21 April 2026

Hari: 21 September 2024

Kompetensi SDM Pertanian Ditingkatkan Lewat Pembinaan Pegawai

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sumber daya manusia (SDM) menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian. Untuk itu, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan berbagai terobosan untuk membangun kekuatan SDM.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, mengatakan kualitas SDM harus mumpuni untuk mendukung percepatan penumbuhan dan penguatan petani muda dalam visi besar Indonesia maju.

“Sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni," katanya. Ia pun mengajak seluruh jajarannya bekerja cepat, tuntas dan disiplin.

Peningkatan kualitas SDM itu direspon Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melalui 3 pilar baik pendidikan, pelatihan dan penyuluhan mendukung penuh program-program strategis Kementan.

Hal itu disampaikan Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, saat melakukan pembinaan kepada seluruh pegawai Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Sabtu (21/09/2024).

Kepala BPPSDMP mengapresiasi kinerja yang telah dilakukan oleh BBPP Lembang selama ini.

Pada arahannya, Kepala BPPSDMP menyampaikan bahwa saat ini Kementan fokus program membuka cetak sawah baru di Provinsi Kalimatan Tengah dan di Merauke, selain program PAT dan pompanisasi sudah berjalan dengan baik.

Baca juga: 

Jambore Nasional Widyaiswara Menjadi Komitmen Menuju Indonesia Emas 2045

Santi juga mendorong pegawai BBPP Lembang untuk meningkatkan kapasitasnya dengan melanjutkan pendidikan tinggi S2 dan S3 baik di dalam dan luar negeri, tugas belajar dan izin belajar.

Di akhir arahan, Kepala BPPSDMP berharap BBPP Lembang semakin maju karena dukungan SDM dan sarana prasarana juga sudah baik dan mumpuni.

“Saya meminta semua jajaran di BBPP Lembang untuk mendukung tupoksi balai dan program-program Kementan,” katanya.

Sebelumnya di pagi hari, dilakukan penanaman 1.000 bibit tanaman sayuran di lahan Inkubator Agribisnis. Penanaman dilakukan bersama Kepala Balai dan seluruh pegawai BBPP Lembang.

Kegiatan penanaman ini sesuai dengan program Kementerian Pertanian yang tengah mencanangkan gerakan gemar tanam dan konsumsi buah-buahan dan sayuran guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan tidur.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan keragaman SDM, fasilitas pelatihan dan pendukungnya yaitu sarana perkantoran dan saran praktik di Inkubator Agribisnis, program pelatihan dan kegiatan pelayanan publik yang dilakukan, serta kerja sama dalam dan luar negeri yang sudah dilakukan.

Di sela-sela kegiatan Jambore Nasional (JAMNAS) APWI ke-3 tahun 2024, Kepala BPPSDMP juga menjadi narasumber talkshow dan mengunjungi pasar tani yang dimeriahkan oleh produk-produk P4S binaan BBPP Lembang.(***)

Jambore Nasional Widyaiswara Menjadi Komitmen Menuju Indonesia Emas 2045

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Jambore Nasional (Jamnas) Widyaiswara Indonesia ke-3 Tahun 2024 yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Profesi Widyaiswara Indonesia (DPP APWI), resmi dibuka Kamis (19/9), di Aula Catur Gatra Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang. Kegiatan ini diselenggarakan hingga 21 September.

DPP APWI selalu hadir dengan program-program unggulan untuk mendorong inovasi dan kreativitas widyaiswara. Harapannya agar widyaiswara Indonesia tidak pernah lelah untuk dapat terus menorehkan inovasi dan kreativitasnya guna pengembangan SDM menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pembangunan SDM menjadi prioritas utama pemerintah, termasuk Kementerian Pertanian (Kementan). Menurutnya, SDM memiliki peran yang amat penting dalam pengembangan dan kemajuan pertanian Indonesia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa SDM pertanian termasuk widyaiswara berperan meningkatkan kualitas SDM pertanian.

Jamnas Widyaiswara sendiri merupakan forum tahunan yang bertujuan untuk menampilkan karya-karya inovatif dan kreatif, sekaligus silaturahmi Widyaiswara seluruh Indonesia dari berbagai Kementerian, Lembaga, dan Daerah.

Tahun ini, Jamnas mengambil tema "Widyaiswara Bersatu dalam Penguatan Profesionalisme melalui Peningkatan Kapasitas dan Kreativitas Insan Digital menuju Indonesia Emas 2045".

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan sambutan selamat datang kepada para peserta.

“Pertemuan ini menjadikan profesi widyaiswara penting untuk peningkatan kualitas SDM pertanian melalui pelatihan. Peran widyaiswara mencetak ASN dan stakeholder lainnya yang kompeten dan berakhlak,” katanya.

Sementara Ketua Umum APWI, Sugihardjo, menjelaskan jika Jamnas menjadi ajang menyatukan inovasi dan kreativitas para widyaiswara se-Indonesia.

Baca juga:

Lewat Pompanisasi, Kementan Tingkatkan Indeks Pertanaman Padi

“Yang tentunya menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi 4.0,” tuturnya.

Pembukaan diramaikan juga dengan gelar produk pertanian, mengundang berbagai stakeholder yaitu petani pengelola Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), produk petani binaan Program READSI, produk Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

Pada Jamnas 2024, sebanyak 124 Widyaiswara sebagai pemrakarya akan melakukan unjuk karya dengan menampilkan inovasi dan kreativitas sebagai karya terbaiknya untuk mendukung dan mewujudkan pembangunan SDM Indonesia yang tangguh dan berkualitas.

Pembicara lainnya dari berbagai instansi pemerintah akan juga mengisi acara talkshow yang membahas tentang potensi pengembangan profesi dan karir Widyaiswara.

Jamnas Widyaiswara Indonesia tahun ini juga menjadi agenda yang spesial karena diselenggarakan bersamaan dengan Hari Widyaiswara Nasional, 21 September 2024. Sehingga, Widyaiswara dari seluruh indonesia, disamping bertemu untuk saling unjuk karya berbagi pengetahuan juga dapat merayakan hari yang istimewa bagi Widyaiswara.

Salah seorang peserta, Jamila Lestyowati, Widyaiswara dari Pusdiklat Keuangan, mengapresiasi kegiatan ini.

“Acara ini selain ajang silaturahmi, juga menjadi sharing knowledge antar widyaiswara dan membuka ruang untuk kolaborasi meningkatkan kualitas SDM di Indonesia,” katanya.(***)