30 April 2026

Bulan: Maret 2026

DPUPKP Sleman Bakal Tingkatkan Pengawasan dan Evaluasi Tertib Usaha Jasa Konstruksi

TANIINDONESIA.COM, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) meningkatkan pengawasan dan evaluasi tertib usaha jasa konstruksi. Hal ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan pelaku usaha terhadap regulasi serta memastikan penyelenggaraan pekerjaan konstruksi berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Kegiatan ini dilaksanakan di beberapa lokasi proyek pembangunan yang sedang berlangsung di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan melibatkan tim teknis dari bidang bina konstruksi, pengawas lapangan, serta perwakilan konsultan pengawas proyek.

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman, Sukarmin, ST, MT, menjelaskan, pelaksanaan pengawasan ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh penyedia jasa konstruksi yang beroperasi telah memenuhi ketentuan perizinan usaha, standar kompetensi tenaga kerja, serta penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja konstruksi.

"Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, yang menekankan pentingnya tertib usaha, tertib penyelenggaraan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi," ujar Sukarmin.

Sukarmin menyampaikan bahwa kegiatan pengawasan ini merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas pembangunan infrastruktur di daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa setiap kegiatan konstruksi dilaksanakan secara profesional dan sesuai ketentuan.

“Pengawasan ini tidak hanya bertujuan untuk menemukan kekurangan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan bagi para pelaku usaha jasa konstruksi agar dapat meningkatkan kualitas pekerjaan serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, pemerintah daerah akan terus melakukan monitoring secara berkala guna memastikan seluruh proses pembangunan berjalan secara tertib, aman, dan berkualitas.

“Kami berharap seluruh penyedia jasa konstruksi dapat meningkatkan kompetensi tenaga kerja serta memperhatikan aspek keselamatan kerja, sehingga hasil pembangunan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini akan dilaksanakan pada sedikitnya.12 lokasi proyek konstruksi. Untuk jenis pekerjaan meliputi pembangunan gedung fasilitas publik, peningkatan jalan lingkungan, dan rehabilitasi saluran drainase.

Untuk jumlah perusahaan penyedia jasa yang akan dievaluasi lebih dari 10 badan usaha jasa konstruksi. Sedangkan untuk jumlah tenaga kerja konstruksi yang akan didata lebih dari 100 orang tenaga kerja lapangan.

Selain itu, tim pengawas juga akan melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen perusahaan seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Badan Usaha (SBU), dokumen kontrak kerja konstruksi, serta dokumen rencana keselamatan konstruksi.

Melalui kegiatan pengawasan dan evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap dapat menciptakan ekosistem jasa konstruksi yang lebih profesional, transparan, dan berdaya saing.

"Kegiatan serupa direncanakan akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya pembinaan dan penguatan sektor konstruksi di wilayah Kabupaten Sleman. Sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif, aman, dan berkelanjutan," pungkas Sukarmin.

Melalui kegiatan pengawasan dan evaluasi ini, Pemerintah Kabupaten Sleman berharap dapat menciptakan ekosistem jasa konstruksi yang lebih profesional, transparan, dan berdaya saing.

"Kegiatan serupa direncanakan akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya pembinaan dan penguatan sektor konstruksi di wilayah Kabupaten Sleman. Sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif, aman, dan berkelanjutan," pungkas Sukarmin.

BRI BO Bekasi Siliwangi Salurkan Bingkisan Ramadan

TANIINDONESIA.COM, Bekasi - BRI Branch Office Bekasi Siliwangi kembali menggelar kegiatan sosial untuk masyarakat sekitar. Kali ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan, BRI BO Bekasi Siliwangi menyalurkan bingkisan ramadan.

Pimpinan BRI BO Bekasi Siliwangi, Iqbal Perdana menjelaskan, penyaluran bingkisan ramadan 2026 diberikan kepada para petugas kebersihan dan satpam di area sekitar kantor BRI BO Bekasi Siliwangi.

