21 Januari 2026

Bulan: Mei 2025

BRI Pancoran Bagikan 100 Paket Sembako

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Di bulan yang penuh berkah beberapa waktu lalu, Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus memaksimalkan diri. Tak hanya memberikan pelayanan terbaik, memberikan produk dan program unggulan, BRI juga memiliki aktivitas sosial saat ramadan.

Menjelang lebaran, salah satu kegiatan yang dilakukan yaitu memberikan paket sembako kepada yang membutuhkan. BRI Pancoran memberikan 100 paket sembako ke lingkungan sekitar.

Pimpinan Cabang BRI Pancoran, Ainul Wardi menjelaskan, ini merupakan program rutin ramadan, hanya saja lokasi berbagi disesuaikan dengan kebutuhan setiap tahunnya. Adapun kali ini yang diberikan berupa paket sembako yang sesuai kebutuhan saat ramadan menjelang lebaran.

“Ramadan tahun ini kami memberikan 100 paket sembako ke lingkungan sekitar yang membutuhkan,” ungkapnya.

Ainul menambahkan, BRI mempunyai banyak aktivitas tak hanya di ramadan. Tentunya semua kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan dari masyarakat sekitar yang ada di lingkungan BRI Pancoran. Untuk jenis programnya sendiri juga beragam, dibidang pendidikan, kesehatan, keagamaan dan lainnya.

BRI juga mengunggulkan pelayanan di kantor cabang maupun aplikasi online yaitu BRImo. Dimana para nasabah bisa mudah melakukan transaksi perbankan dalam satu genggaman di smartphone.

“Baik datang langsung maupun melalui aplikasi BRImo, nasabah bisa melakukan transaksi perbankan dengan mudah dan nyaman,” tegasnya.

BRI juga terkenal dengan beberapa produk unggulan, bahkan ada program undian berhadiah yang sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya. Semakin banyak transaksi perbankan, nasabah berkesempatan mendapat hadiah menarik yang disediakan BRI.

“Ayo tingkatkan transaksi perbankan di BRI, dapatkan beragam benefit yang menarik,” tutupnya.(*)

UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Dunia Usaha Dunia Industri ke Gen Z melalui Agroeduwisata

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT pelatihannya yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 41 siswi Madrasah Aliyah (MA) Sabilunnajah, Pesantren Sabilunnajah Ranacekek Kabupaten Bandung.

Para Generasi Z tersebut mengunjungi BBPP Lembang selama 2 hari, 20 – 21 Mei 2025. Rombongan MA Sabilunnajah diterima oleh Tim Manajemen.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. Dua puluh tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Mentan, Kementan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Sementara Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Sabilunnajah, Jajat Kurniawan, menjelaskan tujuan rombongan mendatangi BBPP Lembang, Selasa (20/5/2025).

“Tujuan kami mengajak siswi-siswi sebagai salah satu program pembelajaran dalam rangka mengenalkan siswi terhadap dunia kuliah dan dunia usaha dunia industri. Kami ingin mempelajari tentang teknik budidaya tanaman, teknik pengolahan hasil pertanian, dan manajemen pemasaran hasil pertanian,” katanya.

Dalam kesempatan itu, widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi klasikal untuk mengenalkan siswi-siswi kelas XI sebagai job creator nantinya, yaitu tentang kewirausahaan dan urban farming.

Untuk meningkatkan aspek psikomotorik peserta kunjungan, peserta melakukan praktik-praktik pertanian di Inkubator Agribisnis.

Di screen house tanaman hias, widyaiswara mengajak generasi Z ini untuk bisa menangkap peluang berbisnis di bidang tanaman hias yang menjanjikan penghasilan besar. Kaktus dan sukulen koleksi tanaman hias di BBPP Lembang juga bisa menjadi peluang bisnis pertanian.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Jawa Barat untuk Komoditas Perkebunan

Karena itu, mereka diajarkan teknik perbanyakan tanaman hias, mulai dari penyiapan media tanam terdiri dari pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang ayam.

