21 April 2026

Bulan: September 2024

Lewat Pompanisasi, Kementan Tingkatkan Indeks Pertanaman Padi

TANIINDONESIA.COM//CIANJUR – Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan produksi pangan terus meningkat. Untuk memastikan ketersediaan pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) menggulirkan sejumlah strategi, di antaranya Perluasan Areal Tanam (PAT).

PAT sendiri memiliki tiga program utama yaitu optimalisasi lahan rawa, pompanisasi, dan padi gogo (tumpang sisip). Program pompanisasi ini dijalankan diberbagai daerah, salah satunya Kabupaten Cianjur.

Program Pompanisasi yang digagas Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, fokus pada 2 cara yaitu optimalisasi pompa yang sudah ada dan menyediakan pompa baru sesuai kebutuhan petani di tiap wilayah.

“Ini semua untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi 280 juta jiwa penduduk Indonesia,” tutur Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

Menurutnya, saat ini fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, sebagai penanggung jawab program PAT wilayah Kabupaten Cianjur, didampingi penyuluh pertanian dan babinsa, meninjau pelaksanaan pompanisasi di 2 kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Saluyu dan Bina Karya, Desa Karya Mukti, Kecamatan Leles, Sabtu (14/9).

Lokasi ini memiliki potensi sawah tadah hujan seluas 25 hektar dengan sumber air dari Sungai Ciderma.

Ajat juga melakukan monitoring irigasi perpompaan Kelompok Tani Leuweung Kalong, Desa Sindang Sari, Kecamatan Leles.

Baca juga: 

Kementan Asah Kompetensi ASN dan Non ASN Wujudkan Pelayanan Prima

Ajat juga memberikan motivasi kepada petani, penyuluh dan aparat desa terkait program pompanisasi ini.

“Setelah pompa terpasang, mohon segera dilakukan penanaman padi, harapannya meningkatkan indeks pertanaman dari sekali selama 1 tahun, bisa 2-3 kali melakukan tanam dan panen sehingga produksi beras meningkat untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia,” tutur Ajat.

Kelompok Tani Leuweung Kalong yang diketuai oleh H. Nawawi, memiliki potensi sawah tadah hujan seluas 19 hektar dengan sumber air dari Sungai Cisokan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian, bantuan ini memberi manfaat untuk kehidupan pertanian di wilayah kami,” kata Nawawi.

Ketua Kelompok Tani Bina Karya, Heri, menyampaikan terima kasihnya kepada Kementerian Pertanian atas terealisasinya program pompanisasi dan kunjungan dari Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, babinsa, dan Kepala BBPP Lembang.

“Pompanisasi ini bermanfaat untuk kelompok tani kami dan keberkahan bagi masyarakat sekitar pada umumnya,” katanya sumringah. “Kami akan mulai menanam padi pada akhir September ini,” ujar Heri.(***)

Bentuk Karakter Mahasiswa Baru, Polbangtan Kementan Bekali Kursus Kepramukaan

TANIINDONESIA.COM//YOGYAKARTA - Tak hanya unggul secara akademik, Kementerian Pertanian (Kementan) juga menyiapkan generasi muda berkarakter. Salah satunya melalui Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) bagi mahasiswa baru Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA).

Kegiatan yang dilaksanakan 6 hari, Kamis-Selasa (12-17/9/2024), diikuti 180 mahasiswa baru jurusan pertanian. Mereka mendapatkan materi menarik seputar kepramukaan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya peran generasi muda untuk membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan zaman.

Baca juga: 

Siapkan SDM Berkualitas, Kementan Gandeng Perusahaan Jamu Nasional

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan akan terus melakukan upaya untuk melakukan regenerasi dengan menyiapkan penerus sektor pertanian yang unggul.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Saat pembukaan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, yang juga Ketua Kwarcab Yogyakarta, mengatakan pentingnya menyiapkan kader bidang pertanian untuk menyokong penyediaan pangan bangsa.

“Saya bangga, karena ikut menyiapkan kader-kader di bidang pertanian. Yang bisa bersinergi menjadi kader yang mempunyai karakter kuat dalam menyiapkan pangan bagi bangsa Indonesia,” tutur Heroe.

Ia mengajak mahasiswa untuk menyiapkan diri. Pasalnya, mereka akan melanjutkan jenjang kepemimpinan berikutnya.

