21 April 2026

Bulan: September 2024

Kunker di Banjar, Kepala BPPSDMP Kementan Tanam Bersama dan Kunjungi UPJA

TANIINDONESIA.COM//BANJAR – Rangkaian kegiatan dilakukan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (5/9/2024).

Usai beraudensi dengan Bupati Banjar, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, melakukan tanam bersama di Lokasi PAT Kecamatan Martapura Timur, dilanjutkan kunjungan ke Usaha Pelayanan Jasa Alat Pertanian (UPJA) Maju Bersama, Kecamatan Astambul.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, dalam kondisi apa pun pertanian tidak boleh bermasalah. Oleh karena itu, Kementan terus memantau pertanian di daerah untuk memastikan pangan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Baca juga: 

Pastikan Pertanian Tidak Terganggu, Kementan Pantau PAT di Kabupaten Banjar

Sementara dalam kegiatan tanam padi bersama petani di Kecamatan Martapura Timur, Kepala BPPSDMP turut didampingi Kepala SMK PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso, Kepala BBPP Binuang, Wahida Annisa Yusuf dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Nashrullah Shadiq. Kegiatan ini juga diikuti para siswa SMK PP Negeri Banjarbaru yang melaksanakan kegiatan Perluasan Area Tanam atau PAT.

Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, berharap pompanisasi yang dilaksanakan dapat membantu dalam upaya perluasan area tanam yang nantinya akan meningkatkan produksi padi.

Usai tanam bersama, Kepala Badan mengunjungi Kelompok Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Maju Bersama di Kecamatan Astambul. Ia mengimbau UPJA membantu petani untuk meningkatkan produksi.

“Kelompok UPJA sebagai penyedia alsintan, harus berupaya dalam membantu petani dalam peningkatan produksi para petani,” katanya.

Santi juga berharap para kelompok UPJA dapat meningkatkan kapasitas dan profesionalitasnya dalam mengelola alsintan.

“Baik dengan melakukan pencatatan keuangan maupun perawatan alsintan guna menjaga keberlangsungan pemanfaatan alsintan,” imbaunya.

Kepala SMK PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso, berharap kedatangan Kepala Badan dan tanam bersama dapat memotivasi petani di Kecamatan Martapura Timur (Martim) pada khususnya dan Kab Banjar pada umumnya.

“Sedangkan untuk kelompok UPJA di Kecamatan Astambul, kita berharap semoga dengan kedatangan Kepala Badan dapat menambah motivasi untuk optimalisasi dan profesionalitas kelompok UPJA di kecamatan Astambul,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Nashrullah Shadiq, menyampaikan jika Pemerintah Kabupaten senantiasa memperhatikan para kelompok UPJA.

“Karena merupakan hal yang penting dalam membantu para petani dalam meningkatkan produktivitas,” tandas Nasrullah.(***)

Pastikan Pertanian Tidak Terganggu, Kementan Pantau PAT di Kabupaten Banjar

TANIINDONESIA.COM//BANJAR – Untuk memastikan pertanian di Kalimantan Selatan tidak terganggu dengan ancaman krisis pangan, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memonitoring sejumlah program yang dijalankan di Kabupaten Banjar, di antaranya program Perluasan Areal Tanam (PAT) sekaligus program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS).

Hal tersebut diketahui saat Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, melakukan audiensi dengan Bupati Kabupaten Banjar, H. Saidi Mansyur, Kamis (5/9/2024), di Gedung Mahligai Sultan Adam, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Audiensi juga dihadiri Kepala SMK PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso dan Kepala BBPP Binuang, Wahida Annisa Yusuf.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah sebagai bentuk antisipasi menghadapi ancaman krisis pangan. Sejumlah program yang dijalankan Kementerian Pertanian adalah Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui pompanisasi, Optimasi Lahan (OPLAH) dan Padi Gogo.

Baca juga: 

Antisipasi Krisis Pangan, Kementan Perkuat Peran Penyuluh Pertanian Aceh

Sementara BPPSDMP turut berperan aktif dalam menyukseskan program-program utama Kementan. Selain itu, melalui program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS), BPPSDMP turut berkontribusi dalam menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Kalimantan Selatan sendiri menjadi salah satu wilayah program YESS.

