18 April 2026

Bulan: Agustus 2024

Upayakan Akselerasi dan Percepatan Target, Polbangtan Kementan Lakukan Evaluasi Kegiatan PAT

TANIINDONESIA.COM//BANTUL – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Politeknik Pembangunan dan Pertanian (Polbangtan Yoma), bersama Pemerintah Kabupaten Bantul, Dinas Pertanian, serta pihak terkait tengah gencar melakukan upaya peningkatan produksi padi di tengah musim kemarau yang berkepanjangan. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan Perluasan Areal Tanam (PAT), juga penggunaan pompa air untuk irigasi sawah.

Untuk memastikan kegiatan tersebut berjalan maksimal, dilakukan rapat koordinasi di Warung Omah Sawah Sewon Bantul, Senin (12/08/2024) pagi, Pukul 08.30 WIB.

Rapat dihadiri oleh Hermawan mewakili Direktur Polbangtan Yoma, Yoris selaku Balai Besar Peralamalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), Joko selaku Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Bantul, Arifin selaku Kepala Bidang Kabid Alsintan, Imawan selaku Kabid Penyuluhan, Suharsono selaku Kepala BSIP, Sugeng selaku Pasiter Kodim Bantul, dan Joko selaku Kadis Pertanian.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan perluasan areal tanam dibutuhkan untuk menjamin produksi pertanian tidak menghadapi kendala. Selain itu, juga untuk memastikan produksi pertanian memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan PAT dilakukan sebagai langkah untuk menjaga ketahanan pangan. Idha menambahkan, dalam kondisi apa pun pangan tidak boleh bermasalah.

Pada rapat tersebut, pihak-pihak yang hadir menyampaikan komitmen penuh untuk mendukung program peningkatan produksi padi. Target awal Perluasan Area Tanam (PAT) Pompanisasi, Irigasi Pompa (IRPOM) dan Irigasi Pipa (IRPIP) yang direncanakan oleh Kabupaten Bantul yaitu di bulan September dipercepat menjadi Agustus agar segera dipenuhi.

Baca juga: 

Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Perkuat Koordinasi PAT di Yogyakarta

Hermawan, yang mewakili Direktur Polbangtan Yoma, menyampaikan bahwa ada beberapa arahan dan laporan yang telah disampaikan pada saat rapat tersebut, bahwa semua pihak sepakat untuk mengoptimalkan penggunaan pompa air yang telah terpasang dan mencari sumber air alternatif.

“Lahan wedi kengser yang telah disetujui oleh Keraton akan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian akan segera dilegalkan dan diupayakan penanaman padi dengan varietas yang cocok,” ungkap Hermawan.

Ia juga berharap Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) terus memberikan pendampingan kepada petani dalam memanfaatkan pompa air dan sumber air yang ada.

Hermawan memastikan bahwa pihaknya juga turut mengarahkan Mahasiswa Polbangtan Yoma yang ditempatkan di Kabupaten Bantul akan turut aktif dalam pendampingan petani dan kegiatan pertanian lainnya.

“Dimohon kepada Dinas untuk mendukung mahasiswa yang ditarget oleh Menteri Agar mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatannya selalu berkoordinasi dengan Dinas dan Penyuluh dalam hal data dan pelaporan,” jelas Hermawan.

Namun dilain sisi, Hermawan juga menjelaskan bahwa masih ada upaya uji coba lahan wedi kengser yang sudah dikelola dan ditanami padi.

“Hingga saat ini masih diupayakan mencari benih yang cocok. Karna benih yang saat ini dicobakan masih belum bisa tumbuh optimal,” jelasnya.

Pasiter Kodim Bantul, Sugeng, turut menyampaikan dukungannya.

“Apapun yang dilaksanakan oleh rekan-rekan Dinas, PPL di kecamatan mohon di infokan ke kami, dalam upaya singkronisasi data, Jika diperlukan di lapangan sewaktu-waktu, khususnya kegiatan perpompaan Babinsa siap melakukan pendampingan,” tukasnya.

