16 Maret 2026

Hari: 9 Mei 2025

Dukung Swasembada Pangan dan Tingkatkan Kompetensi Generasi Muda, UPT Pelatihan Kementan Kenalkan Agribisnis Padi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertaian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Pelatihan Agribisnis Padi bagi Generasi Muda, 24 – 30 April 2025. Kegiatan diikuti 10 peserta yang terdiri dari siswa dan mahasiswa yang sedang praktik kerja di BBPP Lembang.

Pelatihan juga menjadi komitmen widyaiswara sebagai guru bangsa, menularkan kompetensi yang dimiliki terkait agribisnis padi kepada generasi milenial dalam upaya regenerasi petani.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan kompetensi SDM, khususnya generasi muda, harus terus digenjot karena perannya penting untuk membangun pertanian Indonesia.

“Peran generasi muda sangat penting. Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia,“ tutur Amran.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Di antaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan magang.

Baca juga:

Dukung dan Siapkan Generasi Muda Pertanian, UPT Pelatihan Kementan Fasilitasi Praktik Kerja Siswa

Selama pelatihan, peserta diberikan materi secara klasikal dan praktik, mulai dari persiapan lahan, persiapan benih dan persemaian, penanaman padi, pemeliharaan padi, pembuatan pupuk organik, pengendalian hama dan penyakit terpadu.

Peserta juga mendapat materi pembuatan pestisida nabati, panen dan pascapanen padi, analisa usahatani padi, dan manajemen sekolah lapang. Praktik langsung dilakukan di beberapa materi.

Pada materi persiapan benih dan persemaian, widyaiswara mengajak peserta seleksi benih padi dengan cara memasukkan benih padi ke dalam air yang sudah ditambahkan garam.

Benih yang baik adalah benih yang tenggelam ke dasar wadah, dan yang tidak berkualitas baik yang mengambang di permukaan air.

Di materi lainnya pembuatan pupuk organik, peserta didampingi widyaiswara praktik membuat pupuk kompos dengan mencampurkan pupuk kohe dengan limbah sayuran, arang sekam dan decomposer EM4.

Sementara itu, pada materi pascapanen padi, widyaiswara mengajak generasi muda ini mengukur dan menghitung kadar air gabah menggunakan oven.

Mereka melakukan penimbangan sebelum dan sesudah dioven yang bertujuan mengetahui kadar air di dalam gabah. Standar kadar air dalam gabah sebesar 14% dan untuk benih 2%.

Akhir pelatihan, Rabu (30/4/2025), perwakilan peserta, Rihan Ali Abdilllah, mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, menilai pelatihan ini sangat bermanfaat.

“Banyak pelajaran baru yang kami dapatkan. Pelatihan ini membuka wawasan kami bahwa di sektor pertanian banyak peluang yang bisa dimanfaatkan dan jika terus dikembangkan ternyata sangat menjanjikan,” tutup Rihan.(***)

Dukung dan Siapkan Generasi Muda Pertanian, UPT Pelatihan Kementan Fasilitasi Praktik Kerja Siswa

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Lima siswa kelas XII dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Baleendah Kabupaten Bandung, melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, UPT Pelatihan di Kementerian Pertanian (Kementan). Praktik dilakukan selama 4 bulan, dari 6 Januari hingga 6 Mei 2025.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peran generasi muda dalam membangun pertanian Indonesia sangat penting.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Siswa-siswi SMK Negeri 3 Baleendah melaksanakan praktik kerja di beberapa zona praktik di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang, yaitu sayuran lapang tanaman brokoli, selada keriting, dan pakcoy. Ada juga yang ditempatkan di sreen house tanaman anggur dan zona kendang sapi dan rumah kompos.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Siapkan Regenerasi Petani di Papua

Setelah 4 bulan melakukan praktik kerja, dilaksanakan seminar hasil. Kegiatan dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang, Manajer Inkubator Agribisnis, petugas pendamping di lapangan, serta siswa-siswi lain yang juga sedang praktik di BBPP Lembang.

Secara bergantian, mereka memaparkan hasil praktik kerja. Diskusi berlangsung tentang hasil proses praktik kerja yang dilakukan.

Pelepasan kegiatan praktik kerja dilakukan oleh Tim Manajemen BBPP Lembang, Selasa (7/5/2025).

Guru yang hadir saat pelepasan, Elah Herliah, menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama dan dedikasi BBPP Lembang menyiapkan generasi muda terjun langsung di sektor pertanian.

“Kegiatan praktik kerja ini diharapkan menjadi bekal anak-anak menata masa depan yang lebih baik dan menjadi pengalaman yang berharga,” tuturnya.

Salah seorang siswa, Wendi Ramadhan mengungkapkan kesannya bisa praktik kerja di BBPP Lembang bersama teman-temannya.

“Fasilitas untuk kegiatan praktik kerja di sini sudah lengkap sehingga membantu kami praktik pertanian di unit masing-masing dengan baik, pegawai di sini juga sangat ramah dan baik membimbing kami dengan tulus,” katanya.

Wendi juga bercerita dirinya jadi banyak mendapat teman baru sesama yang sedang praktik kerja juga terutama dapat ilmu baru dari tidak tahu menjadi tahu setelah praktik kerja di sini.

“Pokoknya, BBPP Lembang the best deh!" ungkapnya.(***)

UPT Pelatihan Kementan Siapkan Regenerasi Petani di Papua

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, memperkenalkan sektor pertanian kepada 23 siswa-siswi kelas V Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Jayawijaya, Papua, yang datang berkunjung, Selasa (6/5/2025).

