16 Maret 2026

Hari: 20 September 2024

Computer Assisted Competencies Test (CACT) Menuju Indonesia Emas 2045

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG – Dalam rangka percepatan penyediaan data kompetensi dan potensi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau talent pool serta tindak lanjut program prioritas nasional di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada tahun 2024, dilakukan pemetaan/penilaian kompetensi dan potensi pegawai menggunakan Computer Assisted Competencies Test (CACT) untuk pegawai Kementerian Pertanian.

CACT merupakan penilaian kompetensi menggunakan metode lainnya untuk mengungkap kompetensi manajerial, kompetensi sosial kultural, literasi digital, serta emerging skills. Hasil dari CACT dapat digunakan untuk melakukan pemetaan pegawai bagi pegawai jabatan administrator, pengawas, pelaksana, dan jabatan fungsional setaranya.

Program ini merupakan amanat Presiden RI, Joko Widodo, dalam rangka mendukung implementasi manajemen talenta termasuk sistem meritnya.

   Baca juga: 

https://taniindonesia.com/2024/09/24/kementan-latih-aparatur-desa-kabupaten-indramayu-teknologi-hidroponik/

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian merupakan salah satu sektor yang akan selalu menjadi andalan bagi perekonomian Indonesia. "Di dalam sektor pertanian, perlu diisi oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas," kata Amran.

Selaras dengan pernyataan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan akan terus berupaya mencetak SDM pertanian yang profesional, mandiri, berjiwa wirausaha, dan berdaya saing.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengingatkan pegawai untuk terus belajar, perkuat kemampuan literasi dan mampu menerapkan budaya kerja positif yang bisa mendukung kinerja BBPP Lembang.

Enam puluh delapan orang ASN Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, terbagi 2 sesi pagi dan siang, menjalani CACT pada Jumat (20/9) di Kantor Regional III BKN Kota Bandung. CACT dilakukan untuk mendapatkan gambaran kompetensi pegawai lingkup BBPP Lembang.

Total pertanyaan/soal 435 buah soal terbagi 22 sesi, terdiri dari 3 jenis test yaitu Emerging Skills (ES) sebanyak 232 soal. Emerging Skills adalah kompetensi yang dimiliki individu untuk mengatasi masalah atau tantangan yang kompleks secara terorganisasi.

Selanjutnya Managerial Sosial Kultural (MSK) sebanyak 118 soal. MSK adalah kompetensi minimal yang harus dimiliki oleh pegawai baik ASN, Non ASN, PPPK, Swasta, PNS atau lainnya untuk mendukung tercapai tujuan organisasi.

Terakhir, ada materi Literasi Digital (LD) sebanyak 85 soal. Ketiga sub tes ini membutuhkan waktu kurang lebih 4,5 jam.

Salah seorang pegawai, Achmad Handyoko, menyampaikan harapannya, “Semoga dengan kegiatan CACT ini dapat memetakan potensi pegawai pada jabatan yang sesuai dengan kompetensinya.” (yoko/che)

Siapkan Irigasi Pompanisasi, Kementan Gerak Cepat Tanam Padi di Gunung Kidul

TANIINDONESIA.COM//GUNUNG KIDUL – Untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi, Kementerian Pertanian (Kementan) menggulirkan program pompanisasi diberbagai daerah, salah satunya Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Dengan memanfaatkan Irigasi pompanisasi, gerakan tanam padi dilaksanakan di Kelompok Tani Handayani 2 Dusun Purworejo, Desa Jurangjero, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul, Kamis (19/9/2024).

Hal ini membuktikan program pompanisasi memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas lahan. Hingga 13 September 2024, tercatat realisasi Perluasan Areal Tanam (PAT) mencapai 1.338.888 hektar atau 74,90% dari target, dengan kontribusi pompanisasi mencapai 1.048.930 hektar atau 91,99% dari total luas tanam.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan perlunya memaksimalkan penggunaan pompa dan optimalisasi lahan (oplah) untuk meningkatkan luas tambah tanam (LTT).

Baca juga: 

Pompanisasi, Bukti Gerak Cepat Kementan Atasi Dampak Kekeringan

“Tolong maksimalkan pompa dan oplah, karena capaian LTT perlu ditingkatkan target hariannya. Mohon fokus tingkatkan LTT,” tegas Mentan Amran.

Ia juga terus mendorong pencapaian target LTT agar tujuan swasembada pangan dapat tercapai.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mendorong jajarannya untuk memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

Menurutnya, saat ini fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

Sementara itu, pelaksanaan program irigasi pompanisasi di Kabupaten Gunung Kidul dipantau Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), Bambang Sudarmanto, yang juga penanggung jawab PAT Kabupaten Gunung Kidul.