Sebanyak 105 paket ramadan disalurkan kepada yang membutuhkan. Dimana 50 paket diantaranya diberikan ke petugas kebersihan dan satpam di Kemang Pratama. Sedangkan 55 paket ramadan lainnya di berikan ke tukang parkir dan Duafa sekitar.

"Semoga apa yang kami berikan bisa bermanfaat bagi yang menerimanya," ungkapnya.

Tak hanya saat ramadan, BRI BO Bekasi Siliwangi juga mempunyai beragam program lainnya dibidang pendidikan, keagamaan, sosial, kesehatan dan lainnya.

Ini merupakan salah satu buktinya nyata kepedulian BRI BO Bekasi Siliwangi terhadap masyarakat. Dan juga menjadi salah satu upaya dalam memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat sekitar kantor BRI BO Bekasi Siliwangi.

"BRI BO Bekasi Siliwangi tak hanya memiliki produk perbankan unggulan, upaya pelayanan ke masyarakat pun kami perhatikan," tutupnya.(*)

BRI BO Tambun Bagikan Paket Sembako Untuk Korban Banjir Cabangbungin

TANIINDONESIA.COM, Bekasi - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Tambun selalu berupaya menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL).

Melalui program TJSL ini, BRI BO Tambun membagikan paket sembako kepada warga korban banjir di daerah Cabangbungin.

Kegiatan pembagian paket sembako ini dilaksanakan langsung oleh tim BRI BO Tambun dan juga di hadiri oleh Wakil Badan Pengaturan BUMN, Aminudin Ma'ruf ke tempat tinggal warga terkena banjir yang ada di daerah Cabangbungin.

Pembagian dilakukan di wilayah terdampak banjir dengan sasaran masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Pemimpin Cabang BRI BO Tambun, Galilea Prima Khristianto menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial BRI terhadap kondisi ekonomi masyarakat di sekitar wilayah kerja mereka. Terutama yang memang membutuhkan pasca bencana alam banjir.

“Kami berharap paket sembako yang diberikan bisa memenuhi kebutuhan warga yang terdampak banjir,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Program TJSL ini, BRI BO Tambun berupaya memperkuat perannya sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.

BRI BO Tambun berkomitmen untuk terus melanjutkan program TJSL serupa kedepannya sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah kerja BRI BO Tambun.

"BRI BO Tambun akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat sekitar yang membutuhkan," tutupnya.(*)

DPUPKP Sleman Targetkan Perbaikan 11,799 Km Jalan di 2026

TANIINDONESIA.COM, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) menargetkan peningkatan dan pembangunan jalan sepanjang 11,799 kilometer pada tahun anggaran 2026. Program tersebut tersebar dalam 11 paket pekerjaan jalan serta tiga paket penggantian jembatan di sejumlah kapanewon.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman, Fauzan Ma’ruf, mengatakan penanganan infrastruktur difokuskan pada ruas-ruas strategis yang menjadi akses utama aktivitas warga.

“Penanganan jalan tahun 2026 kami arahkan pada ruas prioritas yang menunjang mobilitas masyarakat, pendidikan, hingga ekonomi. Harapannya kualitas infrastruktur bisa semakin merata,” ujar Fauzan, Minggu (8/3/2026).

Sejumlah ruas yang masuk program peningkatan antara lain Krapyak–Wonosari, Ngawen–Kenteng, Sedogan–Sempu, Pugeran–Paingan, Donoasih–Ngemplak, Losari–Gayamharjo, Kenaran–Losari, Pundong–Klaci, Diro–Kwayuhan, Serut–Krikilan, serta Sanggrahan–Manukan.

Selain itu, DPUPKP Sleman juga merencanakan penggantian tiga jembatan, yakni Jembatan Tumut di Moyudan, Jembatan Nyamplung di Ngaglik, dan Jembatan Plosokerep di Cangkringan.

