8 Mei 2026

#Kementan

Gelar Sharing Session, Kementan Buka Strategi Publikasi Bereputasi dan Riset Strategis

TANIONDONESIA.COM, Yogyakarta — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) menggelar sharing session bertajuk “Strategi Publikasi Bereputasi dan Riset Strategis Kementerian Pertanian” Jumat (17/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh dosen serta pejabat fungsional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas publikasi ilmiah dan memperkuat arah riset institusi.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi yang mampu mendukung pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjawab tantangan sektor pertanian.

R. Hermawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan kampus.

“Kami berharap melalui sharing session ini, para dosen semakin termotivasi untuk menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, turut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dosen dalam publikasi ilmiah menjadi bagian penting dalam memperkuat peran pendidikan vokasi pertanian.

“SDM pertanian yang unggul harus didukung oleh riset yang kuat dan publikasi bereputasi, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pertanian,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya sinergi antara riset dan kebijakan.

 

Baca Juga: Pompanisasi Sukses Tingkatkan Produktivitas Padi di Magelang

“Riset yang dihasilkan oleh institusi pendidikan harus mampu menjawab kebutuhan lapangan dan mendukung program strategis Kementerian Pertanian, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, narasumber utama Dr. Ir. Widodo memaparkan strategi publikasi di Jurnal AGRARIS yang telah terindeks Scopus. Ia menjelaskan pentingnya memahami ruang lingkup jurnal, menjaga kualitas metodologi penelitian, serta konsistensi dalam penulisan artikel ilmiah sesuai standar internasional.

Narasumber lainnya, Prof. Ir. Muhammad Arsyad, membahas critical points dalam publikasi bereputasi. Menurutnya, kualitas substansi penelitian, kebaruan (novelty), serta ketepatan dalam memilih jurnal menjadi faktor kunci untuk menembus jurnal internasional bereputasi.

Sementara itu, Abd. Haris Bahrun menyampaikan arah riset strategis nasional di lingkungan Kementerian Pertanian. Ia menegaskan bahwa penelitian di perguruan tinggi vokasi harus selaras dengan program strategis Kementan, terutama dalam mendukung ketahanan pangan, modernisasi pertanian, dan peningkatan kesejahteraan petani.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi aktif antara narasumber dan peserta. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih dalam terkait strategi publikasi dan arah riset yang relevan dengan kebutuhan sektor pertanian saat ini.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dosen dan pejabat fungsional Polbangtan Yoma semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah bereputasi, serta menghasilkan riset yang berdampak nyata bagi pembangunan pertanian nasional.(*)

Seleksi Ketat Jalur Undangan, Polbangtan Kementan Wawancarai 268 Calon Mahasiswa

TANIINDONESIA.COM, Magelang — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang melaksanakan tahapan wawancara bagi 268 calon mahasiswa baru jalur undangan yang berasal dari SMK pertanian dan anak petani berprestasi.

Wawancara dilakukan secara daring dari dua lokasi, yakni kampus Kusumanegara Yogyakarta dan kampus Tegalrejo Magelang, pada 7–9 April 2026.

Dari total sekitar 600 pendaftar, sebanyak 282 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi. Selanjutnya, 280 peserta mengikuti psikotes secara daring, dan 272 orang memilih jadwal wawancara. Dari jumlah tersebut, 268 peserta tercatat mengikuti proses wawancara.

Tahapan wawancara ini menjadi bagian penting dalam seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk memastikan calon mahasiswa memiliki minat, komitmen, dan potensi di sektor pertanian.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong regenerasi petani.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut regenerasi petani sebagai kebutuhan mendesak bagi masa depan pertanian Indonesia.

“Polbangtan dan PEPI dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian. Lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pelaku utama, agripreneur muda, dan agen perubahan yang membawa inovasi ke lapangan,” ujarnya.

Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Jalur Undangan PMB Polbangtan YOMA Digelar di RSPAU Hardjolukito

Sementara itu, Wakil Direktur III Polbangtan Yoma, Abu Zaenal Zakariya, menegaskan bahwa proses wawancara digunakan untuk menggali lebih dalam potensi peserta, mulai dari minat, bakat, hingga komitmen mereka terhadap sektor pertanian.