“Sejak muda harus memperkaya diri dengan keterampilan dan keahlian. Kalau ingin sukses di hari tua, maka sejak muda kita harus bekerja keras menyiapkan diri melengkapi dengan ilmu.” ajaknya.

Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, Bambang Sudarmanto, mendorong mahasiswa untuk mengikuti kegiatan ini dengan serius.

"Mengapa harus ada pelatihan kepramukaan ini bagi mahasiswa? Kegiatan ini menjadi dasar bagi mahasiswa untuk membentuk karakter yang baik, percaya diri, mandiri, disiplin, santun, dan pandai bekerja-sama," pungkas Bambang.(***)

Kementan Asah Kompetensi ASN dan Non ASN Wujudkan Pelayanan Prima

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, konsisten mempersiapkan SDM agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Di antaranya melalui Bimbingan Teknis Hospitality, Rabu (11/9). Dalam kegiatan ini, 20 pegawai ASN dan Non ASN BBPP Lembang diberikan pemahaman materi housekeeping.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pertanian merupakan salah satu sektor yang akan selalu menjadi andalan bagi perekonomian Indonesia.

"Di dalam sektor pertanian, perlu diisi oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas," kata Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan akan terus berupaya mencetak SDM pertanian yang profesional, mandiri, berjiwa wirausaha, dan berdaya saing.

Selama proses berlatih, fasilitator yang merupakan dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, memberikan materi tentang perencanaan housekeeping dan tujuannya. Peserta diminta menganalisa situasi saat ini dari aspek kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman terkait housekeeping.

Baca juga: 

Aparatur Desa Kabupaten Bogor Pelajari Budidaya Pajale untuk Ketahanan Pangan

Peserta yang dibagi menjadi 4, dilatih memecahkan permasalahan dari 4 studi kasus terkait hosekeeping yang diberikan oleh fasilitator. Semuanya mampu dipecahkan oleh peserta karena bekerja secara teamwork. Peserta pun praktik membuat perencanaan kegiatan sesuai tupoksi masing-masing, secara periodik baik harian, bulanan, dan tahunan.

Suatu perencanaan juga harus dilaksanakan dengan baik dan dilakukan evaluasi. Karena itu fasilitator menyampaikan pentingnya monitoring dan evaluasi berkala dilakukan oleh atasan terhadap kinerja stafnya, sehingga diperlukan instrumen monev yang tepat terkait kegiatan hospitality, terkait kualitas layanan, efisiensi, SOP, kinerja staf, dan pengelolaan persediaan.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengingatkan pegawai untuk terus belajar, perkuat kemampuan literasi dan mampu menerapkan budaya kerja positif yang bisa mendukung kinerja BBPP Lembang.

Kesan menyenangkan mempelajari tentang housekeeping disampaikan Ahmad Fadjar Fikri Maulana, pegawai Non ASN yang bertugas di asrama Nusa Indah BBPP Lembang.

“Pelatihan ini melatih kami membuat perencanaan kegiatan secara periodik baik harian, bulanan, dan tahunan. Kami juga jadi memahami alat dan bahan yang cocok untuk kebersihan sarana prasarana,” katanya.

“Fasilitatornya juga berpengalaman dan banyak memberikan tips praktis yang langsung bisa diterapkan di tempat kerja,” ujarnya lagi.

Pria yang akrab disapa Iki inipun merasa lebih percaya diri untuk menjalankan tugas karena menjadi lebih paham pentingnya peran housekeeping sebagai wujud pelayanan prima kepada tamu yang datang ke BBPP Lembang.(***)

Aparatur Desa Kabupaten Bogor Pelajari Budidaya Pajale untuk Ketahanan Pangan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya meningkatkan produktivitas pertanian, utamanya padi dan jagung, untuk menjaga ketahanan pangan. Pemahaman mengenai hal ini disampaikan kepada 315 aparatur desa dari Kabupaten Bogor yang berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kamis (12/9).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan Kementerian Pertanian siap memaksimalkan program Pompanisasi untuk meningkatkan produksi perrtanian, sekaligus memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

“Program strategis ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi 280 juta jiwa penduduk Indonesia,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, saat ini fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” tuturnya.

Sementara kunjungan 315 aparatur desa dari Kabupaten Bogor ke BBPP Lembang, dilakukan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan dan bela negara aparatur desa serta studi tiru untuk menjaga ketahanan pangan.