Fauzan menambahkan, seluruh paket pekerjaan akan dilaksanakan secara bertahap menyesuaikan jadwal lelang serta kesiapan teknis di lapangan.

“Kami pastikan setiap pekerjaan diawali survei kondisi eksisting agar hasilnya benar-benar sesuai kebutuhan warga,” katanya.

Ia berharap program tersebut dapat memperlancar aksesibilitas masyarakat, memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan, serta meningkatkan kemantapan jalan kabupaten.

Pesan Persatuan Mentan Amran pada 3.000 Warga KKSS Saat Bukber di Kediamannya

TANIINDONESIA.COM, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan pesan persatuan, kejujuran, dan kerja keras kepada tiga ribu warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) saat menghadiri acara buka puasa bersama di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026).

Mentan Amran mengatakan, kebersamaan dalam momentum Ramadan menjadi pengingat bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara. Karena itu, setiap orang harus menjaga integritas antara ucapan dan perbuatan serta memperbanyak amal kebaikan kepada sesama.

“Jujur, dan adil dalam bertindak. Karena kita diteropong oleh Allah. Ini hanya panggung sandiwara. 70–80 tahun kita pergi. Yang mengantar kita adalah amal kebaikan kita pada manusia. Nah Bapak Ibu, kita semua sama,” ujar Mentan Amran.

Ia menegaskan bahwa dirinya selalu berusaha memperlakukan semua orang secara setara tanpa memandang jabatan maupun kekayaan. Menurutnya, setiap manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan.

“Saya tidak mau membedakan karena dia punya jabatan dan harta. Siapapun. Kami pulang kampung, ketemu tukang beca, petani kecil, sama dengan saya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga menegaskan komitmennya untuk selalu berpihak kepada rakyat kecil, termasuk dalam menjalankan amanah di sektor pertanian. Ia mencontohkan pengalamannya ketika menemukan petani yang masih bekerja dengan peralatan sederhana dan memastikan bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat.

“Hati-hati. Suara rakyat, suara Tuhan. Kami pernah kunjungan. Ditemukan ibu-ibu mencangkul, pakai kayu. Kami panggil pemerintah dan bupati, mana peralatan yang dikirim. Saya bilang, kalau tidak dikeluarkan, kami hentikan bantuan satu provinsi dan kepala dinasnya dicopot hari itu juga,” ungkapnya.

Menurut Mentan Amran, keberpihakan kepada rakyat kecil adalah tanggung jawab moral yang tidak bisa ditawar. Ia menegaskan bahwa siapapun yang menzalimi rakyat harus berhadapan dengan hukum.

“Yang katanya saya menzolimi. Bukan aku zolimi. Aku yang kirim ke penjara. Karena dia menzolimi rakyat kecil. Jadi kami tidak ada kompromi. Saya selalu ingat bahwa kita akan dimintai pertanggungjawaban. Jika bantuan pemerintah tidak sampai kepada rakyat, itu tanggung jawab kita di dunia dan akhirat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran juga berpesan kepada seluruh keluarga besar KKSS untuk menjaga keluarga, mendidik anak dengan baik, dan memastikan rezeki yang diberikan kepada keluarga berasal dari sumber yang halal.

Baca Juga: Politeknik Enjiniring Kementan Turut Mengawal Program Ketahanan Pangan dalam Diskusi Strategis Nasional

“Jaga keluarga, jaga anak dengan baik. Beri makanan halal. Hati-hati anak-anak kalau tidak kita jaga dengan baik,” pesannya.

Sebagai organisasi yang menaungi masyarakat Sulawesi Selatan di berbagai daerah, Mentan Amran menilai KKSS memiliki kekuatan besar jika seluruh anggotanya menjaga persatuan dan saling menguatkan.

“Kalau KKSS ini menyatu, jumlahnya sekitar 16 juta orang di seluruh Indonesia. Kalau masing-masing bisa mempengaruhi sepuluh orang saja, itu sudah 160 juta orang. Itu bisa memberi pengaruh besar bagi bangsa ini dan bahkan merubah kebijakan Republik Indonesia,” ucapnya.

