21 April 2026

UPT PELATIHAN

UPT Pelatihan Kementan Dorong Regenerasi Petani Melalui Magang

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, terus mendorong regenerasi petani dengan memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk magang.

Kesempatan ini dimanfaatkan 11 mahasiswa dari Universitas Majalengka yang baru saja menyelesaikan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama satu bulan, periode 14 Juli hingga 14 Agustus 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran pemuda dalam membangun sektor pertanian Indonesia.

“Indonesia membutuhkan pemuda yang cerdas dan tangguh. Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” jelas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengungkapkan bahwa mayoritas petani saat ini sudah semakin tua, padahal kebutuhan pangan terus meningkat.

“Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” ujarnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan bahwa PKL merupakan komitmen BBPP Lembang dalam mengembangkan SDM pertanian yang siap berkontribusi.

“Kami menerima stakeholder di bidang pertanian, baik itu petani, penyuluh, petugas, siswa, mahasiswa, dan lainnya untuk belajar ilmu pertanian di sini,” tuturnya.

Peserta magang, Raffi Ammaf Rachman, mengaku mendapatkan pengetahuan baru dari kegiatan ini.

“Kami memperoleh pengalaman baru dan ilmu yang berharga saat praktik kerja di BBPP Lembang. Sarana untuk praktiknya juga lengkap sehingga mempermudah kegiatan kami selama praktik di sini,” ujarnya.

Baca juga:

Konsultasi Gratis, UPT Pelatihan Kementan Beri Solusi Bagi Petani

Hal senada disampaikan mahasiswa lainnya, Raiza R. Abdurohman, yang mengatakan melalui praktik kerja, mereka siap terjun ke dunia usaha dan dunia industri.

“Kami menjadi lebih terampil dan banyak insight baru dari widyaiswara BBPP Lembang yang sangat bermanfaat, baik teknis pertanian dan tentang public speaking,” ucapnya.

Sementara, 11 mahasiswa dari Universitas Majalengka yang baru saja menyelesaikan program PKL, melakukan seminar hasil, Rabu (13/08/2025).

Para mahasiswa memaparkan hasil pembelajaran mereka di hadapan pembimbing dan penguji. Topik yang dibahas sangat bervariasi, mencakup berbagai inovasi dan teknik pertanian modern.

Di antaranya, Inovasi Media Tanam dan Pupuk Organik yang disampaikan oleh Raiza R. Abdurohman, untuk mengoptimalkan penggunaan arang sekam dan cocopeat sebagai media semai.

Sementara itu, Mufidah membuat kompos bokashi menggunakan mikroorganisme lokal dari rumen sapi, dan Ega membandingkan kecepatan pupuk organik cair dari urin sapi dan pupuk dari daun lamtoro.

Materi lain yang disampaikan dalam seminar adalah Teknik Budidaya Modern oleh Hani Narulita dan Hilda Damayani mempelajari budidaya pakcoy di screen house. Dewi Safitri fokus pada pemeliharaan melon hidroponik dengan sistem irigasi tetes, dan Adid Nazmudin meneliti budidaya brokoli.

Perbanyakan dan Perlindungan Tanaman oleh M. Najib Muhasyin meneliti pertumbuhan vegetatif kentang G0 dalam sistem aeroponik.

Rafi Ammaf Rachman menggunakan teknik Deep Flow Technique (DFT) untuk perbanyakan stek mini kentang, sementara Egi Nurhidayattilah berfokus pada pemeliharaan kentang G1.

Aspek perlindungan tanaman juga didalami oleh Aad Ahmad Syahid, yang meneliti hama dan penyakit pada kentang G1. (RIS/MIR)

Konsultasi Gratis, UPT Pelatihan Kementan Beri Solusi Bagi Petani

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, kembali menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (07/08/2025).

Kali ini, konsultasi diadakan di Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, dan dihadiri sekitar 30 petani.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya pangan bagi manusia.

"Jika tidak ada pangan maka tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar sehingga sangat penting kita jaga pangan," kata Mentan Amran.

Mentan Amran juga mengingatkan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan,” ucap Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” katanya.