Kemudian, memotong bagian tanaman sukulen, memperbanyak tanaman sukulen melalui stek pucuk untuk tanaman sukulen.

Selain itu, mereka juga praktik menyambungkan understam dan anakan kaktus melalui teknik grafting pada tanaman kaktus.

Bergerak menuju zona budidaya tanaman sayuran dengan sistem hidroponik, petugas mengenalkan cara pembuatan instalasi hidroponik sistem DFT.

Setelah itu budidaya tanaman sayuran daun seperti pakcoy dan seledri, mulai dari persemaian, nutrisi yang digunakan untuk pupuk tanaman, dan cara menanamnya.

Kunjungan diakhiri di laboratorium pengolahan hasil pertanian.

Petugas laboratorium memberikan penjelasan sederhana tentang konsep pengolahan hasil pertanian yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Siswa dikenalkan produk olahan jagung untuk peningkatan nilai tambahnya menjadi cemilan menyegarkan, yaitu es krim jagung.

Pertama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan praktik membuat es krim mulai dari pencampuran semua bahan, pemasakan, menghancurkan adonan es krim menggunakan mixer, dan mengemas es krim ke dalam wadah-wadah es krim yang dijual seharga Rp5.000.

Salah seorang siswi, Lensheolla Livina Mulyadi, dengan riang menceritakan pengalamannya belajar pertanian selama 2 hari di BBPP Lembang.

“Belajar pertanian di BBPP Lembang mengasyikkan! Suasananya sejuk, pembimbingnya ramah, dan kami memperoleh ilmu baru di sini serta bisa praktik langsung. Olahan es krim dan sorbet juga unik ya belum ada dijual di luar sana,” ucapnya.

“Ilmu yang kami dapatkan bermanfaat sekali, masyaAllah semoga menjadi amal jariyah bagi BBPP Lembang,” ungkap gadis yang akrab disapa Lenshe.(***)

UPT Pelatihan Kementan Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Jawa Barat untuk Komoditas Perkebunan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerja sama dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, melakukan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Penyuluh Komoditas Kopi dan Teh.

Pelatihan yang dilaksanakan selama 5 hari, 19 – 23 Mei 2025, diikuti 20 penyuluh pertanian dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Terutama yang memiliki potensi komoditas kopi dan teh di wilayah binaannya.

Pengembangan SDM di sektor pertanian dilakukan untuk mendorong pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan SDM harus terus digenjot kompetensinya. Karena perannya penting untuk membangun pertanian Indonesia adalah penyuluh pertanian.

“Penyuluh pertanian (PPL) berperan penting dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional,” kata Amran yang menyebut PPL sebagai pilar utama dan ujung tombak pertanian Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM di bidang pertanian, termasuk penyuluh.

“Penyuluh pertanian perlu terus mengikuti berbagai pelatihan dan program pengembangan,” tuturnya.

Menurutnya, penyuluh perlu terus belajar dan menguasai informasi teknologi terbaru agar dapat mendampingi petani dengan lebih efektif.

Pelatihan Peningkatan Kompetensi Penyuluh Komoditas Kopi dan Teh dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Gandjar Yudniarsa.

“Komoditas perkebunan terutama kopi dan teh menjadi primadona di provinsi Jawa Barat, sehingga perlu terus dikembangkan khususnya untuk orientasi ekspor sehingga dapat menambah devisa negara,” tuturnya.

Selama 5 hari, peserta memperoleh materi baik secara klasikal maupun praktik langsung. Materinya adalah Kebijakan Pembangunan Perkebunan di Jawa Barat, Motivasi Berprestasi dan Cara Budidaya yang Baik pada Tanaman Kopi dan Teh.

Baca juga:

Perkuat Ketahanan Pangan, UPT Pelatihan Kementan Gelar Konsultasi Gratis di Kabupaten Bandung Barat

Selanjutnya, widyaiswara sharing tentang Pencegahan dan Pengendalian Hama dan Penyakit Kopi dan Teh.