Ia kemudian membagikan perjalanan hidupnya yang berasal dari keluarga sederhana di desa. Nilai utama yang diwariskan oleh orang tuanya, kata Mentan Amran, adalah kejujuran dan larangan mengambil hak orang lain.

“Kami dari desa yang paling miskin. Hanya pesan orang tua, jangan pernah makan haknya orang lain. Itu saja warisan yang diberikan,” ujarnya.

Mentan Amran juga mengingatkan pentingnya perubahan pola pikir dan kerja keras untuk mengubah nasib. Ia mengutip pesan dalam Al-Qur’an bahwa perubahan hanya bisa terjadi jika seseorang berusaha mengubah dirinya sendiri.

“Berubah cara berpikirnya, berubah tindakanmu, persisten. Kamu akan berubah kehidupanmu. Dalam Al-Qur’an juga demikian, Surah Ar-Ra’d ayat 11, tidak akan berubah nasib suatu kaum kalau bukan dia sendiri yang berubah,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahaya kesombongan. Menurutnya, merasa paling hebat atau paling kaya justru menjadi awal kehancuran seseorang.

“Kalau ada orang selalu menganggap dirinya hebat, itulah awal dari kehancuran. Kalau ada orang menganggap dirinya kaya, itu juga awal kehancuran. Biarlah Allah yang angkat derajatmu,” ujarnya.

Dalam pesannya kepada warga KKSS, Amran mengajak semua pihak untuk menjaga persatuan, memperkuat kolaborasi, dan saling mendukung satu sama lain.

“Kita ini semua bersaudara. Kita tidak usah mencari perbedaan. Kita lihat sisi positifnya. Orang sukses tidak bisa berdiri sendiri. Kalau tetangga saja tidak rukun, jangan mimpi membuat perubahan,” tuturnya.

Mentan Amran mengajak seluruh hadirin untuk terus bekerja keras dan memberikan yang terbaik dalam pekerjaan apapun yang dijalani.

“Apapun pekerjaan kita, lakukan yang terbaik. Mau jual cendol, juallah cendol terbaik. Mau jual baju, jual yang terbaik. Jangan pernah ada niat menipu. Karena menipu hamba Allah sama dengan menipu Tuhan, dan itu tidak akan berkah,” pungkasnya.(*)

Mentan Amran Rapat Hari Minggu Antisipasi Kekeringan dan Ketegangan Geopolitik

TANIINDONESIA.COM, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar rapat pada hari Minggu untuk memastikan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan serta dinamika ketegangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi sektor pangan. Dalam rapat tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah terus memantau kondisi produksi dan stok pangan nasional secara intensif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, kondisi pangan nasional khususnya beras berada dalam keadaan aman. Produksi beras nasional tercatat berkisar antara 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan, lebih tinggi dari rata-rata konsumsi nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan. Total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton, yang terdiri dari stok Perum Bulog sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton.

“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Produksi kita tetap terjaga, bahkan dalam beberapa bulan bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,” ujar Mentan Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta.

Baca Juga: Wamentan Apresiasi Kinerja Penyuluh Sukseskan Swasembada Pangan

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan. Salah satunya melalui program pompanisasi yang telah menjangkau 1,2 juta hektare lahan pada tahun sebelumnya dan akan ditambah 1 juta hektare lagi pada tahun ini. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan irigasi perpompaan (irpom) untuk 1 juta hektare lahan guna memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi saat musim kering.

“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare, dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga. Kita juga tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi geopolitik global maupun potensi El Niño. Produksi kita kuat, stok kita aman,” tegasnya.

Menurut Mentan Amran, stok beras pemerintah juga terus meningkat dan diperkirakan dalam dua bulan ke depan dapat mencapai 5 juta ton seiring masuknya hasil panen raya di berbagai daerah. Selain itu, komoditas pangan lain seperti ayam dan telur juga berada dalam kondisi surplus, sementara ketersediaan pupuk dipastikan aman dengan harga yang bahkan turun sekitar 20 persen.