Joko Selaku Kadis Pertanian menyatakan siap berkirim surat jika memang diperlukan, untuk perubahan kebijakan karna sifatnya memang sangat diperlukan menempatkan mahasiswa dilokasi-lokasi yang target PAT nya masih rendah.

Berdasarkan hasil diskusi, Polbangtan Yoma dan Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pertanian menyatakan komitmennya untuk terus menyukseskan program PAT dengan tekad yang kuat untuk meningkatkan keberhasilan program Perluasan Area Tanam (PAT) Pompanisasi, Irigasi Pompa (IRPOM) dan Irigasi Pipa (IRPIP).(*)

Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Laksanakan Monev Perluasan Areal Tanam di Kalimantan Selatan

TANIINDONESIA.COM//BANJARBARU - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong program perluasan Areal Tanam (PAT) Padi melalui berbagai kegiatan seperti optimasi lahan rawa, pompanisasi dan penanaman padi gogo.

Salah satu langkah untuk mendukung hal tersebut melalui penyiapan sumberdaya manusia andal dengan mendorong peningkatan kompetensi dan pemahamannya dalam meningkatkan produksi padi.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan, menyampaikan bahwa sumber daya manusia (SDM) menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian.

Karenanya, kata Menteri Amran, sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni.

“Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni. Di antaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil,” sebut Menteri Amran.

Guna memaksimalkan program perluasan Areal Tanam (PAT) diatas, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan, Idha Widi Arsanti melaksanakan  monitoring dan evaluasi (Monev) PAT untuk wilayah Kalimantan Selatan, Senin (12/08/2024).

Giat dipusatkan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, dihadiri Kepala Badan BPPSDMP, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Pusat Penyuluhan Pertanian, Korem 101 Antasari, Dinas Pertanian Kabupaten dan Kota Kalsel, BBPP Binuang, SMK-PP N Banjarbaru, BSIP Kalsel, BSIP Lahan Rawa, Universitas Lambung Mangkurat, Politeknik Banjarmasin, dan PJ PAT Kalsel.

Di pertemuan ini, Idha Widi Arsanti mengapresiasi kerja keras dan capaian, PAT Kalsel dengan wilayah yang sangat luas.

Baca juga: 

Tak Kenal Waktu Libur, Kabadan PPSDMP Temukan Solusi Perluasan Areal Tanam Di Barito Kuala

“Semoga sebentar lagi bisa hijau, dan ini sebagai tugas kita semua. Intinya kita terus berprogres dengan pencapaian-pencapaian yang sudah ada,” kata Santi.

Pesan dari Mentan, dorong OPLAH, dan Ia berharap kegiatan ini bisa secepat-cepatnya bisa dilakukan secara paralel, meskipun tahun anggaran  mempunyai waktu sampai Desember.

“Tapi saya berharap November bisa diselesaikan,” tambah Santi.

Santi menambahkan terkait Luas Tambah Tanam (LTT) regular di Kalimantan Selatan harus di dorong dalam 1 minggu ini dan mencapai target di akhir agustus.

Selain itu diharapkan realisasai kontruksi dapat segera terealisasi dengan berkoordinasi dengan KPPN.

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian BBPP Binuang Wahida Annisa Yusuf dalam kesempatan terpisah mengatakan pihaknya senantiasa mensupport perluasan areal tanam
dan Pencetakan sawah baru dalam rangka peningkatan produksi.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Subarkah menyampaikan bahwa Per 11 Agustus ini kita dalam optimalisasi lahan rawa berada di peringkat keempat secara nasional yaitu 65,13% atau 29,747 Ha, sedangkan pompanisasi mencapai 15.010 Ha, dan tumpang sisip mencapai 799 Ha.

“Jadi dari laporan di atas harus segera bisa tindak lanjuti adalah mencoba untuk bisa mencapai peringkat ketiga, dengan selisih 1 koma sekian %.

Diharapkan kerja keras semua, para-Pj Bupati dan dinas kabupaten kota dapat saling bersinergi.