Baca juga: 

Siapkan SDM Berkualitas, Kementan Fokus Regenerasi Petani

Saat menyambut para aparatur desa, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menjelaskan tugas pokok dan fungsi BBPP Lembang berkaitan pengembangan SDM pertanian.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tutur Ajat.

Ajat juga menyampaikan pentingnya penerapan teknologi dibidang agribisnis pertanian.

“Kami mengelola Inkubator Agribisnis (IA) sebagai lahan praktik peserta pelatihan dan sarana pembelajaran bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam kunjungan ini, para perangkat desa baik camat, kepala desa dan lainnya diajak mengelilingi IA, melihat koleksi tanaman yang dibudidayakan secara konvensional dan pemanfaatan smart farming pada budidaya tanaman di BBPP Lembang.

Di zona rumah pangan lestari, perangkat desa diberikan informasi terkait budidaya sayuran di dalam polybag yaitu budidaya pakcoy dalam polybag yang diberi perlakuan bahan organik trichoderma. Widyaiswara juga mengenalkan inovasi pemanfaatan kolam ikan dan budidaya padi terapung yang dikenal sebagai minapadi. Padi varietas inpara sedang diujicoba pertumbuhannya di sini.

Sementara di sudut IA lainnya, widyaiswara memberikan pemahaman tentang budidaya kedelai dan jagung mulai pemilihan benih yang bagus, pengolahan, pemeliharaan serta proses panen pascapanen.

Di lahan terbuka, petugas IA juga menjelaskan penerapan smart farming kerja sama dengan Politeknik Negeri Jakarta pada aktivitas penyiraman tanaman dan bisa dikendalikan dari smartphone.(***)

Siapkan SDM Berkualitas, Kementan Fokus Regenerasi Petani

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian terus menyiapkan petani-petani muda yang berkualitas sebagai upaya regenerasi petani muda. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia. Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Senada dengan pernyataan Mentan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua. "Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan bahwa BBPP Lembang berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Diantaranya kegiatan Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang kepada para stakeholder dibidang pertanian.

Tiga orang siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Pertanian I Sukaraja Kabupaten Sukabumi jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, melaksanakan PKL di BBPP Lembang mulai dari 7 Mei – 1 September 2024. Mereka melaksanakan PKL di 2 lokasi yaitu di budidaya sayuran brokoli dan lettuce lahan terbuka dan budidaya pakcoy teknologi hidroponik sistem deep flow technique (DFT).

Baca juga:

Kementan Dukung Regenerasi Petani di Papua

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil. Seminar dihadiri oleh widyaiswara dan manajer Inkubator Agribisnis BBPP Lembang serta siswa-siswi dari sekolah lain yang juga sedang PKL di BBPP Lembang. Satu-persatu siswa mempresentasikan hasil PKL dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Selasa (3/9/2024) saat ditemui setelah pelepasan oleh BBPP Lembang, ketiga peserta PKL dengan kompak menceritakan pengalaman menjalani PKL selama hampir 4 bulan di BBPP Lembang.
“Di sini kami jadi mengetahui dan memahami teknik budidaya sayuran baik secara konvensional maupun hidroponik,” kata Vera Fitriani. Siswi lainnya, berceloteh, “Melalui PKL ini juga kami jadi memiliki banyak teman baik dari SMK maupun universitas,” ucap Siti Salwa.

Sementara itu, Bunga Nuraliya menyampaikan ucapan terima kasihnya atas bimbingan dari petugas lapangan di BBPP Lembang. “Pegawai di BBPP Lembang juga sangat baik dan humble,” ucapnya. (Yoko/Che)

Kementan Dukung Regenerasi Petani di Papua

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian terus menyiapkan petani-petani muda yang berkualitas sebagai upaya melakukan regenerasi. Menyiapkan petani muda berkualitas juga dilakukan Kementan di Papua. Salah satunya melalui PKL yang dilakukan siswa SMKN-PP Sentani, Kabupaten Jayapura, di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia. Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti. Menurutnya, petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Baca juga:

Kementan Siapkan Generasi Muda Pertanian Sebagai Penggerak Perubahan

Kegiatan PKL Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Pembangunan Pertanian (SMKN-PP) Sentani Kabupaten Jayapura diikuti sembilan belas siswa kelas XII jurusan pengolahan hasil pertanian, 15 Agustus – 10 September 2024. PKL dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang.