Pada materi ini, peserta diajak mengidentifikasi hama dan penyakit yang ada di tanaman kopi varietas Arabika yang dibudidayakan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Pada materi Penanganan Panen, Pascapanen dan Pengolahan Kopi dan Teh, peserta kembali diajak ke kebun kopi yang dikelola BBPP Lembang.

Di sana, peserta praktik panen kopi dan menuju ruang pascapanen kopi untuk praktik sortasi buah kopi, pencucian, pengelupasan (pulping), hingga pengenalan alat-alat untuk peracikan kopi diantaranya V60, vietnam drip, dan espresso.

Selanjutnya, diberikan materi Teknik Komunikasi, Teknik Pendampingan, Strategi Pengembangan Inovasi, Pemasaran Digital dan Akses Pasar.

Pada materi pemasaran digital, peserta praktik branding produk teh dan kopi melalui pembuatan desain logo menggunakan aplikasi canva.

Selanjutnya peserta diberi materi Analisa Usahatani Kopi dan Teh dan Kelembagaan Ekonomi Petani dan Kopi.

Pelatihan ditutup, Jumat (23/5/2025). Hasil evaluasi penyelenggaraan pelatihan, peserta menilai bahwa materi yang disampaikan relevan dan aplikatif serta dapat diimplementasikan di lapangan dan disebarluaskan kepada petani.

Pelatihan ini juga meningkatkan kompetensi peserta yang dilihat dari hasil evaluasi pemahaman materi, dari nilai rata-rata 47,56 menjadi 86,33 atau sebesar 84,51%.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, yang memberi sambutan sebelum menutup pelatihan, mengingatkan peserta bahwa yang terpenting dalam suatu pelatihan adalah implementasi setelah peserta kembali ke wilayah kerja masing-masing.

“Saat ini yang terpenting saat ini tidak hanya output, namun sudah tahap outcome bahwa pelatihan dapat mendukung peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pertanian,” katanya.

Salah seorang peserta, Diat Sujatman, penyuluh pertanian dari Kabupaten Sukabumi, menyampaikan apresiasi atas terselengaranya pelatihan ini.

“Pelatihan ini penting untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan kopi dan teh karena menjadi komoditas strategis baik secara ekonomi dan sosial budaya," ujarnya.

"Mengikuti pelatihan ini menyegarkan pemahaman kami dan memotivasi kami untuk terus beradaptasi dengan teknologi yang terus berkembang karena penyuluh pertanian adalah agen perubahan,” kata Diat lagi.(*)

Perkuat Ketahanan Pangan, UPT Pelatihan Kementan Gelar Konsultasi Gratis di Kabupaten Bandung Barat

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (22/05/2025).

Konsultasi gratis ini diadakan di Kelembagaan Ekonomi Petani Istiqomah (KEP) Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, dan dihadiri 25 petani.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya pangan bagi manusia.

"Jika tidak ada pangan maka tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar sehingga sangat penting kita jaga pangan," katanya.

Mentan Amran juga mengingatkan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan,” ucapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” katanya.

Layanan konsultasi agribisnis merupakan salah satu Standar Pelayanan Publik BBPP Lembang. Sejak pertengahan tahun 2024, BBPP Lembang membangun dan mengembangkan inovasi pelayanan publik KAK.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan KAK dibangun dan dikembangkan karena komitmen kuat untuk meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui Konsultasi Agribisnis Keliling. Ini upaya kami dalam pengembangan inkubator agribisnis sebagai pendukung penyelenggaraan pelatihan,” tutur Ajat.

Konsultasi dilaksanakan secara hybrid, baik secara online (daring) berbasis website dan whatsapp center dan secara offline (luring) datang langsung ke kantor. Tim KAK juga datang ke lokasi petani yang membutuhkan konsultasi tentang pertanian.

