30 April 2026

Hari: 5 Maret 2026

Siapkan Rp8,8 Miliar, Pemkab Sleman Target Perbaiki 615 Rumah dalam Program RTLH

TANIINDONESIA.COM, Pemerintah Kabupaten Sleman pada 2026 melanjutkan Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat miskin dan rentan miskin ini ditarget sebanyak 615 unit rumah dengan anggaran Rp8,8 miliar.

Kepala Bidang Perumahan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sleman, Suwarsono menjelaskan, program ini berlanjut mengingat masih banyak warga yang memiliki rumah tidak layak huni. Penerima bantuan ditetapkan berdasarkan verifikasi tingkat kerusakan rumah, baik rusak berat, sedang, maupun ringan.

“Proses pendaftaran dimulai dari kalurahan yang mengajukan warga dengan RTLH ke DPU. Selanjutnya tim kami melakukan verifikasi untuk memastikan kelayakan penerima bantuan,” ujar Suwarsono, Kamis (5/3/2026).

Dalam pelaksanaan program RTLH, lanjutnya, kerusakan rumah diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yakni ringan, sedang, dan berat. Kerusakan berat umumnya terjadi pada bagian struktur utama bangunan yang memengaruhi daya tahan rumah.

“Jika kerusakan menyentuh struktur, kami membangun kembali struktur penguatnya. Tetapi kalau membahas konsep rumah tahan gempa secara khusus, regulasinya memang belum ada. Selama ini pembahasannya lebih pada penggunaan material dan teknis pembangunan,” kata Suwarsono

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Sleman, Sarastomo Ari Saptoto mengungkapkan, data penerima program diambil dari Database Kemiskinan yang disusun melalui proses musyawarah bertingkat.

Mulai dari Musyawarah Padukuhan (Musduk) yang diikuti RT, RW, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, kemudian dilanjutkan musyawarah tingkat kalurahan dengan proses verifikasi dan emeterai data sebelum disahkan menjadi Surat Keputusan (SK) Bupati.

“Database ini menjadi dasar untuk berbagai program penanggulangan kemiskinan yang dibiayai APBD, termasuk rehabilitasi RTLH, bantuan pendidikan, dan bantuan kesehatan,” pungkasnya.

Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Jadi Motor Percepatan LTT di Bangka Belitung

TANIINDONESIA.COM, Bangka Selatan – Dalam rangka percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi guna mendukung program swasembada pangan berkelanjutan, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) turut berpartisipasi dalam kegiatan Gerakan Tanam Bersama yang dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (4/3/2026) mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai di sawah Poktan Setia Kawan I, Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan realisasi target tanam padi di wilayah tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, penyuluh pertanian, dan para petani.

Partisipasi PEPI dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program strategis Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi padi nasional. Melalui kegiatan ini, civitas akademika juga berkesempatan melihat langsung praktik budidaya di lapangan serta mendukung penerapan teknologi pertanian modern kepada petani.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, seluruh jajaran pertanian terus didorong untuk mempercepat realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) di berbagai daerah. Mentan menekankan pentingnya optimalisasi lahan, peningkatan indeks pertanaman, serta pemanfaatan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Selain itu, Mentan juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, lembaga pendidikan, dan petani guna mempercepat pencapaian target swasembada pangan nasional.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti yang turut mengikuti kegiatan tanam serentak tersebut menyampaikan bahwa peran lembaga pendidikan vokasi pertanian sangat penting dalam mendukung pembangunan pertanian. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi vokasi seperti Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian.

Baca Juga: Kebersamaan DWP Politeknik Enjiniring Kementan Memeriahkan Semarak Ramadhan

Senada dengan itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Mohammad Amin menegaskan agar seluruh satuan pendidikan vokasi pertanian tetap aktif mendukung program pembangunan pertanian nasional, termasuk melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan lapangan seperti gerakan tanam bersama. Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi mahasiswa dan civitas akademika, khususnya dalam penerapan teknologi pertanian, mekanisasi, dan inovasi sektor pertanian, agar lahir generasi muda yang siap mendukung terwujudnya ketahanan dan swasembada pangan di Indonesia.

