21 April 2026

Berita terbaru

Berita utama

Berita terpopuler

Perkuat Sinergi dan Dukung Program Branding Perkotaan, Polbangtan Kementan Gelar Audiensi dengan Walikota Yogyakarta

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) melakukan audiensi dengan Walikota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, Selasa (8/7/2025), di Kantor Walikota, Balaikota Timoho.

Audiensi ini merupakan langkah awal strategis dalam mendukung program branding Kota Yogyakarta melalui pengembangan pertanian perkotaan yang inovatif dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan pembangunan pertanian harus dilakukan bersama-sama. Karena, pertanian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan semua orang.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti membangun pertanian bukan hanya tugas Kementan.

"Oleh sebab itu, dibutuhkan sinergi agar ketahanan pangan bisa diwujudkan," katanya.

Saat audiensi, Rombongan Polbangtan Yoma dipimpin oleh Wakil Direktur I, Endah Puspitojati, didampingi oleh Wakil Direktur II, Budi Purwo, serta Ketua Kelompok Akademik Administrasi dan Kemahasiswaan (AAK), Demi Widi.

Dari pihak Pemerintah Kota, Walikota Hasto didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan serta Kepala Bappeda Kota Yogyakarta.

Wakil Direktur I Polbangtan Yoma, Endah Puspitojati menegaskan, audiensi merupakan bentuk komitmen nyata dalam membangun kolaborasi antara institusi pendidikan pertanian dan pemerintah kota.

Tujuannya, untuk memperluas dampak pertanian tidak hanya di pedesaan, tetapi juga dalam konteks perkotaan.

“Kami ingin Kota Yogyakarta dikenal tidak hanya sebagai kota pelajar, tetapi juga sebagai kota yang memiliki visi pertanian urban yang kuat dan berdaya saing. Kampung tematik dan denplot ini akan menjadi contoh kolaborasi nyata antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah,” ungkap Endah.

Walikota Hasto menyambut baik inisiatif Polbangtan Yoma. Ia menyatakan dukungannya terhadap pengembangan pertanian di ruang-ruang kota yang terbatas.

Menurutnya, pertanian perkotaan merupakan solusi strategis dalam menjawab tantangan kebutuhan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Baca juga:

Dorong Aktivitas Bisnis, Polbangtan Kementan Tingkatkan Produktivitas BP di Kabupaten Bangka Selatan

“Kami membuka ruang selebar-lebarnya untuk kerja sama lintas sektor seperti ini. Pertanian bukan hanya milik desa, tapi juga bagian penting dari pembangunan kota modern yang sehat dan mandiri secara pangan,” ujar Hasto.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas dua agenda utama yang menjadi fokus kerja sama. Pertama, inisiasi Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengembangan Kampung Tematik Pertanian di Kelurahan Warungboto dan Kelurahan Semaki.

Kampung tematik dirancang sebagai ikon baru dalam penguatan branding Kota Yogyakarta di bidang pertanian, dengan mengintegrasikan kegiatan pertanian bersama nilai-nilai edukatif, estetika, ekonomi lokal, dan kearifan masyarakat.

Kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelatihan dan wisata edukasi, tetapi juga ruang kolaboratif bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan mengembangkan pertanian perkotaan.

Kampung tematik juga diharapkan menjadi laboratorium lapang yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat kota, mahasiswa, dan penyuluh pertanian.

Fokus utamanya meliputi pertanian organik, budidaya hidroponik, pemanfaatan lahan sempit, dan penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan, pengelolaan sampah organi, dan budidaya magot.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan kota yang adaptif dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, disepakati untuk menyusun rencana aksi bersama serta penyusunan MoU resmi yang akan mengikat kerja sama jangka menengah.

Selain itu, tim teknis akan melakukan peninjauan lapangan ke lokasi-lokasi yang telah diusulkan guna menyusun desain teknis dan operasionalisasi program.

Audiensi ini menjadi tonggak awal dari kemitraan inovatif antara dunia pendidikan vokasi pertanian dan pemerintah kota dalam membangun masa depan pertanian perkotaan yang inklusif, edukatif, dan berkelanjutan di Kota Yogyakarta. (TW)

Dorong Aktivitas Bisnis, Polbangtan Kementan Tingkatkan Produktivitas BP di Kabupaten Bangka Selatan

TANIINDONESIA.COM//BANGKA SELATAN - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta - Magelang (Polbangtan Yoma) mendorong Brigade Pangan (BP) Kabupaten Bangka Selatan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, melalui aktivasi strategi bisnis.

Ini menjadi salah satu program Kementan untuk mencapai target swasembada pangan, utamanya pada komoditas padi. Sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Hadir di Desa Pergam, Kecamatan Air Gegas, dan Desa Serdang, Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung pada Sabtu (5/7/2025), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyebut BP harus berorientasi bisnis.