Baca juga:

UPT Kementan Perkenalkan Tahapan Pertanian ke Siswa Papua

Awal tahun 2025, BBPP Lembang bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat untuk layanan KAK, mengunjungi BPP di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan KAK menghadirkan konsultan yaitu widyaiswara dan petugas lapangan yang kompeten untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi petani.

Kunjungan ke KEP Istiqomah merupakan kunjungan ke-6 dalam rangkaian KAK.

Dalam rangkaian KAK kali ini konsultasi berjalan dalam bentuk diskusi. Yeyep Dintan dan Riyadi Pratiwa menjadi widyaiswara fasilitator.

Pertanyaan yang dilayangkan oleh petani sekitar adalah mengenai budidaya padi dan pengolahan sisa hasil dari pengolahan padi.

“Dalam budidaya padi, saudara sekalian dapat menjual selain padi yang dihasilkan dalam proses budi daya,” terang Yeyep.

Ia kemudian menambahkan bahwa jerami dan dedak yang dihasilkan memiliki nilai ekonomi tersendiri.

Kemudian ia mencontohkan bahwa jerami dan dedak dapat digunakan sebagai pakan ternak.

Selain itu, dedak dengan kualitas bagus dapat digunakan juga sebagai media tanam budidaya jamur tiram seperti yang dulu pernah dikembangkan di BBPP Lembang.

Para petani yang berkumpul menunjukkan antusiasme tinggi.

Sementara Riyadi menerangkan dalam mengelola agribisnis padi, para petani yang telah memiliki alat mesin pertanian dapat mengembangkan jasa penyewaan alsintan.

“Jasa ini disebut Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian, saudara-saudara dapat menghasilkan keuntungan yang lumayan dari menyediakan jasa sedemikian kepada petani setempat,” terangnya.

Wildan, salah satu peserta konsultasi, mengutarakan harapannya pada KAK yang dilakukan BBPP Lembang.

“Kami rasa konsultasi agribisnis keliling ini adalah hal yang baik bagi kami petani karena memberikan kesempatan untuk menambah wawasan dan pengetahuan”, kata Wildan.(***)

BRI Kramat Jati Bantu Karyawan Terdampak Banjir

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) selalu berupaya memaksimalkan pelayanan kepada seluruh nasabah. Tak hanya untuk nasabah, kepada masyarakat sekitar juga BRI selalu memberikan yang terbaik. Begitu juga terhadap pada karyawan yang bekerja didalamnya.

Beberapa waktu lalu ada sejumlah karyawan BRI Cabang Kramat Jati yang terkena dampak banjir. Oleh karena itu BRI Cabang Kramat Jati memberikan bantuan. Bantuan yang diberikan berupa alat kebersihan, selimut dan sembako. Pemberian bantuan dilakukan pada 5 Maret 2025.

Pimpinan Cabang BRI Kramat Jati, Indra Bayu Wira Permana menjelaskan, pihaknya secara bersama-sama merasakan apa yang dirasakan oleh para karyawan yang terkena dampak banjir. Oleh karena itu, sebagai bentuk perhatian, BRI Cabang Kramat Jati memberikan sedikit bantuan guna meringankan beban para karyawan sesuai kebutuhan.

"Kami tentunya akan mendukung kondisi karyawan supaya lebih mumpuni dalam menjalani kegiatan sehari-hari terlebih yang terkena dampak banjir ini," ungkapnya.

Ia menambahkan, banjir memang menjadi salah satu bencana yang tidak bisa di prediksi. Banyak masyarakat termasuk karyawan BRI Cabang Kramat Jati yang terkena banjir. Kehilangan barang berharga, kerusakan tempat tinggal dan kendaraan. Terlebih yang utama untuk kebutuhan pokok sehari-hari di kondisi pasca banjir.

"Seluruh manajemen BRI Cabang Kramat Jati tentunya berdoa supaya banjir ini tidak terulang lagi dan para korban juga bisa melanjutkan hari kedepan lebih baik," tegasnya.

