17 April 2026

Hari: 13 Agustus 2024

Upayakan Akselerasi dan Percepatan Target, Polbangtan Kementan Lakukan Evaluasi Kegiatan PAT

TANIINDONESIA.COM//BANTUL – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Politeknik Pembangunan dan Pertanian (Polbangtan Yoma), bersama Pemerintah Kabupaten Bantul, Dinas Pertanian, serta pihak terkait tengah gencar melakukan upaya peningkatan produksi padi di tengah musim kemarau yang berkepanjangan. Salah satunya adalah dengan memaksimalkan Perluasan Areal Tanam (PAT), juga penggunaan pompa air untuk irigasi sawah.

Untuk memastikan kegiatan tersebut berjalan maksimal, dilakukan rapat koordinasi di Warung Omah Sawah Sewon Bantul, Senin (12/08/2024) pagi, Pukul 08.30 WIB.

Rapat dihadiri oleh Hermawan mewakili Direktur Polbangtan Yoma, Yoris selaku Balai Besar Peralamalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT), Joko selaku Kepala Dinas Pertanian (Kadistan) Bantul, Arifin selaku Kepala Bidang Kabid Alsintan, Imawan selaku Kabid Penyuluhan, Suharsono selaku Kepala BSIP, Sugeng selaku Pasiter Kodim Bantul, dan Joko selaku Kadis Pertanian.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan perluasan areal tanam dibutuhkan untuk menjamin produksi pertanian tidak menghadapi kendala. Selain itu, juga untuk memastikan produksi pertanian memenuhi kebutuhan masyarakat.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan PAT dilakukan sebagai langkah untuk menjaga ketahanan pangan. Idha menambahkan, dalam kondisi apa pun pangan tidak boleh bermasalah.

Pada rapat tersebut, pihak-pihak yang hadir menyampaikan komitmen penuh untuk mendukung program peningkatan produksi padi. Target awal Perluasan Area Tanam (PAT) Pompanisasi, Irigasi Pompa (IRPOM) dan Irigasi Pipa (IRPIP) yang direncanakan oleh Kabupaten Bantul yaitu di bulan September dipercepat menjadi Agustus agar segera dipenuhi.

Baca juga: 

Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Perkuat Koordinasi PAT di Yogyakarta

Hermawan, yang mewakili Direktur Polbangtan Yoma, menyampaikan bahwa ada beberapa arahan dan laporan yang telah disampaikan pada saat rapat tersebut, bahwa semua pihak sepakat untuk mengoptimalkan penggunaan pompa air yang telah terpasang dan mencari sumber air alternatif.

“Lahan wedi kengser yang telah disetujui oleh Keraton akan dimanfaatkan sebagai lahan pertanian akan segera dilegalkan dan diupayakan penanaman padi dengan varietas yang cocok,” ungkap Hermawan.

Ia juga berharap Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) terus memberikan pendampingan kepada petani dalam memanfaatkan pompa air dan sumber air yang ada.

Hermawan memastikan bahwa pihaknya juga turut mengarahkan Mahasiswa Polbangtan Yoma yang ditempatkan di Kabupaten Bantul akan turut aktif dalam pendampingan petani dan kegiatan pertanian lainnya.

“Dimohon kepada Dinas untuk mendukung mahasiswa yang ditarget oleh Menteri Agar mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatannya selalu berkoordinasi dengan Dinas dan Penyuluh dalam hal data dan pelaporan,” jelas Hermawan.

Namun dilain sisi, Hermawan juga menjelaskan bahwa masih ada upaya uji coba lahan wedi kengser yang sudah dikelola dan ditanami padi.

“Hingga saat ini masih diupayakan mencari benih yang cocok. Karna benih yang saat ini dicobakan masih belum bisa tumbuh optimal,” jelasnya.

Pasiter Kodim Bantul, Sugeng, turut menyampaikan dukungannya.

“Apapun yang dilaksanakan oleh rekan-rekan Dinas, PPL di kecamatan mohon di infokan ke kami, dalam upaya singkronisasi data, Jika diperlukan di lapangan sewaktu-waktu, khususnya kegiatan perpompaan Babinsa siap melakukan pendampingan,” tukasnya.