“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam. Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” pungkas Mentan Amran.(*)

Anggaran Dipangkas 62,5 Persen, DPUPKP Prioritaskan Pemeliharaan Jaringan Irigasi

TANIINDONESIA.COM, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman, melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) menyiapkan alokasi untuk 58 titik pekerjaan yang saat ini masih dalam proses survei dan uji kelayakan. Rinciannya meliputi 19 lokasi peningkatan saluran irigasi dan 29 lokasi rehabilitasi jaringan.

Kepala Bidang SDA DPUPKP Sleman, Muhamad Nurrochmawardi, ST, MM, mengatakan dalam penyusunan perencanaan 2025–2026, DPUPKP Sleman menerapkan skala prioritas, khususnya pada jaringan irigasi tersier dan sekunder. Fokus utama diarahkan pada kegiatan pemeliharaan untuk mencegah kerusakan yang lebih besar.

“Kami tetap prioritaskan pemeliharaan untuk mengantisipasi kerusakan yang lebih parah dan dampak yang lebih besar. Untuk yang sudah diswakelolakan oleh masyarakat, tinggal kami tambahi saja,” ujar Muhamad Nurrochmawardi, Sabtu (7/3/2026).

Adapun perbaikan dan peningkatan saluran irigasi tersebut, lanjutnya, ditetapkan berdasarkan ketersediaan detail engineering design (DED). Menurutnya, keberadaan DED menjadi syarat utama sebelum pengalokasian anggaran dalam APBD.

“Kalau DED sudah ada, itu menjadi prioritas pekerjaan kami. Kalau ada usulan baru untuk perbaikan atau peningkatan, perlu dibuatkan rencana dulu. Tidak bisa langsung dianggarkan dan dilelang,” kata Nurrochmawardi.

Dia menjelaskan peningkatan saluran irigasi dilakukan karena sebagian besar saluran masih berupa tanah. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kebocoran air sehingga suplai air ke lahan pertanian menjadi tidak optimal.

“Nantinya saluran irigasi ini kalau tidak dibeton, akan dibuat pasangan batu yang saling mengait agar lebih kuat dan efisien,” katanya.

Untuk pekerjaan peningkatan saluran irigasi, DPUPKP Sleman menargetkan proses lelang dimulai sejak Februari 2026. Kontrak pekerjaan direncanakan berlangsung pada April. Sementara pembangunan fisik bisa dimulai Mei 2026.

Hingga kini, Nurrochmawardi menyebut baru sekitar 20 persen hingga 30 persen saluran irigasi di Sleman yang telah berstruktur beton. Untuk mencapai kondisi ideal tentu membutuhkan waktu panjang. Terlebih di tengah kebijakan pemangkasan anggaran.

“Anggaran Bidang SDA turun Rp 16 miliar. Saat ini kami hanya memiliki Rp 13 miliar dan itu sudah harus mencukupi seluruh program yang ada,” ujar pria yang akrab disapa Kelik ini.

Selain itu, DPUPKP Sleman juga akan melaksanakan rehabilitasi lima talud pada tahun anggaran 2026.

Diungkapkannya, keputusan memprioritaskan kegiatan pemeliharaan infrastruktur menyusul pemangkasan anggaran hingga 62,5 persen pada Tahun Anggaran 2026.

“Anggaran keseluruhan dipangkas 62,5 persen. Jadi untuk tahun anggaran 2026 ini semua kegiatan dikurangi dan disesuaikan dengan anggaran yang ada,” ujar Nurrochmawardi.

Pihaknya juga tengah mengajukan pembangunan satu embung. Namun, rencana tersebut masih menunggu regulasi serta proses perizinan tanah kas desa (TKD) di tingkat kelurahan.

“Masih berproses di kelurahan untuk izin TKD-nya,” katanya.