“Semoga perkembangan optimalisasi lahan, pompanisasi, dan tumpeng sisip ini bisa maksimal dan kita selesaikan,” tandas Imam.(*)

Tak Kenal Waktu Libur, Kabadan PPSDMP Temukan Solusi Perluasan Areal Tanam Di Barito Kuala

TANIINDONESIA.COM//BARITO KUALA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya pemenuhan pangan bagi 280 juta penduduk Indonesia melalui langkah strategis yang mencakup Perluasan Areal Tanam (PAT) dengan optimasi lahan, pompanisasi, dan tumpang sisip padi gogo di lahan perkebunan rakyat .

Respon atas hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti gerak cepat (gercep) melaksanakan arahan tersebut, Minggu (11/08/2024)

Baca juga: 

Eksplorasi Teknologi Pertanian Modern, Mahasiswa USN Lampung Kunjungi BBPP Kementan

Dua hari setelah dilantik sebagai Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, langsung bertolak ke Kalimantan Selatan, yang menjadi salah satu tugas pengawalan program PAT.

Titik kunjungan yang dituju yakni Kelompok Tani Manunggal Jaya, Desa Sumber Rahayu, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan, Minggu (12/08).

Adapun, Barito Kuala merupakan salah satu kabupaten yang mempunyai target hampir 30% dari target Kalimantan Selatan mengingat memang Barito Kuala menjadi salah satu lumbung pangan nasional.

Baca juga: 

Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Perkuat Koordinasi PAT di Yogyakarta

Wanita yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Pusat Pendidikan Pelatihan (Pusdiktan) ini tak kenal waktu libur, namun tetap ikhlas bekerja sepenuh hati demi produktivitas pertanian dan perkebunan.

Dalam kunjungan kerjanya Santi menemukan permasalahan di lapangan, yakni lahan di lokasi Perkebunan Sawit Rakyat (PSR) kondisinya kering dan tanahnya merupakan tanah subsoil yang pH-nya masam.

“Perlu ada realisasi tanam pada lahan yang belum masuk dalam kegiatan PAT sebagai pengganti lahan Perluasan Sawit Rakyat yang luasannya minimal sama dengan luasan PSR,” sebut Santi.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP Kementan turut mensupport penuh program kerja Kementan.

Eksplorasi Teknologi Pertanian Modern, Mahasiswa USN Lampung Kunjungi BBPP Kementan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG– Sedikitnya 43 mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Satu Nusa (USN) Lampung melakukan kunjungan ke BBPP Lembang, Selasa (6/8/2024). Selain studi banding, kunjungan ini menjadi langkah awal untuk menjalin kerja sama yang lebih erat antara dunia pendidikan dan lembaga pelatihan pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, menyampaikan pentingnya kualitas SDM Pertanian sebagai salah satu faktor kemajuan pertanian Indonesia.

“Di dalam sektor pertanian perlu diisi oleh SDM yang berkualitas. SDM inilah yang dididik untuk menjadi petani milenial melalui pendidikan vokasi,” kata Amran.

Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa sektor pertanian adalah sektor yang menjanjikan sehingga membutuhkan SDM yang banyak.

“Melalui pendidikan dan pelatihan, bidang pertanian akan terus ditingkatkan kualitas dan kapasitas sumber daya manusianya,” kata Dedi.

Dekan Fakultas Teknologi Pertanian USN Lampung, Damsir, menyampaikan jika kunjungan ini merupakan upaya untuk memperlihatkan kepada mahasiswa praktik pertanian modern yang telah diterapkan di BBPP Lembang.

"Kami berharap kolaborasi ini dapat melahirkan inovasi-inovasi baru di bidang pertanian,” jelasnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut baik inisiatif USN.

“BBPP Lembang berkomitmen untuk menjadi pusat pembelajaran bagi seluruh insan pertanian. Kerja sama dengan perguruan tinggi seperti USN akan semakin memperkaya program-program kami, baik pengembangan Inkibator Agribisnis, pelatihan, maupun magang/PKL,” ujar Ajat.

Baca juga: 

Pemprov Jabar: Pompanisasi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Ajat juga berharap setelah berkunjung BBPP Lembang para mahasiswa lebih bersemangat untuk terjun ke sektor pertanian, terlebih para mahasiswa yang sebagian besar adalah generasi Z.

