21 Januari 2026

Alsintan

Pelatihan Alsintan Kuatkan Peran Aktif Brigade Pangan Guna Wujudkan Swasembada Pangan

TANIINDONESIA.COM//KALIMANTAN TENGAH — Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP). Tahap 2 yang digelar selama bulan Mei dan Juni 2025, dilaksanakan sebanyak 60 angkatan.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, untuk mencapai swasembada pangan, Kementan memastikan akan fokus dalam upaya meningkatkan produksi pangan utama, dalam hal ini beras.

Dan salah satu yang digalakkan Kementan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan Brigade Pangan adalah garda terdepan dalam meningkatkan produksi pangan.

Selain itu, tugas Brigade Pangan adalah mengoptimalkan lahan tidur, dan mendukung pertanian berkelanjutan melalui pendekatan teknologi dan kelembagaan petani.

Baca juga:

UPT Pelatihan Kementan Dorong Sekolah Agribisnis Fokus pada Pengolahan Hasil Pertanian

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan Brigade Pangan yang sudah terbentuk penting untuk ditingkatkan kompetensinya melalui pelatihan-pelatihan agar dapat berperan aktif memastikan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan.

Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP) tahap 2 sebanyak 60 angkatan, diikuti peserta dari beberapa kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, Kapuas, Katingan, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Seruyan. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari untuk masing-masing angkatan.

Selama 3 hari pelatihan, peserta memperoleh materi inti tentang pengolahan lahan menggunakan traktor roda 2, pengolahan lahan menggunakan traktor roda 4, pengenalan, pengoperasian, perawatan, dan pemeliharaan mesin panen kombinasi (combine harvester), dan laporan usahatani.

Salah seorang peserta, Burhanudin, dari BP Makmur Tani Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas, Rabu (4/6/2025) mengatakan pelatihan sangat bermanfaat.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami dan menambah wawasan untuk pengolahan lahan padi. Ini menjadi bekal kami untuk mendukung program swasembada pangan,” tuturnya.(***)

Kementan Perkuat Kompetensi Pengelolaan Alsintan BP Provinsi Kalimantan Tengah

TANIINDONESIA.COM//KALIMANTAN TENGAH — Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menggelar Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan (BP) sebanyak 465 angkatan di Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Kementan untuk meningkatkan kompetensi pejuang pangan.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman untuk mencapai swasembada pangan, Kementan memastikan akan fokus dalam upaya meningkatkan produksi pangan utama, dalam hal ini beras.

Dan salah satu yang digalakkan Kementan adalah optimalisasi lahan pertanian melalui pembentukan Brigade Pangan (BP).

“Brigade Pangan akan menjadi garda terdepan dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian secara modern, profesional dan terampil dengan menjalankan usaha yang berorientasi bisnis dan menghasilkan pendapatan dan keuntungan,” kata Mentan Amran saat membuka pelatihan secara daring, medio April.

Amran mengatakan, BP mengelola lahan pertanian secara terstruktur, dengan skala pengelolaan mencapai sekitar 200 hektar per BP.

"Program ini juga mencakup pengelolaan lahan rawa yang optimal dan pencetakan sawah rakyat, serta mengintegrasikan pendekatan berbasis komunitas dengan teknologi canggih,” imbuhnya.

Selain itu, BP diberikan dukungan berupa alat dan mesin pertanian, pelatihan, serta akses ke benih unggul, pupuk, dan pestisida.

“Program ini tidak hanya meningkatkan produksi pangan nasional tetapi juga menciptakan ekosistem agribisnis modern yang memberdayakan generasi muda,” kata Mentan Amran lagi.

Baca juga:

Tingkatkan SDM Pertanian, UPT Pelatihan Kementan Latih Petani Kabupaten Bandung Barat

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan menargetkan pembentukan 4.224 BP.

Saat ini, jumlah BP yang telah terbentuk sebanyak 1.900 yang tersebar di 16 Provinsi, yaitu 1.779 pada tahun 2024 dan 121 pada tahun 2025.

“Saat ini, BP yang sudah beroperasi mencapai 1.154 BP dengan cakupan luas lahan mencapai 230.800 Hektar yang tersebar di 12 Provinsi,” ungkap Santi.