Layanan Konsultasi Agribisnis Keliling merupakan salah satu Standar Pelayanan Publik BBPP Lembang. Sejak pertengahan tahun 2024, BBPP Lembang membangun dan mengembangkan inovasi pelayanan publik KAK.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan KAK dibangun dan dikembangkan karena komitmen kuat untuk meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui Konsultasi Agribisnis Keliling. Ini upaya kami dalam pengembangan inkubator agribisnis sebagai pendukung penyelenggaraan pelatihan,” tutur Ajat.

Konsultasi sendiri dilaksanakan secara hybrid, baik secara online (daring) berbasis website dan whatsapp center. Sementara secara offline (luring), para petani datang langsung ke kantor dan KAK datang ke lokasi petani yang membutuhkan konsultasi tentang pertanian.

Baca juga:

Gen Z Pelajari Pertanian Melalui PKL di UPT Kementan

Awal tahun 2025, BBPP Lembang bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat untuk layanan KAK, mengunjungi petani di berbagai kecamatan Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan KAK menghadirkan konsultan yaitu widyaiswara dan petugas lapangan yang kompeten memecahkan permasalahan yang dihadapi petani sesuai yang dibutuhkan.

Kunjungan ke BP3K Cipatat merupakan kunjungan ke-11 dalam rangkaian KAK. BBPP Lembang bekerja sama dengan penyuluh setempat untuk mengundang para petani dengan rasa ingin tahu besar atau mereka yang memiliki pertanyaan untuk disampaikan.

Dalam rangkaian KAK kali ini konsultasi berjalan dalam bentuk diskusi. N. Ida Farida dan Iwan Hernawan menjadi widyaiswara fasilitator. Konsultasi dimulai dengan materi ajar mengenai tanaman hia

Materi tanaman pangan diangkat untuk memberikan petani wawasan alternatif dalam bercocok tanam. Petani di daerah Cipatat mayoritas adalah petani dan menurut Ida akan membantu penghasilan mereka apabila menanam komoditas lain.

Komoditas tanaman hias seperti sukulen ideal karena dapat dibudidayakan dengan bahan yang relatif murah dan memberikan imbal hasil yang cukup baik.

“Tanaman hias dapat memberikan penghasilan jika dikembangkan untuk jual-beli, misalkan sebagai suvenir,” terang Ida.

Selain itu tanaman hias lain memiliki nilai ekonomis tinggi bergantung dengan tren dan musim. Ida memisalkan tanaman janda bolong yang kerap menjadi perhatian di kala pandemi sekitar tahun 2020 hingga 2021.

Sedangkan Iwan membuka sesi diskusi yang lebih aktif. Beberapa petani menanyakan cara untuk menghindari anjloknya harga dan menanggulangi perubahan musim. Iwan menerangkan bahwa kunci dari menanggulangi hal tersebut adalah dengan memiliki data.

“Bapak dan ibu sekalian dapat menggunakan data untuk mengenali potensi tanaman yang akan dibudidayakan, paling sederhana adalah dengan menggunakan teori supply dan demand,” terang Iwan.

Ia kemudian memisalkan harga tanaman atau buah-buahan di pasar suatu ketika dapat turun bergantung dengan ketersediaan.

Sehingga petani harus mengenal musim dan harga untuk menentukan momentum menanam tanaman dan buah yang sesuai untuk memaksimalkan keuntungan.

“Petani harus mengenal pasar agar mampu menentukan potensi tanaman yang akan dibudidayakan,” tuturnya.(***)

UPT Pelatihan Kementan Gandeng Dinkes Jawa Barat Pulihkan Pasien dengan Agribisnis

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bersama Rumah Sakit Jiwa Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, memperkenalkan agribisnis pertanian kepada pasien agar cepat pulih pasca perawatan.

Penjajakan kerja sama dilakukan dengan melihat langsung kegiatan agribisnis di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, Rabu (30/7/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan jika dikaitkan dengan pemulihan kejiwaan maka penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

“Saya harap pertanian dapat memberikan kontribusi positif dalam pemulihan kejiwaan dan pembangunan bangsa,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” kata Santi.

Wakil Direktur Medis, Keperawatan, dan Penunjang, Noki Irawan Saputra, menyampaikan kegiatan ini dalam rangka pengembangan program terapi holistik bagi pasien dengan gangguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.