Terbagi 4 kelompok, dibimbing petugas laboratorium, mereka mempelajari dan praktik langsung pembuatan 4 produk olahan komoditas pertanian yang dapat diaplikasikan sepulangnya ke Papua, yaitu teh daun kelor, manisan terong, es krim labu kuning, dan sorbet cabai merah.

Selain itu, mereka mempelajari tentang peralatan pengolahan yang ada di laboratorium, diantaranya hand sealer, UV sanitizer, vegetable cutting, ice cream maker, noodle maker, spinner, dll.

Untuk mempertanggungjawabkan hasil PKL, dilaksanakan seminar hasil, Selasa (10/9), dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang dan manajer Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Satu-persatu kelompok mempresentasikan hasil PKL selama 1 bulan, dan diakhiri diskusi dan tanya jawab.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan jika pihaknya berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi.

Di antaranya kegiatan Praktik Kerja Lapang sebagai salah satu bentuk pelayanan BBPP Lembang kepada para stakeholder dibidang pertanian.

Peserta PKL, Yunita Ugipa, mengaku memperoleh banyak manfaat melalui kegiatan PKL.

“Kami belajar dengan baik di sini, dari tidak tahu menjadi memahami cara membuat 4 aneka olahan pangan yang nantinya ingin bisa diterapkan di Papua,” ungkapnya.

“Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada BBPP Lembang atas dukungan, arahan dan mengajarkan kami tentang pengolahan hasil pertanian,” kata Yunita lagi.(***)

Kementan Siapkan Generasi Muda Pertanian Sebagai Penggerak Perubahan

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Di tengah tantangan yang semakin kompleks, generasi muda harus hadir sebagai penggerak perubahan. Oleh sebab itu, Kementerian Pertanian terus menyiapkan petani-petani muda yang berkualitas.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran generasi muda membangun pertanian Indonesia.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemuda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berkarakter kuat menghadapi tantangan dunia.

“Dengan karakter yang kuat, jujur, disiplin, dan pekerja keras, pemuda Indonesia bisa menjadi ujung tombak mewujudkan swasembada pangan dan mengantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tutur Amran.

“Mari bersama kita wujudkan cita-cita besar ini. Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi menjadi bangsa yang mampu memberi makan dunia,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan petani-petani yang ada saat ini sudah semakin tua.

"Sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” kata Santi.

Baca juga: 

Optimisme Petani, Program Pompanisasi Kementan Tingkatkan Produksi Padi

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menegaskan bahwa BBPP Lembang berkomitmen mencetak generasi muda agar mampu menjadi wirausaha muda melalui berbagai program peningkatan kompetensi. Diantaranya pelatihan, kegiatan kunjungan singkat dan kegiatan PKL.

Dua orang mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon melaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL) selama 1 bulan dari 5 Agustus – 5 September 2024. Selama 1 bulan, keduanya melaksanakan PKL di Laboratorium Agens Hayati.

Di Laboratorium Agens Hayati, dibimbing petugas laboratorium, mempelajari tentang agens pengendali hayati jamur trichoderma. Mereka mempelajari cara melakukan eksplorasi untuk mendapatkan trichoderma, cara perbanyakan trichoderma sampai melakukan pengamatan mengenai aplikasi formulasi trichoderma terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy.

Selain itu, keduanya juga mempelajari tentang tentang agribisnis tanaman mulai dari pembenihan, pengolahan lahan, perawatan tanaman, pengendalian OPT, panen hingga pasca panen.

Seminar hasil PKL dilaksanakan pada hari Jumat (6/9/2024). Kegiatan dihadiri oleh widyaiswara BBPP Lembang sebagai pembimbing dan pembahas, serta siswa dan mahasiswa lain yang juga sedang PKL di BBPP Lembang.

Mengambil judul penelitian Aplikasi trichoderma spp terhadap pertumbuhan tanaman pakcoy (Brassica rapa L) yang diinfeksikan penyakit akar gada, keduanya bergantian memaparkan hasil penelitian dan pengamatan selama 1 bulan. Diskusi berlangsung tentang hasil proses pengamatan yang dilakukan.

Peserta PKL, Tazkia Mega Aulya, mengaku mendapat kehormatan yang luar biasa karena pernah menjadi bagian dari BBPP Lembang untuk belajar dan mendapatkan pengalaman yang di bidang pertanian.

