17 Mei 2026

Hari: 8 Agustus 2024

Pemprov Jabar: Pompanisasi Tingkatkan Kesejahteraan Petani

TANIINDONESIA.COM//Bandung - Program pompanisasi yang digulirkan Kementerian Pertanian berdampak signifikan utamanya dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Dadan Hidayat usai mendampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono meninjau Pompanisasi di Desa Desa Sumbersari Kecamatan Ciparay kabupaten Bandung, Rabu (7/8/2024).

"Di sini ada peningkatan produktivitas, pemanfaatan lahan yang berujung kepada peningkatan produksi dan sekaligus mudah-mudahan ini bisa mensejahterakan para petaninya. Saya yakin bisa. Yang tadinya tidak berpenghasilan karena ada air, berpenghasilan," ujar Dadan.

Di Kabupaten Bandung, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono meninjau langsung pompa yang terpasang di Desa Bojongkunci, Kecamatan Pameungpeuk dan di Sumbersari Kecamatan Ciparay.

Melalui kolaborasi semua pihak, Wamentan Sudaryono merasa puas dan optimis pelaksanaan pompanisasi di Jawa Barat berjalan sesuai target yang sudah ditentukan.

Baca juga: 

Percepatan Pompanisasi, Wamentan Sudaryono: Pemerintah Komitmen Kebijakan Pro-Petani

"Tadi saya cek pompanya nyala, bahkan masyarakat secara swadaya melakukan iuran melakukan pipanisasi sendiri sejauh 2 kilo meter. Ini betul-betul kami sangat terharu bahwa ternyata program ini mengena sampai kepada petani, dimanfaatkan petani dan membantu petani di lapangan," ungkap Sudaryono.

Saat ini, bantuan pompa untuk Jawa Barat menurut Dadan Hidayat mencapai 7.334 unit. Namun ia melanjutkan, masih dibuka peluang seandainya masyarakat dan petani masih membutuhkan, seiring dengan potensi lahan tadah hujan.

"Silahkan usulkan kembali. Kami dialokasikan sampai 10.000 pompa, yang sudah mengusulkan dan diverifikasi sudah 2.568 pompa," imbuhnya.

Sebagai informasi, Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Daerah (provinsi, kabupaten/kota) serta TNI gencar menjalankan program pompanisasi sebagai upaya akselerasi pertanaman menghadapi kekeringan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber air.

Khusus untuk irigasi perpompaan, kegiatan ini dilakukan secara swakelola dengan pola padat karya dengan melibatkan partisipasi penuh anggota kelompok tani penerima bantuan dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatan serta pemeliharaan.

Dijelaskan Dadan, Jawa Barat ditargetkan penambahan areal tanam baru sebesar 111.850 hektar, terdiri dari dua jenis yaitu lahan sawah tadah hujan, 114.178 hektar dan sisanya padi gogo, 3.762 hektar.

"Saya yakin, karena pencapaian sekarang sudah di atas 85 persen, insya Allah sisanya bisa kita penuhi," pungkasnya.

Percepatan Pompanisasi, Wamentan Sudaryono: Pemerintah Komitmen Kebijakan Pro-Petani

TANIINDONESIA.COM//Bandung - Pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk menjalankan kebijakan pro-petani melalui percepatan program pompanisasi. Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan hal ini saat meninjau irigasi perpompaan di Desa Bojongkunci, Kecamatan Pamengpeuk, Kabupaten Bandung, pada Rabu, 7 Agustus 2024.

Petani, menurut Sudaryono, adalah profesi yang terhormat dan mulia. Peran mereka sangat vital bagi keberlangsungan bangsa.

“Kita ingin vibe (petani.red) yang ada di sini juga dirasakan oleh orang-orang di luar sana. Bahwa ada orang-orang yang tidak mereka kenal dengan susahnya berpanas-panas, tetap mau menanam padi," ujarnya.