BRI juga memberikan kemudahan nasabah dalam bertransaksi. Jika terkurung banjir, tidak bisa mendatangi kantor cabang BRI bisa menggunakan aplikasi online BRImo. Sehingga semua kebutuhan perbankan bisa dilaksanakan secara normal.

"Bagi yang membutuhkan transaksi perbankan bisa dilakukan secara online jika dalam kondisi darurat tidak bisa datang ke bank," tutupnya.(*)

BRI BO Jakarta Brilian Berikan Layanan Terbaik

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Pelayanan terbaik Bank Rakyat Indonesia (BRI) dilakukan di seluruh cabang se-Indonesia. Salah satunya, BRI Branch Office (BO) Jakarta Menara Brilian juga memberikan pelayanan terbaik terhadap nasabah dari semua kalangan. Hal ini sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Pimpinan Cabang BRI BO Jakarta Menara Brilian, Yoga Aditya Pratama mengatakan, layanan prima BRI menjadi bukti nyata kepedulian BRI kepada nasabahnya. Hal ini bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah BRI, baik itu yang datang langsung ke kantor cabang, maupun layanan secara online. Karyawan BRI berusaha untuk memberikan yang terbaik agar nasabah tetap setia dan nyaman menggunakan layanan BRI.

"Jadi kami pastikan seluruh karyawan BRI BO Menara Brilian melayani semua nasabah dengan baik," ungkapnya.

Yoga menambahkan, keramahan, kesopanan, kecekatan karyawan bank BRI merupakan salah satu aspek penting dari Layanan Prima BRI. Karyawan BRI diberikan pelatihan untuk memberikan pelayanan yang sopan dan ramah kepada para nasabah sehingga nasabah merasa dilayani dan dihargai dengan baik.

"Kami selalu melakukan briefing setiap pagi sebelum beraktivitas melayani nasabah," terangnya.

Tak hanya unggulkan pelayanan offline, BRI terus berinovasi untuk meningkatkan kualitas layanannya. Dalam memenuhi kebutuhan nasabahnya secara online, BRI terus mengembangkan berbagai layanan dan produk yang baru. Agar nasabahnya dapat melakukan transaksi yang cepat dan mudah dimana saja dan kapan saja,  BRI memiliki aplikasi perbankan BRImo. Aplikasi BRImo ini menjadi alat bagi nasabah untuk bertransaksi secara digital, dimana tidak mengeluarkan dan mencetak kartu ATM lagi bagi nasabah baru, tetapi dengan menggunakan aplikasi BRImo.

"Melalui BRImo, nasabah bisa menikmati kemudahan karena fitur-fitur didalamnya," tutupnya.(*)

UPT Kementan Perkenalkan Tahapan Pertanian ke Siswa Papua

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan tahapan dalam pertanian ke sejumlah siswa Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Jayawijaya, Papua. Para siswa mempelajari tahap-tahap dalam pertanian dari menanam hingga menjadi produk jadi.

Kunjungan para siswa asal Papua ini dibagi menjadi empat kelompok. Kelompok terakhir datang Kamis (15/05/2025). Mereka diajak melakukan praktik menanam jagung kemudian membuat olahan jagung dalam bentuk es krim.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia.

Ia mengajak anak muda untuk terlibat dalam sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, di berbagai kesempatan menyatakan komitmennya BBPP Lembang dalam regenerasi petani.

“Salah satu upaya mencapai swasembada pangan, maka Kementan melalui BBPP Lembang sebagai UPT pelatihan berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian sebagai penggerak utama," ujar Ajat.

"Selain itu, perlu menyiapkan generasi muda sebagai penerus penggerak pembangunan pertanian melalui regenerasi petani muda, salah satunya melalui kegiatan kunjungan atau agroeduwisata,” tambahnya.