"Kami tidak memperbolehkan BP mengelola lahan skala usaha kecil-kecil, skala usahanya harus besar, harus efisien, harus ekonomis karena diarahkan dalam kegiatan bisnis," terang Idha.

Ia mendorong BP untuk memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan) dalam mengolah lahan.

Baca juga:

Kuatkan Komitmen Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Gandeng Stakeholder pada Gelar Dies Natalis

”Brigade Pangan diharapkan bisa mengelola lahan minimal 150 hektare. Brigade Pangan sendiri masuk dalam organisasi bisnis yang difasilitasi dengan alsintan. Agar kedepan bisa mandiri,” lanjutnya.

Ia pun mengapresiasi manajer BP Beras Basa yang berinisiatif memodifikasi alsintan traktor roda 4 (TR4) yang sudah diterima untuk membuka lahan berat yang ada di wilayah mereka.

Beberapa BP di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga melaksanakan pembukaan lahan vegetasi sedang - berat dengan meminjam excavator dari Dinas Pertanian Provinsi maupun Kabupaten, atau dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di wilayah tersebut.

”Untuk lahan vegetasi berat, BP bisa berkoordinasi dengan dinas setempat untuk menurunkan alat berat. Yang digunakan untuk membuka lahan tersebut,” ucap Idha.

Hadir mendampingi Kepala BPPSDMP, Direktur Polbangtan Yoma sekaligus Penanggungjawab BP Kepulauan Bangka Belitung, R. Hermawan mengatakan dirinya siap melakukan pendampingan di lapangan. Hal ini dibuktikan dengan penerjunan dosen dan mahasiswa untuk mendampingi BP Kabupaten Bangka Selatan.

”Kami menerjunkan sejumlah dosen dan mahasiswa untuk mendampingi BP di lapangan. Tak hanya aspek teknis, namun juga dari segi manajemen agribisnisnya. Supaya target produksi, sekaligus kesejahteraan petani bisa dicapai secara simultan,” pungkasnya. (IMNS/os)

Wujudkan Swasembada Pangan, Kompetensi Penyuluh Ditingkatkan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Survailen Sertifikasi Kompetensi Bidang Penyuluhan Pertanian Level Supervisor, Jumat (4/7/2025), di Kelas Krisan 4 BBPP Lembang.

Survailen Sertifikasi Kompetensi Bidang Penyuluhan Pertanian dilakukan untuk mendukung program Kementerian Pertanian yaitu swasembada pangan.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Ia menyebut penyuluh sebagai motor penggerak suksesnya pembangunan pertanian.

"Saya berharap mereka menjadi berlian dan emas dalam upaya mencapai tujuan tersebut," katanya.

Amran juga mendorong penyuluh untuk terus mendampingi petani, meningkatkan produksi dan produktivitas, serta mengawal program-program pemerintah di sektor pertanian.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan pentingnya penyuluh pertanian dalam mendukung swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Baca juga:

Pelajari Smart Farming Negeri Ginseng, Kementan Utus Widyaiswara

Saat pembukaan kegiatan survailen, Kepala Bagian Umum BBPP Lembang, Yullyndra Tisna Diputri, menjelaskan jika tujuan pelaksanaan kegiatan survailen adalah memberikan pengakuan kompetensi profesi SDM pertanian melalui sertifikasi kompetensi.

"Selain itu, kegiatan ini juga untuk mewujudkan sistem sertifikasi kompetensi sumberdaya manusia sektor pertanian yang berkualitas, dan meningkatkan kompetensi SDM Sektor Pertanian baik Penyuluh Pertanian sebagai penyuluh pendamping program pembangunan pertanian," terangnya.

Survailen Sertifikasi Kompetensi Bidang Penyuluhan Pertanian Level Supervisor diikuti 12 orang penyuluh pertanian dari 4 kabupaten yaitu Bandung, Indramayu, CIlacap, dan Bantul. Sedangkan Asesor kompetensi dari Fakultas Pertanian Universitas Majalengka bidang kompetensi Penyuluh Pertanian.

Metode yang digunakan oleh asesor untuk menguji para asesi dengan unjuk portofolio dan wawancara. Terdapat 23 unit kompetensi sesuai dengan Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (KKNI) tenaga kerja bidang penyuluhan pertanian, terdiri dari 15 unit kompetensi inti dan 8 unit kompetensi pilihan.

Pada penutupan kegiatan survailen, asesor menyampaikan bahwa seluruh asesi dinyatakan kompeten.

