21 April 2026

#Kementan

Tingkatkan Mutu Pendidikan Vokasi, Polbangtan Kementan Lakukan Reakreditasi

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta – Magelang sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan Sosialisasi Penyusunan Dokumen Re-Akreditasi Perguruan Tinggi, Jumat (13/2/2026).

Tahapan ini dilakukan untuk memastikan dokumen persyaratan akreditasi dapat dipenuhi oleh Polbangtan Yoma. Dokumen inilah yang nantinya akan diunggah dalam aplikasi SAPTO 2.0 Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

Sedangkan akreditasi sendiri memiliki fungsi esensial dalam menjamin dan meningkatkan mutu Polbangtan Yoma secara berkelanjutan. Selaras dengan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, dan kebijakan nasional.

Hal ini sesuai komitmen Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk meningkatkan pendidikan berkualitas dengan fokus pada keahlian praktis, karakter, dan teknologi.

Ia mendorong pendirian sekolah unggulan, peningkatan kompetensi mahasiswa melalui magang luar negeri, dan integrasi teknologi di pendidikan pertanian, terutama untuk mencetak generasi muda yang mandiri di sektor pertanian.

Baca Juga: Bukti Sukses Bisnis Pertanian, Petani Sukoharjo Berhasil Raup Untung

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa sektor pendidikan memiliki peran besar dalam meningkatkan kapasitas generasi muda pertanian.

“SDM memegang peranan penting dalam sektor pertanian karena menjadi faktor utama dalam peningkatan produktivitas dan ketahanan pangan di Indonesia,” katanya.

Senada, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan menekankan pentingnya penjaminan mutu dalam suatu lembaga.

"Salah satu indikator mutu lembaga dapat dilihat melalui akreditasi institusi tersebut. Maka benar – benar harus dikawal dalam proses penyiapan dan unggah dokumen melalui sistem aplikasi akreditasi SAPTO 2.0 sehingga dapat dicapai mutu yang sesuai standar yang berlaku." katanya.

Untuk itu, Ia berkomitmen memenuhi standar untuk memastikan kualitas terbaik Polbangtan Yoma.

Lebih lanjut, Kepala Unit Penjaminan Mutu Polbangtan Yoma, Bambang Sudarmanto, mengajak seluruh tim reakreditasi untuk menyiapkan dokumen – dokumen sesuai Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025.(*)

Optimalisasi Rawa, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Kuliah Umum dukung program swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM, Tangerang— Generasi muda merupakan penerus pembangunan pertanian. Karena itu, Kementerian Pertanian mengajak generasi muda untuk melakukan transformasi pertanian dari yang dulu tradisional menjadi modern. Kementerian Pertanian terus mendorong kesiapan generasi muda mewujudkan swasembada pangan. Salah satunya dilakukan politeknik enjiniring pertanian indonesia dengan menggelar Kuliah Umum dengan tema optimalisasi rawa dan alsintan bertempat di auditorium pada kamis (12/02/2026)

Kuliah umum tersebut diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta civitas akademika PEPI yang antusias menyimak pemaparan materi dari narasumber yang ahli di bidang pengelolaan lahan rawa dan alat mesin pertanian (alsintan).

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan terkait pengembangan lahan rawa dan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) dan menegaskan bahwa lahan rawa memiliki potensi besar dalam meningkatkan produksi pangan nasional bila dikembangkan secara konsisten dan terencana.

Selain itu, Amran mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam mendorong inovasi pertanian yang berkelanjutan. Ia menekankan bahwa penggunaan mekanisasi pertanian tidak hanya mempercepat proses produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan petani.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti dalam arahannya menekankan bahwa keberhasilan optimalisasi lahan rawa dan pemanfaatan alsintan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia pertanian. Ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi vokasi seperti Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda pertanian yang adaptif, inovatif, dan mampu mengoperasikan serta mengembangkan teknologi mekanisasi pertanian.