Nurrochmawardi mengakui pemangkasan anggaran berdampak signifikan terhadap perencanaan program. Namun pihaknya tetap berupaya agar alokasi yang tersedia dapat direalisasikan secara optimal.

“Dengan pemangkasan sebesar itu, mau tidak mau kami harus berjuang bagaimana caranya agar anggaran yang ada tetap bisa direalisasikan,” pungkasnya.

Syngenta Indonesia Luncurkan Buku Pintar Budidaya Sayuran untuk Mendukung Petani Hortikultura

TANIINDONESIA.COM, Jakarta - Mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, Syngenta Indonesia meluncurkan tiga buku pintar budidaya untuk komoditas hortikultura utama yaitu bawang merah, cabai, dan tomat yang diselenggarakan di Kabupaten Soreang, Jawa Barat. Peluncuran (2 Maret) ini dihadiri oleh lebih dari 100 petani dan berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian yang menyambut kehadiran buku pintar tersebut dengan antusias.

Inisiatif ini sejalan dengan program pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga stabilitas pasokan pangan nasional, khususnya untuk komoditas hortikultura yang sering mengalami fluktuasi harga. Ketiga buku pintar budidaya tersebut berjudul "Bawang Merah Unggul, Panen Optimal, Hasil Maksimal", "Cabai Sehat Berseri, Panen Melimpah, Untung Berlimpah", dan "Tomat Kilau Alami, Tanaman Sehat, Hasil Berlipat".

Buku ini dipersembahkan secara gratis untuk para petani sayuran dan semua pihak yang tertarik untuk mempelajari budidaya sayuran dengan baik. Bahasa yang dipergunakan adalah bahasa sehari hari dan dilengkapi dengan foto-foto berwarna untuk membuat tampilan lebih menarik dan mempermudah proses belajar dari para pembaca sekalian.

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Rahmat Hidayat, S.S.T., M.P., M.H., dalam sambutannya menyatakan, "Tidak ada kata tamat untuk belajar, termasuk dalam hal budidaya tanaman. Kami sangat mengapresiasi upaya Syngenta membuat buku pintar yang dapat membantu petani untuk membudidayakan komoditas hortikultura dengan baik. Pemerintah dan Syngenta memiliki satu tujuan yang sama yaitu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani dengan cara meningkatkan produktivitas."

Peluncuran buku ini merupakan wujud nyata komitmen Syngenta Indonesia dalam mendukung pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan dengan berbagi ilmu praktis budidaya sekaligus memberikan solusi praktis dan inovatif bagi petani untuk menghadapi berbagai tantangan dalam budidaya tanaman hortikultura. Dengan meningkatnya produktivitas dan kualitas hasil panen, diharapkan dapat menjamin ketersediaan pangan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan petani. Peluncuran buku ini juga akan dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, di sentra-sentra tanaman sayuran dalam beberapa bulan ke depan, demikian menurut Suhendro, Marketing Head Syngenta Indonesia.

Narendra Widyanto, Business Planning & Commercial Excellence Manager Syngenta Indonesia menjelaskan, " Sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional, buku pintar ini disusun berdasarkan masukan dari petani dan ilmu teknis yang diterapkan oleh Syngenta. Kontennya tidak hanya mencakup teknologi Syngenta, tetapi juga informasi tentang hama dan penyakit beserta solusinya, inovasi pertanian berkelanjutan, hingga aspek keselamatan bertani." Lebih lanjut ia menambahkan bahwa buku ini akan tersedia dalam format cetak dan versi digital melalui aplikasi Cropwise Syngenta.

