20 Mei 2026

Hari: 19 Mei 2026

Tanggulangi Kebakaran, BRI Cabang Depok Bersama Damkar Kabupaten Bogor Gelar Sosialisasi

TANIINDONESIA.COM, DEPOK - Dalam rangka menanggulangi bencana kebakaran, BRI Cabang Depok gelar sosialisasi penanggulangan bersama Damkar Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan agar setiap pekerja di BRI Cabang Depok bisa melakukan penanganan jika terjadi kebakaran.

Adapun sosialisasi ini dilakukan di Kantor BRI Cabang Depok pada 29 April 2026. Dimana para peserta sosialisasi ini yaitu para pekerja BRI Cabang Depok dan supervisi.

Pemimpin BRI Cabang Depok, Aris Abdillah mengatakan, sosialisasi penanggulangan kebakaran ini dilakukan guna memberikan edukasi kepada semua pekerja agar bisa sigap dalam menangani ketika terjadi kebakaran di kantor.

"Tentunya dengan adanya sosialisasi ini diharapkan semua pekerja BRI Cabang Depok bisa sigap dalam menangani kebakaran dan tidak panik sehingga tidak terjadi kebakaran parah," terangnya.

Perwakilan Damkar Kabupaten Bogor, Kahfi menuturkan, sosialisasi penanggulangan kebakaran di kantor BRI Cabang Depok sangatlah penting.

Pasalnya banyak orang awam yang belum paham betul apa saja yang pertama dilakukan ketika terjadi kebakaran. Lalu penggunaan alat pemadam kebakaran juga tidak semuanya tahu, oleh karena itu disini pihaknya menjelaskan detail seluruh tahap agar pekerja memahami dengan maksimal.

"Setiap step penanggulangan kami jabarkan, bahkan antisipasi agar tidak terjadi kebakaran juga dijelaskan sehingga mampu meminimalisir terjadinya erjadinya kebakaran," tutup Kahfi.

BRI Cabang Depok Bersama Klinik Ismail Medika Adakan Cek Kesehatan Berkala

TANIINDONESIA.COM, DEPOK - Guna memastikan kesehatan para pekerjanya, BRI Cabang Depok menggelar pemeriksaan kesehatan berkala. Kali ini BRI Cabang Depok menggandeng Klinik Ismail Medika dalam melaksanakan cek kesehatan berkala.

Pemeriksaan kesehatan berkala ini dilaksanakan pada 18 Mei 2026 yang berlokasi di Kantor BRI Cabang Depok Jalan Margonda Raya tepatnya di Lantai 3.

Sebanyak 12 orang pekerja dasar yang ada di BRI Cabang Depok dicek kesehatannya. Bisa dikatakan ini seperti mini Medical Check Up (MCU).

Pemimpin BRI Cabang Depok, Aris Abdillah menjelaskan, pemeriksaan kesehatan seperti ini harus dilakukan guna memastikan kondisi para pekerja dalam keadaan baik. Tentunya dengan cek kesehatan berkala, jika ada kendala penyakit bisa tertangani lebih cepat dan tepat.

"Kami bersama Klinik Ismail Medika melaksanakan pemeriksaan kesehatan sehingga jika ada keluhan bisa ditangani dengen segera dan terobati secara tepat," ungkapnya.

Direktur Klinik Ismail Medika, Lia menambahkan, pihaknya semaksimal mungkin menggunakan metode yang cocok dalam memeriksakan kesehatan 12 orang pekerja dasar di BRI Cabang Depok. Umumnya kondisi kesehatan para pekerja BRI Cabang Depok dalam kondisi baik.

Hanya saja ada beberapa yang mengalami darah tinggi, MCHC serta HB yang dibawah rata-rata sehingga memerlukan pengobatan lebih lanjut.

"Indikasi penyakit yang dideteksi terjadi karena banyak faktor, bisa jadi keturunan atau gaya hidup, pola makan dan istirahat juga memengaruhi kesehatan," tutup Lia.

BRI Mabes TNI Cilangkap Bagikan Sembako ke Yayasan Fadhilah Ihsan Cipayung

TANIINDONESIA.COM, JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (KC) Mabes TNI Cilangkap kembali menyalurkan paket sembako. Program ini sebagai bukti nyata kepedulian BRI KC Mabes TNI Cilangkap terhadap lingkungan yang membutuhkan.

Penyaluran paket sembako ini dilaksanakan beberapa waktu lalu. Untuk lokasi pembagian paket sembako dilaksanakan di Yayasan Fadhilah Ihsan Cipayung. Sebanyak 25 paket sembako dibagikan pada Idul Fitri, 16 Maret 2026.

