8 Mei 2026

Hari: 29 Juni 2025

Kuatkan Komitmen Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Gandeng Stakeholder pada Gelar Dies Natalis

TANIINDONESIA.COM//MAGELANG - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) mengajak stakeholder yang hadir dalam Dies Natalis VII Polbangtan YOMA untuk mendukung program swasembada pangan nasional.

Gelaran hari jadi Polbangtan YOMA ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Kepala Dinas Pertanian, pimpinan Perguruan Tinggi , Kepala SMK/SMA, serta pimpinan daerah/ instansi terkait di wilayah Kabupaten/Kota Magelang, pada Sabtu (28/6/2025).

Polbangtan YOMA menganggap penting akan hadirnya stakeholder dalam mendukung program ketahanan pangan negeri. Dengan kolaborasi multi sektor, diharapkan dapat mempercepat capaian Asta Cita Presiden RI.

Untuk itu, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman optimis ketahanan pangan nasional khususnya dalam upaya mewujudkan swasembada beras tanpa impor dapat dicapai di tahun ini.

“Target dari Bapak Presiden, awal rencana kita swasembada empat tahun, kemudian tiga tahun. Mudah-mudahan tahun ini tidak ada impor,” ucapnya.

Mentan Amran mengatakan stok beras nasional saat ini telah mencapai lebih dari 4 juta ton.

“Tertinggi selama 57 tahun dan pernah kita capai 3 juta ton, yaitu tahun 1984,” jelasnya.

Untuk mencapai hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa pihaknya perlu terus bergandengan tangan dengan semua pihak.

“Untuk mewujudkan swasembada pangan ini tidak bisa sendirian, kita perlu berkolaborasi”, tegasnya.

Dilatari hal tersebut, Direktur Polbangtan YOMA, R. Hermawan menyebut perlunya menjalin sinergi dengan berbagai pihak.

Baca juga:

Cetak Penyuluh Pertanian Andal, Polbangtan Kementan Berkomitmen Terjunkan Mahasiswa

“Mewujudkan swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045 bukanlah tugas yang mudah, perlu perencanaan yang matang, kolaborasi berbagai pihak, serta komitmen untuk mengatasi tantangan yang ada,” katanya.

Menurutnya, ini membutuhkan komitmen dan kerja keras dari semua pihak terkait, baik pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat luas.

Dengan kerjasama, Ia menyebut berbagai program Kementan bisa dilaksanakan dengan baik di lapangan. Antara lain LTT (Luas Tambah tanam), CSR (Cetak Sawah Baru), optimalisasi lahan, pertanian modern, Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dan lain sebagainya.

“Kami pun telah mengirimkan mahasiswa untuk terjun ke lapangan. Melalui program PKL, Magang, MBKM,” jelasnya.

Ia mengatakan Polbangtan YOMA telah mengirimkan mahasiswa ke lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) lahan rawa di Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Jawa Tengah. Selain itu alumni Polbangtan YOMA juga ikut berkiprah dalam kegiatan pendampingan Brigade Pangan di Kalimantan Tengah dan Pertanian Modern di Provinsi Jawa Tengah.

Ia pun mengundang Kepala SMA/SMK di wilayah Kabupaten/Kota Magelang untuk mengenalkan Polbangtan YOMA. Sekaligus mendorong regenerasi pertanian, dimulai dari bangku sekolah.

“Dengan menjalankan langkah-langkah secara terencana dan berkesinambungan, Indonesia dapat mencapai tujuan Swasembada Pangan lebih cepat sebelum Indonesia Emas 2045 mendatang,” sebut Hermawan optimis.

Hadir mewakili Bupati Magelang, Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto mengapresiasi gelaran Dies Natalis Ketujuh Polbangtan YOMA. Yang dimeriahkan oleh dengan Sendra Tari “Dewi Sri’ dan diakhiri dengan Grebeg Sayur yang dibagikan kepada warga di lapangan Polbangtan YOMA.

“Kami berharap Polbangtan YOMA dapat terus berinovasi dalam membangun sektor pertanian di Indonesia. Tentu ini akan mempengaruhi kualitas dan produktivitas pertanian,” katanya.

Tidak berhenti di sini saja, menurut Adi teknologi pertanian dan digitalisasi pertanian bisa dikembangkan. Sehingga memberikan keunggulan di sektor pertanian. (os)

Tingkatkan Kapasitas Petani Kabupaten Bandung Barat, UPT Pelatihan Kementan Berikan Konsultasi Gratis

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, kembali menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (26/06/2025).

Kali ini, konsultasi diadakan di Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, dan dihadiri sekitar 30 petani.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya pangan bagi manusia.

"Jika tidak ada pangan maka tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar sehingga sangat penting kita jaga pangan," katanya.

Mentan Amran juga mengingatkan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan,” ucapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM bidang pertanian,” katanya.

Layanan konsultasi agribisnis merupakan salah satu Standar Pelayanan Publik BBPP Lembang. Sejak pertengahan tahun 2024, BBPP Lembang membangun dan mengembangkan inovasi pelayanan publik KAK.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan KAK karena berkomitmen kuat meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui Konsultasi Agribisnis Keliling. Ini upaya kami dalam pengembangan inkubator agribisnis sebagai pendukung penyelenggaraan pelatihan,” tutur Ajat.

Baca juga:

Regenerasi Petani, Kementan Tunjukkan Potensi Agribisnis Pada Gen Z

Konsultasi dilaksanakan secara hybrid, baik secara online (daring) berbasis website dan whatsapp center dan secara offline (luring) datang langsung ke kantor dan KAK datang ke lokasi petani yang membutuhkan konsultasi tentang pertanian.

Kunjungan ke BP3K Cikalong Wetan merupakan kunjungan ke-8 dalam rangkaian KAK. BBPP Lembang bekerja sama dengan penyuluh setempat untuk mengundang para petani.

Kali ini konsultasi berjalan dalam bentuk diskusi. Dewi Padmisari, Sani Hanifah, dan Elvina Hadiani menjadi widyaiswara fasilitator. Konsultasi dimulai dengan materi ajar mengenai kinerja dalam pertanian.

“Yang membedakan petani Indonesia dengan petani dari negeri lain sebenarnya adalah efisiensi,” terang Dewi.

Ia kemudian menambahkan bahwa petani Indonesia seringkali terdistraksi ketika bekerja. “Namun dengan usaha, hal ini dapat dilalui,” tambahnya.

Ia mencontohkan bahwa petani di negeri Jepang menggunakan usaha yang lebih terfokus dalam bertani.

Mereka juga ditunjang oleh prasarana yang lebih baik dan benih berkualitas. Diantara ketiga elemen tersebut dapat memberikan hasil yang lebih baik jika disesuaikan satu sama lain.

Praktik juga diberikan sebagai materi konsultasi. Para petani kemudian diberikan cara sederhana untuk mengukur unsur hara dalam tanah.

Sani Hanifah kemudian membimbing mereka cara mengukur unsur hara dengan cara mengayak tanah dan menimbangnya. Selain itu tanah yang diukur juga disulut dengan spirtus dan api.

Selanjutnya konsultasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi tanya jawab berjalan aktif dengan pertanyaan demi pertanyaan dijawab.

“Kami juga menyediakan konsultasi online melalui website BBPP Lembang,” tutup para widyaiswara pada sesi konsultasi gratis kali itu.(***)