Agar petani memahami lebih lanjut mengenai buku budidaya tanaman ini, Syngenta juga melakukan talkshow dengan tema "Sinergi 3 Pilar - Pemerintah, Syngenta, dan Pelaku Usaha Tani - dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Hasil Panen Nusantara". Narasumber yang dihadirkan antara lain Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Rahmat Hidayat, S.S.T., M.P., M.H., Ketua Asosiasi BioAgroinput Indonesia dan Ketua Bidang Pupuk Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Indonesia Gunawan Sutio SP, M.Si., Ketua High Spender (HSP) Priangan - Bandung Dede Koswara, Product Manager - Portfolio Head Syngenta Indonesia Tey Huy Xiang, dan Technical Market Development Syngenta Indonesia Ali Zarkasi.

Peluncuran buku pintar budidaya ini menegaskan komitmen jangka panjang Syngenta Indonesia dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional. Melalui edukasi dan panduan praktis yang komprehensif ini, Syngenta berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani, mengoptimalkan produktivitas pertanian, serta mendorong terwujudnya pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan di Indonesia. Dengan berkolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan, Syngenta akan terus menghadirkan inovasi dan solusi yang mendukung kesejahteraan petani serta ketahanan pangan nasional.(*)

Politeknik Enjiniring Kementan Turut Mengawal Program Ketahanan Pangan dalam Diskusi Strategis Nasional

TANIINDONESIA.COM, Bangka Selatan — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) ikut hadir dalam Seminar Nasional Ketahanan Pangan yang diselenggarakan di Ballroom Gale-Gale Restaurant, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis (5/3/2026). Seminar yang mengangkat tema “Mengawal Mandat Pangan: Harmonisasi Langkah Legislatif dan Petani dalam Program Ketahanan Pangan Era Presiden Prabowo” tersebut menjadi wadah diskusi strategis dalam memperkuat kolaborasi pembangunan sektor pertanian.

Kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 500 orang dari berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian, serta para penyuluh pertanian, petani, dan perwakilan lembaga pendidikan pertanian dari berbagai wilayah di Bangka Belitung, termasuk Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI).

Kehadiran PEPI dalam kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian dalam memperkuat pengembangan sumber daya manusia pertanian serta mendorong penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian di lapangan. Melalui keterlibatan tersebut, PEPI turut berkontribusi dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan, pemerintah, penyuluh, dan petani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, seluruh elemen pembangunan pertanian didorong untuk bekerja lebih cepat, terukur, dan kolaboratif dalam mewujudkan ketahanan serta kedaulatan pangan nasional. Menteri Pertanian menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan harus didukung oleh penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang turut hadir dalam kegiatan ini menekankan bahwa penyuluh pertanian merupakan garda terdepan dalam mendukung program swasembada pangan berkelanjutan. Menurutnya, penyuluh memiliki peran strategis dalam melakukan pendampingan teknologi kepada petani, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, serta memperkuat kelembagaan petani di daerah.

Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Jadi Motor Percepatan LTT di Bangka Belitung

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia pertanian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, lembaga pendidikan vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap terjun langsung dalam pembangunan sektor pertanian.

Direktur PEPI, Harmanto, mengatakan bahwa program Brigade Pangan memberikan dampak positif dalam menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. Di Bangka Belitung, banyak anak muda yang sebelumnya bekerja di sektor pertambangan kini mulai tertarik menjalankan usaha di bidang pertanian karena dinilai memiliki potensi keuntungan yang menjanjikan.

Menurutnya, penyuluh pertanian diharapkan dapat mengawal Brigade Pangan agar berhasil dalam menjalankan usaha tani, termasuk membantu memecahkan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan. Fokus pendampingan diarahkan pada peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas sehingga memberikan dampak yang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan petani, khususnya generasi muda.

Penyuluh juga diharapkan terus bersemangat dalam mendampingi berbagai program utama Kementerian Pertanian dan mampu membuktikan bahwa kebijakan penarikan penyuluh ke Kementerian Pertanian memberikan dampak nyata bagi pembangunan sektor pertanian. Hal tersebut mencakup upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, penguatan hilirisasi produk pertanian, serta pengembangan berbagai program strategis lainnya, ujar Harmanto.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa terbitnya Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2026 memberikan mandat kepada pemerintah daerah dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Pemerintah pusat bertugas menyusun Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK), sedangkan pemerintah daerah bertanggung jawab menjaga keberadaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) serta tidak mengalihfungsikan BPP.