Baca juga:

Kembangkan Iptek Pertanian, Mahasiswa Unesa PKL di UPT Kementan

Dalam kunjungannya, rombongan Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Jayawijaya diajak ke lahan terbuka di Inkubator Agribisnis.

Widyaiswara mengenalkan budidaya tanaman jagung manis mulai dari pengolahan lahan, penanaman dan pemeliharaan.

Mereka lalu diajak ke Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian. Petugas laboratorium mengenalkan konsep pengolahan hasil pertanian sayuran, yaitu es krim jagung.

Tahapan yang diterangkan kepada para pengunjung dimulai dari menyiapkan bahan, mengolah bahan, hingga pengemasan.

Para siswa kemudian secara bergiliran mengikuti praktik yang telah disediakan oleh widyaiswara dan juga petugas laboratorium.

Selain itu sesi tanya jawab berjalan aktif. Memenuhi rasa ingin tahu mereka, para murid SD Yapen Jayawijaya melayangkan berbagai pertanyaan sampai puas.

Menutup, widyaiswara BBPP Lembang Saptoningsih menekankan konsep hilirisasi pertanian.

“Dari bahan yang ada kita bisa mengolahnya kemudian menjualnya dan mendapatkan nilai ekonomi yang lebih baik,” terangnya.(***)

Kembangkan Iptek Pertanian, Mahasiswa Unesa PKL di UPT Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Dua mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelesaikan praktik kerja lapangan (PKL) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian.

Kedua mahasiswa tersebut adalah Nadira Nazelina dan Rihan Ali Abdillah yang mengembangkan Iptek pertanian. Mereka pun harus menjabarkan hasil temuan mereka selama melaksanakan PKL

Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan teknologi dalam pertanian adalah hal yang penting.

"Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman," tutur Amran.

Menambahkan, menurut Mentan Amran teknologi yang ada harus menyederhanakan pertanian dan membuat petani menjadi lebih untung.

"Pertanian itu semua harus dibuat sederhana, simpel, murah dan terjangkau,” tambahnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan komitmen BPPSDMP dalam penggunaan teknologi.

“Kami terus mendorong UPT pelatihan di bawah BPPSDMP untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan praktik kerja lapangan.

Baca juga:

Milenial Papua Antusias Praktikkan Agribisnis Tanaman Jagung

Sementara Nadira Nazelina dan Rihan Ali Abdillah melaksanakan PKL di inkubator agribisnis BBPP Lembang.

Nadira menyoroti Perbanyakan Pseudomonas Fluorescens, suatu bakteri yang dapat menguntungkan bagi petani.

Dalam laporan praktiknya Nadira menjabarkan peran bakteri tersebut sebagai Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR).

PGPR dapat menguntungkan bagi petani karena dapat meningkatkan penyerapan nutrisi pada tanaman, meningkatkan ketahanan tumbuhan, serta menunjang pertumbuhan tanaman.

Sedangkan Rihan menyoroti perbanyakan trichoderma spp., sejenis bakteri yang dapat membantu tanaman, pada berbagai tanaman yang ada di BBPP Lembang.

Menurutnya trichoderma terbilang menarik sebagai agen pengendali hayati yang dapat menjaga kesehatan tanaman.

trichoderma ini juga dapat dikembangbiakkan di berbagai tanaman dan Rihan telah mencobanya sendiri di tanaman kopi.

Selesai melaksanakan seminar hasil, keduanya memberikan kesan selama praktik kerja di BBPP Lembang.

“Di BBPP Lembang kami dibimbing dengan baik oleh widyaiswara dan pembimbing lapangan, sehingga lebih memahami tentang budidaya tanaman dan hal-hal yang dapat menyokongnya” ucap keduanya kompak.(***)

Milenial Papua Antusias Praktikkan Agribisnis Tanaman Jagung

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 25 siswa kelas V Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Jayawijaya, Papua, yang datang berkunjung, Rabu (14/5/2025). Pada kunjungan yang ketiga ini, para siswa diajak mempelajari agribisnis tanaman jagung.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia.