Dalam kunjungan di BBPP Lembang, rombongan sebanyak 15 orang yang berasal dari tim manajemen rumah sakit, diterima secara resmi oleh tim manajamen BBPP Lembang didampingi widyaiswara ahli utama.

Rombongan lalu diajak menuju Inkubator Agribisnis. Di screen tanaman hias, widyaiswara menjelaskan budidaya dan prospek tanaman hias terutama anggrek sebagai bisnis pertanian yang menguntungkan dengan proses budidaya yang tidak sulit.

Baca juga:

Kajiwidya Widyaiswara Kementan : Penerapan Smart Farming untuk Pengembangan Profesionalisme

Selanjutnya, di zona kawasan rumah pangan lestari, budidaya seledri dengan hidroponik sistem deep flow technique menarik minat tim rumah sakit untuk membuat instalasi hidroponik di lingkungan.

Sistem itu akan menjadi bagian dari kegiatan terapi hortikultura untuk rehabilitasi medik pasien Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGJ) dan Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK).

Begitupun saat mengunjungi screen house hidroponik yang mengenalkan budidaya kentang sistem aeroponik, tomat beef dengan sistem irigasi tetes dan screen house anggur.

Cara ini semakin menarik minat mereka untuk mengembangkan pertanian dan meningkatkan kompetensi pasien pasca perawatan untuk terjun ke sector pertanian.

Di laboratorium kultur jaringan, rombongan menerima penjelasan tentang proses sub kultur tanaman berbagai tanaman termasuk anggrek.

Terakhir, di laboratorium pengolahan hasil pertanian, aneka olahan pangan baik eskrim, sorbet, sistik wortel, eggroll kentang, abon cabai, manisan terong, memberi kesan bahwa pertanian di sektor off-farm dapat menjadi solusi terapi bagi pasien rumah sakit jiwa pasca perawatan.

Winda Ratna Wulan, Kepala Bidang Perawatan, mengatakan, kunjungan ini dilakukan untuk membantu recovery pasien.

“Kami ke sini dalam rangka recovery pasien untuk kegiatan pertanian dan tata boga (pengolahan hasil pertanian)," ujarnya.

Demikian juga yang disampaikan oleh Adah Sa’adah, Koordinator Rehabilitasi Psikologi.

Dijelaskannya, tujuan mereka datang ke BBPP Lembang adalah membuat dan mengembangkan program pemulihan bagi pasien ODGJ dan ODMK yang ada di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat.(***)

UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Pengolahan Hasil Pangan Lokal ke KWT Kota Batu

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan hilirisasi komoditas pangan strategis kepada 30 orang anggota kelompok wanita tani (KWT) di Kota Batu, Jawa Timur, yang berkunjung ke BBPP Lembang, Kamis (24/7/2025).

Kegiatan ini merupakan pelaksanaan program diversifikasi dan ketahanan pangan masyarakat dan integrated farming kepada 35 orang penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan pertanian sangat penting untuk masyarakat.

"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah," tegas Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” ujar Kabadan Santi.

Rombongan asal Kota Batu diterima Kepala Bagian Umum BBPP Lembang. Selanjutnya, terbagi dua kelompok, rombongan menerima materi dari widyaiswara dan mengunjungi Inkubator Agribisnis.

Kelompok pertama bergerak menuju laboratorium pengolahan hasil pertanian. Widyaiswara menjelaskan materi tentang olahan pangan lokal dan packing produk yang dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Baca juga:

Konsultasi Agribisnis Keliling Hadirkan Inovasi “Smart Trap” untuk Petani Lembang

Kegiatan dilanjutkan peserta praktik membuat dua jenis olahan bahan lokal yaitu eggroll kentang dan sistik wortel. Widyaiswara didampingi petugas mengenalkan alat dan bahan pembuatan kedua olahan tersebut dan peserta praktik membuatnya.

Kelompok lainnya, menerima materi tentang integrated farming dan setelahnya beranjak menuju rumah kompos dan instalasi biogas.

Di sana, diperkenalkan aneka produk olahan limbah ternak seperti pupuk kompos, pupuk organik cair, bioslury, ecoenzym dan kom-mix (kompos mix agensia hayati) yang diproduksi oleh BBPP Lembang.

