HAM Masyarakat, Komunitas, dan Pelaku Usaha Kementerian HAM, Siti Fajar Ningrum, yang sempat tertahan di Doha, Qatar, ketika perjalanan menuju Swiss untuk menghadiri agenda internasional tidak dapat dilanjutkan akibat penutupan jalur udara di sejumlah kawasan yang terdampak eskalasi konflik geopolitik.

Keduanya sempat berada di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Doha sambil menunggu perkembangan situasi penerbangan internasional sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.

Menurut Mugiyanto, pengalaman tersebut menjadi pengingat nyata bahwa konflik global tidak hanya berdampak pada kawasan perang, tetapi juga pada mobilitas internasional, agenda diplomasi, serta stabilitas ekonomi dunia.

“Situasi yang kami alami menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik dapat berdampak luas terhadap mobilitas internasional dan aktivitas diplomasi global. Ini menjadi pengingat bahwa stabilitas dunia sangat penting bagi perlindungan kemanusiaan dan keberlanjutan aktivitas internasional,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa konflik yang melibatkan kekuatan besar dunia berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas energi dan pangan global.

“Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi berdampak langsung pada distribusi energi dan pangan dunia, khususnya jika jalur strategis seperti Selat Hormuz terdampak. Jika itu terjadi, dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat di seluruh dunia,” tambah Mugiyanto.

Sementara itu, Direktur Kepatuhan HAM Kementerian HAM, Siti Fajar Ningrum, menegaskan bahwa dinamika global tersebut semakin menunjukkan pentingnya stabilitas internasional dalam mendukung perlindungan HAM.

“Ketika agenda internasional terkait HAM dapat terganggu akibat situasi geopolitik, kita semakin menyadari bahwa stabilitas global merupakan prasyarat penting bagi kerja sama internasional dan perlindungan hak asasi manusia,” ujar Siti Fajar.

Kegiatan Bimtek ini diikuti oleh perwakilan 33 Kantor Wilayah Kementerian HAM, pelaku usaha dari berbagai sektor, serta pemangku kepentingan terkait, dengan total peserta sekitar 188 orang.

Melalui kegiatan ini, pemerintah mendorong dunia usaha untuk memahami bahwa penerapan prinsip HAM merupakan bagian dari praktik bisnis berkelanjutan yang semakin menjadi standar global.

Dalam diskusi panel kegiatan tersebut, Poppy Zeidra, Ketua Komite Tetap Kemitraan Strategis Hukum dan HAM KADIN Indonesia, menekankan bahwa kepatuhan HAM perlu dipandang sebagai bagian dari strategi keberlanjutan dunia usaha.

“Dalam konteks ekonomi global saat ini, kepatuhan HAM bukan hanya kewajiban normatif, tetapi juga menjadi bagian dari reputasi dan keberlanjutan perusahaan.

Implementasi Human Rights Due Diligence justru dapat memperkuat kepercayaan investor serta memperluas akses pasar global bagi pelaku usaha Indonesia.”

Sementara itu, Penta Peturun, praktisi di bidang ketenagakerjaan, menyoroti pentingnya integrasi prinsip HAM dalam hubungan industrial.

“Perlindungan pekerja, kesetaraan kesempatan kerja, serta dialog antara perusahaan dan pekerja merupakan elemen penting dalam membangun hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan.”

Di sisi lain, Patricia Rinwigati, Direktur Djokosoetono Research Center Fakultas Hukum Universitas Indonesia, menegaskan bahwa praktik bisnis yang menghormati HAM kini telah menjadi standar internasional.

Melalui kegiatan ini, Kementerian HAM berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya dalam membangun ekosistem bisnis yang produktif sekaligus menghormati nilai-nilai kemanusiaan.(*)

Hadapi Arus Mudik Lebaran, Jalan di Sleman 80 Persen Sudah Siap

TANIINDONESIA.COM, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman menyebut kondisi jalan kabupaten saat ini telah mencapai kesiapan sekitar 80 persen untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026.

Kesiapan infrastruktur jalan tersebut dinilai penting untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik, selain dukungan dari jalan provinsi maupun jalan nasional.

Total panjang ruas jalan kabupaten yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sleman pada tahun 2026 tercatat mencapai 180,84 kilometer.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman Fauzan Ma’ruf menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan survei tahap awal di sejumlah ruas jalan utama sebelum memasuki bulan Ramadan.