Salah seorang asesi, penyuluh pertanian dari Kabupaten Bantul, Dian Palupi tidak dapat menyembunyikan raut gembiranya bisa kembali memperoleh sertifikasi profesi sebagai penyuluh pertanian level supervisor.

“Alhamdulilah kami semua dinyatakan kompeten, karena memang sejatinya kami semua penyuluh pertanian berusaha terus mendampingi petani sesuai kompetensi yang distandarkan. Ini semua demi menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” jelasnya.

Dian juga menyampaikan terima kasih kepada asesor dan Tim TUK Mandiri BBPP Lembang dan berharap kesuksesan dapat terus diraih.(***)

Pelajari Smart Farming Negeri Ginseng, Kementan Utus Widyaiswara

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) mengirim sejumlah perwakilan ke Korea Selatan untuk mempelajari smart farming yang ditetapkan di Negeri Ginseng. Ilmu dari Korea dipresentasikan di BBPP Lembang, Kamis (3/7/2025).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan jika teknologi adalah kunci untuk memajukan pertanian Indonesia.

"Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman," tutur Amran.

Ia menambahkan bahwa teknologi yang diterapkan haruslah mampu menyederhanakan proses pertanian, menjadikannya simpel, murah, dan terjangkau. Sehingga, memberikan keuntungan lebih besar bagi para petani.

Sejalan dengan visi tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) gencar membuka berbagai program pelatihan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa instansinya mendorong seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelatihan di bawah naungannya untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan.

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan komitmennya untuk memanfaatkan IPTEK dan menyajikan teknologi pertanian terbaru dalam pelatihan.

Dalam hal Smart Farming, BBPP Lembang telah memiliki beberapa unit Smart Green House yang sudah diotomatisasi untuk menyesuaikan dengan cuaca," katanya.

Selain itu, ada juga perangkat Internet of Things yang berfungsi untuk mengenali cuaca, unsur hara tanah, dan kondisi lahan di Rumah Pangan Lestari BBPP Lembang.

Dan untuk mempelajari lebih jauh mengenai smart farming Kementan mengirim wakil ke Korea Selatan.

Salah satu perwakilan tersebut adalah Dewi Padmisari Suryaningrum, widyaiswara dari BBPP Lembang.

Perjalanan Dewi selama 7 hari kemudian dipresentasikan di depan widyaiswara dan mahasiswa yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapang di BBPP Lembang.

Di samping smart farming, Dewi juga mempelajari kelembagaan petani di Korea Selatan.

"Contohnya pada Nonghyup Hanaro Market. Cara kerjanya adalah seperti federasi yang menaungi koperasi," terangnya.

Menurut Dewi, cara kerja federasi tersebut menguntungkan. Karena berani membeli produk petani yang dinaunginya dengan harga tinggi kemudian menjual ke konsumen dengan harga terjangkau.

"Hal ini memberikan keuntungan baik bagi produsen produk pertanian maupun konsumen. Namun model ini membutuhkan komitmen dari pemerintah, koperasi, konsumen, dan semua yang terlibat agar saling menguntungkan," terangnya.

Baca juga:

Wujudkan Swasembada Pangan, Akademisi Perguruan Tinggi Dukung Pertanian Modern di UPT Pelatihan Kementan

Mengenai smart farming, Dewi mempelajari mengenai teknologi dan implementasinya dalam bisnis pertanian di Korea Selatan.

Menurutnya implementasi di Korea Selatan memiliki visi jangka panjang dan diimplementasikan secara komprehensif.

"Salah satu model yang sangat relevan untuk diadopsi dan dikembangkan di Indonesia adalah konsep Smart Farming Innovation Valley (SFIV) seperti yang terlihat di Gimje, Korea Selatan," katanya.

Model ini terbukti berhasil mencetak lulusan yang siap mengimplementasikan konsep smart farming secara komprehensif.

"SFIV memiliki fasilitas yang terintegrasi, termasuk inkubator bisnis untuk petani muda (2,3 ha), pusat dukungan (0,4 ha), lahan smart farm sewaan (4,5 ha), dan kompleks demonstrasi (1,6 ha)," terangnya lagi.

Salah satu contoh sukses penerapan smart farming di Korea adalah One Acre Farm, yang mengaplikasikan indoor farming atau vertical farming.

Sistem ini memanfaatkan sinar ultraviolet dan ruang tanam bertingkat, yang mampu meningkatkan produktivitas hingga empat kali lipat dibandingkan metode konvensional.

Produk yang dihasilkan bervariasi seperti sayuran segar, herbal, dan bunga yang dapat dimakan, dengan kuantitas kecil namun beragam.

"Sistem ini lebih ramah lingkungan dibandingkan peternakan, dengan fitur otomatisasi seperti pengaturan suhu dan pencahayaan LED yang disesuaikan untuk pertumbuhan tanaman," jelasnya.

