8 Juni 2026

Polbangtan Kementan

Jawab Tantangan Aging Farmer, Polbangtan Kementan Perluas Program Pemberdayaan Pemuda Pertanian

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) terus memperkuat perannya dalam mendukung regenerasi petani melalui perluasan jangkauan program pemberdayaan pemuda di sektor pertanian.

Sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian (Kementan), Polbangtan Yoma tidak hanya berfokus mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian unggul melalui pendidikan formal, tetapi juga memperluas manfaat program pengembangan kapasitas bagi berbagai kelompok masyarakat.

Mulai tahun 2027, Polbangtan Yoma akan mengimplementasikan program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services Scaling-Up Intervention (YESS-SI) yang didukung oleh International Fund for Agricultural Development (IFAD). Program ini menyasar pemuda, Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), penyandang disabilitas, masyarakat adat, serta berbagai pemangku kepentingan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Program YESS-SI merupakan pengembangan dari Program YESS yang sebelumnya telah menjangkau lebih dari 300 ribu pemuda di 19 kabupaten pada empat provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Program tersebut berhasil meningkatkan indeks kepemilikan aset rumah tangga hingga 60 persen.

Melalui YESS-SI, Polbangtan Yoma akan melaksanakan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas pemuda pedesaan agar mampu mengembangkan usaha dan menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian modern.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

"Pesan saya kepada para pemuda adalah memiliki karakter jujur, disiplin, pekerja keras, serta tidak menggantungkan harapan kepada orang lain. Mimpi besar kita adalah mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia," ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menilai pemuda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak transformasi pertanian Indonesia.

Baca Juga: Brigade Pangan Aceh Besar Gelar Gerakan Tanam Serempak untuk Perkuat Produksi Padi Nasional

"Mereka perlu terus difasilitasi agar mampu menjadi lokomotif transformasi perekonomian perdesaan melalui modernisasi pertanian dari hulu hingga hilir," katanya.

Sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan program, Polbangtan Yoma menggelar Sosialisasi Proyek Pengembangan Kewirausahaan dan Ketenagakerjaan Generasi Muda di Sektor Pertanian (YESS-SI) Tahun Anggaran 2027 pada 4–5 Juni 2026.

Kegiatan ini melibatkan National Project Management Unit (NPMU) YESS, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah, serta Dinas Pertanian kabupaten/kota calon lokasi pelaksanaan program.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program tersebut.

"Kami ingin mengembangkan sinergi yang telah terbangun menjadi kolaborasi yang memberikan dampak lebih luas bagi penerima manfaat di DIY dan Jawa Tengah," ujarnya.

Menurut Hermawan, kesiapan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mendukung tumbuhnya petani muda dan wirausahawan pertanian. Program ini diharapkan mampu mendorong keterlibatan pemuda, baik laki-laki maupun perempuan, agar terintegrasi secara ekonomi melalui pekerjaan dan kewirausahaan berbasis pertanian.

Sementara itu, Basuki Setiabudi selaku NPMU YESS Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa proyek YESS-SI dirancang untuk menarik minat pemuda usia 17–39 tahun agar terjun ke sektor pertanian.

"Program ini akan mengubah cara pandang generasi muda terhadap pertanian, dari sektor yang dianggap tradisional menjadi sektor yang menguntungkan, modern, dan bergengsi," jelasnya.

Ia menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan regenerasi akibat dominasi tenaga kerja usia lanjut atau aging farmer.

"Melalui YESS-SI, kita berupaya menjawab tantangan regenerasi petani sehingga keberlanjutan sektor pertanian nasional dapat terjaga," pungkasnya.(*)

Siap Go Nasional! Polbangtan Kementan Lindungi Inovasi Pertanian Lewat Kerja Sama dengan Kemenkum

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) menjalin kerja sama dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Kemenkum DIY) dalam bidang perlindungan kekayaan intelektual. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) berlangsung di Hotel Grand Rohan Yogyakarta, Selasa (12/5/2026).

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan hasil riset dan inovasi sivitas akademika Polbangtan YOMA, sekaligus mendorong peningkatan pengelolaan kekayaan intelektual di lingkungan perguruan tinggi vokasi pertanian.