"Kegiatan penyaluran paket sembako kali ini kami berbagi dengan para penghuni Panti Asuhan Fadhilah Ihsan Cipayung, ujar Pimpinan BRI KC Mabes TNI Cilangkap, Pranathan Triatmojo.

Pranathan menambahkan, pembagian paket sembako seperti ini sudah rutin dilakukan oleh BRI KC Mabes TNI Cilangkap. Hanya saja lokasi dan bentuk atau isi paket menyesuaikan kebutuhan yang memang dibutuhkan penerima.

"Kami secara bergantian menyasar ke beberapa titik lokasi secara bergantian di wilayah lingkungan kerja BRI KC Mabes TNI Cilangkap dan bentuk bantuannya disesuaikan dengan apa yang memang dibutuhkan," tegasnya.

Selain program ini, BRI juga memiliki beragam program dan produk perbankan unggulan lainnya. Sebut saja ada program di bidang pendidikan, kesehatan, keagamaan bahkan ada produk tabungan yang memberikan kesempatan mendapatkan undian berhadiah. Produk dan program perbankan yang dimiliki BRI terus memudahkan para nasabah dan tentunya menguntungkan.

"Banyak sekali keuntungan menjadi nasabah BRI, jadi tunggu apalagi, segera buka rekening dan dapatkan beragam kemudahan hingga benefit lainnya," tutupnya.

Ketahanan Pangan Terancam Perubahan Iklim, Millenial Agricultural Forum Ungkap Strategi Adaptasinya

TANIINDONESIA.COM, Tangerang – Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) di bawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian menggelar Millennial Agriculture Forum (MAF) Volume 7 Edisi 20 secara daring, Sabtu (16/5/2026).

Mengangkat tema “Adaptasi Perubahan Iklim untuk Mendukung Ketahanan Pangan”, kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari mahasiswa, penyuluh pertanian hingga pelaku usaha tani. Selain memperoleh wawasan baru, peserta juga mendapatkan e-sertifikat sebagai bentuk apresiasi partisipasi.

Forum menghadirkan narasumber Yayan Apriyana dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN serta Andri Taruna Praja, Penyuluh Pertanian Kabupaten Belitung. Keduanya membahas strategi adaptasi perubahan iklim, inovasi pertanian, serta peran penyuluh dalam menjaga produktivitas dan ketahanan pangan nasional.

Kegiatan dipandu moderator Nensi Cahaya Utami, sementara Akbar dan Amel bertindak sebagai pembawa acara yang turut memeriahkan jalannya forum.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa perubahan iklim menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian nasional sehingga diperlukan langkah adaptasi yang cepat, inovatif, dan berbasis teknologi untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan teknologi modern, digitalisasi pertanian, serta pengembangan inovasi ramah lingkungan.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan nyata yang harus direspons melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan inovasi teknologi, dan kolaborasi lintas sektor.

“Melalui penguatan SDM pertanian dan pemanfaatan inovasi teknologi, generasi muda diharapkan mampu menghadirkan solusi pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim demi mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menambahkan bahwa pembangunan pertanian masa depan membutuhkan SDM yang unggul, adaptif, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Baca Juga: Dunia Krisis Pangan, Indonesia Justru Surplus Berkat Kerja Mentan Amran dan Tim Pertanian

Menurutnya, perguruan tinggi vokasi pertanian memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktik, inovasi, dan jiwa kewirausahaan di sektor pertanian.

Direktur PEPI, Harmanto, menegaskan komitmen institusinya dalam mendukung pengembangan SDM pertanian yang profesional, inovatif, dan siap menghadapi dampak perubahan iklim.

Ia menyebut Millennial Agriculture Forum menjadi ruang strategis bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, serta mendorong lahirnya ide dan inovasi di sektor pertanian.

“Melalui forum ini, kami berharap generasi muda semakin termotivasi untuk berkontribusi dalam pembangunan pertanian yang adaptif, modern, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Harmanto.

Di tengah meningkatnya risiko cuaca ekstrem, pergeseran musim tanam, hingga ancaman penurunan produktivitas pertanian akibat perubahan iklim, adaptasi menjadi langkah penting yang harus dilakukan seluruh pelaku sektor pertanian. Penerapan teknologi pertanian modern, penggunaan varietas tahan cekaman iklim, pengelolaan air yang efisien, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kunci menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

Pemerintah juga terus mendorong generasi muda, penyuluh, dan pelaku usaha tani untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dampak perubahan iklim melalui praktik pertanian adaptif dan pemanfaatan teknologi. Upaya tersebut dinilai penting guna meminimalkan risiko gagal panen, menjaga produktivitas, serta memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah perubahan iklim yang semakin dinamis.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, akademisi, penyuluh, dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan solusi pertanian adaptif berbasis teknologi dan inovasi guna menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia di masa depan.(*)