8 Juni 2026

Hari: 24 Mei 2025

UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Dunia Usaha Dunia Industri ke Gen Z melalui Agroeduwisata

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT pelatihannya yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 41 siswi Madrasah Aliyah (MA) Sabilunnajah, Pesantren Sabilunnajah Ranacekek Kabupaten Bandung.

Para Generasi Z tersebut mengunjungi BBPP Lembang selama 2 hari, 20 – 21 Mei 2025. Rombongan MA Sabilunnajah diterima oleh Tim Manajemen.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan generasi muda adalah ujung tombak kemajuan Indonesia.

“Sekarang generasi muda adalah generasi yang harus kita persiapkan untuk mengawal Indonesia menjadi negara emas. Dua puluh tahun kemudian mereka yang akan memimpin republik ini. Kita harapkan mereka lebih baik dan lebih hebat dari kita,” ujarnya.

Karena itu, lanjut Mentan, Kementan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Sementara Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Sabilunnajah, Jajat Kurniawan, menjelaskan tujuan rombongan mendatangi BBPP Lembang, Selasa (20/5/2025).

“Tujuan kami mengajak siswi-siswi sebagai salah satu program pembelajaran dalam rangka mengenalkan siswi terhadap dunia kuliah dan dunia usaha dunia industri. Kami ingin mempelajari tentang teknik budidaya tanaman, teknik pengolahan hasil pertanian, dan manajemen pemasaran hasil pertanian,” katanya.

Dalam kesempatan itu, widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi klasikal untuk mengenalkan siswi-siswi kelas XI sebagai job creator nantinya, yaitu tentang kewirausahaan dan urban farming.

Untuk meningkatkan aspek psikomotorik peserta kunjungan, peserta melakukan praktik-praktik pertanian di Inkubator Agribisnis.

Di screen house tanaman hias, widyaiswara mengajak generasi Z ini untuk bisa menangkap peluang berbisnis di bidang tanaman hias yang menjanjikan penghasilan besar. Kaktus dan sukulen koleksi tanaman hias di BBPP Lembang juga bisa menjadi peluang bisnis pertanian.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Jawa Barat untuk Komoditas Perkebunan

Karena itu, mereka diajarkan teknik perbanyakan tanaman hias, mulai dari penyiapan media tanam terdiri dari pasir, sekam bakar, dan pupuk kandang ayam.

Kemudian, memotong bagian tanaman sukulen, memperbanyak tanaman sukulen melalui stek pucuk untuk tanaman sukulen.

Selain itu, mereka juga praktik menyambungkan understam dan anakan kaktus melalui teknik grafting pada tanaman kaktus.

Bergerak menuju zona budidaya tanaman sayuran dengan sistem hidroponik, petugas mengenalkan cara pembuatan instalasi hidroponik sistem DFT.

Setelah itu budidaya tanaman sayuran daun seperti pakcoy dan seledri, mulai dari persemaian, nutrisi yang digunakan untuk pupuk tanaman, dan cara menanamnya.

Kunjungan diakhiri di laboratorium pengolahan hasil pertanian.

Petugas laboratorium memberikan penjelasan sederhana tentang konsep pengolahan hasil pertanian yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian dan memperpanjang masa simpan produk.

Siswa dikenalkan produk olahan jagung untuk peningkatan nilai tambahnya menjadi cemilan menyegarkan, yaitu es krim jagung.

Pertama, diberikan penjelasan alat dan bahan, dilanjutkan praktik membuat es krim mulai dari pencampuran semua bahan, pemasakan, menghancurkan adonan es krim menggunakan mixer, dan mengemas es krim ke dalam wadah-wadah es krim yang dijual seharga Rp5.000.

Salah seorang siswi, Lensheolla Livina Mulyadi, dengan riang menceritakan pengalamannya belajar pertanian selama 2 hari di BBPP Lembang.

“Belajar pertanian di BBPP Lembang mengasyikkan! Suasananya sejuk, pembimbingnya ramah, dan kami memperoleh ilmu baru di sini serta bisa praktik langsung. Olahan es krim dan sorbet juga unik ya belum ada dijual di luar sana,” ucapnya.

“Ilmu yang kami dapatkan bermanfaat sekali, masyaAllah semoga menjadi amal jariyah bagi BBPP Lembang,” ungkap gadis yang akrab disapa Lenshe.(***)

UPT Pelatihan Kementan Tingkatkan Kompetensi Penyuluh Jawa Barat untuk Komoditas Perkebunan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, bekerja sama dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, melakukan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Penyuluh Komoditas Kopi dan Teh.

