30 April 2026

Hari: 12 Maret 2026

Hadapi Arus Mudik Lebaran, Jalan di Sleman 80 Persen Sudah Siap

TANIINDONESIA.COM, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman menyebut kondisi jalan kabupaten saat ini telah mencapai kesiapan sekitar 80 persen untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026.

Kesiapan infrastruktur jalan tersebut dinilai penting untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik, selain dukungan dari jalan provinsi maupun jalan nasional.

Total panjang ruas jalan kabupaten yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sleman pada tahun 2026 tercatat mencapai 180,84 kilometer.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Sleman Fauzan Ma’ruf menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan survei tahap awal di sejumlah ruas jalan utama sebelum memasuki bulan Ramadan.

Menurutnya, survei tersebut mencakup jalur-jalur yang kerap digunakan pemudik, termasuk jalur wisata, untuk kemudian disusun daftar prioritas penanganan sesuai tingkat kerusakan jalan.

“Termasuk jalur wisata dan dibuat daftar prioritas penanganan sesuai tingkat kerusakan. Berdasarkan data, rata-rata sekitar 80 persen jalan sudah dalam kondisi baik,” ujar Fauzan.

Ia menambahkan, saat ini DPUPKP Sleman masih berfokus pada kegiatan pemeliharaan rutin jalan berdasarkan skala prioritas. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran.

“Kami menargetkan pemeliharaan jalan selesai H-7 sebelum Lebaran,” katanya.

Meski demikian, proses pemeliharaan tidak lepas dari sejumlah kendala, salah satunya faktor cuaca. Fauzan mengungkapkan curah hujan yang masih tinggi membuat pekerjaan di lapangan tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Ia juga memastikan bahwa saat ini tidak ada proyek peningkatan jalan di wilayah Sleman yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas selama masa mudik.

Menanggapi keluhan warganet di media sosial terkait kerusakan di Jalan Magelang, Fauzan menegaskan bahwa ruas jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat.

“Untuk Jalan Magelang karena merupakan jalan nasional, sudah kami sampaikan ke PJN terkait perbaikannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY, Anna Rina Herbranti, menyatakan bahwa pihaknya juga telah melakukan pemeliharaan rutin pada seluruh ruas jalan provinsi di DIY.

Ia menyebut total panjang jalan provinsi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah mencapai 674,58 kilometer.

“Kami melakukan pemeliharaan rutin di semua ruas jalan yang menjadi kewenangan kami sepanjang 674,58 kilometer,” jelasnya.

Pemeliharaan tersebut meliputi berbagai kegiatan, seperti pembersihan bahu jalan, perawatan saluran drainase, penutupan lubang menggunakan campuran aspal panas, hingga perbaikan gorong-gorong yang mengalami kerusakan.

Pemeliharaan tersebut meliputi berbagai kegiatan, seperti pembersihan bahu jalan, perawatan saluran drainase, penutupan lubang menggunakan campuran aspal panas, hingga perbaikan gorong-gorong yang mengalami kerusakan.

Kopi Gayo Jadi Sorotan Kuliah Umum, Politeknik Enjiniring Pertanian Generasi Muda Didorong Terjun ke Pertanian

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menggelar kuliah umum bertema “Pengembangan Komoditas Kopi Gayo di Kabupaten Aceh Tengah: Peluang dan Tantangan bagi Generasi Muda di Sektor Pertanian” pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di kampus PEPI di Kabupaten Tangerang serta disiarkan secara daring melalui Zoom.

Kuliah umum tersebut menghadirkan narasumber utama Haili Yoga yang memaparkan potensi besar Kopi Gayo sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia yang telah dikenal hingga pasar internasional.

Kegiatan ini dimoderatori oleh Andy Saryoko, dosen di PEPI. Dalam diskusi tersebut, peserta mendapatkan wawasan mengenai peluang generasi muda untuk terlibat aktif dalam pengembangan sektor pertanian modern, khususnya dalam pengelolaan dan pengembangan komoditas kopi.

Hal ini sejalan dengan arahan Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya regenerasi petani serta peningkatan nilai tambah komoditas pertanian. Ia mendorong generasi muda untuk terlibat aktif dalam pengembangan sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, serta penguatan hilirisasi produk.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Wida Arsanti dalam berbagai kesempatan menegaskan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian. Menurutnya, perguruan tinggi vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan pertanian ke depan.

Senada dengan itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menyampaikan bahwa mahasiswa pendidikan vokasi pertanian memiliki peran penting sebagai motor penggerak transformasi pertanian modern. Ia menilai mahasiswa perlu dibekali tidak hanya pengetahuan teknis, tetapi juga kemampuan kewirausahaan, inovasi teknologi, serta penguatan jejaring agribisnis.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan potensi komoditas unggulan daerah seperti Kopi Gayo sebagai peluang pengembangan usaha berbasis pertanian yang memiliki nilai tambah tinggi.

Baca Juga: Mentan Amran Rapat Hari Minggu Antisipasi Kekeringan dan Ketegangan Geopolitik

Direktur PEPI Harmanto dalam sambutannya menyampaikan bahwa kuliah umum ini merupakan upaya kampus untuk memperkaya wawasan mahasiswa mengenai pengembangan komoditas pertanian unggulan serta peluang besar yang dapat dikembangkan generasi muda di sektor pertanian.

Menurutnya, perguruan tinggi vokasi seperti PEPI memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan pertanian di masa depan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan inspirasi kepada mahasiswa untuk melihat pertanian sebagai sektor yang memiliki prospek besar. Dengan dukungan teknologi dan inovasi, generasi muda dapat menjadi pelaku utama dalam pembangunan pertanian modern,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Haili Yoga menjelaskan bahwa Kopi Gayo dari wilayah Aceh Tengah memiliki kualitas yang sangat baik dan telah menjadi salah satu komoditas ekspor andalan Indonesia. Ia juga menyoroti pentingnya inovasi, teknologi, serta keterlibatan generasi muda untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

“Kopi Gayo bukan hanya produk unggulan daerah, tetapi juga kebanggaan Indonesia di pasar global. Peran generasi muda sangat penting untuk membawa pertanian ke arah yang lebih modern dan berdaya saing,” kata Haili.

Selain membahas potensi komoditas, kuliah umum ini juga mengangkat berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian, mulai dari regenerasi petani, penerapan teknologi pertanian modern, hingga penguatan daya saing produk di pasar global.

Melalui kegiatan ini, PEPI berharap mahasiswa dan generasi muda semakin termotivasi untuk berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian nasional. Kuliah umum ini juga menjadi wadah bagi peserta untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta menumbuhkan semangat inovasi dalam memajukan pertanian Indonesia.

Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, PEPI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong lahirnya generasi muda yang siap berperan aktif dalam membangun pertanian Indonesia yang inovatif, modern, dan berkelanjutan.(*)