Bukan Sekadar Tradisi! Grebeg Sayur Polbangtan Kementan Jadi Simbol Kuatnya Ketahanan Pangan

TANIINDONESIA.COM, Magelang – Ratusan warga desa Glagahombo, Purwosari, dan Dlimas, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang memadati lapangan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan Yoma) untuk mengikuti Grebeg sayur Sabtu (8/8/2026).
Grebeg sayur menjadi acara yang rutin diselenggarakan oleh Polbangtan Yoma dalam rangka memperingati Dies Natalis. Pada peringatan ke-8 lahirnya Polbangtan Yoma ini, masyarakat mendapatkan sajian 2 gunungan sayur dan hewan ternak.
Turut hadir sejumlah pemangku kepentingan untuk memeriahkan acara. Hadir mewakili Bupati Magelang, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang didampingi Polresta Kabupaten Magelang, Dodik Bela Negar Kepala Dinas terkait, Pimpinan Perguruan Tinggi, Kepala SMA/ SMK di Kabupaten dan Kota Magelang, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Tegalrejo, serta perusahaan mitra seperti PT. Mustika Jaya Lestari, dan Bank Mandiri.
Polbangtan Yoma terus menggandeng para pemangku kepentingan untuk bersama – sama bersinergi mendukung swasembada pangan nasional.
Seperti disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, keberhasilan swasembada tidak lepas dari peran aktif pemerintah daerah dalam mengawal produksi, memperluas tanam, menjaga distribusi, serta melindungi petani di wilayah masing-masing.
“Kami ucapkan terima kasih yang luar biasa atas supportnya terhadap sektor pertanian. Kalau ingin negara menjadi negara super power, negara yang menuju Indonesia emas, kita harus kawal sektor pertanian,” ungkapnya.
Mentan Amran menegaskan bahwa sinergi pusat dan daerah menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa untuk mencapai swasembada pangan perlu SDM yang kompeten.
“Sinergi antara pusat, daerah, penyuluh, dan pendidikan vokasi adalah kunci utama dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang inovatif guna mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.” katanya.
Dalam upacara penutupan Dies Natalis ke-8, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan menyebut Polbangtan Yoma mempunyai peran strategis dalam mengupayakan swasembada pangan.
“Polbangtan Yoma sebagai salah satu Pendidikan Tinggi Vokasi Kementerian Pertanian di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian mempunyai tugas mencetak alumni sebagai Job Creator dan Job seeker dibidang Pertanian dan Peternakan.” tuturnya.
Dalam mendukung swasembada pangan, Polbangtan Yoma juga telah banyak melaksanakan kegiatan baik di kampus di lapangan, antara lain melalui program Tridharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat.

“Kegiatan di lapangan dilaksanakan melalui PKL, Magang, Magang Berdampak, penerjunan mahasiswa dan Dosen di lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) lahan rawa di Provinsi Bangka Belitung, Provinsi Kalteng dan Provinsi Jawa Tengah serta Provinsi Aceh. Selain itu alumni Polbangtan Yoma juga ikut berkiprah dalam kegiatan pendampingan Brigade Pangan di Kalimantan Tengah dan Pertanian Modern di Provinsi jawa Tengah.” jelas Hermawan.
Menurutnya, sebagai institusi maupun insan pertanian, Polbangtan Yoma harus adaptif dan agile menghadapi kondisi sosial dan tuntutan inovasi ke depan.
Ia pun mengapresiasi mahasiswa yang bisa membagi waktu dengan baik, dengan mengikuti kuliah sambil melakukan usaha.
“Artinya, di sini mahasiswa tau kapan waktunya bekerja keras, menggembleng diri. Karena kami sedang menyiapkan anak muda generasi penerus, agar nantinya bisa menikmati hasil dengan tetap sehat dan selalu ingat pada Sang pencipta.” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Puji Lestari yang hadir mewakili Bupati Magelang mengapresiasi upaya Polbangtan Yoma dalam mencetak SDM pertanian yang unggul.
“Polbangtan Yoma adalah salah satu faktor kunci yang berperan dalam menumbuhkan petani muda. Hal ini sejalan dengan program Bupati Magelang : Gemilang Potensine.” ucapnya.
Puji mengatakan Bupati Magelang concern pada perkembangan pertanian Kabupaten Magelang.
“Hal ini bisa dilihat dari program beliau Gemilang Potensine dan bagaimana mengembangkan agrowisata, agroindustri di Kabupaten Magelang.” tambahnya.
Ia melanjutkan, meski baru masuk ke tahun ke delapan, Polbangtan Yoma sudah mencetak generasi petani muda untuk kemajuan Magelang, bahkan untuk Indonesia.
“Jajaran pemerintah kabupaten siap bersinergi, berkolaborasi, untuk membangun Pertanian di Kabupaten Magelang.” tegasnya di depan ratusan warga dan pemangku kepentingan dalam Grebeg Sayur Polbangtan Yoma.(*)