“Wawancara ini penting untuk memastikan calon mahasiswa memiliki kesungguhan dalam mengembangkan pertanian serta mendukung program swasembada pangan,” katanya.

Ia menambahkan, pendidikan di Polbangtan Yoma tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, integritas, dan kejujuran.

Polbangtan Yoma menargetkan lulusan yang mampu menjadi petani modern dan inovatif, serta berkontribusi dalam peningkatan produksi di berbagai subsektor, seperti tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan.

“Dengan bekal pengetahuan dan karakter yang kuat, lulusan diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menciptakan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.(*)

Pemeriksaan Kesehatan Jalur Undangan PMB Polbangtan YOMA Digelar di RSPAU Hardjolukito

TANIINDONESIA.COM, Bantul– Kegiatan Pemeriksaan Kesehatan bagi calon mahasiswa Jalur Undangan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) telah dilaksanakan pada tanggal 13–15 April 2026 di RSPAU Hardjolukito. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan calon mahasiswa yang diterima memiliki kondisi kesehatan jasmani dan rohani yang baik sebagai syarat utama dalam mengikuti pendidikan vokasi di bidang pertanian.

Sebanyak 144 peserta dijadwalkan mengikuti pemeriksaan kesehatan, namun yang hadir tercatat sebanyak 129 orang, sementara 15 peserta tidak hadir. Secara umum, ketidakhadiran peserta disebabkan karena bersamaan dengan pelaksanaan ujian akhir sekolah di masing-masing daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur RSPAU Hardjolukito Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S, Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan, Wakil Direktur III, Kepala Kelompok Substansi Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (Kelsi AAKA), panitia PMB Polbangtan, serta orang tua calon mahasiswa yang turut mengantar peserta.

Dalam keterangannya, Direktur RSPAU Hardjolukito Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S menyampaikan komitmennya dalam mendukung proses seleksi kesehatan calon mahasiswa. “Kami memastikan seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan dilaksanakan secara profesional dan sesuai standar medis, sehingga hasilnya dapat menjadi dasar yang akurat dalam menentukan kelayakan peserta,” ujarnya.

Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan juga menegaskan pentingnya tahapan ini dalam proses seleksi mahasiswa baru. “Pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan calon mahasiswa siap mengikuti pendidikan vokasi yang menuntut kesiapan fisik dan mental. Selain itu, peserta tes kesehatan berikutnya dari jalur umum seluruhnya akan melaksanakan pemeriksaan di RSPAU Hardjolukito,” ungkapnya.

Baca Juga: Tanam Serempak Digelar, Kementan Percepat Optimalisasi Lahan CSR

Adapun jenis pemeriksaan kesehatan yang dilakukan meliputi beberapa aspek utama, yaitu:

**1. Fisik Diagnostik**, meliputi pemeriksaan tinggi dan berat badan, tensi atau nadi, gigi dan mulut, THT, bedah, kulit, penyakit dalam, mata (termasuk buta warna), paru atau thorax, serta neurologi atau saraf.

**2. Laboratorium**, meliputi pemeriksaan darah rutin, urine rutin, narkoba (5–7 parameter), fungsi hati (SGOT/SGPT), fungsi ginjal (ureum dan kreatinin), HBsAg, gula darah sewaktu (GDS), EKG atau rekam jantung, serta pemeriksaan kehamilan bagi peserta perempuan.

**3. Rohani/Jasmani**, meliputi tes kejiwaan menggunakan MMPI-2 Dewasa yang dilanjutkan dengan wawancara kejiwaan, serta tes kebugaran.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara menyeluruh oleh tim medis profesional guna memastikan setiap calon mahasiswa memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan. Hal ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi, mengingat tuntutan fisik dan mental dalam pendidikan serta praktik di bidang pertanian yang cukup tinggi.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya menyiapkan SDM pertanian yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat dan tangguh. “Pembangunan pertanian membutuhkan generasi muda yang kuat secara fisik dan mental. Oleh karena itu, proses seleksi seperti pemeriksaan kesehatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas SDM pertanian ke depan,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa kualitas lulusan Polbangtan sangat ditentukan sejak proses seleksi awal. “Kami berkomitmen mencetak SDM pertanian yang profesional, berdaya saing, dan siap terjun langsung ke lapangan. Kesehatan menjadi salah satu faktor utama dalam mendukung keberhasilan pendidikan vokasi pertanian,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Polbangtan Yoma dapat memperoleh calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga sehat dan siap menjalani proses pendidikan serta berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian ke depan.(*)