Peserta juga diperlihatkan pembuatan kom-mix hayati. Terlebih dahulu pembuatan kompos dan ditaburkan trichoderma yang berfungsi mencegah penyakit misalnya penyakit akar gada pada tanaman sayuran.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu, Heru Yulianto, mengaku terkesan dengan kunjungan ini.

”Kami sangat terkesan dengan kunjungan ke BBPP Lembang karena di sini sangat mendukung untuk pengembangan SDM pertanian. Kami berkomitmen untuk menerapkan dan mengadopsi apa yang dipelajari di sini karena secara topografi Kota Batu dan Lembang komoditas unggulannya sama yaitu hortikultura,” ujarnya.

Heru menyampaikan juga bahwa kegiatan ini untuk mendukung visi dan misi Kota Batu yaitu mengembangkan pangan lokal sehingga dapat menjadi ikon Kota Batu.

“Hasil olahan pangan seperti es krim dan sorbet sangat bagus dan akan kami adopsi di Kota Batu karena membuatnya mudah, sehat dan bernilai gizi tinggi,” imbuhnya.

Salah seorang peserta, Dewi Susanti, dari KWT Manissa Kota Batu, mengatakan kunjungan ini sangat menginspirasi.

“Di BBPP Lembang kami membuat olahan pangan yang sangat menginsipirasi bagi KWT yang ada di Kota Batu,” ujarnya.

Dirinya menceritakan bahwa sudah terbiasa membuat olahan keripik dari aneka sayuran dan buah, namun olahan pangan eggroll belum pernah dilakukan sehingga tertarik untuk mempraktikannya kembali agar bisa memperkaya jenis produk yang dihasilkan oleh KWT yang dikelolanya.(***)

Dukung Swasembada Pangan, UPT Pelatihan Kementan Siapkan Tenaga Kompeten BP

TANIINDONESIA.COM//KALIMANTAN TENGAH - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP) Tahap 3. Kegiatan ini digelar selama bulan Juni dan Juli 2025 dengan total sebanyak 117 angkatan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementan akan fokus meningkatkan produksi pangan utama, dalam hal ini beras, untuk mencapai swasembada pangan.

Salah satu yang digalakkan Kementan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan Brigade Pangan adalah garda terdepan dalam meningkatkan produksi pangan.

Baca juga:

Tingkatkan Produksi Beras Nasional, UPT Pelatihan Kementan Latih Brigade Pangan Budidaya Padi Rawa

Dijelaskannya, Brigade Pangan bertugas untuk mengoptimalkan lahan tidur, dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pendekatan teknologi dan kelembagaan petani.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Ajat Jatnika berharap Brigade Pangan yang sudah terbentuk dapat meningkatkan kompetensinya melalui pelatihan-pelatihan agar dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP) Tahap 3 sebanyak 117 angkatan, diikuti peserta dari beberapa kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Kabupaten Barito Selatan, Gunung Mas, Kapuas, Katingan, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Seruyan.
Salah satu lokasinya di Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas.

Selama 3 hari pelatihan, 30 orang peserta dari 2 BP yang tergabung di Angkatan 8, memperoleh materi secara klasikal dan praktik. Peserta juga mempraktikkan langsung pembuatan biosaka serta pengendalian hama penyakit.

Salah seorang peserta, Agus Anwar, Ketua Brigade Pangan Kupang 2, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan pelatihan, Rabu (2/7/2025).

“Terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini baik dari BBPP Lembang maupun dari Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas dan BPP Kecamatan Bataguh,” ujarnya.(***)

Tingkatkan Produksi Beras Nasional, UPT Pelatihan Kementan Latih Brigade Pangan Budidaya Padi Rawa

TANIINDONESIA.COM//PULANG PISAU - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP), di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, 10 – 12 Juli 2025.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, Kementan fokus meningkatkan produksi untuk merealisasi target swasembada pangan

Dijelaskannya, salah satu upaya yang dilakukan Kementan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan Brigade Pangan adalah garda terdepan dalam meningkatkan produksi pangan.

"Dan salah satu tugas Brigade Pangan adalah mengoptimalkan lahan tidur, dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pendekatan teknologi dan kelembagaan petani," jelasnya.

