17 Mei 2026

Hari: 21 Agustus 2024

Kementan Tingkatkan Produksi Pangan dengan Pertanian Terintegrasi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Pertanian terintegrasi (integrated farming) merupakan usaha tani yang memanfaatkan usaha-usaha terkait seperti peternakan untuk memberikan hasil yang maksimal.

Untuk menderaskan pengetahuan mengenai pertanian terintegrasi, Kementerian Pertanian menggaet Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Ternak Jaya dalam Bertani On Cloud (BOC) Volume 271 yang diadakan di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kamis (15/8). Tajuk yang diangkat adalah Peningkatan Produksi Padi Melalui Integrated Farming.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya peningkatan SDM pertanian dalam meningkatkan produksi pertanian.

“Saya optimis bahwa dua sampai tiga tahun ke depan Indonesia akan kembali mencapai swasembada pangan, terutama dalam produksi padi dan jagung, jika didukung SDM yang berkualitas,” ujar Mentan Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, menyebut pentingnya inovasi pertanian dalam meningkatkan produktivias.

“Dengan didukung dengan inovasi dan pemanfaatan teknologi, Saya yakin target utama Kementan dalam meningkatkan produksi sekaligus mengantisipasi darurat pangan, akan tercapai,” kata Santi.

Dalam BOC, P4S Ternak Jaya dilibatkan karena kelompok ini menerapkan pertanian terintegrasi yang menonjolkan pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair dari urin sapi. Hal tersebut dimungkinkan karena P4S tersebut melakukan pertanian berdampingan dengan peternakan.

Baca juga: 

Menjawab Tantangan Era Global, Kementan Tingkatkan Kapasitas ASN dan Non ASN

Menurut Rojai, Kepala P4S Ternak Jaya, beberapa keuntungan yang didapat dari melakukan integrated farming adalah menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen.

P4S Ternak Jaya yang hadir secara langsung memberikan materi kepada petani dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia secara daring. Harapannya, para petani dan penyuluh tertarik dan mendalami lebih lanjut mengenai integrated farming untuk diaplikasikan di lahan masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut P4S Ternak Jaya menunjukkan inovasi pembuatan probiotik dari rumen sapi. Rojai yang hadir sebagai pengampu materi menunjukkan bahan-bahan yang digunakan dalam membuat probiotik.

Alat yang dipakai cukup sederhana. Wadah besar berupa gentong berukuran kecil dan kayu pengaduk menjadi alat utama. Bahannya sendiri adalah rumen sapi, air kelapa, air cucian beras, nanas, dan pepaya.

Nanas dan pepaya digunakan untuk menguatkan khasiat probiotik dengan memanfaatkan enzim bromelain dan enzim papain yang dikandung masing-masing buah.

Cara pembuatan terbilang sederhana. Sepertiga gentong kecil diisi oleh rumen sapi, sepertiganya lagi diisi oleh air kelapa dan sepertiga terakhir air cucian beras dengan rasio yang sama. Selanjutnya campuran tersebut dimasukkan nanas dan pepaya yang sudah disiapkan sebelumnya.

Setelah semua bahan dicampur, tong kemudian ditutup selama dua minggu agar tidak terkontaminasi. Selanjutnya probiotik akan disiapkan dengan dihadapkan pada udara terbuka agar siap dipakai.

Pemakaian sendiri dapat disemprotkan langsung ke media tanam padi atau dicampur dengan pupuk organik padat maupun cair dengan rasio 200ml probiotik untuk 20 liter air. Dapat juga dicampurkan dengan pupuk organik cair atau padat dengan rasio yang sama.

Probiotik dibuat memanfaatkan bakteri yang ada pada pencernaan sapi. Bahan-bahan yang sebelumnya disebutkan mampu menjadi “bahan bakar” bagi bakteri untuk menjadi probiotik.

Probiotik kemudian dapat digunakan untuk menggemburkan tanah serta menambah efektivitas pupuk organik cair dan pupuk organik padat.

Dengan meningkatnya efektivitas tersebut, Rojai berharap probiotik yang dibuat di P4Snya dapat menekan biaya produksi pada petani sehingga bisa mendapatkan untung lebih banyak.