Pompanisasi yang merupakan upaya penyediaan pompa air untuk irigasi lahan pertanian, menjadi fokus utama pemerintah dalam mendukung petani menghadapi tantangan kekeringan.

Sudaryono menekankan bahwa kebijakan ini adalah bagian dari strategi nasional untuk memastikan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. “Program pompanisasi yang diterapkan di seluruh Indonesia merupakan solusi bagi para petani untuk berproduksi,” ujarnya.

Pemerintah terus mendukung petani dengan program dan regulasi seperti peningkatan volume pupuk subsidi dan bantuan pompa dalam rangka antisipasi kekeringan.

“Pompanisasi menjadi pilihan tepat dan strategis bagi masa depan Indonesia yang kini tengah menghadapi ancaman darurat pangan,” terang Sudaryono.

Di tempat yang sama, Sudaryono juga sempat mempraktikkan penggunaan mesin transplanter untuk menanam padi. Menanam padi dengan menggunakan transplanter dapat menghemat waktu 10 kali lebih singkat dibandingkan menanam secara manual.

Baca juga: 

Wamentan Sudaryono Optimis 5 Bulan Ke Depan Tren Produksi Padi Naik

Mesin transplanter merupakan salah satu jenis bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) kepada petani. “Kami ingin mengapresiasi kerja-kerja petani dengan program dan regulasi yang pro petani,” sebut Sudaryono.

Di hadapan penyuluh dan petani yang hadir, Sudaryono pun menyampaikan optimismenya bahwa penambahan areal tanam (PAT) di Jawa Barat seluas 117 ribu hektare akan terealisasi.

"Saya rasa dengan dukungan masyarakat di sini, pengetahuan Pak Dandim, jajaran dinas pertanian dan penyuluh, ditambah support Kementan, target PAT dan peningkatan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua kali , atau dari dua meningkat menjadi tiga kali, bukan hal yang mustahil," pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ningning Hendarsyah dalam sambutannya menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bandung sangat mengapresiasi dukungan dan bantuan irigasi perpompaan di wilayahnya. Bantuan tersebut, lanjut Ningning telah mengubah padang ilalang menjadi areal persawahan dan jagung.

"Bantuan irpom (irigasi perpompaan.red) dari pusat sangat bermanfaat untuk mengairi lahan baru yang selama ini tidak tergarap karena kendala air. Sekarang, Poktan kembali hidup dengan menanam jagung dan padi varietas Raspati," kata Ningning.

Sebagai informasi, ada 154.067,51 meter per segi di Desa Bojongkunci Kecamatan Pamengpeuk yang selama empat hingga lima tahun tidak digarap. Setelah mendapatkan bantuan irigasi pompa 6 inch dengan menggunakan tenaga listrik, pemkab menargetkan lahan tersebut ke depannya akan menghasilkan padi 9 ton per hektare.(*)

Menjawab Tantangan Era Global, Kementan Tingkatkan Kapasitas ASN dan Non ASN

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG. – Era globalisasi yang semakin berkembang pesat, kemampuan berbahasa Inggris telah menjadi kebutuhan esensial bagi para pegawai di berbagai bidang. Bahasa Inggris, sebagai bahasa komunikasi global, memiliki peran yang krusial dalam memajukan karier dan menghadapi tantangan bisnis yang semakin kompleks.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian merupakan salah satu sektor yang akan selalu menjadi andalan bagi perekonomian Indonesia. "Di dalam sektor pertanian, perlu diisi oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas," kata Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan, “Pelatihan menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas SDM pertanian agar memiliki nilai tambah.”

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang sebagai UPT Kementerian Pertanian, menyelenggarakan pelatihan baik skala nasional maupun internasional. Untuk mengasah kemampuan Bahasa Inggris dan meningkatkan rasa percaya diri pegawainya, dilaksanakan Pelatihan Percakapan Bahasa Inggris Sederhana.