Contoh keberhasilan lainnya adalah Green Monster, alumni pelatihan yang berhasil membudidayakan mentimun dengan nilai ekonomi tinggi.

"Mereka mampu menghasilkan 30 hingga 40 buah per tanaman dalam enam bulan, dengan hanya membutuhkan empat orang untuk 10.000 tanaman mentimun," kata Dewi.

Tantangan ekstrem perubahan suhu di Korea, yang bisa mencapai -15°C di musim dingin, diatasi dengan menjaga suhu rumah kaca pada 15-16°C.

Menurutnya, keberhasilan Green Monster juga didukung oleh pinjaman lunak sebesar 30 miliar Won dengan bunga 1% per tahun dan skema pembayaran yang fleksibel selama 25 tahun, serta penerapan sistem inkubasi.

Melihat potensi besar ini, Dewi menyarankan untuk lebih lanjut mendalami smart farming sebagaimana di Korea Selatan.

"Pelatihan harus bisa mencakup materi dasar, budidaya, manajemen, dan pemasaran, didukung oleh pemanfaatan fasilitas Inkubator Agribisnis BBPP Lembang sebagai sarana praktik," katanya.

Harapannya, sambung Dewi, melalui adaptasi model dan teknologi ini, Indonesia dapat mencetak lebih banyak petani milenial yang inovatif dan berdaya saing di era pertanian modern.(***)

Wujudkan Swasembada Pangan, Akademisi Perguruan Tinggi Dukung Pertanian Modern di UPT Pelatihan Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Sebanyak 10 mahasiswa pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon mengunjungi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP Kementerian Pertanian. Melalui kunjungan ini, para akademisi berharap dapat mengembangkan IPTEK di bidang pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya teknologi dalam sektor pertanian.

"Teknologi mampu menjadikan pertanian Indonesia jauh lebih kuat dan tahan terhadap berbagai ancaman," ujar Amran.

Ia menambahkan bahwa teknologi pertanian haruslah sederhana, mudah diakses, murah, dan pada akhirnya menguntungkan petani.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, juga menekankan komitmen BPPSDMP dalam mengadopsi teknologi.

"Kami terus mendorong UPT pelatihan di bawah BPPSDMP untuk menyelenggarakan pelatihan berbasis teknologi dan kebutuhan masa depan," kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, berkomitmen untuk membekali generasi muda agar menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi, seperti pelatihan, kunjungan singkat, dan PKL.

Rektor Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, Achmad Faqih turut serta dalam kunjungan ini, menyatakan siap mendukung program Kementan.

“Kami berusaha sebisa mungkin terus mendukung program strategis Kementerian Pertanian,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Achmad Faqih didampingi oleh Direktur Sekolah Pascasarjana Endang Sutrisno dan Ketua Program Studi Agronomi Dodi Budirokhman.

Baca juga:

Dorong Regenerasi Petani, UPT Pelatihan Kementan Gandeng Perguruan Tinggi

Kunjungan kali ini utamanya adalah untuk mempelajari kultur jaringan. Teknik kultur jaringan terhitung sulit tanpa pengetahuan yang memadai dan peralatan laboratorium yang sesuai. Selain itu beragam instalasi juga turut dikunjungi dan dipelajari.

Empat diantara mahasiswa pasca sarjana tersebut terlihat lebih antusias dari rekannya yang lain. Setelah pengenalan, mereka memang spesifik memilih kultur jaringan sebagai bahan penelitiannya.

Di lab kultur jaringan, widyaiswara yang mengampu adalah Sani Hanifah. Selain diterangkan mengenai teknik yang tepat, para akademisi ini juga mendapatkan praktik kultur jaringan terutama pada fase inisiasi.

Mereka kemudian mempraktikkan cara membersihkan bakal tanaman atau eksplan dan membersihkan bibit dari virus maupun jamur. Tanaman yang dikembangkan dengan metode kultur jaringan diharapkan memberi hasil yang lebih sehat dan produktif.

Selain mempelajari kultur jaringan, para akademisi ini juga berkesempatan mengunjungi berbagai instalasi di BBPP Lembang. Salah satunya adalah kentang aeroponik.

Kentang aeroponik di BBPP Lembang dikembangkan dari kultur jaringan kemudian ditumbuhkembangkan di dalam screen house yang steril.

Kentang yang dijual pun bukan sebagai tanamam utuh melainkan bibit unggul ke petani. Perbanyakan benih ini dapat memberikan keuntungan baik sebagai penangkar benih maupun petani.

Terakhir, para peserta kunjungan menikmati olahan es krim di Lab Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang. Mereka mencoba berbagai variasi rasa yang ada dan melihat potensi dari pengolahan hasil pertanian.