Gerakan tanam bersama ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan luas tanam padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan diharapkan dapat tercapai secara optimal.

Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, Harmanto menegaskan komitmen PEPI untuk terus mendukung program percepatan LTT dan penguatan ketahanan pangan nasional. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam kegiatan seperti gerakan tanam bersama menjadi bagian penting dari proses pembelajaran berbasis praktik di lapangan.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman langsung dalam budidaya tanaman pangan, tetapi juga memahami tantangan dan kebutuhan petani di lapangan, sehingga ke depan dapat menghadirkan inovasi teknologi yang lebih tepat guna bagi sektor pertanian.

Gerakan tanam bersama ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan luas tanam padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan diharapkan dapat tercapai secara optimal.(*)

Wamentan Apresiasi Kinerja Penyuluh Sukseskan Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, Grobogan - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut penyuluh berperan secara signifikan dalam capaian swasembada pangan Indonesia.

Hal ini disampaikan pada Pembinaan Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) dan Brigade Pangan di Kantor Camat Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Selasa (3/3/2026).

Di depan 750 peserta yang hadir, Ia mengatakan Indonesia telah mencapai swasembada beras pada akhir 2025.

“Berkat kerjasama semua pihak, Indonesia telah swasembada pangan dan tidak lagi impor beras!” sebutnya.

Karena inilah, Ia menyebut harga beras dunia turun hingga setengahnya. Pasalnya, sebelumnya Indonesia menjadi pelanggan beras terbesar dunia. Dan, kini tidak lagi mengimpor beras.

“Penyuluh berpengaruh besar dalam membawa kesejahteraan petani Indonesia. Sekaligus mempunyai andil dalam memotong harga beras dunia.” jelas Wamentan Sudaryono.

Untuk itu, Ia mengajak penyuluh untuk terus meningkatkan kinerjanya. Karena keberhasilan pangan Indonesia bergantung pada performa penyuluh di lapangan.

Seperti diketahui, sejak 1 Januari 2026, Penyuluh Pertanian telah ditarik dari pemerintah daerah ke Kementerian Pertanian, sesuai dengan Inpres No 3 Tahun 2025.

Dijelaskan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, upaya ini untuk mempercepat swasembada pangan.

“Jumlah penyuluh yang dipindahkan ke Kementerian Pertanian sejumlah 38.318 orang. Penyuluh di Jawa Tengah mencapai 3.302 orang di 35 kabupaten/kota.” ucapnya.

Ia menyebut Penyuluh Pertanian harus menjadi agen perubahan dan percepatan program-program utama Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pembelajaran , Polbangtan Kementan Gelar Penyiapan Pembelajaran TA 2025/2026

“Penyuluh pertanian menjadi ujung tombak pelaksanaan luas tambah tanam, optimasi lahan rawa dan non rawa, padi lahan kering, akses petani ke Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pendampingan dalam penggunaan benih unggul, maupun pupuk yang efisien serta penumbuhan brigade pangan dalam regenerasi pertanian yang adaptif terhadap teknologi.” papar Idha.

Hadir dalam acara, Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo mengatakan dengan PPL dalam satu komando Kementerian Pertanian dapat mendukung percepatan adopsi teknologi pertanian di tingkat petani, sehingga hal ini menjadi lebih efektif.

“Kami berharap PPL memiliki arah kerja yang lebih jelas, terfokus, dan selaras dengan kebijakan nasional seperti swasembada pangan, modernisasi pertanian, serta ketahanan pangan dan kemandirian pangan.”ucapnya.

Sehingga, Ia melanjutkan, pembinaan karier, pelatihan, dan pengembangan kompetensi dapat dilakukan secara terstruktur dan seragam secara nasional.