Tanam Serempak Digelar, Kementan Percepat Optimalisasi Lahan CSR

TANIINDONESIA.COM, Kalimantan Selatan – Kementerian Pertanian telah melaksanakan Gerakan Tanam Serempak di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang dipusatkan di Desa Panyipatan, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (9/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang mewakili Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, didampingi Sekretaris Badan, Zuroqi Mubarok, serta Wakil Bupati Tanah Laut, H. Muhammad Zazuli, dan dilaksanakan serentak di 17 provinsi sebagai bagian dari percepatan tanam nasional.

Gerakan ini merupakan langkah konkret Kementerian Pertanian dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan cetak sawah rakyat guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung tercapainya swasembada padi berkelanjutan. Selain itu, percepatan tanam juga menjadi strategi antisipasi terhadap dampak iklim, termasuk potensi El Nino, yang dapat memengaruhi produksi pangan.

Pada pelaksanaan hari ini, realisasi tanam mencapai sekitar 10.873.87 hektare dari target 10.000 hektare yang telah ditetapkan dan tersebar di berbagai wilayah pengembangan CSR.

Secara keseluruhan, program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025 dilaksanakan di 20 provinsi sebagai bagian dari upaya perluasan lahan produktif guna memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung swasembada padi berkelanjutan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pelaksanaan tanam serempak ini menjadi langkah konkret dalam menjaga momentum produksi nasional di tengah tantangan iklim.

“Kita pastikan tanam berjalan serentak di berbagai wilayah. Ini langkah nyata untuk menjaga produksi tetap stabil dan memastikan kebutuhan pangan nasional aman,” tegasnya.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), pemerintah daerah, hingga penyuluh pertanian dan petani di seluruh lokasi pelaksanaan.

Baca Juga: Seleksi Kesehatan Calon Mahasiswa 2026, Polbangtan Kementan Gandeng RSPAU Hardjolukito

Turut hadir gubernur, bupati/wali kota, serta jajaran dinas pertanian setempat sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan tanam di wilayahnya.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pengawalan di lapangan menjadi faktor kunci dalam memastikan keberhasilan tanam serempak.

“Target kita bukan hanya membuka lahan, tetapi memastikan lahan tersebut benar-benar tertanami. Dari total sekitar 54 ribu hektare lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang sudah terolah bersama pemerintah daerah, seluruhnya harus segera ditanami agar dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produksi pangan nasional. Percepatan tanam harus terus dijaga dan tidak berhenti di hari ini, dengan capaian minimal 1.000 hektare per hari agar kita tidak kehilangan momentum, sehingga dalam waktu dekat seluruh lahan CSR dapat tertanam. Kunci di lapangan adalah pengawalan penyuluh dan kesiapan petani untuk langsung menanam tanpa menunggu kondisi sempurna, sementara kendala teknis diselesaikan secara paralel,” ujarnya.

Gerakan tanam serempak ini juga menjadi bagian dari upaya modernisasi pertanian dan regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda, khususnya Brigade Pangan, dalam proses tanam.

Berikut sebaran realisasi tanam di lokasi CSR pada pelaksanaan hari ini:
* Kalimantan Tengah: 4.105.63 ha
* Sumatera Selatan: 2.062.72 ha
* Kalimantan Selatan: 2.197.60 ha
* Papua Selatan: 816 ha
* Bengkulu: 10 ha
* Sulawesi Selatan: 112.5 ha
* Sulawesi Tenggara: 343,25 ha
* Sulawesi Tengah: 457.33 ha
* Kalimantan Barat: 379.59 ha
* Riau: 51 ha
* Jambi: 52.50 ha
* Kalimantan Timur: 97 ha
* Kalimantan Utara : 35.00
* Papua: 5 ha
* Nusa Tenggara Timur: 72 ha
* Sulawesi Barat: 13 ha
* Gorontalo: 63.75 ha