Ia mengajak anak muda untuk terlibat dalam sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua. Oleh sebab itu, ia menegaskan jika regenerasi petani sangat dibutuhkan.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, diberbagai kesempatan mengatakan komitmennya meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu upaya mencapai swasembada pangan, maka Kementan melalui BBPP Lembang sebagai UPT pelatihan berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian sebagai penggerak utama," ujar Ajat.

"Selain itu, perlu menyiapkan generasi muda sebagai penerus penggerak pembangunan pertanian melalui regenerasi petani muda, salah satunya melalui kegiatan kunjungan atau agroeduwisata,” jelasnya lagi.

Baca juga:

Masifkan Regenerasi, Kementan Fasilitasi Praktik Kerja Mahasiswa Bengkulu

Dalam kunjungannya, rombongan Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Jayawijaya diajak ke lahan terbuka di Inkubator Agribisnis.

Widyaiswara mengenalkan budidaya tanaman jagung manis mulai dari pengolahan lahan, penanaman dan pemeliharaan.

Anak-anak juga antusias menanam benih jagung ke dalam lubang-lubang tanam yang telah disiapkan petugas dan memberikan pupuk dasar agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Selanjutnya, di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian, petugas laboratorium mengenalkan konsep pengolahan hasil pertanian sayuran, yaitu es krim jagung.

Pertama-tama, dikenalkan bahan pembuatannya yaitu jagung manis, susu cair, kental manis, telur, air, dan bahan pengembang SP. Lalu, dikenalkan peralatan yang digunakan untuk membuat dan langkah pembuatannya.

Secara bergantian, gen Z dari ujung timur Indonesia ini membuat es krim jagung, mulai dari mencampurkan semua bahan, menghaluskan menggunakan blender, memasak, memixer adonan beku sebelum dikemas ke dalam kemasan cantik yang bila dijual seharga Rp 5.000,00.

Menerapkan pertanian di sektor hilirisasi diyakini dapat menghasilkan keuntungan berlipat karena bertujuan meningkatkan nilai tambah produk dan memperpanjang masa simpan produk pertanian. (yoko/che)

Masifkan Regenerasi, Kementan Fasilitasi Praktik Kerja Mahasiswa Bengkulu

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Tiga mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, melaksanakan praktik kerja lapangan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT di Kementerian Pertanian (Kementan), 13 Februari sampai 15 Mei 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan regenerasi petani sangat penting. Karena, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Baca juga:

Dukung Swasembada Pangan dan Tingkatkan Kompetensi Generasi Muda, UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Agribisnis Padi

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan praktik kerja lapangan.

Tiga mahasiswa semester 6 Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu, melaksanakan praktik kerja di beberapa zona praktik di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, yaitu di zona screen house melon dan tomat beef sistem irigasi tetes dan zona screen house aeroponik untuk pembibitan kentang G0.

Setelah 3,5 bulan melakukan praktik kerja, untuk mempertanggungjawabkan hasil kegiatan maka dilaksanakan seminar hasil, Kamis (15/5/2025).

Kegiatan dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang sebagai pembimbing dan pembahas, serta mahasiswa lain yang juga sedang praktik kerja di BBPP Lembang.

Secara bergantian, mereka memaparkan hasil pengamatan. Tema ketiganya adalah: Penerapan Teknik Irigasi Tetes dalam Budidaya Tomat Beef, Budidaya Tanaman Melon dengan Sistem Irigasi Tetes, dan Teknik Aklimatisasi Benih Kentang Varietas Granola dalam Sistem NFT.

Selesai melaksanakan seminar hasil, ketiganya kompak memberikan kesan selama praktik kerja di BBPP Lembang.

“Di BBPP Lembang kami jadi lebih memahami tentang budidaya tanaman menggunakan teknologi hidroponik. Di sini kami dibimbing dengan baik oleh widyaiswara dan pembimbing lapangan,” ucap ketiganya kompak. (yoko/che)