Menurutnya, survei tersebut mencakup jalur-jalur yang kerap digunakan pemudik, termasuk jalur wisata, untuk kemudian disusun daftar prioritas penanganan sesuai tingkat kerusakan jalan.

“Termasuk jalur wisata dan dibuat daftar prioritas penanganan sesuai tingkat kerusakan. Berdasarkan data, rata-rata sekitar 80 persen jalan sudah dalam kondisi baik,” ujar Fauzan.

Ia menambahkan, saat ini DPUPKP Sleman masih berfokus pada kegiatan pemeliharaan rutin jalan berdasarkan skala prioritas. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran.

“Kami menargetkan pemeliharaan jalan selesai H-7 sebelum Lebaran,” katanya.

Meski demikian, proses pemeliharaan tidak lepas dari sejumlah kendala, salah satunya faktor cuaca. Fauzan mengungkapkan curah hujan yang masih tinggi membuat pekerjaan di lapangan tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Ia juga memastikan bahwa saat ini tidak ada proyek peningkatan jalan di wilayah Sleman yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas selama masa mudik.

Menanggapi keluhan warganet di media sosial terkait kerusakan di Jalan Magelang, Fauzan menegaskan bahwa ruas jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Untuk Jalan Magelang karena merupakan jalan nasional, sudah kami sampaikan ke PJN terkait perbaikannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY, Anna Rina Herbranti, menyatakan bahwa pihaknya juga telah melakukan pemeliharaan rutin pada seluruh ruas jalan provinsi di DIY.

Ia menyebut total panjang jalan provinsi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah mencapai 674,58 kilometer.

“Kami melakukan pemeliharaan rutin di semua ruas jalan yang menjadi kewenangan kami sepanjang 674,58 kilometer,” jelasnya.

Pemeliharaan tersebut meliputi berbagai kegiatan, seperti pembersihan bahu jalan, perawatan saluran drainase, penutupan lubang menggunakan campuran aspal panas, hingga perbaikan gorong-gorong yang mengalami kerusakan.

Pemeliharaan tersebut meliputi berbagai kegiatan, seperti pembersihan bahu jalan, perawatan saluran drainase, penutupan lubang menggunakan campuran aspal panas, hingga perbaikan gorong-gorong yang mengalami kerusakan.

Kopi Gayo Jadi Sorotan Kuliah Umum, Politeknik Enjiniring Pertanian Generasi Muda Didorong Terjun ke Pertanian

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menggelar kuliah umum bertema “Pengembangan Komoditas Kopi Gayo di Kabupaten Aceh Tengah: Peluang dan Tantangan bagi Generasi Muda di Sektor Pertanian” pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di kampus PEPI di Kabupaten Tangerang serta disiarkan secara daring melalui Zoom.

Kuliah umum tersebut menghadirkan narasumber utama Haili Yoga yang memaparkan potensi besar Kopi Gayo sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia yang telah dikenal hingga pasar internasional.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Andy Saryoko, dosen di PEPI. Dalam diskusi tersebut, peserta mendapatkan wawasan mengenai peluang generasi muda untuk terlibat aktif dalam pengembangan sektor pertanian modern, khususnya dalam pengelolaan dan pengembangan komoditas kopi.

Hal ini sejalan dengan arahan Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya regenerasi petani serta peningkatan nilai tambah komoditas pertanian. Ia mendorong generasi muda untuk terlibat aktif dalam pengembangan sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, serta penguatan hilirisasi produk.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Wida Arsanti dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian. Menurutnya, perguruan tinggi vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan pertanian ke depan.

Senada dengan itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menyampaikan bahwa mahasiswa pendidikan vokasi pertanian memiliki peran penting sebagai motor penggerak transformasi pertanian modern. Ia menilai mahasiswa perlu dibekali tidak hanya pengetahuan teknis, tetapi juga kemampuan kewirausahaan, inovasi teknologi, serta penguatan jejaring agribisnis.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan potensi komoditas unggulan daerah seperti Kopi Gayo sebagai peluang pengembangan usaha berbasis pertanian yang memiliki nilai tambah tinggi.