Sebagai bentuk motivasi, penyuluh yang mampu mencapai target kinerja akan diberikan penghargaan (reward). Hal ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja penyuluh dalam mendampingi petani dan mengawal berbagai program pembangunan pertanian di lapangan.

Peran penyuluh dinilai sangat vital dalam mengawal berbagai program pembangunan pertanian, mulai dari pengawalan Luas Tambah Tanam (LTT), penyaluran dan pemanfaatan bantuan pemerintah, pendampingan petani, pengembangan hilirisasi, hingga pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi. Khusus untuk pupuk subsidi, proses verifikasi dan validasi penebusan harus melibatkan tim yang terdiri dari dinas terkait bersama penyuluh pertanian agar penyaluran tepat sasaran.

Seminar ini menjadi wadah diskusi strategis antara pemerintah, legislatif, penyuluh, lembaga pendidikan, serta pemangku kepentingan sektor pertanian lainnya dalam memperkuat sinergi guna mendukung program ketahanan pangan nasional. Kehadiran PEPI bersama BRMP Kepulauan Bangka Belitung menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong modernisasi pertanian serta kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan petani di wilayah Bangka Belitung. (*)

Bantu Pendatang Akses Layanan Hunian, DPUPKP Sleman Siapkan Sistem Jasa Tukang

TANIINDONESIA.COM, Di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan urban di Kabupaten Sleman, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman mengembangkan sistem penyediaan jasa tukang. Inovasi ini guna membantu pendatang mengakses layanan hunian.

Kepala Bidang Pendataan, Pembinaan, dan Pengawasan Bangunan DPUPKP Sleman, Martinus Doni Purbo Kuncahyo menjelaskan, sebagai daerah penyangga Kota Jogja dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di DIY, Sleman berkembang menjadi kawasan permukiman dan pusat pendidikan. Kapanewon Depok, Gamping, Mlati, dan Ngaglik kini menjelma kawasan urban padat yang terintegrasi dengan wilayah perkotaan.

Kondisi tersebut memunculkan tantangan baru, terutama bagi pendatang yang belum memiliki jaringan sosial di lingkungan tempat tinggalnya.

“Situasi ini menyebabkan pendatang yang belum tergabung dalam komunitas masyarakat kesulitan mencari pertolongan terkait tata kelola hunian,” kata Martinus, Jumat (6/3/2026).

Menurut Doni, karakter masyarakat urban dan sub-urban yang cenderung individual membuat pemerintah perlu hadir sebagai fasilitator. Sistem jasa tukang yang tengah dikembangkan akan memuat data tenaga tukang, termasuk nomor telepon yang dapat dihubungi, sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan layanan konstruksi.

"Program ini terintegrasi dengan pelatihan tukang yang telah digelar DPUPKP Sleman sejak beberapa tahun terakhir," ungkapnya.

Pelatihan dilaksanakan di tingkat kalurahan dengan jumlah peserta sekitar 60–70 orang setiap kegiatan. Materi mencakup teknik pemasangan material bangunan hingga aspek Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), dengan narasumber dari bidang Teknik Sipil agar sesuai standar teknis konstruksi.

Melalui sistem jasa tukang dan pelatihan berkelanjutan, DPUPKP Sleman berharap kualitas bangunan hunian semakin meningkat sekaligus menjamin aspek keselamatan warga. Inisiatif ini juga menjadi jawaban atas kebutuhan layanan konstruksi di tengah pesatnya urbanisasi Sleman.

“Material harus berkualitas sesuai kebutuhan. Sedangkan pelaksanaan pembangunan berkaitan dengan bagaimana material tersebut disusun menjadi konstruksi bangunan. Ini aspek teknis yang menentukan kekuatan dan keamanan,” tandasnya.