17 Mei 2026

Hari: 6 Juli 2024

Petani Maluku Utara Pelajari Teknologi Pertanian, Penuhi Kebutuhan Pangan di Timur Indonesia

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, terus menjalin kerja sama dengan berbagai stakeholder untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Salah satunya, kolaborasi dengan sektor swasta, PT. Wanatiara Persada, perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan nikel.

Kerangka kerja sama dalam rangka program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, melatih 10 orang petani dari Kota Ternate tentang pengolahan hasil pertanian dan kultur jaringan. Kegiatan dilaksanakan di BBPP Lembang selama 2 hari, 2 - 3 Juli 2024.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan penggunaan teknologi dalam mengelola pertanian sangat penting karena akan menjadikan pertanian Indonesia lebih kuat dalam menyediakan pasokan pangan.

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menyampaikan bahwa ada 3 hal pengungkit produktivitas pertanian.

“Tiga faktor pengungkit produktivitas yaitu inovasi teknologi dan sarana prasarana pertanian, peraturan perundangan dan kearifan lokal serta SDM pertanian.” sebut Dedi.

Baca juga: 

Terima Sosialisasi SPI, BBPP Kementan Canangkan Semangat Bebas Korupsi

Rombongan magang dari Kota Ternate diterima oleh Kepala Balai, Ajat Jatnika, Selasa (2/7/2024).

“BBPP Lembang terbuka bagi siapa saja yang ingin bekerjasama untuk peningkatan kualitas SDM pertanian, karena kolaborasi penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional,” tutur Ajat.

Di laboratorium pengolahan hasil pertanian, widyaiswara BBPP Lembang memberikan materi tentang good manufacturing practices. Selanjutnya praktik membuat olahan jagung menjadi eskrim dan cabai rawit menjadi cabai blok, yang dapat memperpanjang masa simpan dan tentunya dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Sementara itu, di laboratorium kultur jaringan, widyaiswara mengajarkan teknologi kultur jaringan dan praktik membuat media MS-0, menanam/sub kultur tanaman pisang dan praktik aklimatisasi tanaman sejenis anggrek yaitu macodes.

Salah seorang peserta yang juga ketua kelompok tani, Yusran, menceritakan kesannya belajar pertanian di BBPP Lembang.

“Setelah mempelajari tentang teknologi pengolahan hasil pertanian dan kultur jaringan, ini sangat membantu kami karena potensi pertanian dan peluang pasar di Maluku Utara cukup besar,” katanya.

“Penjelasan yang disampaikan widyaiswara mudah dipahami dan diaplikasikan. Tentunya dapat membantu kami untuk menyebarluaskannya kembali nanti kepada masyarakat di sekitar kami. Harapan kami agar dapat memenuhi kebutuhan pangan di Maluku Utara,” papar Yusran.

Terima Sosialisasi SPI, BBPP Kementan Canangkan Semangat Bebas Korupsi

TANIINDONESIA.COM//LEMBANG - Kementerian Pertanian, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), terus menyerukan semangat anti-korupsi demi membangun integritas di seluruh jajaran Kementan. Semangat ini tercermin dalam sosialisasi antikorupsi yang digelar di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, menumbuhkan integritas di pegawai lingkup Kementan menjadi langkah pertama dan paling penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Berkaitan dengan hal itu, Plt Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menambahkan pada para pegawai lingkup BPPSDMP agar selalu mawas diri dengan melakukan koreksi diri sendiri secara jujur atas segala yang telah dikerjakan.

Diadakan di Aula Catur Gatra BBPP Lembang, Kamis (27/06), sosialisasi antikorupsi dilakukan di lingkup BBPP Lembang. Dihadiri oleh seluruh jajaran karyawan BBPP Lembang paparan dilakukan dalam format panel diskusi.

Materi pertama disampaikan oleh Dotty Rahmatiasih selaku Kepala Satuan Tugas Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK.

Dalam paparannya Dotty menerangkan fakta-fakta korupsi, pencegahan korupsi, gratifikasi, dan penguatan integritas, serta mengenai peran KPK dalam menanggulangi kasus-kasus korupsi.

Baca juga: 

Cetak Wirausahawan Berdaya Saing, BBPP Kementan Tuntaskan Pelatihan

Salah satu topik yang relevan dengan kondisi Kementan saat ini adalah Survei Penilaian Integritas (SPI) sebagai perangkat mengukur risiko korupsi. Beberapa pegawai BBPP Lembang yang dipilih secara acak berkesempatan untuk menjadi responden survei ini pada periode Juli hingga Oktober 2024.