Rombongan dipandu petugas lapang mulai berkeliling area inkubator agribisnis BBPP Lembang. Screen perbenihan menjadi lokasi pertama yang dikunjungi peserta.

Screenhouse, menjadi salah satu dari smart greenhouse yang ada di BBPP Lembang. Sistem pada screenhouse ini dapat dikendalikan dengan aplikasi yang terinstal pada smartphone dan bekerja secara otomatis.

Pada screen ini peserta mempelajari teknis perbenihan menggunakan media sekam bakar dan kompos yang dimasukkan ke dalam tray.

Selanjutnya peserta mengunjungi screenhouse tanaman melon dengan sistem irigasi tetes. Dengan sistem ini BBPP Lembang membudidayakan melon varietas honey glow. Melon ini dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi di pasaran karena kualitas dan tingkat kemanisan yang lebih tinggi dari melon biasanya.

Masih seputar teknik budidaya hidroponik, para peserta kemudian memasuki screenhouse aeroponik. Di screen ini BBPP Lembang membudidayakan benih kentang G0.

Teknik aeroponik merupakan salah satu jenis sistem hidroponik dengan cara pengkabutan. Peserta nampak penasaran ketika melihat kentang yang menggantung pada akar disirami kabut berisikan nutrisi AB mix.

Screen tanaman hias menjadi titik terakhir yang dikunjungi peserta. Pada screen ini peserta melihat koleksi kaktus, sekulen, hingga anggrek. Tidak sedikit dari peserta mahasiswa maupun dosen yang membeli kaktus sebagai buah tangan.

Kunjungan ditutup dengan pengalaman yang mengasyikkan. Para mahasiswa diajak untuk berbelanja di laboratorium pengolahan hasil.

Terdapat berbagai produk olahan inovatif yang ditawarkan seperti es krim jagung yang menyegarkan, stik sayuran yang renyah, dan manisan buah yang menggugah selera. Tidak hanya lezat, ini juga menjadi bukti nyata bahwa hasil pertanian dapat diolah menjadi produk olahan yang bernilai tambah tinggi.

Ditemui di akhir kunjungan, Olivia, perwakilan dosen, menyampaikan kesannya. Menurutnya kunjungan kali ini sangat bermanfaat bagi dirinya maupun mahasiswa.

“Dengan kunjungan lapang ini mahasiswa dapat mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan dan melengkapi teori yang didapat di kelas,” tutur Olivia.

Hal senada juga disampaikan Sindy Salsabila. Mahasiswa semester akhir ini menyatakan kebanggaannya dapat mengunjungi BBPP Lembang sebagai salah satu UPT pelatihan dengan sarana berlatih yang lengkap. Menurutnya penjelasan yang didapat hari ini juga mudah dipahami dan menjadi bekal baginya.(***)

Mentan Pimpin Pelantikan dan Sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Madya

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Perubahan posisi kembali terjadi di lingkup Kementerian Pertanian. Kali ini, pergeseran meliputi sejumlah pejabat Pimpinan Tinggi Madya.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memimpin langsung pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, Jumat (9/8/2024), di Jakarta.

Selain Mentan, turut hadir dalam kesempatan itu Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, berserta pejabat eselon 1 dan 2 lingkup Kementerian Pertanian.

Salah satu pejabat yang dilantik adalah Idha Widi Arsanti yang menjadi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), menggantikan posisi Dedi Nursyamsi.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan jika mutasi dan rotasi adalah biasa. Ditegaskannya, hal yang penting adalah pengabdian pada negara.

Baca juga: 

Terjebak Macet, Mentan Amran Sulaiman Naik Motor Patwal ke Istana Presiden

Wamentan Sudaryono Optimis 5 Bulan Ke Depan Tren Produksi Padi Naik

Ia juga mengingatkan para pejabat akan tantangan yang harus dihadapi.

"Kita menghadapi tantangan yang luar biasa dari climate change, El Nina dan Krisis Pangan untuk mewujudkan swasembada pangan dalam 3 tahun," katanya.

Untuk itu, Mentan berharap seluruh insan pertanian memberikan yang terbaik, termasuk kepada pejabat yang baru dilantik.