Penandatanganan PKS dilakukan bersama sejumlah perguruan tinggi di DIY dan difasilitasi oleh Kanwil Kemenkum DIY sebagai upaya memperkuat sinergi pelayanan kekayaan intelektual di lingkungan pendidikan tinggi.

Direktur Polbangtan YOMA, R Hermawan mengatakan, kerja sama ini menjadi momentum penting dalam membangun budaya inovasi dan perlindungan karya intelektual di kampus vokasi pertanian.

Menurutnya, saat ini Polbangtan YOMA tengah mengajukan 18 paten dan paten sederhana yang masih dalam proses.

“Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen Polbangtan YOMA dalam mendorong hilirisasi inovasi sekaligus melindungi hasil karya sivitas akademika. Saat ini terdapat 18 paten dan paten sederhana yang sedang berproses dan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan pertanian,” ujarnya.

Baca Juga: Jogja Benih 2026 Satukan Akademisi dan Praktisi, Perkuat Sistem Perbenihan Nasional

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa inovasi dan perlindungan kekayaan intelektual menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi pertanian modern dan peningkatan daya saing sumber daya manusia pertanian.

“Kampus vokasi pertanian harus menjadi pusat lahirnya inovasi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi petani. Perlindungan hak kekayaan intelektual menjadi langkah penting agar inovasi anak bangsa memiliki nilai tambah dan keberlanjutan,” ujar Menteri Pertanian.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyampaikan, penguatan ekosistem riset dan inovasi di lingkungan pendidikan vokasi Kementerian Pertanian terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor.

“Polbangtan sebagai institusi pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan teknologi tepat guna yang terlindungi secara hukum sehingga dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat dan dunia usaha,” katanya.

Melalui kerja sama ini, Polbangtan YOMA diharapkan semakin aktif mengembangkan riset terapan, inovasi teknologi pertanian, serta perlindungan kekayaan intelektual guna mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia.(*)

Panen Perdana Metode Ankansas, Polbangtan Kementan Catat Produktivitas

TANIINDONESIA.COM, Bantul – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) melaksanakan panen perdana padi menggunakan metode Ankansas di Teaching Factory (Tefa) Perbenihan Kebun Banyakan, Kecamatan Piyungan, Bantul, Selasa (21/4/2026).

Panen ini merupakan bagian dari penerapan inovasi budidaya padi metode Ankansas pada lahan seluas 1.000 meter persegi dengan varietas unggul Inpari 32. Hasilnya menunjukkan produktivitas yang cukup tinggi, mencapai 6,4 ton per hektare.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menekankan pentingnya inovasi budidaya dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

“Peningkatan produksi pangan harus didukung oleh teknologi yang tepat serta SDM pertanian yang unggul. Langkah Polbangtan Yoma ini merupakan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa penguatan pendidikan vokasi berbasis praktik menjadi kunci dalam meningkatkan produksi pangan nasional.

“Kami mendorong seluruh unit pendidikan untuk terus mengembangkan inovasi dan memperkuat Teaching Factory guna menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja,” tegasnya.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menjelaskan bahwa metode Ankansas menjadi salah satu pendekatan inovatif untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian, khususnya komoditas padi.

Baca Juga: Penguatan Pembelajaran Terintegrasi, Polbangtan Kementan Gelar Kunjungan Akademik

“Panen perdana ini membuktikan bahwa penerapan teknologi dan metode budidaya yang tepat mampu meningkatkan hasil produksi sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa,” ujarnya.

Kepala Pusat Pendidikan BPPSDMP Kementerian Pertanian, Muhammad Amin, turut mengapresiasi implementasi Teaching Factory yang dilakukan Polbangtan Yoma. Menurutnya, model pembelajaran ini efektif dalam mengintegrasikan teori dan praktik secara langsung di lapangan.

“Kegiatan ini penting dalam mencetak SDM pertanian yang adaptif terhadap inovasi dan siap menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan,” ungkapnya.

Panen perdana ini diharapkan menjadi contoh bagi pengembangan budidaya padi di berbagai daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dan penerapan teknologi pertanian di lapangan.(*)

Penguatan Pembelajaran Terintegrasi, Polbangtan Kementan Gelar Kunjungan Akademik

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta — Sebanyak 149 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang melakukan kunjungan akademik ke Polbangtan Yogyakarta-Magelang (Yoma), Selasa (21/4/2026), guna memperkuat pembelajaran berbasis praktik di sektor pertanian.

Kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran terintegrasi Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 bagi mahasiswa Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan tingkat I dan II.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa peran generasi muda sangat menentukan percepatan pembangunan sektor pertanian nasional.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyebut pendidikan vokasi menjadi ujung tombak dalam mencetak SDM pertanian yang adaptif dan siap kerja.

“Kolaborasi antarkampus vokasi akan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, sekaligus memperkuat kesiapan mereka menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan,” ujarnya.

Dalam kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan materi di dalam kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam diskusi dan pengamatan praktik pembelajaran di lingkungan kampus.

Baca Juga: Perkuat Mutu Pendidikan Vokasi, Prodi Agribisnis Hortikultura Polbangtan Kementan Jalani Asesmen BAN-PT

Materi yang dipelajari mencakup kelembagaan petani, komunikasi penyuluhan, hingga teknologi produksi dan agribisnis berkelanjutan. Selain itu, mahasiswa juga mendalami aspek manajemen SDM, evaluasi penyuluhan, serta teknologi pemupukan ramah lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung di Kampus Polbangtan Yoma Yogyakarta ini dibuka oleh Wakil Direktur I, Dr. Endah Puspitojati, dan dihadiri perwakilan Polbangtan Malang, Dr. Budi Sawitri.

Salah satu agenda utama adalah pemaparan program Juru Tani yang menjadi inovasi dalam penguatan pendidikan vokasi pertanian. Mahasiswa juga mengikuti diskusi interaktif terkait pengembangan laboratorium dan Teaching Factory (TEFA).

Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata, kunjungan ke fasilitas kampus, serta observasi langsung ke area praktik.

Melalui kegiatan ini, sinergi antar Polbangtan diharapkan semakin kuat dalam mencetak generasi muda pertanian yang kompeten, adaptif, dan siap mendorong kemajuan sektor pertanian nasional.(*)

Perkuat Mutu Pendidikan Vokasi, Prodi Agribisnis Hortikultura Polbangtan Kementan Jalani Asesmen BAN-PT

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan YOMA) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pertanian melalui pelaksanaan asesmen lapangan akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Senin (20/4/2026).

Kegiatan asesmen ini difokuskan pada Program Studi Agribisnis Hortikultura Program Diploma IV sebagai bagian dari proses penjaminan mutu pendidikan tinggi yang berkelanjutan dan berbasis outcome.

Hadir sebagai tim asesor, Prof. Dr. Ir. Reny Herawati, M.P. dari Universitas Bengkulu dan Dr. Yulmira Yanti, S.Si., M.P. dari Universitas Andalas. Keduanya melakukan penilaian menyeluruh melalui verifikasi dokumen, wawancara dengan sivitas akademika, serta observasi langsung terhadap sarana prasarana dan proses pembelajaran.

Direktur Polbangtan YOMA, R. Hermawan, menyampaikan bahwa asesmen lapangan merupakan momentum strategis untuk mengukur capaian kinerja program studi sekaligus memperkuat langkah perbaikan berkelanjutan.

“Proses ini menjadi refleksi bagi kami dalam memastikan kualitas penyelenggaraan pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Kami juga terus mendorong penguatan kurikulum berbasis kompetensi, peningkatan kapasitas SDM, serta perluasan jejaring kemitraan,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar pemenuhan standar administratif, tetapi bagian dari transformasi pendidikan vokasi agar mampu mencetak SDM pertanian yang adaptif dan berdaya saing global.

“BPPSDMP berkomitmen mendorong kelembagaan pendidikan vokasi pertanian agar semakin responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan sektor pertanian modern,” jelasnya.

Dukungan juga disampaikan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya peran strategis perguruan tinggi vokasi dalam mencetak generasi muda pertanian yang unggul dan inovatif.

Baca Juga: Gelar Sharing Session, Kementan Buka Strategi Publikasi Bereputasi dan Riset Strategis

“Pendidikan vokasi harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan serta mampu menjawab tantangan global,” tegasnya.