Baca juga: Siapkan Lulusan Vokasi Unggul, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Perencanaan Pembelajaran

Lebih lanjut, ia mengajak mahasiswa untuk menjadi agen perubahan di sektor pertanian dengan mengedepankan pendekatan berbasis teknologi, kewirausahaan, dan keberlanjutan lingkungan. Penguatan kompetensi teknis, manajerial, serta kemampuan pendampingan kepada petani menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi pertanian menuju sistem yang modern dan berdaya saing.
Direktur PEPI, Harmanto juga menyampaikan bahwa lahan rawa memiliki potensi strategis untuk meningkatkan produksi pangan apabila dikelola secara tepat dan berkelanjutan. Pengelolaan tata air yang baik, perbaikan kualitas tanah, serta penerapan teknologi budidaya yang sesuai dengan karakteristik lahan rawa menjadi kunci keberhasilan optimalisasi lahan tersebut.

Menurut Harmanto, pemanfaatan lahan rawa dengan dukungan teknologi, perbaikan tata air, serta mekanisasi pertanian agar produktivitas dapat meningkat secara signifikan. Ia juga menekankan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintahan untuk mewujudkan ketahanan pangan melalui optimalisasi sumber daya domestik dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pertanian.

Trip Alihamsyah sebagai narasumber dalam materinya menyampaikan pemanfaatan alsintan modern dinilai sangat penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian. Penggunaan alat mesin pertanian mampu mempercepat proses olah tanah, penanaman, hingga panen, serta menekan biaya produksi dan meminimalkan kehilangan hasil. Integrasi antara pengelolaan lahan rawa dan mekanisasi pertanian diharapkan dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian.

Harsono sebagai Narasumber kedua mengawali kegiatan kuliah umum ini juga diwarnai dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali lebih dalam terkait implementasi teknologi di lapangan serta peluang pengembangan lahan rawa sebagai sentra produksi pangan baru.

Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia berharap dapat mendorong lahirnya inovasi dan sumber daya manusia yang kompeten di bidang enjiniring pertanian, guna mewujudkan sistem produksi pangan yang tangguh dan berkelanjutan.(*)

Siapkan Lulusan Vokasi Unggul, Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Perencanaan Pembelajaran

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menyelenggarakan Kegiatan Perencanaan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada hari pertama, Senin, 3 Februari 2026, bertempat di Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Perkebunan (BRMP Perkebunan).

Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi pertanian dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab tantangan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Pelaksanaan kegiatan ini juga senada dengan arahan Idha Widi Arsanti, yang menegaskan perlunya perencanaan pembelajaran yang terintegrasi, aplikatif, dan berbasis pada kebutuhan nyata sektor pertanian. Perencanaan pembelajaran diharapkan mampu menjawab tantangan pertanian modern melalui penguatan kompetensi teknis, pemanfaatan teknologi pertanian, serta pendekatan pembelajaran berbasis praktik dan lapangan.

Direktur PEPI, Harmanto mengatakan pada semester ganjil sebelumnya, PEPI telah melakukan standardisasi capaian pembelajaran lulusan dan capaian pembelajaran mata kuliah dengan instrumen yang lebih operasional sebagai upaya peningkatan kualitas lulusan. Saat ini, dokumen akreditasi dua program studi juga telah disiapkan untuk pengajuan pada bulan Mei, dengan target memperoleh peringkat unggul.

Baca juga: Teknologi Cerdas untuk Pertanian Berkelanjutan: Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Pameran Inovasi

Kegiatan perencanaan pembelajaran semester genap ini merupakan bagian dari agenda akademik PEPI dalam rangka mempersiapkan dan menyusun perencanaan pembelajaran secara komprehensif, sistematis, dan selaras dengan capaian pembelajaran lulusan. Perencanaan tersebut mencakup penyusunan perangkat pembelajaran, metode pengajaran, serta strategi evaluasi yang akan diterapkan pada Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Wakil Direktur I, Andi Saryoko dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan vokasi pertanian. Menurutnya, perencanaan pembelajaran yang matang merupakan fondasi utama dalam memastikan proses pembelajaran berjalan secara efektif, terukur, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan teknologi pertanian.