Baca juga:

Widyaiswara Kementan Tawarkan Solusi Praktis Agribisnis saat Konsultasi Agribisnis

Terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Ajat Jatnika, mengimbau Brigade Pangan yang sudah terbentuk penting untuk meningkatkan kompetensi melalui pelatihan-pelatihan.

"Sebab, Brigade Pangan harus dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan," jelasnya.

Dalam pelatihan yang berlangsung 3 hari, terdapat 30 peserta yang tergabung di Angkatan 4. Para peserta berasal dari 2 brigade pangan yaitu Brigade Pangan Bunga Dahlia dan Harapan Kita Bersama. Mereka memperoleh materi secara klasikal dan praktik.

Saat ditemui selepas penutupan pelatihan, Rabu (12/7/2025), salah seorang peserta menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan pelatihan ini.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami, karena menambah wawasan tentang budidaya padi lahan rawa terutama lahan rawa pasang surut.

Terima kasih kami sampaikan kepada pendamping brigade pangan dan semua panitia yang telah menyelenggarakan pelatihan ini,” tuturnya.(***)

Wujudkan Swasembada Pangan, Akademisi Perguruan Tinggi Dukung Pertanian Modern di UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebanyak 10 mahasiswa pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon mengunjungi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP Kementerian Pertanian. Melalui kunjungan ini, para akademisi berharap dapat mengembangkan IPTEK di bidang pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya teknologi dalam sektor pertanian.

"Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman," ujar Amran.

Ia menambahkan bahwa teknologi pertanian haruslah sederhana, mudah diakses, murah, dan pada akhirnya menguntungkan petani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga menekankan komitmen BPPSDMP dalam mengadopsi teknologi.

"Kami terus mendorong UPT pelatihan di bawah BPPSDMP untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan," kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, berkomitmen untuk membekali generasi muda agar menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi, seperti pelatihan, kunjungan singkat, dan PKL.

Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, Achmad Faqih turut serta dalam kunjungan ini, menyatakan siap mendukung program Kementan.

“Kami berusaha sebisa mungkin terus mendukung program strategis Kementerian Pertanian,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Achmad Faqih didampingi oleh Direktur Sekolah Pascasarjana Endang Sutrisno dan Ketua Program Studi Agronomi Dodi Budirokhman.

Baca juga:

Dorong Regenerasi Petani, UPT Pelatihan Kementan Gandeng Perguruan Tinggi

Kunjungan kali ini utamanya adalah untuk mempelajari kultur jaringan. Teknik kultur jaringan terhitung sulit tanpa pengetahuan yang memadai dan peralatan laboratorium yang sesuai. Selain itu beragam instalasi juga turut dikunjungi dan dipelajari.

Empat diantara mahasiswa pasca sarjana tersebut terlihat lebih antusias dari rekannya yang lain. Setelah pengenalan, mereka memang spesifik memilih kultur jaringan sebagai bahan penelitiannya.

Di lab kultur jaringan, widyaiswara yang mengampu adalah Sani Hanifah. Selain diterangkan mengenai teknik yang tepat, para akademisi ini juga mendapatkan praktik kultur jaringan terutama pada fase inisiasi.

Mereka kemudian mempraktikkan cara membersihkan bakal tanaman atau eksplan dan membersihkan bibit dari virus maupun jamur. Tanaman yang dikembangkan dengan metode kultur jaringan diharapkan memberi hasil yang lebih sehat dan produktif.

Selain mempelajari kultur jaringan, para akademisi ini juga berkesempatan mengunjungi berbagai instalasi di BBPP Lembang. Salah satunya adalah kentang aeroponik.

Kentang aeroponik di BBPP Lembang dikembangkan dari kultur jaringan kemudian ditumbuhkembangkan di dalam screen house yang steril.

Kentang yang dijual pun bukan sebagai tanamam utuh melainkan bibit unggul ke petani. Perbanyakan benih ini dapat memberikan keuntungan baik sebagai penangkar benih maupun petani.

Terakhir, para peserta kunjungan menikmati olahan es krim di Lab Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang. Mereka mencoba berbagai variasi rasa yang ada dan melihat potensi dari pengolahan hasil pertanian.

Salah seorang akademisi, Amalia Fajriana, yang tengah mendalami kultur jaringan pada tanaman pisang varietas cavendish, menyampaikan kesannya.