"Kita perlu usaha yang terbaik, setiap perubahan dan perpindahan ada hikmahnya. Saya pesankan lakukan yang terbaik untuk para pejabat yang baru dilantik," ujarnya.

Mentan juga menegaskan jika pihaknya telah melakukan antisipasi krisis pangan.

"Ada 13 provinsi yang diharapkan dapat menjadi solusi krisis pangan ini yang harus digenjot produksi nya. Dan itu merupakan tanggung jawab kita," tukasnya.

Berikut daftar Pejabat Pimpinan Tinggi Madya lingkup Kementerian Pertanian yang dilantik :

Staf Ahli Menteri Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional : Nasrullah,
Staf Ahli Menteri Bidang Investasi Pertanian : Suwandi,
Staf Ahli Menteri Bidang Lingkungan Pertanian : Prihasto Setyanto,
Staf Ahli Infrastruktur Pertanian : Ali Jamil
Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian : Andi Nur Alamsyah,
Dirjen Tanaman Pangan : Yudi Sastro,
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan : Agus Suganda, dan
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian : Idha Widi Arsanti.

Pemprov Jabar: Pompanisasi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

TANIINDONESIA.COM//Bandung - Program pompanisasi yang digulirkan Kementerian Pertanian berdampak signifikan utamanya dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Dadan Hidayat usai mendampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono meninjau Pompanisasi di Desa Desa Sumbersari Kecamatan Ciparay kabupaten Bandung, Rabu (7/8/2024).

"Di sini ada peningkatan produktivitas, pemanfaatan lahan yang berujung kepada peningkatan produksi dan sekaligus mudah-mudahan ini bisa mensejahterakan para petaninya. Saya yakin bisa. Yang tadinya tidak berpenghasilan karena ada air, berpenghasilan," ujar Dadan.

Di Kabupaten Bandung, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono meninjau langsung pompa yang terpasang di Desa Bojongkunci, Kecamatan Pameungpeuk dan di Sumbersari Kecamatan Ciparay.

Melalui kolaborasi semua pihak, Wamentan Sudaryono merasa puas dan optimis pelaksanaan pompanisasi di Jawa Barat berjalan sesuai target yang sudah ditentukan.

Baca juga: 

Percepatan Pompanisasi, Wamentan Sudaryono: Pemerintah Komitmen Kebijakan Pro-Petani

"Tadi saya cek pompanya nyala, bahkan masyarakat secara swadaya melakukan iuran melakukan pipanisasi sendiri sejauh 2 kilo meter. Ini betul-betul kami sangat terharu bahwa ternyata program ini mengena sampai kepada petani, dimanfaatkan petani dan membantu petani di lapangan," ungkap Sudaryono.

Saat ini, bantuan pompa untuk Jawa Barat menurut Dadan Hidayat mencapai 7.334 unit. Namun ia melanjutkan, masih dibuka peluang seandainya masyarakat dan petani masih membutuhkan, seiring dengan potensi lahan tadah hujan.

"Silahkan usulkan kembali. Kami dialokasikan sampai 10.000 pompa, yang sudah mengusulkan dan diverifikasi sudah 2.568 pompa," imbuhnya.

Sebagai informasi, Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Daerah (provinsi, kabupaten/kota) serta TNI gencar menjalankan program pompanisasi sebagai upaya akselerasi pertanaman menghadapi kekeringan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber air.

Khusus untuk irigasi perpompaan, kegiatan ini dilakukan secara swakelola dengan pola padat karya dengan melibatkan partisipasi penuh anggota kelompok tani penerima bantuan dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatan serta pemeliharaan.

Dijelaskan Dadan, Jawa Barat ditargetkan penambahan areal tanam baru sebesar 111.850 hektar, terdiri dari dua jenis yaitu lahan sawah tadah hujan, 114.178 hektar dan sisanya padi gogo, 3.762 hektar.

"Saya yakin, karena pencapaian sekarang sudah di atas 85 persen, insya Allah sisanya bisa kita penuhi," pungkasnya.