Melalui pelaksanaan tanam serempak ini, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya dalam mempercepat pemanfaatan lahan produktif baru, meningkatkan produksi nasional, serta menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.(*)

Seleksi Kesehatan Calon Mahasiswa 2026, Polbangtan Kementan Gandeng RSPAU Hardjolukito

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma), salah satu perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian, memperkuat proses Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 melalui kerja sama strategis dengan RSPAU dr. S. Hardjolukito sebagai lokasi pelaksanaan tes kesehatan, psikologi, dan kebugaran.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kampus Polbangtan Yoma, Jalan Kusumanegara No.2, Yogyakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, bersama Direktur RSPAU Hardjolukito, Margono Gatot S pada Senin, 6 April 2026.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menjaring calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kondisi kesehatan fisik dan mental yang prima. Proses seleksi akan mengacu pada standar pemeriksaan nasional yang komprehensif.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian harus didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Menurutnya, pembinaan karakter, disiplin, dan kesiapan mental perlu ditanamkan sejak dini.

“Di dalam sektor pertanian perlu diisi oleh SDM yang berkualitas. Anak-anak harus disiapkan sejak awal dengan disiplin dan semangat untuk meraih masa depan,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya regenerasi petani unggul dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kebutuhan pangan terus meningkat, sehingga diperlukan SDM pertanian yang sehat, kompeten, dan siap menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menyampaikan optimisme bahwa kerja sama ini akan menghasilkan proses seleksi yang lebih berkualitas. Ia menjelaskan bahwa rangkaian pemeriksaan meliputi tes fisik diagnostik, laboratorium, elektrokardiogram (EKG), kesehatan jiwa, serta uji kebugaran.

Baca Juga: Gaspol, Pasca Idul Fitri Penyuluh Pertanian Jawa Tengah Tingkatkan Kinerja

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa calon mahasiswa yang diterima benar-benar siap secara fisik dan mental untuk mengikuti pendidikan vokasi pertanian,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya Polbangtan Yoma telah bekerja sama dengan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) dalam pembinaan karakter mahasiswa, sehingga sinergi dengan RSPAU menjadi kelanjutan dalam penguatan kualitas input mahasiswa.

Sementara itu, Direktur RSPAU Hardjolukito, Marsekal Pertama TNI dr. Margono Gatot S., Sp.JP., menyambut baik kerja sama tersebut dan menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung proses seleksi secara profesional.

“Kami berkomitmen melaksanakan seluruh tahapan pemeriksaan dengan penuh dedikasi, disiplin, dan tanggung jawab, guna memastikan hasil seleksi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Selain mendukung seleksi mahasiswa baru, RSPAU Hardjolukito juga membuka peluang kerja sama lanjutan dalam berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.

Melalui sinergi ini, Polbangtan Yoma optimistis dapat mencetak generasi muda pertanian yang unggul, sehat, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia.(*)

Mentan Amran Rapat Hari Minggu Antisipasi Kekeringan dan Ketegangan Geopolitik

TANIINDONESIA.COM, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar rapat pada hari Minggu untuk memastikan langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan serta dinamika ketegangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi sektor pangan. Dalam rapat tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah terus memantau kondisi produksi dan stok pangan nasional secara intensif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Berdasarkan data terbaru per Maret 2026, kondisi pangan nasional khususnya beras berada dalam keadaan aman. Produksi beras nasional tercatat berkisar antara 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan, lebih tinggi dari rata-rata konsumsi nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan. Total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai 27,99 juta ton, yang terdiri dari stok Perum Bulog sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen sebesar 11,73 juta ton.

“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Produksi kita tetap terjaga, bahkan dalam beberapa bulan bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,” ujar Mentan Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta.

Baca Juga: Wamentan Apresiasi Kinerja Penyuluh Sukseskan Swasembada Pangan

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan. Salah satunya melalui program pompanisasi yang telah menjangkau 1,2 juta hektare lahan pada tahun sebelumnya dan akan ditambah 1 juta hektare lagi pada tahun ini. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan irigasi perpompaan (irpom) untuk 1 juta hektare lahan guna memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi saat musim kering.

“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare, dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga. Kita juga tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi geopolitik global maupun potensi El Niño. Produksi kita kuat, stok kita aman,” tegasnya.