Menurut Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, program Perluasan Area Tanam (PAT) berupa Pompanisasi di Kabupaten Banjar telah mencapai 99,5% dan luas tanam menduduki posisi 2 teratas di di Kalimantan Selatan.

“Hal ini merupakan capaian yang baik guna mensukseskan capaian target PAT,” sebut Santi.

Selain PAT yang hampir mencapai 100%, Santi mengatakan perkembangan program YESS di wilayah Banjar dengan tingginya angka penerima manfaat, baik berupa HK individu maupun HK klister, diharapkan menjadi pembuka kesempatan bagi para petani milenial untuk bekerja dan berusaha di bidang pertanian.

“Dan diharapkan SMK PP Negeri Banjarbaru, yang menjadi perpanjangan tangan Program YESS di Kalimantan Selatan, dapat berkoordinasi dengan baik kepada Pemerintah Kabupaten Banjar agar target target dari program YESS dapat tercapai dengan baik,” katanya.

Santi pun berharap Pemerintah Kabupaten Banjar, Bupati beserta jajaran, dapat mendukung dan mensukseskan program Kementan.

“Program PAT akan menjadi manfaat bagi para petani dalam hal pengairan dan dapat membatu para petani untuk melakukan penanaman padi kedepan. Sedangkan program YESS digulirkan agar dapat mencetak petani petani muda yang sukses kedepannya,” jelasnya.

Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur, menegaskan selalu siap dalam mengupayakan program tersebut, baik dalam penyajian data maupun sarana prasarana dalam pelaksanaan PAT dan Program YESS.(***)

Siapkan SDM Berkualitas, Kementan Gandeng Perusahaan Jamu Nasional

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), menandatangani MoU dengan PT. Naturindo Fresh dan PT. Naturindo Surya Niaga, Selasa (3/8/2024).

PT. Naturindo Surya Niaga adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan retail produk kesehatan tradisional asli Indonesia. Bersama Polbangtan YOMA, keduanya berkomitmen untuk mengembangkan kualitas SDM pertanian melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Upaya ini dilakukan untuk menguatkan kapasitas mahasiswa Polbangtan YOMA, khususnya program studi Agribisnis Hortikultura. Dalam kerjasama ini, Polbangtan YOMA mengajak PT. Naturindo Fresh dan PT. Naturindo Surya Niaga untuk mengembangkan kurikulum, mendukung proses pembelajaran, magang, pendampingan, dan kegiatan sejenisnya.

Baca juga: 

Lulus Yudisium, Mahasiswa Polbangtan Kementan Siap Dukung Pertanian Indonesia

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan mengatakan keterlibatan mahasiswa dalam mendukung program utama Kementan merupakan strategi khusus yang akan menjadi contoh pertanian modern di masa mendatang.

“Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni. Di antaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil,” tambah Amran.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan pentingnya mahasiswa praktik di lapangan. Hal ini akan meningkatkan pemahaman dan teknik pertanian yang lebih efektif.

Direktur Polbangtan YOMA, Bambang Sudarmanto, menyampaikan harapannya setelah terjalinnya kerja sama ini.

"Lebih banyak lagi yang bisa dikolaborasikan dengan kerjasama ini, sebagai dosen praktisi lokasi MBKM (PKL dan Magang), kerjasama pengelolaan Teaching Factory), off taker produk usaha mahasiswa serta penelitian dan pengabdian masyarakat bersama," papar Bambang.

Lebih lanjut, Kepala Unit Pengabdian Masyarakat Jurusan Pertanian Polbangtan YOMA, R. Hermawan, mengatakan bahwa kerja sama ini sebetulnya telah lama dilaksanakan antara kedua belah pihak. Namun memang belum dituangkan lebih lanjut dalam suatu perjanjian yang mengikat.

Setelah dilakukan koordinasi dengan antar pihak, maka dituangkanlah kerja sama ini dalam suatu kesepakatan bersama yang ditandatangani.