Percepatan Pompanisasi, Wamentan Sudaryono: Pemerintah Komitmen Kebijakan Pro-Petani

TANIINDONESIA.COM//Bandung - Pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk menjalankan kebijakan pro-petani melalui percepatan program pompanisasi. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan hal ini saat meninjau irigasi perpompaan di Desa Bojongkunci, Kecamatan Pamengpeuk, Kabupaten Bandung, pada Rabu, 7 Agustus 2024.

Petani, menurut Sudaryono, adalah profesi yang terhormat dan mulia. Peran mereka sangat vital bagi keberlangsungan bangsa.

“Kita ingin vibe (petani.red) yang ada di sini juga dirasakan oleh orang-orang di luar sana. Bahwa ada orang-orang yang tidak mereka kenal dengan susahnya berpanas-panas, tetap mau menanam padi," ujarnya.

Pompanisasi yang merupakan upaya penyediaan pompa air untuk irigasi lahan pertanian, menjadi fokus utama pemerintah dalam mendukung petani menghadapi tantangan kekeringan.

Sudaryono menekankan bahwa kebijakan ini adalah bagian dari strategi nasional untuk memastikan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. “Program pompanisasi yang diterapkan di seluruh Indonesia merupakan solusi bagi para petani untuk berproduksi,” ujarnya.

Pemerintah terus mendukung petani dengan program dan regulasi seperti peningkatan volume pupuk subsidi dan bantuan pompa dalam rangka antisipasi kekeringan.

“Pompanisasi menjadi pilihan tepat dan strategis bagi masa depan Indonesia yang kini tengah menghadapi ancaman darurat pangan,” terang Sudaryono.

Di tempat yang sama, Sudaryono juga sempat mempraktikkan penggunaan mesin transplanter untuk menanam padi. Menanam padi dengan menggunakan transplanter dapat menghemat waktu 10 kali lebih singkat dibandingkan menanam secara manual.

Baca juga: 

Wamentan Sudaryono Optimis 5 Bulan Ke Depan Tren Produksi Padi Naik

Mesin transplanter merupakan salah satu jenis bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) kepada petani. “Kami ingin mengapresiasi kerja-kerja petani dengan program dan regulasi yang pro petani,” sebut Sudaryono.

Di hadapan penyuluh dan petani yang hadir, Sudaryono pun menyampaikan optimismenya bahwa penambahan areal tanam (PAT) di Jawa Barat seluas 117 ribu hektare akan terealisasi.

"Saya rasa dengan dukungan masyarakat di sini, pengetahuan Pak Dandim, jajaran dinas pertanian dan penyuluh, ditambah support Kementan, target PAT dan peningkatan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua kali , atau dari dua meningkat menjadi tiga kali, bukan hal yang mustahil," pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ningning Hendarsyah dalam sambutannya menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung sangat mengapresiasi dukungan dan bantuan irigasi perpompaan di wilayahnya. Bantuan tersebut, lanjut Ningning telah mengubah padang ilalang menjadi areal persawahan dan jagung.

"Bantuan irpom (irigasi perpompaan.red) dari pusat sangat bermanfaat untuk mengairi lahan baru yang selama ini tidak tergarap karena kendala air. Sekarang, Poktan kembali hidup dengan menanam jagung dan padi varietas Raspati," kata Ningning.

Sebagai informasi, ada 154.067,51 meter per segi di Desa Bojongkunci Kecamatan Pamengpeuk yang selama empat hingga lima tahun tidak digarap. Setelah mendapatkan bantuan irigasi pompa 6 inch dengan menggunakan tenaga listrik, pemkab menargetkan lahan tersebut ke depannya akan menghasilkan padi 9 ton per hektare.(*)

Menjawab Tantangan Era Global, Kementan Tingkatkan Kapasitas ASN dan Non ASN

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG. – Era globalisasi yang semakin berkembang pesat, kemampuan berbahasa Inggris telah menjadi kebutuhan esensial bagi para pegawai di berbagai bidang. Bahasa Inggris, sebagai bahasa komunikasi global, memiliki peran yang krusial dalam memajukan karier dan menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian merupakan salah satu sektor yang akan selalu menjadi andalan bagi perekonomian Indonesia. "Di dalam sektor pertanian, perlu diisi oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas," kata Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan, “Pelatihan menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas SDM pertanian agar memiliki nilai tambah.”