“Dengan hal ini akan dapat meningkatkan kualitas PPL sebagai tenaga profesional di bidang penyuluhan.” pungkasnya.

Pj. Brigade Pangan Kabupaten Grobogan, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), R. Hermawan menyebut acara ini ditujukan untuk memberikan pembinaan kepada PPL agar memahami tugasnya di lapangan dalam mensukseskan program-program strategis Kementerian pertanian, khususnya program Brigade Pangan.(*)

Kebersamaan DWP Politeknik Enjiniring Kementan Memeriahkan Semarak Ramadhan

TANIINDONESIA.COM, Jakarta – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Politeknik Enjiniring Kementerian Pertanian turut berpartisipasi dalam kegiatan Semarak Ramadhan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Auditorium F Kementan pada Selasa, (03/02/2026).

Partisipasi DWP Politeknik Enjiniring Kementan ini merupakan bentuk dukungan dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarunit kerja di lingkungan Kementerian Pertanian. Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan, diikuti oleh berbagai perwakilan satuan kerja dan lembaga pendidikan lingkup Kementan.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa momentum Ramadhan harus menjadi penguat nilai integritas, kebersamaan, dan semangat melayani. Ia menekankan pentingnya menjaga solidaritas antarpegawai serta meningkatkan kinerja dan dedikasi dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional.

Beliau juga mengajak seluruh jajaran Kementerian Pertanian untuk menjadikan bulan suci sebagai sarana introspeksi diri dan memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. “Ramadhan adalah momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan etos kerja demi kemajuan pertanian Indonesia,” ujarnya.

Senada dengan arahan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti juga menyampaikan bahwa kegiatan Semarak Ramadhan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat karakter dan kebersamaan seluruh insan pertanian.

Ia menekankan pentingnya peran perempuan, khususnya anggota DWP, dalam mendukung tugas dan fungsi organisasi melalui penguatan nilai moral, etika, serta kepedulian sosial. Menurutnya, semangat Ramadhan harus tercermin dalam peningkatan kualitas diri, solidaritas, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia pertanian yang unggul dan berdaya saing.

Baca Juga: Buka Penerimaan Mahasiswa Baru, Politeknik Enjinering Pertanian Siap Cetak SDM Kompeten Berdaya Saing

“Momentum Ramadhan ini hendaknya menjadi penguat semangat untuk terus berkarya, menjaga kekompakan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan sektor pertanian,” ujarnya.
Direktur PEPI Harmanto juga mengapresiasi atas partisipasi aktif DWP PEPI dalam kegiatan Semarak Ramadhan. Ia menegaskan bahwa momentum Ramadhan hendaknya menjadi sarana memperkuat kebersamaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkokoh sinergi antarpegawai di lingkungan kampus dan Kementerian Pertanian.

Melalui partisipasi ini, DWP PEPI berharap dapat terus berkontribusi dalam kegiatan positif yang membangun kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kolaborasi di lingkungan Kementerian Pertanian.

Salah satu agenda yang paling menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah fashion show busana muslimah. Dari DWP PEPI, Ibu Andi dan Ibu Andriwan turut berpartisipasi sebagai perwakilan dalam ajang tersebut. Keduanya tampil anggun dan percaya diri dengan balutan busana bernuansa Ramadhan yang elegan serta tetap mencerminkan nilai kesederhanaan dan etika berbusana.

Berkat kekompakan dan penampilan yang memukau, perwakilan DWP PEPI berhasil meraih Juara Harapan II dalam lomba fashion show. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar PEPI sekaligus bukti semangat dan partisipasi aktif dalam setiap kegiatan Kementerian Pertanian.

Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, DWP Politeknik Enjiniring Kementan berharap dapat terus memperkuat solidaritas, meningkatkan semangat kebersamaan, serta berkontribusi aktif dalam setiap program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian.(*)