Pelatihan yang dilaksanakan selama 5 hari, 19 – 23 Mei 2025, diikuti 20 penyuluh pertanian dari 11 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat. Terutama yang memiliki potensi komoditas kopi dan teh di wilayah binaannya.

Pengembangan SDM di sektor pertanian dilakukan untuk mendorong pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan SDM harus terus digenjot kompetensinya. Karena perannya penting untuk membangun pertanian Indonesia adalah penyuluh pertanian.

“Penyuluh pertanian (PPL) berperan penting dalam mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional,” kata Amran yang menyebut PPL sebagai pilar utama dan ujung tombak pertanian Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM di bidang pertanian, termasuk penyuluh.

“Penyuluh pertanian perlu terus mengikuti berbagai pelatihan dan program pengembangan,” tuturnya.

Menurutnya, penyuluh perlu terus belajar dan menguasai informasi teknologi terbaru agar dapat mendampingi petani dengan lebih efektif.

Pelatihan Peningkatan Kompetensi Penyuluh Komoditas Kopi dan Teh dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Gandjar Yudniarsa.

“Komoditas perkebunan terutama kopi dan teh menjadi primadona di provinsi Jawa Barat, sehingga perlu terus dikembangkan khususnya untuk orientasi ekspor sehingga dapat menambah devisa negara,” tuturnya.

Selama 5 hari, peserta memperoleh materi baik secara klasikal maupun praktik langsung. Materinya adalah Kebijakan Pembangunan Perkebunan di Jawa Barat, Motivasi Berprestasi dan Cara Budidaya yang Baik pada Tanaman Kopi dan Teh.

Baca juga:

Perkuat Ketahanan Pangan, UPT Pelatihan Kementan Gelar Konsultasi Gratis di Kabupaten Bandung Barat

Selanjutnya, widyaiswara sharing tentang Pencegahan dan Pengendalian Hama dan Penyakit Kopi dan Teh.

Pada materi ini, peserta diajak mengidentifikasi hama dan penyakit yang ada di tanaman kopi varietas Arabika yang dibudidayakan di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Pada materi Penanganan Panen, Pascapanen dan Pengolahan Kopi dan Teh, peserta kembali diajak ke kebun kopi yang dikelola BBPP Lembang.

Di sana, peserta praktik panen kopi dan menuju ruang pascapanen kopi untuk praktik sortasi buah kopi, pencucian, pengelupasan (pulping), hingga pengenalan alat-alat untuk peracikan kopi diantaranya V60, vietnam drip, dan espresso.

Selanjutnya, diberikan materi Teknik Komunikasi, Teknik Pendampingan, Strategi Pengembangan Inovasi, Pemasaran Digital dan Akses Pasar.

Pada materi pemasaran digital, peserta praktik branding produk teh dan kopi melalui pembuatan desain logo menggunakan aplikasi canva.

Selanjutnya peserta diberi materi Analisa Usahatani Kopi dan Teh dan Kelembagaan Ekonomi Petani dan Kopi.

Pelatihan ditutup, Jumat (23/5/2025). Hasil evaluasi penyelenggaraan pelatihan, peserta menilai bahwa materi yang disampaikan relevan dan aplikatif serta dapat diimplementasikan di lapangan dan disebarluaskan kepada petani.

Pelatihan ini juga meningkatkan kompetensi peserta yang dilihat dari hasil evaluasi pemahaman materi, dari nilai rata-rata 47,56 menjadi 86,33 atau sebesar 84,51%.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, yang memberi sambutan sebelum menutup pelatihan, mengingatkan peserta bahwa yang terpenting dalam suatu pelatihan adalah implementasi setelah peserta kembali ke wilayah kerja masing-masing.

“Saat ini yang terpenting saat ini tidak hanya output, namun sudah tahap outcome bahwa pelatihan dapat mendukung peningkatan produksi dan produktivitas komoditas pertanian,” katanya.

Salah seorang peserta, Diat Sujatman, penyuluh pertanian dari Kabupaten Sukabumi, menyampaikan apresiasi atas terselengaranya pelatihan ini.

“Pelatihan ini penting untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan kopi dan teh karena menjadi komoditas strategis baik secara ekonomi dan sosial budaya," ujarnya.

"Mengikuti pelatihan ini menyegarkan pemahaman kami dan memotivasi kami untuk terus beradaptasi dengan teknologi yang terus berkembang karena penyuluh pertanian adalah agen perubahan,” kata Diat lagi.(*)