Salah seorang akademisi, Amalia Fajriana, yang tengah mendalami kultur jaringan pada tanaman pisang varietas cavendish, menyampaikan kesannya.

“Kunjungan kali ini sangat membantu karena sejalan dengan tesis saya mengenai kultur jaringan,” tutupnya.(***)

Penyuluh Pertanian Garda Terdepan Transformasi Pertanian Indonesia

TANIINDONESIA.COM//Jakarta – Puncak peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-53 Tahun 2025 menjadi momentum penting pengakuan terhadap peran strategis Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam menopang transformasi sektor pertanian dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi dedikasi para penyuluh dan Babinsa yang terus mendampingi petani di lapangan. Ia menegaskan, HKP tahun ini menjadi momentum penguatan peran penyuluh sebagai pengawas langsung program pertanian dari proses tanam, distribusi pupuk dan alsintan, hingga adopsi benih unggul dan teknologi pertanian modern.

“PPL dan Babinsa adalah mata dan telinga Pak Presiden untuk mengawasi pertanian. Semua penyimpangan di lapangan harap segera dilaporkan. Kalau ada harga pupuk di atas HET, laporkan, pasti kita tindak!” tegas Mentan Amran dalam peringatan HKP ke-53 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (30/6/2025).

Mentan Amran menambahkan, kios atau distributor yang menjual pupuk di atas HET akan langsung dikunci dan tidak lagi diperkenankan menyalurkan pupuk bersubsidi. Untuk itu, penyuluh dan Babinsa diminta aktif melaporkan pelanggaran secara rutin sebagai bagian dari pengawasan terpadu.

Hal ini ditegaskan juga oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, yang menyatakan bahwa penguatan peran penyuluh merupakan bagian dari langkah serius pemerintah dalam mereformasi sistem penyuluhan, sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2025 termasuk pengalihan status ASN penyuluh dari pemerintah daerah ke pusat.

“Selama masa transisi ini, seluruh proses sedang kita siapkan. Mulai tahun 2026, seluruh penyuluh resmi menjadi pegawai pusat. Dengan status ini, penyuluh dapat diberdayakan lebih optimal untuk mendampingi petani dan mempercepat swasembada pangan,” ujarnya.

Baca juga:

Tingkatkan Kapasitas Petani Kabupaten Bandung Barat, UPT Pelatihan Kementan Berikan Konsultasi Gratis

Dari total 38.000 penyuluh yang ada saat ini, sebanyak 34.000 telah diseleksi dan akan ditarik ke pusat. Penarikan ini bersifat mandatori, yang berarti otomatis menjadi kewenangan pemerintah pusat. Meski status berubah, para penyuluh tetap bekerja di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di daerah masing-masing.

“Percepatan swasembada pangan juga harus diiringi peningkatan produktivitas petani. Penyuluh berperan penting dalam mendampingi petani meningkatkan indeks pertanaman, penggunaan varietas unggul, dan penerapan teknologi pertanian modern,” tambahnya.

Idha Widi juga menjelaskan bahwa saat ini Brigade Pangan telah menjadi motor transformasi pertanian di berbagai wilayah. Sejak awal 2025, brigade telah menerima bantuan alsintan dan pelatihan intensif. Banyak di antaranya kini telah mampu mengelola lahan dan mengoperasikan alat mesin pertanian secara mandiri.

“Brigade Pangan adalah titik balik transformasi pertanian dari tradisional menjadi modern. Mereka dibekali teknologi, benih unggul, dan pelatihan pengelolaan usaha tani. Tapi bantuan dari pemerintah hanya diberikan sekali, selanjutnya Brigade Pangan harus mandiri dan mampu menyusun rencana usaha sendiri,” tegasnya.

Sebagai bentuk apresiasi kepada PPL yang berprestasi, Mentan Amran menyerahkan secara simbolis 10 unit sepeda motor kepada penyuluh terbaik. Penghargaan diberikan berdasarkan indikator kinerja seperti pendampingan Luas Tambah Tanam (LTT), pengawalan harga gabah dan jagung, serta keterlibatan dalam program Brigade Pangan.

Selain itu, Kementan juga meluncurkan dua inisiatif strategis yang didampingi langsung oleh penyuluh, yaitu penetapan 1.000 gapoktan sebagai titik serah pupuk bersubsidi, serta penguatan Brigade Pangan dan Koperasi Pertanian Modern sebagai penyalur BBM Alsintan.