Rombongan diterima oleh Tim Manajemen BBPP Lembang. Para siswa yang didampingi sejumlah guru itu hadir untuk mempelajari agribisnis tanaman jagung.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan akan terus berupaya meregenerasi sektor pertanian dengan memfokuskan program-program pada generasi muda.

Untuk itu, Menteri Amran mengajak anak muda Indonesia untuk aktif terlibat pada sektor pertanian sebagai pilar keberlanjutan pangan nasional.

"Keterlibatan petani muda dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia menjadi faktor keberlanjutan pangan nasional. Petani muda harus menjadi contoh bagi petani lainnya," kata Menteri Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut jika petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Dalam kunjungannya, rombongan Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Jayawijaya diajak menuju Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian. Widyaiswara BBPP Lembang lalu memberi pemahaman pentingnya pertanian untuk memenuhi konsumsi pangan.

Motivasi diberikan tentang bisnis dibidang pertanian yang menjanjikan terutama di sektor hilirisasi sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.

Baca juga:

Tingkatkan Kompetensi SDM Pertanian, UPT Pelatihan Kementan Gelar Klinik Agribisnis

Peserta dikenalkan olahan pangan jagung menjadi cemilan yang sangat disukai anak-anak, yaitu es krim jagung. Pertama-tama, dikenalkan bahan pembuatan es krim jagung yaitu jagung manis, susu cair, susu kental manis, telur, air, dan bahan pengembang SP.

Lalu, dikenalkan peralatan yang digunakan untuk membuatnya dan langkah pembuatannya yang sangat sederhana dan mudah dipraktikkan.

Secara bergantian, gen Z dari ujung timur Indonesia ini membuat es krim jagung, mulai dari mencampurkan semua bahan, menghaluskan menggunakan blender, memasak, memixer adonan beku sebelum dikemas ke dalam kemasan cantik yang dijual seharga Rp 5.000,00.

Beralih ke lahan terbuka di Inkubator Agribisnis, widyaiswara mengenalkan budidaya tanaman jagung manis mulai dari pengolahan lahan, penanaman dan pemeliharaan.

Anak-anak juga antusias menanam benih jagung ke dalam lubang-lubang tanam yang telah disiapkan petugas dan memberikan pupuk dasar agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Perwakilan peserta, Nathaline Hollyn Wamafma, mengutarakan manfaat yang ia dapat dari kunjungan ini.

“Pengolahan es krim jagung ini membantu kita sebagai ide jajanan dan jualan yang tidak harus kita beli di luar namun bisa membuatnya sendiri di rumah,” ujarnya.

Siswa lainnya, Jhosua Imanuel Sineri, menceritakan keseruan yang ia dapat.

“Sangat seru belajar pertanian di BBPP Lembang karena kami belajar cara menanam jagung yang baik dengan perbedaan sesuai jarak tanam masing-masing. Jika jarak tanam 25 cm maka cukup memasukkan 1 benih jagung ke dalam lubang tanam, jika berjarak 40 cm maka bisa memasukkan 2 benih jagung di dalam 1 lubang tanam,” ujarnya.(***)

Tingkatkan Kompetensi SDM Pertanian, UPT Pelatihan Kementan Gelar Klinik Agribisnis

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (8/5/2025), di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cililin Kabupaten Bandung Barat.

Kegiatan dihadiri 34 orang petani dari 11 desa didampingi penyuluh pertanian. Hadir pula Kelompok Jabatan Fungsional Penyuluh Pertanian dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bandung Barat.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya pangan bagi manusia.

"Jika tidak ada pangan maka tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar sehingga sangat penting kita jaga pangan," kata Mentan Amran.

Mentan Amran juga mengingatkan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan,” ucapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM di bidang pertanian,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan Konsultasi Agribisnis sebagai salah satu standar pelayanan di Balai Besar Pelatihan.

Menurutnya, BBPP Lembang berkomitmen kuat meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

Baca juga:

Mentan Amran Dampingi Wapres Gibran ke NTT, Tegaskan Komitmen Terus Dorong Kemajuan Pertanian

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui Konsultasi Agribisnis. Ini upaya kami dalam pengembangan inkubator agribisnis sebagai pendukung penyelenggaraan pelatihan,” tutur Ajat.

Konsultasi agribisnis dilaksanakan secara hybrid, baik secara online (daring) berbasis website dan whatsapp center, serta secara offline (luring) datang langsung ke kantor dan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK) datang ke lokasi petani yang membutuhkan konsultasi tentang pertanian.

Layanan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK) dilaksanakan 2 kali dalam sebulan, dan sudah dilaksanakan sebanyak lima kali sejak awal tahun 2025.

Setiap pelaksanaannya, animo petani dan penyuluh pertanian untuk hadir ke kantor penyuluhan pertanian dan berkonsultasi sangat tinggi dan antusias.

Pada kunjungan ke-5, widyaiswara memberikan materi singkat tentang pertanian organik yaitu pembuatan pupuk kompos.

Penjelasan ini banyak mengundang berbagai pertanyaan petani tentang budidaya tanaman yang dilakukannya, baik tanaman padi, hortikultura, dan pengolahan hasil pertanian yang menjadi komoditas unggulan di Kecamatan Cililin. Solusi disampaikan oleh para konsultan dengan rinci dan jelas.

Koordinator Penyuluh Pertanian di BP3K Cililin, Lelin Linggawati, merasakan aura poitif adanya diseminasi informasi pertanian kepada petani melalui Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK).

“Biasanya petugas penyuluh pertanian yang melakukan diseminasi dan penyuluhan kepada kelompok tani.

“Alhamdulillah pelayanan terpadu KAK BBPP Lembang oleh widyaiswara memberi nuansa baru bagi petani binaan kami,” ujar Lelin.(***)