Lebih lanjut, Evaluasi keberhasilan pembelajaran mencakup indikator pada tingkat institusi dan program studi. Pada tingkat institusi, indikator meliputi jumlah lulusan, tingkat serapan kerja minimal delapan puluh persen dalam waktu enam bulan, serta kontribusi lulusan. Sementara pada tingkat program studi, evaluasi difokuskan pada relevansi kompetensi dan kontribusi lulusan di sektor kerja.

Melalui kegiatan ini PEPI berupaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan sektor pertanian, sehingga lulusan yang dihasilkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga keterampilan praktis dan kesiapan kerja yang tinggi. Diharapkan, hasil dari kegiatan Perencanaan Pembelajaran Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam pelaksanaan kegiatan akademik ke depan, serta mendukung terwujudnya lulusan vokasi pertanian yang kompeten, profesional, dan berdaya saing dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.(*)

Teknologi Cerdas untuk Pertanian Berkelanjutan: Politeknik Enjiniring Kementan Gelar Pameran Inovasi

TANIINDONESIA.COM, Tangerang - Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) melalui Program Studi Teknologi Alat dan Mesin Pertanian (TAP) selenggarakan Pameran Inovasi Pertanian Prodi TAP Batch V sebagai wadah diseminasi hasil karya dan inovasi mahasiswa dalam mendukung transformasi pertanian modern. Pameran yang mengusung tema “Transformasi Pertanian melalui IoT dan Energi Terbarukan” ini akan dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Depan Rektorat PEPI.

Kegiatan ini menampilkan berbagai inovasi teknologi pertanian yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan sektor pertanian. Sejumlah karya unggulan mahasiswa yang dipamerkan antara lain irigasi tetes otomatis berbasis IoT, sistem shading net otomatis pada mini greenhouse, pompa dan instalasi hidroponik tenaga surya, hingga Agrospray IoT, yaitu alat penyemprot tanaman yang dapat dikendalikan melalui smartphone.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) menegaskan, regenerasi petani merupakan sebuah keharusan. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk terus membina, memfasilitasi, sekaligus membuka ruang inovasi bagi petani muda. Menurutnya, saat ini sudah ada sekitar 300 ribu petani muda di Indonesia yang mulai menunjukkan peran signifikan.

“Petani milenial, pemuda-pemuda, ini membanggakan. Sekarang jumlahnya sudah ada 300 ribu. Yang menarik, ada omzet yang sampai Rp10 miliar per tahun. Ada juga yang Rp5 miliar per tahun. Ini harus kita kawal, kita bina, karena mereka inilah yang menggerakkan ekonomi kerakyatan di daerah,” tegas Mentan Amran.

Senada dengan arahan Kepala BPPSDMP, idha widi Arsanti yang selalu mengarahkan agar lembaga pendidikan vokasi pertanian, terus mendorong pembelajaran berbasis praktik, inovasi, dan kebutuhan lapangan, sehingga lulusan tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian terkini.

Pemanfaatan teknologi digital, mekanisasi pertanian, serta energi terbarukan dipandang sebagai instrumen penting dalam meningkatkan efisiensi usaha tani dan menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Baca juga: Atasi Banjir, Politeknik Enjiniring Kementan tampilkan Inovasi Pompa Aksial

Lebih lanjut, Harmnato, Direktur PEPI juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu mentransformasikan hasil pembelajaran dan inovasi menjadi solusi nyata bagi petani dan pelaku usaha pertanian, sekaligus mendukung program pembangunan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional.