Dalam kesempatan itu, Bambang Sudarmanto mendorong pemanfaatan bantuan irigasi pompanisasi ini.

Baca juga: 

Bentuk Karakter Mahasiswa Baru, Polbangtan Kementan Bekali Kursus Kepramukaan

“Dari 58 bantuan irigasi pompanisasi di Provinsi Yogyakarta, sebanyak 39 unitnya digelontorkan di Gunung Kidul. Kami berharap bantuan irigasi pompanisasi ini bisa dioptimalkan dengan lahan yang ada di Ngawen ini,” kata Bambang.

Ia menekankan perlunya perawatan tanam yang benar, agar produktivitas bisa naik. Mengingat meskipun tanaman padi bukan tanaman air, namun butuh air yang banyak.

“Kenapa harus padi? Luas pertanaman padi di Indonesia turun drastis akibat El-Nino. Sementara, untuk memenuhi kebutuhan pangan, Gunung Kidul mendapat target yang cukup besar. Namun dari target, DIY baru mencapai 59 %.” tutur Bambang.

Untuk itu, Ia bersama BSIP Yogyakarta, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi DIY, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Kodim Gunung Kidul, Babinsa Kecamatan Ngawen, Danramil Ngawen, Kapolsek Ngawen akan melakukan monitoring pemanfaatan irigasi pompanisasi ini.(***)

Pompanisasi, Bukti Gerak Cepat Kementan Atasi Dampak Kekeringan

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA – Dalam menghadapi bencana kekeringan yang melanda Indonesia akibat kemarau berkepanjangan pada tahun ini, Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah cepat melalui program pompanisasi. Pompanisasi merupakan solusi tercepat untuk mengatasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian. Bantuan pompa disebut dapat meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi tiga kali per tahun.

”Kalau mau solusi tercepat ya dengan pompanisasi. Makanya kemarin pada sekitaran awal tahun, kami melakukan refocusing anggaran sehingga bisa secepatnya menyalurkan bantuan pompa ke daerah-daerah,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementan, Kamis (19/09/2024).

Refocusing dilakukan dengan mengalihkan sejumlah pos kegiatan, seperti seremonial, rapat, dan kegiatan sejenis lainnya. Sehingga sepanjang tahun 2024, Kementan bisa mengalokasikan 62.378 unit pompa alsintan dan 9.904 unit irigasi perpompaan.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Pusdatin Kementan hingga 12 September 2024, program pompanisasi telah berhasil mengairi lahan tadah hujan seluas 1.048.930 hektare, atau 91,99% dari target yang telah ditetapkan.

Amran menyebutkan dirinya memang harus mengambil solusi yang tercepat karena dampak El Niño sangat serius dan dapat mengganggu ketahanan pangan. “Krisis pangan bisa memicu krisis politik. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk mengamankan pasokan pangan dengan cepat,” tegasnya.

Baca juga: 

Lewat Pompanisasi, Kementan Tingkatkan Indeks Pertanaman Padi

Program pompanisasi ini mencakup pemasangan pompa air di berbagai sentra produksi padi. Menurut Amran, dirinya bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan semua jajaran Kementan turun ke lapangan untuk memastikan gerakan pompanisasi berjalan dengan maksimal.

“Tanpa gerakan masif, kita bisa mengalami kesulitan besar. Saat ini, 22 negara telah menghentikan ekspor pangan,” kata Amran.

Kerja keras Amran dan jajarannya itu berbuah manis. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras mengalami kenaikan berturut-turut dari Agustus hingga Oktober 2024, yaitu pada bulan Agustus mencapai 2,84 juta ton, September 2,87 juta ton, dan diperkirakan Oktober mencapai 2,59 juta ton. Jika proyeksi ini tepat, capaian Oktober tahun ini akan menjadi yang tertinggi selama enam tahun terakhir.

Amran menambahkan, untuk mewujudkan swasembada pangan, perlu adanya dukungan dan kerjasama dari semua pihak. ”Karena itu kami sangat berterimakasih atas dukungan dan kerjasama dari rekan-rekan media. Berkat bantuan Bapak dan Ibu, program dan kebijakan kami bisa berjalan dengan baik,” jelas Amran.

Ke depannya, Amran akan fokus intensifikasi di Jawa dan ekstensifikasi di luar Jawa menjadi prioritas dalam menjaga stabilitas pangan. Dengan langkah konkret ini, Kementan berharap dapat menjadikan Indonesia sebagai negara superpower dalam bidang pertanian.(***)