Menurut Mentan Amran, stok beras pemerintah juga terus meningkat dan diperkirakan dalam dua bulan ke depan dapat mencapai 5 juta ton seiring masuknya hasil panen raya di berbagai daerah. Selain itu, komoditas pangan lain seperti ayam dan telur juga berada dalam kondisi surplus, sementara ketersediaan pupuk dipastikan aman dengan harga yang bahkan turun sekitar 20 persen.

“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam. Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” pungkas Mentan Amran.(*)

Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Jadi Motor Percepatan LTT di Bangka Belitung

TANIINDONESIA.COM, Bangka Selatan – Dalam rangka percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi guna mendukung program swasembada pangan berkelanjutan, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) turut berpartisipasi dalam kegiatan Gerakan Tanam Bersama yang dilaksanakan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (4/3/2026) mulai pukul 13.30 WIB hingga selesai di sawah Poktan Setia Kawan I, Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan realisasi target tanam padi di wilayah tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, penyuluh pertanian, dan para petani.

Partisipasi PEPI dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program strategis Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produksi padi nasional. Melalui kegiatan ini, civitas akademika juga berkesempatan melihat langsung praktik budidaya di lapangan serta mendukung penerapan teknologi pertanian modern kepada petani.

Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, seluruh jajaran pertanian terus didorong untuk mempercepat realisasi Luas Tambah Tanam (LTT) di berbagai daerah. Mentan menekankan pentingnya optimalisasi lahan, peningkatan indeks pertanaman, serta pemanfaatan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Selain itu, Mentan juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, lembaga pendidikan, dan petani guna mempercepat pencapaian target swasembada pangan nasional.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti yang turut mengikuti kegiatan tanam serentak tersebut menyampaikan bahwa peran lembaga pendidikan vokasi pertanian sangat penting dalam mendukung pembangunan pertanian. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi vokasi seperti Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian.

Baca Juga: Kebersamaan DWP Politeknik Enjiniring Kementan Memeriahkan Semarak Ramadhan

Senada dengan itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Mohammad Amin menegaskan agar seluruh satuan pendidikan vokasi pertanian tetap aktif mendukung program pembangunan pertanian nasional, termasuk melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan lapangan seperti gerakan tanam bersama. Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi mahasiswa dan civitas akademika, khususnya dalam penerapan teknologi pertanian, mekanisasi, dan inovasi sektor pertanian, agar lahir generasi muda yang siap mendukung terwujudnya ketahanan dan swasembada pangan di Indonesia.

Gerakan tanam bersama ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan luas tanam padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan diharapkan dapat tercapai secara optimal.

Direktur Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, Harmanto menegaskan komitmen PEPI untuk terus mendukung program percepatan LTT dan penguatan ketahanan pangan nasional. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam kegiatan seperti gerakan tanam bersama menjadi bagian penting dari proses pembelajaran berbasis praktik di lapangan.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman langsung dalam budidaya tanaman pangan, tetapi juga memahami tantangan dan kebutuhan petani di lapangan, sehingga ke depan dapat menghadirkan inovasi teknologi yang lebih tepat guna bagi sektor pertanian.

Gerakan tanam bersama ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan luas tanam padi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sekaligus memperkuat komitmen seluruh pihak dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan diharapkan dapat tercapai secara optimal.(*)

Wamentan Apresiasi Kinerja Penyuluh Sukseskan Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, Grobogan - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menyebut penyuluh berperan secara signifikan dalam capaian swasembada pangan Indonesia.

Hal ini disampaikan pada Pembinaan Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) dan Brigade Pangan di Kantor Camat Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Selasa (3/3/2026).

Di depan 750 peserta yang hadir, Ia mengatakan Indonesia telah mencapai swasembada beras pada akhir 2025.

“Berkat kerjasama semua pihak, Indonesia telah swasembada pangan dan tidak lagi impor beras!” sebutnya.

Karena inilah, Ia menyebut harga beras dunia turun hingga setengahnya. Pasalnya, sebelumnya Indonesia menjadi pelanggan beras terbesar dunia. Dan, kini tidak lagi mengimpor beras.