Selama bulan April, BBPP Lembang menyelenggarakan pelatihan sebanyak 25 angkatan di beberapa kabupaten, yaitu Kabupaten Kapuas, Barito Selatan, Barito Timur, Seruyan, Kotawaringin Timur, dan Kotawaringin Barat. Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari untuk masing-masing angkatan.

Selama 3 hari pelatihan, peserta memperoleh materi inti tentang pengolahan lahan menggunakan traktor roda 2, pengolahan lahan menggunakan traktor roda 4, pengenalan, pengoperasian, perawatan, dan pemeliharaan mesin panen kombinasi (combine harvester), dan laporan usahatani.

Salah seorang peserta BP Prajurit Tani, mengaku siap mempraktikkan ilmu yang didapat selama pelatihan.

“Setelah pelatihan ini, kami akan langsung mempraktikkan tanam padi di bulan Mei dengan menerapkan ilmu yang kami peroleh selama pelatihan terutama penggunaan alsintan, sehingga harapannya bulan Agustus bisa panen padi," katanya saat penutupan pelatihan, Rabu (30/4/2025), di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Selat Kabupaten Kapuas.

“Terima kasih Kementerian Pertanian dengan diadakannya pelatihan ini kami bisa memahami pengelolaan lahan sawah di sini yang dapat lebih efisien dan produktif,” ujarnya lagi.(***)

Tingkatkan Kapasitas SDM, Politeknik Enjiniring Kementan Kolaborasi Alsintan dengan Korea

TANIINDONESIA.COM//TANGERANG - Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesi (PEPI) lingkup Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) menerima hibah Traktor Roda 4 sebanyak 15 Unit dari Korea-Indonesia Industry and Technology Cooperation Center (KITECH).

Penyerahan traktor roda 4 tersebut dihadiri oleh Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, Ambassador of the Republic of Korea to Indonesia, Mr. Park Soo Deok, President of KITECH, Mr. Lee Sang-Mok, Economic Section Chief of Korea Embassy, Mr. Yang Seokhwan, dan seluruh jajaran Kementan di Auditorium PEPI, Senin (21/04/2025).

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti menyatakan bahwa penyerahan hibah traktor dari pemerintah Korea kepada pemerintah Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dari sumber daya manusia kita terutama terkait dengan alat dan mesin pertanian.

“Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertanian berharap kepada sumber daya manusia dapat lebih maksimal dalam mekanisasi pertanian. Ini adalah satu langkah kita dalam kerjasama luar negeri dalam peningkatan kapasitas”, ujar Kabadan Santi.

Saat ini Indonesia tengah memasuki fase transformasi signifikan di sektor pertanian. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, regenerasi petani, dan transisi menuju energi berkelanjutan, Indonesia tetap berkomitmen penuh untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, di mana negara kita bercita-cita menjadi salah satu negara ekonomi terdepan di dunia, yang didukung oleh sektor pertanian yang modern, mandiri, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.

Kolaborasi antara Indonesia dan Korea melalui proyek ini merupakan contoh kuat diplomasi pertanian yang produktif dan saling menguntungkan. Kami berharap kerja sama ini akan terus berkembang tidak hanya melalui sumbangan teknologi tetapi juga melalui berbagai program mendatang yang akan menguntungkan kedua negara dan rakyat kita.

Nantinya, alumni PEPI akan menerapkan kompetensi mekanisasi pertanian kepada petani yang ada. 15 Traktor lahan kering dikembangkan oleh KITECH, TYM dan PT. Barata Indonesia. Traktor yang dikembangkan tersebut menjadi langkah dalam mempromosikan pertanian berkelanjutan kedepannya.

“Diharapkan KITECH sebagai Lembaga penelitian yang memimpin teknologi manufatur, dan juga perwakilan Lembaga dapat terus berkejasama dengan Indonesia”, ujar Santi.

Park Soo Deok, duta besar Kedutaan Besar Korea Selatan dalam sambutannya menyatakan bahwa, "Saya dengan senang hati menyerahkan 15 unit Traktor biodiesel kepada PEPI, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia, serta mendukung transisi energi yang tengah dijalankan oleh pemerintah Indonesia".

Indonesia memiliki lingkungan alam yang luar biasa dan potensi pertanian yang sangat dinamis. Industri pertanian merupakan sector strategis yang terhubung langsung dengan kehidupan masyarakat.