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Kementerian Pertanian, menyelenggarakan pelatihan baik skala nasional maupun internasional. Untuk mengasah kemampuan Bahasa Inggris dan meningkatkan rasa percaya diri pegawainya, dilaksanakan Pelatihan Percakapan Bahasa Inggris Sederhana.

Kegiatan ini diikuti 33 pegawai ASN dan Non ASN BBPP Lembang yang kerap berinteraksi dengan peserta pelatihan internasional dan kegiatan lainnya dalam rangka pelayanan tamu. Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari, 5 – 8 Agustus 2024.

Selama proses berlatih, widyaiswara BBPP Lembang selaku fasilitator pelatihan memberikan materi secara klasikal dan praktik tentang Introducing Yourself and Others, Describing People, Places, and Things, dan Expressing Opinios. Likes and Dislikes. Pelatihan yang berbasis Learning Management System (LMS) ini juga mengharuskan peserta mulai dari pendaftaran hingga evaluasi berbasis LMS.

Baca juga:

Sinergi Kementan dan PUPR Tingkatkan Produktivitas Pertanian Hortikultura Subang

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, di setiap kesempatan mengingatkan seluruh jajarannya di BBPP Lembang untuk terus belajar, memperkuat kemampuan literasi dan mampu menerapkan budaya kerja positif yang bisa mendukung kinerja BBPP Lembang.

Perwakilan peserta, Yola Srimaya, saat ditemui di akhir pelatihan, Kamis (8/8/2024) memberikan kesannya. “Sungguh menyenangkan bisa terlibat langsung menjadi salah satu peserta Pelatihan Percakapan Bahasa Inggris Sederhana ini. Sangat membantu saya sebagai pelayan masyarakat bagian kerja sama, harus bisa berkomunikasi dengan orang lain baik dari dalam dan luar Negeri. Semoga ada pelatihan lanjutannya ya. Thank you,” ucapnya.

Senada dengan yang disampaikan oleh Beben Angga Wahyudi, pegawai Non ASN BBPP Lembang. “I am really very happy with the english language training and hopefully in the future there will be more english language training.” (yoko/chetty)

Gandeng DPR RI, Polbangtan Kementan Dukung Pompanisasi untuk Ketahanan Pangan di Kebumen

TANIINDONESIA.COM//Kebumen - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, bekerja sama dengan anggota Komisi IV DPR RI, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk peningkatan kapasitas penyuluh dan petani di Kabupaten Kebumen. Acara yanag berlangsung di Hotel Grand Kolopaking, Rabu (7/8/2024), dihadiri 100 peserta.

Bimtek yang mengangkat tema "Program Pompanisasi untuk Mendukung Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Nasional", dihadiri oleh Koordinator Bidang Pengabdian Masyarakat Polbangtan Yogyakarta Magelang Ina Fitria Ismarlin, yang mewakili Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang. Hadir pula Anggota Komisi IV DPR RI KRT Darori Wonodipuro, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kebumen Teguh Yuliono.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan pentingnya berkolaborasi untuk menjaga ketahanan pangan. Sebab, menurutnya, menjaga ketahanan pangan bukan hanya tugas Kementerian Pertanin, melainkan tugas bersama.

Sementara Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menjelaskan jika SDM memiliki peran yang penting dalam peningkatan produksi pertanian. Ia melanjutkan, peningkatan produksi ini yang nanti akan membantu menjaga ketahanan pangan.

Oleh sebab itu, Dedi mengajak insan-insan pertanian untuk terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kemampuan untuk mengangkat sektor pertanian.

Sementara Koordinator Bidang Pengabdian Masyarakat Polbangtan Yogyakarta Magelang, Ina Fitria Ismarlin, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Bimtek ini dapat menambah wawasan para peserta terkait program Pompanisasi dan implementasinya di lapangan.

