21 April 2026

Hari: 30 Agustus 2024

Hasilkan Generasi Unggul, Polbangtan dan PEPI Kementan Laksanakan Wisuda Nasional

TANIINDONESIA.COM//Tangerang - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) gelar Wisuda Nasional Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Kamis 29 Agustus 2024 di Auditorium PEPI.

Kegiatan prosesi wisuda nasional dilakukan pengukuhan 347 wisudawan dari 7 Politeknik lingkup Kementerian Pertanian diantaranya 66 mahasiswa PEPI, 11 mahasiswa Polbangtan medan, 75 mahasiswa Polbangtan Bogor, 84 mahasiswa Polbangtan Yoma, 76 mahasiswa Polbangtan Malang, 29 mahasiswa Polbangtan Gowa dan 6 mahasiswa Polbangtan Manokwari.

Baca juga: 

Program Pompanisasi, Kementan Tingkatkan Produktivitas Padi

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman pimpin langsung sidang terbuka wisuda nasional 2024. Dihadapan para wisudawan Mentan Amran berharap agar mahasiswa Polbangtan/PEPI dapat menjadi agen-agen pembaharuan. "Hari ini adalah tonggak bersejarah sebagai individu telah lulus di perguruan tinggi, saya berharap anak-anakku sekalian menjadi agen-agen pembaharuan di seluruh Indonesia," ungkap Amran.

Mentan Amran mengatakan pelibatan mahasiswa dalam mendukung program utama Kementan merupakan strategi khusus yang akan menjadi contoh pertanian modern di masa mendatang.

“Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni. Di antaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil,” tambah Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, turut hadir memberikan dorongan semangat kepada para wisudawan.

"Saya mengucapkan selamat kepada 347 wisudawan Polbangtan/PEPI yang berbahagia, wisuda bukan hanya sebagai akhir dari perjalanan akademik, tetapi juga sebagai awal dari tantangan baru serta kepada orang tua dan keluarga yang telah mendukung” ungkap Idha.
Idha berharap ilmu yang didapatkan, dapat diaplikasikan dengan baik dan Polbangtan/PEPI dapat terus melahirkan lulusan-lulusan berkualitas yang siap membangun pertanian di Indonesia.

"Wisuda ini adalah momen penting yang menunjukkan keberhasilan kalian dalam menyelesaikan pendidikan dan siap untuk berkontribusi pada pembangunan pertanian Indonesia," kata dia.

Dengan berakhirnya masa perkuliahan diharapkan para wisudawan memasuki dunia baru dengan tetap optimis untuk melanjutkan cita-cita bersama membangun negeri berkontribusi pada bidang pertanian khususnya dapat memenuhi pasar kerja industry dengan kompetensi yang didapat selama perkuliahan.(*)

Program Pompanisasi, Kementan Tingkatkan Produktivitas Padi

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Untuk meningkatkan produksi padi di tengah ancaman kekeringan karena anomali cuaca el-nino, Kementerian Pertanian memaksimalkan program Pompanisasi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan target Pompanisasi adalah memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

“Program strategis ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi 280 juta jiwa penduduk Indonesia,” jelasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widi Arsanti, mengatakan Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

Dijelaskannya, saat ini fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

Realisasi pompanisasi dan irigasi perpompaan yang diinisiasi Kementerian Pertanian sendiri sudah mencapai 100% di Kabupaten Bandung. Sebanyak 241 pompa air telah terdistribusi dan sudah mengairi sawah di Kabupaten Bandung.

Baca juga: 

Capai Target, Pompanisasi Tingkatkan Produksi Padi di Kabupaten Bandung

Selain itu, Kabupaten Bandung mengajukan pompa tambahan sebanyak 143 unit ke Kementerian Pertanian melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat.

Rabu (28/8/2024), Direktur Alsintan Kementerian Pertanian, didampingi Kepala Bagian Umum Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Bandung dan Ketua Tim Kerja Pupuk, Pestisida dan Alsintan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Jawa Barat meninjau pelaksanaan pompanisasi di Kabupaten Bandung.

Kunjungan dilakukan ke salah satu penerima manfaat, yaitu Kelompok Tani Nurani Sejahtera Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, yang memperoleh bantuan pompa sebanyak 6 unit.

Direktur Alsintan Kementerian Pertanian, Fausiah T. Ladja, menyampaikan dengan adanya pompanisasi telah mulai terasa manfaatnya dibandingkan dengan musim sebelumnya, ditandai peningkatan produksi padi di wilayah Bojongsari ini.

“Dengan demikian pendapatan petani Bojongsari meningkat,” tuturnya.