Berkenaan dengan hal tersebut, modernisasi alat dan mesin pertanian akan berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan produktifitas serta pembangunan masyarakat pertanian yang berkelanjutan.

Diakhir sambutannya beliau akan memperkuat hubungan persahabatan dengan Indonesia secara konsisten. Kemajuan masyarakat pertanian serta berkembangnya teknologi pertanian.

Hal senada juga disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengungkapkan berbagai poin penting kerja sama bilateral di bidang pertanian yang telah disepakati dalam kunjungan kenegaraan.

"Kami menjajaki dan menyepakati sejumlah kerja sama konkret yang akan memperkuat sektor pertanian kedua negara. Fokus kami adalah membangun kemitraan jangka panjang di bidang riset pertanian, pertukaran informasi, teknologi dan program pelatihan, peningkatan kapasitas SDM, hingga penguatan investasi, akses pasar," jelas Mentan Amran. (*)

Manfaatkan Alsintan, Petani Kulon Progo Panen Raya

TANIINDONESIA.COM//KULON PROGO - Kelompok Tani (Poktan) Tani Makmur Kulonprogo memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan) dalam budidaya padinya. Bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) ini terbukti bisa meningkatkan produktivitas padi di Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Petani di Dukuh Karangasem, Kedungsari, Pakanewonan Pengasih Kulon Progo berhasil menikmati panen raya. Dengan lahan poktan seluas 21 ha, produktivitas petani bisa mencapai 6,88 ton/ha.

Sementara itu, di lokasi Panen Raya Nasional di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut keberhasilan ini adalah hasil dari kebijakan yang tepat dan keberpihakan Presiden terhadap sektor pertanian.

“Ini betul-betul revolusi sektor pertanian. Kemudian program pompanisasi telah meningkatkan produksi padi di Pulau Jawa sebesar 2,8 juta ton di saat krisis El Nino. Alhamdulillah produksi kita meningkat. Menurut data dari BPS, terjadi peningkatan produksi sebesar 52 persen pada Januari, Februari, dan Maret,” lanjutnya.

Untuk itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga negara, baik pusat maupun daerah, untuk mencapai target swasembada pangan.

"Untuk mewujudkan swasembada pangan ini tidak bisa sendirian, kita harus terus bergandengan tangan dengan semua pihak," kata Idha.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA) R. Hermawan yang hadir di lokasi panen raya Kulon Progo mengatakan ini sebagai langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Hermawan menyebut alsintan menjadi salah satu kunci keberhasilan swasembada pangan.

Baca juga:

https://taniindonesia.com/2025/03/14/dorong-swasembada-pangan-kementan-laksanakan-bimtek-penyuluhan-keamanan-pangan/

Disampaikan oleh Sarino, Ketua Poktan Kedungsari alsintan sudah menjadi kebutuhan dasar petani.

“Saat ini rata – rata usia petani mencapai 50 tahun ke atas, sehingga program percepatan tanam memerlukan bantuan alsintan yang sesuai” ucapnya.

Senada, Rizal Agung Wahyudi, petani milenial sekaligus pengurus UPJA Ngestiraharjo, mengatakan alsintan berperan penting dalam mempermudah budidaya, panen, dan pasca panen di lapangan.

“Kami sudah mendapat bantuan alsintan traktor dan combine serta drier. Usaha jasa pengolahan tanah, panen juga sudah berjalan.” jelasnya.

Ia menyebut bantuan drier sangat bermanfaat bagi petani yang bergerak dalam penggilingan padi. Dengan semakin tingginya produksi padi harian, ia menyebut perlunya drier yang lebih besar.

Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan optimis produktivitas padi Kulon Progo akan terus meningkat.

“Kami menyiapkan Kulon Progo untuk menjadi lumbung pangan. Kami akan melatih taruna tani, dengan 50 orang petani tiap angkatan, di lokasi tanam” jelasnya.

Menurutnya, upaya ini bisa merubah mindset petani muda dari petani kumuh menjadi petani bisa kaya.

Hadir di lokasi, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengapresiasi gerakan ini. Ia mendorong petani untuk memanfaatkan lahan dengan budidaya varietas padi unggul.

“Dengan luasan lahan yang sempit akan lebih menguntungkan jika tanam padi premium.” papar Sri Sultan usai melakukan panen raya di lokasi pada Senin (7/4/2025).(***)