“Penyuluh berpengaruh besar dalam membawa kesejahteraan petani Indonesia. Sekaligus mempunyai andil dalam memotong harga beras dunia.” jelas Wamentan Sudaryono.

Untuk itu, Ia mengajak penyuluh untuk terus meningkatkan kinerjanya. Karena keberhasilan pangan Indonesia bergantung pada performa penyuluh di lapangan.

Seperti diketahui, sejak 1 Januari 2026, Penyuluh Pertanian telah ditarik dari pemerintah daerah ke Kementerian Pertanian, sesuai dengan Inpres No 3 Tahun 2025.

Dijelaskan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, upaya ini untuk mempercepat swasembada pangan.

“Jumlah penyuluh yang dipindahkan ke Kementerian Pertanian sejumlah 38.318 orang. Penyuluh di Jawa Tengah mencapai 3.302 orang di 35 kabupaten/kota.” ucapnya.

Ia menyebut Penyuluh Pertanian harus menjadi agen perubahan dan percepatan program-program utama Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pembelajaran , Polbangtan Kementan Gelar Penyiapan Pembelajaran TA 2025/2026

“Penyuluh pertanian menjadi ujung tombak pelaksanaan luas tambah tanam, optimasi lahan rawa dan non rawa, padi lahan kering, akses petani ke Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta pendampingan dalam penggunaan benih unggul, maupun pupuk yang efisien serta penumbuhan brigade pangan dalam regenerasi pertanian yang adaptif terhadap teknologi.” papar Idha.

Hadir dalam acara, Wakil Bupati Grobogan, Sugeng Prasetyo mengatakan dengan PPL dalam satu komando Kementerian Pertanian dapat mendukung percepatan adopsi teknologi pertanian di tingkat petani, sehingga hal ini menjadi lebih efektif.

“Kami berharap PPL memiliki arah kerja yang lebih jelas, terfokus, dan selaras dengan kebijakan nasional seperti swasembada pangan, modernisasi pertanian, serta ketahanan pangan dan kemandirian pangan.”ucapnya.

Sehingga, Ia melanjutkan, pembinaan karier, pelatihan, dan pengembangan kompetensi dapat dilakukan secara terstruktur dan seragam secara nasional.

“Dengan hal ini akan dapat meningkatkan kualitas PPL sebagai tenaga profesional di bidang penyuluhan.” pungkasnya.

Pj. Brigade Pangan Kabupaten Grobogan, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), R. Hermawan menyebut acara ini ditujukan untuk memberikan pembinaan kepada PPL agar memahami tugasnya di lapangan dalam mensukseskan program-program strategis Kementerian pertanian, khususnya program Brigade Pangan.(*)

Buka Penerimaan Mahasiswa Baru, Politeknik Enjinering Pertanian Siap Cetak SDM Kompeten Berdaya Saing

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menggelar Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 secara virtual pada Kamis (26/02/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menarik minat anak petani serta siswa berprestasi agar dapat melanjutkan studi di bidang pertanian.

Dalam sosialisasi ini, peserta mendapatkan informasi lengkap mengenai program studi yang ditawarkan, tata cara pendaftaran, serta peluang dan manfaat menempuh pendidikan di PEPI. Dengan demikian, calon mahasiswa dapat memahami berbagai keuntungan yang diperoleh dari pendidikan pertanian yang berkualitas.

Menteri Pertanian,Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan untuk menjadikan sekolah pertanian bertaraf internasional, dengan harapan pertanian Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara tetangga bahkan di tingkat global. Menurutnya, penguatan kelembagaan pendidikan vokasi pertanian menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tantangan perubahan iklim. Ia menegaskan bahwa modernisasi pertanian tidak dapat dilepaskan dari peran pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan lulusan kompeten, inovatif, dan siap terjun langsung ke lapangan.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa sumber daya manusia yang berkualitas merupakan kunci utama dalam mempercepat pembangunan sektor pertanian di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas petani dan penyuluh harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan vokasi.

Baca Juga: Alumni Politeknik Enjiniring Kementan Lulus Bakomsus Pertanian dan Aktif Kembangkan Pertanian Modern

Investasi di bidang pendidikan pertanian bukan hanya berdampak pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya perlu terus diperkuat guna menciptakan ekosistem pertanian yang berdaya saing dan berkelanjutan.Ujar Arsanti

Untuk memperluas jangkauan informasi, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota serta para guru sekolah dari berbagai daerah. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan tenaga pendidik tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).

Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu menyebarluaskan informasi kepada lebih banyak calon mahasiswa, khususnya mereka yang berasal dari keluarga petani dan penyuluh pertanian. Melalui peran aktif guru sekolah, informasi mengenai peluang melanjutkan pendidikan di bidang pertanian dapat disampaikan secara langsung kepada siswa, terutama yang memiliki latar belakang keluarga petani.

Harmanto, Direktur PEPI menyatakan bahwa tahun ini lebih banyak kuota mahasiswa berasal dari anak petani/penyuluh dan jalur prestasi. Sehingga dibutuhkan sosialisasi kepada semua Dinas Pertanian kabuapaten/kota agar ikut berpartisipasi dalam merekomendasikan anak petani dan penyuluh yang berada di wilayahnya untuk melanjutkan studi di PEPI

melalui sosialisasi ini, PEPI berkomitmen untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul di bidang pertanian guna mendukung ketahanan pangan nasional. Diharapkan semakin banyak generasi muda yang tertarik dan berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian di Indonesia.(*)

Alumni Politeknik Enjiniring Kementan Lulus Bakomsus Pertanian dan Aktif Kembangkan Pertanian Modern

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh alumni Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI). Sidik, salah satu lulusan PEPI, berhasil lulus seleksi Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) bidang pertanian, yaitu jalur rekrutmen yang menitikberatkan pada kompetensi profesional dan keahlian teknis dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki kapasitas, daya saing, serta kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini. Ilmu terapan, keterampilan teknis, dan pengalaman praktik yang diperoleh selama menempuh pendidikan di PEPI menjadi bekal kuat dalam menghadapi seleksi yang kompetitif.

Saat ini, Sidik bertugas di satuan kerja Binmas sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Batu Kuning. Dalam perannya tersebut, ia melaksanakan pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas, serta menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan problem solving yang humanis.

Tidak hanya menjalankan tugas pembinaan keamanan, Sidik juga aktif mengimplementasikan ilmu pertanian yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di kampus. Di wilayah Kelurahan Batu Kuning, ia turut memberikan penyuluhan pertanian serta membina para petani untuk mendorong penerapan pertanian modern berbasis teknologi dan efisiensi. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia.

Pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menekankan pada peningkatan kesadaran petani terhadap pentingnya transformasi menuju sistem pertanian yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan.
Langkah tersebut sejalan dengan arahan Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian Republik Indonesia, yang menekankan pentingnya percepatan modernisasi pertanian melalui peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, serta penguatan sumber daya manusia pertanian. Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian menyampaikan bahwa generasi muda pertanian dan lulusan pendidikan vokasi harus menjadi motor penggerak transformasi pertanian nasional guna mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan.

Baca Juga: Lewat MAF, Politeknik Enjiniring Kementan Gaungkan Strategi Adaptasi Iklim untuk Swasembada Pangan

Sejalan dengan hal tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) di bawah kepemimpinan Idha Widi Arsanti terus mendorong penguatan kompetensi penyuluh dan praktisi pertanian agar mampu mengawal penerapan inovasi di tingkat lapangan. Peran alumni seperti Sidik dinilai strategis dalam menjembatani kebijakan pemerintah dengan implementasi nyata di masyarakat.

Sebagai alumni PEPI, Sidik membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah tidak berhenti pada tataran teori, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata melalui pendampingan masyarakat binaan. Ia berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan pertanian modern sebagai bagian dari upaya bersama membangun pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

Direktur PEPI, Harmanto, menegaskan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang siap kerja, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab tantangan pembangunan nasional.

“Lulusan PEPI harus menjadi agen perubahan di sektor pertanian. Kami mendorong seluruh alumni untuk terus mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di kampus dalam bentuk aksi nyata di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan alumni yang berkontribusi di berbagai sektor, termasuk melalui jalur Bakomsus, menjadi motivasi bagi civitas akademika PEPI untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, serta mendukung percepatan transformasi pertanian menuju sistem yang modern, mandiri, dan berdaya saing.(*)