Baca juga: 

Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Perkuat Koordinasi PAT di Yogyakarta

"Tidak hanya menambah wawasan peserta, kami berharap melalui kegiatan ini, peserta yang hadir juga dapat mendukung program Pompanisasi dan implementasinya di lapangan," kata Ina.

Sedangkan Anggota Komisi IV DPR RI, KRT Darori Wonodipuro, menekankan pentingnya modernisasi pertanian melalui optimalisasi mekanisasi pertanian, seperti pemanfaatan pompa air dan alat mesin lainnya, guna mengatasi kekurangan tenaga kerja di sektor pertanian.

Senada dengan Darori, Teguh Yuliono, selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kebumen, menyatakan dukungan terhadap program Pompanisasi ini dengan kebijakan dan pendampingan penuh di lapangan.

"Tahun ini, Kementerian Pertanian sedang mendorong peningkatan areal tanam guna menjaga stabilitas produksi beras nasional. Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen siap menyukseskan program ini dengan pendampingan intensif dari para penyuluh kami," ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Fajar Rachmanto, menjelaskan secara rinci pelaksanaan program Pompanisasi di Kabupaten Kebumen.

“Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain pengadaan pompa air, pembangunan irigasi perpompaan, dan irigasi perpipaan dengan kriteria Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) yang telah ditetapkan,” terangnya.

Dengan adanya Bimtek ini, diharapkan para penyuluh dan petani di Kabupaten Kebumen dapat lebih memahami dan menerapkan program Pompanisasi untuk mendukung peningkatan produksi pertanian di daerah tersebut.(*)

Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Perkuat Koordinasi PAT di Yogyakarta

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus genjot program Perluasan Areal Tanam (PAT) Padi. Program ini sangat penting sebagai salah satu langkah konkrit dalam antisipasi El Nino berkepanjangan yang menyebabkan penurunan produksi dan peningkatan impor beras.

Sebagai bentuk kesungguhan dalam pelaksanaan program, maka dilaksanakan Koordinasi , Evaluasi, dan Pelaporan untuk PAT di area DIY yang terdiri dari Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunung Kidul.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, menjaga ketahanan pangan sangat penting untuk dilakukan. Terutama sebagai bentuk antisipasi disaat kemarau. Ia menjelaskan, perluasan areal tanam bisa menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Penegasan serupa disampaikan Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). Menurutnya, menjaga ketahanan pangan adalah tugas bersama, bukan hanya Kementerian Pertanian. Oleh sebab itu, koordinasi yang dilakukan juga melibatkan stakeholder lainnya.

Baca juga: 

Ramaikan Agroexpo J-Tugu 2024, Polbangtan Kementan Pamerkan Produk Inovasi

Koordinasi PAT DIY dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (6/8/2024). Hadir dalam kegiatan, Kepala BBPOPT Jatisari, Kadis pertanian DIY, BMKG DIY, Ka BSIP DIY, Polbangtan Yoma, KOREM, KODIM 4, dan Dinas Pertanian terkait.

Dalam kegiatan, masing-masing penanggung jawab PAT dari masing-masing kabupaten memaparkan progres kegiatan PAT yang telah dilaksanakan beserta evaluasinya.

Politeknik Pembangunan Pertanian selaku Penanggung Jawab PAT untuk Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunung Kidul melaporkan bahwa per hari ini, realisasi sawat tadah hujan yang telah berhasil diperoleh sebesar 67,38% untuk Kabupaten Bantul dan 56,47% untuk Kabupaten Gunung Kidul.

Sedangkan untuk realisasi PAT padi gogo, per hari ini telah mencapai 150% untuk Kabupaten Bantul dan 50% untuk Kabupaten Gunung Kidul.

Lebih lanjut, Polbangtan Yoma juga memaparkan beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan beserta tindak lanjut yang akan dan telah dilaksanakan.

“Sudah diterjunkan sebanyak 53 mahasiswa Polbangtan Yoma di area DIY dan Jateng guna mendukung kegiatan PAT ini. 28 mahasiswa di Jateng dan 25 mahasiswa di DIY,” ujar R. Hermawan mewakili Direktur Polbangtan Yoma.(*)