“Tujuannya adalah agar pengeluaran petani berkurang dan penghasilannya bertambah,” tandas Rojai.(*)

Sinergi Kementan dan PUPR Tingkatkan Produktivitas Pertanian Hortikultura Subang

TANIINDONESIA.COM//SUBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, berkolaborasi bersama Kementerian PUPR, melalui OCG-Associates, menggelar pelatihan dengan tema Peningkatan Produktivitas Pertanian melalui Budidaya Hortikultura.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan untuk terus meningkatkan produksi maka harus memberikan ruang bagi petani untuk memperoleh keuntungan dalam mengusahakan lahannya.

"Mimpi kita bersama ke depan adalah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Untuk mewujudkan swasembada pangan tersebut, maka perlu dilakukan upaya peningkatan produksi pangan dan ini bisa dicapai dengan singkat kalau dilakukan kolaborasi berbagai pihak," tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, mengatakan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang andal, mandiri, profesional, dan berdaya saing penting untuk peningkatan produktivitas.

Pasca Pelatihan, di lokasi masing-masing purnawidya ditetapkan lahan laboratorium percontohan dan laboratorium uji lokasi sebagai tindak lanjut kegiatan budidaya hortikultura bagi purnawidya.

Di lahan laboratorium percontohan dan laboratorium uji lokasi, purnawidya melakukan Praktik Mandiri (PM).

Siklus pelatihan dilaksanakan dengan melakukan pendampingan PM bagi purnawidya untuk melaksanakan tahapan demi tahapan budidaya hortikultura, pengolahan hasil produk pertanian dan pemasaran.

Terdapat 7 titik lokasi lahan Praktik Mandiri yang saat ini sedang dan terus dikelola oleh purnawidya sebagai wujud penerapan hasil pelatihan. Beberapa lahan Praktik Mandiri telah memberikan hasil panen yang diharapkan.

Kamis (15/8/2024), dilakukan panen raya komoditas sayuran di salah satu Lahan Percontohan Praktik Mandiri Kelompok Tani Muncang Rahayu Desa Rancabango Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang.

Baca juga: 

Pastikan Keberhasilan Program PAT, Kementan Lakukan Monitoring Evaluasi

Panen dihadiri Kepala BBPP Lembang, Pimpinan LRPPUPR, Kepala UPTD Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Patokbeusi, Kapolsek, Kepala Desa, Babinsa dan Gabungan Kelompok Tani serta Kelompok Tani di sekitar Desa Rancabango.

Aneka komoditas hortikultura, seperti cabai, mentimun, kacang panjang dan bunga kol dibudidayakan oleh Poktan Muncang Rahayu di atas lahan seluas 2.500m2. Pada kegiatan panen keempat komoditas mentimun ini, diperoleh hasil panen 517 kg yang siap dipasarkan ke berbagai segmentasi pasar dan beberapa offtaker di Kabupaten Subang.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengatakan, pertanian adalah sektor yang meliputi hajat hidup orang banyak. Jatuh bangunnya bangsa ditentukan oleh sektor pertanian.

“Alhamdulillah hari ini kita semua menyaksikan hasil pelatihan. Ini sebagai bukti bahwa SDM penting dan menentukan peningkatan produksi pertanian. Apa yang sudah kita rancang bersama-sama, kolaborasi dengan Kementerian PUPR baik itu SDM dan teknologi budidaya pertanian, bisa kita lihat bersama-sama hari ini,” kata Ajat.

Lebih lanjut Ajat menyampaikan, dari kolaborasi yang telah dilakukan, menjadi bukti bahwa sektor pertanian dapat mencukupi kebutuhan keluarga, disamping bisa dikonsumsi oleh keluarga, juga bisa dijual sehingga dapat menjadi sumber penghasilan keluarga.

Dalam sambutannya, ketua Poktan Muncang Rahayu, Ibrohim, mengatakan pembelajaran teknologi budidaya tanaman hortikultura selama pelatihan di BBPP Lembang memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan budidaya ala petani yang selama ini dilakukan.

"Pengalaman budidaya dengan sentuhan teknologi ini akan kami lanjutkan dan tularkan kepada Poktan dan Gapoktan lain,” jelas Ibrohim.(*)

Pastikan Keberhasilan Program PAT, Kementan Lakukan Monitoring Evaluasi

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, meninjau lokasi pompanisasi dan olah tanah di Desa Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat (16/8/2024), yang merupakan wilayah tanggung jawab BBPP Lembang pada program pompanisasi.

Kegiatan dihadiri oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, penyuluh pertanian, dan kelompok tani Abadi Sejahtera. Di lokasi ini terdapat 50 hektar sawah yang harus terairi.

Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Daerah (provinsi, kabupaten/kota) serta TNI gencar menjalankan program pompanisasi sebagai upaya akselerasi pertanaman menghadapi kekeringan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber air.

Khusus untuk irigasi perpompaan, kegiatan ini dilakukan secara swakelola dengan pola padat karya dan melibatkan partisipasi penuh anggota kelompok tani penerima bantuan dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemanfaatan serta pemeliharaan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan pentingnya program pompanisasi.

Baca juga: 

Monitoring Irigasi Perpompaan, Kementan Pastikan Keberhasilan Program PAT

“Pompanisasi menjadi solusi cepat untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan jumlah produksi padi di tengah ancaman El Nino,” sebut Menteri Amran.

Menteri Amran menegaskan, solusi cepat meningkatkan produksi beras nasional dengan pompanisasi sehingga dapat meningkatkan indeks pertanaman semula tanam hanya 1 kali bisa 2-3 kali.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, mengatakan Program PAT dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia yang akan semakin meningkat di masa depan.

Pada kunjungan langsung ke lokasi irigasi perpompaan di Desa Jelekong Kabupaten Bandung, Kepala BBPP Lembang Ajat Jatnika meminta agar usulan irigasi perpompaan di lokasi ini segera direalisasikan.

“Kami melihat langsung kondisi di sini bahwa kondisi lahan sawahnya terjadi kekeringan sehingga perlu adanya pompanisasi untuk mengairi sawah. Ini harus cepat untuk mencegah gagal panen,” kata Ajat.

Ajat berharap agar usulan pompanisasi segera disetujui sehingga irigasi perpompaan dapat segera terealisasi mengairi sawah di musim kemarau ini.(*)

Monitoring Irigasi Perpompaan, Kementan Pastikan Keberhasilan Program PAT

TANIINDONESIA.COM//CIANJUR - Kementerian Pertanian terus memastikan keberhasilan pelaksanaan kegiatan Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui optimalisasi lahan rawa, pompanisasi, dan penanaman padi gogo di berbagai wilayah di Indonesia. Untuk mendukung hal tersebut, dilakukan rapat koordinasi monitoring dan evaluasi, 18 – 19 Agustus 2024 di Kabupaten Cianjur, salah satu wilayah tanggung jawab Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan solusi cepat peningkatan produksi petanian yang ditawarkan saat ini adalah Perluasan Areal Tanam (PAT). Mentan Amran meyakini apabila program ini dijalankan maka Indonesia dapat mewujudkan swasembada dan juga lumbung pangan dunia.

“Saat ini ada banyak negara yang mengalami penurunan produksi dan ada banyak penduduk dunia yang menderita kelaparan. Karena itu harus kita mitigasi dengan solusi cepat,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Ida Widhi Arsanti, menegaskan, PAT adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan ke depannya yang akan semakin meningkat.

Monitoring dan evaluasi di lokasi PAT Kabupaten Cianjur dihadiri Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika dan Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur, Nurdiyati beserta jajarannya.

Rapat membahas tentang perkembangan pemanfaatan pompanisasi, irigasi perpompaan, dan Luas Tambah Tanam (LTT) di wilayah Kabupaten Cianjur.

Baca juga: 

Smart Farming, Kunci Pertanian Berkelanjutan

Selanjutnya, dilaksanakan monitoring lokasi irigasi perpompaan di beberapa lokasi. Pertama, di Kelompok Tani Tumaritis, Kelompok Tani Subur dan Kelompok Tani. Tani Mukti, Desa Cikidang Bayabang, Kecamatan Mande. Kedua, dilaksanakan di Kelompok Tani Sarinande, Desa Cihaur, dan di Kelompok Tani Hegarmanah Desa Cibaregbeg Kecamatan Cibeber.

Dari hasil monitoring bahwa irigasi perpompaan sudah selesai pembangunannya dan sudah dapat digunakan mengairi lahan sawah. Sumber air tersedia dari sungai.

Kepala Balai, Ajat Jatnika, Selasa (19/8/2024), menyampaikan bahwa irigasi perpompaan yang sudah terpasang agar dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan dilakukan perawatan berkala. Bisa juga memanfaatkan pompa yang sudah ada. Ajat juga mengingatkan untuk tertib administrasi atas semua berkas-berkas yang ada.(*)