Ia menambahkan, bonus demografi yang dimiliki Indonesia adalah peluang emas untuk mempercepat transformasi pertanian. Dengan inovasi dan digitalisasi, generasi muda dapat menjadi motor penggerak lahirnya pertanian maju, berkelanjutan, sekaligus bernilai ekonomi tinggi.

Selain itu, pengunjung juga dapat melihat secara langsung inovasi lain seperti hidroponik rakit apung, pintu air otomatis, aeroponik pengembunan (misting) berbasis timer, perancangan ombrometer otomatis, serta pengembangan apparatus pengujian pompa pendorong (booster pump) dengan rangkaian seri dan paralel. Tak kalah menarik, turut dipamerkan pompa aksial berbasis tenaga surya, simulasi penyiraman otomatis, dan perancangan hidroponik vertikal.

Melalui pameran ini, Ketua Program Studi, Anasiru juga menyampaikan besar harapannya PEPI dapat memperkenalkan solusi pertanian yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sekaligus menunjukkan peran mahasiswa sebagai agen inovasi dalam menjawab tantangan pertanian masa depan melalui pemanfaatan teknologi terkini.

Kegiatan ini terbuka bagi sivitas akademika, mitra, serta masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dekat perkembangan teknologi dan inovasi di bidang pertanian.(*)

Atasi Banjir, Politeknik Enjiniring Kementan tampilkan Inovasi Pompa Aksial

TANIINDONESIA.COM, Tangerang - Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menjalin kerja sama dengan Bumi Serpong Damai (BSD) dalam kegiatan normalisasi drainase sebagai upaya mendukung pengendalian banjir dan pengelolaan lingkungan kawasan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (29-30 Januari 2026) ini menempatkan peran mahasiswa PEPI sebagai sorotan utama melalui pengenalan berbagai inovasi antisipasi banjir yang berkelanjutan.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya peran aktif institusi pendidikan dan mahasiswa dalam menghadirkan solusi nyata atas persoalan di lapangan melalui inovasi yang aplikatif, cepat, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menjadi garda terdepan dengan mengenalkan berbagai inovasi antisipasi banjir. Mahasiswa terlibat langsung dalam kegiatan pemotongan dan penataan pohon yang menghambat aliran air pada saluran drainase, sekaligus melakukan pengamatan dan evaluasi kondisi tata air kawasan.

Selain itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti kembali menegaskan bahwa mahasiswa vokasi pertanian harus didorong untuk terlibat langsung di lapangan, mengasah kompetensi melalui praktik nyata, serta menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan dan permasalahan riil di masyarakat.

Mahasiswa tidak hanya terlibat dalam kegiatan teknis di lapangan, seperti pemotongan dan penataan pohon yang menghambat aliran air pada saluran drainase, tetapi juga memperkenalkan inovasi berbasis keilmuan yang telah mereka kembangkan di lingkungan kampus. Inovasi tersebut difokuskan pada peningkatan fungsi drainase, efisiensi aliran air, serta upaya pencegahan genangan di kawasan rawan banjir.

Baca juga: Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan jaring SDM unggul

Direktur PEPI, Harmanto juga mengatakan bahwa beberapa inovasi yang diperkenalkan mahasiswa antara lain konsep normalisasi drainase ramah lingkungan, penerapan sistem pengendalian aliran air sederhana, serta pendekatan integrasi tata air dengan pengelolaan lahan dan vegetasi. Inovasi ini dirancang agar mudah diterapkan, adaptif terhadap kondisi lapangan, dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menjadi bentuk pembelajaran langsung yang menghubungkan teori dan praktik. Melalui kolaborasi dengan BSD, mahasiswa PEPI mendapatkan kesempatan untuk menguji gagasan dan inovasi mereka secara nyata, sekaligus memberikan solusi konkret terhadap permasalahan lingkungan yang dihadapi Kawasan, tambah Harmanto.