Baca Juga: Mentan Amran Rapat Hari Minggu Antisipasi Kekeringan dan Ketegangan Geopolitik

Direktur PEPI Harmanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa kuliah umum ini merupakan upaya kampus untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai pengembangan komoditas pertanian unggulan serta peluang besar yang dapat dikembangkan generasi muda di sektor pertanian.

Menurutnya, perguruan tinggi vokasi seperti PEPI memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan pertanian di masa depan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan inspirasi kepada mahasiswa untuk melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki prospek besar. Dengan dukungan teknologi dan inovasi, generasi muda dapat menjadi pelaku utama dalam pembangunan pertanian modern,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Haili Yoga menjelaskan bahwa Kopi Gayo dari wilayah Aceh Tengah memiliki kualitas yang sangat baik dan telah menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia. Ia juga menyoroti pentingnya inovasi, teknologi, serta keterlibatan generasi muda untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

“Kopi Gayo bukan hanya produk unggulan daerah, tetapi juga kebanggaan Indonesia di pasar global. Peran generasi muda sangat penting untuk membawa pertanian ke arah yang lebih modern dan berdaya saing,” kata Haili.

Selain membahas potensi komoditas, kuliah umum ini juga mengangkat berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, mulai dari regenerasi petani, penerapan teknologi pertanian modern, hingga penguatan daya saing produk di pasar global.

Melalui kegiatan ini, PEPI berharap mahasiswa dan generasi muda semakin termotivasi untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian nasional. Kuliah umum ini juga menjadi wadah bagi peserta untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta menumbuhkan semangat inovasi dalam memajukan pertanian Indonesia.

Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, PEPI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya generasi muda yang siap berperan aktif dalam membangun pertanian Indonesia yang inovatif, modern, dan berkelanjutan.(*)

Siapkan Kurikulum OBE, Polbangtan Kementan Cetak SDM Pertanian Unggul

TANIINDONESIA.COM, Sleman – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma) sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian (Kementan), terus berupaya mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Salah satunya melalui pengembangan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang menekankan capaian pembelajaran aplikatif dan relevan dengan dunia kerja.

Sebelumnya, Polbangtan Yoma menggunakan kurikulum berbasis Kewirausahaan untuk mencetak lulusan yang inovatif, mandiri, dan mampu menciptakan lapangan kerja. Dengan OBE, kurikulum disempurnakan agar proses pembelajaran berfokus pada kompetensi dan capaian nyata yang harus dimiliki lulusan, bukan sekadar materi pembelajaran.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya strategi ini dalam mencetak petani modern yang adaptif, inovatif, dan mampu mendorong industrialisasi pertanian.

“Langkah ini sangat strategis untuk mencetak petani modern yang adaptif, inovatif, dan mampu mendorong industrialisasi pertanian guna meningkatkan produktivitas serta ketahanan pangan nasional,” ujar Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa sektor pertanian harus bertransformasi menghadapi tantangan global. Menurutnya, kunci keberhasilan ada pada inovasi teknologi, penguatan kelembagaan petani, dan pengembangan SDM unggul, selaras dengan program pemerintah seperti swasembada pangan, hilirisasi, dan program makan bergizi.

Baca Juga: Mentan Amran Rapat Hari Minggu Antisipasi Kekeringan dan Ketegangan Geopolitik

Untuk mewujudkan hal tersebut, Polbangtan Yoma menggelar Workshop Penyusunan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada 9–11 Maret 2026 di University Club (UC) UGM, Sleman, Yogyakarta. Workshop ini menghadirkan narasumber dari akademisi dan praktisi pendidikan, termasuk Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dwi Sulisworo, yang memaparkan pentingnya penyelarasan antara capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), metode pembelajaran, dan evaluasi berbasis hasil.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menegaskan bahwa pengembangan kurikulum OBE penting untuk menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap bekerja di sektor pertanian.

“Melalui kurikulum OBE, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada materi, tetapi juga pada capaian pembelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan. Kurikulum ini akan diterapkan pada Tahun Akademik 2026/2027 agar lulusan Polbangtan Yoma memiliki kompetensi unggul, profesional, dan siap berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian,” jelas Hermawan.

Workshop ini diharapkan memperkuat sistem pendidikan vokasi pertanian yang berorientasi pada hasil, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan industri pertanian, sekaligus mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan dan peningkatan ketahanan pangan nasional.(*)