Mengusung tema “Transformasi Penyuluhan Pertanian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Mendukung Swasembada Pangan Nasional”, peringatan HKP ke-53 ini dihadiri oleh lebih dari 3.000 peserta dari berbagai kalangan, termasuk pejabat pemerintah, penyuluh pertanian, gapoktan, Brigade Pangan, TNI/Polri, akademisi, mahasiswa, dan mitra pelaku usaha pertanian dari seluruh Indonesia.(***)

Kuatkan Komitmen Swasembada Pangan, Polbangtan Kementan Gandeng Stakeholder pada Gelar Dies Natalis

TANIINDONESIA.COM//MAGELANG - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) mengajak stakeholder yang hadir dalam Dies Natalis VII Polbangtan YOMA untuk mendukung program swasembada pangan nasional.

Gelaran hari jadi Polbangtan YOMA ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Kepala Dinas Pertanian, pimpinan Perguruan Tinggi , Kepala SMK/SMA, serta pimpinan daerah/ instansi terkait di wilayah Kabupaten/Kota Magelang, pada Sabtu (28/6/2025).

Polbangtan YOMA menganggap penting akan hadirnya stakeholder dalam mendukung program ketahanan pangan negeri. Dengan kolaborasi multi sektor, diharapkan dapat mempercepat capaian Asta Cita Presiden RI.

Untuk itu, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman optimis ketahanan pangan nasional khususnya dalam upaya mewujudkan swasembada beras tanpa impor dapat dicapai di tahun ini.

“Target dari Bapak Presiden, awal rencana kita swasembada empat tahun, kemudian tiga tahun. Mudah-mudahan tahun ini tidak ada impor,” ucapnya.

Mentan Amran mengatakan stok beras nasional saat ini telah mencapai lebih dari 4 juta ton.

“Tertinggi selama 57 tahun dan pernah kita capai 3 juta ton, yaitu tahun 1984,” jelasnya.

Untuk mencapai hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa pihaknya perlu terus bergandengan tangan dengan semua pihak.

“Untuk mewujudkan swasembada pangan ini tidak bisa sendirian, kita perlu berkolaborasi”, tegasnya.

Dilatari hal tersebut, Direktur Polbangtan YOMA, R. Hermawan menyebut perlunya menjalin sinergi dengan berbagai pihak.

Baca juga:

Cetak Penyuluh Pertanian Andal, Polbangtan Kementan Berkomitmen Terjunkan Mahasiswa

“Mewujudkan swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045 bukanlah tugas yang mudah, perlu perencanaan yang matang, kolaborasi berbagai pihak, serta komitmen untuk mengatasi tantangan yang ada,” katanya.

Menurutnya, ini membutuhkan komitmen dan kerja keras dari semua pihak terkait, baik pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat luas.

Dengan kerjasama, Ia menyebut berbagai program Kementan bisa dilaksanakan dengan baik di lapangan. Antara lain LTT (Luas Tambah tanam), CSR (Cetak Sawah Baru), optimalisasi lahan, pertanian modern, Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dan lain sebagainya.

“Kami pun telah mengirimkan mahasiswa untuk terjun ke lapangan. Melalui program PKL, Magang, MBKM,” jelasnya.

Ia mengatakan Polbangtan YOMA telah mengirimkan mahasiswa ke lokasi Optimalisasi Lahan (Oplah) lahan rawa di Provinsi Bangka Belitung dan Provinsi Jawa Tengah. Selain itu alumni Polbangtan YOMA juga ikut berkiprah dalam kegiatan pendampingan Brigade Pangan di Kalimantan Tengah dan Pertanian Modern di Provinsi Jawa Tengah.

Ia pun mengundang Kepala SMA/SMK di wilayah Kabupaten/Kota Magelang untuk mengenalkan Polbangtan YOMA. Sekaligus mendorong regenerasi pertanian, dimulai dari bangku sekolah.

“Dengan menjalankan langkah-langkah secara terencana dan berkesinambungan, Indonesia dapat mencapai tujuan Swasembada Pangan lebih cepat sebelum Indonesia Emas 2045 mendatang,” sebut Hermawan optimis.

Hadir mewakili Bupati Magelang, Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto mengapresiasi gelaran Dies Natalis Ketujuh Polbangtan YOMA. Yang dimeriahkan oleh dengan Sendra Tari “Dewi Sri’ dan diakhiri dengan Grebeg Sayur yang dibagikan kepada warga di lapangan Polbangtan YOMA.

“Kami berharap Polbangtan YOMA dapat terus berinovasi dalam membangun sektor pertanian di Indonesia. Tentu ini akan mempengaruhi kualitas dan produktivitas pertanian,” katanya.

