17 Mei 2026

Hari: 7 September 2024

Tingkatkan Kapasitas Petani dan Penyuluh, Kementan Gelar Study Tour

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), terus berupaya meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh bidang teknis, kelembagaan petani, dan manajemen usahatani. Salah satu upaya dilakukan adalah menggelar Study Tour bagi Petani dan Penyuluh Pendamping Program READSI, 2 – 6 September 2024.

Kegiatan ini diselenggarakan serentak di 4 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP, yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan akan terus mendorong dan memfasilitasi tumbuh kembangnya usahatani.

“Kementan terus mendorong dan memfasilitasi bertumbuhnya usahatani. Pemerintah berkomitmen menjadikan pertanian sebagai dunia usaha atau bisnis yang strategis dan menguntungkan," kata Amran.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, saat membuka kegiatan, mengatakan bahwa untuk mengembangkan usahatani perlu ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Kegiatan hulu sampai hilir di sepanjang rantai nilai usahatani perlu terintegrasi melalui konsolidasi usaha produktif berbasis komoditas potensial dalam satu kesatuan klaster usaha berskala ekonomi," kata Santi.

Santi menyampaikan Kementan terus mendukung dan memfasilitasi peningkatan usahatani. Di antaranya dengan meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh dalam mengelola usaha tani seperti melalui kegiatan study tour.

Baca juga: 

Hasilkan Generasi Unggul, Polbangtan dan PEPI Kementan Laksanakan Wisuda Nasional

Di BBPP Lembang, 158 orang peserta yang berasal dari 5 provinsi yaitu Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan NTT, diajak mengunjungi kelembagaan tani dalam wadah Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) binaan BBPP Lembang, yaitu P4S Lembang Agri, P4S Sawargi, P4S Raden Farm, Asosiasi Agrotani Lembang, dan KWT Akrab.

Peserta juga diajak mengenal Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Widyaiswara sharing knowledge tentang pertanian organik, dilanjutkan praktik membuat eco-enzyme dan pupuk organik cair di zona rumah kompos.

Selain itu, peserta diberikan materi peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui proses pengolahan hasil pertanian.

Di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang, praktik membuat olahan pangan pisang menjadi eggroll. Alat dan bahan yang dibutuhkan mudah diperoleh, murah dan mempraktikkannya juga cukup mudah.

Salah seorang peserta, Wanti Widiarini, penyuluh pertanian dari BPP Buah, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, mengaku banyak mendapatkan pengetahuan dari kegiatan ini.

“Banyak pengetahuan yang kami dapat selama berada di BBPP Lembang dan mengunjungi beberapa petani maju. Sangat menginspirasi kami sebagai penyuluh dan memberikan pelajaran penting petani binaan kami dalam mengelola usahataninya,” katanya.

Saat menutup kegiatan, Kamis (5/9/2024), Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, menyampaikan harapannya.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan study tour ini, petani dan penyuluh di wilayah Program READSI bisa mempelajari dan mempraktikkannya di wilayah masing-masing tentang teknis pertanian yang diperoleh serta kelembagaan petani yang sudah dipelajari dan dilihat langsung. Dengan begitu, dapat meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah masing-masing,” katanya.(***)

Kunker di Banjar, Kepala BPPSDMP Kementan Tanam Bersama dan Kunjungi UPJA

TANIINDONESIA.COM//BANJAR – Rangkaian kegiatan dilakukan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (5/9/2024).

Usai beraudensi dengan Bupati Banjar, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, melakukan tanam bersama di Lokasi PAT Kecamatan Martapura Timur, dilanjutkan kunjungan ke Usaha Pelayanan Jasa Alat Pertanian (UPJA) Maju Bersama, Kecamatan Astambul.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, dalam kondisi apa pun pertanian tidak boleh bermasalah. Oleh karena itu, Kementan terus memantau pertanian di daerah untuk memastikan pangan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Baca juga: 

Pastikan Pertanian Tidak Terganggu, Kementan Pantau PAT di Kabupaten Banjar

Sementara dalam kegiatan tanam padi bersama petani di Kecamatan Martapura Timur, Kepala BPPSDMP turut didampingi Kepala SMK PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso, Kepala BBPP Binuang, Wahida Annisa Yusuf dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Nashrullah Shadiq. Kegiatan ini juga diikuti para siswa SMK PP Negeri Banjarbaru yang melaksanakan kegiatan Perluasan Area Tanam atau PAT.

Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, berharap pompanisasi yang dilaksanakan dapat membantu dalam upaya perluasan area tanam yang nantinya akan meningkatkan produksi padi.

Usai tanam bersama, Kepala Badan mengunjungi Kelompok Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) Maju Bersama di Kecamatan Astambul. Ia mengimbau UPJA membantu petani untuk meningkatkan produksi.

“Kelompok UPJA sebagai penyedia alsintan, harus berupaya dalam membantu petani dalam peningkatan produksi para petani,” katanya.

Santi juga berharap para kelompok UPJA dapat meningkatkan kapasitas dan profesionalitasnya dalam mengelola alsintan.

“Baik dengan melakukan pencatatan keuangan maupun perawatan alsintan guna menjaga keberlangsungan pemanfaatan alsintan,” imbaunya.

Kepala SMK PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso, berharap kedatangan Kepala Badan dan tanam bersama dapat memotivasi petani di Kecamatan Martapura Timur (Martim) pada khususnya dan Kab Banjar pada umumnya.

“Sedangkan untuk kelompok UPJA di Kecamatan Astambul, kita berharap semoga dengan kedatangan Kepala Badan dapat menambah motivasi untuk optimalisasi dan profesionalitas kelompok UPJA di kecamatan Astambul,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Nashrullah Shadiq, menyampaikan jika Pemerintah Kabupaten senantiasa memperhatikan para kelompok UPJA.

“Karena merupakan hal yang penting dalam membantu para petani dalam meningkatkan produktivitas,” tandas Nasrullah.(***)

Pastikan Pertanian Tidak Terganggu, Kementan Pantau PAT di Kabupaten Banjar

TANIINDONESIA.COM//BANJAR – Untuk memastikan pertanian di Kalimantan Selatan tidak terganggu dengan ancaman krisis pangan, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memonitoring sejumlah program yang dijalankan di Kabupaten Banjar, di antaranya program Perluasan Areal Tanam (PAT) sekaligus program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS).

Hal tersebut diketahui saat Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, melakukan audiensi dengan Bupati Kabupaten Banjar, H. Saidi Mansyur, Kamis (5/9/2024), di Gedung Mahligai Sultan Adam, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Audiensi juga dihadiri Kepala SMK PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso dan Kepala BBPP Binuang, Wahida Annisa Yusuf.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengatakan pihaknya telah mengambil sejumlah langkah sebagai bentuk antisipasi menghadapi ancaman krisis pangan. Sejumlah program yang dijalankan Kementerian Pertanian adalah Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui pompanisasi, Optimasi Lahan (OPLAH) dan Padi Gogo.

Baca juga: 

Antisipasi Krisis Pangan, Kementan Perkuat Peran Penyuluh Pertanian Aceh

Sementara BPPSDMP turut berperan aktif dalam menyukseskan program-program utama Kementan. Selain itu, melalui program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS), BPPSDMP turut berkontribusi dalam menumbuhkan minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian. Kalimantan Selatan sendiri menjadi salah satu wilayah program YESS.

Menurut Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, program Perluasan Area Tanam (PAT) berupa Pompanisasi di Kabupaten Banjar telah mencapai 99,5% dan luas tanam menduduki posisi 2 teratas di di Kalimantan Selatan.

“Hal ini merupakan capaian yang baik guna mensukseskan capaian target PAT,” sebut Santi.

Selain PAT yang hampir mencapai 100%, Santi mengatakan perkembangan program YESS di wilayah Banjar dengan tingginya angka penerima manfaat, baik berupa HK individu maupun HK klister, diharapkan menjadi pembuka kesempatan bagi para petani milenial untuk bekerja dan berusaha di bidang pertanian.

“Dan diharapkan SMK PP Negeri Banjarbaru, yang menjadi perpanjangan tangan Program YESS di Kalimantan Selatan, dapat berkoordinasi dengan baik kepada Pemerintah Kabupaten Banjar agar target target dari program YESS dapat tercapai dengan baik,” katanya.

Santi pun berharap Pemerintah Kabupaten Banjar, Bupati beserta jajaran, dapat mendukung dan mensukseskan program Kementan.

“Program PAT akan menjadi manfaat bagi para petani dalam hal pengairan dan dapat membatu para petani untuk melakukan penanaman padi kedepan. Sedangkan program YESS digulirkan agar dapat mencetak petani petani muda yang sukses kedepannya,” jelasnya.

Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur, menegaskan selalu siap dalam mengupayakan program tersebut, baik dalam penyajian data maupun sarana prasarana dalam pelaksanaan PAT dan Program YESS.(***)