Kegiatan ini diikuti 33 pegawai ASN dan Non ASN BBPP Lembang yang kerap berinteraksi dengan peserta pelatihan internasional dan kegiatan lainnya dalam rangka pelayanan tamu. Kegiatan yang dilaksanakan selama 4 hari, 5 – 8 Agustus 2024.

Selama proses berlatih, widyaiswara BBPP Lembang selaku fasilitator pelatihan memberikan materi secara klasikal dan praktik tentang Introducing Yourself and Others, Describing People, Places, and Things, dan Expressing Opinios. Likes and Dislikes. Pelatihan yang berbasis Learning Management System (LMS) ini juga mengharuskan peserta mulai dari pendaftaran hingga evaluasi berbasis LMS.

Baca juga:

Sinergi Kementan dan PUPR Tingkatkan Produktivitas Pertanian Hortikultura Subang

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, di setiap kesempatan mengingatkan seluruh jajarannya di BBPP Lembang untuk terus belajar, memperkuat kemampuan literasi dan mampu menerapkan budaya kerja positif yang bisa mendukung kinerja BBPP Lembang.

Perwakilan peserta, Yola Srimaya, saat ditemui di akhir pelatihan, Kamis (8/8/2024) memberikan kesannya. “Sungguh menyenangkan bisa terlibat langsung menjadi salah satu peserta Pelatihan Percakapan Bahasa Inggris Sederhana ini. Sangat membantu saya sebagai pelayan masyarakat bagian kerja sama, harus bisa berkomunikasi dengan orang lain baik dari dalam dan luar Negeri. Semoga ada pelatihan lanjutannya ya. Thank you,” ucapnya.

Senada dengan yang disampaikan oleh Beben Angga Wahyudi, pegawai Non ASN BBPP Lembang. “I am really very happy with the english language training and hopefully in the future there will be more english language training.” (yoko/chetty)

Gandeng DPR RI, Polbangtan Kementan Dukung Pompanisasi untuk Ketahanan Pangan di Kebumen

TANIINDONESIA.COM//Kebumen - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang, bekerja sama dengan anggota Komisi IV DPR RI, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk peningkatan kapasitas penyuluh dan petani di Kabupaten Kebumen. Acara yanag berlangsung di Hotel Grand Kolopaking, Rabu (7/8/2024), dihadiri 100 peserta.

Bimtek yang mengangkat tema "Program Pompanisasi untuk Mendukung Peningkatan Indeks Pertanaman (IP) Nasional", dihadiri oleh Koordinator Bidang Pengabdian Masyarakat Polbangtan Yogyakarta Magelang Ina Fitria Ismarlin, yang mewakili Direktur Polbangtan Yogyakarta Magelang. Hadir pula Anggota Komisi IV DPR RI KRT Darori Wonodipuro, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kebumen Teguh Yuliono.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyampaikan pentingnya berkolaborasi untuk menjaga ketahanan pangan. Sebab, menurutnya, menjaga ketahanan pangan bukan hanya tugas Kementerian Pertanin, melainkan tugas bersama.

Sementara Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menjelaskan jika SDM memiliki peran yang penting dalam peningkatan produksi pertanian. Ia melanjutkan, peningkatan produksi ini yang nanti akan membantu menjaga ketahanan pangan.

Oleh sebab itu, Dedi mengajak insan-insan pertanian untuk terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan kemampuan untuk mengangkat sektor pertanian.

Sementara Koordinator Bidang Pengabdian Masyarakat Polbangtan Yogyakarta Magelang, Ina Fitria Ismarlin, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Bimtek ini dapat menambah wawasan para peserta terkait program Pompanisasi dan implementasinya di lapangan.

Baca juga: 

Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Perkuat Koordinasi PAT di Yogyakarta

"Tidak hanya menambah wawasan peserta, kami berharap melalui kegiatan ini, peserta yang hadir juga dapat mendukung program Pompanisasi dan implementasinya di lapangan," kata Ina.