Harmanto juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendorong mahasiswa agar aktif berinovasi dan berkontribusi bagi masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi juga hadir membawa solusi. Inovasi yang diperkenalkan menjadi bukti peran PEPI dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif dan solutif terhadap tantangan lingkungan.

Melalui kerja sama ini, PEPI berharap inovasi mahasiswa dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara lebih luas, sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam mendukung mitigasi banjir dan pembangunan berkelanjutan.(*)

Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan jaring SDM unggul

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) secara resmi akan membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 mulai 2 Februari 2026. PMB ini menjadi kesempatan emas bagi generasi muda yang ingin berkontribusi langsung dalam pembangunan sektor pertanian modern dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian nasional harus ditopang oleh generasi muda yang menguasai teknologi, berjiwa inovatif, serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa. Pendidikan vokasi pertanian menjadi kunci dalam mencetak tenaga terampil yang siap terjun langsung ke lapangan.

Senada dengan arahan Kepala badan penyuluhan dan pengembangan sumber daya manusia pertanian, Idha Widi Arsanti menekankan bahwa pembangunan pertanian nasional tidak hanya bertumpu pada sarana dan prasarana, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Oleh karena itu, pendidikan vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang terampil, berkarakter, dan mampu menguasai teknologi pertanian modern.

Idha Widi Arsanti juga menekankan bahwa penguatan SDM pertanian harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan vokasi yang menitikberatkan pada penguasaan keterampilan teknis, pemanfaatan teknologi pertanian modern, serta pembentukan karakter dan etos kerja. Lulusan pendidikan vokasi pertanian diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu berwirausaha dan menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah.

Baca juga: Dukung Swasembada Pangan Nasional, Politeknik Enjiniring Kementan Perkuat SDM Berinovasi

Harmanto, Direktur PEPI dalam arahannya selalu mengatakan bahwa PEPI menyelenggarakan pendidikan berbasis praktik dengan porsi pembelajaran lapangan yang dominan. Mahasiswa dibekali keterampilan teknis enjiniring pertanian, pengoperasian alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pemahaman teknologi tepat guna yang mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

PEPI berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul, terampil, dan siap kerja di bidang enjiniring pertanian. Kurikulum yang diterapkan mengedepankan praktik lapangan, pemanfaatan teknologi, serta penguatan karakter dan kedisiplinan, Ujar Harmanto.

Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun 2026 membuka peluang bagi putra-putri terbaik Indonesia untuk bergabung dan berkontribusi dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian, seperti ketahanan pangan, swasembada pangan, mekanisasi pertanian, dan hilirisasi sektor pertanian.

Seluruh tahapan seleksi PMB dilaksanakan secara transparan dan akuntabel guna menjaring calon mahasiswa yang memiliki potensi, kompetensi, serta komitmen tinggi terhadap pembangunan pertanian nasional. Calon pendaftar diimbau untuk mempersiapkan diri sejak dini dan mengikuti seluruh proses pendaftaran sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Informasi lengkap mengenai persyaratan, jalur pendaftaran, jadwal seleksi, dan tata cara pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru PEPI Tahun Akademik 2026/2027 dapat diakses melalui website dan media sosial resmi Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia. Tambahnya.(*)

Dukung Swasembada Pangan Nasional, Politeknik Enjiniring Kementan Perkuat SDM Berinovasi

TANIINDONESIA.COM//Tangerang — Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) terus memperkuat reformasi birokrasi dengan membangun komitmen seluruh pegawai agar mampu beradaptasi dengan perubahan melalui penerapan Core Value ASN BerAKHLAK. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Core Value ASN BerAKHLAK dan Employer Branding ASN “Bangga Melayani Bangsa” yang dipimpin langsung oleh Direktur PEPI, Harmanto, serta diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan PEPI.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium PEPI, Senin (19/01/2026) menjadi momentum penting dalam penguatan budaya kerja yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK diinternalisasikan sebagai acuan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi seluruh pegawai.

Implementasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya penguatan integritas, profesionalisme, serta budaya kerja yang berorientasi pada hasil dan pelayanan. Menteri Pertanian meminta seluruh ASN Kementerian Pertanian untuk bekerja cepat, adaptif, dan kolaboratif dalam mendukung pembangunan pertanian nasional serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sejalan dengan penekanan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang mengingatkan pentingnya penguatan budaya kerja ASN yang berintegritas, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan. Ia menegaskan bahwa implementasi Core Value ASN BerAKHLAK harus tercermin dalam kinerja nyata, disiplin kerja, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan dan pelatihan pertanian.

Baca juga: Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Kukuhkan BEM dan BPM Periode 2026/2027

“Kunci keberhasilan pengembangan SDM pertanian terletak pada komitmen ASN dalam bekerja profesional, kolaboratif, dan responsif terhadap perubahan. Nilai-nilai BerAKHLAK harus menjadi budaya kerja sehari-hari, bukan sekadar slogan,” tegas Arsanti.

Direktur PEPI, Harmanto dalam arahaannya mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penguatan internalisasi nilai-nilai dasar BerAKHLAK sebagai acuan penerapan budaya kerja di lingkup PEPI. Pada kesempatan tersebut, pimpinan PEPI menegaskan agar seluruh pegawai mengimplementasikan Core Value ASN BerAKHLAK secara utuh, sesuai dengan contoh perilaku yang relevan dengan tugas dan fungsi masing-masing.

“Nilai-nilai dasar BerAKHLAK merupakan pondasi utama dalam membentuk ASN yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan. Semakin kuat budaya kerja yang dibangun, maka akan semakin tinggi disiplin dan kinerja pegawai, sehingga mampu mendukung pencapaian target institusi serta memberikan pelayanan prima,” tegas Harmanto.

Sebagai penutup, disampaikan bahwa perubahan menuju birokrasi yang dinamis tidak dapat dicapai dengan cara-cara lama. Diperlukan perubahan fundamental pada pola pikir dan sikap mental ASN, dari yang bersifat hierarkis menuju ASN yang lebih adaptif, lincah, dan inovatif. Oleh karena itu, penandatanganan komitmen bersama penerapan Core Value ASN BerAKHLAK dan Employer Branding ASN “Bangga Melayani Bangsa” ini diharapkan menjadi momentum penting dalam reformasi birokrasi, khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia aparatur di Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia(*)

Dukung Swasembada Pangan, Politeknik Enjiniring Kementan Kukuhkan BEM dan BPM Periode 2026/2027

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) resmi menggelar kegiatan Pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) yang dihadiri oleh sekitar 60 mahasiswa terpilih. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu pukul 19.30 WIB dan berpusat di Gedung Auditorium PEPI (14/01/2026).

Pelantikan diawali dengan pembacaan ikrar pengurus serta penandatanganan berita acara sebagai simbol komitmen bersama untuk menjalankan amanah organisasi secara profesional, bertanggung jawab, serta berkontribusi positif bagi kemajuan institusi dan pembangunan pertanian Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman dalam beberapa kesempatan selalu menyampaikan agar mahasiswa yang ada setiap tahun memiliki agenda intelektual pertanian yang baik, juga memahami tentang industri pertanian 4.0 dengan meningkatkan kualitas kekuatan yang ada untuk memenuhi tantangan era sesuai kebutuhan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti dalam berbagai kesempatan juga menegaskan output dan tujuan dari program pendidikan ini adalah menciptakan job seeker dan job creator, yaitu membentuk wirausahawan muda pertanian dan SDM yang siap bekerja di dunia usaha serta industri pertanian.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Politeknik Enjiniring Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) secara resmi melantik pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) periode kepengurusan terbaru. Kegiatan pelantikan berlangsung khidmat dan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi mahasiswa sebagai wadah pengembangan kepemimpinan, intelektualitas, serta karakter mahasiswa vokasi pertanian.

