19 April 2026

Hari: 13 September 2024

Siapkan SDM Berkualitas, Kementan Fokus Regenerasi Petani

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian terus menyiapkan petani-petani muda yang berkualitas sebagai upaya regenerasi petani muda. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia. Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Senada dengan pernyataan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua. "Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan bahwa BBPP Lembang berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Diantaranya kegiatan Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang kepada para stakeholder dibidang pertanian.

Tiga orang siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Pertanian I Sukaraja Kabupaten Sukabumi jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, melaksanakan PKL di BBPP Lembang mulai dari 7 Mei – 1 September 2024. Mereka melaksanakan PKL di 2 lokasi yaitu di budidaya sayuran brokoli dan lettuce lahan terbuka dan budidaya pakcoy teknologi hidroponik sistem deep flow technique (DFT).

Baca juga:

Kementan Dukung Regenerasi Petani di Papua

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil. Seminar dihadiri oleh widyaiswara dan manajer Inkubator Agribisnis BBPP Lembang serta siswa-siswi dari sekolah lain yang juga sedang PKL di BBPP Lembang. Satu-persatu siswa mempresentasikan hasil PKL dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Selasa (3/9/2024) saat ditemui setelah pelepasan oleh BBPP Lembang, ketiga peserta PKL dengan kompak menceritakan pengalaman menjalani PKL selama hampir 4 bulan di BBPP Lembang.
“Di sini kami jadi mengetahui dan memahami teknik budidaya sayuran baik secara konvensional maupun hidroponik,” kata Vera Fitriani. Siswi lainnya, berceloteh, “Melalui PKL ini juga kami jadi memiliki banyak teman baik dari SMK maupun universitas,” ucap Siti Salwa.

Sementara itu, Bunga Nuraliya menyampaikan ucapan terima kasihnya atas bimbingan dari petugas lapangan di BBPP Lembang. “Pegawai di BBPP Lembang juga sangat baik dan humble,” ucapnya. (Yoko/Che)

Kementan Dukung Regenerasi Petani di Papua

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian terus menyiapkan petani-petani muda yang berkualitas sebagai upaya melakukan regenerasi. Menyiapkan petani muda berkualitas juga dilakukan Kementan di Papua. Salah satunya melalui PKL yang dilakukan siswa SMKN-PP Sentani, Kabupaten Jayapura, di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia. Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Baca juga:

Kementan Siapkan Generasi Muda Pertanian Sebagai Penggerak Perubahan

Kegiatan PKL Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Pembangunan Pertanian (SMKN-PP) Sentani Kabupaten Jayapura diikuti sembilan belas siswa kelas XII jurusan pengolahan hasil pertanian, 15 Agustus – 10 September 2024. PKL dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang.

Terbagi 4 kelompok, dibimbing petugas laboratorium, mereka mempelajari dan praktik langsung pembuatan 4 produk olahan komoditas pertanian yang dapat diaplikasikan sepulangnya ke Papua, yaitu teh daun kelor, manisan terong, es krim labu kuning, dan sorbet cabai merah.

Selain itu, mereka mempelajari tentang peralatan pengolahan yang ada di laboratorium, diantaranya hand sealer, UV sanitizer, vegetable cutting, ice cream maker, noodle maker, spinner, dll.

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil, Selasa (10/9), dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang dan manajer Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Satu-persatu kelompok mempresentasikan hasil PKL selama 1 bulan, dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika pihaknya berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi.

Di antaranya kegiatan Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang kepada para stakeholder dibidang pertanian.

Peserta PKL, Yunita Ugipa, mengaku memperoleh banyak manfaat melalui kegiatan PKL.

“Kami belajar dengan baik di sini, dari tidak tahu menjadi memahami cara membuat 4 aneka olahan pangan yang nantinya ingin bisa diterapkan di Papua,” ungkapnya.

“Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada BBPP Lembang atas dukungan, arahan dan mengajarkan kami tentang pengolahan hasil pertanian,” kata Yunita lagi.(***)