“Kunjungan kali ini sangat membantu karena sejalan dengan tesis saya mengenai kultur jaringan,” tutupnya.(***)

Dorong Regenerasi Petani, UPT Pelatihan Kementan Gandeng Perguruan Tinggi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Untuk mendorong regenerasi petani dan mencapai swasembada pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT BBPP Lembang, secara aktif memperkenalkan potensi agribisnis kepada Generasi Z. Di antaranya melalui kunjungan edukatif seperti yang dilakukan Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, Selasa (1/7/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yakin generasi muda dengan karakter kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras akan menjadi kunci untuk mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia lumbung pangan dunia.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyoroti pentingnya peran generasi muda.

Ia menekankan bahwa kebutuhan pangan akan selalu ada, sementara generasi petani saat ini semakin menua. Oleh karena itu, dibutuhkan regenerasi petani untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementan, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, membuka peluang bagi mahasiswa dan pelajar untuk mendalami pertanian.

Kesempatan ini dimanfaatkan 40 mahasiswa Dan tiga Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon yang melakukan kunjungan edukatif untuk mendalami praktik agribisnis.

Salah seorang dosen pembimbing, Dina Dwirayani, menjelaskan tujuan kedatangan mereka ke BBPP Lembang. "Tujuan kunjungan kami kali utamanya adalah mencari ilmu," terangnya.

Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman dengan BBPP Lembang.

Kerja sama ini dalam kaitan menumbuhkan calon petani muda melalui permagangan dan kunjungan studi. Ini merupakan tahun ke dua kerja sama berjalan.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menjelaskan bahwa fungsi utama UPT pelatihan adalah mengembangkan SDM pertanian agar mampu berkontribusi pada industri ini.

Ajat juga menambahkan bahwa sektor pertanian kini menjadi sorotan, terutama setelah Kementan berhasil mencetak rekor cadangan beras terbesar mencapai 4,1 ton, yang membuka banyak peluang.

Baca juga:

Penyuluh Pertanian Garda Terdepan Transformasi Pertanian Indonesia

”Banyak peluang yang dapat diraih dalam pertanian, misalkan saja dari padi, pelayanan alsintan, dan sebagainya,” terangnya.

Dalam kunjungan kali ini para mahasiswa mendapatkan materi pembelajaran mengenai analisis usaha tani.

Meski telah belajar mengenai hal ini di kampusnya, kelas yang diampu oleh Widyaiswara, Rosros Rosdiantini, lebih lanjut memperdalam pemahaman para mahasiswa.

Materi yang diajarkan mengulas mengenai permodalan usaha tani, menghitung return of investment, dan berbagai hal lain yang diperlukan ketika menjalankan usaha tani.

“Intinya kita harus rajin mencatat pengeluaran dan pemasukan dalam menjalankan usaha tani kita agar rinci ketika menggunakan modal dan mengatur strategi,” terang Rosros.

Para mahasiswa tidak berhenti di kelas saja. 9,6 hektar lahan BBPP Lembang mereka kunjungi juga.

Diantara fasilitas yang dikunjungi adalah screen house tanaman hias, Rumah Pangan Lestari (RPL), dan terakhir lab pengolahan hasil pertanian. Area-area tersebut terletak di inkubator agribisnis BBPP Lembang.

Di screen house tanaman hias para mahasiswa antusias bertanya mengenai potensi agribisnis tanaman hias dan cara budidayanya.

Selanjutnya di RPL mereka melihat berbagai tanaman yang ditumbuhkembangkan di ruang terbuka. Selain itu mereka juga melihat berbagai instalasi hidroponik yang digunakan di BBPP Lembang.

Terakhir, mereka menikmati es krim berbagai rasa di Lab Pengolahan Hasil Pertanian. Yang menjadi hal menarik adalah es krim sayuran seperti cabai dan kangkung.

Delissa Roudlatus Habillah, mahasiswa jurusan Agribisnis angkatan 2023 menyampaikan kesannya.

“DI sini kami diberi materi mengenai analisis keuangan tani dan berkeliling BBPP Lembang. Es krimnya juga enak banget. Terima kasih BBPP Lembang,” kata Delissa.(***)