Baca juga: Awal Tahun 2026, Politeknik Enjiniring Kementan Rancang Kurikulum OBE

Direktur PEPI, Harmanto mengatakan bahwa Pelantikan pengurus BEM dan BPM ini diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan mahasiswa yang visioner, berintegritas, dan responsif terhadap dinamika pembangunan pertanian nasional. Organisasi mahasiswa didorong untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, tetapi juga menjadi mitra strategis institusi dalam mendukung program pendidikan, penelitian terapan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Sejalan dengan Wakil Direktur III PEPI, Enrico Syaefullah dalam sambutannya menekankan pentingnya peran BEM dan BPM sebagai agen perubahan di lingkungan kampus. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi teladan, penggerak inovasi, serta jembatan komunikasi antara civitas akademika dan manajemen kampus dalam mewujudkan tata kelola pendidikan yang partisipatif dan berorientasi pada mutu.

Lebih lanjut, melalui semangat baru kepengurusan ini, BEM dan BPM diharapkan dapat menyusun program kerja yang selaras dengan visi PEPI, khususnya dalam mendukung penguatan kompetensi mahasiswa di bidang enjiniring pertanian, kewirausahaan, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi pertanian modern.

Direktur bersama jajaran dosen lainnya pun mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang telah terpilih sebagai pengurus BEM dan BPM tahun 2026/2027. Dirinya berharap dengan terpilihnya kepengurusan BEM dan BPM rekan – rekan mahasiswa dapat memajukan serta mengharumkan nama baik PEPI untuk kedepannya.(*)

Awal Tahun 2026, Politeknik Enjiniring Kementan Rancang Kurikulum OBE

TANIINDONESIA.COM, BOGOR – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE) sebagai langkah strategis meningkatkan mutu pendidikan vokasi dan menghasilkan lulusan siap kerja serta berdaya saing global di sektor pertanian.

Kegiatan berlangsung di Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian, Bogor, selama tiga hari, Kamis–Sabtu (8–10 Januari 2026). Workshop ini bertujuan memperkuat pemahaman dan implementasi kurikulum berbasis capaian pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri pertanian.

Penguatan kurikulum vokasi ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya pendidikan pertanian dalam menghasilkan SDM unggul, adaptif terhadap teknologi, serta mampu menjawab tantangan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Pendidikan vokasi pertanian diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan berijazah, tetapi tenaga profesional yang produktif, inovatif, dan mampu memberikan solusi nyata di lapangan.
Menteri Pertanian juga mendorong perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian untuk memperkuat link and match dengan dunia usaha dan dunia industri, meningkatkan porsi praktik dan inovasi, serta melahirkan lulusan yang siap mengawal program strategis pertanian nasional. Penerapan kurikulum OBE dinilai selaras karena berfokus pada hasil pembelajaran dan kompetensi lulusan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya transformasi pendidikan vokasi agar semakin adaptif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan riil sektor pertanian.
Santi juga mendorong satuan pendidikan vokasi pertanian untuk menyusun kurikulum yang link and match dengan dunia usaha dan industri, memperkuat pembelajaran berbasis praktik, serta menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki sikap kerja, karakter, dan daya saing tinggi.

Baca juga: Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Amran atas Dedikasi Wujudkan Swasembada Pangan

Direktur PEPI, Harmanto, Kamis (8/1/2025) menegaskan bahwa PEPI secara konsisten menempatkan praktik sebagai porsi utama pembelajaran dibandingkan teori.

“Kami merancang pembelajaran agar mahasiswa mampu menghasilkan produk yang aplikatif dan siap digunakan di dunia kerja. Kurikulum OBE kami terapkan untuk memastikan setiap mata kuliah benar-benar berorientasi pada capaian kompetensi lulusan,” tegas Harmanto.