Tidak berhenti di sini saja, menurut Adi teknologi pertanian dan digitalisasi pertanian bisa dikembangkan. Sehingga memberikan keunggulan di sektor pertanian. (os)

Tingkatkan Kapasitas Petani Kabupaten Bandung Barat, UPT Pelatihan Kementan Berikan Konsultasi Gratis

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui UPT Pelatihan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, kembali menyelenggarakan Konsultasi Agribisnis Keliling (KAK), Kamis (26/06/2025).

Kali ini, konsultasi diadakan di Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, dan dihadiri sekitar 30 petani.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya pangan bagi manusia.

"Jika tidak ada pangan maka tidak ada kehidupan. Tanpa pangan, negara bisa bubar sehingga sangat penting kita jaga pangan," katanya.

Mentan Amran juga mengingatkan cita-cita besar Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan Indonesia.

“Perintah Bapak Presiden Prabowo, harus swasembada dalam waktu sesingkat-singkatnya. Dan ini bisa kita rebut manakala kita semua saling bergandengan tangan,” ucapnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan hal terpenting untuk meningkatkan pertanian adalah dengan meningkatkan kualitas SDM.

“Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP juga terus mengupayakan peningkatan SDM bidang pertanian,” katanya.

Layanan konsultasi agribisnis merupakan salah satu Standar Pelayanan Publik BBPP Lembang. Sejak pertengahan tahun 2024, BBPP Lembang membangun dan mengembangkan inovasi pelayanan publik KAK.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan pihaknya membangun dan mengembangkan KAK karena berkomitmen kuat meningkatkan kompetensi SDM pertanian.

“Salah satu pelayanan publik yang kami laksanakan mendukung kompetensi SDM pertanian melalui Konsultasi Agribisnis Keliling. Ini upaya kami dalam pengembangan inkubator agribisnis sebagai pendukung penyelenggaraan pelatihan,” tutur Ajat.

Baca juga:

Regenerasi Petani, Kementan Tunjukkan Potensi Agribisnis Pada Gen Z

Konsultasi dilaksanakan secara hybrid, baik secara online (daring) berbasis website dan whatsapp center dan secara offline (luring) datang langsung ke kantor dan KAK datang ke lokasi petani yang membutuhkan konsultasi tentang pertanian.

Kunjungan ke BP3K Cikalong Wetan merupakan kunjungan ke-8 dalam rangkaian KAK. BBPP Lembang bekerja sama dengan penyuluh setempat untuk mengundang para petani.

Kali ini konsultasi berjalan dalam bentuk diskusi. Dewi Padmisari, Sani Hanifah, dan Elvina Hadiani menjadi widyaiswara fasilitator. Konsultasi dimulai dengan materi ajar mengenai kinerja dalam pertanian.

“Yang membedakan petani Indonesia dengan petani dari negeri lain sebenarnya adalah efisiensi,” terang Dewi.

Ia kemudian menambahkan bahwa petani Indonesia seringkali terdistraksi ketika bekerja. “Namun dengan usaha, hal ini dapat dilalui,” tambahnya.

Ia mencontohkan bahwa petani di negeri Jepang menggunakan usaha yang lebih terfokus dalam bertani.

Mereka juga ditunjang oleh prasarana yang lebih baik dan benih berkualitas. Diantara ketiga elemen tersebut dapat memberikan hasil yang lebih baik jika disesuaikan satu sama lain.

Praktik juga diberikan sebagai materi konsultasi. Para petani kemudian diberikan cara sederhana untuk mengukur unsur hara dalam tanah.

Sani Hanifah kemudian membimbing mereka cara mengukur unsur hara dengan cara mengayak tanah dan menimbangnya. Selain itu tanah yang diukur juga disulut dengan spirtus dan api.

Selanjutnya konsultasi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi tanya jawab berjalan aktif dengan pertanyaan demi pertanyaan dijawab.

“Kami juga menyediakan konsultasi online melalui website BBPP Lembang,” tutup para widyaiswara pada sesi konsultasi gratis kali itu.(***)

KADIN Indonesia Gandeng Sarawak Malaysia, Percepat Investasi dan UMKM di Jawa Barat

TANIINDONESIA.COM//Bandung — Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN Indonesia) terus mempertegas perannya sebagai jembatan strategis diplomasi ekonomi. Kali ini, Kadin Indonesia Bidang Sarana, Prasarana, dan Usaha di bawah koordinasi WKU Hukum & HAM, berinisiatif dan mengintegrasikan Business Delegation Meeting bersama delegasi Sarawak, Malaysia, di Rumah Kebangsaan KADIN Jawa Barat, Bandung, Kamis (26/6).