Pada sesi penutupan, tim asesor menyampaikan sejumlah catatan dan rekomendasi strategis. Secara umum, visi, misi, tujuan, dan sasaran (VMTS) program studi dinilai telah selaras dengan arah pengembangan institusi. Namun, penguatan perlu difokuskan pada pencapaian berbasis outcome dengan implementasi siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang lebih terukur.

Selain itu, asesor mendorong peningkatan kualitas kerja sama melalui riset kolaboratif, penguatan sistem monitoring dan evaluasi berbasis digital, serta pengembangan jejaring internasional guna meningkatkan kompetensi global mahasiswa.

Peningkatan kualitas SDM dosen juga menjadi perhatian, khususnya dalam mendorong kenaikan jabatan akademik hingga Lektor Kepala yang didukung publikasi ilmiah bereputasi. Di sisi lain, optimalisasi teaching factory berbasis digital serta penguatan kolaborasi riset dengan berbagai pihak, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dinilai penting untuk mendukung inovasi berkelanjutan.

Asesor juga menekankan penguatan tracer study berbasis digital serta peningkatan jumlah lulusan yang berwirausaha, khususnya di bidang perbenihan dan biofarmaka.

Melalui asesmen ini, Polbangtan YOMA diharapkan mampu memperkuat sistem penjaminan mutu internal serta meningkatkan daya saing Program Studi Agribisnis Hortikultura dalam mencetak SDM pertanian yang profesional, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global.(*)

Polbangtan Kementan dan UGM Sepakati Kolaborasi Strategis 3 Tahun, Fokus SDM dan Inovasi Pertanian

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta – Kolaborasi antara dunia akademik dan vokasi kembali diperkuat. Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) bersama Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada resmi menandatangani Nota Kesepahaman Bersama di Yogyakarta, Jumat (17/4/2026).

Penandatanganan ini dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian UGM, Jaka Widada, serta jajaran pimpinan Polbangtan Yoma, mulai dari Direktur hingga Wakil Direktur dan tim kerja sama.

Kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong kolaborasi yang lebih terarah dan aplikatif. Tidak sekadar formalitas, kedua institusi berkomitmen menindaklanjuti nota kesepahaman melalui program-program teknis yang konkret, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Jaka Widada dari UGM menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak inovasi pertanian.

“Kolaborasi ini tidak boleh berhenti pada seremoni. Harus ada implementasi nyata yang memberikan manfaat langsung, terutama bagi sektor pertanian dan masyarakat luas,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pendidikan akademik dan vokasi dalam menciptakan ekosistem yang saling melengkapi.

“Fakultas Pertanian UGM siap berkontribusi dalam penguatan SDM, riset terapan, serta pengembangan teknologi pertanian yang adaptif terhadap tantangan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menyebut kerja sama ini sebagai momentum penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pertanian.

Menurutnya, kolaborasi yang lebih spesifik akan menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga siap menghadapi kebutuhan dunia kerja dan berkontribusi nyata dalam pembangunan pertanian nasional.

Baca Juga: Jaring Talenta Unggul, Polbangtan Kementan Gelar Seleksi PMB Jalur Prestasi 2026

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat ekosistem pertanian berbasis ilmu pengetahuan dan keterampilan.

“Sinergi antara pendidikan vokasi dan akademik menjadi kunci dalam mencetak SDM pertanian yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan global. Kami mendorong kolaborasi seperti ini untuk terus diperluas dan diimplementasikan secara nyata di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian.

“Kerja sama ini diharapkan mampu menghasilkan model pembelajaran yang lebih aplikatif dan berbasis kebutuhan industri pertanian. Dengan demikian, lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menjadi pelaku utama pembangunan pertanian,” ungkapnya.

Ruang lingkup kerja sama mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta bidang lain yang disepakati bersama.

Setiap program lanjutan nantinya akan dituangkan dalam perjanjian kerja sama turunan yang lebih teknis, sehingga arah implementasi menjadi semakin jelas dan terukur.

Nota Kesepahaman ini berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak.