“Sungguh pengalaman yang luar biasa karena bisa magang di BBPP Lembang dengan segala aktivitas yang tentunya sangat melatih softskill dan hard skill kami untuk siap dalam dunia kerja. Pengalaman ini akan menjadi salah satu bagian penting dan berkesan bagi kami yang tak akan pernah kami lupakan,” katanya.

“Di BBPP Lembang kami bisa berjumpa dengan orang-orang hebat yang selama ini membimbing dan mengajarkan kami banyak hal. Memotivasi kami untuk bisa hidup lebih bermanfaat lagi bagi banyak orang. Terima kasih BBPP Lembang," ucapnya.(***)

Optimisme Petani, Program Pompanisasi Kementan Tingkatkan Produksi Padi

TANIINDONESIA.COM//GARUT – Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan produksi pangan terus meningkat. Namun, alih fungsi lahan sawah terjadi secara massif setiap tahun. Untuk memastikan ketersediaan pangan, Kementerian Pertanian menggulirkan sejumlah strategi, di antaranya Perluasan Areal Tanam (PAT) dengan tiga program utama yaitu optimalisasi lahan rawa, pompanisasi, dan padi gogo (tumpang sisip). Program pompanisasi ini dijalankan diberbagai daerah, seperti Garut.

Program Pompanisasi yang digagas Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, fokus pada 2 cara yaitu memperbaiki pompa yang sudah ada dan menyediakan pompa baru sesuai kebutuhan petani di tiap wilayah.

“Ini semua untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi 280 juta jiwa penduduk Indonesia,” tutur Amran.

Baca juga: 

Melalui Bimtek IMMACo, Kementan Tingkatkan Kapasitas Pengelola UPJA di Sukoharjo

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri.

Menurutnya, saat ini fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, sebagai penanggung jawab program PAT wilayah Kabupaten Garut, meninjau pelaksanaan pompanisasi di Kelompok Tani Serang Tani dan Sugih Mukti, Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Minggu (8/9).

“Kami minta agar dilakukan musyawarah di dalam kelompok tani untuk terus mengoptimalkan produktivitas padi di kelompok tani masing-masing,” tutur Ajat.

Ketua Kelompok Tani Serang Tani, Asep Rahmat, menyampaikan terima kasihnya kepada Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kabupaten Garut atas bantuan pompanisasi.

“Kami yakin dengan pompanisasi, tadinya menanam hanya 1-2 kali setahun, saat ini bisa 3 kali. Hasilnya biasa 1 tumbak 6-8 kilo, saat ini bisa menjadi 10-12 kilo,” ucapnya.(***)

Melalui Bimtek IMMACo, Kementan Tingkatkan Kapasitas Pengelola UPJA di Sukoharjo

TANIINDONESIA.COM//SUKOHARJO - Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) terus mendorong peningkatan produktivitas padi nasional. Salah satunya melalui bimtek Indonesia Millenial for Modern Agriculture Corporation (IMMACo) atau Pertanian Modern Berbasis Korporasi bagi Petani Milenial di Kabupaten Sukoharjo, Selasa (3/9/).

IMMACo merupakan program inisiatif Kementan untuk memperluas lahan produktif padi dengan mengintegrasikan sub sektor dalam rangka regenerasi petani dengan cara penumbuhkembangan wirausaha muda pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan produktivitas padi dapat meningkat dengan terobosan-terobosan program. Di antaranya Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui pompanisasi yang menjadi solusi cepat di tengah musim kemarau saat ini.

Kepala BPPSDMP, Ida Widi Arsanti, mengatakan pihaknya sigap menjawab tantangan regenerasi petani.

“Saat ini, petani-petani sudah semakin tua, sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” sebut Santi.

Sebagai wujud keseriusan dalam menyukseskan program tersebut, berbagai bantuan sarana produksi, termasuk bantuan alat dan mesin pertanian telah diberikan Kementan kepada Poktan, Gapoktan, Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA), dan Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Baca juga: 

Tingkatkan Kapasitas Petani dan Penyuluh, Kementan Gelar Study Tour

Pemberian bantuan ini harus diselaraskan dengan kualitas SDM pertanian yang memiliki keterampilan teknis dan manajerial yang handal. Sehingga, mekanisasi pertanian yang menjadi pendukung tercapainya peningkatan produktivitas padi nasional dapat segera terwujud.