Dotty menjelaskan, SPI menilai kemungkinan terjadinya korupsi di instansi-instansi pemerintahan. Responden yang diambil berasal dari pegawai, stakeholder, dan pakar yang terlibat dalam berjalannya pelayanan sehari-hari di instansi pemerintahan.

Menurutnya, Skor SPI sendiri dikategorisasi menjadi tiga warna yakni Merah, Kuning, dan Hijau. Saat ini BBPP Lembang mencoba memperbaiki diri agar masuk ke dalam zona hijau dengan segala upaya sosialisasi untuk melawan korupsi, gratifikasi, suap, dan percaloan.

Pembicara kedua, Widodo Teguh Santoso, selaku Auditor Madya Inspektorat Investigasi Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian, menerangkan lebih lanjut mengenai SPI.

Teguh menguraikan mengenai faktor-faktor yang menjadi penentu skor SPI tersebut. Selain itu, Teguh juga menerangkan langkah-langkah yang diambil Kementan dalam menjaga institusinya bersih dari korupsi. Terakhir, Teguh berpesan agar pengisian SPI dilakukan seobjektif mungkin.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyampaikan harapan tinggi kepada seluruh jajaran pegawai.

“Kami bersungguh-sungguh dan saling mengingatkan bahwa tanpa penilaian sekalipun seluruh jajaran BBPP Lembang berusaha untuk menjauhi berbagai perilaku yang berkaitan dengan korupsi, gratifikasi, suap, dan sebagainya,” ujarnya.

Pastikan Program Pompanisasi di Jawa Barat Berhasil, Kementan Lakukan Monitoring Evaluasi

TANIINDONESIA.COM//BANDUNG - Berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan TNI, Kementerian Pertanian terus berupaya memastikan keberhasilan pelaksanaan kegiatan Perluasan Areal Tanam (PAT) melalui optimalisasi lahan, pompanisasi, dan padi gogo di Provinsi Jawa Barat. Untuk mendukung hal tersebut, dilakukan rapat koordinasi monitoring dan evaluasi, Kamis (4/7/2024).

Rapat dihadiri Sekretaris Daerah dan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat, Inspektur Jenderal beserta jajaran Kementerian Pertanian, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Mineral dan Bidang Lingkungan Pertanian, TNI Kodim III Siliwangi dan pimpinan UPT Kementan penanggung jawab antisipasi darurat pangan dan dinas pertanian kabupatan/kota di Jawa Barat.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan pentingnya sinergi dalam menghadapi ancaman krisis pangan dunia.

“Pompanisasi menjadi solusi cepat untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dan jumlah produksi padi di tengah ancaman El Nino,” tuturnya.

Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan pertanian modern dicirikan dengan pemanfaatan alat-alat mesin pertanian yang saat ini sudah sangat lengkap.

Baca juga: 

Petani Maluku Utara Pelajari Teknologi Pertanian, Penuhi Kebutuhan Pangan di Timur Indonesia

“Karena kita menghadapi musim kemarau, untuk meningkatkan produksi terutama untuk meningkatkan indeks tanah, maka pompanisasi adalah solusi untuk menyediakan air, bisa tanam, dan meningkatkan IP pertanaman. Selain itu juga solusi untuk meningkatkan luas tanam luas panen meningkatkan produksi,” ungkap Dedi.

Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan Jawa Barat mendapat bantuan pompa 7.033 unit pada tahap pertama.

“Ini bukti keseriusan pemerintah mengupayakan kesejahteraan petani. Realisasi hingga hari ini 44,9%, tertinggi di Indonesia dan target kami bulan ini 90-100% sudah terpasang dan termanfaatkan agar bisa mengairi sawah-sawah di musim kemarau,” ujarnya.

Herman berharap dapat menyumbang peningkatan produksi padi dari 9 juta ton GKG menjadi 11 juta ton GKG.

Irjen Kementan, Setyo Budianto, memberikan apresiasi atas kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, TNI Kodam III Siliwangi untuk peningkatan produksi beras nasional.
Selanjutnya, peninjauan langsung ke salah satu lokasi pompanisasi di Desa Sumbersari Kecamatan Ciparay yang dihadiri Tenaga Ahli Menteri Pertanian didampingi Kepala BBPP Lembang, Tim Itjen Kementan dan perwakilan dari Ditjen PSP Kementan, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Kodam III Siliwangi dan para penyuluh pertanian.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Lingkungan Pertanian, Yusran Jusuf, seusai kunjungan menyampaikan harapannya agar pompa air yang sudah terpasang agar dimanfaatkan secara maksimal.

“Dan saya minta peran penyuluh pertanian berkolaborasi dengan babinsa mendampingi langsung di tingkat petani efektivitas pemanfaatannya,” ucapnya.(***)