Melalui penguatan kerja sama yang lebih spesifik ini, kedua institusi berharap dapat menghadirkan kolaborasi yang berkelanjutan, inovatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor pertanian Indonesia.(*)

Jaring Talenta Unggul, Polbangtan Kementan Gelar Seleksi PMB Jalur Prestasi 2026

TANIINDONESIA.COM, Yogyakarta — Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang (Polbangtan Yoma) menggelar Tes Wawancara Jalur Prestasi dalam rangka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom.

Sebanyak 94 peserta yang telah lolos tahap administrasi mengikuti proses wawancara yang melibatkan panitia dan tim pewawancara. Tahapan ini bertujuan untuk mengklarifikasi capaian prestasi sekaligus menggali minat dan motivasi calon mahasiswa dalam memilih pendidikan di bidang pertanian dan peternakan.

Ketua Substansi Kelompok Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Demi Widi Kurniawati, selaku Ketua Panitia, menjelaskan bahwa jalur prestasi diharapkan mampu menjaring calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki prestasi nonakademik yang dapat mendukung kemajuan institusi.

“Melalui jalur ini, diharapkan terpilih mahasiswa dengan prestasi nonakademik di bidang olahraga, seni, keilmuan, organisasi, serta bakat dan minat lainnya. Prestasi dengan capaian lebih tinggi, seperti tingkat internasional, tentu menjadi nilai tambah,” ujarnya.

Ketua Tim Kerja Kemahasiswaan dan Alumni, Abdul Hamid, menambahkan bahwa wawancara menjadi tahapan krusial dalam proses seleksi.

“Dari 94 peserta, akan disaring menjadi 33 orang atau sekitar 10 persen dari total kuota PMB 2026. Penilaian tidak hanya berdasarkan hasil wawancara, tetapi juga mempertimbangkan nilai rapor dan akreditasi sekolah asal,” jelasnya.

Direktur Polbangtan Yogyakarta–Magelang, R. Hermawan, menegaskan bahwa seleksi jalur prestasi merupakan strategi untuk mencetak generasi muda pertanian yang unggul dan berdaya saing.

Baca Juga: Seleksi Ketat Jalur Undangan, Polbangtan Kementan Wawancarai 268 Calon Mahasiswa

“Polbangtan Yoma berkomitmen menghadirkan SDM pertanian yang cerdas secara akademik, berkarakter, terampil, serta memiliki prestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa seleksi yang ketat dan objektif menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas lulusan pendidikan vokasi pertanian.

“Melalui proses seleksi yang terukur, diharapkan lahir lulusan yang siap terjun ke dunia kerja dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing,” tuturnya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, turut mengapresiasi pelaksanaan seleksi jalur prestasi tersebut sebagai langkah strategis dalam menjaring talenta terbaik bangsa.

“Kementerian Pertanian terus mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif, kreatif, dan berprestasi guna memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Peserta yang dinyatakan lulus tahap wawancara akan melanjutkan ke tahapan berikutnya, yakni tes kesehatan yang dijadwalkan berlangsung pada 20–23 April 2026 di RSPAU dr. S. Hardjolukito.

Melalui rangkaian seleksi ini, Polbangtan Yoma menegaskan komitmennya dalam menjaring calon mahasiswa terbaik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kelebihan di bidang nonakademik sebagai bekal mendukung pembangunan sektor pertanian di masa depan.(*)

Brigade Pangan Dorong Generasi Muda Pertanian dan Modernisasi Lahan di Grobogan

TANIINDONESIA.COM, Grobogan – Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mendorong generasi muda terjun ke sektor pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan, sekaligus memperkuat swasembada pangan nasional. Di Jawa Tengah, 58 Brigade Pangan telah dibentuk di 12 kabupaten, termasuk lima di Kabupaten Grobogan yang tersebar di Kecamatan Godong, Toroh, Tawangharjo, Kradenan, dan Gubug.

Dengan pemanfaatan alat mesin pertanian modern, diharapkan anak muda tertarik mengelola lahan secara produktif dan memperoleh keuntungan dari usaha pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong pemuda untuk memanfaatkan dukungan pemerintah berupa bibit dan pupuk gratis, serta akses pembiayaan.