Acara yang dihadiri langsung oleh Caretaker KADIN Jawa Barat Agus Suryamal, WKU Koordinator Bidang Hukum & HAM Azis Syamsudin, WKU Sarana, Prasarana & Usaha Ali Said, dan Ketua Komite Tetap Kemitraan Strategis Sarana, Prasarana & Usaha Poppy Zeidra, ini menjadi langkah konkret mempercepat peluang investasi dan mendorong pemberdayaan UMKM di Jawa Barat, sekaligus menguatkan posisi Indonesia dalam sinergi ekonomi ASEAN.

Sinergi ekonomi lintas negara ini adalah peluang besar bagi Jawa Barat yang memiliki potensi sumber daya dan SDM luar biasa. ujar Agus Suryamal.

Sementara itu, Ali Said yang menggawangi program ini menggarisbawahi pentingnya infrastruktur dan konektivitas sebagai pilar pembangunan ekonomi. "Kami dorong bukan hanya infrastruktur fisik, tapi konektivitas antar pelaku usaha, termasuk pemberdayaan perempuan dan UMKM dalam skala ASEAN," jelasnya.

Senada, Azis Syamsudin menegaskan bahwa kepastian hukum adalah kunci utama mendorong kepercayaan dunia usaha. "KADIN Indonesia hadir bukan hanya menjembatani bisnis, tapi memastikan semua berjalan dalam ekosistem yang transparan dan kondusif. Kepastian hukum adalah pondasi untuk investasi berkelanjutan,sesuai dengan Visi ketua Umum KADIN" tegasnya.

Kolaborasi dengan Sarawak akan menjadi katalisator untuk mendorong UMKM naik kelas dan mempercepat masuknya investasi,
Poppy Zeidra, inisiator program ini, menambahkan bahwa pertemuan ini adalah bagian dari visi besar diplomasi bisnis modern.
"Kita tidak bisa hanya menunggu, kita harus jemput bola. Integrasi kemitraan strategis ini adalah bagian dari positioning Indonesia sebagai magnet investasi, khususnya di era kepemimpinan Presiden RI untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, terangnya.

Kolaborasi Strategis KADIN Indonesia Bidang Sarana, Prasarana, & Usaha Perkuat Diplomasi Ekonomi Indonesia
Business Delegation Meeting Bandung Jadi Langkah Konkret Sinergi Ekonomi Lintas Negara.

Dalam pertemuan ini, berbagai peluang kerja sama konkret dieksplorasi, mulai dari penguatan UMKM, pemberdayaan perempuan, pelatihan kepemimpinan, hingga rencana link and Match business dan investasi Indonesia - Sarawak Malaysia.(***)

BRI KC Radio Dalam Serahkan Hadiah PHS Periode 2 di 2024

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - BRI Kantor Cabang (KC) Radio Dalam kembali mengadakan pengundian Panen Hadiah Simpedes atau PHS. Kali ini merupakan pengundian PHS periode 2 di 2024 dengan menyerahkan hadiah utama. Acara dilaksanakan di Dewandaru Pendopo Jalan Haji Nawi Raya No 16 Gandaria Selatan, Jakarta Selatan (14/6/2025).

Pemimpin Cabang BRI Radio Dalam, Argananta Yuwana menjelaskan, PHS BRI merupakan agenda rutin tiap enam bulan. Kali ini nasabah Cabang Radio Dalam, Febriana T Perangin berhasil memenangkan hadiah utama berupa satu unit kendaraan roda empat.

"Ini salah satu program rutin dari BRI untuk memberikan apresiasi kepada seluruh nasabah yang dilaksanakan 2 kali dalam setahun, khususnya produk Tabungan Simpedes," katanya.

Ia menerangkan, syarat mengikuti Panen Hadiah Simpedes cukup mudah, yakni tiap nasabah yang memiliki saldo Rp100 ribu mendapatkan 1 nomor kupon undian dan berlaku kelipatannya.

"Jadi, semakin banyak saldo di tabungan Simpedes BRI, maka kesempatan meraih hadiah akan makin besar," terangnya.

Lebih, lanjut ia mengungkapkan, pengundian PHS BRI ini dilakukan tiap kantor cabang, sehingga nasabah BRI baik di cabang maupun unit memiliki peluang besar untuk membawa pulang hadiah.

"Panen Hadiah Simpedes dipastikan dilakukan terbuka dan didampingi saksi, mulai dari notaris, dinas sosial hingga kepolisian," bebernya.

Pada periode ini pengundian PHS BRI KC Radio Dalam juga dihadiri oleh Pemimpin cabang BRI Fatmawati, Pemimpin Cabang Panglima Polim, Pemimpin Cabang Pondok Indah dan Pemimpin Cabang Kebayoran Baru.

"Kami ucapkan selamat kepada para pemenang. Bagi yang belum beruntung, tingkatkan lagi saldonya agar peluang membawa hadiah makin besar pada periode berikutnya," tutupnya.(***)