Ketua Kelompok Tani Nurani Sejahtera, sekaligus Ketua Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Mandala Tani Mandiri, Wawan Hernawan, menyampaikan terima kasihnya kepada Kementerian Pertanian atas bantuan pompanisasi ini yang mampu meningkatkan produksi padi di Desa Bojongsar, semula 6 Ton/Ha menjadi 6,5 Ton/Ha.

Lokasi monev berikutnya adalah Kelompok Tani Wargi Saluyu di Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Sebanyak 25 Ha areal lahan sawah di Desa Sumbersari telah terairi dengan adanya program pompanisasi.

Di sela-sela kegiatan, Direktur Alsintan bertemu dengan perwakilan 10 Unit Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) Kabupaten Bandung di Desa Mekarsari Kecamatan Ciparay dalam rangka sosialisasi Program Indonesian Millenial for Modern Agriculture Corporation (IMMACo) atau Pertanian Modern Berbasis Korporasi bagi Petani Milenial.

Program IMMACo mendukung program PAT dan Pompanisasi yang telah dilakukan Kementerian Pertanian. Program IMMACo juga menjadi upaya Kementan untuk melakukan regenerasi petani dengan cara penumbuhkembangan wirausaha muda pertanian.(*)

Kementan Pastikan Pengadaan Alsintan Transparan

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) kini tengah fokus pada upaya peningkatan produksi padi yang sempat tertunda akibat dampak El Nino yang berkepanjangan. Sebagai langkah konkret, Kementan telah menyiapkan berbagai program termasuk pompanisasi untuk mendukung keberlanjutan produksi.

Pengadaan pompanisasi atau alat dan mesin pertanian (alsintan) lainnya di Kementan dilakukan dengan mekanisme yang transparan dan bertahap.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Andi Nur Alam Syah, menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan alsintan dilaksanakan secara terbuka dan transparan.

“Pengadaan ini diawali dengan perencanaan yang berasal dari usulan daerah melalui platform e-Proposal serta surat usulan,”jelas Andi.

Dalam prosesnya, Kementan juga melakukan analisis kebutuhan yang berdasarkan luas lahan, data penyaluran alsintan pada tahun sebelumnya, serta kinerja dari alsintan yang sudah ada. Selanjutnya dilakukn proses pengadaan alsintan secara terbuka.

“Pengadaan alsintan ini dilaksanakan melalui e-Katalog LKPP, semua dilaksanakan secara terbuka,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andi menambahkan bahwa pengadaan alsintan juga harus memperhatikan ketersediaan barang di penyedia, status penyedia, dan kepatuhan terhadap SNI serta regulasi lainnya.

Pengadaan ini diawasi ketat oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan aparat penegak hukum (APH) untuk memastikan proses berjalan aman dan sesuai aturan.

“Agar seluruh proses aman, maka perlu perhatian juga bagaimana status penyedia, kepatuhan SNI pada barangnya, dan tentu semua dilaksanakan sesuai aturan dengan pengawalan seluruh aparat terkait,” jelas Andi.

Baca juga:

Tingkatkan Produktivitas Pertanian Wakil Mentan Serahkan Alsintan di Purworejo

Tidak hanya berhenti pada tahap pengadaan, Kementan juga memastikan pengawalan pemanfaatan alsintan di lapangan dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat.

“Kami ingin semua alsintan yang diberikan ini memberikan manfaat besar untuk pertanian. Oleh karena itu, kami terus mengawasi pemanfaatannya mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi, dan semua dilaporkan secara berjenjang,” tambah Andi.

Dalam pemilihan penyedia di sistem e-Katalog, Kementan juga menekankan prinsip pengadaan yang efisien dan efektif sesuai dengan Pasal 6 Perpres No. 16 Tahun 2018 dan Pasal 66 Perpres No. 12 Tahun 2021.

Penyedia yang terpilih harus memenuhi syarat, termasuk memiliki SPPT SNI juga Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), ketersediaan stok, serta harga yang kompetitif.

“Penyedia harus memenuhi syarat memiliki SPPT SNI serta TKDN, juga memiliki ketersediaan stok dan harga terbaik, dan tentu diutamakan produk dalam negeri.” pungkas Andi.

Sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memberi pelayanan maksimal terhadap siapa saja yang mau membantu pemerintah dalam meningkatkan produktivitas. Termasuk mereka yang datang dari kalangan pengusaha nasional.

Menurut Amran, pengusaha adalah mitra strategis yang dapat mendukung sektor pertanian berkembang secara pesat.

"Dan kami katakan, kalau ada pegawai kami yang main-main, tolong dilaporkan secara tertutup. Pasti kami tindak tegas. Jangan main-main, jangan ada calo disini, calo tidak boleh berkeliaran. Untuk pengusaha langsung ke sistem saja, kan kita sudah pakai online OSS. Ke depan, Kementerian Pertanian harus terhormat, betul-betul clear dari apapun, khususnya pengadaan," tegasnya.