“Kalau ada lahan dari orang tua, sepupu, atau keluarga, silakan dimanfaatkan. Bibitnya gratis, pupuknya gratis. Anak muda harus memanfaatkan kesempatan ini,” ujar Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan peran Brigade Pangan dalam mempercepat swasembada pangan melalui modernisasi pertanian dan peningkatan kompetensi petani milenial.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma), R. Hermawan, menyatakan bahwa Brigade Pangan merupakan sarana regenerasi petani sekaligus wadah pengelolaan agribisnis yang terorganisasi.

Baca Juga: Siapkan Kurikulum OBE, Polbangtan Kementan Cetak SDM Pertanian Unggul

“Brigade Pangan harus berjalan dan beroperasi, bukan sekadar dibentuk,” tegas Hermawan saat pertemuan Brigade Pangan di BPP Toroh, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Kamis (12/3/2026).

Hermawan menambahkan pentingnya kelembagaan yang kuat, dengan manajer, sekretaris, bendahara, dan unit-unit usaha. Tidak hanya menjalankan alsintan, Brigade Pangan juga harus fokus pada budidaya padi untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP).

Selain itu, konsolidasi lahan menjadi strategi penting. Brigade Pangan dapat bekerja sama dengan pemilik lahan melalui mekanisme yang disepakati bersama. Dalam kesempatan ini, Brigade Pangan Toroh menandatangani MoU dengan Gabungan Kelompok Tani Sumber Makmur 1 dan Kelompok Tani Sidodadi untuk bersama-sama meningkatkan produktivitas padi di Kecamatan Toroh.

Dengan langkah ini, Kementan berharap Brigade Pangan menjadi model pertanian modern berbasis generasi muda yang mampu mengoptimalkan lahan, meningkatkan produktivitas, dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Siapkan Kurikulum OBE, Polbangtan Kementan Cetak SDM Pertanian Unggul

TANIINDONESIA.COM, Sleman – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma) sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian (Kementan), terus berupaya mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Salah satunya melalui pengembangan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang menekankan capaian pembelajaran aplikatif dan relevan dengan dunia kerja.

Sebelumnya, Polbangtan Yoma menggunakan kurikulum berbasis Kewirausahaan untuk mencetak lulusan yang inovatif, mandiri, dan mampu menciptakan lapangan kerja. Dengan OBE, kurikulum disempurnakan agar proses pembelajaran berfokus pada kompetensi dan capaian nyata yang harus dimiliki lulusan, bukan sekadar materi pembelajaran.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya strategi ini dalam mencetak petani modern yang adaptif, inovatif, dan mampu mendorong industrialisasi pertanian.

“Langkah ini sangat strategis untuk mencetak petani modern yang adaptif, inovatif, dan mampu mendorong industrialisasi pertanian guna meningkatkan produktivitas serta ketahanan pangan nasional,” ujar Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menambahkan bahwa sektor pertanian harus bertransformasi menghadapi tantangan global. Menurutnya, kunci keberhasilan ada pada inovasi teknologi, penguatan kelembagaan petani, dan pengembangan SDM unggul, selaras dengan program pemerintah seperti swasembada pangan, hilirisasi, dan program makan bergizi.

Baca Juga: Mentan Amran Rapat Hari Minggu Antisipasi Kekeringan dan Ketegangan Geopolitik

Untuk mewujudkan hal tersebut, Polbangtan Yoma menggelar Workshop Penyusunan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada 9–11 Maret 2026 di University Club (UC) UGM, Sleman, Yogyakarta. Workshop ini menghadirkan narasumber dari akademisi dan praktisi pendidikan, termasuk Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Dwi Sulisworo, yang memaparkan pentingnya penyelarasan antara capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), metode pembelajaran, dan evaluasi berbasis hasil.

Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan, menegaskan bahwa pengembangan kurikulum OBE penting untuk menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap bekerja di sektor pertanian.

“Melalui kurikulum OBE, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada materi, tetapi juga pada capaian pembelajaran yang harus dimiliki oleh lulusan. Kurikulum ini akan diterapkan pada Tahun Akademik 2026/2027 agar lulusan Polbangtan Yoma memiliki kompetensi unggul, profesional, dan siap berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian,” jelas Hermawan.

Workshop ini diharapkan memperkuat sistem pendidikan vokasi pertanian yang berorientasi pada hasil, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan industri pertanian, sekaligus mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan dan peningkatan ketahanan pangan nasional.(*)