Tak hanya itu, PT. Naturindo Fresh dan PT. Naturindo Surya Niaga juga bersepakat untuk merekrut alumni Polbangtan YOMA yang memenuhi kualifikasi perusahaan.(*)

Kementan Permudah Akses Petani Terhadap Pupuk Bersubsidi

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) telah memberi kemudahan bagi para petani untuk menebus pupuk bersubsidi. Kemudahan juga merupakan langkah Kementan dalam percepatan penyerapan pupuk bersubsidi yang tepat waktu dan tepat sasaran.

Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian Jekvy Hendra mengatakan kemudahan penebusan pupuk dituangkan melalui Kepdirjen 07 Tahun 2024 tentang Penyaluran Pupuk Bersubsidi Dari Kios ke Petani.

"Kami sudah memberi fleksibilitas kepada petani melakukan penebusan pupuk bersubsidi melalui Kepdirjen," ungkap Jekvy dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tahun 2024 di Gedung Phonska PT Pupuk Indonesia, Jakarta, Senin (02/09).

Beberapa kemudahan yang diberikan dalam Kepdirjen tersebut adalah penebusan secara berkelompok melalui surat kuasa, penebusan diwakilkan oleh anggota keluarga menggunakan kartu keluarga (KK), penebusan diwakilkan oleh ahli waris melalui surat keterangan. Penebusan juga bisa dilakukan oleh penggarap pengganti yang ditunjukkan dengan berita acara pengalihan garapan dan surat kuasa, penebusan di wilayah blankspot (susah sinyal), serta beberapa kelonggaran dalam pelaporan administrasi pupuk bersubsidi.

"Kita perlu terus sosialisasikan Kepdirjen ini kepada petani, penyuluh pertanian, dan kios pengecer," jelasnya.

Tim Satgas Khusus Pencegahan Korupsi Mabes Polri Hotman Tambunan mengapresiasi langkah-langkah Kementerian Pertanian dalam menjamin mekanisme penebusan pupuk bersubsidi yang mudah dan akuntabel, yakni melalui implementasi aplikasi iPubers dan Kepdirjen Penyaluran Pupuk Bersubsidi dari Kios ke Petani.

"Banyak persoalan pupuk bersubsidi yang terjadi terutama pada tahun 2022 kebawah karena banyaknya pendataan yang fiktif. Sekarang ini sudah mulai teratasi," terang Hotman.

Baca juga:

Pemerintah Perketat Pengawasan Pupuk dan Pestisida Palsu

Hotman mengingatkan agar pembinaan kepada kios dan distributor agar terus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya penyimpangan dan adanya temuan dari pihak aparat penegak hukum (APH).

"Tidak hanya serapan saja yang penting, namun perlu dipastikan semua petani yang berhak dapat terdata sebagai penerima pupuk bersubsidi," ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Andi Nur Alam Syah menegaskan, pupuk subsidi merupakan bentuk tanggung jawab dan pelayanan pemerintah kepada petani. Dengan menggunakan APBN, maka pengalokasian hingga distribusi pupuk bersubsidi ini harus akuntable.

Andi mengatakan, bentuk akuntabilitas dalam mempertanggungjawabkan uang negara ini dijabarkan dengan mekanisme penebusan pupuk bersubsidi. Salah satunya yang menggunakan iPubers saat ini.

"Mekanisme penebusan pupuk subsidi dengan iPubers ini mudah, petani datang ke kios dengan membawa KTP untuk membeli pupuk bersubsidi, lalu difoto untuk verifikasi dan laporan atas penebusan itu," kata Andi.

Lebih lanjut dijelaskannya, secara otomatis dan paralel aplikasi iPubers akan melakukan pengecekan stok ke aplikasi Rekan dan pengecekan alokasi ke aplikasi e-Alokasi.

"Jika jumlah barang yang akan ditebus sesuai dengan stok dan alokasi, maka transaksi dapat dilanjutkan," pungkasnya.

Diketahui, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menaikan alokasi pupuk subsidi untuk seluruh Indonesia. Mentan mengatakan bahwa harus diperhatikan dalam pendistribusian sehingga tepat sasaran.

”Pupuk subsidi ini telah disiapkan pemerintah di tahun 2024 untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Kami titip kios-kios dan distributor agar tidak melakukan kecurangan.” tegasnya.