Joko Selaku Kadis Pertanian menyatakan siap berkirim surat jika memang diperlukan, untuk perubahan kebijakan karna sifatnya memang sangat diperlukan menempatkan mahasiswa dilokasi-lokasi yang target PAT nya masih rendah.

Berdasarkan hasil diskusi, Polbangtan Yoma dan Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pertanian menyatakan komitmennya untuk terus menyukseskan program PAT dengan tekad yang kuat untuk meningkatkan keberhasilan program Perluasan Area Tanam (PAT) Pompanisasi, Irigasi Pompa (IRPOM) dan Irigasi Pipa (IRPIP).(*)

Antisipasi Darurat Pangan, Kementan Laksanakan Monev Perluasan Areal Tanam di Kalimantan Selatan

TANIINDONESIA.COM//BANJARBARU - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong program perluasan Areal Tanam (PAT) Padi melalui berbagai kegiatan seperti optimasi lahan rawa, pompanisasi dan penanaman padi gogo.

Salah satu langkah untuk mendukung hal tersebut melalui penyiapan sumberdaya manusia andal dengan mendorong peningkatan kompetensi dan pemahamannya dalam meningkatkan produksi padi.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan, menyampaikan bahwa sumber daya manusia (SDM) menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian.

Karenanya, kata Menteri Amran, sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni.

“Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni. Di antaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil,” sebut Menteri Amran.

Guna memaksimalkan program perluasan Areal Tanam (PAT) diatas, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan, Idha Widi Arsanti melaksanakan  monitoring dan evaluasi (Monev) PAT untuk wilayah Kalimantan Selatan, Senin (12/08/2024).

Giat dipusatkan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, dihadiri Kepala Badan BPPSDMP, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Pusat Penyuluhan Pertanian, Korem 101 Antasari, Dinas Pertanian Kabupaten dan Kota Kalsel, BBPP Binuang, SMK-PP N Banjarbaru, BSIP Kalsel, BSIP Lahan Rawa, Universitas Lambung Mangkurat, Politeknik Banjarmasin, dan PJ PAT Kalsel.

Di pertemuan ini, Idha Widi Arsanti mengapresiasi kerja keras dan capaian, PAT Kalsel dengan wilayah yang sangat luas.

Baca juga: 

Tak Kenal Waktu Libur, Kabadan PPSDMP Temukan Solusi Perluasan Areal Tanam Di Barito Kuala

“Semoga sebentar lagi bisa hijau, dan ini sebagai tugas kita semua. Intinya kita terus berprogres dengan pencapaian-pencapaian yang sudah ada,” kata Santi.

Pesan dari Mentan, dorong OPLAH, dan Ia berharap kegiatan ini bisa secepat-cepatnya bisa dilakukan secara paralel, meskipun tahun anggaran  mempunyai waktu sampai Desember.

“Tapi saya berharap November bisa diselesaikan,” tambah Santi.

Santi menambahkan terkait Luas Tambah Tanam (LTT) regular di Kalimantan Selatan harus di dorong dalam 1 minggu ini dan mencapai target di akhir agustus.

Selain itu diharapkan realisasai kontruksi dapat segera terealisasi dengan berkoordinasi dengan KPPN.

Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian BBPP Binuang Wahida Annisa Yusuf dalam kesempatan terpisah mengatakan pihaknya senantiasa mensupport perluasan areal tanam
dan Pencetakan sawah baru dalam rangka peningkatan produksi.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Subarkah menyampaikan bahwa Per 11 Agustus ini kita dalam optimalisasi lahan rawa berada di peringkat keempat secara nasional yaitu 65,13% atau 29,747 Ha, sedangkan pompanisasi mencapai 15.010 Ha, dan tumpang sisip mencapai 799 Ha.

“Jadi dari laporan di atas harus segera bisa tindak lanjuti adalah mencoba untuk bisa mencapai peringkat ketiga, dengan selisih 1 koma sekian %.

Diharapkan kerja keras semua, para-Pj Bupati dan dinas kabupaten kota dapat saling bersinergi.

“Semoga perkembangan optimalisasi lahan, pompanisasi, dan tumpeng sisip ini bisa maksimal dan kita selesaikan,” tandas Imam.(*)