Sedangkan Anggota Komisi IV DPR RI, KRT Darori Wonodipuro, menekankan pentingnya modernisasi pertanian melalui optimalisasi mekanisasi pertanian, seperti pemanfaatan pompa air dan alat mesin lainnya, guna mengatasi kekurangan tenaga kerja di sektor pertanian.

Senada dengan Darori, Teguh Yuliono, selaku Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kebumen, menyatakan dukungan terhadap program Pompanisasi ini dengan kebijakan dan pendampingan penuh di lapangan.

"Tahun ini, Kementerian Pertanian sedang mendorong peningkatan areal tanam guna menjaga stabilitas produksi beras nasional. Dinas Pertanian dan Pangan Kebumen siap menyukseskan program ini dengan pendampingan intensif dari para penyuluh kami," ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Fajar Rachmanto, menjelaskan secara rinci pelaksanaan program Pompanisasi di Kabupaten Kebumen.

“Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan antara lain pengadaan pompa air, pembangunan irigasi perpompaan, dan irigasi perpipaan dengan kriteria Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) yang telah ditetapkan,” terangnya.

Dengan adanya Bimtek ini, diharapkan para penyuluh dan petani di Kabupaten Kebumen dapat lebih memahami dan menerapkan program Pompanisasi untuk mendukung peningkatan produksi pertanian di daerah tersebut.(*)

Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Perkuat Koordinasi PAT di Yogyakarta

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus genjot program Perluasan Areal Tanam (PAT) Padi. Program ini sangat penting sebagai salah satu langkah konkrit dalam antisipasi El Nino berkepanjangan yang menyebabkan penurunan produksi dan peningkatan impor beras.

Sebagai bentuk kesungguhan dalam pelaksanaan program, maka dilaksanakan Koordinasi , Evaluasi, dan Pelaporan untuk PAT di area DIY yang terdiri dari Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunung Kidul.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, menjaga ketahanan pangan sangat penting untuk dilakukan. Terutama sebagai bentuk antisipasi disaat kemarau. Ia menjelaskan, perluasan areal tanam bisa menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Penegasan serupa disampaikan Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP). Menurutnya, menjaga ketahanan pangan adalah tugas bersama, bukan hanya Kementerian Pertanian. Oleh sebab itu, koordinasi yang dilakukan juga melibatkan stakeholder lainnya.

Baca juga: 

Ramaikan Agroexpo J-Tugu 2024, Polbangtan Kementan Pamerkan Produk Inovasi

Koordinasi PAT DIY dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (6/8/2024). Hadir dalam kegiatan, Kepala BBPOPT Jatisari, Kadis pertanian DIY, BMKG DIY, Ka BSIP DIY, Polbangtan Yoma, KOREM, KODIM 4, dan Dinas Pertanian terkait.

Dalam kegiatan, masing-masing penanggung jawab PAT dari masing-masing kabupaten memaparkan progres kegiatan PAT yang telah dilaksanakan beserta evaluasinya.

Politeknik Pembangunan Pertanian selaku Penanggung Jawab PAT untuk Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunung Kidul melaporkan bahwa per hari ini, realisasi sawat tadah hujan yang telah berhasil diperoleh sebesar 67,38% untuk Kabupaten Bantul dan 56,47% untuk Kabupaten Gunung Kidul.

Sedangkan untuk realisasi PAT padi gogo, per hari ini telah mencapai 150% untuk Kabupaten Bantul dan 50% untuk Kabupaten Gunung Kidul.

Lebih lanjut, Polbangtan Yoma juga memaparkan beberapa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan beserta tindak lanjut yang akan dan telah dilaksanakan.

“Sudah diterjunkan sebanyak 53 mahasiswa Polbangtan Yoma di area DIY dan Jateng guna mendukung kegiatan PAT ini. 28 mahasiswa di Jateng dan 25 mahasiswa di DIY,” ujar R. Hermawan mewakili Direktur Polbangtan Yoma.(*)