Ia juga menyampaikan target institusi untuk mendorong seluruh program studi meraih akreditasi unggul. Saat ini, akreditasi perguruan tinggi PEPI telah berperingkat Baik Sekali, sementara beberapa program studi masih berada pada peringkat Baik. Melalui workshop ini, penyusunan dokumen kurikulum OBE ditargetkan rampung secara optimal guna mendukung pencapaian perguruan tinggi unggul.

Wakil Direktur I PEPI, Andy Saryoko, dalam pemaparannya menyampaikan, penerapan kurikulum OBE merupakan amanat Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2025 yang mewajibkan perguruan tinggi menerapkan pembelajaran berbasis capaian lulusan. OBE menitikberatkan pada hasil pembelajaran yang dapat ditunjukkan lulusan, bukan sekadar penguasaan materi.

Melalui workshop ini, PEPI menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas kurikulum dan relevansi lulusan dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional serta memperkuat daya saing di tingkat nasional dan internasional.(*)

Presiden Prabowo Panen Raya Padi di Karawang, Tegaskan Arah Pertanian Modern Indonesia

TANIINDONESIA.COM, Karawang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turun langsung ke sawah Karawang untuk memimpin panen raya padi, sekaligus menegaskan swasembada pangan dan arah pembangunan pertanian nasional yang bertumpu pada modernisasi, mekanisasi, dan pemanfaatan teknologi.

Panen raya padi di Karawang ini dirangkaikan dengan Pengumuman Swasembada Pangan, yang menandai capaian strategis sektor pertanian nasional sebagai hasil kerja bersama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani di seluruh Indonesia.

“Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya, saya diundang panen raya dan pengumuman resmi bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan,” kata Presiden Prabowo saat Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Kabupaten Karawang, Rabu (7/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Prabowo menyaksikan panen di Desa Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, yang merupakan bagian dari sentra produksi nasional. Panen dilakukan menggunakan teknologi combine harvester yang memungkinkan proses panen dilakukan lebih cepat, menekan kehilangan hasil, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.

Selain itu, teknologi yang telah disebarluaskan dan diadopsi oleh petani juga terlihat dari varietas unggul padi Inpari 32. Benih padi yang dikembangkan Kementerian Pertanian ini memiliki potensi hasil 8,42 ton per hektare, sebuah teknologi pengungkit produksi padi nasional. Presiden Prabowo mendorong agar ke depan varietas unggul padi terus dikembangkan untuk menghasilkan produktivitas hingga 15 ton per hektare.

Baca juga: Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga Pupuk 20% Pertama Kali dalam Sejarah

Tidak hanya panen, Presiden Prabowo juga menyaksikan demo alat dan mesin pertanian (alsintan), di antaranya drone, dan pompa air, serta hilirisasi pertanian. Berbagai teknologi tersebut merupakan faktor pendorong peningkatan produksi untuk swasembada pangan berkelanjutan.

“Saya melihat produk hilirisasi pertanian luar biasa. Nanti dengan swasembada pangan di mana-mana, saya dijanjikan Pak Menteri Amran dan Wakil Menteri Pertanian didukung TNI/Polri, jagung pun dalam waktu dekat akan swasembada, pakab akan murah untuk seluruh peternak dan petani. Kita akan turunkan harga pakan. Sudah kita turunkan harga pupuk kalau bisa turunkan lagi harganya,” tegasnya.

Mentan Amran menyampaikan bahwa modernisasi pertanian menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Penguatan mekanisasi, penyediaan sarana produksi, serta pendampingan petani terus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

“Kita harus mendorong pertanian kita berbasis inovasi dan teknologi. Dengan teknolog, produktivitas meningkat, indeks pertanaman naik, biaya produksi turun, dan kesejahteraan petani berdampak,” ucapnya.

Mentan Amran menegaskan komitmen pemerintah untuk membangun pertanian Indonesia yang modern, efisien, dan berdaya saing, sebagai fondasi kuat menjaga kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.(*)