1 Mei 2026

Hari: 22 Juli 2024

Tingkatkan Produksi Padi Musim Kemarau, Kementan Siap Latih Widyaiswara, Dosen, Guru dan Penyuluh Pertanian

TANIINDONESIA.COM//JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong program perluasan Areal Tanam (PAT) Padi melalui berbagai kegiatan seperti optimasi lahan rawa, pompanisasi dan penanaman padi gogo. Salah satu langkah untuk mendukung hal tersebut melalui penyiapan sumberdaya manusia andal dengan mendorong peningkatan kompetensi dan pemahamannya dalam meningkatkan produksi padi.

Peningkatan pemahaman SDM pertanian dilakukan Kementan di antaranya melalui Training of Trainers (TOT) bertajuk 'Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau', yang akan diselenggarakan selama 3 (tiga) hari, mulai tanggal 30 Juli – 01 Agustus 2024 mendatang.

Pelatihan ini akan digelar secara offline di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang dan secara online serentak di UPT Pelatihan, Kantor Dinas Pertanian Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di seluruh Indonesia.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan, menyampaikan bahwa sumber daya manusia (SDM) menjadi tulang punggung penggerak pembangunan pertanian. Karenanya, kata Mentan Amran, sudah seharusnya SDM pertanian memiliki kualitas yang mumpuni.

“Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni. Di antaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat dan berorientasi hasil,” ujar Amran.

Sementara itu, plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, pertanian mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia karena berfungsi sebagai penyedia pangan, pakan untuk ternak, dan bioenergi.

"Peran pertanian sangat strategis dalam mendukung perekonomian nasional, terutama mewujudkan ketahanan pangan, peningkatan daya saing, penyerapan tenaga kerja dan penanggulangan kemiskinan," ujar Dedi saat Konferensi Pers secara online dalam rangka TOT 'Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau', Jakarta, Senin (22/7/24).

Baca juga: 

Kementan Siapkan Generasi Milenial Mahir Agribisnis Cabai

Selain itu, kata Dedi, pertanian juga mendorong pertumbuhan agroindusti di hilir dan memacu ekspor komoditas pertanian untuk meningkatkan devisa negara.

"Dalam rangka menyediakan pangan masyarakat sebagai wujud ketahanan pangan dalam negeri, maka sektor pertanian diharapkan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di Indonesia," ujar Dedi.

Lebih lanjut, Dedi mengatakan, secara nasional, pertumbuhan ekonomi lima tahun ke depan diharapkan meningkat hingga 5,7-6,0% per tahun, yang didorong oleh peningkatan produktivitas, investasi berkelanjutan, perbaikan pasar tenaga kerja dan peningkatan kualitas SDM.

Oleh karena itu, kata Dedi, Kementan mendorong peningkatan kompetensi SDM pertanian untuk meningkatkan produktivitas padi musim kemarau melalui TOT dengan tema 'Peningkatan Produksi Padi di Musim Kemarau'.

"ToT ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait peningkatan produksi padi di musim kemarau dalam rangka mendukung peningkatan areal tanam sebagai upaya peningkatan produksi padi nasional," kata Dedi.

Peserta pelatihan ditargetkan sebanyak 47.764 orang yang terdiri dari 185 Widyaiswara, 262 Dosen, 70 Guru, dan 47.247 penyuluh pertanian (PNS, PPPK, THL Pusat, THL Daerah) di seluruh Indonesia.

Para peserta akan diberikan pelatihan bagaimana meningkatkan produksi padi di musim kemarau, memilih benih padi unggul, mengelola lahan sawah, Gerakan Tani Pro Organik (GENTA ORGANIK), pengelolaan OPT padi, pompanisasi dan pengelolaan air di lahan sawah, dan tumpang sisip padi gogo di lahan perkebunan.(***)

Kementan Siapkan Generasi Milenial Mahir Agribisnis Cabai

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Cabai merah merupakan salah satu komoditas strategis yang terus diupayakan peningkatan produksinya di skala nasional. Untuk mendukung peningkatan produksi komoditas ini, Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, menyelenggarakan Pelatihan Agribisnis Cabai, 17 - 23 Juli 2024, di BBPP Lembang yang diikuti 30 peserta yang sedang PKL di BBPP Lembang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyatakan gerakan menanam cabai di pekarangan menjadi solusi meningkatkan produksi cabai nasional sehingga dapat memenuhi konsumsi dalam negeri.

Sejalan dengan pernyataan Mentan, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menekankan pentingnya penerapan agribisnis di sektor pertanian, agar dapat meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian.

Dalam pelatihan ini, Widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi dan praktik agribisnis cabai, mulai dari persiapan benih, persiapan lahan, pupuk dan pemupukan, pemeliharaan, pengendalian hama dan penyakit terpadu.

Baca juga:

Kementan Pacu Regenerasi Petani Melalui PKL

Selain itu juga diberikan materi tentang panen dan pascapanen cabai, pengolahan hasil cabai, analisa usahatani, pemasaran, dan dasar-dasar penyuluhan serta materi dasar tentang motivasi berprestasi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, mengingatkan generasi muda agar semangat belajar karena sejatinya belajar itu sepanjang usia.

“Teruslah belajar, asah kompetensi diri untuk menunjang pekerjaan dan menunjang kinerja organisasi,” tuturnya.

Pelatihan ini juga memanfaatkan teknologi informasi, berbasis Learning Management System untuk pengisian evaluasi pelatihan, sehingga memadukan tatap muka dan online.

Saat materi pascapanen cabai, peserta diajak praktik pengemasan cabai di packing house BBPP Lembang, Kamis (18/07/2024). Dijelaskan oleh widyaiswara masing-masing bagian ruangan di packing house dan fungsinya yang sudah sesuai SOP rumah pengemasan.

Penjelasan dimulai dari sayuran masuk, ruang pre-cooling, ruang utama tempat sayuran dibersihkan, sortasi, grading, dikemas, dan diberi label. Selanjutnya ruangan pengolahan hasil, cold storage dan berakhir di pintu tempat sayur keluar dan dipasarkan ke berbagai segmentasi pasar.

Anak-anak milenial para penerus pembangunan pertanian di Indonesia ini, semangat melakukan sortasi cabai, menimbang dan menempatkan cabai di kemasan, diwrapping dan diberi label.

Salah seorang peserta, Vera Fitriani, siswi PKL dari SMK Negeri 1 Sukaraja Sukabumi, memberikan kesannya berlatih agribisnis cabai.

“Menyenangkan sekali belajar tentang agribisnis cabai. Materi yang diberikan dan ilmu yang didapatkan sangat bermanfaat bagi saya sebagai pelajar,” ucapnya.(***)