Untuk meningkatkan kualitas SDM pertanian di bidang teknis mekanisasi pertanian dan manajerial kelembagaan petani berbasis koorporasi, Kementan melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar Bimbingan Teknis Kelembagaan Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA).

Kegiatan dilaksanakan, Selasa (3/9/) di Aula Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo. Peserta bimtek adalah ketua dan pengurus UPJA/KUB sebanyak 26 orang dan 7 orang koordinator penyuluh pertanian di wilayah binaan UPJA di 7 kecamatan di Kabupaten Sukoharjo.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, saat memberikan arahan menyampaikan bahwa output kegiatan ini adalah terbentuknya korporasi berbentuk koperasi Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA).

“Saya berharap setelah mengikuti kegiatan, peserta dapat mengelola koperasi UPJA secara profesional,” tuturnya.

Selama kegiatan, peserta memperoleh materi tentang Kebijakan Pengembangan SDM Pertanian, Penguatan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP), dan Penguatan Kelembagaan UPJA.

Fasilitator berasal dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Sukoharjo, IMMACo Kabupaten Sukoharjo, dan Dinas Koperasi, Perdagangan dan UKM Kabupaten Sukoharjo.(***)

Tingkatkan Kapasitas Petani dan Penyuluh, Kementan Gelar Study Tour

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), terus berupaya meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh bidang teknis, kelembagaan petani, dan manajemen usahatani. Salah satu upaya dilakukan adalah menggelar Study Tour bagi Petani dan Penyuluh Pendamping Program READSI, 2 – 6 September 2024.

Kegiatan ini diselenggarakan serentak di 4 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP, yaitu Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan akan terus mendorong dan memfasilitasi tumbuh kembangnya usahatani.

“Kementan terus mendorong dan memfasilitasi bertumbuhnya usahatani. Pemerintah berkomitmen menjadikan pertanian sebagai dunia usaha atau bisnis yang strategis dan menguntungkan," kata Amran.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, saat membuka kegiatan, mengatakan bahwa untuk mengembangkan usahatani perlu ekosistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Kegiatan hulu sampai hilir di sepanjang rantai nilai usahatani perlu terintegrasi melalui konsolidasi usaha produktif berbasis komoditas potensial dalam satu kesatuan klaster usaha berskala ekonomi," kata Santi.

Santi menyampaikan Kementan terus mendukung dan memfasilitasi peningkatan usahatani. Di antaranya dengan meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh dalam mengelola usaha tani seperti melalui kegiatan study tour.

Baca juga: 

Hasilkan Generasi Unggul, Polbangtan dan PEPI Kementan Laksanakan Wisuda Nasional

Di BBPP Lembang, 158 orang peserta yang berasal dari 5 provinsi yaitu Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan NTT, diajak mengunjungi kelembagaan tani dalam wadah Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) binaan BBPP Lembang, yaitu P4S Lembang Agri, P4S Sawargi, P4S Raden Farm, Asosiasi Agrotani Lembang, dan KWT Akrab.

Peserta juga diajak mengenal Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. Widyaiswara sharing knowledge tentang pertanian organik, dilanjutkan praktik membuat eco-enzyme dan pupuk organik cair di zona rumah kompos.

Selain itu, peserta diberikan materi peningkatan nilai tambah produk pertanian melalui proses pengolahan hasil pertanian.

Di Laboratorium Pengolahan Hasil Pertanian BBPP Lembang, praktik membuat olahan pangan pisang menjadi eggroll. Alat dan bahan yang dibutuhkan mudah diperoleh, murah dan mempraktikkannya juga cukup mudah.

Salah seorang peserta, Wanti Widiarini, penyuluh pertanian dari BPP Buah, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, mengaku banyak mendapatkan pengetahuan dari kegiatan ini.

“Banyak pengetahuan yang kami dapat selama berada di BBPP Lembang dan mengunjungi beberapa petani maju. Sangat menginspirasi kami sebagai penyuluh dan memberikan pelajaran penting petani binaan kami dalam mengelola usahataninya,” katanya.

Saat menutup kegiatan, Kamis (5/9/2024), Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, menyampaikan harapannya.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan study tour ini, petani dan penyuluh di wilayah Program READSI bisa mempelajari dan mempraktikkannya di wilayah masing-masing tentang teknis pertanian yang diperoleh serta kelembagaan petani yang sudah dipelajari dan dilihat langsung. Dengan begitu, dapat meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah masing-masing,” katanya.(***)