21 April 2026

Hari: 24 September 2024

Kementan Latih Aparatur Desa Kabupaten Indramayu Teknologi Hidroponik

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Sebanyak 150 aparatur desa dari Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Sabtu (21/9).

Para aparatur desa ini mendapat pemahaman pentingnya meningkatkan produktivitas pangan nasional untuk memenuhi konsumsi pangan masyarakat.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan mimpi bersama ke depan adalah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia, dan mampu memberi makan bagi yang kelaparan.

"Jadi kita terhormat dan dihormati dari penyediaan pangan ini," tutur Amran.

Baca juga:

Tingkatkan Kompetensi Pengelola P4S untuk Kolaborasi Cetak SDM Pertanian Berkualitas

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, saat ini fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” tuturnya.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, di berbagai kesempatan menyampaikan bahwa jajarannya berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan.

“Sangat penting penerapan teknologi dibidang agribisnis pertanian dan kami mengelola Inkubator Agribisnis (IA) sebagai lahan praktik peserta pelatihan dan sarana pembelajaran bagi masyarakat yang berkunjung ke BBPP Lembang,” jelasnya.

Dalam kunjungan ini, para perangkat desa dari Kecamatan Kertasemaya diajak mengelilingi IA, melihat koleksi tanaman yang dibudidayakan dengan teknologi hidroponik berbagai sistem.

Ada 5 sistem pada budidaya tanaman secara hidroponik yang diterapkan di IA BBPP Lembang, yaitu irigasi tetes, deep flow technique, nutrient flow technique, wick system, dan aeroponik.

Di screen hidroponik sistem irigasi tetes, petugas lapangan menjelaskan budidaya tomat beef dan melon, mulai dari persemaian hingga panen dan pascapanen.

Dijelaskan sistem pemberian nutrisi AB mix yang bisa diatur sehingga mampu menghasilkan tingkat kemanisan buah melon dengan kadar brix yang tinggi hingga 15 brix.

Petugas juga menyampaikan kegiatan pengendalian hama terpadu dan proses pemeliharaan tanaman yang dilakukan meliputi pengendalian hama terpadu dan kegiatan penurunan batang (lay down) pada tomat beef yang bertujuan menghasilkan buah tomat yang berkualitas.

Sementara itu, di screen aeroponic kentang yang sedang dilakukan pembibitan kentang G0 varietas Granola usia 67 HST, petugas lapangan menjelaskan tujuan pembibitan kentang G0 dan kelebihan budidaya kentang dengan sistem aeroponik karena mampu menghasilkan keuntungan berlipat.(***)

Tingkatkan Kompetensi Pengelola P4S untuk Kolaborasi Cetak SDM Pertanian Berkualitas

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan berbagai langkah strategis untuk mengoptimalkan produktivitas pertanian. Salah satunya dengan memaksimalkan peran Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S).

Untuk itu, Kementan melakukan peningkatan kapasitas kelembagaan P4S melalui Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pengelola P4S, 12 – 15 September 2024, di BBPP Lembang.

P4S adalah pusat pembelajaran bagi petani yang memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan pertanian di Indonesia.

Dilengkapi sarana pembelajaran yang memadai dan usahatani yang berjalan dengan baik, P4S menjadi mitra pemerintah untuk mencetak SDM pertanian yang handal.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan jika salah satu tujuan pertanian adalah swasembada

"Kita harus mampu Swasembada pangan. Namun, ini membutuhkan kerja keras kita semua dan kolaborasi dari semua pihak di sektor pertanian,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan pihaknya menggerakkan SDM pertanian untuk mendongkrak produktivitas dan menjaga ketersediaan pangan di Indonesia.

Untuk mendukung kebutuhan pangan tersebut, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) melalui 3 pilar yaitu pendidikan, pelatihan dan penyuluhan terus menggenjot kualitas SDM pertanian.

Kepala Balai, Ajat Jatnika, mengungkapkan pelatihan ini diharapkan mampu menghasilkan pengelola P4S yang memahami pentingnya kedudukan P4S dalam pengembangan SDM sektor pertanian.

Baca juga: 

Urban Farming Dorong Ketahanan Pangan Kota Makassar

"Melalui pelatihan ini maka peran dan fungsi lembaga P4S baik sebagai pusat pembelajaran dan pusat diseminasi teknologi dan informasi pertanian yang dikelola secara langsung oleh petani, bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan masyarakat pada umumnya," katanya saat pembukaan pelatihan.

Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pengelola P4S diikuti oleh 30 orang pengelola P4S dari 25 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi inti dari fasilitator widyaiswara BBPP Lembang tentang Menganalisa Kebutuhan Pelatihan, Merancang Pelaksanaan Pelatihan, Menyusun Bahan Ajar, Mengajar Orang Dewasa, dan Penguatan Kelembagaan P4S.

Salah satu peserta, yaitu pengelola P4S Taruna Jaya Bakti Kabupaten Pangandaran, Wahli Supriadi, saat penutupan pelatihan, Minggu (15/9), menyampaikan terima kasihnya kepada BBPP Lembang dan sebuah harapan.

“Semoga pelatihan ini membuka dan memperat kemitraan usahatani dan saling bertukar pengalaman antar P4S untuk peningkatan kompetensi para mitra kita yaitu petani di desa dan masyarakat pada umumnya,” katanya.(***)

Urban Farming Dorong Ketahanan Pangan Kota Makassar

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG – Kementerian Pertanian (Kementan), melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, mendorong ketahanan pangan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, melalui urban farming sekaligus mengoptimalkan lahan pekarangan dan lahan tidur.

Hal ini disampaikan kepada sepuluh orang penyuluh pertanian dan Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar yang didampingi staf saat berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Rabu (18/9).

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengingatkan pentingnya pertanian untuk masyarakat.

"Ingat, tidak ada pangan, tidak ada negara dan peradaban. Mati hidupnya negara, pertama ditentukan oleh pertanian. Jadi ini sangat vital, kalau pertanian bermasalah," tegasnya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan jika salah satu fokus Kementan adalah mewujudkan akselerasi peningkatan produksi dan produktivitas pangan agar mampu swasembada.

“Kementan terus memprioritaskan berbagai program dan kegiatan yang mendukung ketahanan pangan dalam negeri,” tuturnya.

Baca juga: 

Kompetensi SDM Pertanian Ditingkatkan Lewat Pembinaan Pegawai

Sementara itu, Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, disetiap kesempatan menyampaikan kesiapannya melayani para stakeholder yang berkunjung untuk mempelajari pertanian.

“Kami berkomitmen meningkatkan kompetensi SDM pertanian untuk mendukung program-program strategis Kementan,” tutur Ajat.

Dalam kunjungannya di BBPP Lembang, rombongan penyuluh pertanian dan staf Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar diterima Kepala Bagian Umum, didampingi tim manajemen.

Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar, Evy Aprialti, menyampaikan pimpinan daerah di Kota Makassar sangat peduli untuk membangun sektor pertanian di perkotaan, mengingat areal pesawahan di kota juga semakin berkurang.

“Kami sudah melakukan penanaman aneka sayuran menggunakan teknologi hidroponik dan juga di dalam polybag di setiap lorong perkotaan/gang di kota Makassar,” katanya.

Evy juga mengatakan jika dalam kunjungan ini pihaknya ingin mempelajari pertanian organik dan hidroponik.

“Kami berkunjung ke sini untuk mempelajari pertanian organik dan hidroponik di BBPP Lembang untuk penerapan urban farming di Kota Makassar, apa saja yang belum kami aplikasikan di sana setelah mempelajari di sini,” ujarnya.

Dalam kunjungan ini, rombongan diajak mengelilingi IA, melihat koleksi tanaman yang dibudidayakan secara konvensional dan pemanfaatan smart farming pada budidaya tanaman di BBPP Lembang. Di zona tanaman hias kaktus dan sukulen, petugas lapangan memberikan penjelasan proses perbanyakan kaktus dan sukulen serta proses pemeliharaannya.

Petugas juga mengenalkan inovasi pemanfaatan kolam ikan dan budidaya padi terapung yang dikenal sebagai minapadi. Padi varietas inpara sedang diuji coba pertumbuhannya di sini.

Sementara itu, di dalam screen aeroponik kentang, petugas IA juga menjelaskan proses pembenihan kentang varietas Granola usia 64 Hari Sesudah Tanam (HST), dan pemeliharaan dan pengendalian hama terpadu yang dilakukan.(***)